Kyungsoo masuk kedalam mobil Chanyeol, dia duduk disebelah kursi pengemudi. Dia tersenyum senang saat Hana menyambutnya dari kursi belakang. Akan itu memeluknya –walaupun terhalang jok, Hana hanya dapat memeluk leher Kyungsoo- dan dia hanya bisa mengecup tangan anak itu.

"Sudah siap?"

Kyungsoo mengangguk kecil. Dia tidak berkata satu katapun kepada Chanyeol. Wajah lelaki itu sedang tidak bersahabat sekarang, belum lagi kantung mata itu. Ya Tuhan… dia ingin menangis melihat atasannya itu.

"Irene datang kemimpiku," Kyungsoo hanya diam dan menoleh kearah Chanyeol. "Katanya, dia bukan istriku lagi."

Kyungsoo tidak dapat berkata apa-apa. Dia meremas tangannya yang berada diatas pahanya. Ingin rasanya dia meremas wajah Byun Baekhyun itu.

.

Kang Seulla Present

BALLERINA

Chanyeol x Baekhyun (GS)

And Other

GS – TYPO – RnR – Sex Scene

Cerita ini murni hasil dari otakku. Jika ada kesamaan, itu tidak disengaja.

Happy reading

.

Kyungsoo menahan tangan Chanyeol saat lelaki itu berjalan akan memasuki sebuah gereja yang halamannya sudah dihias sedemikian rupa.

"Jangan masuk kumohon."

Tapi lelaki itu hanya diam dan menyingkirkan tangan Kyungsoo. Dia tersenyum kearah Hana lalu menggandeng anaknya itu agar masuk kedalam gereja. Kyungsoo hanya mengikuti mereka dibelakangnya.

Chanyeol duduk dibaku pinggir bagian tengah. Tidak terlalu depan, tapi juga tidak terlalu belakang, pokoknya dia berada ditengah. Hana berada disamping kanannya, diikuti Kyungsoo yang juga berada disamping kanan anaknya. Dia memilih duduk dipinggir… ingin melihat Baekhyun dengan jelas saat melewatinya nanti. Ini untuk yang terakhir, jadi dia akan memperhatikan wajah Baekhyun dengan jelas dan lama.

Jika kalian bertanya bagaimana perasaannya saat ini… sepertinya Chanyeol hanya bisa mengucapkan 'hancur' untuk mewakili hatinya yang sakit. bagaimana tidak, perempuan yang dicintainya sejak terakhir dia mencintai seseorang kini akan mengucapkan janji suci dengan orang lain dan dia hadir saat perempuan itu mengucapkan janjinya. Bayi yang dikandung perempuan itu yang seharusnya memanggilnya ayah nanti akan memanggil ayah pada pria lain.

Chanyeol sudah mempersiapkan hati dan mentalnya untuk hari ini. Semalam dia tidak dapat tidur. Dia selalu mengingat Baekhyun. Bagaimana senyumnya, wajah cemberutnya, suaranya. Lalu mengingat hal-hal yang mereka lalui walaupun singkat. Dari berkenalan, kencan, bercinta… bahkan Chanyeol baru sadar. Dia dan Baekhyun tidak mempunyai suatu hubungan. Dia tidak pernah meminta Baekhyun menjadi kekasihnya, walaupun kalimat cinta sering keluar dari bibir mereka.

Suara music pengiring menyadarkan Chanyeol dari melamunnya. Dia baru sadar kalau Daehyun sudah berada didepan altar, menunggu pengantinnya. Chanyeol meremas dada kirinya saat mengingat siapa pengantinnya itu.

"Chanyeol…"

"Tidak apa-apa Kyung, aku sudah mempersiapkan ini."

Chanyeol tau kalau perempuan yang menyandang sekertarisnya itu sangat mengkhawatirkan keadaannya. Dengan canggung dia tersenyum kemudian mengelus rambut anaknya yang memanggil namanya. Benar, dia masih punya Hana. Dia tidak boleh merasa sedih seperti ini.

Mata Chanyeol melirik saat Baekhyun dan ayahnya berjalan melewatinya. Mata mereka bertemu, hanya sekitar dua detik. Chanyeol terus memperhatikan perempuan yang mengenakan gaun pengantin berwarna putih itu. Cantik. Bahkan kata itu tidak dapat mewakili betapa sempurnanya Baekhyun hari ini.

Airmata Chanyeol ingin tumpah saat tangan bersarun tangan putih Baekhyun terlah berpindah dari tangan ayahnya ketangan calon suaminya –Daehyun. Akhirnya dia lebih memilih mengalihkan pandangannya. Kemanapun asal jangan melihat kejadian itu.

"Ehem.. saudara Jung Daehyun apakah engaku bersedia menerima wanita ini sebagai istri yang dijodohkan oleh Tuhan dalam pernikahan yang Kudus? Maukah engkau mengasihi dia, menghibur dia, menghormati dan merawat dia saat sakit maupun sehat, serta melupakan orang lain tetapi hanya mengasihi dia saja selama engkau hidup berdua didunia ini?"

Suara pendeta mulai terdengar saat music iringan telah selesai dimainkan.

"Saya bersedia."

Dua kalimat yang keluar dari mulut Daehyun benar-benar membuat Chanyeol tidak dapat menahan airmatanya. Dia langsung menghapusnya cepat. 'Baekhyun akan menjadi milik orang lain. Dia bukan Baekki-ku lagi.'

"Dan kau saudara Byun Baekhyun apakah engaku bersedia menerima wanita ini sebagai istri yang dijodohkan oleh Tuhan dalam pernikahan yang Kudus? Maukah engkau mengasihi dia, menghibur dia, menghormati dan merawat dia saat sakit maupun sehat, serta melupakan orang lain tetapi hanya mengasihi dia saja selama engkau hidup berdua didunia ini?"

'semoga kau bahagia Baekhyun.'

Tapi akhirnya Chanyeol mengangkat kepalanya saat tidak mendengar ucapan janji dari Baekhyun. yang dia dengar hanyalah sebuah… isak tangis. Ada apa dengan Baekhyun?

Gereja yang mulanya sepi kini mulai terdengar bisik-bisik karea para tamu merasa aneh dengan sikap Baekhyun.

"Maaf saudara Baekhyun? Bisakah anda langsung menjawabnya? Kalau begitu mari kita ulangi lagi."

"Tunggu pendeta," Daehyun membawa tubuh Baekhyun menghadap kearahnya. Dia menatap heran kearah perempuan yang sedang menangis dan menundukkan wajahnya. "Baekhyun? ada apa?"

"Hiks… Dae…"

Daehyun mengerti. Dia kembali menatap sang pendeta didepannya. "Maaf kumohon beri waktu untukku dan calon istriku."

Setelah itu, Daehyun membawa Baekhyun kebelakang gereja. Menimbulkan banyak pertanyaan orang disana, termasuk Chanyeol yang bahkan sangat khawatir sekarang.

Sedangkan itu, Baekhyun masih menangis dengan menundukkan kepalanya. Dia bahkan sudah meremas gaunnya.

"Baekhyun? Ada apa heum? Kenapa kau menangis?"dengan lembut Daehyun mengangkat dagu Baekhyun. Dia mengusap airmata yang membasah pipi Baekhyun.

"Aku… aku…"

"Katakanlah."

"Aku hamil Dae… dan ini hiks… bukan anakmu."

Daehyun terdiam.

"Dan kau hiks… tidak meniduriku waktu itu. Aku hiks… mengarangnya agar itu semua hiks… bisa dijadikan alasan pernikahan kita hiks… dipercepat."

Daehyun tetap bungkam, dia membiarkan Baekhyun berbicara. Entah kenapa emosinya naik sekarang.

"Lalu kau menangisi lelaki tidak bertanggung jawab itu?"

Baekhyun menggeleng. Dia menutup mulutnya untuk menutupi isak tangisnya. "Tidak dia mau bertanggung jawab. Tapi aku… aku tidak mau mengecewakan eomma, ibumu dan juga dirimu. AKH!"

Baekhyun berteriak keras saat dengan tiba-tiba Daehyun mencengkram tangannya. Dia menatap takut teman kecilnya yang menatapnya sangat tajam. Daehyun tidak pernah kasar padanya. Daehyun selalu memperlakukannya dengan lembut, menyayanginya. Baekhyun tidak pernah melihat Daehyun yang seperti ini.

"Dae…"

"Siapa? Siapa lelaki itu?"

Baekhyun menggeleng. "Tidak. Kita harus lanjutkan pernikahan kita Dae."

"SIAPA BAEKHYUN?!"

Mata sipit Baekhyun terpejam saat lelaki itu berteriak didepan wajahnya. Bahkan teriakan Daehyun dapat terdengar diaula gereja.

"Chanyeol, Park Chanyeol," cicit Baekhyun. Dia hanya pasrah saat Daehyun sudah menarik tangannya dengan paksa. Daehyun pasti akan melanjutkan pernikahan mereka. Baekhyun siap.

Tapi dia menatap bingung kepada Daehyun yang berjalan melewati altar. Lelaki itu malah menariknya kearah bangku tamu. Tepatnya kearah… Park Chanyeol. Tidak! Dia harus menghentikan ini.

"Dae, altarnya disana. Dae, Daehyun!"

Baekhyun mencoba memberontak, tapi tenaganya kalah dengan tenaga Daehyun. Dia hanya bisa pasrah saat dia dan Daehyun sudah berada didepan Chanyeol.

"Kau Park Chanyeol?" suara itu… Daehyun tidak pernah berbicara sedingin itu. Baekhyun dapat melihat Chanyeol yang mengangguk bingung. Tapi setelah itu dia hanya bisa berteriak saat Daehyun menarik kerah kemeja Chanyeol hingga lelaki itu berdiri. "Keparat."

BUGH

Bukan hanya Baekhyun yang berteriak, kini setiap undangan disana berteriak saat sang pengantin memukul seorang tamu.

"Hei, apa masalahmu!" Chanyeol mencoba menahan kepala tangan Daehyun yang akan melayang padanya. Dia melirik kearah Kyungsoo agar membawa Hana menjauh darinya.

"Kau… lelaki bodoh, keparat! Kau membiarkan perempuan yang mengandung anakmu menikah dengan orang lain?"

Chanyeol diam. Dia hanya menatap lelaki didepannya dengan wajah bingung.

"A..apa?"

"Tidak usah banyak tanya. Cepat nikahi dia!" tubuh tinggi Chanyeol terdorong hingga kini dia berada disamping Baekhyun. "Cepatlah!"

Daehyun menarik kedua orang berbeda jenis kelamin itu kearah altar. Dia memposisikan mereka disana layaknya boneka.

"Pendeta, tolong nikahkan mereka berdua. Park Chanyeol dengan Byun Baekhyun."

"Tapi Dae… maksudmu apa? Aku…"

Ucapan Baekhyun terhenti saat Daehyun meletakkan jari telunjuknya didepan bibirnya.

"Kau adikku, aku tidak mungkin menikahimu walaupun aku mencintaimu. Kali ini kauharus menemukan kebahagiaanmu, jangan memikirkan kebahagiaan orang lain. Bersikaplah egois sesekali, asalkan kau merasa bahagia."

Baekhyun tidak dapat menyembunyikan tangis harunya. Dia memeluk tubuh Daehyun dan menangis disana.

"Jangan menangis nanti make-upmu semakin luntur," Daehyun tertawa saat Baekhyun berkata 'masa bodo'. Tangannya mengelus punggung teman kecilnya itu. "Sudah lepaskan, calon suamimu sudah menunggu."

Baekhyun merona hebat. Dia menghadapkan dirinya pada Chanyeol dan menatap lelaki itu. Dia tersenyum membalas senyuman Chanyeol. Tangan keduanya sudah saling bertautan. Mereka menghadap kearah pendeta dan mengucapkan janji suci mereka.

Dan saat kedua belah bibir mereka menyatu, Chanyeol dan Baekhyun tidak dapat menghilangkan kebahagiaan mereka. Mereka resmi menjadi sepasang suami istri.

"Chan…"

Baekhyun memeluk tubuh tinggi Chanyeol dan menaruh wajahnya didada bidang milik Chanyeol. Dia semakin mengeratkan pelukkannya saat Chanyeol juga memeluknya dan menciumi kepalanya.

"Baekhyun."

Baekhyun langsung melepas pelukannya saat mendengar suara ibunya. "Eomma…" dia menatap ibunya takut-takut. Ibunya pasti sangat kecewa padanya saat ini. Tanpa sadar dia mengenggam tangan Chanyeol lebih erat.

"Kau ini..." Baekhyun semakin menundukkan kepala saat ibunya berjalan mendekatinya. "Kenapa kau ini sangat bodoh? Kenapa kau tidak jujur pada eomma? Kenapa Baekhyun?"

"Hiks… aku takut eomma kecewa dan jatuh sakit lagi," Baekhyun menatap ibunya dengan wajah yang penuh airmata. Dia memejamkan matanya saat tangan ibunya mengarah padanya. Apa ibunya akan memukulnya? Tapi dia hanya dapat tersenyum kecil saat ibunya ternyata memeluk dirinya.

Baekhyun yang membalas pelukan ibunya terpaksa harus melepaskan pelukan itu karena kepalanya yang tiba-tiba dipukul oleh sang ibu.

"Bodoh, apa kau tidak menganggap aku ibumu? Jika ada apa-apa ceritakan pada eomma."

Baekhyun hanya mengangguk dan mengerucutkan bibirnya. Ibunya ini perusak suasana.

Sedangkan Chanyeol sedang menjerit dalam hati saat ayah dan kakak dari Baekhyun menegurnya. Sebenarnya dia tidak diperlakukan kejam, ayah dan kakak Baekhyun hanya menepuk pundaknya dan berbincang hal pribadi padanya. Tapi sumpah, jantung Chanyeol rasanya ingin melompat saat ini. Kenapa Kyungsoo dan Hana tidak menghampiriku, jeritnya.

Sedangkan Kyungsoo yang masih menggendong Hana hanya tertawa bersama anak itu.

"Lihat wajah ayahmu. Sangat bodoh."

"Jangan mengejek daddy. Aunty, aku ingin menghampiri daddy~"

Kyungsoo menuruti keinginan bocah kecil itu. Dia menurunkan Hana dari gendongannya dan membiarkan anak itu berlari kearah ayahnya. Dia menggelengkan kepalanya. Wajah Hana memang sangat mirip dengan Irena, tapi sifatnya itu… sangat Chanyeol.

Kyungsoo yang tidak mau ambil pusing memilih duduk. Tapi ada yang aneh dengan kursi ini, kenapa… empuk?

"AAA!"

Kyungsoo langsung berdiri saat ternyata bokongnya tidak mendarat pada kursi, melainkan paha seorang lelaki yang duduk disana. Astaga… wajahnya sangat memerah sekarang.

"Ma… maaf tuan saya tidak sengaja."

Kyungsoo merutuki diirnya dalam hati. Apalagi saat lelaki itu berkata tidak apa-apa, lelaki itu sudah berdiri disampingnya, dia sangat tampan dengan kulit tan dan tubuh tingginya.

"Tidak apa-apa nona. Lagipula bokongmu itu sangat kenyal."

WHAT THE….

"Sialan."

"Hey, jangan berkata seperti itu. Namaku Jongin, siapa namamu?"

Karena Kyungsoo penuh dengan sopan santun, dia akhirnya membalas jabatan lelaki itu walaupun perasaannya sangat dongkol. "Do Kyungsoo."

.

.

Baekhyun mengikuti langkah suaminya yang memasuki kawasan sebuah pemakaman. Baekhyun cukup pintar apa tujuan Chanyeol membawanya kesini. Bertemu istri pertamanya, walaupun lelaki itu tidak mengucapkan padanya.

Keduanya sangat canggung karena kejadian kemarin. Bagaimana tidak, Baekhyun yang dulu menolak Chanyeol akhirnya menikah dengan lelaki ini. beruntug kemarin ada Hana yang mencairkan suasana, tapi sekarang bocah itu sedang dijaga oleh HyeMin.

"Baek?" Baekhyun terdasar dari lamunannya. Ternyata dia dan Chanyeol sudah sampai didepan gundukan tanah dengan nisan bertuliskan 'Bae Ju Hyeon' dan terdapat sebuah foto disana. "Ini… makan Irene."

Baekhyun memperhatikan foto yang berada disana. Demi Tuhan, perempuan itu sangat cantik apalagi senyumannya itu. Belum lagi matanya yang indah. Baekhyun cukup minder melihat foto itu.

"Duduklah disini."

Baekhyun mengikuti perintah suaminya, dia duduk disamping Chanyeol. Dia menggenggam tangan Chanyeol dengan mata yang masih menatap nisan Irene.

"Irene, kenalkan ini Baekhyun yang pernah kuceritakan," Baekhyun menatap kearah suaminya, Chanyeol pernah menceritakan tentang dirinya pada Irene? Kapan? "Kau pasti terkejut, aku dan Baekhyun sudah menikah sekarang."

Chanyeol mengangkat tangan Baekhyun yang berada digenggamannya kemudian menciumnya. Dia memberikan kode agar Baekhyun berbicara.

Baekhyun mengerjapkan matanya, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. "Ehem… Hai Irene," Baekhyun menjeda kalimatnya untuk melihat kearah Chanyeol. "Aku Baekhyun, aku… istri Chanyeol."

"Chanyeol dia… apa yang sudah dia ceritakan tentangku padamu? Kuharap kebaikkanku karena dengan begitu mungkin kau bisa merestui kami. Aku… aku berjanji untuk menjaga Chanyeol dan Hana. Jadi kau merestui kami 'kan?"

Hembusan angina yang cukup kencang menerpa mereka. Chanyeol merapikan rambut Baekhyun yang berantakan karena angina.

"Aku yakin Irene sangat senang melihat ini."

Baekhyun mengangguk kemudian memeluk tubuh tinggi Chanyeol dan menaruh kepalanya didada Chanyeol. Dia tidak pernah merasa sebahagia ini.

.

.

Chanyeol terkekeh saat melihat istrinya terus meremas tangannya. Sejak dia berkata akan mengenalkan Baekhyun dengan orang tuanya, perempuan it uterus mendesah frustasi.

"Tenanglah."

"Bagaimana bisa tenang Chan. Aku tidak pernah bertemu orangtuamu sebelumnya dan sekarang aku bertemu sebagai istrimu."

Chanyeol paham, dia juga merasa sangat berdebar saat ini. Tapi dia lebih memilih menarik pelan tangan Baekhyun memasuki rumah orangtuanya. Tapi baru kakinya melangkah tiga langkah, tubuh mungil kakaknya sudah menghalanginya.

"Hay Chanyeol, kudengar dari Hana kau akan datang dengan 'mommy'."

Chanyeol memutar matanya malas. Apa-apaan kakaknya ini. "Ya… kenalkan ini Baekhyun."

Yura –kakak Chanyeol- menatap perempuan disamping Chanyeol. Matanya membulat melihat perempuan itu. sangat cantik.

"Ahh cantiknya~" dia menangkup wajah Baekhyun menggunakan kedua tangannya. "Aku bingung kenapa yang ingin menjadi pasanganmu perempuan cantik semua, padahal kau 'kan… ah ayo kita masuk Baekhyun."

Baekhyun yang ditarik paksa oleh Yura menoleh kearah Chanyeol meminta pertolongan. Sedangkan lelaki yang sudah menjadi suaminya itu hanya mengangkat bahunya.

Sesampainya diruang tengah, Baekhyun dapat melihat eum… banyak orang disana. Bukankah kata Chanyeol hanya keluarga kecilnya saja? Apa keluarga kecil Chanyeol sebanyak ini?

"Mommy~" suara anak kecil memanggil Baekhyun membuat dia tersadar dari keterkejutannya. Baekhyun mengelus kepala Hana yang memeluk kakinya.

"Baek ayo kita duduk dulu."

Baekhyun menurut dan mengikuti Chanyeol. Dia duduk dengan canggung, apalagi semua orang disana terdiam sejak kedatangannya.

PLAK

Baekhyun memejamkan matanya saat seorang lelaki yang berjalan mendekati mereka kemudian menampar pipi Chanyeol.

"Perempuan ini hamil?"

"Darimana ayah tau?"

Ah ternyata itu ayah Chanyeol. Baekhyun semakin berdebar, bahkan tubuhnya hampir bergetar.

"Anakmu yang terlalu pintar sudah menceritakan pada kami semua. Dan kau sudah menikah?"

Chanyeol kembali mengangguk. Tangannya mengusap tangan Baekhyun yang berada digenggamannya. Perempuan itu sudah berkeringat.

"Menikah tanpa persetujuan kami?"

"Bukan begitu ayah… ceritanya panjang."

"Cepat ceritakan."

Chanyeol menceritakan semua. Dari awal mula dia bertemu Baekhyun hingga kejadian kemarin. Matanya tidak pernah lepas dari ekspresi ayahnya. Sedangkan tangannya terus menggenggam erat tangan Baekhyun.

"Kenapa kau tidak mengenalkan pada kami dari awal!"

Chanyeol menutupi kepalanya menggunakan sebelah tangannya saat ayahnya memberikan gesture –gemas ingin memukulnya. "Aku juga ingin mengenalkan Baekhyun pada kalian tapi aku tidak menyangka seperti… ini."

"Sudahlah…" Baekhyun semakin menunduk saat seorang wanita peruh baya mendekatinya dan duduk disampingnya. "Namamu Baekhyun?" Baekhyun hanya mengangguk kikuk membuat wanita itu tersenyum.

"Tataplah orang yang bicara denganmu," wanita itu memegang pipi Baekhyun dan membawa arah pandang Baekhyun kearahnya. "Aku ibu Chaneyeol, selamat datang dikeluarga Park."

Baekhyun terpesona melihat senyuman itu. "Ne, terimakasih eum…"

"Panggil aku eomma."

Baekhyun mengangguk dengan senyum manisnya. Well, keluarga Chanyeol menerimanya dengan baik, Baekhyun harus bersyukur dengan keadaan ini. "Ne, eomma."

"Kau cantik sekali~"

Setelah itu Baekhyun hanya bisa pasrah saat kedua pipinya dicubit dengan gemas oleh ibu Chanyeol.

"Sudahlah eomma," Chanyeol menjauhkan istri barunya dari jangkauan ibunya. Lihat saja wajah Baekhyun yang memerah. Ibu dan kakaknya benar-benar brutal. "Baek, ini… orangtua Irene."

Baekhyun mengalihkan pandangannya pada sepasang suami-istri yang berada disofa seberangnya. Dia tersenyum dan mengangguk sopan.

Tapi tiba-tiba sang istri –ibunda Irene- berjalan mendekatinya dan Chanyeol. Jantungnya berdebar lagi. Apa ibu Irene tidak rela jika menantunya menikah dengannya? Pikiran negative berkeliaran dikepalanya. Dia 'kan kalah cantik dengan Irene. Senyumnya tidak semanis Irene. Matanya terlalu sipit. Lalu…

"Jadi Chanyeol menikahimu?" Baekhyun mengangguk pelan. Kepalanya terangkat keatas saat wanita itu mengangkat dagunynya. "Terima kasih sudah mengisi kekosongan hati Chanyeol yang manja ini."

"Eomma~"

Baekhyun melirik kearah suaminya. Ini kejadian langka, selama ini Chanyeol selalu bersikap gentle didepannya dan Chanyeol yang merajuk seperti ini… sesuatu.

"Anda… tidak marah Chanyeol menikah denganku?"

Wanita itu menggeleng. Tangannya mengusap kepala Baekhyun.

"Semenjak kematian Irene, aku dan ibu Chanyeol yang membantunya merawat Hana. Chanyeol tidak pernah membedakan kami, dia tetap menyayangiku walaupun Irene sudah tidak ada. Dia rutin setiap minggu mengunjungi rumah kami. Tapi tiba-tiba Chanyeol jarang mengunjungi kami. Dan ternyata itu karena ada kau."

"Maafkah aku…" Baekhyun merona malu. Apa kehadirannya membuat Chanyeol jadi jauh dengan keluarganya. Tapi Baekhyun benar-benar salut dengan Chanyeol. Dia bisa membina kedua keluarga ini tanpa istri disampingnya.

"Baekhyun…" dia kembali menoleh kearah ibu Chanyeol. "Walaupun kami sempat bingung, tapi akhirnya kami mengerti. Kami senang Chanyeol berakhir denganmu, kami yakin kau perempuan yang baik."

"Terima kasih eomma."

Baekhyun tidak dapat berkata apa-apa. Dia diterima dikeluarga Chanyeol. Keluarganya tidak menolaknya.

"Jadi… kalian ingin melangsungkan resepsi pernikahan lagi 'kan? Ayolah~ aku ingin mengenakan gaun."

Yura menatap kesal kearah adiknya yang menatapnya sengit. Apa salahnya dia melihat pernikahan adiknya yang kedua dan memakai gaun.

"Sebaiknya kau yang cepat menyusul Yura."

Lagi-lagi ayahnya ini sama menyebalkan. "Aku masih mencintai pekerjaanku."

.

.

.

Baekhyun dan Chanyeol duduk diatas kasur mereka dengan canggung. Well, bagaimanapun kejadian Baekhyun memberikan undangan benar-benar membuat mereka canggung.

Mereka bermalam di kediaman keluarga Park dan mereka tidur dikamar Chanyeol. Hana? Bocah itu jika sudah bertemu dengan Yura pasti tidak mau lepas.

"Chan?"

Akhirnya Baekhyun memecahkan keheningan dikamar yang temaram itu. dia menoleh kearah Chanyeol yang juga menoleh kearahnya. Dengan cepat dia membuang wajahnya malu.

"Ada apa?" Chanyeol memegang tangan istrinya dan membawa wajah Baekhyun kembali menatapnya. Dia tersenyum saat melihat wajah Baekhyu yang malu-malu. Sangat menggemaskan.

"Aku… itu… maafkan aku Chan."

"Untuk apa?"

"Di café waktu itu…"

Chanyeol menarik tangan Baekhyun hingga perempuan itu berada didekapannya. Bibirnya mencium pucuk kepala Baekhyun dengan sayang. Ya Tuhan… rasanya Chanyeol ingin menangis saat dia dapat memeluk tubuh ini lagi.

"Lupakan itu semua. Yang terpenting adalah sekarang," Chanyeol melonggarkan pelukkan demi menatap wajah Baekhyun. "Aku, kau, Hana dan bayi ini."

Hati Baekhyun menghangat saat tangan Chanyeol mengelus perutnya yang masih datar. Dia merasa sangat bodoh, sangat idiot kenapa dulu dia bisa menyerah. Meninggalkan Chanyeol dan menikah dengan Daehyun. Benar-benar pemikiran yang bodoh. Bagaimana jika pernikahannya dengan Daehyun benar-benar terlaksana. Dia tidak dapat menyentuh lelaki ini lagi, merasakan hangatnya dekapannya, dan mendengar kata-kata yang keluar dari bibirnya.

"Aku… aku benar-benar bodoh saat itu Chan. Aku mengira kau pasti sangat terkejut dan sakit hati. Aku tidak ingin mengecewakan ibuku. Aku minta maaf."

"Dengar Baekhyun," tangan Chanyeol menangkup wajah Baekhyun. "Walaupun saat itu aku benar-benar terluka, jangan pernah menyalahkan dirimu. Anggap saja itu sebagi penguat cinta kita. Mungkin jika tidak seperti itu, kita tidak akan cepat bersatu seperti ini."

"Maafkan aku…"

"Tidak ada yang perlu dimaafkan Baek."

Kepala Baekhyun mengangguk kecil. Matanya terpejam saat merasakan bibir Chanyeol mencium mesra keningnya.

Chanyeol merebahkan tubuh Baekhyun. dengan bertopang pada lengannya, Chanyeol mensejajarkan wajahnya dengan perut Baekhyun. tangannya mengelus perut itu dan menciumnya, membuat sang pemilik merona hebat.

"Halo baby, apa ayah mengganggumu? Kau sedang apa didalam sana? Tumbuhlah dengan sehat, jangan menyusahkan ibumu ya. Kami mencintaimu."

Baekhyun menetaskan airmata haru saat melihat Chanyeol menciumi perutnya terus-menerus. Bibirnya mengeluarkan tawa kecil.

"Chan, kemarilah."

Chanyeol menurut. Dia tidur disamping Baekhyun kemudian memeluk tubuh istrinya, membiarkan kepala Baekhyun berbantalkan lengannya.

Jari telunjuk Baekhyun menari diatas dada bidang Chanyeol. Kepalanya mendongak, matanya menatap sensual suaminya itu. "Apa kau menginginkan malam pertama kita?"

Chanyeol terkekeh kemudian menggenggam tangan Baekhyun dan mencium jari telunjuk nakal milik Baekhyun.

"Jujur aku sangat menginginkannya, tapi aku tidak mau menyakiti 'dia'," tangannya mengelus perut Baekhyun dan tersenyum

"Chanyeol… terima kasih.

"Untuk?"

"Semuanya. Aku sangat mencintaimu."

Chanyeol tersenyum kemudian membawa tubuh Baekhyun kedalam pelukannya. Tangannya mengelus surai panjang Baekhyun dan menghirup aroma tubuh istrinya.

"Aku lebih dari sangat mencintaimu. Tidurlah."

Baekhyun mengangguk kemudian menyamankan posisi tidurnya setelah bibirnya mengecup sekilas bibir Chanyeol, membuat lelaki itu gemas sendiri.

.

.

.

FIN

.

.

.

Satu ff selesai lagi~ lega rasanya. Gimana endingnya? Udah pada baper ya Baek mau nikah sama Dae. Dan yang mau nanya si Daehyun kemana, dia balik lagi ke Jerman abisnya kitati liat gebetan nikah sama orang lain (?). dan pas bagian nikah itu aku terinspirasi dari pilem Kuch Kuch Hota Hai (bener ga tulisannya?) walaupun ada yang beda lah ya~

Dan karena dua ff ChanBaek GS aku udah selesai, aku mau bikin ff baru dengan genre yang gak jauh beda. Hurt/Drama/Romantic rating? M tapi ga terlalu fokus ke enceh haha. Judulnya 'COMEBACK' castnya Chanbaek ft HunBaek –again- & HunHan. Ceritanya tentang si Chanyeol yang ketemu Baekhyun mantannya malah nikah udah nikah sama Sehun dan punya anak. Ceritanya emang terkesan pasaran, tapi InsyaAllah aku bikin alurnya yang ge ketebak(?) yah intinya gitu lah. Minat? Kalau iya minggu depan aku publish (kalau gada halangan).

And last, thank you so much reader yang udah review, follow, terus favorit cerita ini. buat sider, muncullah sekali saja di akhir chapter ini wkwkwk. Okede, bye semuanya selamat jumpa di ff yang lain muah :*