Chapter 10: Keiji's Case part 2 (Like a Wine part 2)

Halo semuanya! Maaf saya mengapdet cerita ini dengan kurun waktu yang tidak sesuai! Karena saya mulai sibuk kuliah haha (maklum, sok sibuk gitu ceritanya—tapi aslinya emang beneran sibuk). Enjoy!


Hall rumah keluarga Toyotomi mulai terpadati berbagai tamu yang diundang. Magoichi yang mengenakan dress merah dengan hiasan bunga mawar di kepalanya dan menyamar sebagai pemain biola untuk pertunjukkan musik menghubungi teman-temannya.

"Magoichi Saika memanggil. Respon segera," Magoichi berbisik sambil menekan tombol tersembunyi di topeng pestanya.

"Hisahide Matsunaga merespon. Kelihatannya keadaan masih stabil," jawab Hisahide sambil meneguk segelas anggur putih bersama tamu-tamu wanita.

"Kojuuro disini. Ada yang tahu dimana letak toilet? Masamune-sama ingin membetulkan posisi korset dia," seru Kojuuro mengikuti Masamune yang kesal dengan posisi korsetnya dari belakang.

"Keiji disini. Kalau tidak salah di ujung dekat hall," balas Keiji yang sedang menemani Hanbei keliling hall pada Kojuuro.

"Ujimasa-sama, Zavii-sama, ada laporan lainnya?" tanya Magoichi.

"Aku dan tuan Hideyoshi baik-baik saja, nak Magoichi," respon Ujimasa.

"Haha, rasakan itu, Masamune," ejek Motochika yang sedang memainkan vas bunga di dekat pintu masuk rumah Toyotomi.

"Shut up, Motochika! Ini bukan saatnya untuk tertawa!" balas Masamune kesal sembari membetulkan posisi korsetnya di toilet wanita hingga para tamu undangan wanita yang sedang berada di toilet membatu kebingungan. Kojuuro yang menunggu di luar menutup wajahnya dengan telapak tangan membuang rasa malu.

"Aaaa! Masamune! Sakit telingaku!" rintih Ieyasu sambil mengusap telinganya pelan.

"Kalian semua~ Kenapa tidak bisa sabar sedikit~?" tanya Zavii yang sedang mengetes mic di tengah hall. Seluruh tamu kebingungan. Magoichi menepuk keningnya pelan melihat betapa bodohnya aksi Zavii.

"Tuan Ujimasa, tolong beritahu yang lain bahwa acaranya akan segera dimulai," bisik Hideyoshi pada Ujimasa.

"Ah, baiklah, Hideyoshi," Ujimasa menekan tombol kecil yang berada di topengnya, "Semuanya, di posisi masing-masing," Semua yang mendengar perintah kembali menuju posisi masing-masing. Hideyoshi berdiri di tengah hall dan berbicara melalui mic.

"Terima kasih, para tamu undangan sekalian yang telah hadir dalam acara ulang tahun anakku yang ke-25. Kuharap masa depannya baik dan senantiasa terus dilindungi oleh para satin," Hideyoshi berpidato sambil mengangkat segelas anggur putih. "Démon nous bénit!"

"Démon nous bénit!" para tamu mengikuti Hideyoshi mengangkat gelas berisi anggur putih. Hideyoshi memberi kode kepada Zavii yang menyamar sebagai pemimpin orkestra untuk segera memainkan musik.

"Oke, semuanya! Kita mainkan Midnight Waltz karya Brand X Music! Dalam ketukan satu. Dua," Zavii segera mengetuk tongkat kondukturnya pelan diikuti Magoichi yang berada di barisan pemain biola mempersiapkan posisi biolanya dalam posisi sempurna. Pasangan Kojuuro-Masamune, Motochika-Ieyasu dan Keiji-Hanbei memasang posisi dansa.

"Kojuuro! Dansa yang benar!" pinta Masamune.

"Baik...Masamune-'oujosama'," balas Kojuuro pasrah sambil memegang pinggang Masamune.

"Hei, Ieyasu. Kudengar kau payah di kelas menari ya?" tanya Motochika sambil tertawa kecil memegang tangan kanan Ieyasu.

"Jangan mengejek. Itu karena dari TK aku memang tidak bakat menari," balas Ieyasu meletakkan tangan kirinya di pundak Motochika.

"Ada yang bisa kubantu?" tanya Keiji kepada Hanbei yang wajahnya memerah.

"Ah—tidak apa-apa. Aku hanya grogi," jawab Hanbei malu, "Untuk pertama kalinya aku memakai dress dan berdansa dengan seorang pria,"

"Ayahmu melakukan ini untuk melindungimu. Bersabarlah," jelas Keiji sambil memegang pinggang Hanbei. Hanbei yang terkejut akan sentuhan halusnya mendesah tiba-tiba, "Aaah~"

"Ma—maaf, kau tidak suka dipegang ya?" tanya Keiji merah ketika mendengar Hanbei mendesah karena sentuhannya.

"Bu—bukan! Aku mudah merasa geli! Ma—makanya—" Hanbei yang semakin memerah berusaha menenangkan Keiji.

"Mulai," Zavii segera memimpin kelompok orkestranya dan musik mulai dimainkan. Suara musik yang indah menghiasi seisi hall dan para tamu undangan mulai berdansa. Tubuh mereka menari dan bergerak mengikuti musik klasik yang dimainkan. Keiji dan Hanbei dengan gemulai mengikuti irama musik dan tubuh mereka terus berdansa seolah tidak ada beban didalamnya. Sementara itu, pasangan Kojuuro-Masamune dan Motochika-Ieyasu menghadapi sedikit masalah. Kaki Kojuuro terinjak oleh Masamune sementara gaun Ieyasu terinjak oleh Motochika sehingga badan mereka mulai tak seimbang dan terjatuh di tengah keramaian para tamu undangan. Rasa malu pun muncul dari mereka.

"Kojuuro...I'll kill you after this!" amuk Masamune.

"Motochika...sekarang siapa yang tidak bisa berdansa, eh?!" Ieyasu menggertakan gigi.

"Sial..." bisik Kojuuro dan Motochika bersamaan.

"Haha, kau lihat itu, Hisahide? Keempat anak buahku benar-benar menarik sekali," Ujimasa tertawa melihat aksi Kojuuro, Motochika, Ieyasu dan Masamune yang membuat para tamu undangan tertawa dari kejauhan.

"Begitulah, Ujimasa. Terima kasih atas pujianmu," balas Hisahide.

"Tapi, diantara seluruh anak buahmu, nak Maeda terlihat sangat menakjubkan malam ini," puji Ujimasa melihat Keiji yang sedang berdansa menatap serius pasangan dansanya.

"Hmm, love birds?" tanya Hisahide melihat Keiji dan Hanbei berdansa di tengah dan menarik perhatian para tamu.

"Ah...masa-masa remaja itu memang indah—" ucapan Ujimasa terpotong ketika mendengar bunyi signal dari topengnya.

"Sial! Itu signal merah!" seru Kojuuro melapor semua.

"Datang dari arah jam 7 tempat Keiji berdansa!" sambung Ieyasu melapor.

Motochika yang menerima laporan segera melihat sekitar dan menemukan target yang dimaksud. Pria berambut liar dengan wajah yang dipenuhi cat dan memakai tuxedo yang sudah robek memasuki hall dan berjalan menuju Keiji dan Hanbei.

"Musashi Miyamoto...buronan yang diincar selama 5 tahun...Kenapa dia ada disini?!" Motochika terkejut, "Keiji! Cepat kabur dari sini! Orang yang mengincar Hideyoshi-sama dan Hanbei adalah Musashi Miyamoto!"

"Apa katamu?!" tanya Keiji di tengah dansanya dan melihat ke arah Musashi yang semakin dekat menuju mereka.

"Oh tidak..orang itu datang kembali...!" bisik Hanbei ketakutan.

"Hanbei...serahkan dirimu segera.." bisik Musashi, "Atau kau—"

"Mainkan dengan lebih keras, anak-anak!" seru Zavii kepada kelompok orkestranya. Musik yang dimainkan mulai terdengar keras. Masamune yang menganggap ini sebagai kesempatan emas langsung menarik tangan Kojuuro dan mulai menyerang Musashi.

"Take this, wild guy!" Masamune menyerang Musashi dengan berpura-pura ia sedang berdansa dengan Kojuuro.

"Ugh!" rintih Musashi.

"Maaf, tolong panggil segera cleaning service," ucap Kojuuro sambil menendang kaki Musashi dengan sengaja.

"Segera datang~" Motochika melepas tangannya dari Ieyasu dan mengenai wajah Musashi.

"Buh!" seru Musashi kesakitan.

"Oops, apa itu kena? Maaf ya, kami sengaja," Ieyasu mengibas wig-nya dan mengganggu penglihatan Musashi.

"O—oi! Apa-apaan ini?!" teriak Musashi yang berusaha melepaskan wig Ieyasu dari pandangannya.

"Keiji! Bawa pergi Hanbei menjauh dari dia!" pinta Hisahide melalui mic tersembunyi.

"Baiklah," Keiji menurut, "Nah, mari kita pergi dari sini," Keiji segera menggendong Hanbei layaknya pasangan yang baru menikah.

"E—eh?!" Hanbei panik melihat Keiji yang membawanya kabur keluar.

"Gah!" Musashi berhasil melepaskan wig Ieyasu dari pandangannya namun ia tidak berhasil menemukan targetnya. Musashi menggertak kesal.

"Fufu, sayang sekali ya, layaknya Robin Hood yang mencuri pasanganmu," Ieyasu tertawa pelan.

"..." Musashi hanya diam di tempat. Ia melihat ke arah Hideyoshi dari kejauhan dan memasang senyum sinis di wajahnya. Hideyoshi terdiam penasaran akan langkah yang akan Musashi lakukan setelah ini.


Keiji membawa lari Hanbei menuju taman bunga di belakang rumah keluarga Toyotomi. Keiji segera berhenti dan menurunkan Hanbei.

"Sepertinya kita sudah tidak dikejar lagi," ucap Keiji melepas topengnya.

"Iya...sepertinya.." balas Hanbei pelan.

Keiji terdiam sesaat lalu menyentuh pipi kanan Hanbei dengan lembut. Hanbei terkejut melihat Keiji yang tiba-tiba menyentuh pipinya. Wajahnya mulai memerah.

"Keiji...kun?" tanya Hanbei bingung.

Keiji mendekatkan wajahnya ke wajah Hanbei dan segera menutup kedua matanya. Hanbei yang mengerti apa yang akan Keiji lakukan segera menutup kedua matanya. Wajah mereka terus mendekat hingga bibir mereka bersentuhan lembut.

TREEEEEEEEEEEEET TREEETEREREEEEEEEEEEEET!

Keiji dan Hanbei terhenti sesaat karena terkejut mendengar suara terompet yang memainkan nada nakal datang dari belakang mereka. Dilihatnya oleh mereka, Masamune yang tertawa sedang memainkan lagu tersebut sambil memegang handphone-nya, diikuti Kojuuro, Motochika dan Ieyasu.

"Panty and Stocking The Worst Album. S-trip," jelas Masamune mengenai musiknya pada Keiji dan Hanbei yang hampir berciuman.

"...Masamune...aku terkejut sekali..." Keiji memasang wajah lemas.

"Haha! Strategi yang bagus, dokuganryuu!" Ieyasu tertawa lebar.

"Hei hei, Ieyasu. Jangan ganggu pasangan yang baru jadian," ucap Motochika sambil menarik wig Ieyasu hingga lepas.

"Bah! Motochika! Kembalikan rambut palsuku!" amuk Ieyasu.

"Pfft—" Kojuuro menahan tawa melihat wig Ieyasu terlepas.


Esok paginya, di apartemen para operators, Yukimura bersama Motonari dan Sasuke melihat bersama foto-foto pesta ulang tahun semalam. Tawa tak dapat mereka tahan ketika melihat beberapa foto lucu yang mengundang tawa mereka.

"Ahahahahaha! Masamune-dono dan Ieyasu-dono memakai gaun! Dan apa pula wig Ieyasu-dono—Ahahahaha!" Yukimura tertawa lebar.

"Hei, Yukimura! Don't laugh!" seru Masamune dengan wajah memerah.

"Haha, Katakura, ekspresimu ketika jatuh lucu sekali," tawa Sasuke.

"Ugh...Sarutobi...jangan lihat," Kojuuro menggaruk kepalanya malu.

"Motochika menggoda tamu-tamu wanita bersama Hisahide-san...Hmm, aku tidak marah sih," ujar Motonari dengan nada tinggi.

"Oi, oi, Motonari. Terdengar sekali kau marah," protes Motochika.

"Lalu...foto ini...Keiji-san terlihat bahagia sekali berdansa dengannya. Perempuan yang manis sekali," puji Sasuke kagum melihat foto Keiji sedang berdansa dengan Hanbei.

"Ya...'perempuan'...hihihi," tawa Ieyasu geli. Sasuke menatap ke arah Ieyasu dengan ekspresi bingung.

"Ieyasu-dono! Pakai wig-nya sekali lagi!" seru Yukimura bersemangat.

"Eh! Tidak mau!" tolak Ieyasu mentah-mentah.

"Namanya Hanbei Takenaka, ya...Nama dan wajahnya sepadan," puji Motonari.

"Ada apa? Kau cemburu?" tanya Motochika.

"Tidak. Hanya saja...aku tidak cukup ya, eh?" tanya Motonari balik yang marah sambil menunjukkan foto Motochika sedang berusaha menggoda Hanbei kepada pacarnya.

"...Glek..." Motochika terlalu takut untuk menjawab pertanyaan Motonari.


Sementara itu, di Zaviilain, Keiji bersama Nagamasa dan Oichi menunggu barang-barang belanja mereka untuk dibayar.

"Keiji-niisan, bagaimana pesta semalam?" tanya Ranmaru sambil memasukkan barang-barang belanja dalam kantung plastik.

"Begitulah. Menarik," jawab Keiji.

"Ah, siapa bilang cuma menarik saja? Keiji dan anak dari Hideyoshi-sama hampir berciuman," seru Nagamasa.

"Eh~? Benarkah~? Kenapa tidak dilanjutkan saja~?" Itsuki bertanya dengan nada tinggi, "Ne, Keiji-niisan, matamu benar-benar menarik perhatiannya lho~" Itsuki menoel Keiji pelan.

"Kedua mata Keiji-kun memang digunakan sebagai penarik perhatian, bukan? Itulah salah satu keahlian Keiji-kun," jelas Oichi.

"Ya, tapi kedua mataku biasanya dipakai untuk menarik perhatian wanita, bukan pria—"

KRIET

Pintu masuk Zaviilain terbuka, terlihat Hanbei yang menggunakan kaos lengan panjang bergaris-garis, bercelana denim dan memakai syal masuk ke dalam toko dengan keadaan tergesa-gesa.

"Permisi," sapa Hanbei lemas berusaha mengambil nafas.

"Ah! Speak of the devil!" seru Itsuki mengimitasi gaya bicara Masamune.

"Hanbei-niisan! Selamat datang!" sapa Ranmaru balik, "Ah iya, total jadi 65.000 blood, Keiji-niisan," Keiji segera membayar ke Ranmaru.

"Hanbei-san, sedang apa disini?" tanya Oichi.

"Ssst, jangan bicara dulu, Oichi-san. Ranmaru-kun, cepat sembunyikan aku," pinta Hanbei.

"Eh? Memangnya ada apa?" tanya Ranmaru.

"Hanbei-sama! Anda dimana?!" teriak Hirotsuna dari luar toko. Hanbei yang mendengar dirinya dipanggil mulai panik.

"Cepat sembunyikan aku! Aku tidak mau membuat anak-anak buah ayahku khawatir! Aku baik-baik saja!" Hanbei terus meminta tolong.

"Gudang kami penuh dengan barang...bagaimana ini..?" Itsuki merasa bersalah.

"Hanbei-san, ikut kami saja," ucap Nagamasa.

"Sungguh? Terima kasih," balas Hanbei.

"Mobil di parkir di belakang toko kan, Keiji?" tanya Nagamasa.

"Ya. Dan sekarang bagianmu yang nyetir," jawab Keiji sambil melempar kunci mobil pada Nagamasa.

"Yosh," Nagamasa menangkap kunci mobilnya.


Nagamasa, Oichi dan Keiji membawa serta Hanbei ke "Basara Memorial Park". Setibanya, Oichi segera membeli empat es krim untuk mereka.

"Punya Keiji-kun rasa cokelat, Hanbei-san rasa stroberi, lalu aku dan Nagamasa-sama rasa vanilla," jelas Oichi.

"Terima kasih. Hei, Hanbei, mau keliling sebentar?" tanya Keiji.

"Hoheh ("boleh")", jawab Hanbei yang sedang menjilati es krimnya.

"Kembali kumpul di titik ini pukul 4 ya," seru Nagamasa.

"Baiklah," balas Keiji. Keiji dan Hanbei segera mengelilingi taman dengan damai. Sepuluh menit tanpa komunikasi karena mereka menikmati es krim masing-masing. Keiji pun memulai pembicaraan duluan.

"Sejak kapan operators ayahmu menjadi pengawalmu?" tanyanya.

"Sejak ibuku meninggal dunia, akibat tubuhnya terbaring lemah di tempat tidur selama 7 tahun, "jawab Hanbei.

"Karena kutukan Musashi Miyamoto?" tanya Keiji kembali. Hanbei terdiam sesaat lalu menghela nafas.

"Begitulah...entah karena alasan apa orang itu terus mengincar keluarga kami..." jawab Hanbei pelan.

"Tenang saja. Ayahmu pasti bisa mengatasinya. Lagipula, ayahmu dan boss-ku bekerja sama. Jadi, orang itu tidak akan berani mendekati keluargamu lagi," jelas Keiji tersenyum lebar.

"Hum, berlagak sekali," Hanbei mengotori hidung Keiji dengan es krimnya.

"Hei~ Siapa yang menyuruhmu mengotori wajahku?" Keiji membalas dengan mengotori pipi Hanbei dengan es krimnya.

"Keiji-kun, jangan kebanyakan," Hanbei kembali mengotori wajah Keiji dengan es krimnya. Keiji dan Hanbei akhirnya terlibat pertarungan canda dengan es krim sebagai senjata mereka. Tawa terus dikumandangkan oleh mereka, tanpa mereka sadari, Musashi mengawasi mereka dari kursi taman.

"Hanbei...orang yang lahir dari darah dan daging Nene...akan kubunuh segera,"


To Be Continued

Huaaa maaf ya semua kalau singkat~ Saya lagi tak terlalu bersemangat karena sebentar lagi mau UAS (sabar banget..)

R&R please~

Tired,

Kichikuri61