~~ esencia de la flor

Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T

Chara : Sakura,Ino,Ten ten,dan Temari

Genre : Adventur / Humor / supranatural

Warning : alur cerita loncat loncat,OOC-pasti-,cerita sangat sederhana,AU,Typo,-pasti-,banyak teka tekinya!

Summary : Sakura dan ketiga temannya mendapatkan sebuah kotak. petualangan baru ada didepan mereka .akankah mereka mendapatkan kesialan?,cinta sejati?,atau pelajaran yang sangat berharga?.

~ HAPPY READING! ~

"Kami tidak akan kalah.." Sasuke bangkit,kedua matanya mengaktifkan sharinggan.

"TERIMA INIIIIII "

"MAJUUUUU..."


Dalam perjalan Sakura...

TAP TAP TAP TAP SRAAASH TAP TAP TAP TAP SRAK

"Jadi ini yang namanya lembah iblis," gumam Sakura

"Tapi dimana gua-nya ya?.." Sakura menengokan kepalanya ke segala arah

"Ah,itu disana! " pekik Sakura semangat setelah melihat sebuah lubang gua,

TAP...TAP...TAP...

"Anko-nee..." Sakura berkata lirih

"Kau yang bernama Sakura Mitarashi," tanya sebuah suara

"I-iya benar,"

"HUAAAA BAGAIMANA KABAR GAARAA? " seorang pria berambut merah keluar dari balik batu dan langsung memeluk Sakura.

"Gaara? "

"Maafkan aku,temanku ini memang parah banget kalau belum bertemu adiknya itu," seorang pria lain dengan rambut panjang berwarna hitam keluar dari tempat yang sama.

"Hey..ayo makan dulu,Sasori, Itachi," seorang wanita berambut ungu keluar sambil membawa masakan

"AANKO NEEEEEE.." Sakura langsung berlari kearah wanita yang sudah meletakan makannya

"S-Sakura..."

"Kenapa tidak pulang,aku rindu sekali padamu ..hiks," Sakura terisak di dalam pelukan Anko

"Ini semua rencananya si keriput itu," Anko melepas pelukan Sakura kemudian menunjuk dua Akatsuki disana

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu,Anko-san " ujar Itachi

"Kurasa kau lebih baik jika dipanggil seperti itu,Ita- "

DUAAAK

"Jaga mulutmu,Sasori "

"Iya..iya " Sasori memanyunkan bibirnya

"Apa maksud semua ini?," Sakura melindungi Anko

"Tenang Sakura..." Anko menurunkan lengan Sakura yang melintang didepannya

"Kami ini mata-mata dari Vindalia untuk Akatsuki," jelas Itachi

"Aku ini kakaknya Gaara Akasuna," celetuk Sasori

"Dan aku kakaknya Sasuke," ujar Itachi

"J-Jadi...k-kau Itachi-san?" gagap Sakura

"Ah,ya.."

"Kau yang mengirimkan semua surat dari daun itu?," tanya Sakura lagi

"Iya...dengan sedikit sentuhan dariku, " ujar Anko

"Aku tidak terlalu paham dengan apa yang tertulis didalam daun itu," kata Sakura

"Maksudnya...semua rahasia terbesar Akatsuki ada pada kami yang tinggal di goa ini," jelas Sasori

"Karena kemungkinan kalian tidak akan tepat dalam memecahkan sandi itu,jadi kami mengirimkan daun yang sama tanpa sandi," kata Itachi

"Tapi setelah membaca surat itu,otomatis daun akan terbakar," tambah Sasori

"Lalu kenapa kalian tidak ikut perang?," tanya Sakura

"Kami diberi tugas oleh Madara untuk menahan tawanan," ujar Sasori

"Tawanan itu adalah aku," celetuk Anko

"Kenapa bisa seperti ini? " Sakura tambah bingung

"Pelan-pelan ya," Sasori menghampiri Sakura

"Waktu itu,aku dan Itachi diberi tugas untuk melumpuhkan mata-mata dari Vindalia,yang tidak lain adalah rombongan Anko-san,"

"Setelah bertemu ditengah jalan,ternyata Anko-san masih mengenal kami,kami yang sebelumnya belum tahu siapa saja mata-mata itu terkejut saat tahu bahwa Anko-san lah yang harus kami bunuh,"

"Kami mencari akal-akalan untuk mengelabuhi Madara kalau mata-mata Vindalia sudah kami lumpuhkan dengan caraaaaaa..." Sasori menengok ke arah Itachi ,seolah mengerti maksud dari Sasori,Itachi meneruskan cerita Sasori

"Kami membunuh binatang liar lalu mengoleskan darahnya kepada Kabuto-san dan Genma –san,"

"Kemudian kami suruh mereka kembali dengan melapor bahwa Anko Mitarashi telah tertawan tanpa membuka rencana ini," Itachi tersenyum

"Jadi,Kabuto-san kemarin itu...sakit tipuan ?" tanya Sakura

"Tepat,"

"Madara sendiri ada dimana?," tanya Sakura

"Dia sedang ke medan perang,dia akan keluar setelah semua bala tentara nya habis,"

"Jadi..apa kalian akan membantu kami?," tanya Sakura lagi

"Tentu saja,membela tanah air sendiri itu suatu kehormatan," ujar Sasori semangat

"Kita akan berangkat setelah ini,"


Kakashi CS

TAP SRAK...

"Kita berpisah disini,"

"Kenapa,Kakashi? "

"Dia ada urusan sebentar,Shika "

"Terserah,ayo Temari,kita susul Ino "

"Aku tahu itu,"

ZRASH...

"Kemana aku harus mencarimu,Sakura ? "

TAP TAP TAP TAP

"Aku sangat mengkhawatirkanmu..."

TAP TAP..SRAK..

Pria bersurai perak itu menghentikan larinya,matanya menatap tajam ke depan.

"Siapa mereka?," gumam Kakashi

SRAAK...

"Hey..Siapa disana? " teriak salah satu yang berwajah ikan

Kakashi berbalik,mata kirinya sudah aktif,

' Sial,kenapa mataku tidak bisa mendeteksi gerakan?, ' batin Kakashi

"Aku tidak ada urusan dengan kalian," kata Kakashi

"Kami tidak akan melepaskan ikan yang sudah terperangkap," seorang pria dengan rambut oranye menyala berdiri disamping manusia ikan tadi.

"APA MAKSUDMU HAH?," teriak si manusia ikan

"Benar kan,kita tidak akan melepaskan mangsa kita?, " pertengkaran dua orang itu membuat Kakashi sweetdroped berat.

"YA TIDAK USAH MEMAKAI KIASAN IKAN ! "

"Oh ya..aku lupa,gomen "

Karena lelah mendengarkan kedua orang itu,Kakashi memutuskan untuk meninggalkan tempat itu,

"Hey tunggu !"

"Lawan kami jika kau pria," tantang si manusia ikan

"Apa boleh buat," Kakashi berbalik

"Rayo chispas "


Malam itu,di pos pengobatan...Naruto dan para guardian lain sedang diobati.

Perang dihari pertama membuat kubu Vindalia kekuarangan banyak prajurit.

Sementara itu,Naruto berulang kali berteriak karena kesakitan,membuat Sasuke dan yang lain mendengus kesal

"Tenten hati-hati ! "

"Tenang Naruto,ini tidak sakit "

"AAAA...KAU BILANG INI TIDAK SAKIT "

"Kau berisik sekali,Naruto " Sai masuk dengan tangan kanan diperban

"Sasuke,lain kali jangan memaksakan diri," di belakangnya Chouji mngekor Sai

"Tidak ada pilihan lain tadi," kata Sasuke masih dengan suara lemah

"Selesai,jangan banyak bergerak,atau tanganmu akan kupatahkan menjadi dua," pesan Teten sebelum pergi meninggalkan ruang rawat Sasuke dan Naruto

BRAAK...

"Sasuke-kuuuun..." seorang wanita berambut pirang panjang membuka pintu dengan keras,untung saja tidak ada yang terkena penyakit jantung.

"Ino?," Sasuke langsung mendekap Ino dipelukannya

"Aku takut..hiks..Sasuke "

"Aku baik-baik saja," ujar Sasuke lembut sambil mengelus punggung Ino

"Ehm..mesra sekali..." gurau Sai

"Andai saja Hinata disini," gumam Naruto

"Dia sedang menangis diluar," Lee masuk sambil menggandeng Hinata yang pipinya sudah memerah dengan jejak air mata.

"Wah...Naruto,kau beruntung sekali," Sai tersenyum kearah Naruto dan Hinata yang sedang berpelukan

"Makannya cari pasangan donk," balas Naruto

"Apa semua baik-baik saja?,"

"Shikamaru?," Shikamaru datang dengan Temari yang pingsan di gendongannya

"Temari...dia kenapa?," Lee hendak menggendong Temari tapi langsung didepak Shikamaru

"Tenten dimana?," tanya Shika

"Dia ada di ruang Priest,"

"Terima kasih," Shika segera berlalu ke ruang priest

"Padahal dia juga dari kelas priest," hela Sai

"Mungkin mereka kehabisan makanan," balas Ino

"Bukankah kau bersama mereka,Ino ? " tanya Sasuke yang sekarang sedang disuapi bubur oleh Ino

"Tidak,aku pergi lebih dulu,"

"Sekarang tinggal Kakashi dan Sakura yang belum datang," ujar Naruto

"Kakashi...dia pergi mencari Sakura begitu misi kami selesai," kata Ino

"Nekad sekali..padahal dia belum tahu kemana Sakura pergi," balas Gaara yang sedang tiduran di kasur sebelah

"Akhirnya kau sadar juga,Gaara " seru semua senang

"Hujan paku tadi membuat wajah imutku rusak,ugh " ringis Gaara sambil melihat beberapa bagian wajahnya yang tertutup plester dicermin

"Untung masih sempat aku lindungi dengan viento daga-ku," tambah Gaara

"Sakura kenapa kabur?," tanya Gaara

"Aku tidak tahu," koor semua kompak

"Bagaimana dengan besok,Sasuke ?" tanya Naruto

"Aku tidak tahu..."

"Jangan mengeluh,Suke.."

Kompak semua orang disitu menengokan kepala mereka ke pintu yang terbuka itu.

"ITACHI-NIIII " Sasuke melompat dari tempat tidur dan langsung memeluk Itachi,padahal kondisi tubuhnya masih belum stabil untuk berdiri *Gaje-

"GAAARAAAA..." Sasori masuk dari pintu kemudian memeluk Gaara yang sedang duduk diatas tempat tidur.

Sebenarnya Gaara juga ingin berteriak sekeras-kerasnya karena senang kakaknya sudah kembali,tapi dia lebih mengutamakan image cool-nya.

"Aku merindukanmu,Nii-san " Sasuke tidak bisa menahan tangisnya dalam pelukan Itachi

"Aku juga,Suke "

"LALUKENAPAKAUTIDAKKEMBALI,huh " Sasuke memukul dada bidang Itachi

"Tugas sebagai mata-mata melarangku untuk kembali ke Vindalia dan bermain denganmu," kekeh Itachi geli saat menangkap gelagat cemburu di mata Ino.

"Lepas,Sasuke " Itachi berusaha melepaskan pelukan adiknya saat melihat Ino cemberut

"Tidak mau...aku mau bersamamu lebih lama lagi,setelah ini kau juga mau pergi kan? "

"Tidak,semua sudah selesai "

"J-Jadi kau akan tinggal disini?," Sasuke melepas pelukan kakaknya,wajah yang tadinya ganteng itu kini menjadi merah dengan ingus dimana- mana.

"Benar sekali,adikku " kata Itachi kemudian kembali memeluk adiknya,dan untuk kedua kalinya Ino harus merasakan cemburu yang amat sangat

"Ehm..Sasuke kau harus istirahat,kan ?" Tenten masuk sambil menggandeng Anko

"ANKOOO-NEEEE " Ino dan Temari melakukan hal yang sama seperti Sasuke dan Itachi

"Tidak usah malu,Gaara " kekeh Sasori yang melihat raut muka Gaara saat menahan hasratnya memeluk Sasori

"HUAAA ANIKIIII " yak,akhirnya Gaara memeluk .Chouji dan Sai keluar,tidak mau mengganggu acara keluarga yang langka seperti ini.

"Oh,ya..tadi Sakura juga ikut,lho " ujar Sasori membuat waktu seakan berhenti,semua tangis isak tadi berhenti secara serempak dengan ajaibnya.

"Iya..tapi dia langsung berlari ke Asrama Rogue," tambah Anko

"Pasti mencari Kakashi," ujar Naruto

"Kasihan sekali mereka harus kucing-kucingan,"


"descarga eléctrica,"

CTAAAR...BLAAAR...

"Hey,disana ada Novel terbaru," Pein mengelabuhi Kakashi,sontak Kakashi menengokan kepalanya ke arah yang ditunjukan Pein

"el ataque de viento "

SRIIING...

"Mati kau,Hatake ! " dari atas Kisame hendak menghantam leher Kakashi dengan pedang nya

"olas de fuego,"

ZRUSSSSHHHH...CTAAAR

"Ugh..S-Siapa kalian?," tanya Kakashi lirih

"Jangan banyak bicara,atau kau akan memperburuk keadanmu," jawab Wanita itu

"cañón de viento "

"Bagus,Tobirama "

"Sayang seorang lagi harus lolos," balas orang yang dipanggil Tobirama

"Kita bawa dia ke pondok," kata wanita itu

"Hn,"


"Argh..."

"Tahan sebentar,"

"Tapi i-ini sakit seka- ARGH.."

"Kau hampir kehilangan nyawamu tadi,"

"ARGH..." Kakashi masih mengerang kesakitan saat Tsunade mengobati perutnya akibat hujan paku tadi.

"Beristirahatlah..." kata Tsunade sebelum meninggalkan Kakashi yang pingsan


2jam kemudian

"Sakura.." mata heterokimia itu terbuka cepat,Kakashi menyeka keringat yang membasahi pelipis dan lehernya.

"Sakura..dimana kau?," gumamnya lirih,rasa sakit jika ditinggal seseorang memang sangat menyakitkan,bahkan mental Kakashi pun semakin menurun saat ditinggal Sakura.

"Kau sudah sadar?,"

"Siapa anda?," Kakashi langsung melompat dari tempat tidur,bersiap-siap dengan kuda kudanya

"Tenang,aku yang menolongmu," wanita paruh baya itu meletakan bubur hitam di meja samping tempat tidur

"Ini..racun?,"

"Kau terkena serangan paku Pein,kalau dibiarkan maka kau bisa dikendalikan olehnya,"

"Begitu ya.." Kakashi kembali duduk ditempat tidurnya,kemudian melahap bubur itu

"Apa kau punya kekuatan yang besar?," tiba-tiba wanita itu bertanya,membuat Kakashi hampir tersedak,

"A-aku...iya,aku punya sayap hitam dipunggungku," jelas Kakashi,dalam hati dia merutuki mulutnya yang dengan mudah dapat mengatakan rahasia itu.

"Kau perlu latihan agar kekuatan itu bermanfaat," seorang pria masuk ke ruangan itu

"Ah, perkenalkan dia Tobirama Senju,dan aku Tsunade Senju," wanita itu menjulurkan tangannya pada Kakashi

"Kakashi...Hatake " Kakashi mengucapkan nama marganya dengan lirih

"Aku tahu semua tentangmu," wanita itu tersenyum,' percuma saja aku bersandiwara ', batin Kakashi

"Baiklah,sekarang ayo kita latihan," Tobirama keluar dengan membawa sebuah tongkat.


Malam itu,dibelakang pondok sedang berlatih menggunakan elemen Knight,alias angin.

"el ataque de viento,"

"CUKUP,"

"Hgh..hgh..ah.."

BRAAK...

"Lelah sekali," gumam Kakashi,matanya setengah terbuka

"Baru aku ajari elemen Knight saja sudah terengah seperti ini," sindir Tobirama dengan menendang-nendang kaki Kakashi

"Ayo bangun,pemalas "

"Ya..aku ba-"

DUAAK..

Jitakan dari Tobirama membuat Kakashi kembali duduk

"HEYAPA APAAN KAU INI?" sembur Kakashi sambil memijit ubun-ubunnya

"Sudah aku katakan,kalau kau mau punya elemen Knight,gunakan teknik berdiri yang aku ajarkkan,"

"Berdiri saja harus menggunkan teknik," gumam Kakashi

"Cepat lakukan atau.."

"Iya..iya.." balas Kakashi malas

"torbellino de viento "

"Baik,sekarang...aku akan mencari kekuatan terbesarmu," Tobirama mendekati Kakashi

"Apa yang akan kau lakukan?,"

"Aku dapat mendeteksi kekuatan besar dari dirimu," Tobirama menempelkan telepak tangannya di dada bidang Kakashi yang tak tertutup kain

"Apa- ARGH.." perkataan Kakashi terpotong karena rasa sakit menyerang dada kirinya saat Tobirama mendorong Kakashi

"Hah..hah..hah.." Kakashi terengah dengan posisi mumbungkuk

"Sebenarnya..apa yang kau sembunyikan? ," Tobirama mendekati Kakashi

"Aku..."

"Tidak menyembunyikan apapun," Kakashi mengangkat wajahnya,sontak mata Toirama membulat sukses

'Dia? Dia punya mata dewa? Sharinggan tertinggi bukan hanya Madara? Bagaimana ini? ' batin Tobirama

'Anak ini...punya mata sama seperti Madara,tapi kenapa sifat mereka berbeda? Seharusnya kan sama '

"Kau punya mata dewa? "

"Aku tahu itu..." Kakashi menutupi mata kirinya yang terasa menyiksanya,

"Seharusnya aku mengajarimu teknik itu,"


"Sakura...ayo makan,"

"Aku tidak nafsu,Tenten "

"Sebentarlagi kita akan berperang,ini semua demi Kakashi ," bujuk Ino

"Tidak ada hubungannya," balas Sakura

"Sebenarnya...Kakashi..."

"Pergi mencarimu," ujar Temari

"Apa? Kenapa kalian tak memberitahu ku sejak awal? " Sakura segera berbalik,hendak pergi

"Aku memberitahunya,kalau kau telah kembali ke Vindalia," kata Temari

"Kau ikut perang kan,Sakura ? "

"Ayo kita bersiap,Matahari akan muncul sebentar lagi," kata Sakura sambil tersenyum kemudian berlalu untuk mengambil perlengkapannya,


Dalam ruangan itu,Kakashi dan Tobirama sedang beristirahat bersama,

"Kau punya kekuatan besar,tapi kau tidak bisa mengeluarkan semua? "

"Aku merasa,seperti ada yang menahanku," balas Kakashi lirih

"Aku tidak tahu pasti,yang jelas teknik tadi sangat sesuai dengan elemen kekuatan dewamu,Yin "

"Jadi elemenku Yin? "

"Ya...sementara itu,elemen dewa milik Madara adalah Yang,"

"Tunggu ! Kalau Madara punya mata dewa,kenapa dia bisa kalah dari Hashirama-san? "

"Karena dia mengambil mata adik kandungnya sendiri setelah bertarung melawan Hashirama,kemudian berniat menghancurkan Vindalia,"

"Adik kandung ? " Kakashi mengangkat sebelah alisnya

"Izuna Uchiha,adik kandung Madara yang diasingkan,"

"Tapi aku ini juga keturunan Uchiha,"

"Makannya kau punya sharinggan,mata dewa adalah sharinggan tertinggi," ujar Tobirama

"Kenapa aku tidak perlu mengambil mata uchiha lain agar mempunyai mata itu?,"

"Karena dalam tubuhmu mengalir darah manusia dengan Elemen khusus," balas Tobirama

"Ayahmu..Hatake Sakumo mempunyai apa yang disebut cakra putih," sambung Tobirama

"Jadi itu kenapa aku selalu merasa sakit saat gerhana bulan,saat gerhana bulan terjadi ,cakra putih akan menguar dari cahaya bulan kemudian masuk ke tubuhku," ujar Kakashi dalam hati

"Aku akan mengehentikan Madara,Vindalia harus selamat," Kakashi berdiri

"Tapi kekuatanmu masih dibawah Madara kalau tidak dikeluarkan semuanya,"

"Aku tidak akan mengecewakan teman-temanku,"

SRAAAASH...

"Dasar anak muda..." hela Tobirama


Perang berlangsung kembali...

"Shika, tahan mereka dengan bayanganmu,aku akan menghanguskan semuanya," teriak Sakura yang disebelah Shikamaru

"columna de fuego "

Empat naga langsung menghanguskan pasukan zetsu

"Jadi ini lawan kita sebenarnya? "

"Itu dia si zebra yang sebenarnya," bisik Tenten melalui kekuatan Priest nya

"Hey cepol,aku juga dengar kok, " Zetsu berkata dari atas batu

"Ayo,serang mereka ! "

SRINGG...BLAAR...

"disparo de palas eólicas ," tembakan dari Naruto menerobos pasukan zetsu kemudian menghancurkan dinding disebrang sana

"cañón de viento " Temari menerbangkan semua lawannya

"viento daga " Lee tak mau kalah

"el ataque de viento " Hinata dan Gaara menggunakan teknik yang sama

"cañón de viento " Sai menyelesaikan sisanya

Dari arah barat, Sasuke dan pasukannya membantu Naruto

"lanza eléctrica " Sasuke melemparkan petir yang ada ditangannya

"descarga eléctrica " Ino mengalirkan listrik ke tanah

"misiles pájaro de fuego " seeokor burung melesat dari tangan Sakura dan Mei,

"anillo de fuego " Kiba mencambukan kobaran api ditangannya

"suelo espina " Semua lawan tertanam didalam lubang milik Tenten

"Kalian cukup hebat dalam bertarung bersama," Zetsu turun

"Tapi...sepertinya kalian kecolongan tempat," ujar Pein membuat semua guardian membelalakan mata mereka

"Sasuke kau urus ini,biar aku Shika,Temari dan Gaara urus bagian barat kasian Itachi-nii, " ujar Sakura sebelum pergi

"Aku serahkan yang disana,Sakura "

"Baiklah...sepertinya ini menarik," Naruto mengusap bibirnya

"MAAJUUUU ! "

"HYAAAAA "


Di Bagian barat..

Itachi dan Sasori sedang melawan Madara,keduanya...

~TBC~

Terima kasih banyak buat

Sabaku Yuri,Blue-senpai,Sabaku Yusvirades

yang udah ngikutin fic gaje ini sampe chapter 10,semoga gak bosen sama alur cerita fic ini,

ma'lum kalo banyak kekurangan kaya pair,typo,bahasa and...dll

Soalnya Author amatiran

tapi akan saya coba buat memperbaiki...*Mi-chan:gimana mau memperbaiki,orang nilai BI mu kemarin juga 4...-Author : Hust..jangan buka aib donk! gue sumpel nih! (ngacungin kaos kakinya Kisame yang gak pernah dicuci)*


Next Chapter...

"Apa kau pantas disebut Uchiha,hm? "

"Aku sudah menyelesaikan sektor Utara...mereka akan segera datang,"

"Jadi..kau yang melakukannya?, "

"Sampai jumpa..."

~Maori Kitsuki~