Aaarrrggghhh…
saya bener-bener ga nyangka kalau fict ini bisa nyampe chapter ke 10… #nangis
.
.
Disclaimer : YAMAHA, Crypton Future Media
Chapter. 10
.
.
Piko's POV
Yo.. yoroshiku, namaku Piko Utatane, kelas 1-C. Ya.. aku sangat tahu bahwa aku hanyalah seorang figuran disini… hehe.. jadi ya, umm… aku hanya akan mencoba memperdalam karakter Kaito-senpai disini. Ok. Yang pertama, yang kutahu dia itu adalah murid bernama Kaito Shion dari kelas 2-B. Seorang ketua seitokai, dan seorang idola tim inti klub basket sekolah kami. Fisik.. tubuh tegap, lumayan tinggi, berkulit putih, berambut dan bermata biru, dan yang paling penting… tampan. Lalu masalah sifat, umm… menurutku dia itu orang yang baik, mudah bersahabat, tapi agak sedikit jahil. Dan yang paling sering kudengar sih dia itu sedikit… baka, kata tersangka Kamui-senpai.
"Hoi, Pikyo~~ ayo cepat keruang rapat…!" panggil Kaito-senpai dari pintu kelasku. Go.. gomen, aku lupa menjelaskan. Sekarang sudah waktu pulang sekolah, Meiko-sensei juga sudah keluar dari kelas kami. Entah aku harus berterima kasih atau merasa kasihan pada Kagamine-san karena ulahnya. Ya, dia tertidur pulas saat pelajaran dimulai, jadi ya… tugas-tugas yang harusnya diberikan pada kami diserahkan seluruhnya pada Kagamine-san.
Yosh. Aku pun segera mengambil tasku untuk menuju ruang rapat. Untuk merencanakan suatu acara. Saat aku berada dipintu kelas, aku melihat Fukurawa-san sedang berbicara dengan Kiyo-sensei dengan wajah sedikit memerah. Yang kudengar sih dia mengidap Oedipus complex, ya… itu sih baru gosip saja, tapi kalau melihat langsung seperti ini…
"Pocky, apa yang kau tunggu…?!" aku mendengar suara Kaito-senpai yang ternyata masih menungguku. Lalu, setelah Fukuwara-san selesai membicarakan sesuatu dengan lelaki yang sepertinya disukainya itu, sebagai anggota OSIS, aku, dia, dan Kaito-senpai pergi ke… arah yang berlawanan dengan ruang OSIS ?
"A.. ano kaito-senpai, kita akan kemana ?" tanya Fukuwara-san dengan nada ragu, takut pertanyaannya keliru. Kaito-senpai hanya terus berjalan sampai akhirnya kami sampai kehalaman disamping sekolah yang tidak ada penghuninya. Lalu ia berbalik dengan sebuah senyuman tanpa arti,
"Aku…" angin berhembus menerpa rambut birunya ketika ia berkata. "…Mau bolos." Heh ? diujung mataku, dengan jelas aku bisa melihat sebuah kerutan alis diwajah Fukuwara-san. Seperti ingin mengabaikan, kaicho kami yang satu ini pun segera berjalan mundur,
"Aku hanya ditugaskan untuk memanggil kalian, jadi ya… jangan bolos ya…" jelasnya lalu mulai memanjat pagar kawat sekolah kami yang lumayan cukup tinggi.
"Kaaiiichhoo…" sebelum memanjat jauh, Fukuwara-san telah berhasil menangkap kaki sang lelaki Shion satu ini dengan sangat kuat karena amarah. Mungkin jika dimanga atau dianime, rambut panjang dan merahnya itu sudah berhamburan bagaikan api. Ya, dia sangat marah.
"Ah~~ aku tertangkap Miki-miki~~" selah Kaito-senpai dengan senyum paksa. Dan dengan satu gerakan, tenaga super nona Fukuwara pun menarik dan membanting tubuh kaicho kami, perempuan memang menyeramkan ya…
Normal's POV
Miku Hatsune. itulah yang bisa kita kenali dari sesosok gadis yang tengah duduk meringkup dibawah pohon halaman belakang sekolahnya. Frustasi ? mungkin. Kecewa ? masuk akal. Cemburu ? cemburu ?
"Haah..! akhirnya bisa kabur juga..." ucap orang yang bernamakan Kaito dengan mengelus bahunya yang sakit akibat pembantigan oleh world's champion Fukuwara Miki. langkah gontai. Baju dan rambut yang terlihat berantakan. Keringat yang membasahi seluruh tubuh. itulah yang dapat dideskripsikan dari seorang Kaito yang tengah berjalan tanpa sadar menuju Miku.
Miku yang menyadari kedatangan seseorang yang sangat tidak ingin ditemuinya itu hanya terdiam pasrah- lebih tepatnya, tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Tanpa hirauan, lelaki berambut biru itu pun berlalu melewati Miku dan membuatnya tersentak. membuat mata emerald greennya berkaca-kaca. "Kenapa ?" satu kata yang cukup untuk membuat seorang kaicho berhenti dari langkahnya. "Luka.. Rin... dan bahkan... kau juga..." ucap Miku mulai terisak.
Kaito. yang tiba-tiba saja mengingat kalimat '..Kau akan tahu akibatnya..' dari seorang gadis mengerikan, segera berbalik dan menatap lurus kearah gadis yang tengah menangis tak berdaya. bersimpuh dengan satu kakinya, lelaki bermata deep blue tersebut mengelus pelan mahkota teal sang gadis, berharap membuatnya sedikit lebih tenang...
.
"Saat aku kekelas Rin-chan tadi... Teto bilang ia sedang minta bantuan pada Mikuo-nii untuk mengerjakan tugas biologi yang diberikan Meiko-sensei..." jelas Miku dengan menundukkan kepalanya. Kaito ? henya mendengarkan dengan seksama. "Lalu... waktu istirahat dan pulang tadi Luka-chan ditarik keluar oleh Yuuma..." lanjutnya dengan mengepalkan tangannya. "Lalu... kau... datang dan melewatiku begitu saja..." dengan satu kalimat, Kaito tengah dapat merasakan wajahnya memerah.
"Jadi... kau kesepian ?" jawab Miku dengan sebuah anggukan kecil. "Umm... kenapa... sepertinya kau membenci Yuuma ?" tanya Kaito lagi mengingat kepalan kebencian yang dibuat Miku ketika membicarakan seorang lelaki bersurai merah muda. Sementara Miku hanya terdiam, tidak menanggapi pertanyaan kedua dari lelaki yang tengah duduk bersebelahan dengannya itu.
"..."
"Err... kalau kau tidak ingin membicarakannya-"
"Waktu aku sekolah dasar..." ucap Miku mulai angkat bicara. "Aku menyukainya..." lagi, Kaito kembali mencoba untuk mendengarkan dengan cermat. "Dia adalah kakak kelas yang tinggal bersebelahan dengan rumahku yang dulu. Dia adalah Rival terberat dalam hal apapun. Dia adalah... sahabat terbaikku..." ... "Disekolah, kami selalu bertengkar, dalam hal olah raga, musik, maupun bekal. Semuanya kami lakukan berdua. Berdua... setidaknya sampai aku mulai menyukainya..."
"..."
"Saat aku kelas lima, orang tuaku memutuskan untuk pindah keluar daerah karena pekerjaan. Jadi, aku memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku. Aku mengajaknya untuk bertemu ditaman dekat rumah kami. Dia setuju. Tapi... berjam-jam aku menunggu, ia tidak datang..." Miku pun kembali mengeratkan kepalan tangan dan ringkupan kakinya. "Ketika aku masuk kesekolah ini, aku bertemu seseorang. bermata emas dan berambut bagaikan gulali. Tentu saja aku senang. Dan saat kusapa, ia masih mengenaliku. Tapi semuanya berbeda. dia bukanlah seorang Yuuma yang kukenal. Bukan karena dia yang berubah, tapi karena aku yang sudah tidak menyukainya lagi. Dulu, Yuuma yang kulihat sebagai seseorang dalam kerumunan, sekarang sudah menjadi satu dengan kerumunan tersebut. Dan setelah aku mengetahui sifatnya yang dingin, aku menjadi membencinya..."
"Miku..." Miku pun segera menoleh kearah orang yang memanggilnya, "Saat pertama kali bertemu denganmu, kukira kau adalah gadis yang kuat..."
"..."
"Tapi... ternyata kau adalah gadis yang lemah dan kesepian..."
"Apa..?!" bentak Miku tak terima atas penilaian senpainya.
"Apa... kau membenciku, Miku ?" mendengar pertanyaan singkat Kaito, Miku pun segera berdiri membelakangi lelaki tersebut.
"Ka.. kau... kumaafkan." Mata Kaito terbelalak, tak percaya atas apa yang akan dikatakan sang gadis. "Kau benar, aku hanyalah anak ayam yang kesepian... maka dari itu, aku sangat membutuhkan seorang teman... seorang teman yang sepertimu..." jelas Miku dengan wajah semerah apel.
"Sou ka ? Arigatou, Miku..."
"Urrrghh... Kaicho... awas kau kalau kutemukan...! aku akan membunuhmu...!" ancam seorang gadis bersurai merah yang tengah kesal karena kaburnya seseorang.
"Err... te.. tenanglah, Fukuwara-san... pasti Kaito-senpai ketemu kok..." ucap Piko sembari berjalan dibelakang Miki. Yup, setelah acara kaburnya Kaito, kini Piko dan Miki ditugaskan untuk mencari si maniak es krim. "Dan... memangnya sekarang kita akan mencari kemana ?" rooftop ? sudah. Toilet ? sudah ? ruang ganti laki-laki ? sudah. Laboratorium ? tidak yakin... Perpustakaan ? tidak mungkin.
"Halaman belakang. Tempat yang paling sering digunakan untuk membolos."
'Kalau itu memang pikiranmu, kenapa tidak sejak awal saja mencari disana ?' pikir Piko dengan sebuah sweatdrop, "Err... Oh iya, Fukuwara-san... err... apa... kau menyukai Kiyo-sensei ?" tanya sang lelaki berambut putih mencari alasan untuk meredam amarah temannya. Namun takdir berkata lain, bukannya tenang, gadis berahoge tersebut justru bebalik dengan mata mengerikannya. mengerikan, cukup mengerikan untuk membuat si shota Piko bergetar dan dibanjiri keringat.
"Apa katamu barusan, Piko...?!"
"Err... etto... sore wa..."
"Sou ka ? Arigatou, Miku..." mendengar suara seseorang yang tengah dicarinya, Miki pun segera menoleh kesumber suara dan mendapati Kaito tengah berbicara dengan teman sekelasnya.
"Be.. berarti kita harus menyusun rencana untuk yang kemarin..." ucap Miku mengingat pengakuan langsung dari Kaito atas pengclaiman dirinya menjadi seorang kekasih Shion Kaito.
"Tidak perlu kok, Miku..." ucap Kaito sembari berdiri dari posisinya dan menunjukkan jarinya kearah gedung sekolah. Lebih tepatnya, lantai tiga. Atau lebih tepatnya lagi, jendela kelas Mikuo Hatsune. Dan perbuatannya itu dengan sukses membuat sang gadis bersurai teal menoleh dan mendapati seorang Kagamine Rin yang tengah membuat kedua tangannya menjadi tumpuan kepala sedang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan 'payah' dari jendela.
"HIIIII...! Ri.. Rin-chan..." pekik Miku. Kaito pun menurunkan telunjuknya dan menolehkan kepalanya kearah yang berlawanan dari tempat Miki dan Piko mengintai. Disana, terdapat Luka yang tengah berdiri dengan tatapan lembut. Dan... dan, seorang lelaki bersurai merah muda yang tengah melipat tangan dan bersandar pada dinding gedung sekolah.
'Lu.. Luka-chan dan... Yu.. Yuuma... gawat...' bisik Miku dengan kaki gemetar.
"Hey, Fukurawa-san... tunggu..." ucap Piko sembari mengejar gadis yang kini telah berhenti atas panggilannya.
"Kau benar, aku menyukai Kiyo-sensei... lalu apa ?" ucap Miki tanpa berbalik.
"Err... sebsenarnya aku hanya ingin bertanya kenapa kau melepaskan Kaito-senpai, tapi kalau kau bertanya seperti itu... sebagai teman aku akan mendukungmu-"
"Ke.. kenapa !?" bentak sang gadis dengan wajah sedikit memerah karena mendapat satu-satunya pendukung jalan cintanya.
"Kenapa ? Umm... tentu saja..." Miki pun mulai berbalik perlahan, mencari-cari letak wajah teman yang sudah lama dikenalnya. "Karena itu adalah keputusanmu sendiri... dan lagi pula, Fukuwara-san yang kukenal selalu menyukai seseorang dengan tulus..." jelas Piko sembari memasang senyum terbaiknya. Dan hal itu membuat Miki yang melihat senyum seorang malaikat yang tengah bermandikan cahaya langit sore menjadi lebih memerah wajahnya.
"Ka.. kalau begitu... aku juga akan mendukungmu dengan Luka..." dan kini giliran Piko yang memerah wajahnya.
"Eh..?!"
"Kau suka padanya kan ? jangan kalah dengan Len ya...!" tambah Miki dengan senyum jahil. "Oh, iya satu lagi... kau cukup memanggilku Miki saja ya, Piko-kun~~" ucapnya terakhir sebelum meninggalkan seorang shota dibelakang.
TBC.
Fuh~~ gomen, gomen...
saya sama sekali ga ada ide plus SALAHKAN KENAPA HARUS TERJADINYA UTS...! Yup, karena UTS, saya tidak bisa meneruskan fict dan beberapa hari yang lalu, internet tiba tiba saja mati, trus... mau saya apakan kertas ulangan dengan nilai segitu... Kami-sama...! saya sama sekali ga cocok jadi anak ipa maupun ips... TTATT kenapa di sma saya ga ada juruan bahasa...! kenapa ga ada pelajaran bahasa prancis maupun jepang apalagi jerman sementara skolah lain ada...! AAAAAARRRRGGGGHHHH...!
aru : *ahem*
saya : oke, sora juga mau minta maaf karena ch ini cuma kira kira 1.500an word... gomen *sembah sujud*
Itachannio (Ch. 9)
Rin.. kamu dibilang imut tuh... XDDDD
gomen kalau ceritanya kedikitan, otak saya lagi mampet... DX
Umm... untuk kelanjutannya, saya rencananya sih mau di masukkin di ch 12an... gomen...
masalah itu... karena saya kasihan sama Kaito, jadi saya ga bikin dia ditampar ataupun jadi pacarnya... *diinjek injek*
FlameAblaze (Ch. 9)
Yup, saya sedang berusaha membuat Kaito yang sebaka mungkin, jadi gomen kalau gagal... DXX
akan sora bikin lebih baka di ch depan...
Vermiehans (Ch. 9)
Gomen menunggu lama... kali ini adalah chnya KaiMi walaupun dikit... TTATT
Untuk Len Luka bakalan sora bikin di ch depan... XDDD
Kagami Kagusa (Ch. 9)
Eh ? bermasalah ? internet saya juga baru baru ini bermasalah kok... pokoknya trima kasih telah menyempatkan membaca... XDDDDD
152 cm (Ch. 9)
ya, selamat sore... umm... kalau jam segitu waktu itu kayanya saya masih tidur deh... XDDDD
aru : dasar sapi.
saya : heh ?! manis !? err.. kalau gitu jangan sering sering dibaca, nanti kena diabetes lho... ._.
aru : anak ipa gagal aja...
saya : XP.. Setuju..! Gaku-chan itu tante tante gagal...! *dikubur terung*
umm.. yg amnesia... waktu itu sih karena saya lagi males nanya mbah... akhirnya saya memutuskan untuk nanya temen yang jua suka anime, trus dia cuma bilang... 'Hah ? Ooh, itu... ga tahu.'
Jadi, walaupun saya sangat benar benar penasaran, saya belum tahu... gomen... XDDD
tapi kayanya lumayan seru karena harem... XDD #gila
aru : cewe mesum...!
saya : untuk ch depan, sora sih udah bikin ceritanya kira kira 300 word... ZD
aru : segitu udah ?! o.O
saya : ya, pokoknya ch depan adalah chnya Len dan Luka... trus saya juga bingung, si Miki mending sama Kiyo-sensei apa Piko ya ? bantuin saya dong... XO
Sudahlah, akhir kata... Gomen to arigatou...
mohon bantuannya untuk ch depan... (_ _)
rei : RnR ?
-Fuyuuki Rivaille
.02.55 p.m
