A/N: Assalamualaikum. Marhaban Yaa Ramadhan. Cieeee, bentar lagi Idul Fitri nih. Author mohon maaf apabila ada salah kata lewat ff ini maupun lewat PM.

Author ucapkan SELAMAT kepada Guest, Neo and Onodera-chan, Vivi Ritsu, dan Aozora Yuki yang sudah menebak kata kunci di Chap 9. Sesuai judulnya, we are siblings, aren't we? , jawaban kata kuncinya ialah kita kan bersaudara?. Hey, Guest, siapa namamuuu? Author mau ucapkan selamat kepadamuuuu-_-.

Di Chap 9 kan sudah jelas, Kakak Boboiboy tidak mendapatkan kekuatan apapun dan tidak mendapat pasangan :). Silahkan baca ulang hehehe. Terima kasih sudah memperhatikan Fang yang orangtuanya masih misterius. Tak nyangka para readers baca ff ini sampai feelnya ngena :'D.

Finally! This is the last part! Hope you enjoy this 6k+ words :'D!

Before:

"KYAAAAA! ADA CICAK!"

"AAAA GELI LAAAAH!"

"MANA?! MANA?!"

"TUKARKAN JADI MAKANAN, GOPAL!"

"HEI! TAK BAIK BERBUAT MACAM TU KEPADA BINATANG!"

"MENGAPA ADA CICAK DI MOBIL KEBENARAN PAPA ZOLA NI?"

Kamu hanya mendesah nafas pasrah. Ya, memang malam ini akan menjadi malam yang sangaaaat panjang.

.

.

.

.

.

Aku sayang Kak (Your Name/Reader)!-Boboiboy

.

.

.

.

.

Pukul 3 malam... Di Kedai Tok Aba...

Yaya, Ying, Gopal, dan Fang berebutan keluar dari mobil. Kamu hanya mendesah kesal seraya mematikan mesin mobil.

"Ufh, aku tak nak naik mobil macem tu lagi,"ucap Fang seraya membetulkan letak kacamatanya.

"Kau ni. Aku nak naik lagi. Seronoknyeee,"jawab Gopal riang.

"Haiya! Mana ada seronok! Susah yang ada!"ujar Ying nyaris teriak.

"Hmm, sampai ada cicak kat mobil ni,"timpal Yaya.

Sementara budak-budak ini mengeluh tentang mobil Papa Zola, Tok Aba dan warga lain segera melihat ke arah kalian dengan perasaan yang tak terbendung lagi. Orangtua masing-masing segera berlari menghampiri anak-anaknya lalu memeluknya.

"GOPAL!"

"YAYA!"

"BOBOIBOY!"

Tidak dengan Ying. Ia menghampiri neneknya lalu memeluk beliau erat.

"APPA!"

"MAK!"

"TOK ABA!"

Kamu hanya tersenyum melihat mereka satu persatu. Mendadak kamu juga kangen dengan orangtuamu di KL.

"Haiyoyoooo! Macam mana kalian bisa terluka parah nih?!"omel Uncle Kumar.

"Hehhe,"

"Kenapa kalian pergi tak memberi tahu kitorang? Kita juga yang susah!"tambah Cik Yah.

"Maaf, Mak! Yaya janji tidak mengulanginya lagi,"

"Boboiboy! Atok tak suke kalau kau macem ni lagi!"ujar Tok Aba seraya mengancamnya dengan jeweran.

"Hehehe, maaf, Tok,"

Lalu beberapa polisi menghampirimu.

"Saya rasa, masalah sudah selesai?"ucap Pak Polisi kepadamu.

"Iya, Pak. Semua sudah baik-baik sekarang,"ujarmu seraya tersenyum simpul.

"Oke, terima kasih, (YN)!"

Lalu kelompok polisi itu meninggalkan tempat ini.

Kamu menengok ke arah Fang. Di saat temannya yang lain sibuk dinasehati dan diomeli orangtuanya masing-masing, ia malah menatap lurus ke arah teman-temannya. Kamu pun berjalan menghampiri Fang.

"Ada apa, Fang?"

Fang hanya menatapmu sebentar lalu membuang pandangannya ke arah lain.

Kamu hanya menggeleng-geleng kepala, lalu kamu berkata...

"Yang penting Ochobot selamat,"ujar Fang duluan sebelum kamu berbicara.

Kamu pun menepuk pundak Fang seraya tersenyum.

Tiba-tiba...

"HAH? APESAL NI? KENAPA MURID-MURID KEBENARAN MACEM NI?!"teriak Papa Zola seraya menggoncangkan tubuh Fang.

"AHK! Sakitlah, Cikgu!"teriak Fang sambil meringis kesakitan.

Papa Zola menghentikan perlakuannya.

"Hehe, piss wo,"

Krik... Krik...

Krik... Krik...

"Haiya, apalah cikgu ni?"timpal Ying sebal karena Papa Zola yang datang tiba-tiba.

"Bukankah Papa Zola seharusnya tidur di rumah?"ucapmu keheranan.

"Kebenaran... tak pernah tidur sendiriaaaaaan!"ujar Papa Zola.

Krik... Krik...

Krik... Krik...

"Sudahlah tu! Mengaku je kau tak ikut berjaga-jaga kat sini,"ujar Tok Aba.

"Hehehe! Apalah Tok Aba ni! Sebenarnya Cikgu tak bisa tidur karena memikirkan murid-murid Cikgu ni. Maka dari itu, Cikgu buru-buru ke sini. Syukurlah kalian selamat. Nah, Fang, ayo ke rumah kebenaran. Lukamu akan diobati oleh Mama Zila,"ujar Papa Zola.

"Hah? Fang mau ke rumah Papa Zola? Aku juga naaak!"ujar Gopal seraya melompat ke arah Papa Zola.

"Apesal kau ni! Semestinya kau pulang dengan Appa kau lah!"sanggah Papa Zola.

"Uhuhuhuhu, ayolah Papa Zola. Bolehlah bolehlaaaaah,"ucap Gopal memohon dengan puppy eyes-nya.

"Ah, sudah-sudah. Lebih baik korang semua pulang ke rumah masing-masing. Nah, Papa Zola, terima kasih atas mobilnya,"ujarmu seraya menyerahkan kunci mobil ke Papa Zola.

"Sama-sama. Nah, ayo Fang kita pergi ke rumah kebenaran!"ujar Papa Zola seraya berjalan ke arah mobilnya.

"Apa? Naik mobil itu lagi? TIDAAAAK!"jerit Fang.

"Aaaaah, nak ikuuttt!"teriak Gopal.

Semua warga Pulau Rintis hanya tertawa melihat kelakuan Papa Zola, Fang, dan Gopal.

Kamu tertawa melihat mereka bertiga. Tertawa puas sekaligus lega bisa melihat anak-anak superhero ini kembali kepada orangtuanya masing-masing. Yah, walaupun Fang harus ikut Papa Zola.

"Hehehehe! Terbaik!"


Langit memancarkan warna jingganya yang begitu indah. Suhu hangat mengelilingimu. Angin berhembus pelan menerpa wajahmu. Beban yang ada di hati dan pikiranmu mendadak tidak ada. Kamu menutup mata untuk menikmati ini semua.

"Kak (YN)! Ayolah cerita!"

Seketika kenikmatanmu berhenti karena Ying mengagetkanmu. Kamu pun menoleh ke arah wajah-wajah penasaran yang ada di depanmu.

Ya, sekarang kamu sedang berkumpul dengan budak-budak superhero nan menggemaskan di gazebo sebelah kedai Tok Aba di sore hari ini. Enam cangkir Hot Chocolate spesial Tok Aba panas terpajang manis di meja, seakan-akan menunggu ceritamu juga.

"Cerita apa, huh?"balasmu polos.

"Ceritakan kenape Kak (YN) buat koko. Eh, apa namanya? Uum, koko..."ujar Yaya mendadak lupa dengan nama formula itu. Matanya terus bergerak untuk mengingat-ingat nama formula itu.

"Formula Koko lah,"ujar Fang seraya memutarkan bola matanya.

"Nah, tu! Ceritakan bagaimana awal Kak (YN) membuat Formula Koko untuk Adu Du. Dan apa maksudnya Kak (YN) buat formula tu,"ujar Yaya.

"Ha ah! Aku pun tak tau kalau Kak (YN) diam-diam buat formula tu,"timpal Boboiboy.

"Baiklah, semasa kalian sibuk berperang dengan Adu Du sepulang sekolah tu, ide membuat Formula Koko langsung muncul di kepalaku. Lalu aku membuatnya keesokan harinya,"

"Apa alasan Kak (YN) membuat formula tu?"timpal Gopal.

"Hmm, Kakak gak tahan saja dengan kelakuan Adu Du yang mengganggu. Aku sedang jaga kedai, Adu Du tiba-tiba menyerang. Lalu kalian harus menyerang Adu Du. Padahal kalian capek kan habis pulang dari sekolah?"

Kelima anak ini hanya mengangguk manis.

"Lalu, dimana Kak (YN) buat formula tu?"ujar Gopal penasaran.

"Di laboratorium sekolah kalian. Dengan..."

"HAH? LABORATORIUM SEKOLAH?"teriak Gopal seraya menggebrak meja.

"Haiya, Gopal! Lu jangan seenaknya potong cerita!"omel Ying.

"Ahh... umm... patutlah Kak (YN) kabur ketika kita membersihkan kedai Tok Aba yang diserang pada hari tu,"simpul Gopal yang tidak memperdulikan ucapan Ying.

"Enak saja. Aku bukan kabur. Aku sudah izin dengan Tok Aba!"sewotmu.

"Hah? Maknanye, Tok Aba sudah tau Kak (YN) buat Formula Koko?"ujar Boboiboy sedikit shock.

Kamu pun hanya tertawa pelan.

"Iyaps. Aku hanya memberitahu hal ini kepada Tok Aba dan Ochobot,"balasmu santai.

"Tapi, kalau Kak (YN) membuatnya di sekolah kita, maknanye, Papa Zola tahu juga?"selidik Fang ke arahmu.

"Hmm, awalnya Kakak berbohong kepada Papa Zola tentang alasan peminjaman laboratorium. Tapi, ketika Kakak kesulitan mencari bahan terakhir, Papa Zola dan Uncle Ah Beng datang membantu. Saat itu juga Papa Zola tahu alasan selama ini aku meminjam lab,"

"Hmm... patutlah hari-hari kemarin tidak ada praktek di laboratorium,"ujar Yaya.

Kamu pun mengerutkan kening. Kamu ingat ketika Papa Zola bilang kamu harus menyingkir jika murid sekolah ingin menggunakan lab.

"Masa sih, Ya? Disengajain atau gimana?"ujarmu kebingungan.

"Ah, aku tau. Papa Zola pernah bilang bahwa lab. saat itu sedang ada proyek sesuatu. Makanya tidak bisa dipakai,"ucap Boboiboy.

"Kemungkinan Papa Zola bilang itu juga ke guru yang lain,"sambung Yaya.

"Tak ku sangka Papa Zola begitu baik,"ujarmu.

"Kak (YN) cerdas sangat, ma. Kak (YN) pandai berakting dan membuat formula tu,"puji Ying kepadamu.

"Hehehe, makasih Ying. Biasa saja kok,"balasmu sambil tersenyum.

"Kak (YN) sampai di rumah sebelum Boboiboy pulang sekolah. Berarti sebelumnya Kak (YN) membuat Formula Koko di sekolah?"tanya Boboiboy.

"Iya, Boboiboy,"balasmu lalu meminum Hot Chocolate.

"Umm, kata Gopal tadi, setelah kedai Tok Aba diserang, kalian membersihkan kedai Tok Aba bersama-sama. Lalu Kak (YN) meminta izin untuk pergi. Pada sore itu hujan, Kak (YN) pulang dengan keadaan basah kuyup. Itu artinya, Kak (YN) pulang hujan-hujanan sehabis membuat Formula Koko di sekolah?"ujar Boboiboy seraya memainkan jari tangannya.

Kamu pun menghentikan aktivitasmu meminum Hot Chocolate. Kamu menurunkan cangkir dan meletakkannya di meja. Lalu kamu mendekatkan wajahmu tepat di depan wajah Boboiboy.

"Iya, adik manis,"balasmu lalu menjauhkan wajahmu dari wajah Boboiboy. Kemudian meminum kembali Hot Chocolate yang hampir habis.

Seketika Boboiboy menundukkan kepalanya. Gopal hanya mengerutkan kening melihat kelakuan sahabatnya.

"Ada apa nih?"ucap Gopal seraya melihat kamu dan Boboiboy secara bergantian.

"Aku mau minta maaf karena memarahi Kak (YN) pada hari tu,"ucap Boboiboy pelan.

"Haiya! Jadi kalian bertengkar lagi di rumah?"ujar Ying.

"Lah, saye kira sudah reda bertengkarnya,"tambah Yaya.

"Ha ah! Hayoloooh, Boboiboy. Masa Kak (YN) yang capek-capek buat Formula Koko kau marahi?"goda Gopal seraya menggoyang-goyangkan jari telunjuknya.

"Patutlah Boboiboy menangis kejer waktu di Markas Kotak. Pasti karena rasa bersalah kan? Dasar lemah,"ejek Fang sambil membetulkan kacamatanya.

Seketika mata Boboiboy mengarah tajam ke arah Fang.

"Apa kau cakap?!"ketus Boboiboy.

Hot Chocolate yang kamu minum sudah habis. Kamu meletakkan cangkir kosong itu ke meja. Lalu kamu tertawa pelan.

"Heh? Bukan urusanku? Ini menjadi urusanku jika terkait dengan Tok Aba,"ucapmu mengejek seraya meniru suara Boboiboy pada waktu itu. (A/N: Baca kembali Chapter 8)

Sontak Yaya dan Ying tertawa.

"Kak (YN)!"ucap Boboiboy seraya melotot ke arahmu. Wajahnya lalu memerah.

"Hahaha. Lagi Kak (YN)! Lagi!"ujar Gopal.

Kamu hanya tersenyum seraya memamerkan gigimu.

"Kalian tahu tak, alasan pembuatan Formula Koko itu karena aku benar-benar peduli terhadap Ochobot. Eh, Boboiboy malah bilang Oh, aku tahu. Kak (YN) memang benar-benar tak peduli dan ingin segera angkat kaki dari masalah ini, huh?"ucapmu lagi sambil meniru suara Boboiboy yang dingin pada saat itu.

"Uuuh, takutnyeeee,"goda Gopal seraya tertawa.

"Haha! Sampai segitunya pun,"gelak Ying.

"Kak (YN), hentikaaaaaan!"ujar Boboiboy tak tahan lalu bersiap-siap menutup mulutmu dengan tangannya.

Tapi dengan sigap, Gopal menahan tangannya dan mengunci tubuh Boboiboy.

"Bagus, Gopal. Teruskan kata-kata Boboiboy pada waktu itu, Kak (YN)!"ujar Fang seraya nyengir.

"Hahahaha! Apakah urusanmu lebih penting daripada Ochobot, hah?. Padahal iya sih urusanku membuat Formula Koko lebih penting dan itu menyangkut nyawa Ochobot. Wajahnya saat itu menggemaskan,"godamu ke arah Boboiboy.

"Kak (YN)!"teriak Boboiboy.

"Lalu Boboiboy mengatakan Kak (YN) jahat!"ucapmu sambil meniru mimik cemberut Boboiboy pada waktu itu.

"Alaaah, sampai dikatain jahat. Dasar Boboiboy nih,"omel Yaya lalu ia tertawa.

"Uuuuh, seramnyeee. Lebih jahat ke daripada Adu Du?"goda Fang seraya tertawa puas.

"Tidak! Kak (YN) tidak jahat. Ampuuun, Kak!"ujar Boboiboy seraya meronta-ronta di kuncian Gopal.

"Habislah kau, Boboiboy,"ejek Gopal.

"Dan yang lebih parahnya lagi, ketika Boboiboy mengatakan Ochobot sedang diculik. Mungkin sudah tersiksa di Markas Kotak. Kak (YN) malah keluyuran ga jelas di luar sana!. Aduuuh, aku gak keluyuran, Boboiboy. Aku sedang berjuang di sekolah kamu untuk membuat Formula Koko,"ujarmu sarkatik lalu mencubit pipi Boboiboy.

"Hahahahaha!"tawa Yaya, Gopal, Ying, dan Fang yang begitu keras.

"Ugh! Iya iya. Maaf deh,"ujar Boboiboy seraya mengelus pipinya.

"Kak (YN) kuat sekali menghadapi Boboiboy ini. Kalau aku jadi Kak (YN), mungkin Boboiboy sudah aku kurung dalam kukun bayangku,"ujar Fang sambil tertawa.

Boboiboy hanya mendesah pasrah. Kamu pun tertawa melihat tingkah adikmu itu.

"Eh, bagaimana kondisi kalian? Sudah membaik?"tanyamu.

"Hmm, lumayan lah. Dengan kondisi aku macam ni, aku tak bisa membuat biskuit untuk sementara,"ujar Yaya murung seraya menujuk wajahnya yang terlihat bekas goresan.

Lalu kamu, Boboiboy, Gopal, Fang, dan Ying langsung tersenyum lebar.

Selamat deh dari biskuit Yaya.

"Hmm, aku pun tak bisa makan banyak-banyak dulu. Nanti sakit,"ujar Gopal seraya menunjukkan luka yang sudah lumayan membaik di sudut bibirnya.

"Hah bagus tuh. Sehat sikit,"ujar Yaya. Gopal hanya menunjukkan wajah cemberutnya.

"Aku juga sudah lumayan. Tapi untuk saat ini, aku tidak boleh menggunakan kuase bayangku. Disuruh Ochobot,"timpal Fang seraya menunjukkan kedua tangannya yang dibalut perban.

"Aku juga disuruh Ochobot untuk tidak sering berlari. Nanti pusing ma,"ujar Ying seraya menunjukkan pelipisnya yang ditutupi kapas ditimpa plester.

"Nah, syukurlah. Untuk kau Boboiboy, jangan memaksakan diri berbuat sesuatu. Kau juga masih luka-luka,"ujarmu lalu menujuk dagu Boboiboy yang lebam dan beberapa bagian tubuhnya yang luka.

"Oke, Kak (YN)!"balas Boboiboy sambil mengancungkan jempolnya.

"Hei, sudah mulai maghrib nih. Lebih baik korang pulang. Besok kan sekolah,"ujar Ochobot yang tiba-tiba muncul di hadapan kalian.

"Aik? Bile mase Ochobot muncul?"ujar Boboiboy seraya menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Huh, kebiasaan,"cibir Yaya kepada Ochobot.

Ochobot pun hanya cengengesan.

"Kenapa besok tidak libur je? Papa Zola kan sudah tahu kita lagi sakit,"keluh Gopal.

"Hah, banyak mimpi saja lah kau, Gopal,"timpal Ying.

"Okelah, kita pulang dulu. Bye, Ochobot, Kak (YN), Boboiboy!"ucap Fang seraya melambaikan tangan ke arah kalian bertiga.

Lalu Yaya, Ying, dan Gopal ikut melambaikan tangan ke arah kalian. Mereka berempat pun pulang menuju rumah masing-masing.

"Nah, jom kita bantu Tok Aba bereskan kedai, Kak (YN)!"ajak Boboiboy.

"Jom,"


Malam hari...

Saat ini kamu tengah santai di ruang tengah. Kamu menonton TV bersama Tok Aba dan Ochobot yang duduk di sampingmu.

GEDEBUK!

Kamu dan Tok Aba tertawa ketika melihat salah satu artis melontarkan gurauannya di TV.

GUBRAK!

"Adoyai, suara ape tu?"ujar Ochobot sweatdrop.

Kamu tidak memperdulikan perkataan Ochobot. Kamu terus menatap layar televisi.

WUSHHH!

Kamu mengernyit ketika mendengar suara angin ribut yang berasal dari...

"Aish, Boboiboy ngapain lagi ribut di kamarnya?"keluh Tok Aba sambil berusaha fokus terhadap TV di depannya.

Kamu menarik nafas. Ternyata ulah Boboiboy yang berisik di kamarnya.

"Tok, aku ke kamar Boboiboy dulu,"ujarmu setelah merasa ada yang tidak beres di lantai dua tersebut.

Tok Aba hanya mengangguk sambil terus menatap televisi di depannya.

Kamu segera menaiki tangga.

Sesampai kamu di depan kamar Boboiboy, kamu meraih kenop pintu lalu memutarnya.

Pintu terbuka dan menampilkan tiga anak yang sedang bergulat di depanmu.

"Cara kau salah lah!"

"Heh mana ade? Cara kau benar tak?"

"Entahlah. Tapi cara kau memusingkan!"

"APE KAU CAKAP?!"

Rupanya Boboiboy berpecah tiga. Terlihat tangan kiri Halilintar mencengkeram jaket Taufan dan tangan kanannya menjepit tubuh Gempa.

"Hey, Boboiboy! Sudah!"ujarmu lalu memisahkan Halilintar, Taufan, dan Gempa.

"Apesal korang ribut malam-malam ni?"

"Umm, anu, kita ada pr matematik. Soalnya susah sangat,"ujar Gempa seraya menggaruk pelan bagian belakang kepalanya.

"Laaah, lalu kenapa berpecah jadi tiga?"ucampu sambil menahan tawa.

"Susah lah, Kak. Kita perlu berunding dulu. Cara Halilintar menyelesaikan masalah itu salah,"cetus Taufan.

"Masih untung aku kasih penyelesaiannya!"gertak Halilintar.

"Kalian tahu tak, suara kalian itu menganggu waktu santai Kakak dan Tok Aba yang sedang menonton tv!"ujarmu lalu berjalan ke arah meja belajar Boboiboy.

"Lebih baik aku tengok tv!"ujar Halilintar lalu berjalan ke arah pintu.

"Ah! Jangan! Kita belum menyelesaikan pr ni. Besok mesti Papa Zola marah kalau pr tu tak selesai!"ujar Gempa seraya menarik hoodie jaket Halilintar.

"AHK! Lepaskan aku!"ronta Halilintar.

"Hahahaha, teruskan Gempa!"sorak Taufan sambil melompat-lompat.

"Ishh! Sudahlah sudah! Lebih baik korang bercantum semule. Biar Kakak yang bantu menyelesaikan pr ni!"ucapmu lalu melerai mereka lagi.

"Yasudah!"ujar Halilintar seraya mendengus kasar.

"Boboiboy cantum semule!"

Lalu terlihat Boboiboy seorang di depan matamu.

"Nah, soal mana yang susah?"

Boboiboy duduk di kursinya. Lalu menunjuk soal yang ada di buku pr nya. Kamu pun segera membaca soal itu. Terlihat gambar bangun datar trapesium dengan angka di sudut masing-masing. Ada salah satu sudut yang tidak diketahui angkanya. Persoalannya ialah, berapa angka di sudut itu. Kamu pun mengerutkan kening lalu menatap Boboiboy.

"Soal beginian kamu masih bingung?"tanyamu.

"Hehehehe,"balas Boboiboy seraya menggaruk pipinya yang tidak gatal.

Kamu pun hanya menghela nafas.

"Sepertinya aku akan mengajarimu mulai dari dasarnya,"ucapmu lalu mengambil secarik kertas dan pensil.

Kamu pun mulai berceloteh tentang bangun datar beserta sudutnya. Boboiboy hanya mengangguk mendengar penjelasanmu. Sesekali bocah itu menunjukkan rumus yang tidak ia mengerti. Kamu pun menjelaskannya seraya menulis.

"(YN)! Ayah telefon kau. Turun ke sini sebentar!"teriak Tok Aba dari lantai satu.

Hah? Ayah?

"Aku sudah mengerti, Kak (YN)! Aku akan mengerjakan prku sekarang. Kakak ke bawah saja,"ujar Boboiboy.

"Oke, good luck!"ujarmu seraya mengacak kepalanya yang tertutup topi dinosaurusnya.

Kamu keluar dari kamar Boboiboy lalu menuruni tangga. Terlihat Tok Aba yang memegang telefon.

Tok Aba memberikan telefon kepadamu. Lalu kamu menempelkan gagang telefon itu di telingamu.

"Halo, Assalamualaikum, Ayah!"

"Waalaikumsalam, (YN)! Bagaimana kabarmu dan Boboiboy?"ucap suara berat di seberang sana.

"Hmm, baik kok, Yah. Tumben Ayah menelefon malam gini. Ada apa?"

"Ayah cuma ngasih tau aja. Lusa kan kamu akan pulang. Ayah dan Mak akan menjemputmu di stasiun KL. Yah, walaupun cuma sebentar aja, habis itu balik lagi ke kantor. Bagaimana?"

Glek! Kamu lupa bahwa lusa kamu akan kembali ke Kuala Lumpur. Untung saja Ayahmu menelefonmu. Mengingat juga bahwa sekolahmu hanya memberikan libur sementara.

"Ah, iya jemput aja gapapa kok, Yah,"balasmu dengan suara rada pelan.

"Loh, kok ga semangat gitu? Gamau pulang ke rumah yaa?"goda Ayahmu.

"Ah, m-mau kok. (YN) juga sudah kangen dengan rumah. (YN) lupa kalau lusa harus pulang. Untung Ayah ngingetin,"ucampu seraya nyengir.

"Ya ampun! Sampai lupa segala. Emang saking betahnya yaaa di rumah Tok Aba?"

"Betah banget. Makanya kita sempetin dong liburan ke sini. Biar bisa ngumpul lagi kayak duluuuuu,"ucapmu seraya menahan tangis.

Kalau diingat-ingat lagi, sedih rasanya kalian tidak berkumpul. Boboiboy selalu merengek ingin tinggal di rumah Tok Aba. Makanya di rumah hanya kamu dan orangtuamu saja. Terkadang kamu sendirian di rumah karena orangtuamu sibuk di kantornya. Dua tahun yang lalu, kalian selalu berkumpul berempat.

"Hahahaha, oke deh. Ayah juga kangen sama anak laki-laki Ayah yang satu itu. Bulan Ramadhan dan akhir tahun nanti, Ayah dan Mak akan ambil izin cuti. Kita akan menginap di rumah Tok Aba,"ucap Ayahmu dengan suara ceria.

"Hah? Benarkah? Aaaaa, makasih Yaaaah,"teriakmu girang sambil lompat-lompat kecil.

"Hahaha, apapun itu untuk kedua anak Ayah. Baiklah, Ayah akan menutup telefon. Masih banyak pekerjaan yang harus diurus. Sampaikan salam Ayah kepada Boboiboy. Jangan lupa persiapkan kepulanganmu nanti. Assalamualaikum,"

"Oke, Yah. Waalaikumsalam,"

Kamu menutup telefon. Lalu menengok ke arah Tok Aba dan Ochobot yang memandangmu dengan raut bingung.

"Nah, sana packing dulu. Biar besoknya tinggal santai,"perintah Tok Aba.

"Oke, Tok,"ucapmu tersenyum.

"Aik? Kak (YN) mau kemana?"ujar Ochobot.

Kamu pun hanya melempar senyum misterius ke arah Ochobot lalu beranjak pergi ke kamarmu.


Kamu menatap tas besar yang sudah terisi penuh dengan bajumu dan yang lainnya. Lemari besar di sudut kamarmu sudah kosong. Ada jaket berwarma (warna kesukaan reader masing-masing) tergantung di kenop pintu lemari. Dibawahnya ada sepatu dan kaos kaki warna (warna kesukaan reader masing-masing). Kamu akan memakai jaket dan sepatumu itu lusa nanti.

KREK!

Pintu terbuka dan menampilkan Boboiboy dengan wajah kusutnya. Jam tangan kuase setia berada di pergelangan tangan kanannya yang memegang buku pr matematik. Pensil mekanik terselip di belakang daun telinganya. Bocah itu berjalan pelahan menujumu.

"Ada apa, Boboiboy?"

Bocah bertopi jingga itu terus diam sampai ia berada tepat di depanmu.

Secara tiba-tiba, Boboiboy menjatuhkan buku prnya dan langsung memelukmu erat.

Kamu hanya heran menatap kelakuan Boboiboy. Kamu pun membalas pelukannya.

"Kak, jangan pergi,"

Ah, ya ampun. Ternyata Boboiboy tidak mau kamu pulang ke KL.

"Kakak di sini aja. Temani Boboiboy,"

Anak itu semakin menenggelamkan kepalanya ke dalam pelukanmu.

"Kakak harus pulang, Boboiboy,"ucapmu seraya mengelus pelan kepalanya.

"Jangan! Maafkan Boboiboy, Kak (YN)! Boboiboy tidak bermaksud menyuruh Kakak pulang ke KL,"ucap Boboiboy setengah teriak.

Otakmu lalu memutar kejadian kemarin. Dimana Boboiboy marah kepadamu dan menyuruhmu pulang.

Lebih baik Kak (YN) pulang saja ke Kuala Lumpur! Pergi dari sini!

"Oh, yang kata itu..."

"Maafkan, Boboiboy, Kak. Hiks... B-Boboiboy t-tidak bermaksud menyuruh K-Kak (YN) pergi. Hiks... hiks..."

Tubuh Boboiboy mendadak bergetar. Kamu merasakan ada bagian bajumu basah. Kamu pun mempererat pelukanmu.

"Sssst! Engga kok. Ini bukan salah Boboiboy. Sudah yaaa,"ucapmu sambil terus mengelus kepala adikmu.

"Huhuhu... Hiks... Hiks,"

Akhirnya kamu membiarkan anak ini menangis sepuasnya di pelukanmu. Kamu pun berusaha sekuat tenaga untuk tidak ikut menangis. Aneh rasanya. Hubungan kalian sangat erat. Tidak rela jika salah satu dari kalian pergi.

Kamu pun melepaskan pelukan kalian, lalu kamu berlutut untuk mensejajarkan tinggi tubuhmu dengan tinggi tubuh Boboiboy.

Kamu tersenyum ke arah anak itu. Perlahan, tanganmu membuka topi yang setia menempel di kepala Boboiboy.

"Anak manis, jangan sedih yaa,"

Boboiboy hanya menatapmu pilu. Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Kamu mengelus rambut Boboiboy dengan penuh kasih sayang. Menyisir rambutnya menggunakan jari-jari tanganmu. Kamu mengambil pensil mekanik yang terselip di belakang daun telinganya. Lalu meletakkannya di sembarang tempat.

"Kak (YN) baik-baik ya nanti di Kuala Lumpur. Sering telefon Boboiboy ya nanti,"ujar Boboiboy lirih.

Mendadak, air mata yang kamu tahan, lolos dari matamu. Turun dengan mulus membasahi pipimu. Lalu kamu kembali memeluk Boboiboy dengan erat. Kamu akan merindukan anak ini.

"Iya, Kakak janji,"

"Terbaik,"

"HUWAAA! KAK (YN) JANGAN PERGI!"

Tiba-tiba Ochobot menerobos masuk ke kamarmu sambil berteriak heboh.

"Kakak cuma mau pulang ke rumah. Bukan pergi ke planet Ata Ta Tiga, Ochobot,"candamu seraya nyengir.

"Jangan bercanda, Kak (YN)!"ujar Boboiboy seraya memanyunkan bibirnya.

"Kak (YN) di sini sajaaaa. Rumah akan sepi kalau tidak ada Kakak,"rengek Ochobot.

"Lah, kan ada Tok Aba dan Boboiboy. Sudah malam ini. Lebih baik korang tidur. Besok Boboiboy sekolah kan?"

"Iya, Kak. Yaudah, Boboiboy ke kamar dulu,"ujar Boboiboy lalu berjalan menuju pintu kamar diikuti Ochobot.

"Oke, selamat malam,"

"Selamat malam,"


Siang ini begitu terik sekali. Jam menunjukkan angka dua. Seharusnya jam segini sudah adem dong? Apa malah tambah panas? Huft~

Kamu berada di kedai membantu Tok Aba membuat hidangan serba coklat untuk para pelanggan yang semakin ramai. Sesekali kamu juga mengantar pesanan ke meja pelanggan karena terkadang Ochobot juga kewalahan mengantar pesanan seorang diri. Kamu menikmati semua ini walaupun cuaca panas.

"Waah, ramainya kedai Atok!"

Kamu menoleh ke arah sumber suara. Terlihat Boboiboy sedang duduk di kursi bundar. Seragam sekolah masih melekat di tubuhnya dan ia masih mengenakan tas punggungnya. Kamu pun segera sigap membuat Ice Koko untuk Boboiboy.

"Ah, terima kasih, Kak (YN)!"ujar Boboiboy setelah menerima Ice Koko buatanmu.

"Okey,"

"Ngomong-ngomong, Kak (YN) terlihat cocok memakai celemek kedai,"ucap Boboiboy setelah meminum Ice Koko.

"Huh, terserah kau je lah,"balasmu seraya memutarkan bola mata.

"Kak (YN), ikut Boboiboy yuk!"

"Eh?"

Tiba-tiba Boboiboy menarik tanganmu. Tapi kamu menahannya.

"Mau kemana? Jangan canda deh. Kedai Tok Aba sedang ramai!"

"Alaah, sebentar saja, Kak. Ayolaaaaah!"ujar Boboiboy yang tidak hentinya menarik tanganmu.

"T-tapi..."

"Tak apa lah, (YN). Kau ikuti saja kemauan Boboiboy. Atok dan Ochobot bisa menangani ini,"ujar Tok Aba sambil mengelap mug.

"Baik, Tok,"ujarmu pasrah lalu melepas celemek yang kamu kenakan.

"Yey, gitu dong. Assalamualaikum, Tok,"

"Waalaikumsalam,"

Boboiboy terus berlari menarik tanganmu. Mau tidak mau, kamu harus ikut berlari juga. Boboiboy terlihat semangat sekali dan sesekali senyum memamerkan deretan gigi putihnya. Kenapa harus berlari sih? Ga pake gerakan kilat aja?

Kamu dan Boboiboy – yang tangannya tidak mau melepaskan tanganmu – terus berlari sampai tiba di depan rumah Tok Aba.

"Hah? Untuk apa kamu menarik aku hanya untuk ke rumah Tok Aba?!"protesmu kesal.

"Kita bukan ke sini, Kak!"jawab Boboiboy sambil terus berlari dan menarik tanganmu.

Kamu hanya mengernyit bingung. Kamu terus berlari lalu menuruni tangga.

"Kita mau kemana sih? Capek nih lari terus!"protesmu kepada Boboiboy.

"Alah, bentar lagi nyampe kok, Kak (YN)!"balas Boboiboy cuek seraya terus menarik tanganmu.

Kamu pun telah menuruni tangga. Sekarang kamu dan Boboiboy sedang berada di pinggir jalan raya. Terlihat banyak kendaraan berlalu lalang.

"Yasudah, tapi tidak perlu memegangi tangan Kakak terus!"

Boboiboy tidak menghiraukan protesmu. Ketika lampu berwarna merah, Boboiboy menarik tanganmu lalu berlari menyebrangi jalan raya. Setelah menyebrangi jalan, terlihat jalanan yang menurun. Kamu dan Boboiboy pun segera berlari ke jalanan yang menurun tersebut.

Kalian terus berlari sampai menemukan tangga lagi. Kalian menuruni tangga tersebut. Terlihat hutan karet di depan matamu. Kalian berlari menyusuri hutan itu. Pohon-pohon berdiri kokoh. Ada mangkok penampung getah karet di bagian tengah setiap batang pohon. Suasana di hutan ini begitu rindang dan sejuk.

"Pulau Rintis ada hutan?!"

"Itulah yang Kak (YN) tidak tahu,"ejek Boboiboy.

Kamu hanya menunjukkan wajah cemberut. Nafasmu mulai ngos-ngosan karena tubuhmu mulai capek melakukan aktivitas berlari ini. Ditambah dengan tanganmu yang ditarik terus oleh Boboiboy. Mungkin tanganmu sudah merah.

"Ayo Kak! Semangat! Sebentar lagi sampai,"

Kalian terus berlari menyusuri hutan yang rindang ini. Sampai terlihat cahaya terang di depan matamu.

"Kita mau kemana sih, Boboiboy? Kakak sudah capek nih!"protesmu seraya ngos-ngosan.

"Sudah sampai Kak! Ini dia!"

Kalian pun berhenti. Boboiboy melepaskan tanganmu. Kamu bungkuk seraya memegang kedua lututmu. Kamu terus-terus ngos-ngosan.

Kamu pun mendongakkan kepalamu. Matamu membulat kaget. Terlihat sebuah pantai di depanmu. Angin sejuk membelai wajahmu seolah menyapa kedatanganmu. Lalu kamu sadar, kakimu sudah menginjak pasir. Terdengar suara laut yang menyisir pasir. Kursi panjang berjejer rapi lengkap dengan meja di sampingnya.

"Pantai?"tanyamu ke arah Boboiboy.

Tiba-tiba, Gopal menghampiri kalian berdua. Gopal masih mengenakan seragam sekolah yang sama dengan Boboiboy.

"Hey, Kak (YN)! Duduklah. Kak (YN) pasti capek,"ujar Gopal seraya menunjuk kursi panjang.

"Umm, okelah,"

Kamu pun duduk di kursi panjang. Lalu meluruskan kakimu yang sedikit pegal setelah berlari tadi. Kemudian Yaya menghampirimu sambil membawa gelas berisi jus (buah kesukaan reader masing-masing). Yaya masih mengenakan seragam sekolahnya. Ia menyodorkan gelas yang ada di tangannya kepadamu.

"Nih, Kak, minum dulu,"ucap Yaya.

Kamu menerima gelas berisi jus (buah kesukaan reader masing-masing) itu dari tangan Yaya.

"Makasih, Ya,"balasmu lalu meminum jus tersebut.

Seketika rasa capekmu sedikit hilang. Bagaimana tidak? Kamu disuguhkan pemandangan pantai ini dan jus (buah kesukaan reader masing-masing).

"Nah, udah selesai minumnya, Kak? Ayo kita main,"ujar Ying yang tiba-tiba di hadapanmu.

Kamu tersentak sedikit melihat kelakuan Ying. Namun, Ying hanya melempar senyum ke arahmu. Ia juga mengenakan seragam tanpa beanie yang setia di kepalanya.

"Okelah,"

Kamu pun mengikuti arah Ying berjalan. Ternyata ia berjalan menghampiri laut pantai. Ying membiarkan setengah tinggi kakinya mengenai air laut. Ia menutup mata menikmati hembusan angin pantai dan deruan ombak yang terdengar. Kamu pun terkekeh geli. Kamu segera menggulung celana panjangmu dan melepas sendal lalu melemparnya ke sembarang tempat. Lalu kamu membiarkan setengah tinggi kakimu di sentuh air laut. Angin menghembus lembut wajahmu. Deruan ombak lembut terdengar di telingamu. Kamu menutup mata menikmati ini.

"Kak (YN)! Lihat ke arah sana!"ujar Boboiboy mengguncang-guncang lenganmu.

Kamu pun membuka mata. Lalu mengikuti arah yang ditunjukkan oleh tangan Boboiboy. Terlihat Fang yang sedang memegang kamera SLR.

"Ayo, Kak! Foto bersamaku!"ujar Boboiboy.

Kamu hanya terkekeh geli melihat tingkah adikmu yang satu ini. Kamu tersenyum ke arah kamera seraya mengacungkan dua jari membentuk tanda peace. Boboiboy melakukan hal yang sama denganmu.

JEPRET!

"Hey, aku juga mau ikutan,"teriak Ying lalu berlari ke arah kalian berdua.

"Wuah, foto-foto ya? Aku nak!"ujar Yaya lalu berdiri si sebelahmu.

"Dey, aku nak foto dekat Boboiboy juga!"teriak Gopal heboh.

Kamu hanya tertawa melihat tingkah mereka semua. Kalian pun bersiap dengan pose masing-masing. Fang hanya diam dan menatap kalian tajam.

"Hey, cepatlah foto kita semua, Fang!"perintah Boboiboy.

"Huh, tak sudi!"balas Fang lalu membuang muka.

"EEEHHH?!"

"Haiya, apa-apaan ni, Fang!"celoteh Ying.

"Bilang saja nak ikutan,"ejek Gopal.

Sebelum Fang melontarkan kemarahannya, tiba-tiba Papa Zola datang lalu merampas kamera SLR yang ada di tangan Fang.

"Papa Zola?!"ujarmu kaget karena Papa Zola ada di sini.

"Nah, sana kau gabung dengan mereka, Fang. Biar kebenaran memotret kalian,"ujar Papa Zola.

Fang hanya memutar bola matanya. Ia lalu menghampiri kalian. Kamu pun tersenyum ke arah kamera seraya memegang kedua pundak Boboiboy. Boboiboy mengancungkan jempolnya seraya tersenyum lebar. Gopal mengacungkan dua jarinya dan tersenyum lebar. Yaya dan Ying saling merangkul seraya tertawa pelan. Fang melipat kedua tangannya di depan dada seraya tersenyum miring.

JEPRET!

"Yey! Terima kasih, Cikgu!"seru Yaya. Papa Zola hanya tersenyum seraya mengedipkan mata kanannya.

Kamu mengedarkan pandanganmu ke seluruh pantai ini. Kamu hanya tersentak kaget melihat orang-orang di Pantai ini. Ada Uncle Ah Beng, Uncle Kumar, Mak Cik Kevin, dan beberapa para warga pulau rintis yang kamu kenal. Bahkan terlihat Tok Aba dan Ochobot yang baru sampai ke pantai menggunakan motor Tok Aba.

"Tok Aba dan Ochobot ada di sini?!"serumu.

"Iya, Kak (YN) suka tak, kita semua ada di sini?"ujar Yaya.

Kamu hanya mengerjapkan mata seraya menggeleng pelan. Lalu kamu menengok ke arah Boboiboy yang sedang tersenyum.

"Suka. Tapi... Ah, apa maksud semua ini, Boboiboy?"tanyamu.

"Uhm, ini semua sebagai tanda permintamaafan Boboiboy,"balas Boboiboy seraya menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Permintamaafan?"ujarmu seraya mengangkat salah satu alismu.

"Kita di sini akan menghibur Kak (YN). Kak (YN) besok pulang kan?"ujar Ying seraya murung.

"Eh, kalian sudah tahu?"

"Kak (YN) tak usahlah pulang! Di sini saja,"rengek Gopal.

"Lah, Kakak kan musti sekolah juga, Gopal,"

"Tak payah lah. Sekolah kat sini je,"

"Kau pikir mudah ke mengurus kepindahan sekolah?"cibirmu.

"Kita akan menikmati sunset sebentar lagi, Kak (YN)!"ucap Yaya.

"Hahaha, okelah,"balasmu seraya tersenyum.

Tiba-tiba...

SPLASH!

Fang menyipratkan air laut ke arah kalian semua.

"Sudah selesai berbincangnya?"ujar Fang seraya nyengir.

"FANG!"

Lalu kalian pun membalas menyipratkan air laut ke arah Fang. Fang hanya mendengus kesal seraya berusaha terus menyipratkan air. Lalu kalian pun bermain kejar-kejaran seraya tertawa riang.

Kalian terus tertawa riang sampai matahari menampakkan warna jingga tua dan hampir tenggelam.

"Woah! Sunset!"jerit Yaya.

Sontak kalian semua pun menoleh ke arah matahari yang akan tenggelam. Kamu tersenyum melihat matahari itu. Ochobot menghampiri kalian untuk memberikan Ice Koko.

"Minum dulu, kalian pasti haus,"ucap Ochobot.

"Terima Kasih, Ochobot! Terbaik!"

Kamu pun berjalan menuju kursi panjang lalu duduk. Kamu tersenyum bahagia melihat aktivitas para warga pulau rintis. Ada yang mengobrol, menikmati kue coklat buatan Tok Aba, dan Fang yang terus sibuk memotret orang-orang.

"KAK (YN)!"

Kamu yang sedang meminum ice koko, mendadak berhenti minum. Kamu menoleh ke arah sumber suara. Terlihat bocah bertopi miring tersenyum lebar terhadapmu.

"Taufan?!"

"Hehehe, makasih udah manggil namaku langsung. Biasanya orang-orang memanggilku Boboiboy. Padahal kita udah pecah tiga,"ucap Boboiboy Taufan seraya memanyunkan bibirnya.

"Haha, kaliankan memang Boboiboy,"

"Hai, Kak (YN)!"

Kamu menoleh ke arah sumber suara. Terlihat bocah bertopi terbalik tersenyum seraya memegang pundakmu.

"Gempa?!"ucapmu seraya tersenyum lebar.

"Kak (YN), lihat ke arah sana,"ujar Boboiboy Gempa seraya menunjuk ke sesuatu arah.

Kamu pun mengikuti arah yang Gempa tunjukkan. Terlihat Fang yang bersedia memotret kalian dengan kamera SLR-nya.

"Halilintar, cepatlah ke sini!"perintah Gempa.

Halilintar yang sedang mengobrol dengan Tok Aba sambil minum Ice Koko, segera menghampiri kalian bertiga. Tampangnya sangat datar.

"Apa?"

"Masih aja jutek?"godamu lalu menarik tangan Halilintar dan meletakkan bocah itu di samping kananmu.

"Hei!"

"Lihat ke kamera semua!"ucap Gempa.

Kamu pun segera menoleh ke arah kamera. Kamu tertawa ringan seraya mengacungkan jempol. Taufan yang duduk di samping kirimu, melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar. Gempa yang berada di belakangmu mengacungkan dua jari tangan kanannya membentuk peace, sedangkan tangan kirinya memegang pundakmu. Halilintar hanya tersenyum datar ke arah kamera.

JEPRET!

"Terima kasih, Fang!"ucapmu. Fang hanya tersenyum seraya mengacungkan jempolnya. Lalu ia berjalan ke arah Yaya dan Ying yang sedari tadi mengomel untuk minta dipotret.

"Maksud kalian apa nih pecah tiga?"ucapmu seraya terus tersenyum.

"Tidak apa-apa. Kitorang nak tengok Kak (YN) masing-masing. Haahaha!"balas Taufan sambil tertawa.

"Terima kasih sudah membantu kita mengerjakan pr semalam, Kak (YN)!"ucap Gempa malu-malu.

"Huh, aku tidak meminta bantuan kepada Kak (YN)!"sewot Halilintar.

Kamu hanya tertawa melihat tingkah Halilintar. Lalu mereka bersatu kembali membentuk Boboiboy normal. Hmm, foto sama Halilintar, sudah. Sama Taufan, sudah. Sama Gempa, sudah. Sama...

"Boboiboy, boleh tak kau bertukar menjadi Boboiboy Api sementara?"pintamu.

"EH?"

Boboiboy hanya tersentak kaget mendengar permintaanmu. Tiba-tiba, Gopal menghampiri kalian berdua.

"Dey, Kak (YN)! Kau nak cari mati dengan bertemu Boboiboy Api?"ucap Gopal sarkatik.

"Tak,"balasmu datar.

Kemudian Yaya, Ying, dan Fang menghampiri kalian. Hening sejenak. Hanya terdengar suara obrolan-obrolan para warga Pulau Rintis dan ombak laut yang menyisir pasir.

"Hmm, bolehlah, Boboiboy? Please,"ujarmu memelas seraya menempelkan kedua telapak tangan.

Boboiboy hanya mengernyit.

"Sudahlah, takpe. Besok kan Kak (YN) pulang. Sekali ini saja dia meminta foto dengan Boboiboy Api,"ucap Yaya.

"Yalo. Kita akan berjaga-jaga di sini,"ucap Ying diikuti anggukan Fang dan Yaya.

"Dey, aku tak nak lah. Nanti aku kena serangan Boboiboy Api lagi,"sergah Gopal.

Mendengar perkataan Gopal, Boboiboy hanya menunduk. Ying meluncurkan tatapan tajam ke arah Gopal. Begitu juga dengan kamu.

Gopal hanya cengengesan menerima pandangan tajam darimu dan Ying.

"Sudahlah! Ayo cepat. Nanti keburu gelap,"ucap Fang lalu ia bersiap-siap dengan kameranya.

Sontak kalian semua – minus Fang – melihat ke arah matahari yang setengah tenggelam dan langit yang mulai gelap.

"Baiklah,"balas Boboiboy.

Yaya, Ying, dan Gopal segera sedikit menjauh dari kamu dan Boboiboy. Mereka bersiap-siap dengan serangan masing-masing seraya terus mengawasi Boboiboy Api.

"Boboiboy Api!"

Tubuh Boboiboy dikelilingi api. Lalu setelah api menghilang, terlihat bocah mengenakan jaket merah dan topi yang sedikit terangkat tersenyum lebar ke arahmu.

"Woah, Kak (YN)!"

Sontak Boboiboy Api menghampirimu dan duduk di sampingmu.

"Fang, ayo foto aku dan Kak (YN)!"jerit Api layaknya anak kecil yang ingin dibelikan boneka.

Fang hanya menatap datar ke arah Api. Api lalu memeluk kedua pundakmu dan menempelkan pipinya ke pipimu sambil memasang pose senyum lebar. Kamu hanya tersenyum melihat tingkah Api. Kamu pun membalas memeluk kedua pundak Api seraya tersenyum menghadap kamera.

JEPRET!

"Terima kasih, Kak (YN) atas segalanya! Terima kasih Kak (YN) ingin berfoto dengan Boboiboy! Terima kasih sudah menemani Boboiboy bermain!"ucap Api senang lalu melepaskan pelukannya.

"Sama-sama,"ucapmu sambil tersenyum ke arah Api.

Tiba-tiba, Api menutup matanya.

"Kuase Boboiboy Air!"

Tubuhnya lalu dikelilingi air. Setelah air itu menghilang, terlihat bocah memakai jaket berwarna biru laut dan topi yang menghadap ke bawah. Sangat bawah melebihi garis batas topi Halilintar.

"Hah? Air?"jeritmu riang.

Boboiboy Air hanya tersenyum kepadamu.

"Hah? Tadi? Boboiboy Api tidak menyerang kitorang?"ucap Gopal yang masih tidak percaya.

"Tu lah! Makanya jangan berprasangka buruk!"omel Yaya.

Ying hanya tertawa melihat tingkah Gopal.

Terlihat bulir-bulir air mengelilingi kamu dan Boboiboy Air. Kamu hanya mengerjapkan mata melihat bulir-bulir itu. Air dengan mudahnya mengendalikan bulir-bulir itu dengan tangannya. Membentuk sebuah formasi yang tidak kamu mengerti.

"Kak (YN), senyum ke arah kamera,"ucap Air kepadamu.

Kamu tersenyum ke arah kamera. Tangan kananmu merangkul Air dengan penuh kasih sayang. Tangan kirimu mengacungkan dua jari membentuk peace. Air hanya tersenyum datar. Persis seperti Halilintar. Tetapi senyum Air mempunyai pesona tersendiri.

JEPRET!

Setelah memotret, Fang hanya mengancungkan jempolnya ke arah kamu dan Air. Bulir-bulir air pun perlahan menghilang. Lalu Boboiboy berubah menjadi mode normal. Seorang bocah yang masih mengenakan seragam sekolah dengan topi terbalik berwarna jingga.

"Hehehe,"ucap Boboiboy sambil menyentuh hidungnya dengan jempolnya.

Kamu hanya tertawa geli melihat tingkah lakunya. Anak itu rela berpecah dan berubah-ubah hanya untuk berfoto denganmu. Mendadak, rasa sayangmu kepada Boboiboy menjadi meningkat.

Kamu memeluk Boboiboy dengan erat.

"UWAAA! KAMU MANIS SEKALI, BOBOIBOY!"ucapmu fangirling seraya mengingat wajah Halilintar, Taufan, Gempa, Api, dan Air.

Boboiboy membalas pelukanmu. Tapi, sesekali dia meronta.

"Ukh! Lepaskan aku, Kak (YN)! Gak bisa nafas!"ucap Boboiboy sarkatik.

"Ooooh, jadi daritadi kalian berfoto. Tanpa mengajak Atok,"ucap Tok Aba yang tiba-tiba menghampirimu seraya pura-pura ngambek.

Kamu segera melepas pelukanmu dengan Boboiboy.

"Hehehe, Sorry, Tok!"balasmu cengengesan.

"Foto bareng-bareng saja yuk!"ajak Yaya semangat.

"Haah. Mumpung semuanya ada di sini, ma!"ucap Ying.

"Baiklah, aku akan memotret masing-masing keluarga dulu. Baru deh semua warga Pulau Rintis. Aku nak ambil tripod-ku dulu,"ucap Fang lalu berjalan menuju salah satu kursi panjang dimana tasnya tergeletak di situ.

"Okey,"

Matahari sudah tenggelam dan langit berwarna gelap. Tetapi kamu dan yang lainnya masih semangat untuk sesi acara terakhir, yaitu foto keluarga dan foto bersama para warga Pulau Rintis. Kamu dan Boboiboy tidak berhenti tersenyum sedari tadi. Kamu menikmati jam-jam terakhir di Pulau Rintis sebelum kamu pulang ke Kuala Lumpur.


Kamu mematut beberapa kali di depan cermin. Memastikan penampilanmu yang sudah rapi.

"Sudah siap, Kak (YN)?"ucap Ochobot di balik pintu.

"Sudah, Ochobot,"ujarmu lalu mengambil tas selempang kecil dan sepatu di bawah kenop pintu lemari.

Ochobot memasuki kamarmu lalu mengambil tas besar.

"Eh, biar aku saja yang bawa, Ochobot!"sergahmu.

"Takpelah, Kak,"balas Ochobot yang sudah mengambil tasmu lalu melayang cepat menuju pintu kamar lalu keluar.

Kamu hanya tersenyum melihat tingkah Ochobot. Kamu berjalan sampai ke ambang pintu. Kamu berbalik badan lalu menerawang ruang kamar yang kamu tempati. Meja yang tadinya berisi peralatan tulismu dan beberapa kertas, sekarang hanya ada lampu meja. Seprai kasur sudah rapi beserta bantal dan guling yang tertata manis. Lemari yang tadinya berisi pakaianmu, isinya sudah kosong di pojokan kamarmu. Mendadak kamu ingat ketika Boboiboy menjahilimu di kamar ini, mengambil kertas Formula Koko, dan kalian berlarian di kamar ini. Memori itu berputar seolah film di depan matamu.

"I will miss you, my room!"ucapmu seraya tersenyum lalu menutup pintu dan menguncinya.

Kamu segera menuruni tangga. Sesampai di teras, kamu duduk di lantai dan memakai sepatu. Terlihat Tok Aba yang berdiri di samping mobil birunya. Ochobot sudah ada di dalam mobil.

"Sudah selesai, (YN)?"tanya Tok Aba.

"Sudah, Tok,"ucapmu lalu mengulurkan kedua tanganmu kepada Tok Aba.

Tok Aba hanya mengernyit heran melihatmu.

"Hehehe, bangunin, Tok,"ucapmu manja.

Tok Aba hanya memutar matanya.

"Hmm. Yelah tu! Cucu-cucu Tok Aba ni manja sangat,"cibir Tok Aba lalu menarik kedua tanganmu.

"Hehehe! Terbaik!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sebentar lagi kereta api berkelajuan tinggi akan tiba di platform. Kereta api tujuan Kuala Lumpur. Sila tunggu di belakang garis lintang kuning.

"Nah, tak de yang tertinggal?"tanya Tok Aba.

Kamu menoleh tas selempangmu dan tas besar yang ada di sampingmu. Tidak ada yang tertinggal.

"Tidak, Tok,"

"Kabari kitorang kalau Kak (YN) sudah sampai kat Kuala Lumpur,"celetuk Ochobot.

"Hahaha, oke,"balasmu sambil mengelus kepala robot kuning itu.

"KAK (YN)!"

Kamu, Tok Aba, dan Ochobot segera menoleh ke sumber suara yang memanggilmu. Terlihat Boboiboy, Gopal, Fang, Yaya, dan Ying berlari serentak ke arahmu. Terlihat juga Papa Zola yang berjalan pelan di belakang mereka.

"Heh? Kalian?"ucapmu bingung.

Ya, jelas bingung. Kamu menengok ke arah jam stasiun. Pukul 9. Mereka mengenakan seragam sekolah. Seharusnya mereka ada di kelas untuk jam pelajaran.

"Tenanglah, wahai anak muda. Pihak sekolah sudah mengizinkan,"ucap Papa Zola seolah-olah membaca pikiranmu.

"Oh. Untuk apa kalian ke sini?"ucapmu.

"Melihat Kakak kandung sendiri tak boleh ke?"canda Boboiboy.

"Ah, b-bukan i-itu, ummm..."ucapmu mendadak terbata-bata.

"Nih, untuk Kak (YN). Dari saya,"ucap Fang menyodorkanmu sebuah buku seraya membetulkan letak kacamatanya.

Sontak Boboiboy, Gopal, Yaya, dan Ying menyikut keras lengan Fang.

"Ah, maaf. Dari kitorang,"ucap Fang lalu mendengus kasar.

Kamu hanya tertawa kecil lalu menerima buku itu. Kamu membuka isinya. Ternyata bukan buku biasa. Melainkan sebuah album foto. Isinya ialah foto-foto kamu dan para warga Pulau Rintis yang diambil kemarin.

"Terima kasih. Aku akan menyimpan ini baik-baik,"ucapmu terharu.

"Janji yee Kak (YN) akan balik ke sini lagi,"ujar Gopal.

"Hmm, lihat nanti, Gopal,"balasmu lalu memeluk Gopal.

Gopal hanya tersentak dengan kelakuanmu. Dengan ragu-ragu, ia membalas pelukanmu juga. Kamu melepas pelukanmu. Lalu kamu memeluk Ying.

"Kalian sudah Kakak anggap adik sendiri,"ujarmu.

Ying membalas pelukanmu.

"Iya, kita juga sudah menganggap Kak (YN) adalah kakak kita. Terima kasih sudah selamatkan kitorang,"ujar Ying.

Kamu tersenyum seraya melepas pelukan. Lalu kamu memeluk Fang. Anak itu mundur sedikit. Tidak membalas pelukanmu.

"Peluk aja kali. Tidak usah sok cool gitu. Tenang saja, kepopuleranmu tidak akan hilang,"candamu.

"Hmm,"balas Fang singkat lalu perlahan membalas pelukanmu.

"Terima kasih sudah memotret Kak (YN) dan yang lainnya,"ucapmu lalu melepas pelukanmu.

"Kak (YN) penuh kejutan di sini. Terima Kasih sudah rela membuat Formula Koko untuk menyelamatkan kitorang,"ujar Fang seraya tersenyum datar.

Kamu membalas senyuman Fang. Lalu kamu memeluk Yaya.

"Ya, makasih yaa sudah ngertiin Kak (YN) selama ini,"ujarmu.

Yaya memelukmu balik.

"Sama-sama, Kak (YN). Kita akan rindu dengan Kakak,"balas Yaya.

Kamu melepas pelukanmu dengan Yaya. Kamu beralih ke arah Boboiboy. Baru saja kamu ingin memeluknya, bocah itu sudah memelukmu terlebih dahulu dengan eratnya.

"Kak (YN) memang terbaik!"ucap Boboiboy.

Kamu hanya tersenyum seraya mengelus kepala bocah itu.

"Jaga Tok Aba dan Ochobot baik-baik ya. Ayah titip salam kepada kau semalam,"balasmu.

TING NONG!

Kereta berjalan lalu berhenti di depan platform tempat kamu berdiri. Kamu segera melepas pelukan Boboiboy. Lalu kamu memeluk Tok Aba.

"Terima kasih, Tok! Sudah menerima (YN) menginap di rumah dan mengajari (YN) cara membuat koko,"ucapmu.

Tok Aba membalas pelukanmu lebih erat dan mengelus-elus kepalamu.

"Sama-sama. Ke sini lagi yaa liburan nanti,"balas Tok Aba.

Kamu hanya tersenyum seraya melepas pelukanmu dengan Tok Aba. Kamu berjalan ke arah Papa Zola lalu kalian berjabat tangan.

"Terima kasih atas bantuannya, Cikgu,"ucapmu.

"Sama-sama, wahai anak muda. Kebenaran akan terus mengiringimu,"balas Papa Zola.

"Cikgu, kalau Boboiboy bandel, hukum saja,"ucapmu seraya tersenyum miring.

"Hahahaha, sudah pasti,"balas Papa Zola seraya mengedipkan salah satu matanya.

"APE?!"jerit Boboiboy.

Lalu kalian menertawakan Boboiboy.

Kamu berjalan memasuki gerbong kereta diikuti Ochobot yang membawa tas besarmu. Kamu duduk di bangku kanan barisan pertama dan dekat dengan pintu. Setiap barisan ada dua bangku di sebelah kanan dan dua bangku di sebelah kiri. Setelah Ochobot meletakkan tas besar di sebelah bangku yang kamu duduki, Ochobot melayang ke arahmu lalu memelukmu.

"Baik-baik ya, Kak (YN). Terima kasih sudah selamatkan Ochobot!"ucap Ochobot.

"Sama-sama, Ochobot. Selamat tinggal,"balasmu sambil memeluk Ochobot.

Ochobot melepas pelukanmu lalu melayang keluar dari gerbong.

Kereta Yong Pin akan melaju menuju Kuala Lumpur. Pintu otomatis akan tertutup.

Kamu melambaikan tangan ke arah Boboiboy dan yang lainnya. Pintu lalu tertutup. Boboiboy dan teman-temannya berteriak heboh ke arahmu.

"SAMPAI JUMPA LAGI, KAK (YN)!"

Kereta perlahan berjalan meninggalkan stasiun Pulau Rintis. Kamu duduk di bangku seraya membuka lembaran album foto. Ternyata, Fang juga memotret kamu dan yang lainnya secara candid. Kamu hanya tertawa kecil melihat gambar dimana kamu baru sampai ke pantai dengan keadaan terengah-engah. Lembar demi lembar kamu ganti. Kamu melihat fotomu dengan lima Elemental Boboiboy. Matamu terfokus ke arah foto kamu bersama Halilintar, Taufan, dan Gempa.

Kamu harus menyembunyikan foto yang satu ini. Apa kata orangtuamu nanti ketika melihat anaknya bisa berpecah tiga? Hahaha.

KRING KRING!

Handphone-mu berbunyi. Terlihat tulisan "Ayah" di layar handphone-mu. Kamu menekan tombol hijau di layar lalu menempelkan handphone di telingamu.

"Assalamualaikum, Yah!"

"Waalaikumsalam. Dimana posisimu sekarang, (YN)?"

"Aku baru saja meninggalkan Stasiun Pulau Rintis, Yah,"

"..."

"..."


Terlihat seorang perempuan mengenakan jaket almamater berwarna kuning, jilbab hijau tosca, celana panjang levis, dan sepatu sneaker di bangku kiri baris kedua. Di balik kacamata bening berbingkai warna merah muda, perempuan itu melihat seseorang yang duduk di bangku kanan barisan pertama. Seseorang yang sedang sibuk menelefon. Seseorang yang baru saja berpisah dengan adik kecilnya yang bernama Boboiboy.

"Bagus nih, kalau dibuat cerita di FanFiction net,"gumam perempuan tersebut.


-THE END-

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

A/N: Akhirnyaaaaaa selesai jugaaaa hufttttt~. Terima Kasih Author ucapkan kepada:

1. Allah SWT

2. Adik perempuan Author. Suka ngerecokin Author yang lagi sibuk ngetikin ff ini. Yang suka bawel ngingetin EYD dan kosa kata Malaysia yang salah. Yang minta penampilan Fang mulu.

3. Para Reviewers penyemangat Author: Fudan-San 22, NN, AllanLee, Fithrini Annisa, krapay11, Ranifk, DesyNAP, Shaby-chan, rin chan, Zaky UzuMo, TsubasaKEI, Aozora Yuki, Edogawa Boboiboy, Charllotte-chan, trqsthyst, Tsermi michiko, Dian-yayaawsome, shirokuro 00, adhadeva. kirana, ZDN, Diandra35, Sofia48, Hariken yuu-chan, Silver Celestia, robin, marmut2002, Neo and Onodera-chan, Airin 376, TERBAIK, Nia waroka, Naura 27, Rin-chan 2930, Princess 04, Haruna Kojima, ahmad jaelani, Oh Se Rin Aihara-chan, Lomi Ashi-chan, Tazkya19, tsungumi, Miyazawa Rie, Sawsan, azka. shahirah, AisaDeFamille, Rif'an, Furusawa Aika, Hanako Frost, Helena, Chatarina, Vivi Ritsu, Little Snowflakes, Tsermi Michiko Meiji, NaYu Namikaze Uzumaki, Nabila, MeitaChan29, Chikita466, Adinda356, lathifah. hafizah, RiniTFP, nafa, Viierra273, ArdhanaChan, akaisora hikari, Guest, Guest 2, SNS61, Sia Furler, Nameprasasti, Onozuka Mikado, Seriaruu Kairu syin, emepheral, annisa813, Sawsan, Rizuki-chan, Guest 3, salwansmpc, nasywa. fz, rarame88, Lysa, dan yoshie. augestya.

4. Para Favoriters: Adinda356, Airin 376, Aozora Yuki, Charllotte-chan, Daren-kun, Diandra35, Erilla377, Hariken yuu-chan, IrenaDSari, KuroIChio, Little Snowflakes, Lomi Ashi-chan, Mega-Chan Orora Hime, MeitaChan29, Miyazawa Rie, NaYu Namikaze Uzumaki, Neo and Onodera-chan, Ranifk, Rin-chan 2930, Shaby-chan, Sniper Elang, Tazkya19, Tetsuya Daren, TsubasaKEI, Viierra273, Vivi Ritsu, adhadeva. kirana, azka. shahirah, , salwansmpc, shirokuro 00, tsungumi, windyanaangelica, dan yoshie. augestya.

5. Para Followers: Adinda356, AllanLee, Aozora Yuki, Charllotte-chan, Diandra35, Erilla377, Hanako Frost, Hariken yuu-chan, IrenaDSari, KuroIChio, Little Snowflakes, Lomi Ashi-chan, MeitaChan29, Miyazawa Rie, NaYu Namikaze Uzumaki, Neo and Onodera-chan, Rin-chan 2930, Shaby-chan, Sniper Elang, Tazkya19, TsubasaKEI, Viierra273, Vivi Ritsu, Zaky UzuMo, adhadeva. kirana, tsungumi, dan yoshie. augestya.

Untuk para Silent Readers, terima kasih banyak sudah membaca ff ini dan belum pernah review sampai sekarang-_-. Author sangaaaaaaaat menghargai Silent Reader yang sudah mengaku dan review ff ini.

Minta Review lagi yaa. Kritik dan Sarannya silahkan. Author akan balas lewat PM sebisa mungkin.

Sampai jumpa lagi^^