hai semuanya :D

maaf kalo saya jadi ga update stiap hari. karena ada yg blg saya jgn update stiap hri, dan saya juga lg ga ad inspirasi untuk chapter selanjutnya. slain itu saya sedang sibuk.

jadi untuk yg mnunggu pairing ini, enjoy this chapter ya :D hihi. happy reading~


taintedIris proudly presents

Miku Hatsune's Wonderful Summer

Vocaloid © Crypton

Story © Me

gajeness, typos bermekaran ( ? ), Reverse Harem alert. rated M for save

don't like don't read. simple as that

.

.

.

Act. 10 : Beautiful Gangster?!

Hari ini adalah hari Minggu, hari yang amat dinantikan Miku Hatsune dalam seminggu! Ya, walaupun setiap hari adalah hari libur mengingat saat ini adalah liburan musim panas, tapi tetap saja fakta bahwa hari itu adalah hari Minggu membuatnya begitu bersemangat. Pagi itu Miku mengenakan kaos berwarna teal tipis senada dengan rambutnya yang ia kuncir dua. Ia mengenakan hot pants berbahan jeans berwarna biru dan sepatu converse berwarna hitam.

Mikuo yang sedari tadi memperhatikan kerapian adiknya dalam berpakaian hanya mendengus kesal, mengetahui bahwa sebentar lagi ia akan ditinggalkan lagi oleh sang adik.

"Mii-chan, kau mau kemana sepagi ini?" tanya Mikuo disela-sela acaranya memakan sarapan pagi buatan sang adik.

"Aku ingin jalan-jalan. Kau mau titip sesuatu Kuo-nii?" tanya sang adik sambil mengambil tas ransel berwarna teal bermotif negi berukuran besar disisi kiri tas.

"Tidak. Tapi apa kau tidak sadar kau pergi terus akhir-akhir ini?" tanya si kakak yang kini sedang menyesapi kopi susunya. Cih, seperti bapak-bapak saja. Miku pun tersenyum penuh arti dan langsung menduduki kursi yang diduduki oleh Mikuo.

"Kuo-nii, apa kau marah aku tidak sering menemanimu?" goda si adik. Mikuo memutar bola matanya.

"Tidak. Ya sudah sana pergi, adik menyebalkan." Umpat Mikuo kesal, membuat Miku tertawa melihat tingkah kekanak-kanakan kakaknya. Miku langsung menerjang kakaknya dan memeluknya erat. Ciuman hangat di pipi untuk sang kakak pun sukses didaratkan dengan tepat oleh si adik.

"Aku juga akan merindukanmu, Kuo-nii. Jaga rumah baik-baik ya~" Miku langsung bangkit dari posisi duduknya dan berjalan meninggalkan sang kakak yang masih membatu dikursinya. Tak lama kemudian suara pintu yang tertutup pun terdengar dari kediaman Hatsune itu. Untuk kesekian kalinya di pagi itu Mikuo kembali mendengus, namun senyuman tipis yang muncul dari bibirnya itu sepertinya tidak dapat disembunyikan.

Terkadang tidak membutuhkan kata-kata untuk mengungkapkan rasa sayang kita, bukan?

.

.

Kini Miku sedang berdiri di depan sebuah toko kaset di depannya. Setelah beberapa jam berkeliling di pusat perbelanjaan di pusat kota Miku memutuskan untuk bersantai sejenak.

Miku pun membuka pintu kaca di depannya. Hal yang ia rasakan pertama kali adalah udara sejuk dari ruangan ber-AC yang menerpa kulitnya yang telanjang, membuat Miku tersenyum sumringah. Ia pun kini memulai petualangan kecilnya di antara rak-rak kaset yang berada di sana. Sesekali ia melihat-lihat kaset-kaset film yang terpajang di sana, kemudian meletakkannya kembali jika Miku merasa film itu kurang menarik.

Pandangan iris berwarna hijau kebiruan Miku kini teralih pada rak kaset lagu yang berada di bagian kanan toko kaset itu. ia pun kini mulai berjalan melihat-lihat kaset-kaset lagu yang dipajang disana. Mata gadis itu teralih pada label 'Just Released' yang terdapat pada sisi rak itu.

Perhatian Miku pun tertuju pada sampul kaset bergradasi pink, putih dan gold yang terdapat ditengah-tengah deretan kaset. Ia pun mengambil kaset yang tidak terbungkus itu, tertulis 'VY2 Yuuma' pada sampulnya. Miku pun membawa kaset itu ke music box yang memang sengaja disediakan toko kaset itu kalau-kalau pelanggannya ingin mencoba kaset yang ingin dibelinya.

Miku perlahan membuka tempat kaset dari kaca itu dan kemudian memasukkan compact discnya di atas tray disc music box di depannya, kemudian ia pun memasang headphone yang ada di sana. Miku mulai memejamkan matanya, menikmati setiap alunan lagu yang keluar dari headphone yang ia gunakan.

Tiba-tiba Miku merasakan kehadiran seseorang di sampingnya. Miku mengalihkan pandangannya dan mendapati seorang pria yang tingginya sekitar 21 cm lebih tinggi dari dirinya kini sedang mengobrak-abrik isi rak kaset di depannya. Lelaki itu menggunakan topi kupluk berwarna hitam, headset di lehernya, kaos hitam, jaket putih dan celana berwarna hitam. 'Apa tidak panas memakai jaket di cuaca seterik ini?' batin Miku. Oh, rambut lelaki di sampingnya ini berwarna merah muda, mengingatkan Miku pada sosok Luka-neechan yang sempat salah paham padanya karena insiden salah melamar itu, tapi yang bedanya warna rambut lelaki ini lebih pucat. Dan sorot matanya terlihat begitu tajam, dengan iris berwarna keemasan, bibir tipis, kulit yang putih namun tidak pucat …

Untuk sesaat bibir Miku memulutkan kata 'wow' tanpa lelaki itu sadari.

Miku kembali memperhatikan lelaki disampingnya. Bola mata Miku yang besar jadi semakin besar melihat wakizashi yang tergantung manis di punggung sang pria. Miku pun menelan ludahnya. 'Apa lelaki ini adalah seorang yakuza?' tanya Miku dalam hati.

Miku langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika ia mendapati lelaki cantik−eh ganteng−nan seram itu kini mengalihkan pandangannya ke arahnya tiba-tiba. Hawa panas kini menjalari pipi gadis berambut teal itu. Akan sangat memalukan jika ia kepergok memandangi lelaki disampingnya ini tanpa berkedip!

"Lagu apa yang kau dengar itu?" tanya si pemilik iris keemasan disamping Miku. Miku mengedipkan kedua matanya beberapa detik, sedikit kaget si lelaki disampingnya ini tidak membahas tentang insiden tadi.

"Mmm … itu …" ucap Miku tergagap, lupa dengan judul lagu yang ia dengar. Si lelaki pun langsung melepaskan headset yang masih menempel dengan setia di telinga kanan Miku, lalu memakaikannya pada telinganya sendiri. Si lelaki mendengarkan lagu ditelinganya.

"Flowers of Glass, huh?" Miku mengerjapkan matanya. Kelihatannya lelaki di depannya ini sedikit update dengan lagu baru.

Miku menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Mungkin. Entahlah, aku tidak tahu. Aku saja baru mendengarkan," ungkap Miku. Lelaki itu mengangguk sekilas.

"Apa yang kau sukai dari lagu ini?" tanya lelaki itu. Miku menatap tempat kaset di depannya sekilas, dan iapun menggelengkan kepalanya.

"Entahlah. Tapi suara lelaki ini … Sangat indah. Dan dia juga kelihatannya amat menghayati lagu yang ia nyanyikan. Kurasa dia cukup hebat untuk pendatang baru," Miku kini meletakkan tempat kaset ditangannya ke atas music box di depannya. Lelaki itu mengangguk sekilas.

"Jadi, kau tidak menyukainya karena tampangnya? Kudengar ia tampan dan mendapatkan banyak fans wanita sejak debutnya sebulan yang lalu," ucap lelaki disampingnya. Miku pun menaikkan sebelah alisnya. Jadi lelaki sangar ini ternyata seorang gossip man? Wow!

"Tentu saja tidak! Aku menyukai musik karena suaranya! Untuk apa kau memiliki wajah yang cantik atau tampan kalau menyanyi saja kau asal-asalan." Ucap Miku tegas. Perlahan, senyum terkembang dari bibir si pemuda.

"Jadi, kau suka penyanyi ini karena suaranya?" Miku mengangguk mantap.

"Ooh, baguslah." Perlahan, si lelaki menundukkan kepalanya, dan cup! Sebuah ciuman mendarat di pipi pucat Miku, dan rona kemerahan langsung menjalari pipi gadis berambut teal itu. Miku langsung memegang pipinya.

"K … Kau! Apa yang kau lakukan?" tanya Miku dengan agak tergagap. Lelaki gangster itu pun tertawa kecil.

"Siapa namamu?" tanyanya, tidak mengubris kata-kata Miku.

"Miku Hatsune … Kenapa?" tanya Miku was-was, membuat lelaki gangster itu tertawa lagi. Ia pun mulai berjalan menjauh, tapi sebelum itu ia membisikkan sesuatu sambil mengacak-acak rambut Miku sambil tersenyum.

"Aku? Namaku Yuuma. Kuharap kita dapat bertemu lagi suatu saat, hime."

Dan dengan begitu si lelaki gangster bernama Yuuma itu keluar dari toko kaset tersebut, meninggalkan si gadis berambut teal yang masih berada di dunianya sendiri dengan wajah yang memerah seperti tomat.

.

.

Sepanjang perjalanan pulang Miku terus memandangi tempat kaset di tangannya. 'Pantas saja lelaki itu tidak asing,' gumam Miku. Dan benar saja, pada tempat kaset itu terdapat foto lelaki yang baru saja ia kenali berada disampulnya. Kini Miku merutuki kebodohannya, bagaimana bisa ia tidak mengenali si lelaki? Padahal lelaki yang baru ia temui itu adalah seorang penyanyi!

Perlahan, senyum kembali terkembang dibibir si gadis berambut teal itu. Ia memutuskan untuk tidak mencuci mukanya seumur hidup!

Apakah Miku bisa melakukannya? Tidak ada yang tahu.