Title: Ije Mak Shijaktwen Iyagi (The Story Has Just Begun) – Rise
Genre: Family. Romance.
Rate: T
Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Shim (Jung) Changmin, Kim Junsu, Park Yoochun, and other.
YunJaeMin family.
Disclaimer: Saya cuma pinjam nama. Yunho milik Jaejoong dan Jaejoong milik Yunho. Plot is mine.
Pairing: Of course Yunjae.
Warning: AU. OOC. BL. MPREG. typo
Note: Italic = flashback
.
[The Story Has Just Begun – Rise]
.
"Apa yang mau kau katakan, Hyunjoong ah?"
"Aku menyukaimu, Jae. Maukah kau menjadi kekasihku?"
Yunho teringat kejadian beberapa waktu lalu. Sakitnya tuh di sini, Jae. *nunjuk dada kirinya (plakk. Abaikan -_-). Ia menghela napas lagi entah untuk yang keberapa kali. Sudah tak ada harapan.. tak sedikitpun!
"Arrggghh.." Yunho mengacak rambutnya frustasi, kemudian menatap nanar lembaran yang ada dalam genggamannya, "Haruskah kuberikan padanya?" gumamnya menanyakan ke diri sendiri.
Namja tampan itu meninju setir mobilnya sesaat sebelum menyalakan mesin audi hitamnya, "Pulang sa—" perkataannya terhenti melihat sosok itu-Jaejoongnya yang tengah mengobrol dengan namja yang baru ia lihat beberapa waktu lalu namun sudah dibencinya aka Hyunjoong dengan senyum manis yang mengukir cherry lipsnya. Setelahnya ia lihat kedua namja itu memasuki sebuah mobil yang diyakini Yunho adalah milik Hyunjoong.
"Mau kemana mereka?" tanyanya sembari menjalankan audi hitamnya mengikuti mobil tergolong mewah yang baru berlalu itu.
Setelah melewati jalan raya kota Seoul yang cukup lengang sore itu, akhirnya mobil Hyunjoong berhenti dengan mulus di pelataran rumah Jaejoong dan dapat dilihat Yunho namja cantik itu keluar diikuti namja lain yang bersamanya di dalam mobil, "Hanya mengantar pulang ternyata." gumamnya.
Hyunjoong masuk ke dalam mobilnya dan pergi setelah sebelumnya berbincang sebentar dengan Jaejoong.
"Eoh? Yunho yah?" Jaejoong sedikit terkejut melihat Yunho yang baru saja keluar dari audi hitamnya dan kini sedang berjalan ke arahnya.
"Anneyoong..." sapa Yunho disertai senyum kecut.
Jaejoong sedikit mengernyit kala melihat ekspresi yang sedikit kurang menyenangkan itu namun kemudian tersenyum dengan manisnya, "Ada apa?"
"Aah, ini..." ujar Yunho sambil menyerahkan lembaran kepada Jaejoong.
"Apa in—aaah, tiket konser dongbangshinki?"
"Nde."
"Ini untukku?"
"Ne. Tontonlah bersama kekasihmu." Ujar namja tampan itu sambil melirik malas pada area kosong yang sebelumnya menjadi tempat berhentinya mobil Hyunjoong.
"Kekasih apa maksudmu?" Jaejoong memperhatikan 2 lembar tiket konser yang ada di tangannya, membelalakkan mata karena terkejut, kemudian melirik arlojinya, "Aaah, satu jam lagi konsernya mulai dan gate-nya pasti sudah dibuka. Kajja! Kau juga suka dongbangshinki kan?" Namja cantik itu menarik lengan Yunho cepat dan menyuruhnya masuk ke audi hitamnya diikuti dirinya, "Cepat jalankan mobilnya." Burunya, tak menyadari perkataannya akan membuatnya malu nanti.
.
~yunjae~
.
Dua jam lebih Yunho dan Jaejoong habiskan dalam Seoul Olympic Park Gymnastics Stadium untuk menonton penampilan dari kelima orang yang sangat terkenal di Korea itu (aseek). Mereka berdua kini sudah berada di luar rumah Jaejoong.
"Jae.. aku.. tadi melihatnya."
"Huh? Lihat apa maksudmu?"
"Saat aku ke kantormu berniat mengajakmu menonton konser bersama, aku melihat.. namja yang mengantarmu pulang tadi.. menyatakan cinta padamu." Yunho mengulurkan tangannya, "Chukkae."
"Ah, kau melihatnya? Kau juga tau dia mengantarku pulang? Dan a..apa maksudmu memberi ucapan selamat padaku?"
Yunho hanya tersenyum kecut dan menarik kembali tangannya kemudian membalikkan badannya hendak meninggalkan namja cantik itu. Hatinya masih terasa sakit. Ia bahkan sudah kalah sebelum bertanding—dengan namja yang bahkan belum ia kenal.
Namun suara Jaejoong menyurutkan langkah namja tampan bermata musang itu, "Aaah, kau pikir aku berpacaran dengannya?"
Dengan cepat Yunho menoleh dan membalik badannya menghadap Jaejoong.
"Aku tidak menerimanya."
"Eh? Kenapa?"
"A..apa yang kau maksud dengan kenapa?"
"Kenapa kau menolaknya?"
"Karena aku tidak—"
"Apa karena aku?"
"Eh?"
"Karena luka itu masih ada?"
"Luka itu memang masih ada, tapi bukan berarti aku tak berani menjalin hubungan baru dengan orang lain. Aku hanya tak pernah memandangnya lebih dari sekedar teman, itu saja..."
Yunho tercenung.. dan akhirnya hanya menatap Jaejoong intens, membuat namja cantik di hadapannya tertunduk karena rasa grogi yang menyerangnya.
Perlahan Yunho angkat tangannya dan mengarahkan jari telunjuknya tepat di hadapan dada kiri Jaejoong, "Izinkan aku menghapusnya.. luka itu."
Dengan cepat Jaejoong mengangkat kepalanya dan menatap Yunho dengan mengedip-ngedipkan matanya—masih mencerna ucapan yang dilontarkan namja bermata musang di hadapannya itu.
Kemudian Jaejoong tersenyum dan mengangkat tangan kirinya untuk menggenggam telunjuk Yunho yang mengarah pada dirinya, "Kuizinkan."
Ekspresi wajah bermarga Jung itu berubah. Bibir hati yang terkatup datar itu mengembang dengan mekarnya, "Jinjjayo?" tanyanya sambil dengan tangannya yang bebas ia genggam tangan Jaejoong satunya.
"Nde... Tapi berjanjilah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang kuberikan."
"Nde, aku janji. Gomawo. Jeongmal gomawoyo." Ucap Yunho riang sambil mencium telapak tangan Jaejoong berkali-kali.
Wajah namja cantik itu berubah horror, dengan cepat ia tarik tangannya yang ada dalam genggaman Yunho.
"Ma.. maaf.."
"Ehm. Kau pulanglah, sudah malam.."
"Nde. Udara sudah mulai dingin.." namja tampan itu merapatkan jaketnya, "Kau cepatlah masuk dan istirahat."
Jaejoong menganggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanggapan atas ucapan Yunho yang merupakan bentuk perhatian kepada dirinya itu, namun seakan teringat sesuatu, ia bergumam membuat Yunho yang hendak berbalik mengurungkan niatnya, "Aaah, ne.. Yunho yah, gomawo sudah mengajakku.. dan.. mian ne tadi aku terlalu senang jadi melakukan hal yang memalukan dan sangat lancang."
"Cheonmaneyo. Soal itu, tidak apa. Baiklah, aku pulang dulu.. Aneyoong." Ujar Yunho sambil melambaikan tangannya.
Jaejoong membalas lambaian tangan namja tampan itu, "Anneyoong.. hati-hatilah di jalan."
"Ndeee." Koor Yunho sebelum memasuki mobilnya dan setelah itu dapat dilihat oleh Jaejoong audi hitam itu melaju mulus menjauhi pelataran rumahnya.
"Jung Yunho..." gumam namja cantik itu sambil memasuki rumahnya.
"Ya! Yoochun ah, apa yang kau lakukan malam-malam di sini dan.. kenapa menatapku seperti itu?" tanya Jaejoong sedikit kaget saat wajah Yoochun yang menjadi pemandangan pertamanya ketika pintu rumahnya terbuka.
"Hyung sendiri... apa yang hyung lakukan bersamaaaa.. bersama Yunho hyung?"
"Eeh? Kenapa kau tau aku pergi bersamanya?"
"Hey.. hyung pikir dia tau dari siapa perihal kau yang sangat menyukai dongbangshinki?" Yoochun mengangkat-angkat alisnya, "Tentu saja dariku. Karena itu aku tau." Ia bertanya namun tak memberi kesempatan pada Jaejoong untuk menjawab.
"Dari aku juga, Chunnie." Junsu menampakkan diri dan melakukan hal yang sama seperti Yoochun—mengerling pada Jaejoong.
"La..lalu, memangnya salah kalau aku pergi bersamanya? Kami kan sama-sama menyukai dongbangshinki."
"Tidak sih, tapi..." PLUK. Junsu menepuk pundak Jaejoong dan membirkan tangannya di sana, "Aku senang kau bisa mengalahkan gengsimu."
.
~yunjae~
.
CKLEK
"Appaaa.."
Suara Changmin lah yang menjadi musik yang menyambut Yunho kala ia baru memasuki rumahnya, "Eoh? Minnie belum tidur?"
Changmin menggeleng, "Chun jucci bilang appa pelgi belcama eomma, pelgi kemana? Min pikil appa akan kecini belcama eomma, jadi Min menunggu appa."
"Nde. Memang tadi appa pergi bersama eommamu. Tapi sekarang eommamu sedang di rumahnya."
"Kenapa eomma tidak appa ajak kecini? Min ingin beltemu eomma."
"Ini sudah malam, Minnie ah. Eommamu ingin istirahat. Kau juga harus sekolah kan besok?"
BRAKK
Kedua Jung itu menoleh ke asal suara yang ternyata adalah pintu yang baru saja ditutup dengan kencang oleh eomma Yunho.
Namja tampan itu sangat tau eommanya pasti mendengar pembicaraannya dengan Changmin dan sangat tidak menyukainya. Tapi biarlah, toh ia sudah tak peduli. Bukan karena Yunho sudah tidak menyayangi eommanya, hanya saja.. yeoja paruh baya itu sudah keterlaluan dan ia sendiri yang mendiamkan Yunho.
"Sepulang sekolah besok, appa jemput Minnie setelah itu kita jemput eomma di kantornya."
"Tapi eomma balu pulang kelja cole hali."
"Kalau begitu sambil menunggu eommamu pulang, kita makan siang bersama dan bermain di game center. Otte?"
"Jinjja?"
"Ndee."
"Yakcok ne, appa."
"Ne, yaksok."
Kedua Jung itu mengaitkan jari kelingking mereka sebagai tanda perjanjian sudah disepakati.
.
~yunjae~
.
Siang itu audi hitam milik Yunho terparkir manis di pelataran kantor Jaejoong. Namja berbadan tegap terlihat melangkah keluar dari mobil mewah itu, diikuti bocah kecil dari sisi satunya setelah sebelumnya sang appa membukakan pintu untuknya.
"Itu eomma.." tunjuk Changmin pada sosok yang berjalan tak jauh dari mereka. Sejurus kemudian mata bambinya menyipit, "Eomma cedang belcama ciapa?"
Yunho ikut menyipitkan matanya, memperjelas penglihatannya pada sosok yang ditunjuk Changmin.
"Kim Hyunjoong.." gumam Yunho yang dapat didengar oleh Changmin namun tidak begitu jelas.
"Nugu, appa?"
"Itu teman eomma.."
Changmin hanya mengangguk-anggukkan kepala kemudian berlari kecil menghampiri sosok itu, yang tak lain tak bukan adalah Jaejoong.
"Eommaaaaa.."
Jaejoong segera mengalihkan perhatiannya pada bocah yang baru saja memanggilnya dengan suara di atas 5 oktaf itu. Tangannya terulur guna menangkap sang aegya yang menubruknya, berakhir dengan Changmin yang berada dalam gendongan eommanya.
"Changminnie.. menjemput eomma, hmm?"
"Uhm. Belcama appa juga.." ujar Changmin sambil mengarahkan jari telunjuknya pada Yunho yang baru saja tampak di hadapan mereka.
"Anneyoong.." sapa Yunho dengan senyum merekah menghias wajah tampannya.
Jaejoong hanya menanggapi sapaan itu dengan senyum.
"Changmin sangat merindukanmu. Karena itu aku mengajaknya ikut bersamaku untuk menjemputmu."
"Jae.."
Terdengar suara berat Hyunjoong. YunJae segera mengalihkan perhatian mereka pada sang pemilik suara itu.
Menangkap raut bingung dari wajah Hyunjoong, Jaejoong tersenyum tipis seraya mengangguk sebagai isyarat untuk menjelaskan apa yang menjadi kebingungan teman sekantornya itu.
.
~yunjae~
.
"Jadi, bisa kau mulai jelaskan siapa bocah yang memanggilmu 'eomma' dan namja yang ia sebut 'appa'?"
Jaejoong tersenyum, doe eyes-nya memandang Yunho dan Changmin yang berada cukup jauh dari tempatnya dan Hyunjoong duduk sekarang. Mereka sedang berada di taman yang letaknya tak jauh dari kantor tempat Jaejoong bekerja dan namja cantik itu memberi pengertian kepada anaknya untuk mengizinkannya bicara sebentar dengan Hyunjoong.
"Pasalnya kau pernah bilang padaku kalau kau belum menikah."
"Hmm.. aku harus mulai darimana ya?", sebentar Jaejoong menerawang ke langit, mengambil napas kemudian melanjutkan perkataannya, "Ada suatu kejadian.. hingga aku mengandungnya.. anak itu.. Changmin."
"Dan namja yang disebut 'appa' itu-"
"Yunho.. ayah biologisnya."
Hyunjoong yang sebelumnya menatap Jaejoong yang masih menerawang ke langit, melakukan hal yang sama dengan namja cantik itu, tersenyum.
"Diakah.. alasanmu tak menerimaku?"
"Hmm.. tidak juga. Aku memang tak pernah menganggapmu lebih dari sekedar teman, Hyunjoong ah."
"Tapi kau mencintainya?"
"Tentu saja. Tidak ada ibu yang tak mencintai anaknya."
"Ani. Maksudku.. Yunho. Kau mencintainya?"
Jaejoong menatap Hyunjoong. Mengedipkan matanya berkali-kali saat Hyunjoong balas menatapnya, kemudian menggeleng.
"Kau yakin?"
"Aku belum pernah melihatnya lebih dari sekedar orang dari masa lalu yang sekarang mulai masuk lagi di kehidupanku."
Hyunjoong tersenyum penuh arti, " 'Belum' ya? Apakah itu artinya bisa menjadi 'akan'?"
Jaejoong memiringkan kepalanya bingung, "Maksudmu?"
"Aku bisa melihatnya.. dia menyukaimu. Kau.. akan memberikan kesempatan padanya kan?"
Kembali, Jaejoong mengedipkan doe eyes-nya berkali-kali, "Tidak juga."
Dengan cepat Hyunjoong memegang kepala Jaejoong dan mengarahkannya pelan, kemana saja, asal pandangan mereka tak bertumbuk. Jika lebih lama dari ini, mungkin ia akan dihajar Yunho karena tiba-tiba mencium namja cantik di sampingnya yang bertingkah menggemaskan itu.
"Yak! Hyunjoong ah.. apa yang kau la—"
"Eommaa.."
Secara bersamaan Hyunjoong dan Jaejoong menatap ke arah pemilik suara 5 oktaf yang kini sedang sedikit berlari mendekat ke tempatnya berada disusul oleh sang appa di belakangnya.
"Sepertinya aku harus segera pergi.", Hyunjoong beranjak dari duduknya kemudian mengacungkan jempol ke arah Jaejoong, "Good luck untuk kalian."
Jaejoong hendak mengajukan pertanyaan apa maksud 'Good luck' tadi namun punggung Hyunjoong sudah tak terlihat setelah sebelumnya namja itu membungkukkan badannya pada Yunho dan Changmin.
"Eomma.. kajja kita pulang. Min lapaaal, ingin makan macakan eomma."
"Nde."
Jaejoong menggendong Changmin dan bocah itu menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher sang eomma.
"Apa.. yang kalian bicarakan? Apa kau berubah pikiran dan menerimanya?"
"Menurutmu?"
"Eh? Mana kutau. Kenapa malah bertanya balik padaku?"
Jaejoong tersenyum dan berjalan menjauhi Yunho, "Bukan hal yang penting.", menolehkan kepalanya ke belakang dan menatap Yunho yang sedang menyusulnya, 'Mungkinkah aku akan memberikan kesempatan padanya?'
TBC
Balasan review:
rei: pan ceritanya emaknya Yunppa disini belom sadar, chingu :) iya, #pukpuk appa.. gomawo reviewnya^^
Shim JaeCho: wakakak.. kesian banget si hyunjoong dibilang pengganggu XD aamiin ammiin.. haha. Gomawo ne reviewnya^^
babychokyu: waah perkiraan saya 3 atau 4 chapter lagi tamat nih fic, jadi masih lama atau dikit lagi? Gomawo ne reviewnya^^
Ai Rin Lee: tuh di atas udah ada jawabannya :) gomawo ne reviewnya^^
Anita: XD makasih juga udah ngakak, berarti gak jayus, haha.. yg review "lekas update unnie" itu kamu juga ya? Sip ini update. Gomawo reviewnya^^
Amanda jj: siip. Appa bear pan emang paling romantis sedongbang raya, wkwk. Gomawo ne reviewnya^^
Agnes: review kamu ada 3, saya bales satu aja gapapa kan? Mian nee . /Changmin: Min gak mau dicubit lagi, noona. #sambil elus" pipi/ XD tuh, author udah baik hati menyetujui permintaan kamu *nunjuk atas. gomawo ne reviewnya^^
Queen maharani: makasih udah dibilang lucu . iyah, chankyu emang epil :3 Jaemma udah terima kok gak kesetujuan (?) kamu, wkwkwk. Gomawo ne reviewnya^^
akiramia44: apa yaa? Ih kamu tau aja kalo hyunjoong ditolak, haha. Wkwk, iya, bisa bangkrut kalo punya anak kayak bang Imin. Sip ini dilanjut. Gomawo reviewnya^^
YunJae24: Jaejoong gak bilang "iya" kok :) harus disusahin dong, soalnya pernah ada yg minta begitu dan saya suka Yunho tersiksa XD sip ini dilanjut. Gomawo reviewnya^^
MaxMin: apanya yg pada saat yg gak tepat, hmm? /jaejoong: iya, eomma gak terima dia kok, anakku/ XD sip. Gomawo reviewnya^^
Betty: wkwk. Awas bebek ngamuk XD gomawo reviewnya^^
Citra: /changmin: iya, min cembulu banget, noona *mewek/ XD gomawo reviewnya^^
Putri: iya :) gomawo ne reviewnya^^
Sisca: haha. Tp sakit hati emang susah kan ilangnya? :) gomawo reviewnya^^
Jiji my cat: yunppa emang romantis :3 gomawo reviewnya^^
Jeje yepopo: kan udah dimaafin :) gomawo reviewnya^^
Anastasia: iya, gak diterima kok :) gomawo reviewnya^^
Guest: Beruang gak bakal patah hati :) gomawo ne reviewnya^^
Kristall yepopo: gak diterima kok :) gomawo reviewnya^^
Jeje my love: cep cep. Yunppa gak bakal patah hati kok :) gomawo reviewnya^^
Berta: siip. Gomawo ne reviewnya^^
Bebek imoetz: gak ada appa tiri :) gomawo reviewnya^^
Ega EXOkpopers: do'a kamu terkabul :) sip ini dilanjut. Gomawo ne reviewnya^^
Astrid park: makasiiih /reader: changmin woy yg lucu/ sip ini dilanjut. Gomawo ne reviewnya^^
Mpok kitty: do'amu terkabul :) appa gak bakal patah hati. Gomawo ne reviewnya^^
Rosella: diterima protesmu sama jaemma :) gomawo ne reviewnya^^
Dwi yuliani 562: harapanmu terkabul, hehe. Gomawo ne reviewnya^^
Marry minni: iyeee, min gak punya appa tiri kok. Gomawo ne reviewnya^^
Sinta clarrisa: iyaa :D semua cassie juga suka jidatnya kan? XD gomawo reviewnya^^
Spon boeb: hihi, emang changkyu imut :) gomawo reviewnya^^
wiendzbica732: iya. Cinta gak yaaaa? Haha. Gomawo ne reviewnya^^
adanoe: Maaf. Saya memang masih harus banyak belajar :) gomawo ne reviewnya^^
editor: wakakak. Mana bisa Yunho nembak pake lagu itu di sini? Terus, apa-apaan lagi ni pake 'editor' segala -_-
Apine Shim: makasih udah dibilang lucu dan bagus. Hyunjoong buat pemanis aja kok, wkwkwk. Gomawo reviewnya^^
