KnBWORLD

Created by : Angelalfiction

Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi

Character : GoM, OC, Kagami.T

Genre : Romance, Hareem, Drama, Sport

Summary : chap 10 up! Kagami mulai overprotektif dengan Meiko dan para Kiseki no Sedai mulai mengibarkan bendera peperangan dengan Kagami. Dan...bagaimana cara agar Meiko bisa mengetahui dengan jelas tentang dirinya yang asli?!

Chapter 10

Meiko POV

Berbulan-bulan telah berlalu, dan besok adalah hari dimana Kagami Taiga kekasihku saat ini bersama anak kelas sepuluh lainnya mengikuti street ball. Yap, menurut tebakanku besok adalah hari dimana aku akan bertemu Atsushi-kun...hehehehe...aku pasti akan membuat brownies kesukaannya untuk kuberikan besok!

Hmm...menurut komik yang sudah pernah kubaca sebelumnya, pertandingan Seirin memang sangat mirip dengan alur cerita yang sudah ada. Tapi ada keanehan yang terjadi dan aku tidak tahu cara menanganinya...

Pertama kali aku merasakan perasaan itu adalah saat aku bertemu dengan Midorima...

Flashback...

Pertandingan berikutnya...Seirin vs Shuutoku?!

"Waah...hari ini kita melawan raja dua kali...apa kita sanggup?"keluh Furihata. Ck...kenapa ini semua terjadi cepat sekali dari dugaanku?

Langsung saja aku keluar dari ruang ganti Seirin dan berjalan menuju tempat yang memang sudah menjadi tujuanku saat ini. Ruang ganti Shuutoku. Saat aku sudah tiba di sana, mataku menangkap keberadaan Midorima yang sedang men-tapping jari-jarinya. Dia pun menyadari keberadaanku.

"Meiko? Sedang apa kau disini, nodayo?!"

"Memangnya kenapa, Midorima-kun? Ada masalah?"

Aku mulai berjalan mendekatinya. Setelah berada di hadapannya, aku bisa melihat matanya yang menghindari kontak mata denganku saat aku sedang menatapnya. Ini aneh...

"Midorima-kun..."

"A-apa nodayo?"

"Kenapa kau menghindari tatapanku barusan?" setelah bertanya padanya, aku bisa melihat jika Midorima mulai gelisah di tempatnya. Hmm...aku tahu pasti ada yang di sembunyikannya...

"Su-sudahlah nodayo, teman-temanku sudah menungguku. Lebih baik kau kembali sana!"

Eh? Midorima mengusirku?

"T-tunggu?!"teriakku. Namun, tampaknya teriakanku barusan tidak berguna karena Midorima sudah berjalan jauh sekali di depan sana.

Flasback off...

Tch...kenapa Midorima jadi jahat seperti itu? Memang apa salahku? Tapi, bukan hanya Midorima-kun saja yang bersikap seperti itu padaku. Aomine-kun juga sama.

Flashback...

Pertandingan antara Touo vs Seirin pun tengah berlangsung, tapi aku sama sekali tidak melihat adanya keberadaan Aomine di bench-nya. Bukannya Aomine seharusnya sudah muncul dari tadi?

"Ano, Meiko-chan...apa sudah selesai?" Kagami Taiga pun bertanya padaku.

"Ah, ehm...sudah!"

Aku pun mulai berdiri dan Kagami juga melakukan hal yang sama denganku. Hehehe...aku baru saja memperbaiki perban di kakinya yang cedera. Saat aku menatap wajah Kagami yang berdiri di depanku, tiba-tiba saja ada tangan yang mengalungi bahu-nya. Sontak aku mundur sedikit ke belakang.

"Hai, Meiko. Sudah lama kita tidak bertemu."

GLEK...

Entah kenapa aku merasakan firasat buruk saat suara itu memenuhi kepalaku. Ku arahkan pandanganku ke sebelah kanan Kagami. Ternyata yang mengalungi bahu Kagami itu adalah Aomine.

"Bisa tidak kau menyingkir dulu, Meiko? Ada yang mau aku katakan padanya."ucap Aomine sambil menatapku dengan pandangan menusuk. Aku segera mengikuti perintahnya.

Sebenarnya kata-katanya tidak menyinggungku. Tapi, pandangannya...

Apa maksudnya dia menatapku dingin seperti itu? Memangnya apa salahku?

Flashback off...

"Meiko"

GREP...

Kagami yang berjalan di sebelahku pun segera meraih tanganku dan menautkan jarinya dengan jariku. Kami mulai bergandengan tangan.

"Fuit...fuit...cieee...kayaknya kita pengganggu banget disini..."ucap Kiyoshi-senpai. Yang lainnya pun hanya bisa menganggukan kepala mereka sambil memandangi tangan kami yang saling bertautan itu.

Oh iya, aku lupa memberi tahu sesuatu. Sejak Aomine dan Kagami berbicara saat akan memasuki quarter ketiga, sejak saat itulah Kagami menjadi sedikit ehm...overprotektif padaku. Bukannya aku ke ge-er an, tapi memang itulah yang terjadi. Seperti sekarang ini, saat kami berjalan pun dia menggandeng tanganku seakan tidak mau aku direbut siapapun. Dan yang paling anehnya, tidak ada satu pun candaan yang membuat dia merasa malu untuk menggandengku. Ini tidak normal. Aku harus mengetahui apa yang Aomine ucapkan padanya.

"Kagami-kun."

"Hm, ada apa?"

"Waktu itu...apa yang Aomine katakan padamu?" tepat saat aku bertanya, kami semua langsung menghentikan langkah kami.

"Iya, Kagami! Apa yang waktu itu Ace Touo katakan padamu?"Tsuchigawa tampaknya juga penasaran.

"Ehm...ano..."

'Selanjutnya...pertandingan Seiho vs Yosen'

"Wah...mereka sudah bertanding..."

"Kalau begitu, ayo kita kesana!" Kiyoshi senpai pun segera berjalan paling depan. Sementara kami mengikutinya dari belakang.

Ck...tadi itu hampir saja! Seandainya pengumuman tadi tidak ada maka semuanya pasti sudah terungkap! Aku hanya bisa menggerutu di tempat sambil berusaha mengikuti langkah Kagami yang masih dengan setia menggandengku.

Saat kami tiba di lapangan, aku hanya tertawa dalam hati sementara yang lainnya tersentak kaget.

"Seiho...kalah telak?! Sama siapa?!"

Aku memperhatikan mereka dari jauh. Hehehe...memang yah, kalau kehidupan mudah di tebak seperti ini rasanya menyenangkan melihat orang yang tidak mengetahuinya.

Tiba-tiba saja Kagami melepaskan genggaman tangannya dariku dan dengan perlahan maju ke tengah-tengah lapangan. Okay, untuk yang satu ini juga aku sudah mengetahuinya. Malas melihatnya lebih jauh, kakiku pun segera melangkah untuk mencari tempat duduk dekat lapangan.

"Meiko-chin?"

Astaga...suara ini...

"Mu-mura...Atsushi-kun?! Hehehe...lama tidak bertemu yah!" jawabku gugup. Bukannya Murasakibara muncul setelah Kagami dan Himuro Tatsuya tip off?

"Hhhhmm...aroma ini...Meiko-chin membawa brownies untukku lagi yah?"

"Iya, tentu saja! Ini untukmu!" langsung saja tanganku bergerak cepat untuk memberikannya brownies yang sudah ku buat. Murasakibara pun segera duduk di sebelahku.

GREP...nafasku pun tertahan sejenak.

"Aku memang kangen dengan brownies buatan Meiko-chin. Tapi, aku lebih kangen denganmu..."

Oh tidak...semoga saja tidak ada yang melihat kami di sini...

Kagami POV...

"Oh, ternyata kau mendapatkan teman se-tim yang spesial yah, Taiga. Sayangnya di timku ada orang yang spesial juga..."ucap Tatsuya. Aku hanya bisa menatapnya kaget. Apa maksud dari perkataannya tadi? Ck...

"Mei-..." badanku seketika membeku saat telapak tanganku meraih udara kosong. Dimana Meiko?

"Kuroko, kau lihat Meiko tidak?"

"Tidak Kagami-kun"

Saat itu juga mataku pun mulai menjelajahi sekeliling dengan rasa panik. Meiko, kumohon! Jangan membuatku gelisah seperti ini!

Saat melihat ke arah pohon-pohon rindang, mataku menangkap siluet Meiko yang sedang...berpelukan dengan pria lain? Tak terasa tanganku sudah mengepal...

"Kagami-kun, dia Murasakibara Atsushi salah satu anggota Kiseki no Sedai." seakan tahu pikiranku, tiba-tiba saja Kuroko berbisik padaku. Mendengar kata 'Kiseki no Sedai' membuatku kembali teringat kata-kata Aomine saat Seirin pertama kali bertanding dengan Touo.

"Apa kau tahu? Kau akan memiliki banyak musuh jika kau menjadi pacar Meiko."

"Lalu, apa itu menjadi masalahku?"

"Tentu saja... Kau sangat mencintai basket bukan?"

"Hm."

"Kalau begitu berharaplah supaya kau tidak membenci basket, permainan yang kau cintai itu. Karena aku tidak akan segan-segan menghancurkanmu. Oh iya, aku mengatakan ini padamu bukan karena aku sudah menyerah. Aku akan merebut Meiko darimu. Kurasa bukan hanya aku saja, tapi semua anggota Kiseki no Sedai pasti akan melakukannya."

Sial! Kenapa hubunganku dengan Meiko seperti terlarang begini sih? Dan sekarang yang bisa kulakukan hanya menatapnya dari jauh. Tentu saja aku tidak bisa mengusik acara berpelukan itu. Memangnya apa yang bisa kuperbuat sebagai pacar bohongannya saja? Ck...ini sangat menyebalkan...

Lama mereka berpelukan membuat emosiku tidak bisa ku tahan lagi. Masa bodo dengan statusku sekarang, aku harus merebutnya!

Normal POV

Mau tidak mau, akhirnya Meiko menunggu sampai Murasakibara melepaskan pelukannya.

GREP...

"Lepaskan pacarku!" dengan sekali hentakan, Kagami langsung menarik Meiko dari pelukan Murasakibara.

"Eeeh? Pacar? Apakah itu benar Meiko-chin?"

"I-iya, Atsushi-kun."

Keadaan pun menjadi hening setelah Meiko menjawab pertanyaan Murasakibara. Namun dalam keadaan hening seperti itu, Meiko tampaknya tidak sadar jika Kagami dan Murasakibara saling memberikan tatapan tajam.

"Jangan mengganggunya lagi! Ayo Meiko!" Kagami pun segera membawa Meiko menjauhi Murasakibara.

GREP...pergerakan mereka pun mendadak tertahan.

"Siapa bilang dia pacarmu? Sebelum kau, ada Aka-chin yang menjadi tunangan Meiko-chin. Bukankah itu namanya tidak adil? Kau merebut kekasih orang..."

Tangan Kagami terkepal mendengarnya. Orang ini...minta dihajar ya?!

"Ehm...Atsushi-kun. Aku dan Kagami-kun pergi dulu yah!" tak mau lebih lama lagi di tempat itu, akhirnya Meiko yang membawa Kagami untuk menjauh dari Murasakibara.

####################################################################

Meiko POV

Hari ini benar-benar hari yang sangat buruk. Sepulangnya kami dari lapangan streetball, aku segera memisahkan diri dari rombongan. Sekalipun Kagami memaksaku untuk mengikutsertakan dirinya, aku tetap menolaknya. Hari ini aku ingin sendiri. Tidak ada Seirin, Kiseki no Sedai, Kuroko, dan Kagami.

"Meiko-chan?"

Tepat saat kakiku melangkah masuk ke dalam sebuah cafe, aku bertemu dengan Mikaya Ai. Ckckckck...sangat kebetulan...

"Ai-chan?"

"Ne..ini kebetulan sekali...ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu..."

Setelah itu, akhirnya kami berdua segera masuk ke dalam cafe itu dan memilih tempat duduk sebelum Ai menceritakan sesuatu padaku.

"Jadi, apa yang ingin kau ceritakan padaku, Ai-chan?"tanyaku.

"I-ini tentang perasaanku. Ma-maafkan aku, Meiko-chan! Ini semua salahku! A-aku ingin kau di jauhi semua Kiseki no Sedai..."

"...t-tunggu sebentar, apa maksudmu dengan kata 'di jauhi', Ai-chan?"

"Waktu itu, sebenarnya yang membuat pak Shirogane mengundurkan diri adalah aku. Meiko-chan."

"Jelaskan lebih rinci, Ai-chan. Aku tidak mengerti maksudmu."

"Baiklah...jadi, sebelum kita mengikuti inter high dua tahun yang lalu...aku selalu memasukan racun yang membuat anti body-nya untuk sementara waktu melemah. Jadi racunnya bereaksi, tepat setelah kita menang melawan SMP Oguri. Kupikir, dengan menghancurkan satu-satunya penyemangat Kiseki no Sedai kalian akan saling membenci. Itu memang berhasil...tapi bukan hanya kau saja yang di jauhi, aku juga di jauhi Kise-kun...hiks...hiks..."

Mendengar pengakuan Ai-chan membuat tanganku bergerak menutup mulutku sendiri. Oh astaga, itu sebuah pengakuan yang tidak ada dalam komiknya.

"..Maafkan aku Meiko-chan...hiks...hiks...aku menyesal..." lagi-lagi aku terdiam. Oke...ini bukan sepenuhnya kesalahan Ai-chan. Bukankah dalam cerita aslinya mereka akan berpisah? Langsung saja aku mengelus pundak Ai-chan yang masih terisak di sebelahku.

"Sudahlah, ini sudah berlalu... Oh iya, Ai-chan sekarang sekolah dimana?"

"Aku sekolah di asrama putri. Kau memaafkanku?"

"Tentu saja. Untuk apa kita melihat masa lalu?"

"Huaa...aku menyayangimu Meiko-chan!"

GREP...Ai-chan pun segera memelukku. Namun tak lama kemudian, Ai-chan pun segera melepasan pelukannya.

"Hehehehe...sekarang aku sudah merasa lega mendengarmu memaafkanku Meiko-chan. Ehm...ini sudah waktunya aku kembali ke asrama. Jaa...Meiko-chan!" saat itu juga, Ai mulai bangkit berdiri dan berlari kecil keluar cafe sambil sesekali melambaikan tangannya padaku.

Ckckckck...kupikir dengan masuknya diriku ke Seirin, alur cerita tidak akan berubah...tapi, apa ini? Bahkan saat Streetball, Kagami dan Himuro tidak jadi tip off. Kenapa berubah sekali?

"Eh?"gumamku kecil saat merasakan sesuatu yang menempel di belakangku.

Dengan gerakan yang cepat, aku pun mulai melihat ke belakang. Seijuro? Dan yang menempel di belakangku...

"Jaket...Rakuzan?" lagi-lagi aku bergumam.

"Kenapa kau sendirian disini?"

"Justru harusnya aku yang bertanya padamu! Kau tahu dari mana aku ada di sini Sei-kun?"

"Tentu saja aku mengetahuinya. Ayo kita masuk ke mobilmu." dengan gerakan yang lembut, Seijuro pun mulai menggenggam tanganku dan membawaku menuju mobil jemputanku. Pantas saja dia tahu keberadaanku! Hirito-san kan bisa mencariku lewat GPS yang terpasang di dalam mobil.

Setelah kami masuk dan mobil yang di setir oleh Hirito-san mulai berjalan, selama di jalan pun kami habiskan dengan saling berdiam diri. Huuh...keadaan seperti ini membuatku grogi saja!

"Kemana Kagami Taiga? Kenapa kau sendirian di cafe?"

"Eh? Apa?"

"Kau pasti mendengarnya Meiko..." oh, oke...Seijuro mulai mengerti kebiasaanku saat tidak mau membahas sesuatu. Pura-pura tidak mendengar sudah tidak mempan lagi padanya. Ck...dia ini merepotkan sekali.

"Baiklah...tadi dia memaksaku untuk menemaniku. Tapi, aku melarikan diri darinya dan menyendiri di cafe itu. Puas?"

"Tentu saja aku belum puas, Meiko. Kenapa kau melarikan diri? Bukankah kalian berpacaran? Atau jangan bilang kalian sedang bertengkar?" wow...aku baru tahu jika Seijuro bisa banyak bertanya seperti ini...

"Tidak. Aku sedang tidak bertengkar. Sudahlah aku sedang tidak mood berbicara." aku pun segera mengalihkan pandanganku ke arah jendela dan mulai membelakangi Seijuro.

CKITT...mobil pun mulai mengerem dengan mendadak secara tiba-tiba. Aku sempat terkejut karena merasakan tubuhku akan terjungkir ke depan. Namun, sebuah tangan tiba-tiba memeluk pinggangku membuatku jatuh ke dalam pangkuannya. Oh ayolah...kenapa kejadian tak meng-enakkan selalu menghampiriku hari ini sih?

"Te-terima kasih..." cicitku dengan gagap sambil kembali ke posisi dudukku yang semula. Ckckck...kenapa Seijuro menolongku barusan! Seharusnya biarkan saja aku terpelanting ke depan mobil.

"Ma-maafkan saya, nona Meiko! I-itu di depan..." Hirito-san pun mulai mengarahkan telunjuknya yang gemetaran ke depan mobil. Jangan bilang...

Dengan was-was pun, aku mulai keluar dari mobil dan melihat apa yang barusan Hirito-san tunjuk. Setelah melihatnya, aku pun hanya bisa membeku di tempat. Di-dia...

"Hirito-san cepat angkut baa-san ini. Meiko, ayo kita masuk ke dalam mobil. Kita akan membawa nenek ini ke rumah sakit." ucap Seijuro yang mulai menuntunku masuk ke dalam mobil kembali.

Hirito-san pun mulai membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Karena nenek yang kami bawa tidak sadarkan diri, maka aku dan nenek itu duduk di belakang dengan posisi nenek itu tertidur di pangkuanku. Sedangkan Seijuro duduk di sebelah Hirito-san.

Ku tatap wajah nenek itu. Tidak ada yang berubah! Nenek ini...dia yang memberikan aku ramuan itu! Oh Kami-sama...apa lagi yang engkau rencanakan padaku?

.

.

.

Normal POV

Sudah satu jam berlalu sejak nenek yang Hirito tabrak memasuki ruang UGD. Meiko beserta yang lainnya menunggu dengan sabar.

"Kenapa kau menabraknya?!" Ryuga pun mulai menatap tajam Hirito. Sedangkan Hirito hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Ma-maafkan saya, Ryuga-sama."

"Ckckck...kau ini..."

"Sudahlah Ryuga. Sekarang yang perlu kau khawatitkan adalah anak kita! Meiko-chan, kamu kenapa sayang? Kenapa terus terdiam dari tadi?" Hana pun mulai mengusap pelan surai Meiko dengan khawatir.

"Aku tidak apa-apa kaa-san..."ucap Meiko pelan. tak lama kemudian, sang dokter yang memeriksa sang nenek pun mulai keluar dari ruangan.

"Bagaimana kondisi nenek itu, dokter?"

"Ahahaha...nenek itu tidak kenapa-napa Ryuga-san. Tidak ada satu pun luka di luar maupun di dalam tubuhnya. Mungkin nenek itu hanya shock saat hampir tertabrak oleh supir anda."

"Oh, syukurlah..."

"Yah, kalau begitu anda bisa menjenguk nenek itu..."

"Tidak perlu-..."belum sempat menyelesaikan perkataannya, Meiko pun segera memotongnya.

"Tou-san aku ingin menjenguk nenek itu!" ucap Meiko yang langsung masuk kedalam tanpa menghiraukan pandangan aneh dari keluarganya.

Di dalam...

Saat tiba di dalam, Meiko pun langsung menghampiri tempat dimana sang nenek sedang berbaring.

"Meiko-chan?"

"Ba-baa-san?!" dengan cepat, Meiko pun langsung memeluk sang nenek yang sedang berbaring di tempat tidur pasien itu.

"Baa-san, sebenarnya apa yang terjadi padaku? Walaupun ramuan yang kau berikan padaku benar-benar terwujud, tapi ceritanya tidak sesuai dengan yang biasa ku baca baa-san."

"Ohohohoho...ramuan itu yah? Ehm...setahu baa-san ramuan itu akan bekerja sesuai permintaanmu. Oh iya Meiko-chan ada satu hal yang harus Baa-san katakan padamu..."

"Apa itu Baa-san?"

"Ini hanya dunia palsu Meiko-chan. Setelah harapanmu sudah terwujud, maka kau akan kembali ke duniamu."

"Apa? Ti-tidak mungkin...Baa-san, aku sangat mencintai dunia ini..." Meiko pun terdiam sejenak.

"Meiko-chan, apa kau ingin mengetahui 'apa yang terjadi denganmu' di dunia nyata?"

"I-iya, baa-san."

"Karena keracunan ramuan itu, kau sekarang tengah koma di salah satu rumah sakit di Tokyo."

"A-apa?!"

"Jika kau tidak mau kembali ke dunia asli maka kau akan mati di dunia palsu ini maupun di dunia aslinya sendiri."

Lagi-lagi Meiko terdiam setelah mendengar penjelasan sang Baa-san. Jadi selama ini dia berada di dalam fantasinya saja?

"Lalu kenapa baa-san bisa berada di dalam dunia ini? Ma-maksudku, jika ini hanya fantasiku-..."

"Tidak Meiko-chan, ini bukan fantasimu. Jiwamu yang berpindah ke dunia ini. Sedangkan aku adalah seorang penyihir."

"Ouh...kalau begitu aku akan menemanimu malam ini baa-san."

"Ahahaha...tidak perlu Meiko-chan. Aku akan pergi ke dunia lainnya besok. Kau pulang saja ke rumah."

"Uhum. Aku mengerti." setelah itu, Meiko pun mulai bangkit dari posisinya dan perlahan pergi dari ruangan itu tanpa melihat ke belakang lagi.

.

.

.

TBC

Wah...maaf ya jika Angel lama update! Bagi para readers yang ingin memberikan review, silahkan review di chapter 11 karena Angel akan update 2 chapter!

For review :

Uchiharuno Sierra : Huaaa! Terima kasih udah bilang fic Angel top!hehehehe...Angel udh update 2 chapter loh!

Leafandflower : thanks yaa udh membaca fic Angel! Ini udh update kok!

Ashidaakane : hehehehehe...kalau Angel buat Meiko jawab 'iya' nanti hareemnya nggak dapet. Soalnya, Akashi kan mutlak nanti nggak ada yang bisa ngerebut lagi deh.. Hehehe...baca chapter 11 juga yah!

Shiro(guest): wah! Terima kasih Shiro-san! Baca chapter 11 juga yah!