Title : My Secretary (the series) / part 10 part A

Author : Inchangel (kurniaaprinta)

Main Cast : Choi Siwon, Kim Kibum

Genre : Yaoi, romance,

Rating : over all, M (tapi ada yang T juga, cuman lebih banyak M nya – keliatan banget author yadong. Hekekekeke)

Author Note : Karena sebelumnya saya bikin pengumuman ending di part sepuluh padahal ada beberapa ide yang belum keluar, akhirnya saya bikin 2 part. Intinya ya ... cerita tentang SiBum *dikubur hidup2*. Hahaha, petunjuknya nggantung ya? Udah deh.. baca aja..

Seonggok #plak. Sesosok pria tegap sedang bersandar di pintu tempat pengemudi mobil Lambo itu keluar. Ups, ternyata sang namja itu lah pengemudinya. Dengan kacamata hitam besar gaya trendi 80 an, sangat senada dengan blazer warna putihnya. Tak lupa singlet hitam beraksen macan di bagian kerah membuat kesan nakal namun elegan dan resmi(?) tercipta pada sosok bagai ciptaan sempurna Sang Maha Kuasa.

"Aku, paastii biiisaaa~~" ucap namja itu sambil mengepal tangannya lalu dilempar keatas searah dengan pandangannya, sekaligus menyanyikan single dari sebuah merek susu untuk anak balita itu.

Dengan langkah pasti ia memasuki sebuah gerbang. Taman di sebelahnya itu terlihat asri dengan beberapa kembang yang ditata begitu apik dan sesuai dengan urutan abjad #plak.

Teeeet...

Tak perlu menunggu lama sampai interkom di sebelah kirinya mengeluarkan suara.

"Dengan keluarga Kim. Ada yang bisa kami bantu?" suara ini adalah suara seornag yeoja yang sudah lumayan berumur.

"Annyeonhasimnika eommonim. Choi Siwon ibnida," ujar sang namja tegap tadi.

"Omo! Annyeong Siwon ssi. Sebentar, akan kubukakan pintunya," ucap wanita itu sedikit terburu-buru karena terkejut.

"Ne, gamsahamnida," balasnya sopan. Tak lama kemudian tak lama kemudian pintu didepannya mulai terbuka dan menampilkan sesosok wanita paruh baya yang masih mengenakan apron kuning gadingnya. Wangi sup krim daging sapi mencuat saat beliau mempersilakan namja tampan itu memasuki rumahnya.

"Kibum sudah bangun?" tanya Siwon saat sudah melepas sepatunya. Wanita itu menggeleng.

"Hari ini kan Kibum memberikan shift nya pada Hyukjae ssi. Jadinya hari ini ia mau istirahat total. Tapi kalau kau mau bertemu dengannya, bisa saja kau masuk kedalam kamarnya," tawar wanita itu.

"Dimana letak kamar Kibum, eommonim?" tanya sang namja yang tadi memperkenalkan diri sebagai Choi Siwon.

"Naik saja, lalu kamar nomor 2," ucapnya sambil mengarahkan sendok sup yang sejak tadi ia genggam kearah tangga bagian atas.

Rumah keluarga Kim ini bisa dibilang imut sekali. Dengan wallpaper berwarna pink dan biru muda, aksen pita-pita di tiap renda yang menjadi hulu dan hilir tiap garisnya. Beberapa foto kenangan ditata rapi nan apik, tak lupa tulisan note tentang kejadian tersebut. Dari pernikahan orang tua Kibum sampai foto keluarga besar dari marga Kim itu sendiri. Pegangan tangga nya pun dari kayu yang diukir sederhana. Dengan luas tanah yang seadanya, rumah ini sudah sangat layak huni untuk 4 anggota keluarga. Ruangan yang cukup luas namun tertata rapih dengan segala pernak-pernik yang elegan.

Sebuah kamar dengan tulisan "ikmubmik" terpampang didepan sebuah pintu. Ketukan kecil mungkin akan mengganggu sang snow white, tapi peduli setan yang saat ini pria ini butuhkan adalah wajah manis dari sekretarisnya yang masih terpulaskan diatas pulau busa kasur.

Dengan berjingkat, ia mendekati kasur berukuran single itu yang diatasnya terdapat segumpal(?) makhluk bertutupkan selimut tebal. Cuaca saat itu memang cukup dingin. Tapi pria itu tahu bagaimana cara menghangatkan tubuh kedua nya.

Dengan sangat memaksa, ia menyisipkan tubuh kekarnya dibelakang tubuh namja mungil yang masih terlelap dan menguasai bagian tengah kasur itu. Karena merasa menyempit, namja yang masih tertidur itu menggeser secara otomatis ke bagian dekat tembok.

Dengan posesif, Siwon melingkarkan tangannya ke pinggang ramping namja yang kesadarannya bena-benar nihil itu.

"Chagiya, ireona," desahnya lembut di telinga Kibum. Merasa ada yang janggal, namja itu menggerakkan kepalanya seperti sedang menyingkirkan sesuatu.

"Tak mau bangun? Oke, kau yang meminta."

Siwon membuka kedua kancing teratas dari piyama yang dikenakan dan menyibaknya pelan hingga terpampanglah sebuah bahu mulus nan berhiaskan bekas gigitan. Gigitan namja yang membuka baju itu sendiri.

"You are snow white, not sleepeing beauty. So wake up now, my sweety," ucap Siwon di telinga Kibum dengan puluhan ciuman ringan di kulit mulus sang namja yang tengah tertidur itu.

Tak puas hanya mencium ringan, ia mulai menjilat dan melumerkan liurnya di tulang bahu Kibum. Tak luma sedikit gigitan dan hisapan di beberapa bagian. Heum... Masterpiece!

"Eunghh.. Ngghhh," desah Kibum yang masih setengah tersadar akibat rangsangan-rangsangan dari Siwon.

"Open your eyes or not, you will taste it better," ucap Siwon sambil mengecup kedua kelopak mata Kibum. Dan setelahnya dengan sangat berani ia meremas sesuatu yang setengah keras diantara kedua kaki Kibum. Yang masih tertutup kain tentunya.

"Nggghh.. Uhh.. Mmmmnggh... (ini cara bacanya gimana cobak? ==')" erang Kibum tertahan karena masih terbuai mimpi yang sudah setengah ternodai kenyataan.

Dengan teratur, Siwon memaju mundurkan telapak tangannya dengan lembut setelah sebelumnya meremas gundukan itu dengan lumayan keras. Anggap saja sebagai permintaan maaf karena sudah mengagetkan namja manis itu. Namun tak lama karena namja tampan itu mulai menambah tekanan pada permukaan telapak tangannya sehingga memberikan gelombang kenikmatan yang makin meninggi pada empunya gundukan(?).

Sepertinya Siwon masih ingin bermain-main. Oh yang benar saja. Dia hanya menurunkan celana bokser yang menutupi sesuatu yang sedari tadi menjadi mainan semu sang namja dengans enyum tampan sejuta watt itu tidak sampai setengah paha! Tapi tetap saja santapan nya tersaji didepannya. Kibum's morning erected penis.

Dengan lidahnya ia membasahi bibirnya, lalu digigitnya bibir bawahnya sambil tersenyum penuh nafsu. Sebuah lesung pipi menampung segala keerotisan yang akan terjadi beberapa menit kedepan.

Tidak tersereksi seutuhnya. Namanya juga morning erected, pasti hanya setengah alias belum maksimal. Dengan jahil, tangannya mengelus benda setengah melengkung itu dengan penuh kehati-hatian. Hidungnya mengendus wangi yang hanya Kibum miliki, tepat di lubang penisnya. Penuh perasaan manja dan posesif ia menggesekkan hidung mancungnya di kepala kejantanan milik Kibum. Sang empu menggeliat resah.

OOPS!

Siwon tiba-tiba teringat sesuatu.

Dengan segera ia kembalikan celana Kibum ke posisi semula. Ia lupa menutup pintu. Oh ayolah, itu sangat fatal! Setidaknya Ia sudah menyiapkan bukti bahwa Kibum masih butuh dibangunkan apabila ada seseorang yang secara tak sengaja melihat ia sedang bersimpuh diantara selangkangan Kibum. Yaitu... Tubuh Kibum yang masih tertidur! Nggak ngerti? Terserah lah..

Setelah yakin pintu sudah terkunci rapat, ia membuka jendela kamar yang terletak lumayan jauh dari kebisingan dapur itu. Nggak lucu dong waktu lagi making out gitu terus pingsan gara-gara nggak ada udara yang masuk kamar?

Hanya berusaha membangunkan Kibum dengan gaya baru. Salah kah Siwon? Jangan, jangan salahkan namja tampan itu. Bahkan polisi pun takkan tega memasukkan wajah tampannya kedalam bilik besi itu. Salahkan nafsunya. Tentu saja.

Kembali ke Kibum. Namja itu masih sibuk dengan dengkuran halusnya yang terdengar kurang merdu. Siwon tersenyum licik saat semakin mendekati santapannya yang terletak diantara kaki mungil Kibum. Tanpa menunggu ada pengganggu, dan tentunya baik Siwon maupun pembaca tak ada yang mau ada pengganggu, Siwon langsung membuka kembali celana bokser dengan karet yang sudah tak terlalu elastis seperti pertama dibeli itu. Dengan lembut ia mencium setiap centi dari penis Kibum yang masih setengah ereksi itu. Hembusan nafas Siwon di ujung kepala penis Kibum membuat sang pemilik penis mungil itu sedikit merinding dan itu membuat penisnya yang mengacung tinggi bergoyang. Siwon terkekeh geli.

"Dedek kecil tegang banget. Akan kubuat pemiliknya juga bangun," ucap Siwon.

Dengan lihai ia mengemut kecil ujung kepala penis Kibum dan menyedotnya seperti sedang meminum jus. Kibum terlihat sedikit menikmati, terbukti kedua paha itu bergetar menahan nikmat yang sedikit namun menyiksa itu.

Jari-jarinya menggenggam lembut batang penis mungil itu. Tak butuh keduanya, cukup tangan kanan besarnya, dan tangan kirinya memanjakan sesuatu yang menggantung di bawah. Kelima jarinya dnegan konstan memberikan kenikmatan tambahan pada Kibum. Kibum semakin menggeliat dalam tidurnya, dan ia mulai membuka matanya.

Pusing.

Itu yang pertama kali Kibum rasakan setelah bangun. Pertama kalinya ia merasakan pusing, mual, berkunang-kunang, serta bingung saat bangun tidur.

"eungg...?" erangnya tertahan karena baru saja menginjak dunia nyata.

"Sudah bangun, princess?" ucap Siwon yang masih di selangkangan Kibum.

"GYAAAA!"

Demi apapun, teriakan Kibum yang seperti yeoja yang baru saja direnggut keperawanannya.

"Sssst!" ucap Siwon sambil menutup mulut Kibum dengan tangan kirinya, "kau tak mau eommonim tahu kegiatan kita kan?" dan Kibum menggeleng.

"Good boy. Be nice, make soft moan, and we'll reach there together," bisik Siwon pada Kibum membuat ia merona hebat.

Tanpa menunggu lama, Siwon melumat pelan daun telinga Kibum. Keduanya tampak menikmati kegiatan masing-masing. Tangan Siwon kembali merengkuh benda mungil di selangkangan kibum dan itu membuatnya mendesah pelan.

"nnn... aah..."

"Mendesah lah terus baby. Aku suka suaramu," ucapnya sambil menjilati leher Kibum dengan gerakan seduktif.

Melupakan tujuan awal, dan akhirnya Siwon sadar. Omeji (ini kata-kata bikinan gue =='), aku hampir kelepasan, begitu pikir Siwon. Dengan cepat ia mengangkat tubuhnya dan menimbulkan erangan protes yang ditambah dengan mulut yang di manyunkan. Sangat imut, sumpah.

"Wae?" protes Kibum.

"Aku lapar. Turun, terus makan yuk? Eommonim sudah menyiapkan sarapan kurasa," ucapnya sambil mencium bibir Kibum sekilas dan bangkit dari tempat tidur Kibum. Meninggalkan Kibum dengan wajah penuh tanda tanya dan tak percaya.

"Lalu? Yang ini gimana? Tanggung jawab!" protesnya sambil menunjuk selangkangannya yang sudah penuh liur Siwon sendiri.

"Oh itu, terserah kamu. Kutunggu di bawah ya, honey~" pamit Siwon tanpa bersalah.

"CHOI SIWON! TANGGUNG JAWAAAAB!" dan Siwon sudah menuruni tangga sambil bermehrong dan kedua tangannya menutupi kedua telinganya.

.oO | My Secretary the series | Oo.

Keluarga itu terlihat makin sesak didalam ruang keluarga mungil mereka. Sebuah tatami tak cukup untuk menampung 4 orang dewasa dan satu remaja. Mereka tetap menyantap semua yang ada di atas meja dalam diam. Sepertinya memang seperti itu kepribadian keluarga Kim satu ini.

Kedua suami istri itu duduk bersebelahan di sisi barat. Sedangkan anaknya yang paling muda duduk di sebelah utara. Dan kedua pemuda yang masing-masing memiliki presepsi sendiri tentang hubungan keduanya berada di sebelah timur dari meja, berseberangan dnegan ornag tua salah satu dari keduanya.

"Terima kasih atas sarapannya. Lezat sekali," puji Siwon saat wanita paruh baya itu tengah memberesi piring-piring kotor diatas meja makan itu. Ia merona kecil.

"Ah, kau bisa saja. Kibummie, bantu eomma cuci piring," perintah wanita itu. Kibum yang masih memandang tak percaya atas ucapan pria di sampingnya karena baru saja menjilat ibunya sendiri, akhirnya bangkit dari pada ia makin muntah karena mendengar bualan dari pria itu.

Siwon, entah bagaimana jadi seperti anggota baru keluarga itu. Bahkan seperti yang memang sudah anggota lama keluarga itu. Ia bercanda dan mengobrol dengan sang kepala keluarga dan juga junior di keluarga itu, sangat akrab. Bahkan orang luar takkan menyangka bahwa ini adalah baru kali kesekian ia bertandang ke rumah Kibum dan mengobrol pada orang-orang di dalam keluarga itu. Mengambil hati, itu istilah lainnya.

Saat kedua ibu dan anak itu sudha selesai dengan acara cuci piring mereka, bergabunglah keduanya pada sebuah diskusi kecil-kecilan yang diadakan di ruang keluarga itu.

"Yunsoo-ya, Siwon ingin menikahi anak kita. Bagaimana?" tanya sang kepala keluarga dengan sangat tiba-tiba. Tentu saja itu sangat mengagetkan bagi keduanya.

"M-Mwo? Aku? Dia ngelamar aku?" tanya Kibum tak percaya sambil menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk kanan miliknya. Dan subyek pembuat kejut dirinya hanya menyengir layaknya tanpa dosa dan beban.

"Ne. Dia bilang dia mau menikahi denganmu. Bagaimana, Yunsoo ya?" tanya sang kepala keluarga sekali lagi pada istrinya yang masih menunduk.

Menunduk?

"Eo-eomma... gwaenchana?"

"Ne, nan gwaenchana. Hajiman... Kibummie...,"

"N-ne,eo-eomma..?"

"Kau HARUS menerimanya," ucap wanita itu setelah mengangkat wajah cerah 1000watt nya.

DOENG!

Kepala Kibum rasanya seperti dilempar menggunakan cobek yang biasanya buat bikin gado-gado ma lotek (emang ada ya di korea? =='). Dia kira, ibunya akan marah dan mengamuk tak jelas saat mendengar dirinya dilamar oleh Siwon.

Chankamman...

Dilamar? Choi Siwon? Appa? Eomma?

Kibum memikirkan keempat hal diatas tadi dengan sangat khusyuk hingga...

"KALIAN SETUJU AKU MENIKAH DENGANNYA?" tanya Kibum dengan efek halilintar histeris.

"Kau tak mau?" tanya kedua orang tuanya kompak. Kibum langsung menunduk.

"B-bukannya nggak mau juga sih...," ucpanya agak lirih sambil memainkan ujung kausnya yang kebesaran.

"Ya udah. Tapi Siwon ssi...," pria tengah baya pendamping wanita yang tengah mengudak teh di dapur itu menggantungkan kata-katanya.

"Tapi apa, Aboji?" Siwon bertanya tak sabar.

"Kibummie ini anaknya masih polos. Setahuku selama ia berkencan dengan gadis-gadisnya dulu, ia selalu diputus sepihak oleh ceweknya karena alasannya Kibum terllau lamban dalam urusan memanjakan mereka. Bahkan Kibum susah bersikap romantis. Jadi harap maklum kalau nantinya kau harus lebih aktif karena sifat pendiamnya Kibum," terangnya. Siwon tersenyum lebar.

"Saya sudah tahu Kibum. Luar-Dalam," ucapnya masih dalam senyum lebarnya. Kibum merinding dibuatnya.

"Ah, bagus itu. Tapi saya minta maaf sekali lagi mewakili Kibum sebelum masalah kalian mulai."

"Gwaenchana, Aboji. Aku akan mengajarkannya bagaimana menjadi istri seorang Choi Siwon yang baik," ucapnya mengakhiri dialog kecil di ruang selebar 5x4 meter itu.

*TBC

*Kotak Curhat Author*

Please jangan bandem saya karena lama banget ga publish =='. Saya udah nyiapin satu oneshoot siap rilis (A Dad's Story | Kangin's POV), dan juga dua series yang rasanya bakalan panjang per episode nya (1. Seoul Love Story – Yunjae | 2. U[Don't]KNOW about me). Jadi kalo yang 2 terakhir itu publishnya per episode lama harap maklum. Dapet feel nya susah. Kadang dapet feel, pas dah buka laptop trus tiba-tiba illfeel. Haaah, yang author pasti pernah ngerasain gini kan?

Tapi demi kalian semua aku rela deh sedikit ngesampingin illfeel meskipun tiap nulis cuamn bisa satu atau dua kalimat aja ==