Mungkin chapter ini adalah chapter pali g gaje dan koplak, mohon maaf atas kekurangannya.

Warning: Fang x Boboiboy

Dont like, dont read

Happy reading~~

Sebenarnya...

"Mungkin bisa kalau begini...Boboiboy kita kasih wig dan kita dandan seperti Aufa, bagaimana?" Ying memberikan saran.

"Bagus juga, lagian kita kan di ruang OSIS, jadi tidak ada yang tau" Yaya menyetujuinya.

"jadi bagaimana caranya kalian dandanin aku?" Boboiboy melepaskan topinya. Dengan cepat Ying berlari dengan kekuatannya dan mengambil make beberapa make up dikelas.

"Tenang saja Boboiboy, aku kan penata wanitanya" Ying menyuruh Boboiboy duduk sementara Yaya menyeret Fang keluar dari ruangan.

"Wo, woi! Kenapa aku di usir??" Fang memberontak.

"Kami harus serius tanpa ada pengganggu, tunggu saja diluar!" Yaya langsung menutup pintunya dan duduk dihadapan Boboiboy.

"Kumohon, ini baru pertama kalinya aku didandan, jadi pelan-pelan ya" Boboiboy sepertinya belum terlalu siap.

"Tenang saja, kami tidak akan gagal kok"

"SELESAI!!!" Yaya dan Ying mengusap keringat usahanya.

"Sepertinya usaha kita tidak sia-sia" Yaya dan Ying saling tos dan mereka membuka ruangannya kembali.

"Fang, kami sudah selesai lo" Ying memanggil Fang yang nyaris tertidur karena saking lamanya menunggu.

"lama amat dah, hampir saja aku terti--.. dur" Fang tidak dapat berbicara, ia melihat sesosok malaikat keluar dari ruangan, yaitu Boboiboy dengan wujud yang sangat berbeda dengan gaun plus wig panjang yang terurai.

"Ha, halo Fang, bagaimana? Aku aneh ya?" Boboiboy memainkan rambut panjangnya.

"Sa, sama sekali tidak '@#% imut parah, nyaris saja aku berteriak'" Fang mengecek jantungnya apakan masih berdetak atau tidak.

"Kau cantik sekali Boboiboy, kalau begini, tidak ada satu orang pun yang tau ini kau... mungkin" Yaya dengan percaya diri memberikan komentar.

"... tapi entah kenapa aku merasa bersalah kalau aku memainkan peran Aufa" Boboiboy meremas kuat gaunnya.

"Nanti kau berpura-pura saja menjadi Aufa, lalu setelah drama selesai, kau katakan dengan jujur kepada kelas kalau kau sebenarnya Boboiboy, mengerti?" Yaya berusaha memantapkan hati Boboiboy.

"... baiklah, Fang, boleh aku latihan dramanya sebentar? Walau ceritanya dariku, tapi aku kurang hafal dialognya" Fang langsung sadar dan berdiri mendekati Boboiboy.

"Ba, baiklah, kalau begitu kita latihan sebentar"

Flask back off...

"Tapi kenapa Aufa punya sedikit rambut puti--"

"AKH!! AYO SEMUANYA LATIHAN, KITA HARUS LATIHAN!!" Yaya mengalihkan perhatian murid-murid yang mengroboli Boboiboy. Boboiboy mendekati Yaya.

"Yaya, bagaimana ini? Aku takut ketahuan" Boboiboy berbisik-bisik.

"Untuk sementara sabar dulu soalnya semua teman benar-benar menganggapmu Aufa" Yaya menjawabnya dengan wajah waspada.

...

...

Jam 12.45, Fang sudah mempersiapkan semuanya. Sementara Boboiboy...

"Ayo Boboiboy, kita bakal tam--"

"Fa, Fa, Fang ada obat anti pusing? Atau obat penenang? Sepertinya sekarang gempa" tangan Boboiboy sangat gemetaran, sepertinya Boboiboy mengalami demam panggung.

"Yang gempa sekarang cuman tubuhmu" Fang menekuk sedikit lututnya agar sesuai dengan tinggi badan Boboiboy.

"Anggap saja kalau kau sedang berada didalam ceritamu" Fang mengusuk surai Boboiboy.

"...baiklah, akan kucoba, terima kasih "

...

"Kami kelas 10-3 akan menampilkan drama 'lost princess and Prince of Darkness' kami harap kalian menyukainya" Yaya sebagai narator sekarang berada diruangan narator dengan menggunakan micnya.

(Ps: kalau ada kalimat yang bergaris bawah, tandanya mereka ngikutin teks, kalau gak ada garis bawah berarti mereka... buat sendiri, ya whatever lah)

"Diceritakan suatu hari seorang wanita dari sebuah kerajaan sedang berjalan ditengah taman bersama para prajuritnya" Yaya mulai membaca ceritanya.

Panggung yang masih gelap gulita mendadak terang dan sudah berdiri seorang wanita (bisa dibilang begitu) dengan gaun wajah tenang nan cantik.

"Ah, pemandangan yang indah, aku berharap pemandangan ini bertahan selamanya" Boboiboy mulai memulai dialognya.

'ANJAY! LUMAYAN! BENAR-BENAR BAGUS! Padahal sebelumnya dia demam panggu-- jangan-jangan... ' Fang sedikit tercengang dengan keberanian sang heroin.

"TAPI sang putri terlalu seru dengan karena bermain, karena itu ia tersesat dan tidak menemui jalan pulang" Yaya memulai intronya kembali.

"Aku dimana? Bagaimana ini? Seseorang tolong, aku takut gelap!" Boboiboy sangat pandai mengekspresikan sang karakter.

'Dia sebenarnya memang takut gelap-_-' Fang masih melihat pertunjukan Boboiboy dari ruang tunggu disamping podium.

"Halo wanita manis, kamu siapa? Nama?" Seorang lelaki pengembara yang diperankan oleh Gopal datang dihadapan Boboiboy.

"Owh, sang putri telah ditangkap oleh sang pengembara asing!!" Yaya sepertinya mulai terbawa suasana.

"To, TOLONG!'TOLONG!! AKU TIDAK AFAL TEKSNYA! Ya sudahlah, aku ngomong ngasal saja'" Boboiboy melepaskan genggaman Gopal.

"Tunggu! Kau siapa? Beraninya menyentuhku, pelecehan seksual!" Boboiboy membuat alur cerita baru.

"WHAT??!!?? 'seharusnya putrinya kan terlihat lemah, kok malah jadi memberontak gitu?' Fang langsung mengambil lembaran teks dan alur cerita. Bukannya kebingungan, Yaya malah semakin terbawa oleh alur cerita baru.

"Owh, memberontak ya, padahal aku ingin menjualmu di bar-bar, kalau kau tidak mau, ayo bertarung!" Gopal juga ikut membuat cerita baru.

'WOI! NGAPAIN IKUTIN CERITA BARU? JANGAN-JANGAN DIA GAK AFAL? DASAR BODO!!' Fang hanya bisa berteriak didalam batinya.

"Ok, sesuai permintaanmu, ayo kita bertarung!" Penonton yang tidak tahu apa-apa hanya seru menonton pertunjukan aneh mereka.

" 'aku harus pakai kekuatan yang tidak terlalu mencolok, maaf Gopal' PUSARAN TAUFAN!!" Boboiboy benar-benar menggunakan jurusnya untuk menyerang Gopal.

"Aduh, duh! Sakit tau!" Gopal terduduk dilantai. Sementara itu Fang dikejutkan oleh Ying.

"Fang, bukannya giliranmu masuk?" Ying bertanya dengan wajah datar.

"Oh ya! 'Kenapa aku sampe lupa?'" Fang berlari dan berdiri dibelakang tubuh Boboiboy.

"Ow! Sepertinya pahlawan kita datang!" Yaya mengintro sambil memakan popcornnya.

"Cukup sampai disini! dasar pengembara asing, aku akan melindungi wanita ini" untunglah Fang tidak merubah alur ceritanya.

"Wo, woi! Aku sedang melawannya, jangan ganggu! Dasar pahlawan kesiangan!" Boboiboy malah mengusir Fang yang awalnya ingin membantu.

"Suruh siapa kau menyerangnya? Kan seharusnya itu bagianku dasar bo.. DO!" Fang menempelkan keningnya dengan Boboiboy.

"Apa katamu???!!??" Boboiboy beradu kepala dengan Fang. Para penonton hanya tertawa dan menyangka jika cerita mereka hanyalah comedy. Mendadak seorang lelaki tampan datang dengan pakaian ala masketir seperti Fang.

"Woi woi,A, apa lagi ini?" Boboiboy beranjak kebelakang tubuh Fang sambil memegang tangannya.

"Si, siapa kau? 'Bukannya ini gak ada di dalam alur cerita?'" Fang sedikit heran, lelaki itu memakai topeng sehingga wajahnya tidak terlalu terlihat.

"Aku... eto.. Kai. bara! Aku datang kesini untuk mendapatkan hati sang putriku tercinta" lelaki aneh itu mendekati mereka berdua.

" 'WTF? ABANG??!!?' Aku tidak akan menyerahkan hati sang putri! Hati sang putri sudah menjadi milikku!" Boboiboy terdiam mendengar perkataan Fang. Seluruh penonton sangat tertarik hingga ada yang berdiri demi melihat pertunjukan.

"Sepertinya ada cinta segitiga diantara mereka, siapakah yang menang?" Yaya sepertinya tidak membutuhkan teks intro lagi.

Mendadak Fang menggunakan kekuatan bayangnya.

"Harimau bayang! Serang!" Boboiboy malah terkejut. "Woi, masa pakai kekuatan mencolok disaat seperti ini?" Boboiboy berbisik-bisik ditelinga Fang.

"Gimana lagi? Soalnya lawannya bang Kaizo" Fang memperjelaskanya.

"Bang Kaizo? Kenapa kau tau?" Boboiboy betanya dengan polos. "Seharusnya kau sudah tau lah! Kau harus menggunakan kekuatan yang gak mencolok" Fang menjawab dengan wajah datarnya ditambah emot keringan.

"Kalau begitu, kita harus gabungin kekuatan kita! Ah! Aku tau kekuatan apa yang tidak mencolok"

Boboiboy mengeluarkan kekuatan tanahnya namun ditambah sedikit dengan bumbu drama.

"Wahai kekuatan kerajaanku, keluarlah wahai prajurit golem!" Boboiboy mengulurkan tangannya dan terbentuklah golem tanah.

"ITU MENCOLOK DASAR BEGOK!"

"Woi! Kalau putrinya kuat, untuk apa ada pangeran dicerita ini?" Beberapa penonton mengomentari sambil menyipitkan sebelah matanya.

"Pangeran! Saatnya!" Boboiboy memegang tangan Fang.

"Wahai lelaki terkutuk, dengan kekuatan kegelapanku dan kekuatan kerajaan putri, kau akan tumbang" Fang sepertinya ikut terbawa alur cerita Boboiboy (kan memang cerita Boboiboy).

Fang mengambil pedang dan pura-pura menusuk sang karakter yang tiba-tiba muncul sekaligus golep tanah yang menonjok wajah karakter antagonis. Ketika bang Kaizo tumbang, semua penonton terdiam sesaat dan mereka langsung berteriak senang.

"Nice pangeran!!" Sepertinya semua penonton juga sangat menikmati pertunjukan. Boboiboy langsung terduduk dengan napas lega.

(Pertunjukan macam apa ini???)

"Syukur... syukurlah.." Fang duduk ala kerajaan dihadapan Boboiboy sambil melepaskan juba hitamnya dibelakang tubuhnya untuk menyelimuti sang putri.

"Putri, kau tidak apa?" Fang kembali memperbaiki drama yang sudah hancur.

"Iya, aku tidak tahu apa yang terjadi jika tidak ada dirimu pangeran" Boboiboy tersenyum manis dihadapan Fang.

" 'sebenarnya kau bisa selamat walaupun aku tidak ada!' Putri, apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu, karena itu...jadilah pendamping hidupku, karena aku mencintaimu"

"..." Boboiboy terdiam dan ia memberikan tangannya kepada Fang.

'akhirnya aku mengakuinya, aku suka denganmu, selama ini aku selalu mengelak untuk mengakuinya, tapi aku akui aku menyukaimu karena kau akan selalu menjadi pangeran kegelapanku yang gelap disaat terang dan terang disaat gelap'

... ya... aku juga mencintaimu, wahai pangeran" mata Yaya bersinar-sinar, Yaya langsung menutupi intronya sambil menangis terharu.

"Dan putri dan pangeran hidup bahagia selamanya!!! TAMAT!!" Satu gedung berteriak bahagia termasuk Yaya dan teman sekelas yang menangis melihat drama mereka.

Boboiboy dan Fang langsung terduduk lega.

"Syu, syukurlah selesai juga dramanya" teman-teman sekelas mendekati mereka sambil memberikan tepuk tangan.

"Selamat kalian berdua!" Yaya dengan semangat datang kearah mereka berdua.

"Terima kasih semua, tapi...maaf, sebenarnya..." Boboiboy melepaskan wignya sambil tertawa kecil.

"Aku Boboiboy, bukan Aufa, sekali lagi... aku minta maaf!!" Boboiboy membungkukkan badannya dihadapan murid-murid lain.

"Kami sudah tau kok"

"Memangnya siapa lagi kalau buka Boboiboy yang punya golem tanah?"

"Suaranya saja kami sudah tau, lagian wajah imut Boboiboy juga sudah ketahuan kok dari awal"

"Sejujurnya kami juga lebih suka Boboiboy yang memerankan karakter putri dibanding Aufa"

"Rambut putihmu kan juga kelihatan dimata kami, siapa lagi yang punya rambut secuput putih kalau bukan Boboiboy?"

"Lagian kan ini cerita Boboiboy, jadi Boboiboy juga berhak mengubah ceritanya" satu kelas ternyata sudah mengetahui bahwasannya Boboiboy adalah seorang putri.

"Kalian..." Boboiboy terbelalak menatap sekelasnya, Yaya mengedipkan sebelah matanya sambil mengeluarkan jari ibunya. "Aku dan teman sekelas sudah menyetujuinya, makanya, tidak usah sungkan-sungkan, kita kan teman?" Yaya selalu bijak dalam memberikan jawaban kepada Boboiboy. Boboiboy hanya bisa tersenyum lega mendengarnya.

"... terima kasih semuanya"

"Masalahnya cuman satu, karena cerita kita tidak sesuai naskah, jadi kita dieleminasi" mendengar kalimat seorang siswa, Yaya langsung lesu dan terduduk dibawah lantai.

"Kemenangan kita...SUDAH MELAYANG!" Yaya menangis frustasi, Boboiboy langsung mendekati Yaya dan duduk sujud.

"MAAF!!" Boboiboy tidak dapat berbuat apa-apa, mendadak Fang mengambil sebuah kertas informasi dari hasil runding penonton.

"Tapi...karena menurut penonton, penampilan kita yang paling bagus, jadi kita pemenangnya" Boboiboy dan Yaya langsung berdiri dan memojoki Fang.

"BENERAN???!!!??" serentak mereka bertanya.

"I, iya..."

Semuanya langsung semangat kembali. "Ini semua berkat Boboiboy" Yaya malah menangis terharu.

"Padahal tadi kau menangis karenaku, sekarang gembira karena aku juga, dasar gaje" Boboiboy langsung melepaskan wignya dan menghapus make upnya. Beberapa saat kemudian, Fang sudah mengganti bajunya dan mendiamkan diri di perpustakaan.

...

'...kenapa aku senang sekali saat mendengar Boboiboy ingin mejadi putri? Apa perasaanku belum luput?' Fang dikejutkan oleh Boboiboy yang mengagetkan Fang dari belakang.

"FANG!!"

"What the-- oh.. Boboiboy, kau membuat umurku memendek lo" Fang memegang dadanya yang terasa berdenyut dengan sangat kuat.

"Maaf maaf, makasih kerjasamanya" Boboiboy memberikan Fang minuman dan duduk beranjak duduk disebelah lelaki tsundere itu.

"Seharusnya aku yang bilang itu, oh ya, kenapa kau berani tampil tadi? Padahal awalnya kau kan demam panggung" Boboiboy tersenyum mendengar pertanyaan itu karena Boboiboy sudah menduga kalau lelaki bersurai gelap itu akan menanyakan hal itu.

"Sebelumnya kau kan sudah bilang 'agap saja kau sedang didalam cerita' karena itu aku merasa tenang"

"Em...woi Boboiboy, besok kan masih hari festival...*blush* kau ingin pergi ke festival denganku besok? Bukan berarti aku mau jalan bersamamu, jangan salah paham dulu ya!" Fang menyembunyikan wajahnya di atas meja.

"Eh, boleh kok" Boboiboy menjawab dengan mudah. Mungkin besok adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Fang, mungkin.

Tbc

Masih ada lanjutannya kok.

"Oh ya, Fang, kau pernah tidak lihat wanita kelas 10-3 berambut panjang ikal, warna rambutnya kuning sedikit oren, matanya berwarna ungu trus makai jepit bintang?" Boboiboy berpikir Fang akan mengetahui wanita itu.

"Hah? Aku tidak pernah melihat cewek kayak gitu, napa?"

"Soalnya jepit rambutnya jatuh, pas aku ingin mengembalikannya, dia sudah pergi tanpa pamit"

"Ya sudah, tunggu saja kalau kau bertemu dia lagi"

Tbc

Hahahaha, jepit cewek itu masih sama Boboiboy, kapan ya dia datang lagi? Di chapter selanjutnya, Boboiboy mulai belajar untuk mencintai Fang tapi...ada sesuatu yg buat dia ragu untuk jatuh cinta ke Fang, pokoknya tunggu update ya.

Bye~~~