Fanfic

Pair: SasuNaru

Rating: M

Genre: Supernatural/Mystery

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: OOC/BL/YAOI/EYD Hancur/Masih Pemula/Masih Membutuhkan Bimbingan/

Note:

ALPHA & OMEGA

Vampire – Werewolf

CHAPTER 10

.

.

.

.

Tidak ada yang mengetahui dimana bermula sejarah vampire ataupun werewolf. Tidak ada, bahkan mahluk yang selama ribuan tahun silam selalu membuat keluh kesah di dataran perumahan abad pertengahan. Korban bergelimpangan hingga tak terhitung bagian mana yang bisa disebut korban selain nyawa mereka yang hilang entah kemana. Bahkan tak sebagian dari itu semua, banyak tubuh yang hanya menyisahkan percikan darah segar bersamaan dengan pakaian-pakaian tak pantas dikenakan lagi.

Masih ingat dimana malam menjadi begitu sangat dingin bersamaan dengan hembusan kapas putih yang terus tak menahan diri berbagi lembutnya beku di daratan limpahan manusia di bawahnya. Tak segan lolongan satu dengan yang lainnya menyahut begitu cepat. debuman bersamaan dengan hancurnya gedung gedung terbuat dari bebatuan rapi kerongkang tertubruk. Bahkan tak hanya itu, kita bisa menyasikan bagaimana tembakan yang menderu melesatkan pelurunya tak sungkan pada kawanan yang tidak bisa di katakan manusia.

Tembakan pertama yang bisa membuat mahluk-mahluk penguasa yang sebelumnya menancapkan taringnya kini bertekuk lutut. Hingga pemilihan kata janji mulai terucap saat itu.

"Kami tidak akan hidup bersama manusia"

.

.

.

Detak jantung berdegup dengan kencang. Tak memperdulikan di mana langkah kaki kini berpijak. Tak memperdulikan bagaimana detakan itu kini menyamai kedua bola mata pemuda pirang yang nampak tak bisa menghilangkan keterkejutannya. Lihat bagaimana posisinya yang kini tetap menghadap kearah kerumunan orang yang nampak bersujud kearah satu pusat di tengah ruangan berbentuk aula yang bisa dikatakan tidak main-main besarnya. Lupakan bagaimana keadaan porak porandanya keadaan aula itu sekitarnya. Pikiran pemuda itu hanya dapat menatap terkejut kearah pemuda itu. Itachi Uchiha. Berdiri di tengah ruangan dengan ratusan vampire klan Uchiha tunduk kepadanya.

"Tidak.. mungkin"Pemuda pirang berucap lirih. Pandangannya bergulir kearah pojokan dinding. Pemuda bersurai gelap miliknya, Uchiha Sasuke yang kini nampak tak sadarkan diri berada di sana. Sebenarnya apa yang terjadi?

Sial, tidak ada waktu untuk terkejut. Dilangkahkan kakinya kearah Sasuke dengan cepat. Yang utama saat ini adalah menyelamatkan Sasuke kemudian segera keluar dari sini bersama teman-temannya.

Sejengkal lagi. Uchiha tak memperdulikannya. Hanya butuh waktu beberapa langkah sebelum..

"Seharusnya kau memberi selamat datang kepada kekasihmu, bukan orang lain"

SET

"AKH"

Naruto menjerit sejadinya saat lenganya ditangkap sebelum diputar kearah belakang tubuhnya oleh Itachi yang entah sejak kapan begitu cepat berada di depannya. Bisa di dengarnya bagaimana suara sedikitnya retakan pada bagian persendiannya.

"Lepaskan!"Naruto berucap. Meraung. Berniat membuat tubuhnya berubah menjadi srigala sebelum remasan tangan Itachi pada pergelangannya membuat pikirannya buyar.

"Bereskan mereka sekarang juga"Berucap lirih. Itachi menatap setiap Uchiha yang kini masih tak bergerak dari posisi sujudnya sebelum perintah itu diucapkan dan mereka segera melaksanakan perintah.

.

.

.

"Apa tidak apa-apa jika Itachi menjadi wadah dari leluhur?"Shinsui berucap. Tampak beberapa luka masih terlihat membekas di tubuhnya. Sial, bahkan untuk ukuran bocah. Itachi mampu menghadapinya. Bahkan levelnya terlalu tinggi untuk dihadapi.

Tidak mengerti harus disebut kegagalan atau kesuksesan para klan Uchiha. Mereka berhasil membangkitkan jiwa leluhur mereka. Bukan menggunakan tubuh Sasuke sang pemuda idiot tetapi melainkan dengan sang kakanya. Uchiha Itachi yang beberapa detik terakhir mampu mendepak sang adik. Menjadikan dirinya sendiri sebagai wadah seperti waktu tak memberi kesempatan dirinya untuk menyingkir dari altar yang bercahayakan api obor mengelilingi tubuhnya. Menghalanginya untuk keluar menyusul adiknya untuk segera kabur walaupun tidak bisa dikatakan kabur jika sekarang pemuda itu juga tertangkap bersamaan dengan kawanan yang mencoba menyelamatkannya atas perintah Itachi sendiri.

Bahkan bukan hanya sekedar itu saja. keterkejutan bahkan terjadi saat pemuda yang diketahuinya sebagai mahluk serigala jejadian itu diucapkan sebagai kekasih oleh sang leluhur. Tangan pucat dengan wajah Itachi yang tak berubah sama sekali selain kedua bola mata yang semakin memerah menatap pemuda bersurai pirang di dalam dekapannya.

Banyak hal mengejutkan yang terjadi hari ini. Dan itu benar-bena di luar prediksi.

.

.

.

Naruto menahan nafasnya sekali lagi. Sial, ini benar-benar gila. Saat ini tubuhnya tepat berada di ruang megah. Lupakan ranjang empuk di bawah tubuhnya. Yang terpenting bagaimana membuatnya terlepas dari sini. Oh shit, apa-apaan ini. Dan sial, lihat bagaimana sosok Itachi sekarang tengah menikmati sinar pagi yang bak tersenyum mengejek kearah keadaannya.

"Kupikir tidak ada yang berubah walaupun aku sudah mati ribuan tahun lalu"Sosok Itachi dengan jiwa baru bersuara. Tak berniatpun menatap kearah pemuda pirang yang terikat di atas tempat tidur.

"Kalau kau sudah kenyang, setidaknya lepaskan aku sekarang juga"Naruto berucap. Menatap kearah lima mayat yang kini membelalakan matanya tergeletak di bawah kaki Uchiha.

"Apa setelah mendapatkanmu, kau pikir aku akan melepaskanmu"

"Akh.. "Menjerit tertahan. Naruto merasakan wajahnya dicengkram secara tiba-tiba. Dipaksa mendongak menghadap kepada pemuda bersurai hitam yang secara kilat sudah berada di depannya.

"Sedikit berbeda, aku tidak menyangka bagaimana kau sekarang menjadi seorang laki-laki"Itachi berucap. Mengusapkan ibu jarinya pada kedua belah bibir pemuda pirang yang kini mengeluarkan suara desisan. Tatapan nyalang yang bahkan tak dipungkirinya membuat tubuhnya bergejolak segera menyantap sang pemuda. Masih sama, sangat sulit mempertahankan kewarasannya kepada sosok di depannya. Bahkan tak peduli kini dirinya terlahir kembali dengan pembangkitan. Bukan reingkarnasi seperti sosok pemuda pirang.

.

"Ku pikir kita akan segera mati"Sai berucap. Mendengus. Menyandarkan tubuhnya yang kini terasa lebih menyakitkan akibat minuman yang entah kenapa membuat tubuhnya terasa lembek seperti jely. Bahkan jika dipikirkan untuk menggerakan satu jaripun dirinya memerlukan puluhan tenaga untuknya.

"Mati lebih baik daripada dijadikan hewan peliharaan"Kiba menyahut. Mengikutkan diri untuk menyamankan posisi. Benar-benar seperti kandang. Penjara yang diketahuinya kini berada di tempat paling dasar dari kediaman obor kecil sebagai pengganti sinar matahari yang bisa dipastikan tidak bisa menembus masuk keruangan.

"Aku belum kaw-AKH, APA YANG KAU LAKUKAN?"Berhenti diucapannya. Shikamaru merengut menatap nyalang kearah seseorang yang kini nampak menancapkan taringnya pada pergelagan tangannya. Tepat pada urat nadinya bersembunyi.

"Untuk ukuran anjing darahmu cukup nikmat"Ucap orang itu berakhir dengan senyuman sebelum beranjak pergi meninggalkan tempat pengap itu.

"Ouh, kau jadi bottom sekara-AKH" Baru saja Ino berucap dan langsung terlempar entah apa. Sial, wajah cantiknya.

"Apa mereka tidak punya listri?"Sai berucap. Menatap kearah deretan obor-obor yang berjejer sepanjang lorong di sekitar sana.

"Mungkin mereka sedang masa pengiritan"Kiba menimpali. Ah sial, musibah apa yang di dapatnya bisa berteman dengan kedua mahluk tidak jelas ini. Ayolah, bukannya mereka harusnya gelisah sekarang?

Mengedarkan pandangan bola mata kuacinya. Pemuda dengan surai terikat bak sapu ijuk itu menajamkan matanya. Menatap kearah sekeliling. Benar-benar tempat pengurungan. Ah sial. Apa yang bisa dilakukannya sekarang?

.

"Kau tahu, aku menantikan ini begitu lama"Itachi mengusap berlahan pipi Naruto. Tak memperdulikan pemuda yang sedari tadi mencoba menggerakkan kepalanya untuk menjauhi sentuhan dari pemuda itu.

"Buka matamu Itachi, ini benar-benar tidak lucu"Naruto berucap. Menatap nyalang kearah Itachi. Dia tahu sosok yang kini mendudukan diri di ranjang yang sama dirinya berbaring bukanlah Itachi. Sosok yang sama tetapi jiwa yang berbeda. Dia tahu itu.

"Otsutsuki Indra, itu namaku"Naruto membelalakan matanya. Pandangannya menatap kearah Itachi-Indra yang kini mendekatkan wajahnya kepada dirinya. Meeleminasi jarak mereka yang kini kian menipis hingga sepasang bibir itu saling bersentuhan.

Kenapa, kenapa aku tidak merasa mual?

"Karena kau adalah mateku"Ucapan berisi jawaban bercampur buaian kedua belah bibir yang kini menyesap bibirnya membuat Naruto memejamkan matanya. Entah rasa apa yang di rasakannya saat tubuhnya merasakan dirinya menginginkan tubuh yang kini menindih tubuh berbaringnya. Lupakan kedua tangan terantainya yang kini meremas seprai di bawahnya. Ingin menolak tetapi dilain pihak dirinya membutuhkannya.

TBC

Thanks for review

Ido Nakemi, bangor-nyan, Mon Chanton's, Ara975, Melon-kun, Kzerokun96, Epa 1, Kim Kai Jong, Lutfiah369, Angel Muaffi, Vannessa zhang, Kaneko SNSN, aka-chan, ChiHayaChi, Har, gici love sasunaru, Aikhazuna117, Fishcake, anita777, lee, Airis, amura, D, michhazz, Sukma527, AySNfc3, hayatokuran, ndaa. Jaejoong, a, Bedak Baby Blue, stvyesung, Haru N, Li-chan, Ddkawaii

Sekali lagi shiro super lama update ehe ehe, maap. Untuk chap ini super pendek, shiro harap teman-teman gak marah eheheh. Terimakasih untuk yang sudah review, baca sama mampir ff shiro.

Setelah semedi beberapa lama, jadi keputusan jatuh kepada indra sebagai leluhur. Walaupun mukanya kece kaya imut-imut tapi kalian bayangin saja versi umur tiga puluhannya yak, uehhehe, gak tau fil nya dapet yang ini.

Dan beberapa pertanyaan akan terjawab di chapter depan. Semoga shiro gak lama updatenya uehhee.

Thanks berat buat teman-teman semua.

Untuk chapter depan mungkin akan ada Sasuke yang ngamuk dan kebimbangan Naruto. Okeee, sampai ketemu di chaap depaaaaan

ARIGATOOOOO