Author : update cepet! Uwaah bentar lagi nyampe ending! Yah beberapa chapter lagi sih :D

America : Duuude! Masa endingnya begini!

Author : Shhh! Jangan kasih tau! Nanti spoiler lagi!

Disclaimer : Himaruya yadda~ yadda~

Warning : nyotalia, kata-kata kasar (dikit), hedkenon author, oh! Typo(s)


Amelia POV

Sekarang aku sendirian di rumah America-maksudku Alfred dan hal yang kulakukan adalah merencanakan beberapa hal. Tentang apa yang harus kubeli, kulakukan dan bagaimana selanjutnya. Oh, aku sekarang bingung karena tidak tahu banyak tentang rumah personfikasi negaraku ini. Kalau kulihat dari keabnormalannya, sepertinya Alfred punya beberapa hal yang aneh contohnya peliharaan.

"Fucking" gaahhh! Itu alien yang tinggal dirumah Alfred!

"U…uhh apa yang kau inginkan, alien? Maksudku tadi.. namamu itu… umm… Tony?" aku tak yakin dengan tebakanku

"Unicorn ingin makan"

"Tu…tunggu! Maksudmu apa? Alfred punya… unicorn?"

"fucking"

Aku menggaruk kepala karena bingung, binatang peliharaan Alfred apa saja sih?! Dan sebuah elang asli berjenis bald eagle terbang kearahku. Tentu aku panic karena binatang liar masuk ke rumah dan kearahku, ayolah kuku serta paruhnya tajam. Namun, ternyata tidak menyerangku dan ia malah mendarat dihadapanku. Elang itupun merapikan bulunya, namun dilehernya terdapat sebuah surat. Tentu kuambil dan saat kubuka, ternyata itu berasal dari Alfred.

Yo, dudette! Ini America aka Alfred F. Jones the world hero!

Aku mengirimmu surat karena sedang berada di Russia. Kau tahu, aku takut terkena sadap oleh negara psikopat menyebalkan itu. Oh, aku ingin menjelaskan beberapa hal tentang peliharaanku dan beberapa ruangan dirumah. Dan perkenalkan elang yang membawakanmu surat itu Clark! Kau harus memberi makan dia atau kau bisa dipatuk. Tentu saja jenisnya bald eagle karena itu burung nasionalku dan terkesan heroic, dudette!

Binatang peliharaanku yang lain adalah unicorn, paus dan kucing. Terdengar aneh tapi aku menyayangi mereka karena mereka adalah temanku juga. Masalah makanan, tenang saja sudah kuatur dan tinggal kau berikan saja. Semua makanan kutaruh di ruang peralatan di taman belakang. Jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Oh ya, kau juga bisa berteman dengan mereka dan semoga semuanya menyukaimu. Dan umm, masalah Tony biarkan saja. Ia bisa membeli makanan sendiri, walaupun sesekali kau harus menemaninya. Kau tak ingin kan bahwa rahasia yang dijaga beberapa tahun bocor?

Tony kalau kau penasaran, itu dari peristiwa Roswell. Kau tahu kan "the weather balloon" ? Presiden Truman-lah yang memperbolehkanku membiarkan Tony tinggal dirumahku. Asalkan tidak membuat masalah dengan wilayahku atau bumi.

Balas surat ini kalau kau punya pertanyaan

Sincerely, Alfred F. Jones
(PS. Sepertinya aku lebih bersyukur wilayahku yang selalu ada
"false alarm" daripada di Russia! Rasanya seperti pergi ke stasiun milikku di kutub selatan! Oh, I love you babe!)

Ok, surat ini terlalu absurd dan tak masuk akal sama sekali. Kupikir Unicorn hanyalah makhluk mitos yang kebenarannya perlu dipertanyakan. Dan surat dari orang yang tak normal membenarkan hal ini. Lalu mana penjelasan ruangannya? Ia hanya mengirimkan tentang peliharaannya saja. Saat kubaca pesan tambahan, mukaku langsung memerah seperti tomat. Mungkin aku harus membalasnya sekaligus menanyakan ruangan-ruangan dirumahnya.

Aku langsung saja menuju ruang kerja miliknya, ia pasti tak keberatan aku menggunakan alat tulis serta kertas miliknya, kan? Lagipula aku juga memang punya pertanyaan penting untuknya. Aku tak menyangka Clark mengikutiku ke ruang kerja Alfred juga. Sepertinya Bald eagle miliknya sangat loyal.

To Alfred

Uh, ini terlalu cliché! Mungkin harus diganti agar tak terlalu formal. Kertas kosong yang telah kutulis pada akhirnya kuremas dan dibuang ke tempat sampah kecil.

Aku sudah membaca suratmu, terima kasih!

Kau serius, punya unicorn? Tapi binatang itu tak nyata kan? Maksudku itu hanya mitos dari Eropa. Oh, ya Clark sendiri yang mengirimkan surat ini jadi aku secara tak langsung sudah bertemu dengannya. Sepertinya negara lain punya binatang peliharaan yang "abnormal" juga ya? Aku ingin tahu apa saja.

Umm… Alfred, kau lupa mencantumkan tentang ruangan-ruangan rumahmu. Apa ada ruangan yang tak boleh kumasuki? Dan bolehkah aku membersihkan ruanganmu? Sungguh menyenangkan sekali bisa bertemu presiden Truman, beliau adalah salah satu presiden favoritku.

Jadi peristiwa Roswell itu asli dan bukan tentang "weather balloon"? bolehkah aku mem-blog tentang hal ini? Aku punya blog juga tapi sudah dua bulan tidak kutulis.

Yours truly, Amelia F. Jones
(A…ahh, karena aku belum pernah ke stasiun kutub selatan jadi tak bisa membayangkan betapa buruknya. Karena menurutku cuaca di wilayahmu ini cukup menyebalkan juga, Al! umm… I love you too)

Semoga suratnya tak terlalu cliché dan memaksa. Tapi, haruskah aku memberikan makanan untuk Clark? Ah sudahlah, semoga elang ini sudah diberi makan. Aku mendekati elang itu dan menelan ludah karena takut dipatuk atau dicakar. Tanganku kuulurkan dan menutup mata, terdengar bodoh tapi aku takut. Ternyata hal yang tak kuperkirakan terjadi, elang itu malah dengan senangnya mengeluskan kepalanya ke tanganku.

"Ehhh? !" ternyata dia manis juga

Karena seperti ini aku jadi ingin memberikannya makanan. Elang itu binatang karnivora jadi dia suka daging. Baiklah, aku cari daging di kulkas milik Alfred. Saat aku keluar dari ruang kerja, Clark mengikutiku lagi. Akupun mulai mencari daging di kulkas milik Alfred, kutemukan dan belum dipotong sama sekali. Kukeluarkan dan kupotong menjadi bagian kecil. Karena takut dipatuk, aku berikan di lantai. Clark langsung menyambar daging itu. Ia mengeluarkan suara khas elang seolah menunjukkan bahwa ia senang.

Kucuci tanganku dan mengambil surat yang tadi masih tertinggal diruang kerja milik Alfred. Kuambil dan tak lupa mencari amplop untuk menaruh surat ini. Sekembalinya aku ke dapur, kudapati Clark sudah merapikan bulunya dan duduk(?) seolah menungguku.

"Clark, ini surat untuk Alfred" setelah aku mengatakan hal itu, Clark hinggap ke kursi meja makan. Ia seperti menungguku untuk mengikat suratnya ke lehernya.

"Aku baru ingat tak mengambil tali untuk mengikatnya, Clark ayo kita ke ruang depan dimana tali bekas mengikat surat Alfred kulepas!" Clark mengikutiku lagi

Kudapati tali itu tergeletak dilantai, kuambil dan bagian pojok surat kulubangi. Kemudian tali kumasukkan ke bagian kulubangi dan diikat dileher Clark. Seolah mengerti akan tugasnya, ia mendekati sebuah jendela yang terbuka dan selanjutnya terbang. Semakin lama, binatang buas yang ternyata jinak itu menghilang dari pandanganku.

Aku tak mengerti bagaimana bisa ia kuat terbang dari Amerika Serikat ke Rusia.

Satu hari kemudian (POV ketiga)

Clark terbang menuju sebuah gedung dimana KTT G-20 berlangsung. Ia kebetulan sampai saat para negara sedang mengadakan meeting. Mungkin yang diketahui oleh penduduk, para kepala negara sajalah terlibat dengan rapat ini. Namun nyatanya tidak, diruang yang berbeda para personifikasi sedang melakukan rapat sengit. Oh, America dan Russia duduk berjauhan. Terasa aura dalam pertemuan tingkat tinggi kali ini lebih panas dari biasanya.

Dan ini kali pertamanya kedua negara yang statusnya sebagai frenemy memanas lagi sejak Cold War berakhir. Negara-negara lain yang entah mendukung salah satu negara atau netral hanya menatap keduanya entah dengan pandangan benci, kesal dan aku-sudah-biasa-melihat-mereka serta maklum (atau pasrah?). America yang sedari tadi terdiam (dengan tumbennya) langsung menatap jendela saat burung kesayangannya ada di luar. Ia tersenyum melihat Clark membawakan surat.

Burung itu masuk lewat jendala yang terbuka kemudian hinggap dibahu America, negara lain memperhatikannya dan Russia mengeluarkan aura fenomenalnya. America mengambil surat yang terkalung dileher si Bald Eagle dan membukanya. Binatang peliharaan yang memang selalu bertugas mengirimkan surat bahkan dokumen (itu ia lakukan saat Cold War dulu) dengan loyalnya menunggu tuannya.

"Woah, Clark! Thanks for delivered it for her! Pasti ia tekejut bukan main melihat kau!" Ameri ca mengelus kepala elang yang jadi ikonnya tersebut

"Wah, ada apa dengan Amerika? Sepertinya kau langsung senang saat burungmu datang membawa surat?" Russia langsung saja muncul disamping America

"Duh, dude! Dasar ingin tahu urusan orang saja! Urus hal lain! Kalau bisa kembalikan agenku!"

"Maksudmu apa? Dia cuma menumpang sebentar saja, da?"

"Menumpang? Kalau ya kenapa harus tempat dimana ia "menumpang" disembunyikan? Pastinya kau melindunginya sekaligus menggunakan informasi darinya tentang diriku, bukan?"

Aura milik negara terbesar didunia itu mulai menyeruak. America berdiri dan menatap tajam orang yang lebih tinggi didepannya tersebut. Sepertinya ketegangan keduanya mulai meningkat lagi. Negara lain hanya bisa menelan ludah, Baltik trio sudah menggigil tak karuan. Negara-negara netral hanya menatap malas kedua nagera yang sedang berseteru itu.

"Yang pasti aku tidak peduli dengan urusan orang lain seperti Suriah… da?" Senyuman kekanakan muncul

"Hahaha… yang pasti aku tidak mendukung orang yang salah, benar bukan?" America memang masih bisa tertawa, tapi matanya menjadi dingin

"Kolkolkolkol"

Tak disangka pipa dengan cepatnya terarah ke dada dimana jantung America berada, tapi negara yang diancam dengan benda itu membalasnya. Pistol yang berisi peluru asli miliknya tertempel didahi negara yang lebih tinggi darinya.

"Don't ever try that, bast*rd" pistolnya masih tertempel didahi

"Tolong, kita disini untuk membahas masalah ekonomi dan ketenagakerjaan, bukan tekanan "pribadi" antara kalian berdua" sebuah suara wanita dengan berani keluar, membuat beberapa personifikasi terkejut

Kedua personifikasi kuat itu akhirnya menarik senjatanya masing-masing dan kembali ke tempat duduk mereka. Tapi, keduanya terlihat masih kesal dengan satu sama lainnya. America terlihat mengomel sendiri tentang Russia, Cold War, agennya serta konflik. Russia tak berkomentar, aura ungunya masih menyeruak membuat negara didekatnya merinding hingga berkeringat dingin.

Beberapa jam telah terlewat, akhirnya pertemuan kali ini selesai. Beberapa kebijakan tentang ekonomi memang terbentuk, tapi masalah negara konflik belum selesai. Tak ada yang berani menyela kedua negara itu saat saling berdebat tentang haruskan negara konflk benar-benar diserang karena senjata kimia atau tidak. Dan keduanya memiliki pandangan berbeda tentang siapa yang "salah".

Mereka kembali ke hotel yang telah disediakan. America dengan cueknya membawa Clark ke hotel, walaupun ia mendapat complain. Bahkan beberapa orang yang complain sudah ditatapnya dengan pandangan ala superpowernya dan tak ada lagi orang memberitahukan rasa keberatan mereka kepadanya.

Surat itu dibuka, matanya melembut seiring kata pertama dibaca.

Aku sudah membaca suratmu, terima kasih!

"Dudette! Kau tak perlu berterima kasih!" ucapnya dengan nada bahagia

Kau serius, punya unicorn? Tapi binatang itu tak nyata kan? Maksudku itu hanya mitos dari Eropa. Oh, ya Clark sendiri yang mengirimkan surat ini jadi aku secara tak langsung sudah bertemu dengannya. Sepertinya negara lain punya binatang peliharaan yang "abnormal" juga ya? Aku ingin tahu apa saja.

"Yah, itu juga kudapat dari England! Keren bukan? Bald eagle memang terlihat heroic, dudette! Oh, yang kutahu negara-negara Eropa memiliki peliharan yang lebih aneh! Apalagi England dan Norway! Mereka punya teman imajinasi"

Umm… Alfred, kau lupa mencantumkan tentang ruangan-ruangan rumahmu. Apa ada ruangan yang tak boleh kumasuki? Dan bolehkah aku membersihkan ruanganmu? Sungguh menyenangkan sekali bisa bertemu presiden Truman, beliau adalah salah satu presiden favoritku.

"Ehhh? Seriously? Sepertinya aku lupa menulisnya… Ah, beliau juga presiden favoritku walaupun tak sekeren FDR dan JFK atau yang paling kusayangi, George Washington. Beliau… sudah seperti ayahku"

Jadi peristiwa Roswell itu asli dan bukan tentang "weather balloon"? bolehkah aku mem-blog tentang hal ini? Aku punya blog juga tapi sudah dua bulan tidak kutulis.

"Yup, dudette! WHAATTT? Jangaaaannn!"

Yours truly, Amelia F. Jones
(A…ahh, karena aku belum pernah ke stasiun kutub selatan jadi tak bisa membayangkan betapa buruknya. Karena menurutku cuaca di wilayahmu ini cukup menyebalkan juga, Al! umm… I love you too)

"Ahahaha… memang menyebalkan saat kemarin hujan pada akhirnya panas keesokan harinya. Tapi, serius! Keadaan di sini buruk sekali! Haha… yeah, me too" surat itu ditutupnya, ia lebih memilih tidur karena tekanan batin tadi saat rapat. Ia sudah berniat untuk membalas suratnya esok hari, hal ini juga agar Clark bisa beristirahat seharian disini.

Keesokannya saat tiga jam sebelum rapat

America sedang ada di sebuah kursi pinggir jalan, ditangannya terdapat kopi serta surat kabar berbahasa Rusia. Jangan salah, walaupun ia personifikasi negara Amerika, bukan berarti ia hanya bisa berbahasa Inggris. Hal ini dikarenakan terpaksanya ia saat WW2 dimana ia menjadi "partner" sesama sekutu. Jadi, mau tak mau ia harus belajar bahasa Rusia. Terlebih jaman Cold War dimana terkadang dokumen yang berhasil disadap masih memakai bahasa Rusia.

Mukanya berubah menjadi masam saat membaca tentang Russia yang mengatakan bahwa pengguna senjata berbahaya itu berbeda dari pendapatnya. Melihat hal itu membuat emosinya tinggi, jadi ia menggeser untuk membaca bagian ekonomi. Dan yang didapatnya malah berita tentang krisis Eropa serta negara-negara yang makin terpuruk.

"Maaan… Eropa itu benar-benar benua yang suram!" America menatap surat kabar itu dengan bosan

Elang berjenis Bald Eagle yang hinggap dibahunya hanya bersuara dan mengepakkan sayapnya seolah membenarkan perkataan tuannya. Kalau kalian ingin tahu, ia sedang jadi pusat perhatian karena binatang peliharaan yang tak lazim tersebut. Sedangkan pemiliknya tak peduli sama sekali dengan keadaan disekitarnya.

"Hei, Clark! Bagaimana menurutmu tentang jaman sekarang? Tidak seseru saat Cold War dulu, ya?" kopi ditangannya diteguknya

America berencana untuk kembali ke hotelnya agar bisa bersiap-siap sebelum meeting dan udara kota St. Petersburg membuatnya mempercepat langkah kakinya, mungkin ia ingin menaiki taksi. Kopinya saja sudah habis, itu berarti harus dibuang. Ia lempar cup plastic itu ke tempat sampah terdekat dan secara kebetulan langsung masuk.

"Hahaha! Ayo kita selesaikan semua ini dan kembali ke rumah!" America kemudian menaiki taksi menuju hotelnya

Sesampainya dihotel, ternyata waktu menuju rapat masih tersisa dua jam lagi. Itu berarti ia bisa membalas surat Amelia, mempersiapkan bahan pembahasan hingga bermain game. Kertas kecokelatan yang tebal bergaris dihiasi gambar boneka matryoshka pada sudut kirinya menjadi pilihan untuk membalas surat dari Amelia. Iapun sibuk mencari pulpen, ia ingin sebenarnya membalas suratnya memakai bolpoin sehingga tulisannya lebih bagus. Namun ia urungkan hal itu.

"Hmm… 'sup Amelia! This is Alfred F. Jones!" ia mulai menulis kata demi kata sehingga kertas itu terisi

Burung elang miliknya hinggap pada kursi yang kebetulan ada dua. Elang itu merapikan bulunya dan terlihat menunggui tuannya. Sepertinya ia sudah siap mengantarkan surat tersebut. Padahal burung itu baru saja beristirahat satu hari yang lalu.

Sementara di America

Disaat jam menunjukkan pukul tengah hari di Rusia, lain lagi pada wilayah milil Alfred. Amelia sekarang sedang bersiap-siap untuk keluar rumah dikarenakan rasa bosan mulai memenuhi pikirannya. Pagi hari ini memang paling baik untuk olahraga. Oh, masalah memberi makan peliharaan Alfred, ia dibantu oleh Tony. Saat memberi makan Unicorn adalah hal yang paling membuatnya trauma karena ia hanya melihat ikatan kuda melayang.

Mungkin kalau temannya yang berasal dari Britania Raya itu akan melihat ikatan tali melayang ini sebagai kuda unik karena bisa melihat makhluk supranatural. Yah, sahabatnya itu mengaku mempunyai indra keenam. Namun, Amelia sebenarnya menanggapinya dengan skeptis. Terkadang sahabatnya yang satu itu bisa berhalusinasi tingkat tinggi.

Kali ini ia sudah memakai celana pendek selutut, baju kaos pendek beserta hoodie lengan panjang dan sebuah sepatu olahraga. Ia mulai pemanasan dengan menggerakkan beberapa anggota tubuh. Ia melakukan sit up sebentar, kemudian mulai berlari meninggalkan rumah. Tak lupa dikuncinya (kuncinya didapat dari Tony) rumah agar tak terjadi beberapa hal yang tak diinginkan.

Untungnya kali ini hari libur kuliah, jadi ia bisa santai menikmati hari. Aku juga ingin belanja untuk makan malam nanti. Makan siang aku malas memasak jadi sepertinya memesan makanan tak buruk juga. Ia memakai headphone berwarna biru yang didapat dari sahabatnya saat ulang tahun kemarin.

Ia juga membawa kartu kredit milik Alfred, jadi sekaligus berbelanja dan mungkin sedikit penyegaran dengan pergi ke taman. Walaupun sebenarnya pekerjaan dari tempat kuliah menunggu di rumah Alfred. Ia tak peduli dan mulai ber-jogging melewati trotoar jalan.

Ia tak sadar kalau dari sudut jalan yang tak jauh darinya ada siluet seseorang sedang mengintainya.

"I found the target, boss! I'm pretty sure this girl will lead us to the most secret of this world… those selfish immortal bast*rd" itulah yang dilaporkan lewat telepon genggam orang mistrerius tersebut.


Author : Akhirnya muncul antagonist sebenernya! Siapa ya orang ini? dan maaf kali ini chapternya lebih pendek

Japan : ahh… sepertinya Amelia-chan sedang dalam bahaya

Author : tenang aja Japan! Hero-nya pasti akan menyelamatkan! ([ ]ω[ ])DDDDDD