.

.

.

- amexki chan PRESENT-

.

.

.

TODAY

Jleb. Jleb. Jleb

.

.

.

Disclaimer: I don't own Naruto

Warning : OOC,dan masih ada TYPO(s) berhamburan, de el el lainnya

Genre : Romance and Drama

Pairing: Naruto X Hinata

Rated : T

Specia Thanks:

Guest(1): uwa makasih nyuw, untuk get to normal lagi di tulis soalnya temanya rada berat dan doain aja semoga cepat selesai :3, Nervous: Sip thank you udah riview, Saus Kacang: aha intinya emang gitu nee sankyu udah riview, bohdong palacio: sankyu pujian dan riviewnya, Guest (2): sip hidup NHL! XD, Gorm Speir: aha doain aja mood amex bagus jadi bis jadi'in jadi oneshoot atau multichap makasih riviewnya gorm-san, Bunshin Anugrah ET: Makasih pujian dan riviewnya, livylaval : wah doa'in mood amex bagus lagi ya al sankyu udah mau nyempatin riview nya :D, Ayon R. Marvell: thank's udah riview :3

.

.

.

Matahari kini menyengat berpadu dengan musim panas yang membuat gerah. Gara-gara si kakashi sensei guru mesum itu aku harus memindahkan barang-barang di lab kedalam lemari sendirian. Hemm... aku melirik kearah belakangku gadis itu masih tertunduk sembari menyapu lantai. Persis seperti hantu disiang bolong dengan aura suram disekitarnya. Aku bergidik ngeri. Ck! Apa dia selalu mengeluarkan aura seseram dan suram seperti itu tanyaku dalam hati. Aku masih dengan tugas kuli ku dan dia masih sibuk menyapu lantai lab ini.

"Apa kau tadi berpikir aku suram Naruto-kun?"

Jleb.

Aku terkejut dan tubuhku menegang seketika saat gadis suram itu telah berada dibelakangku, hei aku bukan takut dengan dia tapi apa kata dunia nanti? Terus yang lebih penting apa kata Mami Kushina dan Papa Minato nanti kalau aku takut dengan seorang cewek. Aku menggelengkan kepalaku dengan gerakan patah-patah aku menatapnya. Sumpah cewek ini selalu membuatku Spot jantung, Astaga.

"A-apa kau berbicara sesuatu Hyuuga-san?" Apa ia seorang peramal? Pasalnya ia selalu tahu apa yang kupikirkan kawan. Batinku bergejolak.

"Apa kau bingung denganku Naruto-kun? Mungkin aku seorang peramal?" ucapnya pelan.

Jleb.

Tuh kan! Apa ku bilang dia ini berbakat jadi cenayang. Mengapa sih si sensei mesum itu selalu senang memasangkan aku dengan dia. Apa dia gak tau kalau si cewek ini membuatku bulu kuduk ku meremang? Please, siapa saja tolong selamatkan aku dari cewek ini!

"A-ano ..." baru aku ingin menjawabnya ia sudah memotong ucapku bagai pedang samurai yang di gunakan Sanada Yukimura saat perang.

"Apa kau begitu tak mau dekat denganku Naruto-kun? Apa aku semenakutkan itu? Apa aku gadis aneh yang tak pantas ingin berada didekatmu!" dan ia sedikit berteriak sembari mendongakkan wajahnya menatapku dengan wajah yang berusaha menahan tangis. Wow mengapa dia menjadi sekalap itu ?. Eh... tunggu sebentar tadi sepetinya aku melewatkan sesuatu atau mungkin aku yang terlalu ge-er? Tadi dia bilang didekatku kan? Benarkan? Huh dia membuatku bingung tapi... aku merasa jadi cowok antagonis kalau dia memasang wajah menahan tangis. Oh god.

"Er...apa aku salah dengar?"ucapku tanpa sadar.

"Tidak, aku serius Naruto-kun." Dan seketika aku bungkam. Jujur saja aku bingung dengan sifat gadis ini ck! Sial. Aku memegang tengkukku dan Hei! Sejak kapan peralatan besi itu terjatuh di lantai. Sial padahal baru kubersihkan dan sekarang kotor lagi dan harus kucuci ulang. Kualihkan mataku menatap cewek indigo yang telah ada di hadapanku. Wajahnya pucat dan bibirnya berwarna merah bagaikan mawar, indah sekaligus menggoda. Mengapa aku baru sadar jika ia...

Begitu memesona seperti ini.

"Maaf"

Keningku berkerut bingung aku masih tetap setia menatapnya mulai dari mata beningnya, hidung kecil yang mancung, pipi-pipinya yang merona, dan turun ke bibirnya yang berwarna pich yang bersuara. Aku meneguk ludahku sendiri. Bibirnya seksi sekali kamisama!

"Aku yang meminta kakashi-sensei supaya Naruto-kun membantuku membersihkan ini. Aku yang selama ini menguntitmu, dan selalu menaruh botol air saat kau latihan bola." Ucapnya sembari mencengkram rok lipitnya. Sedangkan aku? Aku mengingat rentetan kejadian saat guru mesum itu tiba-tiba menyuruhku ke lab, saat pulang sekolah ada yang seperti ada berdiri dibelakangku, kemudian saat aku di klub dan latihan selalu tersedia sebotol air.

Jadi... itu semua ulahnya dia?

"Jadi itu kau, Hyuuga-san?" ucapku lamat-lamat. Dan dia mengangguk matanya bergetar, entahlah sepertinya ia seperti anjing kecil yang ketakutan. Wajahnya imut sekali. Ah, rasanya aku bersedia jika kau mencabut nyawaku sekarang. Eh tapi setelah kupikir-pikir sayang juga jika aku mati saat ada pemandangan indah yang ada di depan mata. Jangan cabut nyawaku sekarang kamisama aku berjanji aku tidak akan berbohong dengan mami kushina lagi.

"Ano... Naruto-kun baik-baik saja?"

Aku terhempas kembali kedalam kesadaran gilaku. Aku mengerjapkan mataku satu dua kali kearahnya. Ia memiringkan kepalanya. Dan tubuhku mendekat kearahnya kemudian tanganku memegang tangannya lembut dan mendekatkan wajahku. Lembut dan terasa seperti vanilla. Bibirku menyentuh bibirnya melumat dan menjilat bibir bawahnya tanpa melakukan french kiss. Karena aku tau hal ini tak baik untuk gadis aneh yang baik seperti Hyuuga-san.

"A...a..." dia terbata-bata lucu sekali.

"Ciuman. Rasa vanilla" aku menjilat bibirku sendiri. "Tidak buruk juga aku suka" kataku tersenyum nakal.

"Jadi? Apa boleh aku menyukaimu lebih intim lagi Naruto-kun?" ucapnya tersenyum penuh makna.

Aku terhenyak dengan kata-kata yang keluar dari bibir ranumnya. Dan aku tahu dia sebenarnya adalah gadis aneh yang harus kujauhi! Liat saja senyumannya begitu err... manis? Well, sepertinya tak buruk juga mengikuti permainan gadis aneh ini toh kata-kata nya selalu membuat jantungku aneh.

"Dan aku akan semakin membuat jantungmu terasa lebih aneh lagi Na-ru-to kun" ucapnya meyibakkan rambut indigo itu ke belakang telinganya.

Jleb.

'HOI! MENGAPA DIA BISA MENEBAK YANG ADA DI PIKIRANKU? TERNYATA BENAR DIA CENAYANG!"

FIN

Salam hangat dari amex gak terasa drabble (?) yang amex buat udah nyampe chapter 10 BANZAI! Gomen kalo lelet update T.T, Sebenarnya ide cerita di chapter ini terinspirasi dari lagunya secondhand serenade yang judulnya like a knife dan nyatanya lagunya mereka galau abis tapi enak didengar~gomen kalo judulnya rada aneh dan gak jelas...dan intinya fic ini bercerita tentang Naruto yang secara gak langsung takut dengan Hinata XD terima kasih yang udah meriview fic amex dan semangatnya. semoga di chapter ini juga masih pada mau ngeriview ya, karena riview adalah semangat bagi semua.

R

I

V

I

E

W

PLEASE!

.

.

.

Amexki chan