SenBasa School Live
Wokeh.. jumpa lagi dengan saya Author Saki. Yang... belakangan sedang sakit.. #hatchi!
(Masamune : Sakit? Minum obat sono..)
Baiklah.. hm...
Entah.. saya tidak bisa berkata-kata soal chapter ini.. karena terlalu absurd.
Rate : T!
Disclaimer : Saya enggak punya SenBasa.. Cuma punya cerita dan OC saja.
Warning : Typoo everywhere. Silahkan yakin apa yang saya tulis adalah kebenaran nista semata. Enggak lucu dan pokerface maker.
CHAPTER INI KURANG LUCU KARENA FOKUS AMA MISTERI YANG ADA.
Silahkan menikmati cerita!
Balesan review!
fadjrinaH :
GYAHAHAHAH! Makasih buat ngakak dan review kamu mbak! Hiatus sementara ya?
Yuriko-chan :
Nih.. udah kukasih lanjutannya. Makasih buat review ya!
L w bunga :
Wah.. mbak bunga mampir juga kesini! Makasih buat review dan ngakak elo ya!
Meaaa :
Emang masalah ente ama pacar ente apaan sih? Ampe hiatus gitu. Yah, moga-moga dapet yang terbaik ya! Makasih!
Girl-chan2 :
Wah! Mbak girl-chan juga mampir! Makasih buat ngakaknya ya! En... kamu kambing.. *deathglare*
Dissa CHA-Lovers :
Wah.. kurang ngakak ya? Maaf.. mungkin kali ini kamu juga kurang ngakak.. soalnya.. entah saya ngipi apa kemaren.. apakah saya kejedot 15 kali atau mungkin digombalin mpo nori.. yang jelas saya fokus ama misteri.. makasih buat review!
Lulu no ryucute :
Iya! Makasih buat review ente mbak! Wah wah.. tenang aja.. si NagaIchi gua satuin kok disini.. (ceilah...) oh ya! Makasih buat review kamu dan ngakak kamu ya!
THANKS MINNAAAAAAAA!
Chapter 10 : Malam terakhir...
Malam itu, sepertinya tidak ada yang aneh dengan pemandian air panas yang didatangi para murid tokoh-tokoh Sengoku Basara. Tapi... yang mengherankan.
Masamune awalnya mencoba berjalan-jalan mencari udara malam yang segar. Ini adalah malam terakhir mereka di pemandian air panas.
BRUUUUKKKKK!
"Au!"
"Woi! Mas! Turun donk! Remek dah tubuh gua.."
"Iya! Iya sabar mbak! Loh.. Author?"
"Iya kenapa? Gua kan kemarin enggak mati? Lu kira gua bangkit dari kubur?" tanya Sakazaki.
"Enggak gitu juga kali.." jawab Masamune.
"Loh.." mereka berdua akhirnya menyadari ada sesuatu yang aneh. "Ini.. kenapa.. kekunci?" tanya Sakazaki mencoba menggedor pintu pemandian.
"Kekunci? Masak iya.. ini memang masih malam sih.. tapi.. padahal kemarin si Motochika sama Motonari keluar bareng buat nyuri mangga tetangga sebelah tengah malam.. tapi kan enggak dikunci.." gumam Masamune.
PATS!
"AAARRRGGGHH!"
"Mati lampu doank lebay lu!" kata Masamune sambil napok Sakazaki dengan negi.
"AAAAAAAAAAAAAARRRRRRGGGGHHHHHHHH!"
"KYAAAAAAAAAAAAA!"
"MAMAKEEEEEEEEEE!"
Seketika terdengar teriakan-teriakan dari para murid dan guru laen yang panik. "Saudara-saudara sekalian! Jangan ribut!"
Suara Nobunaga menggema keseluruh pemandian.
"Ini Cuma mati lampu biasa.. agar bisa hidup kembali..."
Semua orang menunggu-nunggu perkataan selanjutnya.
"Semua orang mijitin gua satu-satu.."
"OGGGGGGGGGGGGAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH!"
"NGELANTUR LU GAN!"
"MODUS LU!"
Sementara dibelakang sana ramai. Masamune dan Sakazaki justru merasakan hawa yang amat sangat tidak enak di bagian depan pemandian air panas.
"Mun... kok... hawanya enggak enak bener ya..." gumam Sakazaki merapat ke Masamune.
"Lo bener... tapi awas.. kalo ada apa-apa.. jangan sampe elo meluk gua.." kata Masamune.
"Tapi kan..."
Sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil jika Sakazaki mungkin memeluk Masamune sewaktu-waktu. Dia paling benci film horror dan terjebak dalam kegelapan adalah kelemahannya. Pengalaman terakhirnya di rumah hantu pun membuatnya trauma. Dia terkena patung 3x dan nyaris kesasar di tengah perjalanan. Diakhir perjalanan pun dia dikejar seseorang dan terpeleset hingga tali sandalnya lepas (pengalaman pribadi author waktru study tour SD tuh..).
"Udah.. yang penting jangan takut.. kalo lo takut.. mereka makin nakutin kita.." kata Masamune berusaha tenang.
"Mas..."
"Apaan thor.."
"Mas..."
"Apa?"
"Mas..."
"Apaan sih!"
"Mas..."
"LU JAWAB DONK!" Masamune pun menimpuk Sakazaki dengan negi season 2.
"Waks! Sakit geblek! Lo kenapa nimpuk gua!"
"Karena lo manggilin gua terus dan ketika lo gua tanya lo cuek kayak bebek!"
"Idih! Siapa juga yang manggil elo!"
Sriiing..
Entah kenapa... beberapa lampu berganti menjadi lilin dan menyala di sekitar mereka. Membuat Masamune dan Sakazaki langsung menghentikkan pertengkaran.
"Terus.. siapa yang manggil gu-"
"Jangan ngomong kayak gitu Mun! Gua takut jadinya!" kata Sakazaki menutup mulut Masamune. Bulu kuduk mereka berdua berdiri. Mungkin Masamune melarang gadis disampingnya untuk tidak memeluknya. Tapi kalau menggenggam lengan boleh kali ya?
Mereka menyadari sesuatu.. entah kenapa ada beberapa cermin yang tertempel di dinding.
Sakazaki menggenggam lengan Masamune. Masamune tidak protes, mereka mencoba menetralisir ketakutan.
Kemudian di cermin-cermin itu tiba-tiba muncul sekelebat merah. Yang langsung membuat 2 orang itu terlonjak.
Setelah diamati, ternyata sekelebat merah-merah itu membentuk tulisan-tulisan.
Jangan bertemu orang ketiga... atau kalian...
Deg!
2 Moto
Motochika dan Motonari sama-sama terjebak di ruang makan. Mereka juga sadar kalau penerangan telah berganti menjadi lilin-lilin.
"Perasaan tadi.. Nobunaga... dan yang lain ada... tapi... mereka kemana sekarang?" tanya Motonari. Motochika mengangkat pundak.
"Eh... apa itu..." tanya Motochika melihat cermin yang terpasang.
Seperti di scene Masamune Sakazaki. Cermin itu membentuk tulisan..
Jangan menoleh ke belakang... atau kalian...
"Eh?"
Kojuuro Judai
Entah kenapa 2 orang ini berada di ruang tamu bagian samping.
"Loh.. kau..." Kojuuro melihat sosok Judai.
"Judai 'L' Rokugan..." jawab Judai.
"Oh... yang maen ToD sama Masamune-sama? Perkenalkan.. nama saya Kojuuro.." kata Kojuuro. Mereka pun berjabat tangan.
"btw... itu.. kenapa?" tanya Kojuuro. Mereka berdua melihat ke arah cermin. Cermin itu juga membentuk tulisan-tulisan.
Jangan bertambah jelek.. atau kalian...
"Bertambah jelek? Penghinaan tau nggak!"
NagaIchi
"Kang.. Nagamasa..." gumam Oichi.
"Ichi?"
"Akang..."
"Ichi!"
"Akang..."
"Iya Ichi.. kenapa?"
"Akang..."
"Iya Ichi? Apaan sih?"
"Akang! Lihat tuh!" kata Oichi sambil mengarahkan wajah Nagamasa ke arah cermin. Cermin itu juga membentuk tulisan-tulisan.
Jangan melihat ke luar jendela... atau kalian...
"Akang? Ini... maksudnya apa?"
MasaSaki Time..
"Baiklah.. maksudnya bertemu orang ketiga.. mungkin saja kita tidak boleh bertemu satu orang dalam perjalanan kita.." gumam Sakazaki meluruskan.
"Tapi.. bagaimana jika kita bertemu 2 orang?" tanya Masamune.
Sakazaki mengangkat pundak. "Orang keempat.. atau mungkin maksudnya menuju pada orang tertentu.." gumam Sakazaki.
"Satu orang tertentu?" tanya Masamune.
"Bisa jadi..."
"Jangan bisa jadi donk... ini adalah.. keadaan darurat.. kita harus berhasil sekarang.. gagal satu kali.. satu nyawa kita bisa melayang.." kata Masamune.
"Pokoknya.. yang penting kita harus bisa keluar dari sini.." kata Sakazaki.
Kriiieeeeetttt...
Deggg!
Sakazaki ngebekep mulut Masamune. "Gua tau sesuatu Mun.." bisik Sakazaki. "Mungkin sebenarnya kita sedang dicari seseorang.. makanya.. jangan sampai bersuara..." Sakazaki menelan ludah.
"Satu.." gumam Masamune..
"Dua.."
"Larrriii..." bisik mereka sambil berlari tanpa suara.
Mereka pun berlari menjauh dari TKP.
Lets go to 2Moto!
"Maksudnya jangan lihat ke belakang tuh apaan?" tanya Motochika. "Yang penting.. apapun yang terjadi.. kita nggak boleh nengok ke belakang.. atau kita terkena akibatnya.." kata Motonari
"Akibatnya apaan ya?" tanya Motochika. "Menegeteha.." kata Motonari. "Mas..."
Degg!
"Moton.."
"Apaan?"
"Siape?"
"Siape yang siape?"
"Siape yang manggil kita.."
"Manakeripik rebus!"
"Mas..."
"Tuh!"
"Iya! Gua denger bego!"
"Moton! Dia megang bahu gua!" kata Motochika histeris. "Kabur Mot!"
"Wokeh!"
NGIIIIIIIIEEEEEEEEEEEEENGGGG!
Lets see KoJudai!
"Jangan bertambah jelek? Ini penghinaan! Sekalipun gua wajahnya kayak om-om! Tapi gua juga berhak mengatai diri gua ganteng!"
Kojuuro ngoceh sementara Judai diem. Judai memikirkan sesuatu..
"Mass..."
"Ada apa?" tanya Kojuuro sambil menoleh ke belakang.
PATS!
"Loh! Kenapa! ada apa ini!" tanya Judai menyadari kalau mati lampu lagi.
GRATAK! BRAKK! GRATAKK! BRAKKK!
JDANG!
"Loh... hidup lag-MASYAAALLLLLAAAAAAAAHHHH! LU KENAPA KOJ!" tanya Judai yang tumben-tumbennya histeris.
"Mang gua kenapa?" tanya Kojuuro heran yang lihat Judai nggeblak melihat wajahnya.
"Ngaca dulu deng.." kata Judai menormalkan reaksinya.
"Ngaca... AAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGHHHHHHHH! WAJAH GUAAAA!"
Mau tau apa yang terjadi sodara-sodara?
Kojuuro telah diperhias (?) dengan make up tak beraturan. Dengan lipstik disekitar mata dan bibir yang dibentuk menyerupai Gareng di wayang jawa punokawan. Nah.. silahkan di bayangkan sendiri -_-
"Tung-Tunggu... Kamu.. kamu bertambah... jelek?"
"Apah! Enggak mungkin!"
"Iya kelles!"
"Terus gimana?"
"Kita bisa mati!"
"Pokoknya.. bantuin gua jadi ganteng kayak elo!"
Akhirnya mereka pun sibuk membuat Kojuuro kembali mendapat wajah normalnya atau berusaha membuat Kojuuro lebih ganteng -_-.
Its NagaIchi time!
"Pokoknya apapun yang terjadi.. kita enggak boleh lihat ke luar jendela Ichi.." kata Nagamasa.
"Kang.. Ichi takut kang..." kata Oichi gemeteran.
"Takut.. jangan jauh-jauh dari akang.." kata Nagamasa yang keliatannya modus banget sambil megang tangannya Ichi.
"ARRRRRGGGGGGGHHHHHH! Modus lu!" kata Oichi sambil menampar tangan Nagamasa.
"Ampun.. Ichi.." kata Nagamasa sambil megangin tangannya.
"hiks.. hiks.. hu.. hu..."
"Eh.. suara apaan tuh?" tanya Oichi.
"Kok keliatannya dari luar ya.." gumam Nagamasa.
"Kita liat yok Kang.." kata Oichi.
"Jangan! Pikun lu! Emang lu gak ingat kalo kita enggak boleh ngeliat ke luar jendela?" kata Nagamasa..
"Hiks.."
"Loh?"
"Hiks.. hiks.."
"Ini yang nangis..."
"Hu..."
"Ichi?"
"AKANG NAGAMASA JAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHAAAAAAATTTT!"
"AMPUN! ICHI! AMPUUUNNN!"
Akhirnya Oichi pun menghajar Nagamasa habis-habisan menggunakan sebuah lukisan di lorong tempat mereka terkurung.
MasaSaki Egen
"AKANG NAGAMASA JAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHAAAAAAAAATTTT!"
"..."
"Suara apaan tuh?" gumam Sakazaki.
"Mana gua tahu.." kata Masamune.
"Eh.. lu berdua.."
Sakazaki dan Masamune menoleh ke belakang.
PATS!
"APA! Mati lampu lagi! Ini sebenarnya tagihan listrik nunggak berapa bulan sie!"
JDANG!
"Loh.. mempan lag.. MASMUUUUUUUNNNNNN!"
"Apa? Lo kenapa?"
"Loh? Motochika? Motonari juga ada?" tanya Sakazaki menyadari 2Moto ada disitu.
"Pe'a lu! Mikir enggak bisa napa! Napa lo manggil mereka berdua! Mereka jadi noleh ke belakang kan!" kata Motonari sambil nimpuk Motochika dengan vas bunga.
"Iya! Iya! Ini salah gua!" kata Motochika kewalahan.
"Loh.. Masamune.. sejak kapan.."
"Sejak kapan kenapa?"
"Sejak kapan lu.."
"Make topi barongsai?" tanya 2Moto plus Saki bersamaan.
"Maksud lu.. LOH! SIAPA YANG NGASIH GUA BEGINIAAANN!" kata Masamune kaget menyadari dirinya memakai topi barongsai yang guede dan mencolok.
"Tung.. Tunggu..." gumam Sakazaki mulai berpikir.
"Kenapa Thor?" tanya Motochika.
"Gua kepikiran sesuatu deh..."
Karena 2Moto dan MasaSaki ketemu.. kita sambung ke 2Moto time yok.
"Kalian nemu tulisan di cermin gak?" tanya Sakazaki.
"Iya.." jawab Motochika. Motonari manggut-manggut.
"Terus isinya?"
"Jangan noleh ke belakang.. atau.. atau kenapa gua kagak tau... eh. Elo kok tau bisa nanya.. emang lo juga dapet tulisan di cermin ya?" jawab Motochika.
"Betul sekali gan.." kata Sakazaki
"Trus.. lu dapet tulisan apa?" tanya Motochika.
"Jangan ketemu seseorang.." jawab Sakazaki.
"Seseorang? Mang siapa?"
"Menegeteha.."
"Oh! Gua mudeng sekarangg!" kata Motonari tiba-tiba yang sontak membuat ketiga orang lainnya kaget.
"Jadi.."
TBC.
Omake
"Hatchi!"
2Moto dan Masamune menoleh.
"Lo kenapa? sakit lu kambuh?" tanya Masamune.
"Eh.. denger-denger.. thor.. lu punya typhus kan?" tanya Motochika
Sakazaki ngangguk
"Jangan-jangan kambuh!"
"Bukan.."
mereka semua menoleh pada Motonari yang menjawab Motochika.
"Saki bersin karena jasnya si Motochika Maho debuan.."
