BECAUSE OF GHOST

BY YEORKY

MainCast : Baekhyun, Chanyeol

Other Cast : Luhan & Other member Exo

Genre : Romance, School Life

Rated : T

Discaimer : Cerita ini asli milik Yeorky. Terinspirasi dari komik Jepang judulnya Ghost. Jadi ini kaya ngeremake gitu. Daaan, ini adalah FF Yaoi pertama Yeorky. Jadi harap review ya semuanya :D Pemainnya punya Yeorky semua, ceritanya juga, semua punya saayaaa *serakah*

Warning : Yaoi, Boys Love, Shounen-Ai, Boy x Boy, Sedikt ooc, review!

Summary : Ini adalah pengalaman hidup paling mengerikan bagi namja straight seperti Byun Baekhyun. Dirasuki hantu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, membantu menyelesaikan masalah dan berujung menyatakan cinta pada Park Chanyeol. Namja yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali. Apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya?

A/N : Tanpa edit karena buru – buru. Maaf jikalau ada typo, agak berantakan dan lain lain. Ada spoiler buat next chap :v Okey, Yooow syuting!

.

Camera roliiing~

.

Rolliiing~

.

And... ACTION!

.

=CHAPTER 9=

Luhan membangunkan Baekhyun jam 7 kurang. Baekhyun bangun dengan perasaan tenang dan tidak resah seperti kemarin. Walaupun tidak bisa dipungkri, perasaan bersalah masih meliputi dirinya saat ini. Karena bagaimanapun, dia telah menyebabkan kematian seseorang. Okey, mari kita lupakan masalah itu sejenak.

"Ayolah Baek, kau bisa terlambat jika tidak segera berangkat." Ujar Luhan malas melihat Baekhyun yang bercermin sambil menata rambutnya. Dia duduk sambil memeluk lututnya diatas tempat tidur Baekhyun.

"Kau tak lihat, aku sedang menata rambutku? Lagi pula ini masih pagi Hyung..." balas Baekhyun. "Aku juga belum memakai dasiku."

"Kau bisa memakai dasimu sambil berjalan Baek. Cepatlah, ini sudah jam 7.15... kau bisa terlambat." Desak Luhan. Baekhyun memutar bola matanya malas lalu segera berbalik menghadap Luhan.

"Kau cerewet Hyung~" dengusnya lalu berjalan mengambil tas dan dasinya. "Aku yakin kau bukan khawatir aku terlambat. Tapi kau ingin cepat bertemu Chanyeol." Ejek Baekhyun lalu berjalan keluar kamarnya dan diikuti Luhan yang melayang menyusul Baekhyun dengan senyum bodohnya.

Baekhyun turun tangga sambil fokus membenarkan dasi sekolahnya dan Luhan yang melayang sambil hadap kebelakang. Saat mencapai pertengahan anak tangga, tiba – tiba suara seseorang menginstrupsi kegiatan mereka.

"Hay Baekkie." Sapa seseorang membuat Baekhyun dan Luhan terjingkat kaget.

"Eo? Hay Hyung..." balas Baekhyun menatap hyungnya bingung.

"Sejak kapan Hyungmu pulang?" Tanya Luhan bingung. Baekhyun menoleh padanya lalu mengangkat bahunya tanda tidak tahu. Mereka berdua segera menuruni sisa tangga dengan pelan.

"Okey, semoga saja dia tidak mendengar percakapan kita tadi malam." Ucap Luhan saat mereka berdua sudah sampai di meja makan. Baekhyun duduk di kursi sebelah Hyungnya dan Luhan di sebelah Baekhyun.

"Sejak kapan kau pulang?" tanya Baekhyun sambil mengambil 2 lembar roti dan mengolesinya dengan selai strawberry. "Aku bahkan tidak mendengar suaramu pulang malam tadi." Baekhyun menyatukan kedua rotinya dan memakannya.

"Tadi malam. Ehm, sekitar jam 10 mungkin? Oh, aku sungguh lelah." Baekbeom menggerakan lehernya ke kanan dan kekiri. "Ini tidak adil. Bahkan aku belum lulus kuliah, tapi Appa sudah menyuruhku membantu mengurus perusahaan." lanjutnya lalu menyuapkan sesendok kedalam mulut. "Kau harus membantuku saat kau kuliah besok."

"Pasti kau lelah. Setelah kuliah harus ke perusahaan. Kau kuliah apa hari ini?"

"Aku ada kelas jam 10 dan jam 1. Dan setelah itu aku akan kembali lagi ke perusahaan Appa." Baekbeom melirik Baekhyun yang menganggukkan kepala.

"Pulanglah kerumah saat menunggu mata kuliah mu yang jam 1. Istriahatlah sebentar sebelum kembali." Baekhyun memasukan roti terakhirnya dalam sekali gigitan.

"Eoh~ aku memang berencana seperti itu." Balas Baekbeom.

"Aku pikir, dia mau membahas sesuatu tentang semalam Baek. Aku yakin dia mengetahui percakapan kita semalam." Ucap Luhan tiba – tiba. Baekhyun melirik Hyungnya.

"Hyung" panggilnya lalu berdiri "Jangan terlalu lelah. Aku tidak ingin kau sakit karena kelelahan. Aku berangkat dulu." Baekyun meminum sisa susunya "Annyeong Hyung~" dan berjalan keluar.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Baekhyun menjalani hari – harinya seperti biasa. Berangkat sekolah ditemani Luhan yang bercerita banyak hal dan Baekhyun terus mendengarkannya dan kadang juga bercerita pada hantu tampan itu. Baekhyun sudah tidak kesal lagi pada Luhan. Sebaliknya, dia merasa bersalah karena sempat kesal pada hantu itu dulu. Dan mulai sekarang, dia berjanji akan bersikap baik pada Luhan.

Baekhyun sampai sekolahnya bertepatan dengan Chanyeol yang juga baru datang.

"Annyeong Baek~" Sapa seseorang dari arah kanan. Baekhyun menoleh dan mendapati Chanyeol tersenyum lebar mengangkat tangan menyapa Baekhyun.

"Eo? Annyeong Chanyeol..." Sapa Baekhyun dengan tersenyum manis

"Annyeong Chanyeol." sapa Luhan dari sebelah Baekhyun. Baekhyun melirik pada Luhan dan terkikik. Kasihan sekali, menyapa tapi tidak terlihat, pikir Baekhyun "Dan aku bisa membaca pikiranmu Baek." seru Luhan kesal.

"Kau tahu Baek? Aku kemarin memancing." Chanyeol memulai ceritanya membuat Baekhyun menoleh kembali padanya. "Aku kemarin memancing ikan." lanjutnya

"Aku kira kau memancing masalah." balas Baekhyun. Luhan tertawa. Chanyeol menoleh pada lelaki pendek itu. Tatapannya seperti ini (-_-") "Apa? Aku kan hanya mengira – ngira Yeol. Aku hanya berpendapat." bela Baekhyun

"Aku kemarin memancing ikan yang sangaaaaaaaaat besar." Chanyeol merentangkan kedua tangannya panjang – panjang. Tangan kanannya direntangkan ke sebelah kanan dan tangan kirinya direntangkan ke sebelah kiri melewati punggung Baekhyun. "Dan aku berhasil menangkapnya" lanjutnya sambil menaruh tangan kirinya dipundak Baekhyun. Atau bisa dikatakan tadi adalah trik Chanyeol untuk merangkul Baekhyun. Baekhyun terkejut. Matanya melebar. Senyumnya perlahan mengembang.

"Aw~ romantisnyaaaaa..." seru Luhan

"Dan ikannya manis. Ikan itu tersenyum sekarang." Ucap Chanyeol membuat Baekhyun salah tingkah.

"Ehem~" Baekhyun berdehem. Mengembalikan raut wajahnya seperti awal. Lalu mendongak menatap Chanyeol "Siapa yang tersenyum?" tanya Baekhyun "Aku biasa saja." lanjutnya lalu mengalihkan pandangan kedepan.

"Kan yang aku bilang tersenyum ikannya, bukan kau." Balas Chanyeol. Dia mendekatkan wajahnya pada Baekhyun. "Tapi kalau kau merasa, juga tidak apa sih." Ucapnya pelan dengan suara baritonnya itu.

Baekhyun seperti merasakan sesuatu ketika nafas hangat dan suara berat itu berada di dekat telinganya. "Apaan sih Chanyeol..." Dia mendorong muka Chanyeol yang dekat dengan telinganya dengan gemas. "Aku tidak merasa kok." Ucapnya membuat pembelaan.

Chanyeol tertawa kecil karena berhasil menggoda Baekhyun. "Arraseo Arraseo, kau tidak merasa." seru Chanyeol

"Aku memang tidak merasa." balas Baekhyun lalu menoleh pada Chanyeol. Chanyeol mengangguk.

"Geurae~ kita anggap saja seperti itu." Chanyeol mengangkat bahunya. Dan Baekhyun hanya mendengus kesal. Luhan melihat itu hanya tersenyum. Hatinya tenang melihat adegan manis didepannya barusan. Mereka memasuki kelas dengan keadaan Chanyeol yang masih merangkul Baekhyun.

"Aigo~ mesranya tiang listrik dan tiang jemuran." seru seseorang. Baekhyun dan Chanyeol menoleh.

"Kau pikir siapa yang kau sebut tiang jemuran dan tiang listrik?" Tanya Chanyeol malas pada Sehun. Mereka sampai di bangku mereka.

"Jelas kau dan Baekhyun. Kau tiang listrik dan Baekhyun tiang jemuran." jawab Sehun.

"Dasar Albino!" balas Baekhyun.

"Tiang Jemuran!" Balas Sehun

"Muka JPEG!" balas Baekhyun lagi

"Bantet!"

"YAK!"

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Baekhyun memutuskan untuk duduk bersama Chanyeol seterusnya dan Iljoo duduk dikursi Baekhyun yang asli. Hari itu, dilewati Baekhyun seperti biasanya. Dia juga lega semua telah kembali seperti awal. Luhan juga tidak merasuki tubuh Baekhyun sama sekali sejauh ini. Dia hanya menatap Chanyeol dari kursi kosong disebelah Iljoo. Baekhyun juga senang senyum Luhan telah kembali.

Saat istirahat, Baekhyun memutuskan untuk memakan jajanan yang dia beli di halaman belakang sekolah bersama Luhan.

"Kenapa kita masih makan di halaman belakang?" Tanya Luhan bingung lalu duduk dihadapan Baekhyun

"Karena aku suka disini. Disini tenang. Tidak ada yang akan kesini karena halaman ini terletak dibelakang kelas yang akan direnovasi." Jawab Baekhyun "Aku tahu tempat ini karena kau Hyung."

"Karena aku?"

"Eo~ saat pertama kali kau menggunakan tubuhku untuk menyatakan cinta pada Chanyeol, ingat?" Tanya Baekhyun. Luhan mengangguk "Saat kau mengembalikan tubuhku, aku malu setengah mati berada dikelas waktu itu. Aku keluar kelas dan berjalan tak tentu arah hingga akhirnya, langkah kakiku berhenti di koridor sepi sebelah kelas ini. Aku berjalan kesana dengan maksud duduk menenangkan diri tapi aku malah menemukan ini."

"Kenapa aku tidak tahu?" tanya Luhan mengingat – ingat

"Aku meninggalkanmu dikelas waktu itu. Aku sangat kesal padamu tapi aku tidak bisa berbuat apa – apa." jawab Baekhyun. Lalu dia tertawa.

"Wae?"

"Jika diingat – ingat, lucu juga. Hahaha~" tawa Baekhyun meledak "Seperti kisah drama" lanjutnya masih tertawa dan Luhan juga tertawa.

"Baek~"

"Hahaha, iya?"

"Aku ingin kembali kesurga"

"Uhuk... Uhuk..." Baekhyun seketika tersedak makanan dan segera mengambil air mineralnya "Mwo?" tanyanya seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.

"Aku ingin kembali kesurga." Luhan mengulangi ucapannya

"Kamchagi, wae?" Tanya Baekhyun seperti tak iklas. "Kau tidak suka denganku?"

"Aku sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Dan aku juga sudah bergentayangan dua tahun didunia. Tidak tenang bagiku untuk terus didunia. Aku juga ingin istriahat" Luhan menatap Baekhyun dan Baekhyun menatap Hyungnya itu tak percaya.

"Aku ingin minta bantuanmu. Aku ingin meminjam tubuhmu untuk mengembalikan kalung Chanyeol agar aku bisa kembali kesurga." ucap Luhan. Baekhyun merasakan matanya memanas. Pandangannya kabur. Matanya berkaca. Tidak! Dia masih belum terima kehilangan Luhan. Mereka baru saja baikan tadi malam. Baekhyun tidak mau Luhan pergi.

"Shireo!" Seru Baekhyun. Suaranya bergetar. Dia menggelengkan kepalanya tanda tidak mau lalu berdiri. Luhan pun ikut berdiri melayang.

"Baek, Kyuhyun sudah mengirimi manusia untuk membantuku. Aku ingin tenang disurga. Aku sudah lelah." ucap Luhan berusaha meyakinkan Baekhyun. "Aku mohon Baek."

"Shireo! Aku tidak mau meminjamkanmu!" balas Baekhyun "Aku kembali" Baekhyun berjalan menjauhi Luhan. Dia mengusap air matanya asal lalu berjalan kembali kekelas. Luhan menghela nafas melihat reaksi Baekhyun.

"Maafkan aku Baek." Luhan duduk dan menunduk

"Kau harus segera kembali kesurga." ucap seseorang dari arah belakang Luhan. Luhan menoleh. "Kau harus segera menyelesaikan masalahmu Lu." lanjutnya. Tangannya disilangkan didepan dada.

"Kyuhyun? Sedang apa kau disini?" Tanya Luhan lalu berdiri melayang

"Mempringatimu. Kau sudah dua tahun didunia. Itu sudah terlalu lama." jawab Kyuhyun "Segera selesaikan masalahmu dan kembali kesurga. Aku mengirimi manusia itu untuk membantumu. Bukan bersenang – senang." lanjutnya. Membuat Luhan kembali terdiam "Aku pergi dulu." dan Kyuhyun menghilang.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Sedangkan Baekhyun berjalan kearah kamar mandi. Saat hendak masuk, dia bertabrakan dengan Chanyeol yang hendak keluar.

"Cwesonghamnida..." seru Baekhyun membungkuk. Chanyeol menatap orang yang menabraknya lalu melebarkan matanya. Baekhyun hendak masuk kamar mandi,

"Baek~" panggil Chanyeol sambil menahan lengan Baekhyun. "Ada apa denganmu?" tanya Chanyeol lalu membalikkan badan Baekhyun. Baekhyun menunduk. "Baek kau kenapa?" Tanya Chanyeol lalu mengangkat wajah Baekhyun "Baek kau tak apa?" tanya Chanyeol khawatir lalu menyeret Baekhyun masuk kekamar mandi. Baekhyun hanya pasrah diseret seperti itu.

Chanyeol menyeret Baekhyun kedepan cermin. "Diam disini sebentar." suruhnya lalu menyusuri kedalam kamar mandi. Dia membuka bilik satu persatu. Setelah dipastikan kosong, dia berjalan kearah pintu kamar mandi lalu mengunci dari dalam. Dia berjalan kearah Baekhyun. "Baek, katakan padaku kau kenapa?" Tanya Chanyeol khawatir.

"Chanyeol, Mianhae~" Baekhyun menitikkan air matanya "Aku yang menyebabkan semua itu. Aku adalah alasan kematiannya. Aku minta maaf Chanyeol. Aku-" Chanyeol menarik Baekhyun dalam pelukannya.

"Aku tidak bisa paham apa yang kau katakan" ucap Chanyeol lalu mengusap pungugung Baekhyun. Baekhyun semakin terisak didalam pelukan Chanyeol.

"Aku minta maaf Chanyeol. Aku tidak bermaksud. Aku menghancurkan semuanya. Dia ingin kembali. Aku tidak bisa" tangis Baekhyun

"Sudah, jangan diteruskan" Chanyeol semakin mempererat pelukannya. Membiarkan Baekhyun menangis dalam pelukannya. Menyalurkan rasa nyaman pada pria kecilnya.

Bel tanda istirahat usai membuat Baekhyun melepaskan pelukannya pada Chanyeol. Tangisnya sedikit mereda. Chanyeol sedikit tersenyum melihat wajah Baekhyun yang lucu setelah menangis.

"Kenapa kau tersenyum?" tanya Baekhyun yang melihat Chanyeol tersenyum kearahnya sambil mengusap asal air matanya.

"Lihatlah wajahmu sayang," Chanyeol memegang kedua pundak Baekhyun lalu menyuruhnya menghadap ke cermin disebelah mereka. "Wajahmu terlihat lucu setelah menangis." lanjutnya.

"Hehehe..." Baekhyun tertawa dengan suara sumbang khas orang setelah menangis. "Kau benar. Aku rasa aku tidak bisa mengikuti pelajaran dengan keadaan seperti ini" ucap Baekhyun lalu menarik ingusnya yang hendak keluar dari hidungnya.

"Kau ingin membolos?" tanya Chanyeol sambil membasahi sapu tangannya di wastafel.

"Membolos itu tidak baik Yeol." jawab Baekhyun. Chanyeol memeras sapu tangannya yang basah lalu membawanya kearah muka Baekhyun.

"Peraturan itu ada untuk dilanggar sayang. Tutup matamu." Suruh Chanyeol. Baekhyun menurut dan menutup matanya. "Lagi pula kau tidak ingin ditertawakan karena menangis kan?" tanya Chanyeol sambil membersihkan wajah Baekhyun dari sisa – sisa air mata dan ingus.

"Benar juga. Terus aku harus bolos kemana?" tanya Baekhyun sambil mengembungkan pipinya.

"Ruang kesehatan?" usul Chanyeol. "Kau bisa tiduran disana." Baekhyun membuka matanya.

"Benar juga. Ijinkan aku ya?" pinta Baekhyun. Chanyeol membuang sapu tangannya ke tempat sampah.

"Tentu, akan ku ijinkan" jawab Chanyeol mengangguk lalu mencuci tangannya. "Ayo kuantar" ajak Chanyeol lalu menarik lengan Baekhyun keluar kamar mandi. Mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang kesehatan yang tidak jauh dari kamar mandi.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

"Jja~ istirahatlah" Chanyeol menatakan bantal untuk Baekhyun "Mana Dokter sekolah?" tanya Chanyeol mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan "Kau tak apa disini sendiri?" tanya Chanyeol khawatir

"Eo, gwenchana" jawab Baekhyun "Boleh aku minta tolong sekali lagi padamu?" tanya Baekhyun.

"Boleh. Apa?" tanya Chanyeol

"Tuliskan seperti ini, 'Aku berada di ruang kesehatan. Kemarilah' di bagian belakang salah satu buku tulisku lalu biarkan terbuka dan jangan sampai tertutup" suruh Baekhyun. Baekhyun bisa melihat dahi Chanyeol yang berkerut.

"Untuk apa?"

"Aku mohon. Aku akan memberitahu alasannya nanti. Lalu saat kembali kekelas, saat guru sudah masuk, bilang pada Iljoo kalau aku ada di ruang kesehatan. Alasannya nanti saat pulang." pinta Baekhyun

"Untuk apa sih?" tanya Chanyeol penasaran.

"Ayolaaah~" Baekhyun memohon dengan tampang lucu.

"Arraseo arraseo. Aku akan melakukannya untukmu"

"Dan nanti saat pulang, jangan pulang dulu. Ada yang ingin aku bicarakan padamu"

"Okey" Chanyeol mengangguk "Aku kembali kekelas dulu Baek." Ucap Chanyeol lalu mengusak sayang rambut Baekhyun. "Annyeong~" dan segera berjalan keluar.

Baekhyun menghembuskan nafas lelah saat dia sudah sendirian didalam ruang kesehatan. Dia sudah memutuskan untuk membantu Luhan untuk terakhir kalinya walau berat rasanya. Bagaimanapun, dia adalah manusia yang dikirim oleh malaikat itu untuk membantu Luhan.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Chanyeol kembali kekelas dengan keadaan bingung. Untuk apa Baekhyun meminta itu? Itu membingungkan. Untuk apa Iljoo harus tahu dimana Baekhyun? Sebenarnya Chanyeol ingin menanyakan alasan sebenarnya tapi Baekhyun bilang setelah pulang sekolah. Apa yang akan mereka bicarakan? Chanyeol penasaran.

Chanyeol memasuki kelas bertepatan dengan Luhan melayang memasuki kelas. Luhan kembali dengan wajah yang kusut. Bahkan dia tidak menyadari adanya Chanyeol memasuki kelas. Luhan melayang mendekati tempat duduknya disebelah Iljoo. Saat dia menghadap kebelakang, dia bingung tidak ada Baekhyun. Kemana Baekhyun? Bukannya dia kembali kekelas duluan? Pikirnya. Dia melihat Chanyeol mendekat kearah bangku mereka.

"Hey Chanyeol? Kau tahu dimana Baekhyun?" tanya Luhan. Tentu saja Chanyeol tidak menghiraukannya. Chanyeol membuka tas Baekhyun mengeluarkan asal buku tulis. Membuka bagian belakang dan menuliskan sesuatu. Luhan hanya memperhatikan tingkah Chanyeol itu bingung. 'Aku berada diruang kesehatan. Kemarilah!' Tulis Chanyeol dengan font agak besar di buku tulis itu. Luhan membaca tulisan itu bingung.

"Annyeong hasimnika yeorobun~" sapa seseorang dari arah pintu masuk. Chanyeol dan Luhan menoleh dan mendapati Kim Seongsaeng berjalan mendekat kearah meja guru. Para siswa pun segera kembali kekursinya masing – masing. Chanyeol pun duduk. Luhan juga. Chanyeol memanggil Iljoo yang baru saja duduk.

"Meusun iri?" tanya Iljoo menoleh

"Baekhyun sedang berada diruang kesehatan" seru Chanyeol. Luhan yang mendengarkannya pun langsung menoleh menghadap Chanyeol

"Mworagu?" tanya Iljoo tidak dengar

"Baekhyun sedang berada diruang kesehatan" Chanyeol mengulangi ucapannya. Luhan langsung berdiri melayang menuju ruang uks.

"Lalu?" tanya Iljoo

"Aku hanya memberi informasi" jawab Chanyeol.

"Oh..." dan Iljoo kembali menghadap depan.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Luhan melayangkan tubuhnya menuju ruang kesehatan. Setelah sampai, dia hendak memegang ganggang pintu namun gagal. "Eoh? Tidak bisa kusentuh?" ucapnya lalu mencoba memegang lagi, tapi tidak bisa. "Baek? Kau didalam?" teriak Luhan. Baekhyun yang sebelumnya memejamkan matanya, membukanya kembali.

"Eoh~ masuklah Hyung. ada yang ingin kubicarakan" jawab Bakhyun sambil berteriak

"Aku tidak bisa membuka pintunya. Tanganku menembus gagang pintu" teriak Luhan "Bisa bukakan untukku?" pinta Luhan berteriak. Baekhyun mengerutkan alisnya bingung. Dia menghembuskan nafasnya malas.

"Hyung kau itu hantu, kau bisa menembus pintu tanpa harus repot – repot membukanya" teriak Baekhyun malas. Diluar, Luhan yang mendengar itu pun mengangguk – angguk.

"Benar juga ya, aku hantu" ucapnya lalu segera menembus pintu dan mendapati Baekhyun menatapnya dengan tatapan malas "Aku lupa kalau aku ini hantu. Hehehe~" Luhan mendekati Baekhyun. Baekhyun bangun dan duduk bersila diatas tempat tidur. Luhan duduk berhadapan dengannya.

"Aku sudah memikirkannya" Baekhyun membuka percakapan "Maafkan aku karena pergi begitu saja tadi. Seharusnya aku sadar dan tidak egois. Aku adalah manusia yang dikirim untuk membantumu" Jelas Baekhyun menatap Luhan "Aku... aku hanya tidak siap kehilanganmu" nadanya semakin mengecil diakhir kalimat.

"Tadi Kyuhyun menemuiku saat kau pergi meninggalkanku" seru Luhan "Dia bilang aku harus segera menyelesaikan masalahku dan kembali ke surga. Karena sudah 2 tahun aku didunia dan itu sudah terlalu lama katanya" lanjutnya

"Eo aku paham" balas Baekhyun "Aku juga sudah bilang pada Chanyeol tadi. Aku menyuruhnya untuk menunggu saat pulang nanti. Aku..." Baekhyun berhenti sebentar "Aku mengijinkanmu pinjam tubuhku" lanjutnya. Luhan menatapnya tak percaya

"Benarkah?"

"Eo~"

"Gumawo Baek" Luhan merangkak memeluk Baekhyun "Boleh aku pinjam sekarang?" tanya Luhan melepas pelukannya

"Kupikir saat pualng?" tanya Baekhyun bingung

"Aku ingin mengambil kalung itu dulu. Saat pulang, akan kuserahkan pada Chanyeol. Jadi, malam nanti atau paling lambat besok, Ryewook bisa menjemputku untuk mengantarkanku kesurga" jawab Luhan

"Secepat itu?" Tanya Baekhyun. Luhan menaikkan bahunya "Bagaimana cara keluar dari sini? Ini jam pelajaran. Gerbang ditutup" ucap Baekhyun

"Aku sudah memikirkannya. Ayo ikut aku" ajak Luhan lalu berdiri melayang. Baekhyun pun turun mengikuti Luhan. "Jalan seperti biasa saja. Jangan terlihat seperti mau kabur" lanjutnya lalu melayang diikuti Baekhyun

"Kita mau kemana?" tanya Baekhyun

"Kabur"

"Lewat mana?"

"Tembok yang jebol"

"Dimana?"

"Di taman belakang tempat biasa"

"Memang ada tembok jebol? Aku baru tahu"

"Bahkan aku sudah menyadari dari pertama kali aku tahu tempat itu. Ternyata kau terlalu bodoh untuk menyadari ada lubang disana"

"Disebelah mananya yang bolong?"

"Dindingnya"

"Aku kira di tanahnya"

"Ternyata kau memang bodoh Baek"

"Kau yang bodoh! Aku juga tahu yang bolong dindingnya. Maksudku dinding sebelah mana?" Baekhyun mulai jengkel

"Nanti kau juga akan tahu" Dan mereka melanjutkan langkah (Baekhyun) dan melayang (Luhan) menuju taman belakang sekolah. Mereka sempat bertemu guru saat perjalanan, dan Baekhyun hanya menyapanya gugup lalu melanjutkan langkahnya. Saat di taman belakang,

"Ini dia lubangnya" tunjuk Luhan. Lubangnya terletak dibelakang pohon yang besar dan tertutup rimbunnya pohon. "Sebenarnya aku baru tahu saat Chanyeol menerimamu, dan kau menangis disini. Aku pergi berkeliling dan menemukan lubang ini" jelas Luhan "Ayo cepat" Luhan menembus tembok dan dia berada di jalan kecil yang berada di belakang sekolah.

Baekhyun melewati lobang yang cukup besar itu. "Oh, ternyata tembus kejalan ini?" tanya Baekhyun "Bagaimana bisa sekolah membiarkan lubang sebesar itu disekolah? Aku yakin pasti banyak anak yang membolos lewat lobang itu tadi" serunya

"Termasuk kau" balas Luhan. Mereka sampai di pinggir jalan raya dan segera berjalan ke halte. Mereka langsung naik seteah bis sampai. Dan Baekhyun harus menahan malu saat beberapa orang menatapnya aneh.

"Hyung, mereka kenapa menatapku seperti itu?" bisik Baekhyun saat mereka sudah duduk dikursi paling belakang.

"Karena kau membolos pelajaran"

"Aku tidak bolos"

"Kau membolos. Pulang tanpa ijin itu namanya bolos. Apalagi ini masih jam pelajaran"

"Bagaimana kalau sekolah menyadarinya?"

"Tidak akan"

"Kenapa kau bisa yakin?"

"Aku orang yang optimis"

"Aku kan bilang 'bagaimana kalau'?!"

"Aku yang akan bertanggung jawab"

"Bagaimana caranya? Kau kan tak terlihat"

"Aku akan merasukimu"

"Dan kau akan bilang apa?"

"Entahlah... akan kupikir alasannya nanti" Dan mereka pun diam hingga bis sampai tempat tujuan mereka.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Baekhyun dan Luhan segera turun dan berlari menuju pohon itu. Baekhyun mengedarkan pandangannya pada jalanan yang luas itu saat sampai di sebelah Pohon. Membayangkan bagaimana kecelakaan Luhan akibat dirinya 2 tahun yang lalu.

"Tidak usah dibayangkan Baek" Luhan melayang kedepan Baekhyun "Jika kau menyesal, cepat bantu aku mengambil kalung Chanyeol. Kita tidak punya banyak waktu"

"Kalau begitu, rasuki aku sekarang" suruh Baekhyun "Aku ingin melayang. Lelah berjalan" Luhan menganggukkan kepalanya lalu melayang mendekati Baekhyun dan Syuuut~ Luhan sudah berada didalam tubuh Baekhyun dan Baekhyun sudah melayang disebelah Luhan yang berada didalam tubuhnya.

"Dimana kalung itu memang?" tanya Baekhyun

"Waktu itu aku genggam kalungnya, terus terpental, kalungnya jatuh disini" Luhan menunjuk pohon lalu dia berjongkok "Untung pohon ini ditumbuhi tanaman – tanaman liar disekitarnya" Luhan menyingkirkan beberapa sampah yang menutupi tanah. Lalu mencabut beberapa tanaman.

"Eo, itu ada sesuatu berkilau" Baekhyun memekik sambil menunjuk tanah "Gali sedikit tanahnya" suruh Baekhyun menunjuk. Luhan sedikit menggali tanahnya. Mata Baekhyun dan Luhan berbinar saat melihat sebuah kalung dihadapan mereka.

"Kalungnya" pekik Baekhyun seperti baru menemukan harta karun

"Kalung Chanyeol..." Luhan menuntun tangannya untuk meraih kalung itu "Akhirnya setelah dua tahun, aku bisa menyentuhnya kembali" dia menggenggam kalung itu "Kalungnya Baek. Aku bisa menyentuh kalungnyaaaa~" ucap Luhan heboh menoleh pada Baekhyun

"Iya dengan tanganku" balas Baekhyun santai membuat Luhan melirik sengit kearahnya.

"Aku yang berada didalam tubuhmu jadi aku yang memegang" Luhan memasukkan kalung itu kesaku celana seragam Baekhyun. "Kajja~ kita harus cepat kembali sebelum pihak sekolah menyadari murid bantetnya kabur" Luhan berjalan meninggalkan Baekhyun

"Siapa yang kau sebut murid bantet?" tanya Baekhyun kesal

"Yang tubuhnya kurasuki sekarang" jawab Luhan santai membuat Baekhyun memutar bola matanya malas.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Jam menunjukkan pukul 11 saat mereka sampai di taman belakang. Mereka berdua segera kembali keruang kesahatan dengan langkah cepat dan sesekali menunduk saat berpapasan dengan guru. Dan saat mereka ingin masuk kedalam ruang kesehatan,

"Byun Baekhyun?" panggil seseorang membuat mereka berdua menoleh cepat. Baekhyun dan Luhan terkejut saat melihat guru disana.

"Eo? Annyeong hasimnika songsaengnim" Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu membungkuk hormat sambil tersenyum manis.

"Namanya Jang In Seo" seru Baekhyun memberitahu "Buatkan alasan untukku. Dia guru tata tertib" lanjutnya.

"Sedang apa kau disini? Ini masih jam pelajaran. Bukan semestinya murid berkeliaran di koridor jam segini"ucap Jang Songsaeng menatap tajam pada Baekhyun

"Aku sedang tidak enak badan Saem" ucap Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun

"Dan kenapa kau berkeliaran?" tanya guru itu

"Aku tadi beristirahat didalam ruang kesehatan. Lalu saat aku meraba sakuku..." Luhan meraba saku "Aku tidak menemukan ponselku. Aku baru sadar kalau aku meningalkan ponselku di taman belakang saat istirahat tadi. Jadi sebelum hilang, aku mengambilnya dengan sisa tenagaku" jelas Luhan. Jang In Seo menatap tajam pada muridnya itu. Mencoba mencari kebohongan. Sedangkan Baekhyun menatap cemas. Tapi Luhan santai. Raut wajahnya meyakinkan.

"Geurae, cepat masuk kedalam ruang kesehatan. Nanti guru yang lewat bisa salah paham padamu" suruh Jang Songsaeng sambil tersenyum "Selamat beristirahat Baekhyun"

"Ne, kamsahamnida" Luhan yang berada ditubuh Baekhyun itu menunduk hormat saat Jang songsaeng berjalan meninggalkan dirinya. Mereka berdua segera masuk kedalam ruang kesehatan.

"Huuuh~" mereka berdua menghela nafas lega "Hampir saja" seru mereka. Lalu mereka segera duduk bersila diatas salah satu tempat tidur didalam ruangan. "Sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Baekhyun setelah mereka duduk

"Pertama – tama, aku akan mengembalikan tubuhmu" ucap Luhan. Baekhyun mengangguk lalu Syuuut~ Baekhyun telah kembali kedalam tubuhnya.

"Dan setelah ini apa yang akan kita lakukan?" tanya Baekhyun lagi

"Berpikir"

"Apa?"

"Berpikir"

"Maksudku apa yang kita pikirkan?" tanya Baekhyun malas dengan kebodohan Luhan

"Apa yang akan kita bicarakan pada Chanyeol nanti"

"Kita?"

"Eo~ kita"

"Bukankah hanya kau?"

"Kau pikir kau tidak akan menjelaskan? Atau meminta maaf mungkin pada Chanyeol? Atau mungkin sekedar prolog?"

"Untuk?"

"Bagaimanapun alasan utama aku meninggal kan karena kelalaianmu. Selama 2 tahun ini, Chanyeol hidup dengan rasa bersalah"

"Ah majja. Maafkan-"

"C'mon Baek, tadi malam kau sudah mengatakan itu ratusan kali dan aku memaafkanmu bocah..." potong Luhan gemas. "Jadi pikirkan sekarang."

"Dikelas?"

"Dikelas saja"

"Bagaimana kalau rame?"

"Tunggu sepi"

"Kalau tak kunjung sepi?"

"Pindah"

"Pindah kemana?"

"Baek" Luhan menatap Baekhyun kesal

"Apa?"

"Diamlah! Jangan bertanya terus aku berfikir"

"Ne.. Ne" dan mereka berdua larut dalam pikiran masing – masing.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Jam pulang sekolah akhirnya tiba. Bel baru saja berbunyi beberapa detik yang lalu membuat Baekhyun dan Luhan langsung berjalan (Baekhyun) dan melayang (Luhan) kembali menuju kelas. Entah kenapa Baekhyun merasakan debaran kencang. Dia gugup.

"Hyung, jantungku berdebar keras" ucap Baekhyun

"Eo~ Nado"

"Kau tidak punya jantung Hyung" balas Baekhyun

"Menambah suasana saja" Baekhyun memutar bola matanya malas "Yang jelas aku gugup" dan mereka berdua telah sampai dikelas. Baekhyun memasuki kelasnya yang masih ramai.

"Hay Baek?" sapa Yifan saat berpapasan di ambang kelas

"Hay Yifan" sapa Baekhyun lalu mendekat kearah Chanyeol. "Chanyeol~" Sapa Baekhyun dan Chanyeol menoleh.

"Eo? Hay Baek. Sudah baikan?" tanya Chanyeol sambil menutup tasnya

"Begitulah" Baekhyun duduk diatas meja Chanyeol. Kelas sudah lumayan sepi. Hanya tinggal Chanyeol, Baekhyun, Luhan (yang tak terlihat), Jongdae, Minseok, dan Joonmyeon. Jongdae dan Minseok tengah menyalin tugas milik Joonmyeon.

"Kau mau bicara apa Baek?" tanya Chanyeol sambil duduk dimeja belakang kursinya. Baekhyun melirik Luhan yang melayang diantara mereka. "Kau bilang kau mau bicara denganku saat pulang sekolah"

"Tunggu kelas sepi" seru Baekhyun agak keras berniat menyindir. Membuat Jongdae, Minseok, dan Joonmyeon menoleh kearah mereka serempak.

"Okey guys, sepertinya kita diusir" ucap Jongdae memberi kode pada Minseok dan Joonmyeon "Kita lanjutkan di kantin saja" lanjutnya lalu berdiri membersihkan peralatannya.

"Oh, memalukan sekali. Menyalin tugas di kantin" seru Minseok lalu menyangklongkan tasnya. "Arraseo, di kantin saja"

"Baek, Chan, kami pergi dulu" pamit Joonmyeon "Annyeong~" sapa mereka bertiga lalu berjalan keluar kelas.

Hening.

"Ehm, jadi... apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Chanyeol penasaran. Dia sudah menahan rasa penasarannya semenjak kembali dari ruang kesehatan tadi. Dia memperhatikan Baekhyun yang tak kunjung bicara. Raut wajahnya tak bisa dibaca.

"Ada yang ingin kami bicarakan denganmu" ucap Baekhyun pada akhirnya membuat Chanyeol bingung. Kami? "Tapi aku mohon, dengarkan kami sampai selesai bicara. Jangan marah dulu. Kau boleh marah padaku nanti. Tapi dengarkan dulu sampai semuanya selesai dibicarakan" pinta Baekhyun serius membuat Chanyeol semakin penasaran. Baekhyun menarik nafas lalu menghembuskan perlahan

"Jujur aku sangat takut sekarang. Aku takut kau marah padaku. Aku takut kau kecewa padaku dan akhirnya kau menjauhiku" ucap Baekhyun "Tapi aku harus. Apapun hasilnya, aku harus mengatakannya. Aku berharap kau tidak marah padaku. Tapi jika kau marahpun, aku bisa menerimanya" lanjutnya. Chanyeol hanya diam menunggu kelanjutan omongan Baekhyun. Baekhyun melirik Luhan yang melayang diantara mereka sambil memasukan tangannya pada saku celananya.

"Eo~ Berikan padanya sekarang" suruh Luhan. Baekhyun menggenggam kalung itu lalu mengeluarkan dari tangannya.

"Berikan tanganmu!" suruh Baekhyun dan Chanyeol memberikan tangannya. "Aku harap kau tidak marah dan mau mendengar penjelasanku dan dia sampai selesai. Dan jika kau ingin marah, kau bisa marah padaku!" ucap Baekhyun lalu meletakkan kalung itu ditangan Chanyeol.

Hening

Mata Chanyeol terpaku pada kalung yang diletakkan Baekhyun ditangannya. Matanya membulat tak percaya. Nafasnya sempat terasa susah dihembuskan. Baekhyun hanya menunduk bersiap mendengarkan reaksi Chanyeol.

"Ini..." Chanyeol diam beberapa saat. "Bagaimana bisa ada padamu?" tanyanya sambil menatap Baekhyun. Baekhyun menelan ludahnya dengan susah. Dia melirik Luhan lalu mulai membuka mulutnya.

"Kau ingat hantu yang merasukiku kapan hari?" tanya Baekhyun.

Chanyeol diam.

"Hantu itu adalah hantu Luhan" lanjutnya "Aku mohon dengarkan aku dulu. Aku tahu kau tak percaya. Tapi dengarkan aku sampai selesai" Pinta Baekhyun saat melihat Chanyeol hendak membuka mulutnya. Chanyeol diam kembali.

"Hantu yang merasukiku bernama Xi Luhan. Jika kau bertanya – tanya, iya! Dia adalah Xi Luhan yang kau kenal. Xi Luhan yang meninggal 2 tahun lalu. Xi Luhan yang meninggal akibat mencari kalungmu yang dihilangkan olehnya. Xi Luhan yang meninggal karena kecelakaan beruntun. Dan itu semua..." Baekhyun menghentikan kalimatnya. Matanya panas "Itu semua karena aku" ucap Baekhyun lemah

"Baek aku mohon aku makin tidak mengerti kemana arah pembicaraanmu" Chanyeol meletakkan kalung itu disakunya. Dia membenarkan posisi duduknya lalu menatap Baekhyun intens. "Aku tidak ingin kau bercanda perihal kematian seseorang. Luhan adalah saudaraku yang paling kusayang" Luhan tersenyum mendengar itu

"Aku juga menyayangimu Yeol" ucap Luhan

"Luhan juga menyayangimu Yeol" Baekhyun meneruskan ucapan Luhan pada Chanyeol. "2 Tahun yang lalu, saat musim dingin, Luhan mengalami kecelakaan. Dia ditabrak oleh truk saat setelah mengambil kalungmu. Lalu badannya terlempar kebelakang. Dan ada mobil yang menabraknya sehingga Luhan terpental menatap pohon dan kalungmu itu jatuh dipohon itu. Lalu Luhan jatuh menggelinding sampai ditengah jalan dan meninggal ditempat" jelas Baekhyun. Matanya berkaca. Chanyeol tidak bereaksi. Dia tetap diam. "Dan itu semua karena aku Yeol. Aku yang menyebabkan semua itu. Aku adalah alasan kenapa Luhan Hyung bisa meninggal. Aku adala penyebab kematiannya" lanjut Baekhyun mulai terisak.

"Baek-"

"Aku menyesal Yeol. Maafkan aku. Aku tidak-"

"Baekkie," Panggil Chanyeol sambil menangkup kedua pipi Baekhyun. Chanyeol tersenyum tipis. "Jangan menangis. Tenanglah..." Chanyeol mengusap air mata Baekhyun. "Bisa kau ceritakan padaku? Aku tidak akan marah padamu. Aku janji. Karena aku yakin, Luhan Hyung juga tidak akan marah padamu. Luhan Hyung adalah orang yang pemaaf. Lagipula peristiwa itu sudah terjadi 2 tahun yang lalu. Dan bagaimanapun juga, aku juga turut bersalah karena keegoisanku saat itu" jelas Chanyeol menenangkan diri Baekhyun.

Baekhyun mulai menceritakan secara singkat bagaimana Luhan bisa meninggal. Chanyeol merasakan hatinya sakit saat mendengar certia Baekhyun. Mengetahui kenyataannya. Baekhyun sesekali melirik Luhan dan Luhan membalas dengan senyum. Luhan juga sedikit senang karena mengetahui Chanyeol sangat menyayangi dirinya.

"Maafkan aku Chanyeol" Baekhyun menyudahi ceritanya. Chanyeol menghapus air mata di wajah Baekhyun. Baekhyun mengangkat wajahnya. Chanyeol tersenyum kearahnya. "Kau tidak marah padaku?" tanya Baekhyun

"Untuk apa? Yang meninggal kan Luhan Hyung bukan aku" jawab Chanyeol "Tidak ada gunanya juga aku marah. Toh dia tidak bisa hidup kembali. Walau sebenarnya aku kaget mendengar cerita aslinya, tapi apa boleh buat." jelas Chanyeol membuat Baekhyun dan Luhan terpaku padanya.

"Hiks... Chanyeoool~" Baekhyun semakin menangis membuat Chanyeol gelagapan karenanya.

"Hey, kenapa tambah menangis?" tanya Chanyeol memeluk Baekhyun. "Sudahlah, itu sudah takdir. Dia ditakdirkan meninggal seperti itu. Kita harus bisa menerimanya" jelas Chanyeol sambil menepuk – nepuk penggung Baekhyun.

"Sejak kapan dia pandai berkata – kata?" Tanya Luhan bingung. Baekhyun melepaskan pelukan Chanyeol lalu mengusap asal air matanya.

"Wajahmu lucu Baek.." ucap Chanyeol terkikik

"Kata Luhan Hyung, sejak kapan kau pandai berkata? Dia mengejekmu" ucap Baekhyun meneruskan ucapan Luhan. Luhan tertawa. Baekhyun tersenyum. Chanyeol bingung.

"Kata Luhan Hyung?" tanya Chanyeol lalu mengedarkan pandangannya kesekitar "Dia ada disini?" tanya Chanyeol antusias

"Eo~" angguk Baekhyun

"Dimana?"

"Boleh aku pinjam tubuhmu sekarang?" tanya Luhan. Baekhyun mengangguk. Baekhyun turun dari meja. Luhan melayang mendekati Baekhyun dan Syuuut~ Luhan sudah berada didalam tubuh Baekhyun sekarang.

"Annyeong Chanyeol" seru Luhan yang berada ditubuh Baekhyun. "Long time no see" lanjutnya. Chanyeol menatap Baekhyun bingung. "Baru berpisah 2 tahun, kau sudah lupa denganku? Menyebalkan sekali!" sungut Luhan yang berada ditubuh Baekhyun itu berpura – pura kesal. Baekhyun duduk dikursi yang terletak diantara mereka. Chanyeol melebarkan matanya.

"Kau... kau Luhan Hyung?" tanya Chanyeol tak percaya. Luhan mengangguk. "Yang berada didalam tubuh Baekhyun sekarang Luhan Hyung? Kau merasuki tubuh Baekhyun?" tanya Chanyeol memekik berlebihan tak percaya.

"Eo~ aku Luhan Hyung" jawab Luhan santai

"Hyuuuung~" dia berdiri, turun dari meja lalu segera memeluk tubuh Baekhyun yang berisikan Luhan dengan cepat. Membuat Luhan terkesiap saking kagetnya. Dan Baekhyun yang juga kaget melihat adegan itu. "Hyuuuung~ ini benar kau? Kau Luhan Hyung? Kau Luhanku?" Tanya Chanyeol sambil melepas sejenak pelukan mereka seolah tak percaya bahwa Luhan merasuki tubuh Baekhyun.

"Kau tak percaya?" tanya Luhan. Lalu dia menoleh kearah Baekhyun yang duduk dikursi. "Haruskah kukembalikan tubuh ini pada Baekhyun lagi?" tanya Luhan. Baekhyun tertawa melihatnya. Chanyeol memeluknya kembali.

"Jangan... Jangan dikembalikan sekarang. Aku masih rindu padamu" ucapnya. Luhan membalas pelukan Chanyeol. Mereka tetap pada posisi seperti itu selama beberapa detik. "Hyung sungguh aku tidak percaya bisa bicara denganmu lagi sekaang" Chanyeol melepas pelukan mereka. "Ayo duduk kembali banyak yang ingin kubicarakan padamu" ajaknya lalu mereka segera duduk kembali. Luhan duduk dimeja Chanyeol. Chanyeol duduk dimeja yang terletak dibelakang kursinya. Mereka duduk berhadapan.

"Aku benar – benar rindu padamu Hyung" Chanyeol membuka pembicaraan sambil terus menatap Baekhyun yang berisikan Luhan

"Tapi aku tidak rindu sama sekali denganmu" balas Luhan "Karena selama bergentayangan, aku terus memperhatikan dirimu. Aku tahu semua kegiatanmu dan semua apa yang terjadi padamu semenjak aku meninggal" Chanyeol tersenyum mendengarnya. Baekhyun juga tersenyum menyaksikan adegan didepannya ini.

"Hyung maafkan aku. Karena aku, 2 tahun lalu kau-"

"Chanyeol..." Luhan memegang tangan Chanyeol "Sudah. Aku sudah lama memaafkanmu. Aku juga memaafkan Baekhyun. Lagi pula, sudah 2 tahun berlalu. Aku tidak bisa hidup kembali" Luhan memperhatikan wajah Chanyeol "Seperti yang diceritakan Baekhyun tadi, aku bergentayangan karena belum bisa menyelesaikan masalahku didunia. Yang baru kusadari, bahwa masalah itu ternyata kalung. Aku belum mengembalikan kalung itu padamu. Makannya aku tidak bisa kembali kesurga dengan tenang" jelas Luhan

"Kau bisa bertanya cerita selengkapnya pada Baekhyun. Setelah kau mengusirku dengan memeluk tubuh Baekhyun sabtu lalu, 3 hari kemudian Baekhyun datang menjemputku. Dia bertanya apa alasanku melakukan itu? Kenapa aku bisa meninggal? Kenapa aku mengenalmu? akhirnya aku menceritakan seluruh ceritanya padanya" Luhan meraba wajah Chanyeol

"Aku selalu ingin menyentuh wajah ini selama 2 tahun terakhir. Aku minta maaf karena harus meninggal secepat itu. Aku minta maaf karena menghilangkan kalung Eommamu dulu. Ternyata itu terjatuh dijalan. Tunggu jangan menyelaku Chanyeol" ucap Luhan saat Chanyeol hendak membuka mulut "Aku sedang mengatakan apa yang ingin aku katakan selama 2 tahun terakhir" Luhan menarik nafasnya lalu menghembuskan perlahan "Aku minta maaf karena telah merepotkanmu selama aku merasuki tubuh Baekhyun. Maaf kalau kau kecewa bahwa yang bersikap manis padamu itu Aku bukan Baekhyun. Aku minta maaf karena tidak sempat pamit saat meninggal dulu. Untuk semuanya, aku minta maaf Chanyeol" Luhan mengakhiri perkataannya. Chanyeol menariknya dalam pelukan.

"Aku maafkan. Aku maafkan semua kesalahanmu. Aku juga minta maaf. Kita sama – sama minta maaf" ucap Chanyeol.

"Sampaikan maaf dan salamku pada Yoora noona" ucap Luhan lagi. Chanyeol mengangguk. Lalu mereka berpelukan. Baekhyun tersenyum melihat adegan didepannya. Setelah beberapa saat, Luhan melepaskan pelukan mereka.

"Aku harus pergi Chanyeol" ucap Luhan

"Tapi, kenapa secepat itu?" Tanya Chanyeol

"Sekarang?" tanya Baekhyun

"Aku harus kembali kesurga. Urusanku sudah selesai didunia. Kalungnya sudah kembali." jawab Luhan. Chanyeol tersenyum. Dia sudah iklas.

"Geurae, aku iklas. Aku sudah iklas Hyung. Semoga kau tenang. Aku akan sering mengunjungi makammu" Ucap Chanyeol tersenyum. Luhan menoleh pada Baekhyun.

"Aku juga sudah iklas Hyung" ucap Baekhyun. Luhan tersenyum lalu memeluk Baekhyun. Chanyeol hanya bingung melihat Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu seperti memeluk sesuatu.

"Terimakasih Hyung, karena mu aku sedikit bisa menolak seseorang!" Luhan mengangguk lalu melepaskan pelukannya.

"Untuk Baekhyun, tolong pikirkan kembali ucapanku kemarin soal hubungan. Untuk Chanyeol, tolong jaga dia. Aku tahu kau sudah menyukainya sejak kelas 1. Setelah ini, bicarakan hubungan kalian. Sekedar informasi Yeol, Baekhyun mulai menyukaimu" ucap Luhan kembali menoleh pada Chanyeol.

"HYUNG~" teriak Baekhyun kesal

"Benarkah?" tanya Chanyeol "Walau dia tidak suka aku, aku akan membuat dia untuk suka padaku bagaimanapun caranya" Baekhyun tersenyum mendengar itu

"Oh, Baekhyun tersipu Yeol. Mukanya merah sekarang mendengar ucapanmu barusan" ucap Luhan pada Chanyeol. Chanyeol tersenyum penuh arti.

"Hyung, tidak lucu!" Sungut Baekhyun semakin kesal.

"Okey Okey, aku tidak punya banyak waktu" Luhan kembali serius. Dia menoleh pada Baekhyun "Baek, aku mohon maafkan aku untuk yang terakhir kali. Mungkin ini diluar rencana kita" dia menoleh pada Chanyeol "Yeol, boleh aku menciummu untuk yang terakhir kali?" tanya Chanyeol membuat Baekhyun dan Chanyeol melebarkan matanya heboh.

TBC

END OF CHAPTER 9

.

Halooo?

Sebelumnya Yeorky minta maaf ya karena buat chapter ini, telat bangeeet apdetnya.

Tugas numpuk banget kaya sampah ibu kota :v Jadi maafkan Yeorky ya semua. Ini aja disempet – sempetin buka ditengah tugas :p Dan itu cerita diatas tanpa diedit ulang, jadi maaf kalo ada typo, sedikit berantakan, atau gimanapun. Maafkan Yeorky sekali lagi :D

Terlepas dari itu semua, yeorky bukan tipe orang yang suka sama sad ending sih sebenernya. Jadi yeorky bakal bikin yang happy happy. Udahan ah nangis – nangisnya, kasian ChanBaekLu nangis terus. Jadi di chap ini, yeorky gak bikin mereka nangis lagi. *APAAAAN BOONG BANGET!*

Okey okey, Ada sih nangisnya :v tapi kan dikit. Dan buat chap depan, bakal full of chanbaek Yeaay~

Dan kurang 2 part lagi, BOG bakal END :'v senangnya~~~

.

Review dong, gimana cerita di chapter ini? Yow yow yow... penuhin kotak review sekaraaang~~~

Nih, Spoiler buat chap depan :

Hening / "Ow, adegan dewasa!" / "Emmmh!" / Baekhyun terkesiap kaget / "Ehm~ Mungkin dia sengaja" / "Bisakah kita melanjutkan kegiatan kita?" / "Begitukah?" / Sesekali dia melenguh pelan / Baekhyun melirik pintu masuk kelas lalu melebarkan matanya kaget. / "Kau cukup liar Chanyeol kau-" / "Hubungan kita" / "Gumawo Baek~ Gumawooo~" / "Mereka berciuman dikelas!" / "H-Hyung..."

.

Apa? Iya tahu Spoilernya dikit dan gak jelas. Tapi cukup jelas buat ngasih tahu next chap bakal ada apakan?

Okey okey... Sekarang Yeorky mau bales review yang gapunya akun

1. cb

Q : ya ampun tragis amat nasibnya luhan.. dan dy ga marah sama baekhyun baik hati banget..

tetep penasaran sama kelanjutan hubungan chanbaek..

A : Iya kasihan ya ') Yaaah soalnya dia berpiir kalo dia gakan hidup lagi. Mungkin itu yang bikin dia baik :v Wowowo~ next chap ada chanbaek kook

2. ooh

Q : wowowowowow lanjuuut lagi, fightiiiiiing kkkkk

A : Iya ini udah di lanjut kok. Maaf ya lama hehehe

3. Guest

Q : Type your review here. Gak kerasa dah mau kelar jah critanya :D next y thor

A : Iya hehehe.. kurang 2 chap lagi end loh :v Di tunggu yaaah~

4. Guest

Q : Oooh em ji..O_O.. Gitu toh ceritane. Diawal udh ad praduga sc, klw Baek psti ad sangkut paut.a ma kematian Lulu. Kya crita.a drakor 49 hari getoo.. Eeeh bneran dc. Tp tetep ja terkejut tingkt we o we..

Trz thor tntang kalung.a Yeol gimana ? Apa ntr Baek yg balikin ? Trz klw Yeol tw bhwa Baek ad hub.a dngn kclakaan Lulu, ap reaksi.a ? Ap dy bakal marah,kecewa ? Penasaraaaaaaan,,(garuk" pipi.a Baek ,,n_n,,)
ge pe el langsung wuuuuuuz next chap.a dtggu...
Fightiing,, saranghandaaaaa,,
_7464

A : Iya gtu ceritanya kak :' kan udah dikasih bocoran di prolog sama summary :v hehehe... Dan itu dia udah kejawab pertanyaannya tentang kalung. Hehehe ini udah termasuk wuuuuz loh apdetnya :v maaf ya apdetnya lambat banget buat chap ini :v hehehe

5. Bunga Julia

Q : Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa baca juga ini cerita. Paketan habis menghambat /abaikan/

Sedih ya bacanya, aku bayangin jadi baekhyun disitu pasti sedih banget walau sekarang dia masih bisa senyum sih.
Aq yakin itu dari brak sampe kebawah cerita pengantar tbc -_- Kak yeorky kebiasaan. Next dong kak. Aku baru sadar, dilihat dari tanggal updatenya, minggu kemarin nggak update next chap ya?
Semangat ya yeorky.

A : Dan sekarang paketan Yeorky yang habis. makannya ini cepet - cepet apdet ditengah tugas :v Iyasih... soalnya kan gimanapun juga Baek penyebab kematiannya mbak lulu. Hehehe, bikin cerita pengantar tbc itu seru ;v. Iya , soalnya tugas maksa Yeorky buat gabuka ffn -_- Iya tapi buat next chap bakal diusahain fast apdet kok :v

6. pminri 614

Q : bukannya TeBeCe itu penyakit yaw? kok Tbc nya gak tepat banget sih? jadi Greget gitu. Oh ya, kak. salam kenal. aku Readers baru. Kakak punya FB gak? kalau ada, boleh tau apa namanya? Oh ya kak, kakak nulis di wattpad juga gak?

Hai kak, aku reader baru, salam kenal! kak punya akun fb gak? atau wattpad? Biar bisa lebih akrab gitu. Nextnya cepet ya kak. Dan tolong usahain jangan bikin cerita ini ngegantung kayak cerita-cerita keren lainnya.

A : Hay, nama aku yeorky. selamat datang di FF (Absurd) bikinan Yeorky Salam kenal :v maaf ya ini aku jadiin satu reviewnya Yagitu deh, tbc penyakit akut :v Facebook personal ada sih, tapi kalo mau ruumpi di twitter aja yuk Yeorky namanya. nanti aku kasih tahu facebook personalku disana hehehe~. Punya Twitter kan? :v Dan buat wattpad, enggak yeorky gapunya wattpad :v Yeorky cuman pembaca setia di wattpad tapi gak bikin cerita di sana :v Kamu suka baca wattpad juga? Iya bakal Yeorky usahain kok. Makasih ya udah mau review :v

Udahan ya.. :v

Terimakasih buat yang udah like, follow, favorite, readers aktif ataupun silent readers (sekali lagi kalo ada :v)

Jangan lupa review buat yang chap ini :v

Dadaaaah~