Cerita ini diambil berdasarkan jalan cerita drama EXO NEXTDOOR, namun menceritakan tentang kisah Chanyeol dan Baekhyun, bukan Chanyeol dan Moon Gayoung seperti drama aslinya.

EXO NEXT DOOR CHANBAEK STORY

Park Chanyeol EXO K | Byun Baekhyun EXO K

WARN! BL

..

..


"Sudah selesai berisik nya?"

"Eh?... iya sudah.."

"Bagus."

Lalu keheningan menyelimuti mereka. Kyungsoo dan Sehun yang tadi membuat keributan pun sekarang diam dengan kepala menunduk. Sedangkan Chanyeol yang berada didepan mereka menatap lurus keduanya tanpa minat. Hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk membuka pembicaraan yang tadinya sempat terhenti.

"Kalian tumben aneh." Ucapnya.

"Kau yang aneh." Kyungsoo mendongkak menatap Chanyeol. Dia menghela napas sebentar lalu menegakkan tubuhnya. "Chanyeol, kau tahu kenapa kami, maksudku aku memintamu untuk pergi kesini?"

Chanyeol menggeleng. "Kau cobalah untuk berbaikan dengannya."

"Ha?"

"Ku bilang kau berbaikanlah dengannya, Chanyeol. Kumohon—"

"Permisi.. hehe aku penggemar kalian, bolehkah aku meminta tanda tangan kalian?"

Ketiganya mendongkak menatap seorang gadis remaja berseragam sekolah yang menyodorkan selembar kertas dan spidol. Sebagai artis yang mengharuskan mereka untuk menjaga image dan berbaik hati pada penggemar, mau tak mau pun mereka harus menandatangani kertas yang dipegang gadis itu. Satu persatu dari mereka bergantian menandatangani kertas dan tersenyum ramah pada gadis itu hingga gadis itu pergi menjauh dari meja yang mereka tempati.

Setelah gadis itu menjauh, mereka kembali pada tujuan pertama. Membicarakan sesuatu yang menurut Kyungsoo penting.

"Oke.. sampai damana tadi?"

"Kau memohon padaku."

"Ya... Kumohon Chanyeol, Berdamai lah dengannya.."

"Siapa yang kau maksud, bodoh?"

"Ya! Aku tidak bodoh! Oke. Yang kumaksud itu Baekhyun. Berbaikanlah dengannya. Kau membuatnya menderita dengan kata kata kasar mu dan penolakanmu. Meski kau tidak menyukainya ya setidkanya kau bersikap biasa saja padanya. Seolah olah tidak terjadi apa apa disini. Meski kau jijik atau apalah yang kau rasakan padanya, setidaknya kau tutupilah hal itu padanya."

Kyungsoo menoleh pada Sehun memberi sinyal dan kembali menatap Chanyeol lagi. Sehun yang mengerti pun menganggukkan kepalanya, "Kyungsoo benar. Kami minta tolong padamu, berdmailah dengan Baekhyun. Setidaknya, kau buatlah dia kembali tinggal di rumah yang kita tempati sekarang. Jangan buat dia berlama lama tinggal diluar sana."

..

..

Chanyeol mengguling gulingkan tubuhnya diatas kasur. Rambutnya berantakan dan matanya sudah dihiasi dua buah bercak hitam pudar yang mengganggu ketampanannya. Pembicaraannya dengan Sehun dan Kyungsoo di cafe empat hari yang lalu lah penyebabnya. Dia tidak bisa berhenti memikirkan perkataan Kyungsoo yang memintanya untuk berbaikan dengan Baekhyun.

Hell

Sebenarnya siapa yang salah disini? Baekhyun? Atau Chanyeol? Mungkin menurut Chanyeol, Baekhyun lah yang salah. Menurut yang lain? Tidak tahu. Bagaimana menurut kalian? Chanyeol atau Baekhyun?

Menurut Chanyeol, Baekhyun lah yang salah. Kenapa dirinya yang harus meminta maaf? Dan anehnya lagi kenapa hingga saat ini dia terus memikirkan hal itu? Belum lagi hingga tidak bisa tidur dan berantakan seperti ini.

Oh ayolah! Chanyeol tidak menyukai Baekhyun dan dia tidak akan mau hal itu terjadi.

Namun siapa tahu jika suatu saat ia akan menyukai Baekhyun

Chanyeol masih menggulingkan tubuhnya kekanan dan kekiri. Sesekali dia menggeleng gelengkan kepalanya yang tiba tiba saja terlintas bayangan Baekhyun menangis di pikirannya. Ada apa dengan ku? Batinnya.

Chanyeol seolah olah sedang berlaga tolol dengan segala kelakuannya saat ini. Sebenarnya, asal kalian tahu dan Chanyeol yang tidak mau tahu, dirinya tengah memendam sebuah perasaan aneh sejak empat hari yang lalu. Dunia nya teralihkan begitu saja tanpa sebab yang jelas. Dan itu semua karena Kyungsoo

..

Empat hari yang lalu...

"Tolong lah Chanyeol, berikan dia sebuah kesempatan jika kau berbaik hati. Kembalilah bersahabat seperti dahulu. Jangan terpecah seperti ini. Kau tidak tahu begitu berharganya kelakuan bodoh kalian yang bagusnya bisa membuat kita semua tertawa."

"..." Chanyeol terdiam mendengar permintaan Kyungsoo padanya. Dia tidak berniat menjawab atau berbicara sepatah katapun mengenai permintaan Kyungsoo dan Sehun.

"Chanyeol. Hyung. Oke. Aku minta maaf atas kelakuan bejat ku yang memukulimu waktu itu. Aku hanya terbawa emosi kau tahu? dan oh ayolah! Jangan berdiam seperti itu. Kau terlihat seperti seorang bayi yang tengah mengedan untuk buang air besar. Berbicaralah sepetah kata saja."

Dan lagi lagi Chanyeol masih terdiam, dia hanya melirik Sehun sebentar sebelum menatap jendela dibelakang Kyungsoo dan Sehun kembali.

"Chanyeol, kami tahu kau.. pasti ini berat untuk mu untuk memaafkan Baekhyun yang menyukai mu. Tapi tolong lah maafkan sahabatmu. Jika kau tidak mau meminta maaf, setidaknya jangan bertingkah laku seolah olah dia adalah parasit paling menjijikan yang jika kau sentuh akan mendapat dosa."

"..."

"Terserah padamu lah. Kami tidak memaksa. Sehun, ayo pulang. Kita pulang kedorm saja aku malas dirumah sana."

Sehun mengangguk lalu bangkit dan tanpa berkata apapun dia berjalan meninggalkan meja. Di belakangnya, Kyungsoo juga bangkit dan berjalan meninggalkan Chanyeol. Namun baru beberapa dia melangkah, dia berhenti dan berjalan mundur sedikit tanpa mengubah arah berdirinya. "Baekhyun saat ini berada di hotel yang tidak jauh dari gedung agensi. Kamar nomor 257 aku tidak tahu lantai berapa, jika kau memiliki pikiran untuk memaafkannya datang dan tanyakan saja pada resepsionis hotel itu. Baekhyun menempati kamar atas nama kakaknya., dan kau pasti sudah tahu jelas nama kakaknya bukan? Ku harap kau berubah pikiran. Aku permisi." Ucapnya lalu berjalan pergi meninggalkan Chanyeol sendiri yang menatap kosong keluar jendela.

..

Chanyeol mengusak kasar rambutnya. Dia sudah tidak menempel pada kasurnya, dan saat ini ia tengah berjalan berputar putar didalam kamar seperti orang tidak waras. Sesekali dia menggigit kuku ibu jari kanannya dan setelahnya dia akan menjambak atau mengusak kasar rambutnya.

Dasar tidak waras.

"AARGHHH! Persetanan dengan gengsi. Masa bodo. Baiklah Kyungsoo, aku akan lakukan permintaanmu untuk memaafkan si sialan Baekhyun." Geramnya kesal. Chanyeol berlari menuju kamar mandi untuk bersiap siap bak orang kesetanan dan setelahnya ia buru buru mencari pakaian yang tidak peduli apakah pas atau tidak ditubuhnya. Yang terpenting ia harus segera pergi dari sini dan melesat ke hotel yang tak jauh dari agensi.

Bilang saja Chanyeol gila. Tidak apa. Dia memang gila. "Ya, aku gila karena Byun Baekhyun." Ucap Chanyeol sebelum membanting pintu kamarnya dan berlari menuruni tangga dan menyempatkan diri untuk mengambil kunci mobil yang memang sengaja manajernya tinggalkan disini. Dia bahkan menghiraukan panggilan Sehun yang sedang duduk di teras rumah ini.

Masa bodo dengan semuanya. Saat ini pikiran Chanyeol tengah terpaku pada pada Baekhyun. Bakehyun Baekhyun Baekhyun dan Baekhyun. Bahkan Chanyeol pun melupakan fakta tentang dirinya yang beberapa hari lalu masih membenci Baekhyun dan selalu mencemoohnya jika terlintas dipikirannya wajah BAEKhyun atau apapun tentang Baekhyun.

Tak terasa Chanyeol sudah memasuki kawasan tempat agensi yang di naunginya bediri. Dia menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri mencari cari adakah hotel disekitar sini. Namun dia tidak menemukan hotel satupun disekitar sini. Dia hanya menemukan beberapa motel atau hotel melati dan Chanyeol sama sekali tidak yakin Baekhyun akan menempati tempat semacam itu. Apalagi kakaknya yang memilihkan, Chanyeol benar benar tidak yakin akan hal itu.

Chanyeol memutuskan untuk menepikan sebentar mobil yang dipakainya. Dia membuka ponselnya dan membuka aplikasi map untuk mencari tahu letak hotel yang tidak jauh dari sini. Dan dia pun menemukannya. Namun sayangnya, hotel yang berada didekat sini sudah dilewatinya tadi tanpa sadar karena pikirannya terlalu penuh dengan Baekhyun. Mau tak mau pun dia harus putar balik untuk sampai dihotel yang mungkin saat ini Baekhyun tempati.

..


EXOND


..

"Terimakasih sudah singgah disini untuk beberapa malam, kami harap anda merasa puas dengan segala fasilitas yang kami berikan. Terimakasih dan datanglah kehotel ini lagi, tuan."

"BAEKHYUN?! KAU CEK OUT DARI HOTEL?!"

Baekhyun menjauhkan ponselnya dari telinga. Teriakan kakak nya ini sungguh memekakan telinga kanannya. Dan belum lagi pandangan aneh dari salah satu resepsionis didepannya sangat membuatnya malu. "Aniya.. itu orang lain. Aku masih menempati hotel ini, hyung." Ucapnya.

"Lalu bagai mana bisa suara orang lain yang sedang cek out terdengar diponselmu hah?"

Baekhyun melirik pria yang tadi baru saja cek out dari hotel ini sebentar lalu membalas ucapan kakaknya, "Aku kan ada di tempat resepsionis, jelas saja kedengaran."

"Sedang apa kau disana? menggoda pada resepsionis? Hah?"

Dia memutar matanya malas,"Ck. Jangan asal tuduh, hyung. Adik mu ini tidak mungkin seperti itu. Aku hanya bosan berada dikamar. Tidak ada jadwal latihan di agensi. Saluran tv pun membosankan, jadi ya kuputuskan saja untuk berjalan jalan dan akhirnya aku terdampar disini." Belanya. Baekhyun merasa sedikit tidak terima dibilang menggoda resepsionis oleh kakaknya. Dia pikir aku seorang penggoda atau apa pikir Baekhyun.

"Untuk apa kau terdampar disana?"

"Karena aku bosan, hyung." Ucap Baekhyun lalu dia mengerucutkan bibirnya lucu. Membuat resepsionis perempuan didepannya terkikik kecil. Baekhyun melirik resepsionis yang tertawa lalu tersenyum sedikit setelahnya.

"Maksudku, apa yang kau lakukan disana bersama para resepsionis?"

"Aku hanya mengjak mereka mengobrol itu saja, tidak lebih."

"Ck. Dasar kurang kerjaan. Pantas saja Chanyeol tidak menyukaimu, kau kurang kerjaan sih."

"..." Baekhyun terdiam mendengar nama Chanyeol disebut oleh kakaknya. Dia berusaha mengontrol detak jantungnya yang tiba tiba saja berubah menjadi cepat.

"Eh.. Baek? Kau masih disana? EEEY JANGAN MENANGIS! KAU TAHU? AKU HANYA BERCANDAAA. Baekhyun please jangan menangis aku minta maaf. Jangan baper deh dek."

"..."

"Baek? Kau oke? Kau tidak baper kan dek? Adek? Hey?"

Yang benar saja. Baekboom memang sudah seperti anak gaul. Bahkan dia tahu kosakata baper yang Baekhyun sendiri masih bingung maksudny apa.

Merasa jengah dengan rengekan Baekboom yang menyuruhnya gar tidak menangis, Baekhyun pun menghela napasnya berat lalu memanggil kakaknya, "Hyung.."

"Apa?"

"Aku lapar... pesan kan aku makan ya.. aku malas makan makanan hotel ini. Bosaan." Ucapnya setengah merengek. Dan lagi lagi, resepsionis didepannya tertawa. Bukan hanya yang didepannya dua resepsionis lain yang berada tak jauh dari Baekhyun pun tertawa mendengar rengekan Baekhyun yang sangat tak wajar untuk dibicarakan didepan resepsionis yang bekerja dihotel ini. Apalagi Baekhyun sampai mengatakan bahwa ia bosan dnegan makanan yang ada disini. Dasar ceplas ceplos.

"Ck, yasudah. Dasar manja. Kau tunggu saja dilobby. Aku akan memesankan mu makanan. Kau harus makan makanan apapun yang kupesan ya?"

"Iya iya... tapi aku tidak mau timun."

"Iya, oke. Kututup dulu ya Baek."

"Okee."

Setelah sambungan tertutup, Baekhyun pun berpamitan pad resepsionis disana dan berjalan menuju sofa terdekat untuk duduk dan menunggu makanan yang dipesankan oleh kakaknya datang. Untuk memperjelas, sejak tadi Baekhyun memang sudah berada di lobby dan mengobrol bersama resepsionis resepsionis nganggur. Jadi dia sekarang hanya perlu mencari tempat duduk untuk menunggu tukang antar makanan datang.

..


EXOND


..

"Permisi, kamar atas nama Byun Baekboom nomor berapa ya?"

Resepsionis yang ditanya sedikit mengerutkan dahinya, "Maaf sebelumnya tuan.. anda siapa ya? Dan ada keperluan apa anda dengan pemakai kamar atas nama Byun Baekboom?" tanyan nya sopan.

Chanyeol sedikit menggeram kesal melihat tingkah resepsionis yang menurutnya terlalu ingin tahu itu. "Oh ayolah! Aku saudaranya asal kau tahu, cepat katakan kamar nomor berapa dan lantai berapa!"

Ucapan keras Chanyeol menghasilkan buah. Si resepsionis kepo ini pun akhirnya memberitahu letak dimana kamar itu berada. Dan Chanyeol pun langsung bergegas menuju lantai 4 dimana letak kamar nomor 257 itu berada. Chanyeol memencet mencet tombol naik pada lift dengan cepat. Berharap pintu lift yang lambat akan cepat terbuka dan dia akan cepat sampai dilantai 4.

Ketika pintu lift terbuka, Chanyeol buru buru masuk dan langsung memencet tombol angka 4 pada tombol lift. Keringat dingin mulai muncul didahinya. Kedua tangannya saling bertautan dan saling meremas satu sama lain. Chanyeol gugup. Gugup untuk bertemu Baekhyun yang baru saja kemarin ia patahkan hatinya. Ah bukan patah lagi. Sudah hancur berkeping keping malah.

Begitu pintu lift terbuka, Chanyeol keluar dengan perlahan. Berjalan menelusuri lorong hotel dengan pelan untuk mencari kamar nomor 257. Ternyata kamar 257 yang Baekhyun tempati berada tepat diujung lorong ini, didekat jendela keluar dan lorong menuju kolam renang yang memang berada dilantai 4.

Chanyeol berdiri gugup didepan pintu sambil berkali kali mengangkat dan menurunkan tangannya yang akan memencet bel. Dia menghembuskan napasnya berkali kali dan bahkan berjalan seperti setrika panas didepan pintu. Chanyeol saat ini benar benar sangat gugup. Sangaaaaat gugup.

Dan dengan satu kali helaan napas panjang yang berat, Chanyeol pun memutuskan untuk memencet bel kamar itu. Namun baru saja ia ingin mengangkat tangannya, suara langkah kaki dari arah lift dan suara nyanyian yang tidak asing ditelinganya membuat Chanyeol buru buru berjalan menjauh dan menyembunyikan dirinya di balik pintu pembatas lorong kamar dan lorong yang akan membawa kita menuju tempat kolam renang.

Chanyeol membulatakan matanya dan mulutnya menganga kebawah begitu melihat, Baekhyun yang tak jauh darinya tengah menempelkan kartu kamar atau kunci kamar. Baekhyun terlihat lebih kurus dengan kaos hitam kebesaran dan celana jeans pensil dimata Chanyeol. di tangan Baekhyun ada dua buah pelastik yang berisikan box yang sepertinya box makanan.

Tangan Chanyeol merambat pada dadanya begitu pintu kamar Baekhyun tertutup dan Baekhyun menghilang dibalik sana.

Bodoh.

Bodoh.

Chanyeol mengumpat pada dirinya sendiri menyadari betapa bodohnya tingkah yang dilakukannya tadi ketika melihat Baekhyuun. Dia seperti seorang sasaeng kurang ajar yang tengah menguntit artis idolanya.

Chanyeol keluar dari persembunyian dan bediri didepan pintu persis seperti tadi. Tangannya mengepal disamping tubuhnya. Dia harus masuk dan meminta maaf pada Baekhyun seperti permintaan Kyungsoo kemarin. Namun dia tidak berani untuk bertatap muka langsung dengan Baekhyun apalagi dengan kondisi dia yang mengenaskan seperti ini. Kaos merah, celana jeans bolong bolong, masker abu abu, dan rambut berantakan. Tidak mungkin sekali dia harus bertemu dengan Baekhyun dalam kondisi seperti ini.

Dia menolehkan kepalanya kearah pintu kamar yang terbuka, dari dalam sana keluar seorang pria berpakaian serba biru dengan sebuah nomor dilengan kiri bajunya. Pria itu seperti office boy.

Ya office boy.

Chanyeol tersenyum menatap officeboy yang berdiri memunggunginya didepan sana.

Dia punya sebuah ide untuk masuk kedalam kamar ini.

Ide yang bodoh namun sangat menguntungkan.

..


TBC


..

YEAAAY

APDEEEEET WUHUUUUUUUUUU

ff ini kurang dialog banget ya huhu gimana dong...

maaf ya apdetnya telat lagi ;(((((( udah masuk sekolah soalnya huhuhu maaf yaa.. chap depan mungkin bisa apdet cepet karena udah ga sekolah, tapi ga janji ya soalnya kan lebaran.. saya ada dijakarta dan mungkin laptop gabakal dibawa jadi kemungkinan kecil bisa apdet asap ;((( maaf ya buat kalian yang nungguin ff ini sampe lupa jalan cerita kemaren karena saking lamanya apdet. bahkan karena saking lamanya apdet jadi males review hehe

oiya h-3 lebaran yaa pada mudik kemana nih wkwkwk kalo sayamah orang jakarta ya pasti kejakarta dong yeaay sepi ~~~~~

mau ngucapin duluan ah wkwkw MINAL AIDZIN WALFAIDZIN YAA HAPPY IED MUBARAK KAWAN KAWAAANDDD MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YAAAAAAA tolong maafkan segala kesalahan saya baik disengaja mau pun tidak disengaja yahehehe

oiya kemaren ada yang perotes sama ff ini karena Baekhyunnya dibikin sakit hati terus sampe gaada niatan buat baca ff ini lagi, gapapa kok saya mah kan terserah kalian mau baca ff ini boleh banget gamau baca juga boleh hehe hak kalian kok. makasih buat kamu udh mengkritik ff ini hehe tapi tenang ko skrg udah masuk kepart part seneng seneng nih, Baekhyun ga dinistain lagi udah tenag aja kalian para Baekhyun stan.

terus juga ada yang bilang kalo say apunya dendam apa ke dia, wkwk jadi gini.. saya Baekhyun stan, tapi cara saya memperlihatkan dukungan saya ke Baekhyun atau anak exo lainnya tidak dengan berteriak oppa oppa atau apalah bahasa korea yang disalah gunakan oleh para kpopers ini ((bukan menyindir hanya mengatakan yang sebenarnya))saya punya cara lain untuk mendukung mereka, kalian boleh liat ditwitter fg saya aeskeurym buka aja jika butuh bukti.

dan masiiih banyak lagi deh yang mau dijelasin satusatu tapi nanti kepanjangan wkwk

yaudah review yaaa review loooh jangan sampe ga review reviewnya diatas 15 buah ayaaaaaaaay

GO GO REVIEEEEEEWWWW