Remake dari Kak Valeria Verawati yang judulnya "Pacarku Juniorku".
Novel ini adalah salah satu Novel favorit aku jaman sekolah dulu loh.
Jadi kupikir kayanya kalau diremake dengan member Bangtan cukup seru juga.
Semua alur cerita sesuai dengan Novel aslinya, cuma beberapa situasi akan disesuaikan dengan konsep boy x boy & imajinasiku :p
Sekali lagi aku bikin FF with no GS, semuanya cowok cakep yeee…
& mungkin karakter-karakter di sini adalah OOC. Tapi aku usahain supaya gak terlalu berbeda dengan karakter asli mereka, konsep 'Yoongi si manis galak' selalu aku tanamkan kok dipikiranku hihi.
Happy reading, semoga suka ya! ^^
Main cast: Min Yoongi (Uke)
MinYoon / JiHope / ChanJin / NamJin
Featuring: All BTS member & other Idol yang belum aku tentukan.
Rating T, Humor, Slice of Life, Fluff.
Yaoi, boy x boy.
DON'T LIKE DON'T READ.
Chapter 10-END
JHope menjemput Yoongi tepat waktu. Satu jam kemudian mereka tiba di rumah sakit. JHope memarkir mobilnya dan bergegas menarik tangan Yoongi menuju kamar tempat Jimin dirawat.
"Pelan-pelan dong, Hob," protes Yoongi.
JHope nggak peduli. Sebelah tangannya malah sibuk menekan-nekan tombol HP-nya.
"Lo di mana?" tanya JHope lewat HP. "Gue sama Yoongi udah sampai." JHope mematikan HP-nya dan memasukkannya ke saku celananya.
"Siapa?" tanya Yoongi.
"Tae," jawab JHope singkat lalu menggiring Yoongi masuk ke lift.
Keluar dari lift mereka menyusuri koridor menuju kamar tempat Jimin dirawat. Koridor itu agak ramai. Sepertinya sedang jam besuk. JHope berhenti di depan kamar yang berada di ujung koridor.
"Ini kamarnya," JHope memberitahu Yoongi.
Yoongi cuma mengangguk.
JHope mengetuk pintu kamar itu dua kali, lalu membuka pintu dan masuk. Yoongi mengekor di belakang.
Di kamar itu cuma ada satu tempat tidur pasien. Perabotannya lengkap: ada TV, lemari pakaian, kulkas mini, dan sofa yang dijamin pasti empuk.
Jimin berbaring di tempat tidur pasien dengan alat bantu pernapasan menutupi hidungnya dan slang infus yang terpasang di tangannya.
Matanya tertutup rapat.
Yoongi mengedarkan pandangan. Selain dia, di kamar ini ada JHope, V, Jin, dan Jungkook yang berdiri berjajar di samping tempat tidur.
JHope bergabung dengan teman-temannya dan berdiri di sisi tempat tidur. Yoongi berjalan mendekati Jimin yang tampaknya tertidur lelap.
"Tae, bener nggak sih, Jimin sakit flu burung?" tanya Yoongi.
"Betul, Yoongi," jawab V cepat. "Tapi masih belum positif sih."
"Lalu orangtuanya mana?" tanya Yoongi lagi.
"Mmm... tadi sih udah ke sini, tapi sekarang lagi pulang buat istirahat," kali ini Jungkook yang menjawab.
"Yoongi..., lo nggak kasihan sama Jimin?" tanya Jin pelan. "Dia udah dirawat sejak dua hari yang lalu."
Yoongi nggak menjawab. Dia cuma menatap wajah Jimin.
"Yoongi, gimana kalau Jimin nggak bisa diselamatkan?" ujar V. "Apa elo nggak sedih kehilangan dia?"
Yoongi tetap bungkam.
"Jimin benar-benar suka sama elo," kata Jungkook. "Kalau memang dia nggak bisa diselamatkan, paling nggak, lo balas cintanya di sisa umurnya."
Yoongi mengunci bibirnya rapat-rapat.
"Yoongi, kok elo diam aja sih?" protes JHope.
Yoongi mendongakkan kepalanya. Dia memandang teman-teman yang berdiri di hadapannya dengan diam.
"Gue nggak peduli," akhirnya Yoongi buka suara. "Gue nggak peduli dia sakit atau sekarat. Puas?"
Mata JHope, Jin, V, dan Jungkook melotot. Mereka kaget mendengar ucapan Yoongi.
"Lo kejam, Yoongi!" kata V.
"Jimin sayang banget sama elo, tapi elo malah jahat sama dia," sambung Jin. "Lo keterlaluan."
"Jimin, dengar kata-kata gue dengan baik!" Yoongi nggak memedulikan ucapan teman-temannya, dia malah bicara dengan Jimin yang terbaring di tempat tidur.
"Gue nggak suka cowok lemah!"
Setelah itu Yoongi beranjak meninggalkan tempatnya.
"Tunggu, Yoongi!" suara seseorang menahan Yoongi.
Yoongi membalikkan badan. Dilihatnya Jimin duduk tegak dan melepas alat bantu pernapasan yang menutup hidungnya. Lalu dia mencabut jarum infus yang ternyata hanya menempel di tangannya.
"Yoongi... gue bukan cowok lemah!" ujarnya, lalu berdiri dan berjalan mendekati Yoongi.
"Syukur deh," kata Yoongi, lalu berbalik lagi untuk meninggalkan kamar itu.
Baru saja Jimin hendak menahan Yoongi, pintu kamar terbuka sehingga Yoongi berhenti melangkah.
Seorang laki-laki setengah baya berpakaian dokter muncul dari balik pintu dengan senyum ramah sambil bertanya,
"Bagaimana latihan syutingnya?"
Yoongi merasa pernah melihat laki-laki itu. Ah, dia ingat. Laki-laki itu paman JHope yang waktu itu pernah mengobrol dengan papanya waktu papa JHope meninggal.
"Latihannya baik, Ahjussi," jawab Yoongi.
Jimin, JHope, Jin, V, dan Jungkook terpana mendengar jawaban Yoongi.
"Bagus kalau begitu," sahut paman JHope. "Tapi jangan lama-lama ya, takutnya nanti ada pasien yang mau masuk."
"Baik, Ahjussi," Yoongi kembali menjawab. "Lagi pula latihannya udah selesai kok."
"Oh, begitu ya." Paman JHope tersenyum. "Kalau begitu, nanti kalian lapor pada suster jaga agar kamar ini bisa segera dirapikan."
"Baik, Ahjussi."
Paman JHope keluar dari kamar sambil tetap tersenyum.
"Jadi, lo udah tau kalau semua ini cuma pura-pura, Yoongi?" tanya JHope beigtu pintu kamar tertutup kembali.
"Memangnya kalian pikir gue bego?" Yoongi balik bertanya.
"Lo jangan marah, Yoongi," kata Jimin. "Mereka cuma bermaksud menolong gue agar bisa baikan sama elo. Mereka nggak salah."
"Gue nggak bilang mereka salah...," sahut Yoongi.
"Maaf, Yoongi, ini semua ide gue," aku Jin.
"Dan gue yang jadi sutradaranya," ujar JHope. "Dokter tadi Samcheon gue. Dia punya kedudukan yang cukup tinggi di rumah sakit ini dan dia yang meminjamkan kamar ini dengan alasan gue mau latihan syuting buat pertunjukan saat kelulusan nanti," sambung JHope.
V nggak mau ketinggalan. Dia ikut buka suara,
"Gue penulis skenarionya, Yoongi."
Yoongi diam saja. Ekspresinya datar.
"Yoongi, kami tuh cuma mau ngebantuin Jimin buat baikan sama elo," kata Jin. "Dia tulus sayang sama elo."
"Siapa yang punya ide tentang penyakit flu burung?" tanya Yoongi tanpa merespons kata-kata Jin.
V mengangkat tangan kanannya.
"Gue."
"Sebenarnya, idenya maksa sih...," celetuk Jungkook membuat muka V memerah. Entah kenapa disindir begitu V malah terlihat tersipu-sipu.
Tiba-tiba Yoongi tertawa.
"Kalian tuh tolol banget sih! Cari penyakit kok yang aneh gitu. Mana mungkin gue percaya."
"Jadi lo curiga?" tanya JHope.
"Jelaslah!" jawab Yoongi. "Flu burung kan bukan penyakit sembarangan. Orang yang diduga terjangkit virus flu burung bakal diisolasi. Jadi mana mungkin kalian diijinin ngumpul di sini bareng Jimin yang katanya kena flu burung. Udah gitu, masa anak sakit parah orangtuanya nggak nemenin. Satu lagi yang perlu kalian tau, biasanya pasien yang dicurigai kena flu burung itu bakal dirujuk ke RS Bundang Jesaeng. Masa kalian nggak pernah dengar sih?"
"Tuh kan, gue bilang juga apa!" ujar JHope. "Jangan bilang kena flu burung. Demam berdarah aja. Lebih masuk akal."
"Tapi kan flu burung lagi ngetren, Hob," V ngotot.
"Tapi buktinya, rencana kita gagal gara-gara ide lo itu," balas JHope.
V cuma manyun. Jungkook terlihat senyum-senyum liatin V. Wah ada apa nih dengan mereka?
"Apa kalian pikir semua yang udah kalian rancang ini bisa membuat gue baikan sama Jimin?" tanya Yoongi.
"Itu harapan kami, Yoongi," jawab Jin. "Paling nggak, kami udah usaha."
Suasana mendadak jadi hening. Mata Yoongi beradu pandang dengan Jimin yang berdiri di hadapannya.
Lalu Yoongi berkata pelan,
"Apa buktinya kalau elo sayang sama gue dan nggak akan pernah membuat gue kecewa?"
"Gue nggak bisa menunjukkan buktinya ke elo, karena bukti itu ada di dalam hati gue dan hanya bisa gue perlihatkan seiring berjalannya waktu...," jawab Jimin sungguh-sungguh.
"Berarti, gue harus percaya sama ucapan elo begitu aja?"
Jimin mengangguk. Bola matanya menatap Yoongi dengan lembut, membuat jantung Yoongi berdebar nggak keruan. Yoongi menunduk agar Jimin nggak bisa melihat wajahnya yang mulai terasa memerah dan panas.
"Kalau sampe ternyata elo ngecewain gue…" kata Yoongi dengan kepala masih tertunduk, "gue jamin lo nggak bakal bisa tersenyum lagi."
Jimin terkesima mendengar kata-kata Yoongi. Begitu pula Jin, JHope, V, dan Jungkook yang menonton dari belakang.
"Apa ini berarti lo nerima cinta gue, Yoongi?" Jimin mencoba menerka.
Wajah Yoongi makin memerah. Dia menyahut sambil pura-pura membuang muka,
"Nggak tau ah!"
Senyum Jimin merekah. Dia melompat dan berteriak kencang,
"YES!"
Yoongi nggak tahu harus bersikap bagaimana. Dia jadi salah tingkah. Apalagi ketika Jimin tiba-tiba menarik tubuhnya dan memeluknya erat.
"Gila, apa-apaan sih lo!" protes Yoongi sambil meronta.
Tapi Jimin nggak mau melepasnya.
"Makasih, Yoongi. Sekarang lo resmi jadi pacar gue..."
"Heh, siapa yang bilang gue mau pacaran sama lo?" Yoongi berusaha melepaskan diri dari pelukan Jimin.
"Kali ini lo nggak akan gue lepasin," bisik Jimin lembut di dekat telinga Yoongi. "Kata-kata lo tadi udah gue terjemahin sebagai pernyataan bahwa elo bersedia jadi pacar gue. Dan elo nggak bisa menariknya lagi."
Yoongi berhenti meronta. Tubuhnya terasa lemas saat merasakan desah napas Jimin di telinganya. Yoongi menyerah. Dia nggak lagi melawan. Dia membiarkan cinta merasuki dirinya, rasanya menenangkan.
"Gue sayang elo, Yoongi...," bisik Jimin lagi.
Yoongi nggak menjawab, tapi tangannya perlahan bergerak dan membalas pelukan Jimin dengan sepenuh hati. Direbahkannya kepalanya di pundak Jimin, dibiarkannya sensasi yang belum pernah dia rasakan menjalar lembut ke seluruh pembuluh darahnya.
Gue juga sayang elo, Jimin, kata Yoongi tanpa suara. Hanya senyumnya yang merekah hingga menunjukkan gummy smilenya ketika bertatapan dengan Jimin. Senyum yang sangat bahagia dan lega, lalu dia kembali dalam pelukan hangat Jimin.
Ma... Yoongi sekarang juga akan belajar bagaimana untuk mencintai dan rasanya dicintai...
-END-
[Huwaaa… Enddd ;-;]
[Akhirnya Yoongi takhluk sama Jimin]
[Akhirnya Yoongi berhasil 'dijinakkan' Jimin]
[Akhirnya mereka jadian]
[Horeee!]
[Review please ^_^]
P.S:
[Big thanks untuk semua yang udah mau baca FF ini dari awal ampe selese. Reviewnya juga TOP semua, bikin semangat, bikin seneng, bikin terharuuu *serius* ]
[Untuk yang request TaeKook tuntas juga loh ya, walo cuma extra slight huehehe, selebihnya imajinasiin sendiri ya gimana Jungkook yang gak kalah tengil ngejar Taetae yang telmi :D]
[Oh ya, sama yang bingung, kenapa sih kok Jimin sakit nya 'flu burung', silahkan tanya lebih jelas ke Kim Taehyung. Aku juga ampe debat pusing sama dia, absurd :p]
[Last, sampe jumpa di FF lainnya yaaa…]
[Hopefully soon!]
[-Pinku-]
