Meski begitu, ini bukanlah akhir dari si jones Akashi. Ke-enam cewek itu yang melihat Akashi tak berdaya hanya bisa menahan nafas dan menahan pipis. Sedangkan si anak kecil dengan santainya berjalan menjauhi Akashi yang memandangnya penuh nafsu (membunuh).
"woi pendek!" teriak Akashi pada gadis cilik. Si gadis menoleh. Wajahnya datar. Lebih datar dari milik Kuroko Tetsuya yang telah berabad-abad sebelumnya bermuka datar. Ia menelengkan kepala pada sosok tinggi di depannya.
"apa hah?!" balas si gadis tak takut sedikitpun dengan gunting-gunting yang siap bertempur.
"akan kubuktikan kalau aku gak jones!" kata Akashi berjalan mendekati si gadis. Mereka berhadap-hadapan. Akashi melihat gadis dibawahnya. Si gadis mendongakkan kepala pada sosok tinggi di depannya.
"jangan….panggil… aku… pendek! Dasar CEBOL!" kata si gadis menatap manik belang Akashi. Dan beberapa detik kemudian, Akashi jatuh terduduk. Jantungnya berdebar kencang. Merasakan hawa intimidasi dari sosok pendek yang kini berjalan melewatinya.
Sementara Akashi tak berkutik melawan si gadis pendek, Momoi dkk kasak-kusuk membicarakan Akashi yang baru saja kalah telak.
"nee… memang Akashi itu takut sama anak kecil ya?" tanya Mika.
"iya…. Kok dia ngeliatnya kayak gitu ya…?" Ruki tak ketinggalan.
"aree… baru kali ini aku melihat Akashi-kun wordless…" komentar pelan Momoi akhirnya sampai ke telinga Akashi yang sudah semerah rambutnya. Mana mungkin dia, si raja absolute dan tak kenal takut malah takut dengan gadis pendek di depannya ini.
"hoi kau gadis pendek pemakan es krim!" hardik Akashi bangkit dari kekalahannya. Si pendek yang merasa pendek (?) diam dan menoleh pada sosok merah yang kini berdiri bagai Tokyo tower.
"jaga ucapan mu." Diucapkan pelan dan menusuk, mengeluarkan guntingnya yang tadi sempat keder karena si pendek.
Gadis itu hanya menatap. Datar. Sedetik kemudian tersenyum manis, kembali menjilat es krimnya dan berkata, "kalau aku pendek, kau apa? Dasar cebol." Tanpa merasa takut ia meninggalkan Akashi yang sudah mendidih. Akashi menyiapkan segenap hati dan guntingnya. Bersiap memberi hukuman pada si gadis yang melengos pergi.
"maa… maa… sudahlah Akashi-kun…." Lerai Momoi.
"are… Kuro-chan kau mau ke mana?" Kaoru berlari mengejar si pendek, yang lebih pendek darinya.
"Atsushi…. Apa hubungan gadis itu dengan Kaoru?" Akashi menoleh kea rah Atsushi yang masih bediri di situ.
"kalo gak salah dia salah satu kenalan Kaoru-chin.." si ungu menjawab malas.
Seringai mulai terukir di wajah tampan Akashi. Mata belangnya mulai berkilat. Meskipun kemungkinan berhasilnya nol, tapi tidak ada yang tidak mungkin untuk Akashi Seijuro. Ya. Semua yang dia lakukan pastilah mungkin. Baginya dunia ini adalah permainan yang memungkinkannya untuk menggunakan cheat sebanyak yang ia suka (?).
