A/N: di chapter ini semua rahasia kebongkar
Chapter sebelumnya:
"aku...aku akan mencium kamu, jika kamu mendorong aku menjauh itu berarti...itu berarti aku gak akan ganggu kamu lagi tapi kalau kamu balas ciuman aku itu berarti kamu nerima aku" lalu natsu langsung menciumku dan menekan bibirnya ke bibirku, ciumannya panas, aku memejamkan mataku lalu membalas ciuman natsu.
Saat menyadari apa yang aku lakukan aku langsung mendorong natsu menjauh "maaf natsu...aku gak bisa..." kataku sambil mulai menangis lagi, lalu aku keluar dari mobil natsu dan langsung mencegat taksi sebelum natsu bisa mengejar ku.
-pagi hari-
Aku gak tahu harus percaya sama natsu atau enggak, dia udah nyakitin aku dan ngebohongin aku, aku gak tahu harus percaya sama dia lagi tau enggak,aku memandang diri ku sendiri di kaca,pagi ini pikiran ku benar-benar berat banget
Aku bertemu levy saat pergi ke sekolah, kami pun akhirnya berangkat bareng, aku berniat untuk menanyakan tentang hubungan dia dan gajeel karna hanya ada aku dan levy saja "levy, aku mau bertanya sesuatu dong" kataku "kau mau bertanya apa lucy" jawab levy yang kebingungan "apa hubungan kau dan gajeel?" saat mendengar pertanyaanku levy langsung terlihat membeku "ap-apa maksudmu lucy? Aku dan gajeel berteman dengan baik kok" katanya sedikit gugup, tapi dia mencoba untuk menyembunyikannya "kau tidak perlu berbohong lagi levy, aku sudah tahu kok kalau kau dan gajeel mempunyai hubungan yang lebih dari teman" levy hanya menghela napas "baiklah lucy, pulang sekolah nanti akan aku jelaskan saat ada erza dan juvia" aku mengangguk.
-di kelas-
"perhatian anak-anak! Hari ini kita kedatangan teman baru, berteman baiklah dengan dia oke" kata freed sensei, lalu anak-anak berbisik-bisik karna penasaran siapa anak murid baru itu, saat anak baru itu datang mataku terbelak tak percaya, lisanna, lisanna adalah murid baru di kelasnya.
"halo perkenalkan namaku lisanna strauss, semoga kita bisa berteman dengan akrab ya" kata lisanna sambil tersenyum dan memamerkan gigi putih dan rapinya,cowok laki-laki yang paling senang karna kedatangan cewek cantik seperti lisanna "baiklah lisanna kau boleh duduk di dekat pintu itu" lalu lisanna langsung bergegas menuju bangkunya.
-istirahat-
Saat bel berbunyi aku melihat natsu langsung pergi keluar kelas tanpa memedulikan temanya yang memangil-mangil namanya, dan saat aku melihat ke sekeliling aku melihat meja lisanna dipenuhi dengan orang yang bertanya-tanya tentang ku terbuyar saat erza memanggil ku untuk makan siang di atap.
"lisanna itu cantik ya, dari keluarga staruss lagi" kata juvia, keluarga staruss memang terkenal dalam bidang fashion, selain karna anggota mereka adalah model-model yang terkenal "kalau menurut ku sih lebih cantikan lucy daripada lisanna" ucap levy, muka ku pun langsung memerah "iya juga sih soalnya lucy itu KAWAIII!" sahut juvia dengan lebaynya "lagipula si lisanna itu cantik karna make-up sedangkan lucy cantik natural" kata erza sambil mengunyah strawberry cakenya.
Aku tidak melihat natsu maupun teman-temannya yang lain, kemana ya mereka, biasanya kan natsu pasti udah dateng duluan, ngomong-ngomong tentang natsu sejak kemarin aku belum berbicara denganya. Saat aku hendak duduk, jellal datang dengan muka yang gelisah lalu mengambil hp nya yang ada di dalam tas lalu langsung keluar kelas lagi "jellal kenapa ya?" tanya erza khawatir.
Bel masuk sudah berbunyi tapi masih belum ada tanda-tanda natsu dan teman-temanya akan datang ke kelas. Saat aku menoleh ke samping aku melihat lisanna yang memandang ku dengan pandangan tidak suka, aku sih sudah biasa dipandang oleh orang seperti itu jadi aku bersikap biasa saja.
-pulang sekolah-
Yang benar saja natsu dan kawan-kawanya bolos 3 mata pelajaran, kemana sih sebenernya mereka pergi bahkan juvia saja sampai linglung mencari gray-samanya.
"erza, juvia , lucy ada hal yang ingin aku bicarakan jadi kita ke rumah ku dulu yuk" kami bertiga menganguk, walaupun aku sendiri sudah tau apa yang ingin dibicarakan oleh levy.
Saat sudah sampai di kamar levy erza langsung menanyakan apa yang ingin dia bicarakan "kalian sebenernya penasaran kan tentang hubungan aku fdan gajeel?" tanya levy, kami bertiga langsung mengangguk "sebenernya aku dan gajeel itu pacaran dari kelas 6 SD, tapi gajeel punya tunangan yang sudah dijodohkan orang tuanya sejak kecil, jadinya gajeel tidak bisa menentang pertunangan itu, walaupun dia sendiri tidak menyukai tunanganya, makanya kami menyembunyikan hubungan kami berdua" kata levy dengan muka yang sedih, kami langsung memeluknya untuk menenangkanya "tenang aja yah levy kalian pasti bisa pacaran tanpa perlu diem-diem kok" kata erza yang air matanya sudah keluar.
"jadi luce apakah kamu mau menceritakan tentang masa lalu kamu sama natsu?" tanya juvia, "kalian akan terus bertanya ya sampai aku mau menjawabnya?" tanyaku, mereka bertiga langsung mengangguk mantap "jadi aku sama natsu itu udah pacaran dari kelas 1 SMP, aku seneng banget waktu itu orang yang se eksis natsu suka sama aku, yah maklumlah aku ini termasuk anak yang dibully di SMP dulu, tapi pas kelas 3 semester 2 ada seorang cewek yang bilang sama aku kalau natsu pacaran sama aku hanya supaya bisa pacaran sama cewek itu karna katanya dia ngasih natsu 1 syarat kalau natsu mau pacaran sama dia, natsu harus macarin aku lalu nge buang aku begitu aja" aku langsung menangis mendengar kata-kataku sendiri, juvia, levy dan erza pun langsung mencoba untuk mendiamkanku "jadi sebenernya siapa cewek yang kamu maksud itu?" tanya erza sambil mengelap air mata ku "dia...dia...cewek itu adalah lisanna" sontak mereka bertiga kaget, lalu erza langsung mengepalkan tanganya "dasar si bresengsek natsu dan si munafik lisanna, berani sekali mereka mengerjai lucy, lihat saja mereka berdua akan kubalas" levy dan juvia pun mengangguk "iya tenag saja lucy, kali ini kami akan menjaga lucy" kata juvia sambil memelukku.
"erza kau tidak perlu semarah itu dengan natsu" kataku yang sedang menenagkan erza "bagaimana tidak lucy dia sudah membohongi mu" sahut erza "tapi natsu juga pernah bilang awal-awalnya memang dia pacaran denganku karna terpaksa tapi lama-kelamaan dia jadi menyukai ku dan tidak peduli lagi dengan lisanna" kataku "itu semua bullshit lucy, jangan percaya" kata levy "sudah-sudah, kalian ini, kita hanya harus mendoakan saja yang terbaik buat lucy, siapa tahu saja natsu itu tidak berbohong" kata juvia yang memang dari kami ber-empat orangnya sangat lembut.
review~
