LeChi's project proudly presents

.

.

.

CAFEIN for AFED 2016 : ToD Surprise Drabble

.

.

.


Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi

Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi. Kami tidak mengeruk keuntungan materil atau komersil sama sekali dalam membuat fanfiksi bersama ini.


ToD Surprise Drabble:

.

.

Rara

.

.

.

Warning: OOC, typo, AU, shounen-ai/Boys Love, Surprise genre and rating, Be Aware!


Dare Prompt : Drabble AkaFuri dengan gambar (femKouki dengan bahunya yang terbuka, gambar ada di FB)


"3! 2! 1... ACTION~!"

Furihata Kouki, meskipun namanya seperti lelaki namun sesungguhnya ia adalah gadis belia dua puluh tahun dengan kulit bersih kelewat mulus dan paras yang manis.

Dia terpilih menjadi model iklan sabun susu kambing yang saat ini sedang tren dikalangan gadis- AkaSoap.

Kouki juga bingung, bisa bisanya dia terpilih menjadi model iklan sabun padahal dia tidak pernah memasukan formulir audisi. (Yang ternyata secara setelah diselidiki kakaknyalah yang diam diam memasukan formulir).

Hari ini, jam ini, detik ini, Kouki sedang nervous karena pertama kalinya syuting untuk iklan.

Banyak manusia, banyak kamera, banyak cahaya lampu sorot, banyak mata yang menatap dirinya, terlebih lagi ada desas desus bos pemilik perusahaan sabun ini akan datang untuk melihat langsung proses syuting—biar puas dan sesuai selera, katanya.

"Furi-chan! Sudah siap? Kita mulai sebentar lagi ya!"

"H-hai!"

Ya Tuhan tolong Kouki semoga semuanya berjalan lancar.. Bisik Kouki dalam hati.

"..lat? Mulai duluan saja? Baik, Pak!"

"Ada apa, Kak?"

"Itu Furi-chan, boss dari AkaSoap yang akan melihat proses langsung pembuatan iklan ini katanya terjebak macet, jadi dia suruh kita untuk memulai duluan."

"Oh.." Kouki langsung bernapas lega.

"Baik, kita mulai ya! LIGHTS! CAMERA! ACTION!"

Kouki dengan busana gaun malam satin berwarna merah dengan aksen renda yang memberikan efek kepada kulit Kouki menjadi terlihat lebih bersinar. Setelah menikmati satu buah anggur merah dan tersenyum manis, ia berjalan menuju pemandian yang cukup terbuka dengan latar pemandangan cahaya kota pada malam hari. Menapaki kakinya pada lantai yang basah, Kouki mulai membuka gaunnya secara sensual yang kemudian menunjukkan punggungnya.

"CUT!"

"E-Eh?"

"Ulangi adegan membuka gaun!"

"…. B-Baik!"

Kouki pun mengulangi adegan membuka gaunnya, secara perlahan, kain yang tadinya menutupi seluruh tubuhnya sekarang menampakkan punggung bersih nan mulus.

"CUT!"

"Eh?"

"Kurang sensual! ulangi!"

Tanpa berkata apa apa karena bingung, Kouki pun mengulangi adegan tersebut untuk yang ketiga kalinya.

"CUT!"

"Eeeeehh?!"

"Kurang! Ulangi!"

"E-Etto.. maaf, Kak direktur boleh tunjukan padaku contohnya? Aku sedikit kebingungan."

"Baiklah, biar aku yang mengajarkan."

Deg.

Diantara sorot lampu yang membuat silau, terlihat sesosok pemuda tampan memakai jas hitam dengan rambut merah dan mata heterokromatik menyala yang berjalan mendekat menuju Kouki.

"Psst … psst … Furi-chan! Dari tadi yang bilang cut bukan saya! Tapi dia!" ucap sang direktur sambil berbisik.

Deg.

"Bagian mana yang tidak kamu pahami, hm?"

Deg.

"Me-Membuka gaun?"

Bos perusahaan AkaSoap—yang bernama Akashi Seijuuro—itupun tersenyum, lalu memegang bahu Kouki yang sedari tadi bergetar takut.

"Tidak usah takut, akan ku ajari sampai paham," ujar pria berumur dua puluh enam tahun itu sambil mengelus langsung punggung mulus gadis yang belum pernah terjamah lelaki—membuat Kouki bergidik geli. Lalu, secara santai mengistirahatkan tanganya pada lekuk pinggang Kouki.

"Kenapa wajahmu memerah? Kamu malu?"

"N-ng—"

"—Kalau kamu malu, kita belajar di belakang saja, ya."
Ucap Akashi cepat dan menuntun gadis belia itu ke belakang panggung, ke tempat yang tanpa adanya sepasang mata pun dapat melihat.


~Fin~


Special thanks: Rara

Readers and Reviewers, mind to give review? ;)