A/N : Karena ada yang mau dan sepertinya banyak yang tidak keberatan, maka saya naikkan rate fict ini dari T ke M, sesuai dengan usulan dan rencana teman saya :)
Semoga tidak mengecewakan readers semua :D
Enjoy reading~ ^^
.
.
~ JEALOUS? ~
.
By Mei Hyun15
.
Genre : Romance
Main Pair : HaeHyuk
Disclaimer :
Saya hanya meminjam nama mereka. Tapi fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.
Rate : M
Warn : BL, gaje, typo(s), abal, aneh dsb
.
.
Chapter 10
.
.
Cklek!
Eunhyuk membuka pintu ruang rawat itu dengan sangat perlahan. Takut mengganggu orang yang terbaring lemah di dalam sana.
"Waktu itu tubuhnya sangat lemas Hyukkie… Dia ingin melepaskan tangan yeoja itu dari lengannya dan mengejarmu, tapi dia tidak bisa melawan kekutan yeoja itu karena tubuhnya benar-benar lemas tak bertenaga"
"Dia memaksa pergi dengan kondisi tubuh yang benar-benar lemas seperti itu, hyung"
"Dia menunggumu di depan rumah Teukkie hyung hingga dia ambruk dan aku terpaksa membawanya pulang karena bibirnya sudah membiru"
"Demamnya sangat tinggi dan kondisinya semakin memburuk. Dia selalu menolak makanan yang kutawarkan dan hanya bisa menghabiskan setengah gelas susu setiap harinya sebagai sumber energinya"
"Dia terus menerus mengigaukan namamu hyung"
Tes!
Air mata Eunhyuk mengalir tak terbendung begitu saja saat melihat betapa buruknya kondisi orang yang sangat disayanginya itu saat ini.
Telinganya terus menerus mendengungkan semua ucapan hyungdeul dan saengdeulnya mengenai keadaan Donghae dari 4 hari yang lalu hingga sekarang.
"Hae-ya…" Eunhyuk melangkahkan kakinya mendekati ranjang yang ada diruangan tersebut, dimana tubuh orang yang sangat dicintainya itu tergolek lemah dengan infus yang menancap di tangan kanannya.
"Hiks… Hae…" Eunhyuk tak kuasa menahan isakannya. Dipeluknya tubuh lemah itu dengan erat.
Eunhyuk menenggelamkan wajahnya diceruk leher Donghae dan menangis sejadi-jadinya disana hingga bahu Donghae basah oleh air mata Eunhyuk.
"Mianhae Hae… Jeongmal mianhae…" ucap Eunhyuk di tengah tengah isakannya.
Tiba-tiba jari-jari di tangan kiri Donghae bergerak-gerak. Eunhyuk yang merasakannya mendongak kaget dan menatap wajah Donghae lekat-lekat. Berharap agar mata itu segera terbuka.
"Hyukkie… Jebal… Jangan… Membenciku…"
Sayang sekali… Donghae hanya mengigau tanpa membuka matanya.
"Hiks… hiks…" Eunhyuk yang mendengarnya menenggelamkan kepalanya lagi di ceruk leher Donghae dan menangis dengan isakan yang lebih keras dari sebelumnya.
"Tidak Hae… Aku tidak membencimu… Aku berbohong padamu Hae… Aku mencintaimu… Sangat…" bisik Eunhyuk lirih di telinga Donghae.
"Kau harus segera bangun chagi… Aku akan menunggumu disini" ucap Eunhyuk sambil mengecup kening Donghae cukup lama lalu mendudukkan dirinya di kursi yang ada disamping ranjang tempat Donghae terbaring tersebut sambil memegang tangan Donghae.
-000-
"Eengh…" lenguh Donghae yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.
Matanya mengerjap-ngerjap perlahan, membiasakan dengan bias cahaya yang tertangkap matanya. Namun tak lama kemudian ia mengernyitkan dahinya.
'Dimana ini?' batinnya bingung.
Ditolehkannya kepalanya ke samping dan betapa terkejutnya ia saat mendapati wajah pucat Eunhyuk berada di sebelahnya.
"Hyukkie…" gumamnya lirih.
Donghae kemudian mengulurkan tangan kanannya yang tertancap infus itu dengan perlahan ke wajah Eunhyuk dan mengelus pipi namja itu dengan lembut.
"Hyukkie… " gumamnya lagi memanggil nama sang namja manis yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Enghh…" tak lama kemudian Eunhyuk melenguh pelan dan mulai membuka matanya secara perlahan.
Refleks, Donghae segera menjauhkan tangannya dari wajah Eunhyuk karena takut kalau Eunhyuk malah akan semakin membencinya nanti, yang hanya akan memperburuk hubungannya dengan namja manis itu.
Eunhyuk mengucek matanya sebentar dan membelalakkan matanya lebar saat melihat sosok yang terbaring di hadapannya itu sudah membuka matanya.
"Ha-Hae…" panggilnya terbata.
Donghae memalingkan wajahnya. Tidak berani menatap wajah Eunhyuk. "Jeongmal mianhae Hyukkie… Tadi itu aku tidak bermaksud untuk—"
Brukk!
Eunhyuk langsung memeluk tubuh Donghae erat-erat. Isakan pun mulai keluar dari bibirnya.
"Hyuk-Hyukkie…" tubuh Donghae menegang sesaat setelah Eunhyuk memeluknya begitu erat.
"Mianhae Hae… Jeongmal mianhae telah membuatmu sampai seperti ini… hiks… Yang aku katakan waktu itu bohong… hiks… Aku masih mencintaimu… hiks… Sangat…" isak Eunhyuk menjadi-jadi.
"Sssttt… Hyukkie…" Donghae bingung harus melakukan apa. Tubuhnya terlalu lemas saat ini. Yang bisa ia lakukan hanya mengelus punggung namja manis itu dengan lembut.
"Kumohon maafkan aku Hae… hiks… Jeongmal mianhae…" ucap Eunhyuk putus-putus di tengah-tengah isakannya.
"Sssttt… Uljima chagi… Kenapa minta maaf padaku? Bukankah yang seharusnya meminta maaf itu aku? Akulah yang bersalah padamu" ucap Donghae sambil terus menerus membelai lembut punggung Eunhyuk.
Eunhyuk menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Tidak Hae… Akulah yang bersalah… Aku—"
Cup!
Donghae mendorong pelan kedua bahu Eunhyuk dan mengecup sekilas bibir Eunhyuk agar namja itu berhenti berbicara.
"Sudahlah… Bagaimana kalau kita melupakan masalah ini? Anggap saja masalah ini tidak pernah terjadi" ucap Donghae sambil menatap Eunhyuk dengan pandangan penuh kasih sayang.
"Kita mulai semuanya dari awal lagi nde?" ucap Donghae sambil mengecup kedua mata Eunhyuk agar namja itu berhenti menangis.
Eunhyuk memeluk tubuh Donghae lagi dan menenggelamkan wajahnya di atas dada bidang Donghae sambil mengangguk pelan.
-000-
"Yaakk! Hae-ya! Kau ini benar-benar menyebalkan!" teriak Eunhyuk yang berlari mengejar Donghae dengan wajah yang belepotan tart.
"Hahahaha… Tapi kau manis kalau kau seperti itu chagi" gelak Donghae sambil terus berlari, menghindari kejaran Eunhyuk.
"YA! Tapi kan yang berulang tahun itu dirimu Hae, bukan aku!" protes Eunhyuk sambil menghentikan langkahnya dan menggembungkan pipinya.
Cup!
Donghae mengecup sekilas bibir kissable itu sambil terkekeh pelan.
Yeah… Kini mereka berdua sedang berada di apartemen Eunhyuk untuk merayakan kesembuhan Donghae yang baru saja pulang dari rumah sakit setelah ia dirawat hampir 5 hari disana sekaligus merayakan ulang tahun Donghae yang tertunda.
"Ish! Kau ini menyebalkan sekali!" decak Eunhyuk sambil membuang wajahnya ke samping.
"Hei, hei… Jangan ngambek begitu dong chagi… Kalau nanti manis di wajahmu ini hilang bagaimana?" goda Donghae pada Eunhyuk sambil menoel noel pelan dagu namjachingu-nya itu.
"Ish! Dasar tukang gombal!" decak Eunhyuk lagi.
"Hhhh…" Donghae menghembuskan nafasnya panjang. "Baiklah… Aku minta maaf… Jeongmal mianhae nae princess" ucap Donghae sambil memegang kedua bahu Eunhyuk dan sedikit mendekatkan wajah mereka berdua.
"Ish! Aku bukan yeoja Hae" ucap Eunhyuk sambil menghentakkan kakinya.
"Tapi bagi seorang Lee Donghae, Lee Eunhyuk adalah seorang princess berwajah manis" ucap Donghae sambil tersenyum lembut pada Eunhyuk.
Bluusshh
Kedua pipi Eunhyuk merona seketika ketika Donghae memperlakukannya dengan begitu lembut.
"Hae~~" rengeknya manja sambil memukul pelan dada bidang Donghae.
Lagi-lagi Donghae terkekeh melihat tingkah imut kekasihnya itu.
"Jadi, mana kado untukku?" ucap Donghae sambil menadahkan tangannya pada Eunhyuk.
"Huh? Kado? Bukankah aku sudah memberikannya padamu lewat Sungminnie hyung?" tanya Eunhyuk dengan wajah polosnya.
Donghae menggelengkan kepalanya. "Bukan kado yang itu… Tapi kado atas kepulanganku dari rumah sakit… Kado untuk kesembuhanku mana Hyukkie~~?" ucap Donghae manja.
Eunhyuk terlihat berpikir. Namun tak lama kemudian, raut wajahnya berubah menjadi… err… entahlah… Sulit untuk mendeskripsikannya.
"Hae… Aku tidak menyiapkan kado untukmu… Eotte?" ucapnya dengan wajah sedih.
"Oh… Jadi begitu" ucap Donghae dengan wajah kecewanya. "Kupikir kau sudah menyiapkan sesuatu untuk—"
"Tapi aku masih bisa memberikanmu sesuatu" sahut Eunhyuk cepat.
Donghae mengerutkan keningnya, tak mengerti. "Maksudmu?" tanya Donghae sambil memiringkan kepalanya.
"Aku…" sahut Eunhyuk pelan.
"Hah?" tanya Donghae tak mengerti.
"Aku" sahut Eunhyuk lebih keras.
"Eoh? Maksudmu?" tanya Donghae lagi .
"Yak! Pabboya Lee Donghae! Kadonya adalah diriku sendiri! Aku!" teriak Eunhyuk sambil menahan rasa malunya. "Eotte?" lanjutnya lirih.
"Mwo? Hyukkie chagi, kau serius?" Donghae menatap Eunhyuk dengan pandangan tak percaya.
"Nde…" Eunhyuk menganggukkan kepalanya pelan dengan wajah yang memerah karena menahan malu.
"Kau yakin?" tanya Donghae memastikan sambil membelai lembut kedua pipi Eunhyuk.
"Eung" angguk Eunhyuk lagi sambil menundukkan wajahnya yang semakin memerah. "Aku yakin"
"Jeongmal gomawo Hyukkie-ya" ucap Donghae sambil memeluk tubuh Eunhyuk dan mengecup kepala Eunhyuk cukup lama.
.
"Eeenngghh… Haee… Gelii…" rengek Eunhyuk yang menggeliat resah saat Donghae menjilati kedua pipinya bahkan seluruh wajahnya yang belepotan tart.
Mereka berdua kini sudah terbaring di atas kasur nyaman milik Eunhyuk yang terdapat di dalam kamar yang ada di apartemennya dengan posisi Donghae yang menindih tubuh kurus Eunhyuk.
"Eumh… Tapi ini harus dibersihkan… chagi…" ucap Donghae disela-sela kegiatan membersihkan tart di pipi kekasihnya itu.
"Tapi Hae—Ahhh…"
Donghae kini menjilati leher Eunhyuk. Berusaha untuk mengecap rasa manis yang terdapat pada leher kekasihnya tersebut sambil sesekali menggigit dan menghisapnya dengan kuat hingga menimbulkan bercak merah keunguan di leher putih tersebut.
"Ha—aaahhh… Haee…" Eunhyuk hanya bisa mengerang sambil meremas pundak Donghae. Eunhyuk kemudian merasakan Donghae menginvasi bibirnya dengan lumatan-lumatan kasar dan juga hisapan-hisapan kuat. Donghae mencium bibir merah menggoda milik Eunhyuk tersebut dengan sangat beringas hingga membuat bibir kissable itu terlihat sangat memerah dan membengkak.
"Eurmmphh.. Haeehhhh…"desah Eunhyuk di sela-sela ciuman mereka. Tangan kanan Donghae yang sedari tadi ada di sisi kepala Eunhyuk pun mulai turun ke arah pinggang Eunhyuk. Dengan gerakan perlahan ia menyingkap pelan bagian bawah kemeja Eunhyuk hingga dada dan dapat merasakan kulit halus Eunhyuk bersentuhan dengan jari-jarinya.
"Ahhh… Haeeehhh… Geliii~~" rengek Eunhyuk lagi saat jemari Donghae mengelus-elus perut ber-ABS samar miliknya.
"Hhh… Hyukkie…"
Karena tak tahan mendengar desahan Eunhyuk yang terus menerus menyapa gendang telinganya, akhirnya Donghae merobek kemeja Eunhyuk dengan sekali tarik. Kancingnya terlepas dan berceceran entah ke mana. Donghae mengangkat sedikit tubuh Eunhyuk dan langsung menarik kemeja itu hingga akhirnya kemeja itu terlepas dari tubuh Eunhyuk.
"Haehhh… akkhh…" Donghae yang tak tahan lagi melihat kedua nipple Eunhyuk yang mulai menegang itu akhirnya segera meraup salah satu dari kedua nipple tersebut.
Eunhyuk merintih saat nipple kanannya langsung di hisap dan digigit-gigit pelan oleh Donghae. Nipple kirinya pun tak disia-siakan. Dengan tangan kanannya, Donghae memilin dan memanjakan nipple kiri Eunhyuk tersebut sambil sesekali mencubit-cubitnya pelan.
"Aahhh…ssshhh… ouuhh…" Eunhyuk menggelinjang nikmat. Seluruh tubuhnya terasa sangat panas.
Tangan kiri Donghae tak tinggal diam. Ia meremas 'sesuatu' yang sudah sangat tegang di antara kedua paha Eunhyuk.
"Ahh… Haeehh…" Eunhyuk serasa tersengat listrik kala Donghae meremas-remas juniornya yang masih terbungkus celana.
Donghae menurunkan celana Eunhyuk perlahan-lahan. Ia melihat milik Eunhyuk yang jauh lebih kecil dari miliknya sudah menegang di bawah sana.
"Wow Hyukkie… Sepertinya ada yang meminta untuk dimanjakan…" goda Donghae pada Eunhyuk.
Donghae tersenyum saat melihat Eunhyuk memalingkan wajahnya yang sudah memerah sempurna karena menahan malu sekaligus menahan nafsu yang mulai bergejolak akibat rangsangan-rangsangan yang Donghae berikan pada tubuhnya.
"Hehehe… Kau sangat manis Hyukkie saat wajahmu memerah seperti ini" goda Donghae lagi sambil mengelus pipi kiri Eunhyuk dengan tangan kanannya.
"Ish! Just do it, Donghae-ah! Don't tease me" kata Eunhyuk malu-malu sambil memukul pelan lengan Donghae.
Donghae terkekeh pelan "As your wish, my princess…" sahutnya sebelum memasukan milik Eunhyuk yang tak seberapa itu kedalam mulutnya.
"Gyaaaah!Aaakkhh..."Eunhyuk menggelinjang saat merasakan lidah basah Donghae mulai melingkupi kulit luar juniornya.
Donghae melirik wajah Eunhyuk dan tersenyum saat mendapati kekasihnya itu memejamkan matanya erat-erat sambil mendesah, terlihat begitu menikmati apa yang ia lakukan.
"Aahhh… Haeeehhh… ouuhh…" desah Eunhyuk sambil meremas lembut rambut Donghae yang tengah mengerjai miliknya.
"Bagaimana Hyukkie?... Eumh… Kau… Emh… Menyukainya?" tanya Donghae disela-sela kegiatannya mengulum junior Eunhyuk.
"Ndehh… Haeehh… A-Akuuhh… Me-Menyukainya—Aaakkhh! Fasshhter Haehh… Fasshhter…" Donghae tiba-tiba mempercepat kocokannya pada junior Eunhyuk.
"Ha-Haeeehhh.. A-Akuuhh ma-mauuhh…" Donghae memaju mundurkan mulutnya dengan tempo yang lebih cepat. Ia mengerti dengan ucapan kekasihnya itu hingga akhirnya…
"Aaaakkhhhh…"
Croot!
Eunhyuk memuntahkan cairannya kedalam mulut Donghae. Dan dengan senang hati Donghae menelan cairan kental milik kekasihnya itu. Tubuh Eunhyuk tergolek lemas setelah orgasme pertamanya.
Donghae beranjak ke samping tempat tidur, ia melepas pakaian yang dikenakannya. Eunhyuk melihat dada bidang Donghae yang terbentuk sempurna di badannya. Dan saat Donghae telah membuka seluruh pakainnya, sehingga ia sekarang sudah bertelanjang bulat seperti Eunhyuk, wajah Eunhyuk kembali memerah dan ia kembali terangsang. Apalagi melihat junior Donghae yang sangat besar dan menggoda. Junior Eunhyuk yang tadinya sudah lemas kembali menegang.
Donghae yang melihat hal tersebut kembali terkekeh. "Sebegitu sexy-nya kah diriku ini Hyukkie? Sampai sampai hanya dengan melihat tubuhku ini saja kau sudah menegang kembali. Apa kau menginginkan 'adik'ku ini di dalammu?" tanya Donghae frontal
Eunhyuk tak menjawab, melainkan memalingkan wajahnya ke arah lain karena malu.
Donghae berbaring kembali diatas Eunhyuk. Ia kemudian kembali memangut bibir Eunhyuk dengan ganas. Mereka saling beradu lidah hingga saliva mereka yang telah bercampur tersebut menetes dibawah bibir mereka.
"Hyukkie… Can I?" Donghae bertanya dengan wajah memohonnya. Ia tahu bahwa ini adalah yang pertama untuk Eunhyuk, begitu juga dengan dirinya.
Eunhyuk mengangguk malu-malu. "Nde Hae… Do it" sahut Eunhyuk.
Donghae kemudian membalikan posisi Eunhyuk sehingga sekarang punggung Eunhyuk tepat berada dihadapannya.
"Hyukkie… Aku tidak akan melakukan pelonggaran terlebih dahulu. Aku sudah tak tahan lagi" ucap Donghae sambil menciumi punggung putih Eunhyuk sambil sesekali menggigit dan menghisapnya hingga menimbulkan bercak merah keunguan.
"Enngghh… Ne Haeehh… Lakukan sa-ahh… sajaahh" sahut Eunhyuk susah payah saat tangan Donghae mulai membelai lagi juniornya yang telah menegang kembali tersebut.
"Ini akan sakit Hyukkie. Jadi kumohon… hmm… bertahanlah nde?" ucap Donghae disela-sela kegiatannya mengecupi punggung Eunhyuk.
"Ndehh… Hae—Uukkhhh…" Eunhyuk sedikit memekik ketika Donghae memasukkan juniornya yang tidak bisa dikatakan kecil itu ke dalam lubangnya. Setetes air mata jatuh membasahi pipinya. "Aakkhhh… appo Hae-ya…" ringisnya sambil menggigit bibir bawahnya.
"Uugghh.. Kau sempit sekali Hyukie…" Donghae mendesah pelan saat lubang Eunhyuk yang sangat sempit menggesek juniornya. Perlahan-lahan ia memasukan juniornya, sampai seluruh juniornya tertanam sempurna di dalam lubang Eunhyuk.
"Aakkhh… appo…" Eunhyuk kembali meringis.
Donghae menaikkan sedikit badannya untuk melihat wajah kekasihnya itu. Dilihatnya air mata Eunhyuk menetes kembali.
"Ssstt… Uljima chagi…" ucap Donghae sambil menghapus air mata Eunhyuk tersebut.
Donghae memutuskan untuk membiarkan sebentar juniornya di dalam lubang Eunhyuk agar terbiasa sambil mengocok pelan junior Eunhyuk agar Eunhyuk bisa lebih cepat melupakan rasa sakitnya. Ia benar-benar tidak tega melihat kekasihnya itu mengerang kesakitan.
"Hyukkie… apa kita hentikan saja?" tawar Donghae pada Eunhyuk yang masih memejamkan matanya dengan dahi mengernyit menahan sakit. Sementara tangan Donghae masih bergerak mengocok junior Eunhyuk dibawah sana.
"A-ahhh… ani Haeehh… La-lanjutkan sajaahh… Eummhh… Bergeraklah…" pinta Eunhyuk disela-sela desahannya akibat perlakuan Donghae pada junior miliknya.
Setelah mendapat persetujuan dari Eunhyuk, Donghae mulai menggerakkan pinggulnya menggesek kulit juniornya pada dinding lubang Eunhyuk.
"Akkhhh… Haeeehhh…" Eunhyuk hanya bisa mendesah ketika Donghae berhasil menubruk titik terdalamnya dan juga menggesek-gesek dinding lubangnya.
"Aakkhhh… Hyuk-Hyukkiiieehh… Se-sempit chagiiihh" desah Donghae disela-sela kegiatannya menghujam lubang sempit Eunhyuk dengan junior besarnya hingga menyentuh titik kenikmatan Eunhyuk di dalam sana.
"Akkhh... ahhh… ahhh… wuahh… ahhh..." Eunhyuk terus mendesah ketika Donghae terus-terusan menggenjotnya dengan gerakan yang teratur dan hentakan yang pelan namun tepat mengenai titik kenikmatannya di dalam sana.
"Haaeehhh… fas—fasterhhh… o-ouhh… akkhh…" perut Eunhyuk terasa di kocok dari dalam, membuatnya merasakan sensasi yang sangat asing baginya. Donghae yang mengerti pun segera mempercepat gerak pinggulnya maju mundur. Eunhyuk langsung mendongakan kepalanya ketika ujung junior Donghae menghantam kembali prostatnya.
Mengerti dengan keadaan namjachingu-nya itu, Donghae segera membalikkan tubuh Eunhyuk menjadi telentang, membuat namja manis itu sedikit merintih karena junior Donghae berputar di dalam dinding rectum-nya.
"Shhh… Akkhh… Haaeehhh…" desah Eunhyuk lagi ketika Donghae kembali menggenjot tubuhnya dan menghantam titik kenikmatanya lagi dan lagi. Donghae menaikkan kedua kaki Eunhyuk dan menaruhnya di pundaknya. Sambil terus memaju-mundurkan tubuhnya, ia kembali mengocok junior Eunhyuk yang sudah sangat tegang.
"Akkhh…. Ha-Haaehhhhh.. A-akuhh… ma-mauuhh…" Eunhyuk sudah ingin kembali orgasme. Donghae mempercepat kocokannya pada junior Eunhyuk tanpa menghentikan pergerakan pinggulnya.
"Haeeeeehhhhh…" Eunhyuk melenguh panjang dan akhirnya kembali ejakulasi untuk kedua kalinya di tangan Donghae. Donghae menjilati tangan kanannya yang penuh dengan cairan milik Eunhyuk, sambil tetap menggerakan tubuhnya maju mundur dengan teratur.
"Akkhhh… Hyuukiiehhhh…" Donghae pun akhirnya mendesah panjang dan mengeluarkan cairan kentalnya di dalam tubuh Eunhyuk. Ia langsung mengeluarkan perlahan juniornya dari dalam lubang Eunhyuk, membuat namja manis itu agak mendesis karena rasa perih pada lubangnya.
Donghae menjatuhkan tubuhnya di samping Eunhyuk. Eunhyuk memejamkan matanya rapat, ia merasa sangat lelah. Donghae membelai wajah Eunhyuk dengan penuh cinta. Ia memandang wajah kekasihnya yang sedang menutup matanya itu sambil tersenyum.
"Hae…" panggil Eunhyuk yang membuka matanya lagi.
"Hmm… tidurlah chagi. Kau pasti lelah" ucap Donghae sambil mengecup dahi Eunhyuk dengan lembut, penuh kasih sayang.
Eunhyuk memejamkan matanya kembali sambil mengangguk pelan, lalu menenggelamkan wajahnya yang terlihat sangat lelah itu di dada bidang Donghae.
"Gomawoyo Hyukkie-ah… Nae princess" Donghae berbisik pelan ditelinga Eunhyuk.
"Ne Hae-ya… Cheonma…" sahut Eunhyuk tanpa membuka kedua matanya sambil menyamankan posisi tidurnya.
Donghae menaikan selimut sampai sebatas dada mereka, kemudian tertidur sambil merangkul pinggang Eunhyuk possessive.
.
"Yak! Dasar pasangan mesum! Darimana saja kalian? Kenapa tidak memberitahu kami?" Heechul berkacak pinggang di depan pasangan HaeHyuk yang baru saja datang.
Mereka semua—KangTeuk, HanChul, YeWook, KyuMin, HaeHyuk, Sibum dan ZhouRy couple—kini tengah berkumpul di dorm Super Junior.
"Memberitahu apa hyung?" tanya Donghae tak mengerti. "Lagipula, kenapa mengatai kami pasangan mesum?" tanya Donghae heran.
"Tentu saja memberitahu tentang kesembuhanmu yang sudah boleh pulang dari rumah sakit. Memangnya apa lagi?" ucap Heechul sarkatis pada Donghae.
"Lagipula kalian memang pantas mendapat julukan seperti itu. Tuh buktinya!" ucap Heechul lagi sambil menuding leher Eunhyuk yang terdapat beberapa bercak merah keunguan.
"A-ahh…" Refleks, Eunhyuk memegang lehernya sambil menundukkan wajahnya malu. "I-itu hyung… eumm…"
"Hyung! Jangan membuatnya merasa tak enak begitu" bentak Donghae kesal pada Heechul. "Chagi… Kau tunggu di kamarku saja ne? Jangan hiraukan ucapan Heechul hyung" ucap Donghae pada Eunhyuk.
Eunhyuk mengangguk pelan dan hendak berbalik menuju kamar Donghae, namun…
"Ckckck… Hyung, hyung… Kau ini benar-benar…" Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kau ini baru saja sembuh dan baru saja keluar dari rumah sakit. Tapi tak kusangka kalau kau ternyata bisa—"
"Ya! Jangan menggoda lagi. Hyukkie jadi—"
"Syukurlah sudah kembali seperti semula" desah Kibum lega sambil tersenyum bahagia.
Semuanya menoleh ke arah Kibum, namun Kibum tidak menghiraukannya sama sekali. Ia terus berjalan ke arah pasangan HaeHyuk yang juga menatapnya heran bercampur bingung.
"Aku senang melihat kalian seperti ini lagi" diraihnya tangan kanan Donghae dan tangan kiri Eunhyuk. "Tetaplah seperti ini" ucap Kibum sambil menyatukan tangan keduanya. "Jangan bertengkar seperti kemarin lagi. Aku sedih melihat kalian seperti itu" ucap Kibum lirih.
"Kibummie…" Donghae dan Eunhyuk memeluk tubuh Kibum secara bersamaan.
"Mianhae Bummie… Gomawo" ucap Donghae tulus sambil melepaskan pelukannya pada tubuh Kibum dan membelai lembut kepala Kibum.
"Nde Bummie… Mianhae" ucap Eunhyuk yang masih memeluk tubuh Kibum dengan erat.
"Nde hyungie… Jangan di ulangi lagi nde? Aku tidak tega melihat kalian saling menyakiti seperti itu" ucap Kibum sambil membalas pelukan Eunhyuk.
"Nde… Kami berjanji" sahut Eunhyuk sambil mempererat pelukannya.
"Eunhyukkie" tepukan halus di bahu Eunhyuk membuat Eunhyuk terpaksa melepaskan pelukannya dengan Kibum.
"Heechul hyung" ucap Eunhyuk saat mendapati siapa yang telah menepuk bahunya.
"Maafkan hyung nde? Gara-gara hyung… semuanya jadi—"
"Sssttt… Tidak hyung… Jangan meminta maaf… Kau tidak bersalah" Eunhyuk segera memeluk hyung-nya tersebut sebelum Heechul menyelesaikan ucapannya.
"Tapi Hyukkie… Hyung—"
"Sudahlah hyung… Semuanya sudah berakhir. Bukankah aku dan Donghae sekarang telah bersatu kembali? Iya kan Hae?" ucap Eunhyuk meminta persetujuan namjachingu-nya itu sambil mengelus lembut punggung Heechul.
"Nde hyung… Hyukkie benar" sahut Donghae sambil tersenyum melihat Heechul dan Eunhyuk yang masih berpelukan.
"Nde Hyukkie… Hae… Jeongmal gomawo" ucap Heechul sambil membalas pelukan Eunhyuk dan mengelus punggung Eunhyuk.
"Ne hyungie… Cheonma…" sahut Eunhyuk dan Donghae berbarengan.
"Nah! Bagaimana kalau sekarang kita merayakan kembali perayaan yang sempat tertunda?" seru Hankyung.
"Nde! Aku setuju!" angguk Sungmin.
"Nde! Kita rayakan kembali hari ulang tahun Donghae yang tertunda dan perayaan atas keluarnya Donghae dari rumah sakit. Eotte?" sambung Zhoumi.
"Setuju!" sahut mereka semua kompak.
.
"Hae… Apa yang kau rasakan? Mana yang sakit? Badanmu lemas lagi eoh?" tanya Eunhyuk khawatir saat melihat Donghae hanya diam melamun sambil menyandarkan kepalanya di bahu kiri Eunhyuk.
Donghae hanya diam sambil menggelengkan kepalanya pelan. Lalu memejamkan matanya.
"Hae… Katakan padaku. Kau ini kenapa? Jangan membuatku khawatir seperti i—"
"Sssttt… Diamlah Hyukkie… Biarkan seperti ini dulu" ucap Donghae sambil melingkarkan tangannya di pinggang Eunhyuk.
Eunhyuk kemudian diam. Ia memutuskan untuk menatap awan yang ber-arak di langit sembari menunggu Donghae berbicara lagi padanya.
"Hyukkie… Bolehkah aku tidur di atas pahamu?" tanya Donghae pada Eunhyuk tanpa merubah posisinya.
"Nde Hae… Tentu saja boleh" Eunhyuk mempersilahkan Donghae.
Tangan Eunhyuk mengelus lembut kepala Donghae yang berada di atas pahanya. Donghae kelihatan menikmatinya dengan mata yang terpejam erat.
"Kau kenapa lagi? Apa kepalamu sakit lagi?" tanya Eunhyuk lagi dengan nada khawatir.
"Tidak… Hanya merindukan masa-masa seperti ini" sahut Donghae.
Eunhyuk tersenyum kecil saat mengingat sesuatu yang Donghae maksud. "Sudah lama sekali kita tidak seperti ini ya Hae?" ujar Eunhyuk saat mengingat moment-moment awal hubungan mereka. "Aku pun merindukan masa-masa itu" sambung Eunhyuk lagi.
"Nde… Mianhae kalau aku tidak bisa sering-sering seperti itu lagi… Karena sekarang aku—"
"Sssttt.. Sudahlah.. Aku mengerti. Aku juga tidak mempermasalahkannya. Yang penting kita bisa menjaga hubungan ini baik-baik. Itu saja sudah cukup bagiku" ucap Eunhyuk dengan tangan yang masih setia membelai kepala Donghae.
"Hyukkie" Donghae bangun dari posisi tidurnya dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Eunhyuk.
"Nde Hae, wae?" tanya Eunhyuk tak mengerti dengan sikap Donghae yang tiba-tiba tersebut.
Donghae menangkup kedua pipi putih Eunhyuk dengan kedua tangannya sambil mengusap pipi yang terlihat semakin berisi itu.
"Kau benar-benar malaikat yang Tuhan kirimkan untukku. Aku benar-benar beruntung bisa memilikimu Hyukkie-ah" ucap Donghae sambil tersenyum tulus pada Eunhyuk.
"Jeongmal gomawo atas semua yang telah kau berikan untukku. Cintamu, kasih sayangmu, senyummu, perhatianmu, kesabaranmu dan semuanya. Jeongmal gomawo" Donghae mengecup dahi Eunhyuk cukup lama dan Eunhyuk terlihat begitu menikmatinya.
"Jeongmal mianhae atas semua kesalahan yang pernah kuperbuat padamu. Aku benar-benar meminta maaf padamu. Aku—"
"Ssstt… Hae… Sudahlah… Aku tidak pernah mempermasalahkannya. Aku sudah memaafkanmu sejak dulu. Jadi kau—" Donghae segera merengkuh tubuh Eunhyuk agar Eunhyuk tidak melanjutkan lagi ucapannya.
Sungguh… Demi apapun… Perasaannya akan kembali kacau dan perasaan merasa sangat bersalahnya akan kembali muncul saat ia mengingat betapa jahatnya ia yang telah membuat kekasih manisnya itu menderita.
"Jeongmal gomawo Hyukkie… Saranghae… Jeongmal saranghae… yeongwonhi" ucap Donghae lirih sambil memeluk tubuh Eunhyuk erat-erat.
"Nde… Nado Hae… Jeongmal saranghae… yeongwonhi…" balas Eunhyuk sambil memejamkan matanya dan tersenyum.
Donghae kemudian melepaskan pelukannya pada Eunhyuk dan mulai mendekatkan wajah mereka berdua.
"Euummpphhh…" Donghae melumat bibir Eunhyuk dengan lembut, tanpa nafsu sedikit pun. Berusaha menyampaikan perasaan kasih sayangnya yang tulus pada orang yang sangat dicintainya tersebut.
"Eummpphh" desah Eunhyuk disela-sela ciuman mereka.
Cukup lama mereka mereka berciuman seperti itu hingga suara deheman seseorang menginterupsi kegiatan mereka.
"Eummpphh… Ha-Haeehh… Su-sudaahh…" Eunhyuk merengek meminta Donghae berhenti menciumnya.
Eunhyuk berusaha mendorong dada Donghae agar Donghae segera menghentikan aksinya itu, namun Donghae sama sekali tidak bergeming dan tetap menikmati bibir kissable Eunhyuk yang sudah terlihat memerah dan mengkilat karena saliva tersebut.
"Yak! Ikan Amis! Berhenti berbuat mesum di tempat umum!" teriak Heechul kesal.
Ya… Heechul-lah yang mengganggu moment manis HaeHyuk couple ini. Ia terpaksa menginterupsi kegiatan pasangan ini karena jadwal Donghae dan Super Junior.
"Emmpphh… Sudah Haeehh…" Eunhyuk masih berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan Donghae.
Heechul yang muak melihatnya langsung saja melayangkan pukulannya tepat mengenai kepala dongsaeng tersayangnya tersebut.
PLAK!
"Aww! Appo!" ringis Donghae yang seketika melepaskan pagutannya pada bibir Eunhyuk. Sementara itu, Eunhyuk mengelap bibirnya yang benar-benar basah dengan wajah yang memerah padam karena menahan malu.
"Kau ini benar-benar menyebalkan! Semuanya sudah menunggumu di ruang rias, tapi kau malah asyik berduaan disini dan melakukan hal-hal nista di tempat umum seperti ini. Bagaimana kalau paparazzi menemukan kalian dengan pose seperti itu dan memotret kalian?" bentak Heechul kesal pada Donghae yang masih mengelus-elus kepalanya.
Donghae hanya menyunggingkan cengirannya. "Gampang hyung… Bilang saja kalau kami memang memiliki hubungan yang spesial dan akan segera menikah suatu hari nanti. Iya kan Hyukkie chagi?" sahut Donghae asal sambil mengecup sekilas pipi Eunhyuk yang sudah memerah sempurna.
"Hae~~" rengek Eunhyuk manja dengan wajah tertunduk dan memerah sempurna karena malu.
"Tidak usah malu seperti itu Hyukkie chagi"
Chu~~
Lagi-lagi Donghae melumat bibir Eunhyuk.
"Ya! berhenti berbuat mesum di depanku!" teriak Heechul kesal.
Donghae menghentikan aksinya dan berlari meninggalkan Heechul dan Eunhyuk.
"Sampai bertemu nanti nae princess, Chullie hyung" ucapnya sambil melambaikan tangannya.
Eunhyuk hanya tersipu malu mendengarnya, sedangkan Heechul hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Donghae.
.
.
.
Cinta itu benar-benar aneh. Terkadang bisa membuat kita bahagia, namun terkadang juga bisa membuat kita sedih. Namun cinta itu benar-benar mengikat. Walau bagaimana pun kita terpisah, kita tetap akan bisa bersatu kembali. Dan yang paling penting adalah aku tidak akan pernah melakukan kesalahan itu lagi dan tidak akan pernah mau melepaskanmu lagi.
Saranghae… Jeongmal saranghae… Yeongwonhi…
-HaeHyuk-
.
.
.
FIN
.
.
.
.
.
Chap terpanjang dari semua chap! ^0^
Fiuuuhhh….. *elap keringet*
Finally… END saudara saudara ^^
Yeeyy!
*jingkrak jingkrak*
*tebar kembang 7 rupa* #plakk
Hehe :p
Mian yah kalau endingnya kurang memuaskan, karena ide saya udah mentok segitu pas ngerjain ending ini, ditambah lagi dengan mengedit bagian NC HaeHyuk hasil karya teman saya -_-
Huwaaahhh… *mimisan* *tepar*
Mianhae kalau bagian NCnya kurang hot
Yah… saya memang tidak berbakat dalam hal seperti itu *pundung*
Tapi… Semoga suka dengan chap ini ya readers ^0^
Buat HaeHyuk moment-nya, mianhae kalau adegannya kurang manis *bow*
Ide saya bener-bener mentok gara-gara kecapekan habis ikut tur seminggu penuh T.T
.
.
.
BIG HUG and KISS for lovely readers that already leave a review, fav and follow this story ^^
aninda c. octa, kyukyu, anchofishy, nurul. , Aiyu Kie, Arit291, leehyunseok99, Lee Eun In, sweetyhaehyuk, myfishychovy, HaeHyukLove, dreanie, Fitri jewel hyukkie, EviLisa2101, yhe, Lee Eun Jae, AnggiHaeHyukELF, NatasyaPolarise ELFishy, Kamiyama Kaoru, saranghaehyukkie, Jung En-Yeon, Scarlet jewELFishy, lee minji elf, reaRelf, mingi, shizu indah, meyy-chaan, Ayalisse960730, Hyukkie'sJewels, AyalisseHan0730, Elza Orizhuka, Hana imelyahoo com, ShillaSarangKyu, umi julianti 9, lee maria, angli-haehyuk, Asha lightyagamikun, Haehyuk addict, Heefin, Lesylie 'AliChelsea' Byun, bluehyomi, loupeu, tweety airy, KarooMinnie, Path of Light,XxStarLitxX, HyukmilikHae, SJ8483, Ve, gdtop, Kim Ri Yong, zoldyk, and Guests
Also thanks for SILENT READERS that read this story ^^
.
.
.
For last…
Leave a review pleaaassseee…! ^0^
^^ GamshaHAE ^^
.
-Mei Hyun-
