Tittle :SAKAU!
Cast : Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Shim Changmin
Pairing: KyuMin/ Slight!ChangMing
Rating : M
Genre : Romance, Drama
Length : Chaptered
Warning : YAOI/BL / TYPO(s) / M-Preg! / Little Naughty Ming!/ Bad Kyu!/ dll
Disclaimer : menurut saya, cinta itu seperti 'Yin dan Yang'. Perbedaan energi positif dan energi negative yang menyatu dan saling melengkapi membentuk suatu kekuatan tersendiri seperti 'Kyuhyun dan Sungmin', tapi fict ini murni milik saya sepenuhnya..
Summary : "Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku. Aku bukan orang bodoh atau tak peka yang tak dapat membaca gelagat anehmu. Apa yang belum kuketahui tentang Sungmin?"/ "Namanya Vincent Lee."/ "S-sungmin hyung~" / "Kau mengenal hyungku?"/ 'Aku tak akan pernah berhenti, hyung. Sekalipun aku harus mengorbankan diriku menjadi abu, aku rela asalkan itu untukmu. Maafkan aku, hyung. Aku mencintaimu! Bila memang tak ada jalan lain, aku akan menjadi abu untukmu~'/ KYUMIN/YAOI/ JOYers silahkan berkunjung!
** (bunnyblackFLK136) present **
~ SAKAU!
.
.
.
enJOY
.
.
CHAPTER 10
"S-Sungmin hyung~.." gumam Ryeowook tak percaya. Ia berjalan lebih dekat untuk memastikan siapa sosok yang tengah terbaring diranjang rumah sakit itu, benarkah itu Lee Sungmin yang ia kenal atau mungkin orang lain. Ryeowook bersikeras menyangkal namun kenyataan berkata lain. Orang yang tengah tertidur itu benar-benar Sungmin.
"Siapa kau?" tanya seseorang yang membuat Ryeowook terkejut. Seketika ia berbalik dan mendapati seseorang memakai jas putih dan dapat diidentifikasi sebagai dokter. Ryeowook tak mendapat jawaban apapun.
"Kau harus keluar sekarang, kau tidak boleh menemui pasien ini." Tegas sang dokter.
"Tapi aku temannya! Bagaimana mungkin aku diam saja melihatnya tak sadarkan diri seperti ini!" bentak Ryeowook tak terima. Sang dokter menghela napas, dilihatnya vas bunga yang terletak dinakas samping ranjang Sungmin. Bunga yang terdapati didalam vas tersebut gugur setangkai lagi, membuat sang dokter memandang sendu raga Sungmin.
'Kau membuang satu hari lagi waktumu, Sungmin!' batin sang dokter.
.
.
.
Setelah mendengar penolakan-penolakan dari Ryeowook, dokter itu memutuskan untuk membawa Ryeowook ke ruangannya dan menjelaskan sesuatu padanya.
"Apa kau dekat dengan pasien tersebut?" tanya sang dokter memulai pembicaraan.
"Tentu saja! Meskipun belum lama sekali kami saling mengenal tapi aku sudah menganggapnya sebagai hyung kandungku sendiri. Aku bisa memastikan tadi ia baik-baik saja, bagaimana mungkin sekarang ia menjadi seperti ini." Jelas dan ujar Ryeowook masih tak percaya. Dokter itu terdiam sembari memejamkan matanya, mencoba untuk bertelepati.
"Baiklah, Ryeowook-ssi. Meskipun kau bukan orang pertama yang mendengar ini namun kau akan mendengar sebuah kebenaran dan kuharap kau tidak membeberkan kepada siapapun. Aku sudah mendapat ijin untuk membicarakannya padamu. Sebelumnya, perkenalkan namaku Kim Jong Woon atau biasa dipanggil Yesung. Kini dengarkan baik-baik ceritaku karena aku tak akan mengulanginya!"
Dan setelahnya mereka pun larut dalam obrolan yang mampu membuat Ryeowook menangis ditempat. Bahkan, ia melupakan tujuan awalnya datang ke rumah sakit.
.
.
.
~SAKAU!~
.
.
.
Pasca pertemuan tak sengajanya dengan tubuh Sungmin, Ryeowook terlihat berbeda. Hal ini dirasakan oleh Sungmin sendiri, Eunhyuk dan bahkan teman-teman yang mengenal baik sosok Ryeowook itu. Sungmin yang khawatir akan gelagat Ryeowook berniat mempertanyakannya saat istirahat nanti.
"Wookkie-ah, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kau baik-baik saja?" tanya Sungmin tak dapat menyembunyikan kekhawatirannya. Kini mereka tengah berada di kantin sekolah.
"N-nde, hyung?" ulang Ryeowook tergagap. Helaan napas terdengar dari mulut Sungmin.
"Kau sering hilang konsentrasi dan seperti orang linglung. Kau juga terlihat menghindariku dan sedikit pendiam dari biasanya. " jelas Sungmin secara gamblang.
"Nan gwenchana, hyung. Hanya kelelahan saja." Ungkap Ryeowook berbohong. Namun, Eunhyuk yang mengenal jauh Ryeowook menangkap sinyal mencurigakan dan ia ingin membicarakannya empat mata. Ia tahu, Ryeowook tengah menyembunyikan sesuatu yang mungkin bisa meledak suatu saat.
.
.
.
Seorang namja bergummy smile tengah mendudukkan dirinya di sebuah coffe shop tak jauh dari apartmentnya ditemani secangkir hazelnut latte yang asapnya masih mengepul.
"Kau sudah lama?" sapa seseorang yang datang dan langsung menghampirinya.
"Tidak juga. Hingga aku memesan minum untuk kedua kalinya." Jawabnya yang lebih tepat disebut sindiran. "Duduklah!" titah Eunhyuk pada sosok mungil dihadapannya.
"Ada apa hyung memintaku kemari?" tanya Ryeowook, sosok yang ditunggu-tunggu Eunhyuk. Sembari mendudukkan dirinya, Ryeowook tengah memasang wajah naturalnya agar tak terlihat aneh ataupun mencurigakan dimata Eunhyuk. Seorang pelayan datang dan mencatat pesanan Ryeowook. Tak selang lama, pesanan datang. Dicicipinya sekilas Chocolate coffe itu.
"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku. Aku bukan orang bodoh atau tak peka yang tak dapat membaca gelagat anehmu. Apa yang belum kuketahui tentang Sungmin?" tanya Eunhyuk langsung dengan nada dan tatapan yang mengintimidasi. Ryeowook gelagapan, tangannya sibuk memainkan ganggang cangkir dihadapannya. Pikirannya melayang, menerawang jauh obrolannya dengan dokter Yesung. Ryeowook gelisah, ia sibuk menimang jawaban apa yang harus ia lontarkan kepada Eunhyuk. Jujur namun membahayakan Sungmin, namun berbohong pun tak mungkin.
"Tak perlu berpikir sekeras itu, Wookkie. Aku sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya. Mengenai raga Sungmin, bukan?" Eunhyuk berbicara dengan enteng seolah tanpa beban. Berbanding terbalik dengan Ryeowook yang menampakkan ekspresi terkejut diluar batas.
'Bagaimana mungkin?' pikir Ryeowook.
"H-hyung sudah tahu?"
Eunhyuk mengangguk mantab sebagai jawaban atas pertanyaan yang kembali terlontar dari mulut mungil Ryeowook.
"Sejak kapan?"
"3 minggu setelah Sungmin bersama dengan kita."
"Lantas kenapa hyung tak memberitahuku?" kesal Ryeowook. Eunhyuk mengatakan bahwa ia telah mengetahui perihal ini 3 minggu setelah Sungmin datang ke sekolah ini. Berarti, sudah sangat lama sekali Eunhyuk mengetahui kebenaran yang ada. Lalu, kenapa ia tak membaginya dengan Ryeowook.
"Sekalipun aku ingin namun aku tak dapat melakukannya, bukan? Disini hidup Sungmin dipertaruhkan." Eunhyuk menjawab dengan tenang. "Sebenarnya sudah lama aku tahu Sungmin mengincar Kyuhyun, namun lambat laun aku mencurigai jika diantara mereka ada rasa. Selain itu, kurasa ada yang janggal dengan takdir mereka." Ryeowook mengangguk-anggukan kepalanya pertanda maklum. Berarti, orang pertama yang dimaksud Yesung adalah Eunhyuk.
"Bagaimana kau bisa bertemu dengannya? Apa dokter Yesung yang memberitahumu?" tanya Ryeowook kembali. Eunhyuk mengernyit.
"Dokter Yesung? Nugu?" bukannya menjawab, Eunhyuk justru menimpali dengan pertanyaan lagi.
"Dokter Yesung adalah orang yang memberitahuku siapa Sungmin sebenarnya. Saat itu aku ingin mengunjungi halmeoni yang berada di Rumah Sakit yang sama dengan Sungmin dirawat. Aku lupa menanyakan dimana letak kamar inapnya jadi kuputuskan untuk mencari daripada harus kembali lagi dan bertanya. Ketika aku membuka salah satu pintu disana, kudapati tubuh Sungmin dengan berbagai macam alat medis. Awalnya aku meragukan sosok dihadapanku itu namun seseorang datang dan menjelaskan padaku, dia adalah Yesung." Dan penjelasan dari Ryeowook kembali berlanjut, Eunhyuk mendengarkan dengan seksama sembari mencerna tiap kata yang keluar dari bibir mungil Ryeowook.
"Hyung, kini giliranmu yang menjelaskan padaku!" Ryeowook menghardik Eunhyuk. Ia bernafas sejenak dan memulai ceritanya..
FLASHBACK ON
Hari ini gerimis mengguyur seisi kota Seoul. Kendati demikian, tak menjadi halangan bagi orang-orang tertentu dalam menjalankan kesehariannya. Seorang namja cantik tengah berdiri di ambang pagar sekolahnya yang hampir tertutup rapat, sepertinya jemputan untuknya terlambat. Tak selang lama, sebuah motor sport berwarna dark blue yang dikendarai oleh seorang namja tampan berhenti tepat dihadapan sang namja cantik.
"Maaf membuatmu menunggu lama, Hyukkie. Tadi eomma memintaku untuk menemaninya sejenak." Ujar sang namja tampan.
"Gwenchanayo, Hae. Aku mengerti." Eunhyuk membalas perkataan sang namja bernama lengkap Lee Donghae itu. "Kajja!" ajak Eunhyuk lalu menaiki motor Donghae di jok belakang. Mereka pun pergi meninggalkan area sekolah menuju Rumah Sakit.
"Ngomong-ngomong Hae, selama kau bercerita tentang keadaan hyungmu yang koma, kau belum memberitahukan namanya padaku. Kau hanya menceritakan kisahnya saja dan itu annonymous." Setelah sampai di Rumah Sakit, mereka berjalan menuju sebuah kamar tempat hyung Donghae dirawat. Memang, hari ini Eunhyuk memaksa untuk ikut Donghae mengunjungi serta menjaga hyungnya itu. Di dengar dari cerita yang sering Donghae sampaikan, Eunhyuk menjadi penasaran akan sosok itu.
Donghae tersenyum sekilas sambil tetap berjalan dan mengawasi depan, ia teringat sesuatu. "Namanya Vincent Lee."
"Jjinja? Terdengar seperti bukan nama original Korea." Sahut Eunhyuk.
"Hyungku sangat suka memperkenalkan dirinya sebagai Vincent Lee, hanya kepada orang tertentu ia akan menunjukkan nama aslinya."
"Siapa memang?"
"Lee Sungmin."
'DEG'
"Jjinja? Baru-baru ini aku mendapati teman baru disekolah bernama Lee Sungmin. Ternyata nama Lee Sungmin pasaran sekali. Pantas saja hyungmu mengganti namanya seperti itu. Terdengar lebih glamour." Kesan Eunhyuk pada Donghae yang hanya tersenyum. Mereka pun tertawa bersama disepanjang jalan yang mengantarkan mereka menuju kamar inap itu. Tak terasa mereka telah sampai didepan pintu kamar inap bernomorkan 137.
"Kau menempatkan kamar hyungmu diujung seperti ini?" tanya Eunhyuk tak percaya.
"Gwenchana. Aku ingin hyungku cepat kembali terasadar dari tidur panjangnya. Ia tak menyukai keheningan, kuharap dengan menyisihkannya disini dapat membuatnya jengah dari tidur panjangnya dan segera terbangun. Aku sangat mengharapkan esok ia terbangun kala sang surya menampakkan sinar emasnya ." Donghae menjawab dengan senyuman yang menawan. Kamar yang ditempati memang berada diujung lorong dan berada di deret paling timur sehingga saat matahari terbit kita dapat mengamatinya dari sini.
Tak ingin berlama-lama, Donghae membimbing Eunhyuk untuk masuk dan mendekat. Ia mengernyit kala menatap wajah pasi Eunhyuk dibelakang sana dengan mata membeliak dengan mulut menganga lebar, benar-benar ekspresi shock yang sangat kentara.
"Hyukkie, gwenchana?" tanya Donghae memastikan.
"S-sungmin hyung~" Gumam Eunhyuk lirih namun masih dapat didengar oleh Donghae.
"Kau mengenal hyungku?"
"Dia adalah Sungmin yang baru pindah kesekolahku, Hae. Aku yakin, bahkan sangat sangat yakin! Meskipun tak lama ini kami bersama, namun ingatanku cukup jeli dalam menghafal wajah seseorang. Aku berani bersumpah bahwa hyungmu sangat mirip dengan Sungmin-ku." Eunhyuk mencoba menjelaskan. Tiba-tiba ia merasa kepalanya sangat pusing, berbagai macam pertanyaan berlalu-lalang dalam pikirannya dan menuntutnya untuk sesegera mungkin mencari jawaban sebagai obatnya. Donghae menghela Eunhyuk untuk duduk disofa yang terletak tak jauh dari ranjang yang Sungmin tempati.
"Aku akan memberitahumu satu hal yang mungkin tak dapat dicerna oleh logikamu, namun ini semua benar adanya. Dan berjanjilah untuk menjaga rahasia ini untukku dan hyungku." Donghae berujar dengan bersungguh-sungguh.
FLASHBACK OFF
.
.
.
"Dan begitulah Donghae menceritakannya padaku. Awalnya aku berpikir ia tengah beralibi, namun tak dapat kupungkiri bahwa tak ada yang mustahil didunia ini. Sepulang sekolah aku pasti meminta untuk segera pulang cepat baik itu darimu maupun Sungmin hyung, itu karena aku ingin mengunjungi dan mengawasi Vincent hyung itu. Semata-mata bukan karena aku pergi kencan dengan Donghae, Wookkie. Kau mengerti, bukan?" Eunhyuk melanjutkan kembali ceritanya.
"Nde, hyung. Mianhae. Tingkahmu sangat aneh jadi kupikir kau sedang ada apa-apa dengan Donghae hyung." Kilah Ryeowook. "Sekarang apa yang harus kita lakukan, hyung? Apa kita bisa menolong Sungmin hyung?" tanya Ryeowook.
"Mollayo. Kita tak pernah bisa merubah takdir Tuhan, tapi kurasa mencoba tak ada salahnya."
Ryeowook mengangguk mendengar jawaban Eunhyuk.
"Tapi sebelumnya, kita harus mencari tahu akar masalah ini. Sebisa mungkin dari awal hingga sampai saat Vincent hyung berada dalam kondisi komanya." Eunhyuk menambahkan dan disambut anggukan setuju dari Ryeowook.
'Let's play with destiny!' ujar Eunhyuk dalam hati.
.
.
.
~SAKAU!~
.
.
.
Sungmin berjalan menyusuri jalan setapak, hendak pergi ke taman kota. Sesampainya, diedarkan pandangan menelisik sosok yang ingin bertemu dirinya. Saat maniknya menangkap seseorang yang tengah duduk menantinya disana, dengan girang ia melangkah menghampiri.
"Changmin-ah, sudah lama menunggu?" sapa Sungmin menyadarkan Changmin yang tengah melamun. Sungmin pun mendudukkan dirinya disamping Changmin. Mereka duduk dibangku kembar yang tak berhadapan hingga tak menyadari dua sosok yang tengah menguntit Sungmin dan ikut mendudukkan diri dibangku yang membelakangi keduanya.
"Anio, hyung." Balas Changmin sembari memamerkan senyum menawannya. "Bagaimana kabarmu, hyung?" tanya Changmin.
"Tak pernah merasa lebih baik!" gurau Sungmin. "Kau sendiri?"
"Seperti yang kau lihat."
"Min-ah, eomma Kyuhyun bercerita padaku tentang Sungmin yang dulu menjadi kekasih Kyuhyun, apakah mungkin-" Sungmin terlihat ragu saat mengatakannya sehingga ia memilih untuk menggigiti bibirnya.
"Kau berpikir Sungmin kekasih Kyuhyun adalah kau?" tanya Changmin menyuarakan keinginan Sungmin. Dengan pelan Sungmin mengangguk. Changmin mulai meredup, namun sebisa mungkin ia menjaga hatinya.
"Bukan, hyung." Balas Changmin dengan senyumnya yang bila ditelisik lebih dalam lagi akan nampak senyum kepedihan, kekecewaan dan mungkin sedikit kecemburuan.
Mereka pun terlarut dalam obrolan ringan, namun lama-kelamaan obrolan mulai serius dan kentara sekali wajah tegang dikeduanya.
"Waktumu berkurang kembali, hyung. Kau tahu bukan? Kumohon kau segera bergegas."
Sungmin tersenyum, pandangannya menerawang rerumputan segar dihadapannya.
"Aku sudah berusaha, Min-ah. Hanya saja, terkadang rasa keputus-asaan itu sangat menggembara mengalahkan semangatku. Hidupku nantinya masih belum tentu, jikalau aku berhasil dengan misiku ini dan Tuhan memutuskan untuk memberiku hidup lagi sungguh mengesankan. Akan tetapi, bila pada akhirnya aku sama-sama tak dapat mencecap hidup lagi, bukankah lebih baik jika aku juga memanfaatkan situasi ini?" Sungmin menjelaskan kepada Changmin. Sorot matanya berubah sendu, ingin rasanya Sungmin menangis namun sekuat tenaga ditahan olehnya.
"Aku sedang mengupayakan hal itu, hyung. Percayalah padaku! Aku akan terus mengusahakan kebangkitanmu nanti. Kumohon jangan menyerah, hyung~" Changmin menyahut. Ia memang tak berbohong, ia sudah berusaha mati-matian mencari cara agar Sungmin dapat hidup kembali jika pada akhirnya Tuhan memutuskan bila Sungmin harus kembali ke asalnya setelah menyelesaikan misi ini.
"Tak perlu, Changmin-ah! Kau sudah banyak membantu sejak awal aku menjadi ruh pemula. Kau sudah berkorban banyak untukku, Min-ah. Kumohon untuk kali ini saja, biarkan semua berjalan sesuai apa yang dikehendakinya."
Dan keduanya kembali terdiam.
'Aku tak akan pernah berhenti, hyung. Sekalipun aku harus mengorbankan diriku menjadi abu, aku rela asalkan itu untukmu. Maafkan aku, hyung. Aku mencintaimu! Bila memang tak ada jalan lain, aku akan menjadi abu untukmu~'
.
.
.
_TBC_
.
.
.
~SAKAU!~
.
.
.
Annyeong.. SAKAU! Ch9 update diikuti oleh Malhaebwa! Ch3.. happy reading~
Oya, chingu.. saya mau tanya dong. Kevinnya XING sama Kevinnya U-KISS itu sama gak sih? Saya kan gak sengaja liat acara U-KISS vs ZE:A nah dstu kan ada Kevin nah pas liat kok mirip sama Kevinnya Xing.. saya berpikir apa mereka orang yang sama? Kalo ada yang tau, bisa jawab lewat review. Thx chingu~ ^^
Thx a lot to:
.vikink = gwenchana chingu. Ni dah dilanjut, happy reading ^^
Maximumelf = hahaha,, ya dibaca dari depan aja dulu chingu. Kalo langsung ke chapter ini jelas bingung lahh.. chingu ini ada-ada aja. Happy reading ^^
KikyWP16 = mian chingu. Emang saya buat segitu, kkk~ HWAITING ^^
Kim Yong Neul = Gomawo, chingu. Emang sengaja saya buat sweet sebelum saya siksa mereka. Hahaha~ *tawanista Oya, chingu. Mian buat kesalahan penulisan nama chingu di chapter kemarin. Jeongmal mianhae *bow
.7 = Pertanyaan chingu akan saya jelaskan di chapter depan. Jadi chapter depan akan ada flashback Kyumin dan dimeriahkan oleh perjuangan Changmin demi kebangkitan Sungmin. Itu belum hidup total, chingu. Jadi dia hidup hanya karena bayangan dosa masa lalunya. Ini dah dilanjut, happy reading ^^
.1 = ni dah dilanjut, chingu. Happy reading ^^
dirakyu = jjinja, chingu? Waduhh banyak udah dua orang yang bilang FF saya mirip sama novel dan FF lain. Tapi apa emang sama persis, chingu? Saya gak telaten(?) baca novel kalo gak ada temen yang bawa dan sayanya sendiri gak tertarik. Lebih enak baca FF.. hehehe.. ni dah dilanjut ^^
Heldamagnae = welcome back, chingu ^^ sudah lama saya gak liat nama kamu nongol, eh sekarang udah nongol lagi. Seneng deh~ gomawo, chingu. Heum, ade? Boleh juga asalkan chingu diatas saya. Hehehe~ berarti saya panggil chingu, eonni? Happy reading ^^
nasibnya tergantung sama saya, chingu. Bwahahahaha~ *tawanista ni dah dilanjut. Hahaha~ chingu bisa aja! Kamu gak bulukan, bukan? Happy reading ^^
KobayashiAde = Nado annyeong, chingu. Jawabannya ada dichapter depan chingu. Ni dah dilanjut, cheonmanayo ^^
ChoLau137 = Sungmin yang mana yah? Yang pasti Sungmin uri mommy. Hehehe :D liat dichapter depan ya, chingu ^^ akan ada flashback tentang semuanya..
wereyeolves = Twiinnya Sungmin yang ngetik ni FF *plakkbuaghgedebugh Happy reading ^^
lee sunri hyun = Happy reading ^^
5351 = hehehe... review kamu tepat sasaran. Tapi liat kedepannya, oke? Happy reading ^^
BluePink137 = Happy reading ^^
binbing = WOW! Chingu marathon, hahaha kamu bisa aja! Gomawo, chingu. Saya pribadi sih gak apa-apa yang penting dibaca aja. Siders pasti punya alasan tersendiri untuk tidak memunculkan diri dalam FF saya. Saya menulis ingin berbagi bukan ingin mencari, daripada gak ngapa-ngapain. Hehehe~ Bisa jadi begitu, chingu! Ni dah dilanjut, happy reading ^^ HWAITING~
sissy = review kamu tepat! Tapi liat kedepannya, chingu. Muehehehe~ *bugh Happy reading ^^
KyuMin ELF = Yang tahu Eunhyuk dulu tuh! *tunjukatas Gomawo, chingu. Sengaja sweet dulu sebelum masuk ke sedihnya. *bletak Ni dah dilanjut ^^
Momo Koda Mi = iya chingu. ni dh dilanjut ^^
Mianhae kalo belum ada yang disebut. Buat Siders sekalian juga terimakasih. Yang pasti GOMAWO ALL and SEE U on the NEXT CHAPTER. I'll be back soon
.
.
.
~himCHANrin~
