Qtalita
.
.
.
Wonkyu
.
.
...
"Good evening all Passengers, this is your captain speaking.."
Kyuhyun menghela nafas, ia tidak lagi mendengar penjelasan kapten di ruang kemudi, ia hanya mengencangkan sabuk pengamannya lalu membuang muka ke jendela, menatap landasan yang basah akibat hujan yang beberapa menit lalu mengguyur kota Seoul.
Kyuhyun kembali membaca modul pelatihan yang sedari tadi tersampir di ranselnya, ia melirik 4 kursi dibelakangnya, disana Changmin duduk dengan seseorang asing, lalu dibelakangnya ada Ryeowook dan Yesung, Kyuhyun mendengus, merasa perjalanan ini akan terasa sangat lama, beruntung ketiga rekan kerjanya itu duduk tidak terpisah jauh, sementara dirinya, ia bahkan tidak tahu akan duduk dengan siapa, kursi disampingnya masih kosong.
Mata boneka itu membulat, dari pintu muncul Taecyeon, disusul Yunho dan Jaejoong.
'Semoga mereka, semoga mereka' Kyuhyun berdoa di dalam hati, meminta agar salah satu dari mereka bisa duduk disampingnya, Kyuhyun terus merapal mantranya apalagi saat Taecyeon tersenyum padanya.
Mantra yang seketika berubah menjadi..
'Jangan dia, jangan dia'
.. Saat Siwon juga muncul diantrian paling belakang bersama Kibum. Mata Kyuhyun menyipit kecil, sedikit terganggu dengan tawa Kibum. Tanpa sadar Kyuhyun meremas modul ditangannya.
Ada yang bertanya kemana mereka akan pergi?
Setelah insiden beberapa waktu lalu, perusahaan penerbangan tempatnya bekerja mendapat teguran keras dari departemen pusat, maka dari itu untuk menunjang kinerja para karyawan, mereka dikirim ke jepang untuk melaksanakan pelatihan keterampilan diri dan kedisiplinan, tidak terkecuali Appa Cho yang sekarang berada di kursi kokpit bersama co-pilot lain.
Kyuhyun terlihat kecewa saat Taecyeon ternyata duduk di depannya, bersama Yunho, kini harapannya sisa Jaejoong, karena dua orang selebihnya sudah masuk dalam kategori 'Hitam' namja manis itu.
Kyuhyun tersenyum manis saat jaejoong melirik Kyuhyun dan berhenti sebentar di samping kursi, menyapa Kyuhyun lalu duduk disampingnya. Kyuhyun bernafas lega, ia tidak lagi memperhatikan Siwon dan Kibum yang melewati kursinya lalu duduk tepat dibelakang Kyuhyun.
"Ini akan menjadi penerbangan yang menyenangkan, benar kan Kyu?"
Kyuhyun tersenyum lebar, mengangguk antusias, paling tidak ia bisa sedikit menjaga jarak dengan Siwon dalam masa penerbangan, lagipula dengan kehadiran Taecyeon dan Jaejoong, Kyuhyun juga bisa menghindari kontak langsung dengan Siwon. Ah betapa bahagianya Kyuhyun. Bibirnya berdendang kecil saat pesawat sudah berada di ketinggian, mematikan lampu dan mengenakan headphone lalu memejamkan matanya, langit diluar sudah menggelap, benar-benar kondisi yang pas untuk terlelap. Kyuhyun merasakan Jaejoong menyelimuti tubuhnya hingga ke dagu dan memasang penutup jendela.
Suasana kabin terasa sunyi, hanya beberapa lampu yang masih menyala, sementara yang lain sudah dimatikan penumpang masing-masing, termasuk kursi Kyuhyun dan Jaejoong. Kyuhyun menggeliat dalam tidurnya, menopang kepalanya di bahu Jaejoong, ia merasa jemari kanannya dibelai lembut seseorang, dahi Kyuhyun mengernyit dalam tidurnya, deru nafas ini begitu ia kenal, nafas mint membaur dalam rongga hidungnya. Kyuhyun membuka mata, terkejut saat sepasang mata juga menatapnya.
"Ya-"
"SStttt, jangan berisik, kau ingin membangunkan isi pesawat huh?"
Kyuhyun mengangkat kepalanya, memberi jarak cukup jauh lalu menutup dadanya menggunakan kedua lengannya. Namja yang ia kira Jaejoong itu terkekeh, jemarinya maju menoyor dahi Kyuhyun.
"Sejak kapan kau disini, mana Jae hyung?" Kyuhyun menampik jemari Namja yang ternyata seorang Choi Siwon itu.
Siwon hanya menarik nafas, merogoh saku celananya, mencari secarik tiket miliknya.
"See, ini kursiku"
Bibir Kyuhyun mengerucut, hancur sudah bayangan indah Kyuhyun, ia menggerutu, tangannya menjulur ingin menyalakan lampu di atasnya namun lengan Siwon menahan geraknya.
"Ck, kau bisa mengganggu penumpang lain"
Kyuhyun merengut, benar juga, semua penumpang tengah beristirahat, ia tidak ingin orang-orang disekitarnya merasa terganggu dengan aktifitasnya, Kyuhyun memiringkan sedikit tubuhnya, tidak ingin berhadapan atau bersentuhan dengan lengan Siwon. Entah darimana dan kapan itu bermula, ingatan beberapa hari yang lalu kembali berputar, tentang dirinya dan Siwon, di apartemen, di depan dapur, lembut, panas, dan basah,
Sret.
Namja manis itu menggulung selimut hingga menutupi kepalanya, merasa alur panas menjalar hingga kepelipisnya, membuat kepalanya terasa linglung. Siwon menautkan kedua alisnya melihat polah aneh Kyuhyun.
"Ck, kepala jamur aneh"
Kyuhyun semakin menggerutu tidak jelas, mau tidak mau menimbulkan senyuman kecil di bibir Siwon, dengan perlahan Siwon mengenakan selimutnya juga, memiringkan tubuhnya ke arah Kyuhyun, mengamati gundukan di samping kursinya itu.
"Jaljayo Kyu" Bisiknya.
...
"YAK!"
Changmin berjengit kaget, ramyun yang ada di mulutnya terhambur keluar, ia tersedak dan dengan cepat meneguk segelas air yang disiapkan Yesung. Wookie menutup telinganya, sudah 10 menit mereka tiba di sebuah penginapan, dan selama 10 menit itupula telinganya disuguhi 'makanan' super.
Wajah Changmin memerah, sudut matanya basah, ia melambai-lambaikan tangannya seakan menyerah, Taecyeon yang baru saja keluar dari kamar mandi sekarang memasang wajah bingung. Yesung menunjuk arah datangnya suara, mulutnya bergerak seolah mengatakan 'Jangan mendekat'
Taecyeon menarik nafas, ia sudah tahu apa yang terjadi disana, dan voila, alisnya berkerut seketika, beberapa meter di depannya, di depan sebuah kamar, Yunho tampak memijit pelipisnya, berdiri diantara dua namja tinggi, yang satu memeluk ranselnya, dan satu lagi mengelus-ngelus kepalanya. Ya bisa ditebak, diantara mereka berdua siapa yang menjadi petinju dan siapa yang menjadi sasak tinju.
"AKU TIDAK INGIN SEKAMAR DENGANNYA"
"AKU JUGA"
Yunho menggeram, jujur ia sangat lelah, belum lagi masih ada beberapa karyawannya yang belum ia antar menuju penginapan lainnya, tapi disini, hanya persoalan satu kamar, dan ia harus berdiri dengan perut kosong dan kepala berdenyut, telinganya harus ia ikhlaskan hanya untuk mendengar asupan tidak penting dari dua namja egois.
"Sekali ini saja, bisakah kalian mengalah?"
"TIDAK!"
Yunho memejamkan matanya, berdesis mengucap nama Tuhan berulang kali, Jaejoong yang mengerti perangai suaminya, memilih untuk menjadi penengah, ia takut terjadi hal buruk, apalagi saat Yunho sudah memandang Siwon dengan tatapan elangnya. Siwon mengerti, ia mengalihkan matanya, namun tidak juga bergeser dari pintu kamar, melarang Kyuhyun untuk mengklaim ruangan terakhir itu adalah miliknya.
"Siwon hyung?"
Taecyeon menepuk bahu Siwon, melempar senyum menawannya ke arah Kyuhyun yang mendengus.
"Begini saja, bagaimana kalau kita sekamar, dan biarkan Kyuhyun dan Kibum, aku rasa Kibum tidak akan keberatan"
Mata Siwon melotot, bukan itu maksudnya, ia bertahan hanya untuk menjadikan kamar ini miliknya dan Kyuhyun, sementara itu mata Kyuhyun juga membulat, demi apa ia harus sekamar dengan namja itu, Tidak! Sudah cukup Kyuhyun harus berbohong di depan semua orang, bersandiwara seolah mereka berhubungan baik.
Cuih. Kyuhyun meludah dalam khayalan.
"JANGAN IKUT CAMPUR"
Entah kenapa Siwon dan Kyuhyun menjadi kompak kali ini, berteriak lantang di depan Taecyeon, Kyuhyun mengenakan ranselnya, mendorong tubuh Siwon kuat, lalu menutup pintunya. Siwon menggedor pintu itu hingga Yunho kembali mendengus.
"Choi Siwon" Tegas. Siwon tidak berani membantah, ia hanya berdecih menarik koper kecil silvernya menuju ruang tengah di depan tungku perapian, meletakkannya di samping rak penyimpanan, lalu duduk di sofa dengan kedua lengan terlipat di depan dada, Jaejoong menahan lengan Yunho yang hendak menghampiri Siwon. Jaejoong mengenal Siwon sejak namja itu lahir, Jaejoong tahu jika Siwon kali ini tidak marah, hanya kecewa.
"Hyung?" Kibum muncul, dengan handuk kecil di tangannya dan rambut yang setengah kering, sepertinya setelah tiba ia langsung membasahi tubuhnya, namja imut itu duduk disamping Siwon, membelai bahunya. Siwon bergeser, membuat tubuh Kibum membeku seketika, Jaejoong menatap Siwon. Namja itu menunduk, rahangnya menguat.
"Hyung? Gwenchana?"
"Biarkan aku sendiri"
"Hyung.."
"Aku mohon"
Changmin yang sedari tadi menjadi penonton kini semakin mengerti apa yang sedang terjadi diantara dua namja itu, Changmin mengibaratkan sumpit kanannya sebagai Siwon, sementara sumpit kirinya sebagai Kyuhyun, mangkuk ramyunnya sebagai Taecyeon dan mie yang tersisa didalamnya sebagai Kibum, jaejoong dan Yunho.
Changmin mengaduk-aduk sumpitnya, matanya membulat, ia mengerti sekarang. Ia menjentikkan jemarinya, membuat Yesung dan Ryeowook menoleh, memandanginya aneh.
"Aku tahu sekarang, aku tahu"
"Mwo?"
...
Senja telah tiba, Siwon tidur terlentang di tengah padang lavender di dekat penginapan, menikmati hawa dingin dan indahnya langit yang menguning, nafasnya naik turun teratur, ia bahkan tidak menyadari jika seseorang ikut telentang disampingnya, Siwon tersenyum, bahkan hanya dari pergerakannya Siwon tahu siapa orang ini.
"Kibummie, kau ini benar-benar keras kepala"
Namja yang ia sebut Kibum itu terkekeh, Siwon membuka matanya, ikut tertawa kecil, tangan Kibum menjulur kedepan, membuat nama dirinya dengan telunjuk di antara angin, Siwon mengikuti gerakan Kibum.
"Kyuhyun?"
Kibum membaca jemari Siwon, Siwon terkejut, tangannya jatuh lemas, ia mengalihkan matanya, Tidak melihat bagaimana Kibum tersenyum penuh arti.
"Karena ini, kau selalu begini, maka dari itu Kyuhyun meninggalkanmu"
Sret.
Siwon bangkit duduk, memeluk lututnya, Kibum pun mengikuti.
"Seharusnya kau menjelaskan semuanya hyung, sekarang waktunya"
Siwon menerawang, mengingat masa itu, malam dimana Kyuhyun menamparnya dengan kuat, tanpa mendengar penjelasan Siwon, atau bisa dikatakan Siwon yang lebih memilih diam, terlalu merasa bersalah. Padahal jika saja Kyuhyun mau mendengarnya malam itu, mungkin sekarang Kyuhyun sudah menyandang marga 'Choi' di depan namanya.
Malam itu, Kibum hanya meminta tolong pada Siwon untuk menjemputnya, lalu bersama-sama memberi kejutan pada Kyuhyun, namun salahkan perut Kibum yang mendadak sakit dan berakhir makan malam terlebih dahulu.
"Aku sadar kita tidak pernah akan bersama hyung, aku tahu hati itu tidak akan pernah bisa berbagi" Kibum ikut menerawang, matanya terpejam.
Siwon menghela nafas panjang. Mengiyakan perkataan Kibum dari dalam hatinya. Ya benar, cintanya memang tidak bisa terbagi.
...
Kyuhyun menguap lebar, tenggorokannya mendadak kering, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, dengan langkah sempoyongan ia berjalan menuju dapur, melewati ruang tengah dengan perapian yang masih menyala kecil. Dahi Kyuhyun berkerut, seseorang tidur memeluk tubuhnya di atas sofa kecil yang dijejer menjadi satu. Semakin dekat Kyuhyun semakin mengenali siapa orang itu.
"Dasar keras kepala" Lirihnya berjongkok di depan Siwon yang mendengkur kecil. Ia tersenyum setiap kali Siwon tersedak dalam tidurnya, lalu tenang, dan kembali mendengkur.
Jemari Kyuhyun terangkat, menyentuh hidung mancung Siwon, membelai matanya, pipi dan terakhir bibirnya. Mata Kyuhyun mendadak panas, memorinya di malam ulang tahun beberapa tahun lalu kembali mengulang, Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, beranjak sebelum retinanya bobol akan airmata.
Grep.
"Aku tidak pernah mengijinkanmu memperhatikanku secara diam-diam"
Jantung Kyuhyun membeku, Siwon menggenggam tangannya, menahan langkah Kyuhyun untuk pergi lebih jauh.
Sret.
Siwon menariknya hingga Kyuhyun jatuh di atas pangkuan Siwon, memeluk perut Kyuhyun posesif, jarak mereka hanya terhitung dua jari, begitu dekat. Siwon tersenyum. Tangannya yang bebas, membelai pipi Kyuhyun dengan sayang.
"Kau tahu, tidak seharusnya kita berpisah"
"..."
"Seandainya malam itu kau mau mendengar perkataanku, mungkin kita tidak akan begini Kyu"
Siwon memajukan wajahnya, tersenyum lembut menatap mata Kyuhyun, Siwon memiringkan wajahnya, meniupkan nafas disudut bibir Kyuhyun, ia kembali tersenyum saat melihat rona merah menjalar ke telinga Kyuhyun.
"Kyuhyun.."
"..."
"Kau tahu?
Cup
Siwon mengecup sudut bibir Kyuhyun.
"Aku"
Cup
"Sangat"
Cup
"Mencintaimu"
Kata terakhir menjadi penutup kecupan-kecupan itu menjadi sebuah lumatan menuntut, Siwon menghisap dengan kuat bibir Kyuhyun, kedua lengannya meremas pinggang Kyuhyun agar namja itu semakin mendekat, terasa dihipnotis Kyuhyun menurut, mengalungkan lengannya di leher Siwon, menyamankan dirinya diatas pangkuan namja tampan itu. mengulum balik bibir Siwon hingga Siwon menggeram.
"Kyuhyun, aku menginginkanmu, sekarang, dibawahku"
"Euunnghhh"
.
.
.
Wake up.. wake up..wake up..
BRUK..
"Awwww... Shit! Ini mimpi?"
TBC
Huahahahahahaha *ketawa setan*
Siapa yang udah berfikiran ehem2 hayo? Kkkk
Mimpi woiii mimpi hahahahaha
Next Chap, kita bakal lihat Wonkyu perang-perangan + Kyuhyun nerbangin pesawat.
Yoyoyoyo siapa yang gak sabar?
LOVE
QAI^^
