A Super Junior Fanfiction

~My All Is In You~

Pair : Haehyuk and Other Couple.

Warning : Genderswitch, Typo, Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. All Uke as Girl.

.

.

.previous chapter.

Donghae langsung terjatuh dan rebahan di lantai saat kedua orang tersebut melepaskannya. Dia masih bisa melihat bayangan Kangin, Yunho yang membawa Eunhyuk dan seluruh pengawal tersebut pergi meninggalkan rumahnya. Tak lama kemudian dia pingsan.

CHAPTER 10≈

Eunhyuk mengerjapkan matanya. Setelah matanya terbuka sempurna. Dia mengedarkan pandangannya kesekitarnya. Dia berada didalam mobil sekarang.

"cantik, kamu sudah sadar?" Tanya suara orang yang paling dibencinya sekarang itu masuk kedalam indra pendengarannya.

Eunhyuk menatap tajam kearah Yunho yang sedang duduk disampingnya."brengsek! Apa yang kau lakukan pada Donghae." Desisnya.

Yunho diam. Tidak menjawab pertanyaan Eunhyuk.

"jawab aku Jung Yunho! Apa yang kau lakukan pada Donghae?" Ucapnya meninggi.

"jaga nada bicaramu kepada calon suamimu, Kim Hyukjae." Suara Kangin terdengar dari arah penumpang yang ada dikursi depan.

Eunhyuk menoleh dan melemparkan pandangan marah sekaligus kecewa kepada Kangin. "kenapa Papa melakukan hal ini terhadap aku dan Donghae." Ucapnya.

Kangin berbicara tanpa menoleh kearah Eunhyuk. "itu karena kau tidak pernah mendengar perintahku. Aku sudah menyuruhmu untuk menjauhkan namja itu dan memutuskan hubungan konyol kalian." Jawabnya.

"berhenti menyebut hubungan kami adalah suatu hal yang konyol Pa, kami berdua benar-benar saling mencintai."

"cinta kalian omong kosong! Aku bisa memastikan hal itu. Jika kau benar-benar masih berhubungan dengannya, ku pastikan dia benar-benar tidak akan selamat." Ancamnya.

Eunhyuk terdiam mendengar ancaman yang dilontarkan oleh Kangin. Fikirannya kembali memflashback kejadian yang baru saja dialami oleh Donghae.

Kangin menengok reaksi Eunhyuk dari kaca spion yang berada didalam mobil.

.

.

Sesampainya mereka semua di kediaman keluarga Kim, Kangin dan Yunho keluar terlebih dahulu. Yunho berniat membuka pintu dimana sisi Eunhyuk berada, namun…

Bruk…

Pintu tersebut terdorong dengan kuat, hingga Yunho yang tidak siap langsung terjatuh. Eunhyuk yang memang memprediksikan hal ini segera berlari sekencang-kencangnya menuju pintu keluar yang masih terbuka secara otomatis itu.

"kejar dia!" Perintah Kangin keras pada anak buahnya yang juga datang bersamanya.

Dengan langkah seribu, para pengawal dan bodyguard berbadan kekar tersebut berlari mengejar Eunhyuk.

Karena kelelahan atau mungkin memang langkahnya yang tidak berbanding dengan namja, akhirnya dia tertangkap dan ditarik paksa oleh mereka semua untuk kembali kedalam rumah.

Eunhyuk? Tentu dia berontak dari genggaman para bodyguard itu. "lepaskan aku, dasar brengs*k! Lepaskan!" Teriaknya sambil meronta.

"cepat bawa dia masuk kedalam." Dua orang bodyguard yang memegangi Eunhyuk menurut dan menyeret Eunhyuk masuk kedalam rumah setelah mendapatkan perintah langsung dari Kangin.

Kangin berjalan terlebih dahulu diikuti oleh para bodyguard-nya dan juga Yunho. Dia sedikit memandang kasian kearah Eunhyuk.

Teukie yang sedang duduk santai diruang keluarga langsung bangkit dari duduknya saat mendengar teriakan Eunhyuk. Dia langsung menghampiri suami dan anak perempuannya itu. "Kangin-ah! Apa yang kau lakukan pada Hyukie?" Pekiknya.

Kangin tidak menghiraukan pekikan Teukie. Dia berjalan kearah tangga menuju lantai 2 dan membuka pintu kamar Eunhyuk.

Kangin memberikan isyarat kepada anak buahnya itu untuk memasukan Eunhyuk kesana. Setelah itu dia mngunci pintu dari luar. Tidak mengindahkan pekikan dan gedoran Eunhyuk dari dalam.

"Papa! Buka pintunya, aku ingin melihat Donghae! papa!" Pekiknya sambil mengendor-gedor pintu tersebut.

Teukie muncul dari arah tangga dan menghampiri Kangin yang berada didepan kamar Eunhyuk. "Kangin! Apa yang kau lakukan hah? Kenapa mengunci Eunhyuk seperti itu?" Ucapnya.

Kangin mengisyaratkan para bodyguard tersebut untuk pergi. Sekarang tinggalah Kangteuk dan Yunho yang ada disana.

"dia berani menentang laranganku." Jawabnya singkat.

"larangan apa lagi Kangin?" Tanya Teukie.

Kangin memandang Teukie. "larangan untuk berhubungan dengan namja itu." Teukie menghela nafas lelah mendengar ucapan Kangin. "apa yang membuatmu tidak menyukainya Kangin-ah." Tanyanya balik.

"sudah jangan bahas hal ini lagi. Kepalaku sudah pusing memikirkan anak itu. Dan satu lagi, jangan mencoba untuk membukakan pintu kamar Eunhyuk selain ada perintah dariku, mengerti?" Ucapnya sambil berjalan menjauhi kamar Eunhyuk.

"tante, aku permisi dulu. Aku harus kembali ke kantor." Pamit Yunho.

Teukie menoleh dan menganggukan kepalanya. Yunho sempat melirik kearah pintu kamar Eunhyuk yang masih digedor oleh pemiliknya dari dalam.

Setelah Yunho menghilang dari pandangannya, Teukie melangkahkan kakinya mendekati pintu berwarna putih gading tersebut. "Hyukie," Panggilnya pelan.

Eunhyuk yang masih menangis sambil memukul pintu tersebut sedikit tenang. "Mama," Panggilnya pelan.

"iya sayang, ini Mama. Ada apa? jelaskan sama Mama." Pintanya.

"Mama, tolong bukain pintunya. Hiks, aku mau lihat Donghae." Pintanya sambil terisak.

Teukie menggeleng. "Mama gak bisa sayang. Kunci master ataupun cadangannya ada ditangan Papamu." Ucapnya sedih.

Eunhyuk menangis semakin terisak. "Ma, aku mau lihat Donghae." Gumamnya terus menerus.

Teukie sedikit berfikir saat Eunhyuk terus menggumamkan nama Donghae berkali-kali. Ada apa memangnya?

"sayang, memangnya kenapa dengan Donghae?" Tanya Teukie.

"hiks, Papa dan anak buahnya memukuli Donghae dan menyeretku hiks pulang. Mereka hiks meninggalkan Donghae didepan rumah—hiks nya dalam keadaan pingsan. Aku mau lihat Hae, Ma." Ucapnya lagi.

"yang sabar Hyukie, Mama akan menghubungi Siwon untuk melihat keadaan Donghae." Ucapnya sambil mengeluarkan ponselnya dan mencari list atas nama Siwon.

"halo, Siwon ini Mamanya Hyukie. Tolong kamu lihat keadaan Donghae dirumahnya, tante gak tau apa yang terjadi sebenarnya, tapi Eunhyuk bilang Donghae dipukuli sama anak buah Papanya. Tolong yah Siwon." Ucapnya.

'…'

Teukie menghela nafas lega saat suara diseberang sana menyetujui permintaannya. "baiklah, terima kasih Won, maaf tante merepotkanmu." Setelah berujar demikian, Teukie mematikan sambungan telpon itu.

"Hyukie, Mama sudah menghubungi Siwon untuk melihat keadaan Donghae. kamu tenang ya sayang." Ucapnya. Setelah Teukie berucap demikian, sedikit demi sedikit isakan Eunhyuk mereda (?)

.

.

Donghae membuka matanya perlahan. Dia menyerengitkan dahinya saat indra penciumannya mengendus bau obat-obatan didekatnya.

"kau sudah bangun Hae?" Donghae menoleh kearah sumber suara. Dari pintu masuk, Siwon dan Kibum berjalan kearahnya.

"apa yang terjadi sebenarnya Hae?" Tanya Kibum yang kini sudah duduk disamping ranjang Donghae.

"aku, dipukuli oleh anak buah Papanya Hyukie," Jawabnya.

"kenapa Kangin ahjussi melakukan hal seperti itu?"

Donghae menggelengkan kepalanya. "aku tidak mengerti, yang jelas saat aku membukan pintu mereka semua sudah berkumpul didepan rumah dan beberapa dari mereka menahanku dan memukuliku." Jelasnya.

"gimana keadaan Hyukie sekarang?" Donghae kembali menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan Kibum. "Adjusshi dan Yunho membawanya lalu aku tidak tau lagi." Jelasnya.

"semoga Hyukie baik-baik saja." Gumam Siwon dengan suara perlahan.

.

.

Kegelapan menyelimuti ruangan tersebut. Hanya cahaya bulan yang masuk kedalam ruangan tersebut melalui tirai-tirai jendela besar yang ada dikamar tersebut.

Eunhyuk(sang pemilik ruangan tersebut) menyandarkan kepalanya di jendela kamarnya yang langsung menghadap ke halaman belakang kediamannya yang luas. Dia menaruh kepalanya ke kedua kakinya yang diapit didepan dada dan menangis kembali disana.

"Hae," Hanya satu nama saja yang keluar dari bibir Eunhyuk.

Cklek…

Pintu ruangan itu terbuka dan membuka sang pembuka pintu sedikit terkejut saat kegelapanlah yang menyambutnya. *bahasa mulai ngawur*.

"nyalahkan lampunya." Titah orang tersebut pada seseorang lagi yang berada dibelakangnya.

"baik Tuan Yunho," Jawab orang itu.

Tuk.

Dalam sekejap ruangan itu langsung terang benderang(?) dan nampaklah sosok Yunho yang sedang membawa sebuah nampan berisikan makanan dan segelas airputih. Dia menghela nafas saat melihat Eunhyuk yang tidak bergeming sama sekali di posisinya.

Orang suruhan yang menyalakan lampu tadi berpamitan untuk keluar setelah di iyakan oleh Yunho.

"cantik, kamu harus makan sekarang." Ucapnya sambil berjalan mendekat kearah Eunhyuk.

Prang…

Nampan tadi langsung ditepis oleh Eunhyuk saat Yunho berjongkok didepannya dan membuat semua yang diatas nampan tersebut jatuh dan berceceran disekitarnya.

Yunho sedikit kaget atas perbuatan Eunhyuk barusan.

"ada apa Yunho?" Tanya Kangin yang baru muncul didepan pintu kamar Eunhyuk.

Yunho menoleh dan tersenyum. "tidak adjusshi, nampan yang aku bawa tidak sengaja jatuh dan jadi berantakan seperti ini." Jawabnya berbohong.

Kangin mengangguk mengerti. "baiklah, aku akan membawakan yang baru. Kau tunggulah disini." Ucapnya sambil berlalu pergi.

Yunho kembali memandang Eunhyuk yang sedang melemparkan pandangannya keluar jendela. Wajah pucat dan mata sembab membuat Yunho sedikit tidak tega melihat keadaan Eunhyuk saat ini.

Eunhyuk menepis lengan Yunho yang beberapa centi lagi akan mendarat diwajahnya. "jauhkan tanganmu dariku." Ucap Eunhyuk serius. Tak lupa tatapan sayu tapi tajam(?) kearah Yunho.

"kamu gak bisa kaya gini terus cantik. Ini sama aja menyiksa dirimu sendiri." Eunhyuk menyeringai tipis mendengar ucapan Yunho.

"lebih baik aku mati daripada harus menikah dengan namja selain Donghae."

"jaga ucapanmu." Yunhyuk menoleh ke sumber suara yang berasal dari pintu kamar Eunhyuk yang terbuka. Disana ada Kangin yang sedang membawa nampan ditangannya.

Kangin berjalan kearah Yunhyuk dan berjongkok didepan mereka.

PRANG…

Untuk kedua kalinya, nampan tidak berdosa(?) itu kembali di tepis Eunhyuk. Kangin mengepalkan kedua tangannya dan…

PLAK

Eunhyuk terjatuh rebahan dilantai saat Kangin menampar pipi kirinya dengan keras. Kangin berdiri dari acara berjongkoknya lalu membersihkan bajunya yang sedikit terkena makanan diatas piring tadi.

"sudahlah Yunho, biarkan dia kelaparan. Terserah dia mau apa." Ucapnya sambil mengisyaratkan Yunho untuk bangun dan mengikuti langkahnya.

Dengan berat hati Yunho menganggukan kepalanya lalu berdiri. Dia sedikit menoleh, sedikit rasa kasihan menyelimuti hatinya saat melihat keadaan Eunhyuk saat ini. Tapi sekali lagi, ego dalam dirinya untuk memiliki Eunhyuk berhasil mengalahkan hati nuraninya.

BLAM

"hiks, Hae." Isakan Eunhyuk terdengar lirih memenuhi ruangan tersebut.

Mata sembab Eunhyuk berhenti pada beberapa pecahan gelas dan piring yang ada didepannya. Entah apa yang difikirkannya saat itu, dia mengambil sebuah pecahan gelas yang lumayan tajam lalu mengarahkan pecahan tersebut ke lengan kirinya.

Eunhyuk menutup matanya dan mendesis lirih saat pecahan gelas tersebut menggores lengannya cukup lebar. Darah segar mulai merembes keluar dari luka tersebut.

Semakin banyak darah yang keluar, semakin menipis pula kesadaran Eunhyuk.

"Hae, aku mencintaimu." Itulah kata terakhir yang diucapkan Eunhyuk sebelum dia kehilangan kesadarannya.

.To Be Continue.

.

.

.

MIAN! Udah lama banget fict ini gak diupdate, dan setelah diupdate. Eng ing eng, nih Chapter malah pendek banget, gaje lagi. Ya?

Ayo review nya reviewnya #plak. Oh iya, lupa walaupun udah telat T_T, minal aidin wal faizin ya semuanya :)….

Lagi, happy birthday buat Kibummie oppa *telat lagi kan*.

THANKS TO : kyukyu | eunhae25 | anchofishy | Anchovy | fitri | Lee MinMi | Kaguya | farchanie01 | ressijewelll | allriseas | myfishychovy | eunhaereal |love haehyuk | AranciaChru |

Makasih buat reviewnya 3.

.

.

.

Read and Review, Again?

.Tania Lee.