Dua belas anak yang tinggal di Sapphire Blue berkumpul di ruang tengah. Mereka duduk melingkar. Senyum senang terpatri di bibir masing-masing. Dengan kompak, mereka menyanyikan lagu Gom se mari bersama-sama. Semua mengeluarkan suaranya. Termasuk si kecil yang masih cadel. Walau masih susah payah menyebut tiap kalimat, tapi Kyuhyun tidak mau ketinggalan. Semangatnya yang membuat yang lain tambah bersemangat.

gom semari ga

han jiba isseo

appa gom, omma gom, aegi gom

appa gomeun tung tung hae

omma gomeun nalshin hae

aegi gomeun neomu kiyeowo

eusseuk, eusseuk, jal han da

Yoona ikut tersenyum melihat keceeriaan mereka. Ia mendekati anak-anak itu dengan membawa cookies coklat.

Sambil menikmati cemilan, mereka terus bernyanyi. Dan bergantian menirukan tarian tiga beruang kecil itu. Namun tidak dengan Kyuhyun. Ia melupakan nyanyiannya setelah melihat makanan. Kyuhyun lebih memilih mengisi bibir mungilnya dari pada bernyanyi.

"Pelan-pelan Kyu," tegur Yoona. Tapi sepertinya Kyuhyun tidak memperdulikan. Kyuhyun tetap memakannya dengan lahap.

"Hyung, bukanya hari ini ada pertandingan bola?" tanya Eunhyuk.

"Ahh…benar! Hari ini ada bola." Eunhyuk, Donghae dan Siwon langsung berlari ke arah tv. Karena suara semakin berkurang, mereka menghentikan nyanyiannya.

"Hyung mau ke mana?" tanya Ryeowook saat Leeteuk beranjak.

"Mau ke kamar sebentar. Kalian di sini dan jaga Kyunie," perintah Leeteuk. Pasalnya ia tidak menemukan Yoona di ruang tengah.

Mendengar teriakan yang begitu heboh, anak-anak lain tertarik untuk ikut menonton. Tinggal Kibum dan Ryeowook yang duduk bersama Kyuhyun. Namun lagi-lagi tidak bertahan lama. Ryeowook juga penasaran ingin melihat.

Kibum diam memperhatikan kegiatan Kyuhyun yang masih mengunyah. Tangan dan bibirnya penuh dengan coklat. Saat Kyuhyun pergi, Kibum terus memperhatikan Kyuhyun dari tempat duduknya.

Anak-anak yang menonton bola begitu heboh. Mereka mengekspresikan perasaan senang dan kesal lewat teriakan. Namun kehebohan itu tidak bertahan lama saat Sungmin menolehkan kepalanya ke belakang.

"Ehh…Kyunie mana?" anak-anak yang lain ikut menoleh. Yang pertama kali beranjak adalah Heechul.

"Bummie, di mana Kyunie?"

"Bumme tidak tahu. Mungkin di kamar Leeteuk hyung."

"Kyunie bersama Leeteuk hyung," ucap Heechul ke arah yang lainnya. Tapi sepertinya Sungmin tidak tenang sebelum memastikan. Ia beranjak ke arah kamar hyung tertua mereka. Di belakangnya mengekor duo bocah hiperaktif.

"Itu hyung di kamar mandi," ucap Donghae.

"Berarti Kyunie bermain sendi—" Eunhyuk tidak melanjutkan ucapannya. Matanya membulat horror saat berada di depan pintu kamar Leeteuk.

"Hae-ya, Kyunie ada tidak di kamar Leeteuk hyung?" tanya Kangin dari tangga.

"Kenapa kalian berdiam di situ?" tanya Siwon yang juga ikut bersama Kangin. Karena penasaran, mereka berdua mendekati Sungmin, Donghae dan Eunhyuk yang mematung di ambang pintu.

"Sebenarnya kalian ke—" sama seperti Eunhyuk, Siwon tidak bisa melanjutkan ucapannya. Matanya juga membulat horror melihat kamar Leeteuk.

"Ini…ini…bagaimana?" mereka kehabisan kata-kata. Saat Leeteuk kembali dari kamar mandi, mereka menelan salivanya susah payah.

"Kenapa kalian semua di sini? Memang ada ap…ommo!" Leeteuk terkejut melihat kamarnya sendiri. Tidak ada hewan buas atau makhluk gaib. Hanya seorang bayi lucu yang sedang bersenang-senang.

"Kyunie." Kyuhyun mendongak saat namanya di sebut. Lewat pandangan matanya seolah dia berkata, 'ada apa, Hyung?'

"Siapa yang membiarkan Kyunie bermain sendiri?" tanya Leeteuk. Yang lain menggeleng dengan serempak. Karena ke asyikan menonton, mereka tidak memperhatikan Kyuhyun. Kyuhyun masih menatap Leeteuk. Matanya yang terus mengerjap lucu membuat amarah Leeteuk menguar. Ia hanya bisa memandangi selimut dan sprainya dengan sedih.

"Selimutku," batin Leeteuk nelangsa. Selimut dan sprai yang berwarna putih, kini pernuh dengan noda coklat. Tapi sepertinya Kyuhyun tidak mengerti situasi dan kondisi. Ia tetap menepuk-nepuk selimut hyung tertuanya dengan tangan yang penuh coklat.

Leeteuk sama sekali tidak bisa marah. Ia hanya diam memandangi kegiatan Kyuhyun. Leeteuk tidak mau mengambil resiko mendiamkan Kyuhyun jika menangis. Ia memilih diam melihat kesenangan Kyuhyun.

Di ambang pintu, Donghae dan Eunhyuk menahan tawanya. Mereka ingin tertawa melihat Kyuhyun yang dengan santainya terus mengotori kamar Leeteuk. Sedangkan yang empunya tidak bisa berbuat banyak.

"Kyunie sedang belajar melukis hyung," celeteuk Ryeowook yang berdiri di depan pintu. Namun ia menutup mulutnya saat mendapat glare dari Heechul.

Malam harinya rumah Sapphire Blue terlihat tenang. Hanya Kangin yang duduk di ruang tengah menonton tv. Sedangkan yang lain tidak terlihat. Sepertinya berada di kamar masing-masing.

"Kangin-ah, kenapa menonton seperti itu?" tanya Hakyung yang baru saja dari dapur.

"Memang kenapa, Hyung?" tanya Kangin balik.

"Tidak baik kalau Kyunie melihatnya." Setelahnya Hankyung pergi. Kangin tidak mengindahkan peringatan Hankyung. Ia tetap serius melihat pertandingan tinju. Tanpa Kangin dan Hankyung sadari, Kyuhyun tengah duduk manis di samping sofa. Mata bulatnya terus tertuju pada layar tv. Karena Kyuhyun begitu tenang, tidak ada yang menyadari keberadaannya.

Beberapa menit kemudian, Kangin mematikan tv setelah acaranya usai. Ia beranjak ke kamar karena bosan sendiri di ruang tengah. Sedangkan Kyuhyun masih bertahan pada posisinya.

Kyuhyun berjalan ke tumpukan mainannya. Sama sekali tidak ada yang memperhatikan bayi menggemaskan itu. Tapi Kyuhyun juga tidak menangis. Dengan tenang, ia bermain sendiri dengan mobil dan robot-robotannya.

Kyuhyun menghentikan bermainnya saat melihat biskuit di meja. Ia berjalan mengambil biskuit dan kembali lagi ke tempatnya semula. Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tidak ada satupun hyung-nya yang terlihat. Dengan tenang, Kyuhyun melahap satu persatu biskuitnya.

"Aigoo…Kyunie kenapa sendirian?" tanya Heechul. Ia mendekat Kyuhyun yang asyik mengunyah. "Kyunie, hyung minta satu." Kyuhyun langsung membalikkan tubuhnya. Ia menolak untuk memberikan biskuit miliknya.

"Chilleo," ucap Kyuhyun.

"Kyunie pelit sekali," keluh Heechul. Ia beranjak tepat di hadapan Kyuhyun. mencoba mengambil satu biskuit.

"Anwae…chilleo yung." Karena Heechul tetap mengambil biskuitnya. Kyuhyun mengepalkan tangannya dan meninju wajah Heechul. Persis seperti yang baru saja ia tonton.

"Aw…" Heechul memegang wajahnya yang terkana bogem dari tangan mungil Kyuhyun. Bukan salah Kyuhyun karena mengeluarkan jurus barunya. Salahkan saja Heechul yang tidak mendengarkannya.

"Yak, siapa yang mengajari Kyunie meninjuuuuu," teriak Heechul. Kangin langsung mengunci pintu kamarnya mendengar teriakan Heechul.

.

.

"Kyunie, ayo kita main lagi!" Siwon menunjukkan mobil-mobilan, berharap Kyuhyun menyambutnya. Tapi Kyuhyun diam saja. Tangannya berulang kali terangkat untuk menyentuh matanya.

"Siwonie, sepertinya Kyunie sudah mengantuk. Bermainnya di lanjut nanti saja ya," pinta Yoona. Ia mendekati Kyuhyun yang matanya terlihat sudah mengantuk.

Siwon cemberut di tempatnya. Tapi ia juga tidak bisa memaksa adik kecilnya terus bermain. "Kalau Kyunie bangun, kita lanjutkan bermainnya ya," ucap Siwon penuh harap. Tapi karena Kyuhyun sudah mengantuk berat, batita lucu itu tidak menjawab. "Kyunie benar-benar mengantuk," gumam Siwon.

Siwon menolehkan kepalanya ke belakang. Di depan tv, beberapa hyungdeul-nya duduk dengan tenang. Siwon menggelangkan kepalanya. Ide untuk bergabung dengan mereka sepertinya tidak menarik. Ia berdiri dan mencari keberadaan duo bocah hiperaktif. Bermain bersama mereka sepertinya jauh lebih baik.

"Bummie lihat Hae dan Hyuk?" tanya Siwon pada Kibum yang sedang turun dari tangga.

"Mereka di kamar, Hyung."

"Sedang apa mereka?" tanya Siwon lagi.

"Seperti biasa, berisik," jawab Kibum sebelum menghilang dari pandangan Siwon. Siwon hanya bisa menghela nafas. Adiknya yang satu itu tidak berubah. Semakin besar semakin terlihat dinginnya. Dan hanya saat bersama Kyuhyun, Kibum bisa terlihat berbeda.

Kibum berjalan ke arah dapur untuk melihat yang hyungdeul-nya lakukan. Namun sebelum sampai, ia di kejutkan dengan suara teriakan Shindong.

"Hae-ya…Hyukie-ya…kenapa kalian ambil snack-ku?"

Kibum menggeser tubuhnya saat Shindong berjalan cepat. Tanpa bertanya, ia yakin Shindong akan menemui dua hyung-nya yang paling berisik itu.

"Bummie mau ini?" Sungmin menunjukkan cake di tangannya.

"Bummie kenyang, Hyung," jawab Kibum. "Hyung, apa Kyunie tidur?"

"Sepertinya Kyunie tidur. Karena tadi kami masih mendengar suaranya bermain bersama Siwon." Kibum mendengus pelan. Lalu ia memilih berkumpul dengan hyungdeul yang sedang menonton.

Di depan tv, hyungdeul-nya menonton dengan tenang. Dan itu di rasa jauh lebih baik dari pada harus bersama Donghae dan Eunhyuk.

"Bummie, kemarilah! Tadi Jae ahjussi membelikan Bummie buku bergambar," ucap Heechul saat melihat Kibum berdiri di pinggiran sofa.

"Bummie tidak suka buku bergambar lagi Hyung. Bummie bukan anak kecil. Buku itu cocok untuk Kyunie." Semua mata langsung tertuju pada Kibum. Sedangkan yang di pandangi tetap santai menonton tv. Karena sudah terlalu biasa dengan sikap Kibum yang selalu sok dewasa, yang lainnya hanya diam saja. lagi pula, Kibum sering terlihat lebih dewasa dari yang lainnya.

"Anak kecil itu benar-benar menyebalkan," dumel Heechul pelan.

"Kita semua masih anak-anak." Hankyung memperingatkan.

"Ah iya. Hankyung-ah aku penasaran, apa yang kau lakukan untuk membujuk Kyunie saat dia merajuk beberapa hari yang lalu?" Heechul merubah duduknya menjadi menghadap Hankyung.

"Saat Kyunie merajuk ingin ikut kita sekolah?" tanya Hankyung memastikan. Bukan hanya Heechul, Yoona yang ikut menonton tv pun tertarik menyimak obrolan mereka.

"Iya yang itu."

Hankyung tersenyum sebelum menjawab. Ia jadi teringat beberapa hari yang lalu. "Tidak sulit. Aku cuma minta Kyunie untuk menyebut huruf 'R'."

"Hanya itu?" tanya Leeteuk tidak percaya.

"Bagaimana bisa?" sambung Heechul.

"Aku cuma katakan, kalau sekolah harus bisa menyebut huruf 'R' dengan jelas. Kalau tidak bisa, tidak di perbolehkan sekolah." Hankyung menahan senyumnya saat teringat ekspresi Kyuhyun waktu itu. Adik kecilnya berusaha mengucapkan 'R' dengan susah payah. Tapi yang terdengar hanya 'L'.

"Dan langsung berhasil?" tanya Heechul. Sepertinya ia benar-benar belum percaya bisa semudah itu.

"Seperti yang kalian lihat. Kyunie itu cerdas. Jadi ia mengerti apa yang ku katakan."

"Tapi dari mana kau terfikir cara itu Hankyung-ah?"

"Aku cuma mengikuti cara Jae Ahjussi waktu membujuk Kibum yang juga ingin sekolah saat seumuran dengan Kyunie." Yang lainnya langsung mengangguk paham. Mereka ingat bagaimana Kibum kecil yang kekeh ingin ikut sekolah.

"Berarti kita bisa menggunakan cara-cara yang pernah di lakukan untuk Kibum dulu. Seperti membujuk Kyunie."

"Kau benar Heechul-ah. Kibum dan Kyunie tidak jauh berbeda."

Kibum mendengus sebal. Mereka menceritakannya seolah-olah ia tidak ada di tempat. Tapi Kibum tidak mau ambil pusing. Ia mengambil remote dan mengannti channel tv kesukannya.

.

.

Kyuhyun duduk di bawah pohon. Matanya tertuju pada segerompolan anak yang tengah berlari-lari mengejar bola. Kyuhyun duduk dengan tenang. Ia menggerakan kaki mungilnya tanpa suara. Saat sesekali hyungdeul yang berada di tengah lapangan memanggil namanya, ia tetap dengan diamnya.

"Eomma…eomma…lihat adik kecil itu!" Kyuhyun menoleh ke kanan saat terdengar suara. Terlihat anak laki-laki dan wanita paruh baya berjalan menghampirinya.

"Annyeong haseyo," ucap anak laki-laki itu sembari tersenyum. Mendengar salam, Kyuhyun berdiri dan membungkukkan tubuhnya.

"Annyeong aceyo," jawabnya.

"Waahh pintar sekali!" wanita paruh baya itu tersenyum sumringah melihat Kyuhyun. Batita yang ia yakini belum lancar berbicara, tahu bagaimana cara menghormati orang yang lebih tua.

"Kau mau ini?" anak laki-laki itu menyerahkan sebungkus ice cream ke hadapan Kyuhyun. Mata bening Kyuhyun terus memperhatikan bungkusan yang sangat ia tahu apa isinya. Namun, tak lama kemudian ia menggeleng.

"Kyu cakit," jawab Kyuhyun singkat.

"Ah…kau demam," ucap wanita paruh baya itu setelah menyentuh kening Kyuhyun.

"Dia sakit eomma?" tanya anak itu.

"Iya sayang. Adik kecil ini sedang sakit, jadi tidak bisa makan ice cream." Anak laki-laki itu cemberut. Padahal ia ingin berbagi dengan bayi yang menurutnya sangat menggemaskan. "Di mana eomma-mu adik kecil?"

Mata Kyuhyun mengerjap berulang kali. Ia mencoba mencerna perkataan wanita di hadapannya. "Eom…eom-eomma?" eja Kyuhyun. Ia mencoba mengulang kata asing yang baru pertama kali ia dengar.

"Iya, eomma-mu di mana?" wanita itu menolehkan kepalanya ke sekeliling. Mencoba mencari eomma dari bayi di hadapannya. Namun ia tidak menemukan siapa-siapa. Hanya dua belas anak laki-laki yang tengah bermain bola di tengah lapangan. Saat pandangannya kembali ke arah Kyuhyun, wanita itu tersenyum. Kyuhyun memperhatikannya sangat serius. Tangannya terangkat untuk mengacak rambut Kyuhyun pelan.

"Sayang, appa-mu sudah menunggu. Ayo kita pulang!" ucap wanita itu pada anaknya. Anak laki-laki itu mengangguk dan melambaikan tangan ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun terus memperhatikan dua orang yang semakin menjauh. Sampai mereka tidak lagi terlihat, mata Kyuhyun masih menatap arah yang sama. Pandangannya teralihkan saat mendengar suara berisik. Terlihat hyungdeul-nya berjalan ke arahnya sembari tersenyum senang.

"Yeeaayy…aku menang!" teriak Donghae heboh. Ia mengepalkan tangannya dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

"Jangan senang dulu Hae-ya. Lain kali aku yang akan menang," jawab Eunhyuk. Donghae tidak memperdulikan protesan Eunhyuk. Ia tetap tersenyum senang dan berlari ke arah adik kecilnya.

"Hyung, besok aku tidak mau satu kelompok dengan Yesung hyung. Dia tidak bisa berlari," protes Eunhyuk pada Leeteuk.

"Siapa bilang aku tidak bisa berlari. Kalau kau menyerahkan bolanya dengan benar, aku pasti bisa mencetak gol." Leeteuk tidak menjawab ocehan kedua adiknya. Ia hanya tertawa kecil sambil menyeka keringat di pelipisnya.

"Wookie-ya, kenapa kau tertawa? Kau juga tidak bisa mencetak gol." Ryeowook tetap tertawa walau di protes Yesung. Ia tidak pedul bisa mencetak bola atau tidak. Yang terpenting ia bisa berlari-lari dan bermain bola.

"Ahh…aku benci berkeringat seperti ini," keluh Heechul. Hankyung yang di sampingnya tidak berkata apa-apa. Sudah sangat biasa dengan segala keluhan Heechul.

"Kyunie, ayo kita pulang!" ajak Donghae.

"Kyuhyunie, ayo kita mandi bersama lagi!" ajak suara lainnya. Namun Kyuhyun justru bergeming di tempatnya.

"Eomma," ucap Kyuhyun. Semua canda dan tawa langsung terhenti. Senyum di bibir mereka menghilang. Ekspresi mereka berubah mendengar satu kata dari sang magnae.

"Kyunie berbicara apa?" tanya Leeteuk memastikan.

"Eomma." Jari mungilnya menunjuk ke arah wanita dan anak laki-laki itu pergi. "Eomma…eomma…eomma." Kyuhyun terus mengucapkan kata itu seperti kebiasaannya saat mendengar kosa kata baru.

Tidak ada lagi yang bericara. Kata yang terucap dari bibir mungil Kyuhyun begitu jelas. Mereka tidak perlu bertanya untuk kedua kali. Karena adik kecil mereka mengulang kata-kata itu seolah merapalkannya.

Leeteuk mengalihkan pandanganya saat semua mata tertuju padanya. Ia tidak sanggup menatap mata yang tersirat kesedihan itu. Luka itu masih tetap ada jika mengingat sosok orang tua yang tidak akan pernah mereka temui lagi. Rasa sedih itu selalu berhasil menyelinap jika mengingat orang tua mereka.

"Dari mana Kyuhyun mendengar kata itu?" semua diam. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Leeteuk. Selama ini mereka tidak pernah menyinggung tentang orang tua. Untuk menjaga hati mereka dan adik kecil yang belum tahu apa orang tua, mereka tidak pernah menyebut panggilan yang anak-anak lain selalu ucapkan.

"Mungkin anak laki-laki dan ahjumma tadi, Hyung," ucap Sungmin setelah terdiam beberapa saat. "Tadi aku melihat Kyuhyun berbicara dengan orang lain," lanjutnya.

Lagi-lagi mereka terdiam. Mereka tidak mungkin menyalahkan dua orang yang tidak mereka kenali itu. Cepat atau lambat, Kyuhyun akan tahu apa itu appa dan eomma. Dan cepat atau lambat, adik mereka akan bertanya di mana appa dan eomma-nya.

Keheningan di antara mereka masih berlanjut sampai Hankyung mengeluarkan suaranya. "Kyunie mau kkultarae?" Mendengar manisan berwarna putih yang berbentuk gulungan benang, membuat Kyuhyun tersenyum. Manisan yang sangat ia sukai. Senyum Hankyung terkembang melihat Kyuhyun menampilkan deretan gigi susunya.

"Kyu mau berapa?" Leeteuk menyambung pertanyaan Hankyung. Dengan wajah super polos, Kyuhyun mengangkat lima jarinya. "Baiklah! Hari ini, hyung akan belikan Kyunie. Dan untuk yang lainnya, beli dengan uang masing-masing." Protesan-protesan langsung terdengar. Tapi Leeteuk sama sekali tidak menghiraukannya. Ia menggendong Kyuhyun dan mengajaknya menjauh. Berharap adik kecilnya tidak menyebut kata-kata yang selalu mereka hindari.

"Bummie, ayo kita beli!" ajak Heechul sembari menggenggam tangan Kibum. mereka berdua berjalan menyusul Leeteuk.

"Hyung, aku tidak bawa uang," adu Ryeowook. Ia merogoh saku celananya yang sama sekali tidak terisi.

"Kalau untuk kkultarae saja, sepertinya uang hyung cukup." Ryeowook tersenyum senang mendengar jawaban Yesung. Karena tidak ingin tertinggal, ia langsung berlari mengejar yang lainnya.

"Hae-ya, belikan aku ya."

"Tidak mau! Kau kan punya uang," tolak Donghae.

"Kenapa kau pelit sekali Hae-ya," keluh Eunhyuk.

"Sisa uang jajan kita hari ini sama. Jadi kau harus beli sendiri."

"Bagaimana kalau kita berbagi saja?" sepertinya Eunhyuk belum menyerah agar uang jajannya tidak berkurang.

"Aku bilang tidak mau ya tidak mau."

Hankyung yang berjalan paling akhir hanya mampu menggelengkan kepalanya. Kelakuan adik-adiknya selalu aneh. Tapi itulah yang ia suka. Kebersamaan, keributan, pertengkaran, dan canda tawa yang membuatnya nyaman bersama mereka.

.

.

TBC

.

.

cuttiekyu / Awaelfkyu13 / dewiangel / jihyunelf / septianurmalit1 / EkaOkta3424 / cho loekyu07 / mifta cinya / Desviana407 / kyuli 99 / DinggoChan / Sparkyubum / liestie ajhah / Emon204 / adlia / Raein13 / phn19 / lydiasimatupang2301 / Shin Ririn1013 / diahretno / Kim Nayeon / Kuroi Ilna / Rin Haruna / dewidossantosleite / yolyol / jenny hzb / Kim RyeoSungHyun / KLiieff19 / dinacarisa / chairun / Sofa1013 / Namielf / Cho Kyunhae / Shofie Kim / angel sparkyu / ssone31 / Choding / Ferida / Lily / Kyuhae / Hanna shinjiseok / Song rae mi / oktalita1004 / Whii ElfSparKyu / hyunnie02 / Guest / Kadek / ssone31 / riana / Ilmah / Filo Hip / Eka Elf / Prxytas / Cho Kyunhae / mmzzaa