CHAPTER 10

Brengsek! Kyuhyun memaki-maki dirinya sendiri dalam hati. Ujian hari terakhir sudah berlalu tiga puluh menit yang lalu. Siswa yang lain juga sudah pulang. Sialnya Kyuhyun malah tertahan di toilet sejak lima menit yang lalu.

Kyuhyun memencet pangkal hidungnya sambil duduk di kloset. Ia menundukkan kepalanya dengan kedua tangan yang bertumpu pada pahanya. Di bawah kakinya berserakan tisu yang penuh dengan bercak darah. Walaupun Kyuhyun sudah menyumpalkan gumpalan tisu ke lubang hidungnya, namun cairan merah itu tak juga berhenti.

Seharusnya hari ini ia sudah ada di rumah. Bersantai dan bermain game sepuasnya. Sialnya, hidungnya malah bocor saat ia hendak menuju tempat parkir sepedanya. Hidungnya mengeluarkan darah pekat yang tak mau berhenti meski sudah lima menit yang lalu mengucur.

Untungnya sekolah sudah sepi. Hanya ada guru dan karyawan yang masih tinggal. Kyuhyun tak mau ada yang tahu. Kyuhyun tak mau ada pekikan khawatir dan panik seperti yang biasa terjadi di rumah kalau ia ketahuan mimisan. Eomma dan hyung-nya pasti akan repot menjejali hidungnya dengan tisu atau kain, mengompres pangkal hidungnya dengan es, dan menyuruhnya berbaring seharian. Menyebalkan.

Kyuhyun sudah biasa seperti ini. Saat banyak pikiran, terlalu lelah, atau cuaca ekstrem yang terlalu panas atau dingin, ia pasti mimisan. Mimisannya kadang hanya sedikit dan sebentar, tapi tak jarang darah yang keluar dari hidungnya tak kunjung berhenti, seperti saat ini.

Kyuhyun masih berjibaku menyumpali hidungnya sambil mengucapkan berbagai macam sumpah serapah. Seragamnya sudah terkena bercak-bercak merah. Ia berdoa dalam hati semoga saja tak ada orang di rumah saat ia pulang nanti atau Kyuhyun akan jadi tahanan rumah seperti biasanya.

Akhirnya darah yang keluar dari hidungnya perlahan mulai berhenti. Kyuhyun menarik napas lega. Ia membersihkan jejak-jejak darah dengan air dari keran di bilik toilet itu. Kyuhyun juga mengumpulkan tisu-tisu yang berserakan dan memasukkannya ke dalam keranjang sampah yang ada di dekat pintu toilet.

Kyuhyun memastikan sekali lagi tak ada darah yang keluar dari hidungnya sebelum membuka pintu bilik toilet. Kepalanya sedikit pusing, tapi ia merasa baik-baik saja. Untung saja badannya tak lemas seperti biasanya.

Kyuhyun membuka pintu bilik toilet setelah memastikan semuanya baik-baik saja. Saat membuka pintu toilet itu, ia dikejutkan dengan hadirnya seseorang yang menatapnya dengan wajah yang terlihat cemas.

"Hhhh, kau membuatku kaget, Kim Ryeowook!" seru Kyuhyun.

Ia merapatkan jas sekolahnya supaya bercak-bercak merah di kemeja putihnya tidak terlihat.

"Kau tak apa-apa, kan? Aku menunggumu di sini lebih dari lima menit yang lalu dan kau tak keluar-keluar. Ada apa? Aku mendengarmu mengumpat-umpat dari tadi," tanya Kim Ryeowook.

"Tak ada apa-apa. Kenapa kau belum pulang?" tanya Kyuhyun mengalihkan perhatian Ryeowook yang terus memandangi seragamnya.

"Itu apa noda merah di bajumu? Kau terluka?" tanya Ryeowook penasaran.

Ryeowook yakin itu noda darah. Tak mungkin itu noda tinta atau cat.

"Bukan apa-apa," jawab Kyuhyun.

Ia melangkahkan kaki keluar toilet. Ryeowook mengikutinya sambil terus berusaha mencari tahu apa yang terjadi.

"Bukan apa-apa bagaimana maksudmu? Tubuhmu bagian mana yang terluka?" cecar Ryeowook.

"Aku tidak terluka, Kim Ryeowook. Jadi, berhenti bertanya!" tukas Kyuhyun.

"Lantas apa yang terjadi denganmu?" tanya Ryeowook masih dengan pendiriannya untuk ingin tahu.

"Aku sudah bilang tidak apa-apa, Kim Ryeowook. Jangan cerewet!" kata Kyuhyun mulai marah.

Kyuhyun memang selalu kesal dengan orang-orang yang selalu mencecarnya dengan pertanyaan yang tak ingin ia jawab.

"Arraseo, aku hanya khawatir padamu kau tahu. Itu memang noda darah, kan? Yang ada di bajumu," kata Ryeowook.

Kyuhyun menarik napas meredakan kekesalan hatinya. Ia sudah kesal dengan mimisan yang datang tanpa pandang waktu dan tempat. Sekarang ditambah lagi dengan pertanyaan Ryeowook yang membuat emosinya hampir meledak.

"Hanya sedikit mimisan. Tapi, tak apa. Aku biasa begini kalau terlalu lelah," kata Kyuhyun akhirnya.

"Kau mau ke ruang kesehatan? Aku akan mengantarmu," tawar Ryeowook.

"Tidak. Aku hanya ingin pulang dan tidur," jawab Kyuhyun.

"Kau kuat naik sepeda?"

"Aku masih kuat, Kim Ryeowook. Aku toh baik-baik saja. Hanya soal sepele tak akan membahayakan nyawaku," kata Kyuhyun.

"Jangan menyepelekan hal-hal yang kelihatannya remeh, Kyu! Sebaiknya kau mulai menjaga dirimu dengan baik sejak sekarang. Istirahatlah kalau kau sudah merasa lelah! Kesehatan itu penting, tahu!" nasihat Ryeowook.

"Aku tahu. Makanya aku ingin cepat-cepat pulang dan tidur," kata Kyuhyun.

"Aku akan mengantarmu sampai ke rumah," kata Ryeowook.

"Mengantarku? Pakai apa? Kau jalan kaki, sedangkan aku naik sepeda," sanggah Kyuhyun.

"Naik kendaraan umum saja atau panggil taksi kalau kau mau. Tinggalkan saja sepedamu di sekolah nanti biar aku yang mengambilnya," ucap Ryeowook,"Oh, ya, Kyu, ngomong-ngomong di mana rumahmu? Kau tak pernah menceritakan padaku di mana kau tinggal? Kau juga tak pernah mengajakku ke rumahmu?" tanya Ryeowook yang baru sadar selama ini Kyuhyun tak pernah bercerita apa pun tentang rumahnya.

Selama ini Ryeowook hanya tahu jumlah anggota keluarga Kyuhyun. Hari ini Ryeowook baru menyadari kalau ia tak tahu apa-apa tentang keluarga Kyuhyun, bahkan seingatnya Kyuhyun tak pernah menceritakan lebih detail tentang keluarganya.

"Apa penting bagimu untuk tahu di mana rumahku?" tanya Kyuhyun.

"Tentu saja. Kita kan berteman," jawab Ryeowook, "Sekali waktu aku juga ingin ke rumahmu apalagi setelah ujian kita libur sekitar dua minggu. Aku kan bisa ke rumahmu kalau bosan di rumah," jawab Ryeowook.

"Eoh, tumben kau bilang bosan di rumah! Kata ayahmu kau bahkan tak pernah keluar rumah selama ini, kecuali untuk bersekolah" cemooh Kyuhyun.

"Yak, jangan mulai mengejekku lagi! Kan kau juga yang sering mengajakku keluyuran. Bahkan orang tuaku juga sering menanyakan tentang dirimu sekarang," kata Ryeowook membela diri.

"Bertanya tentang apa?" tanya Kyuhyun ingin tahu.

"Banyak hal dan sebagian besar aku tak bisa menjawabnya karena aku memang tidak tahu. Kau tak pernah bercerita tentang dirimu padaku, padahal kau sudah tahu banyak hal tentangku," kata Ryeowook.

"Yang menjadi rahasia biarlah tetap jadi rahasia, Ryeowook. Tak usah mencari tahu apa yang kau tak perlu tahu," kata Kyuhyun yang membuat Ryeowook melongo mendengarnya.

"Yak, mana bisa begitu. Ayolah, Kyu, ceritakan padaku! Aku kan juga ingin tahu," rajuk Ryeowook sambil menarik-narik tangan Kyuhyun.

"Tidak," jawab Kyuhyun singkat.

"Pelit sekali kau. Cerita sedikit saja, ya, ya!" kata Ryeowook sambil terus menarik-narik tangan Kyuhyun.

"Ck, Ck, Ck, ternyata begini kelakuan kalian berdua kalau sudah tak ada orang! Pantas saja kalian sering berduaan di tempat sepi. Untuk menyembunyikan hubungan terlarang kalian rupanya?" kata suara mengejek di belakang Kyuhyun dan Ryeowook.

Ryeowook cepat-cepat melepaskan pegangan tangannya dari tangan Kyuhyun. Kyuhyun bahkan sudah berbalik ke belakang untuk melihat siapa yang berkata menyebalkan seperti itu.

"Apa maksudmu, Shin Dong Min?" tanya Kyuhyun tak terima dengan perkataan salah satu musuh besarnya itu.

"Apa yang kukatakan benar kan? Kalian berdua sedang berkencan. Dua minggu yang lalu kulihat kalian juga berkencan di Coex Mall. Apalagi hari ini, kulihat kalian bergandengan tangan dengan mesra. Sungguh kelakuan yang tak patut," ucap mulut lancang Shin Dong Min.

Darah Kyuhyun mendidih mendengar ucapan Shin Dong Min itu. Sungguh sial, di antara ratusan orang yang bisa ditemuinya setiap hari, saat ini ia justru bertemu dengan makhluk yang paling tidak diinginkannya.

"Hati-hati kalau bicara, Shin Dong Min, atau kurobek mulut besarmu itu!" ancam Kyuhyun. Dadanya sudah naik turun menahan amarah.

"Itu benar kan? Tadi pun aku juga melihat kalian berdua masuk ke toilet di ujung lantai satu. Kalian tidak melakukan sesuatu yang terlarang kan? Cih, tak kusangka makhluk rendahan seperti kalian melakukan perbuatan kotor di sekolah!"

"Otak dan mulut lancangmu itu yang kotor! Jangan sok tahu kalau kamu tidak tahu yang sebenarnya! Brengsek!" teriak Kyuhyun marah sambil merengsek mendekati Shin Dong Min dengan tangannya yang terkepal.

"Kyu, jangan, sudah hentikan!" kata Ryeowook sambil memegangi tangan Kyuhyun.

Ia tak mau Kyuhyun sampai lepas kontrol dan akan melakukan sesuatu yang nantinya akan merugikan dirinya sendiri.

"Orang seperti ini perlu diberi pelajaran, Ryeowook, biar bisa menjaga mulut dan kelakuannya. Aku tak takut padamu, Shin Dong Min. Kau bukan siapa-siapa bagiku," kata Kyuhyun marah.

"Hati-hati dengan ucapanmu, Cho Kyuhyun! Kau tak tahu siapa aku, hah?!" ucap Shin Dong Min yang tak kalah marahnya.

"Kau hanya ular beludak piaraan Han Kaisoo, Shin Dong Min. Kau hanya iblis culas yang selalu menindas orang lain. Penghasut yang perlu diajari sopan santun. Dan kau bangga dengan hal itu?" olok Kyuhyun.

"Tutup mulutmu! Aku bisa membuat hidupmu seperti di neraka, Cho Kyuhyun, ingat itu!" kata Shin Dong Min sudah dikuasai amarah.

Shin Dong Min juga melangkah mendekati Kyuhyun. Ingin sekali Shin Dong Min memberi pelajaran anak tak tahu diri yang sekarang berdiri di depannya dan memandanganya dengan angkuh.

Kim Ryeowook bergidik melihat mereka berdua. Apalagi melihat postur Shin Dong Min yang lebih kekar daripada Kyuhyun. Ryeowook cemas akan keselamatan Kyuhyun. Ryeowook sudah pernah merasakan ancaman dari Shin Dong Min. Anak itu tak segan-segan melukai fisik dan mental lawannya.

Sebelum kedua anak itu mulai baku hantam, sebuah mobil sedan hitam berhenti dekat mereka bertiga. Pengemudi mobil itu membunyikan klakson yang membuat Kyuhyun dan Shin Dong Min mengambil jarak.

"Kau beruntung hari ini, Cho Kyuhyun. Aku akan membuat perhitungan denganmu lain kali," kata Shin Dong Min sambil beranjak pergi.

Shin Dong Min mendekati mobil sedan itu dan membuka pintunya. Tak lupa ia melemparkan tatapan penuh kebencian pada Kyuhyun sebelum tubuhnya menghilang ke dalam mobil. Kyuhyun tak berhenti menatap mobil itu. Pandangan matanya seolah-olah ingin mengutuk penumpang menyebalkan yang ada di dalam mobil itu.

"Si Brengsek Sialan itu lancang sekali mulutnya. Ingin sekali aku merobek mulutnya yang kurang ajar itu," kata Kyuhyun sebal.

Dadanya sampai sesak karena menahan amarah dari tadi. Tangannya sudah gatal ingin menghajar Shin Dong Min kalau saja Ryeowook tak terus memegangi tangannya.

"Jangan, Kyu, jangan sampai kaulakukan itu! Kau tak dengar ancamannya tadi. Ia pasti akan membuatmu sengsara. Jangan membuat masalah dengannya!" ingat Ryeowook supaya Kyuhyun menggunakan pikiran jernihnya.

"Aku tidak takut. Seharusnya ia yang menaruh hormat padaku. Seharusnya ia yang takut padaku. Aku juga bisa membuat hidupnya seperti di neraka," kata Kyuhyun tajam yang membuat Ryeowook bergidik mendengarnya.

"Apa pun yang ada di pikiranmu sekarang tentang Shin Dong Min aku tak berharap kau akan melakukannya, Kyu. Kita di sini hanya untuk bersekolah bukan mencari masalah," kata Ryeowook yang mulai khawatir.

Kyuhyun menghela napas panjang sekali lagi. Entah sudah berapa kali hari ini ia menghela napas panjang hanya karena darahnya yang naik sampai ke ubun-ubun.

"Ayo, pulang! Semakin lama di sini hanya membuatku semakin muak," ajak Kyuhyun.

"Jadi kuantar pulang?" tanya Ryeowook hati-hati.

"Tidak perlu. Aku naik sepeda saja mungkin emosiku akan berkurang kalau kuhabiskan tenagaku dengan bersepeda," tolak Kyuhyun.

"Hmm, baiklah, hati-hati di jalan! Sampai bertemu hari Senin nanti," kata Ryeowook.

Kyuhyun mengangguk. Ia mengambil sepedanya di tempat parkir dan meninggalkan area sekolah. Ryeowook masih saja menatap Kyuhyun yang berlalu dengan sepedanya. Ia masih merasa khawatir pada Kyuhyun. Khawatir kalau suatu hari nanti Kyuhyun akan terlibat masalah dengan Shin Dong Min atau bahkan mungkin dengan Han Kaisoo. Semoga saja anak itu bisa mengendalikan emosinya.

Kyuhyun melenguh pelan. Kepalanya terasa sangat pening. Tubuhnya juga rasanya sakit semua. Kyuhyun ingin membuka matanya, tapi rasanya sangat berat seperti ada anak dacin yang digantungkan di kelopak matanya.

Kyuhyun juga merasa perutnya amat mual, dan ia pun memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya. Ia merasakan tubuhnya terbaring di atas sesuatu yang dingin dan basah. Banyak suara di sekelilingnya yang membuat kepalanya semakin bertambah pusing. Suara orang-orang yang berbicara bersahutan dan juga suara melengking yang memekakkan telinganya.

Kyuhyun tak tahu ia ada di mana dan apa yang sudah dilakukannya. Ia hanya mampu mendengar. Matanya tak bisa ia gerakkan untuk terbuka dan melihat sekelilingnya.

Kyuhyun merasa ada yang mengangkat tubuhnya, tubuhnya terasa seperti melayang. Apa yang terjadi, mengapa, dan bagaimana adalah setumpuk tanya yang terus berputar di dalam kepalanya.

Pun tatkala ada tangan yang memegang wajah dan bagian tubuhnya yang lain. Kyuhyun hanya bisa diam dan mengeluh pelan. Kyuhyun ingin berontak, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya pasrah pada orang-orang tak dikenal yang menyentuh dan memegangi tubuhya.

Entah pada apa tubuhnya saat itu terkulai tak bertenaga. Ia hanya bisa merasakan ada banyak orang yang menggelandang tubuhnya dengan suara-suara yang tidak ia mengerti maknanya. Semua itu hanya membuat telinganya berdenging dan kepalanya bertambah pening seperti mau pecah.

Kyuhyun merasakan tangan kanannya kebas. Ia tak tahu apa yang terpasang di pergelangan tangan kanannya itu sampai ia kesulitan untuk menggerakkkannya. Kyuhyun mendengar suara orang berbisik di dekatnya, tapi ia tak tahu apa yang dibicarakan. Kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya.

Kyuhyun mencoba menggerakkan tangan kirinya, namun tangannya itu menyentuh benda yang dingin. Kyuhyun tak tahu apa yang disentuhnya itu, namun benda itu menghalangi ruang geraknya.

"Kau sudah sadar, Nak?" tanya suara lembut di telinga kirinya. Suara yang terdengar lamat-lamat di telinganya.

Kyuhyun menggerakkan tangannya lagi. Otaknya sedang mengolah kata 'sadar' yang diucapkan suara lembut itu. Perlahan Kyuhyun membuka matanya. Ia menutup matanya lagi saat cahaya lampu dirasa amat menyilaukan matanya. Kyuhyun tak pernah mengira lampu di kamarnya sampai seterang ini. Belum lagi kepalanya yang amat pusing membuat apa yang dilihatnya serasa berputar.

"Anda tak apa-apa?" tanya suara lain yang terdengar khawatir,"dokter sedang memeriksa Anda."

Kyuhyun menggumam pelan. Mendengar kata dokter membuatnya sangsi kalau ia tidak sedang berbaring di kamarnya dan keadaannya juga tidak baik-baik saja sekarang.

Setelah Kyuhyun membuka matanya dengan benar, barulah ia sadar di mana ia sekarang. Kyuhyun sedang tidak berbaring di kamarnya, namun di rumah sakit. Benda dingin yang disentuhnya tadi adalah tepi ranjang rumah sakit yang terbuat dari logam putih. Ada tiang infus yang terpencang di sisi kanan ranjangnya. Selang infus dengan ujungnya yang runcing dan tajam tertancap di pergelangan tangan kanannya yang terasa kebas.

Ada beberapa orang berseragam putih berdiri di sekelilingnya. Yang seorang lagi, yang terlihat paling tua di antara mereka, tengah memeriksanya. Ia menempelkan stetoskop di dadanya dan memeriksa keadaannya.

Dokter itu memeriksa matanya, mendengarkan detak jantungnya, dan memeriksa beberapa bagian tubuhya yang sakit. Dokter itu juga menyuruh Kyuhyun menggerakkan tangan dan kakinya memastikan tak ada cedera lain yang mengkhawatirkan.

"Tubuhmu kuat, Nak, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Kau akan baik-baik saja," kata dokter itu dengan senyumnya.

Kyuhyun meringis mendengar ucapan dokter itu. Kuat apanya, Kyuhyun bahkan merasa tulang-tulangnya hampir copot semua. Kepalanya juga rasanya bisa berputar ke segala arah saking pusingnya.

Sementara itu, di luar ruangan nampak eomma dan hyung Kyuhyun menunggu dengan wajah cemas. Perempuan yang mengandung dan melahirkan Kyuhyun itu tak henti-hentinya mencucurkan air mata.

Pintu ruang ICU, tempat Kyuhyun terbaring sekarang, terbuka. Seorang dokter dan perawat keluar dari dalam ruangan dan menemui mereka berdua.

Siwon dan ibunya menunggu apa yang dikatakan dokter itu dengan perasaan tak menentu. Mereka mencemaskan keadaan Kyuhyun di dalam ruang ICU yang belum mereka ketahui hingga saat ini.

"Bagaimana keadaannya, Uisa?" tanya eomma Kyuhyun.

"Tak ada cedera luar yang serius. Hanya beberapa luka luar dan memar. Namun, kita perlu melakukan CT Scan untuk memastikan tak ada cedera serius di kepalanya. Saya sarankan beberapa hari ini pasien dirawat di rumah sakit," jelas dokter setelah selesai memerika Kyuhyun.

"Anda boleh masuk dan menemuinya. Saya tinggal dulu. Kalau ada apa-apa, Anda bisa memanggil saya," kata dokter itu sambil melangkah meninggalkan mereka.

"Terima kasih, Uisa!" jawab eomma Kyuhyun.

Eomma Kyuhyun dan Siwon memasuki ruang ICU. Mereka mendekati ranjang Kyuhyun untuk melihat Kyuhyun yang tengah memandang kedatangan mereka dengan mata sayu.

"Kyuhyun, kau tak apa, Nak?" tanya eomma Kyuhyun lembut.

Kyuhyun hanya tersenyum samar mendengar ucapan eommanya itu. Hatinya merasa lega karena tak sendirian di ruangan serba putih yang berbau obat itu.

"Appa ke mana?" tanya Kyuhyun saat tak melihat appanya ada di antara mereka.

"Appa masih ada urusan di kantor polisi," jawab Siwon.

"Eoh, kenapa?' tanya Kyuhyun tak mengerti.

"Mobil yang menabrakmu kabur meninggalkanmu begitu saja. Appa melaporkannya sebagai kasus tabrak lari," jelas Siwon.

Kyuhyun sadar akhirnya apa yang membuat ia terbaring di rumah sakit. Jadi, ia ditabrak mobil sepulang sekolah tadi. Yang terakhir diingatnya, sepedanya mengenai sesuatu saat ia berbelok di tikungan jalan menuju kompleks perumahannya. Ia merasa tubuhnya terlempar dan setelah itu, ia tak ingat apa-apa lagi.

"Ada orang melihat kejadian itu. Namun, sayang ia tak memerhatikan pelat nomor mobil yang menabrakmu. Ia hanya melihat sedan hitam yang menabrakmu dari belakang" imbuh Siwon lagi.

"Eomma sangat khawatir tadi waktu ada telepon dari rumah sakit kalau kau kecelakaan. Eomma sudah membayangkan yang tidak-tidak," kata eomma Kyuhyun dengan linangan air mata yang kembali membasahi pipinya.

"Jangan menangis, Eomma! Dokter bilang aku tak apa-apa, kan. Hanya butuh istirahat beberapa hari," kata Kyuhyun menenangkan eommanya. Ia benci membuat eommanya menangis.

"Eomma tak suka melihatmu terbaring di rumah sakit, Kyu. Cukup sekali kau membuat Eomma tak bisa tidur saat terakhir kali kau masuk rumah sakit," ucap eomma Kyuhyun sambil menyusut air matanya. Anak bungsunya ini memang sering sekali membuatnya khawatir.

"Aku juga tak suka di sini, Eomma. Menginap di rumah sakit selama beberapa hari sama juga menghabiskan sisa hidupku di dalam penjara. Huuh, padahal besok aku rencananya mau ke game center dengan Changmin," kata Kyuhyun jengkel.

"Mungkin ada baiknya juga kau di sini, Kyu. Kau bisa istirahat tanpa ada gangguan dari game-game kesukaanmu itu. Kau bisa semalaman tidak tidur kalau keasyikan main game," kata Siwon.

"Baik apanya. Aku benci kalau hanya disuruh tidur dan tidur. Apalagi aku yakin pasti kau yang akan menungguiku di rumah sakit sampai aku pulang. Kau jadi sangat menjengkelkan kalau aku sakit, Hyung," gerutu Kyuhyun.

"Jangan banyak mengeluh, Kyu! Tak baik untukmu sekarang," kata eomma.

"Perutku mual sekali, Eomma. Aku ingin muntah," kata Kyuhyun.

Siwon cepat-cepat mengambil baskom yang ada di bawah ranjang. Berjaga-jaga kalau adiknya itu muntah lagi. Seorang perawat yang ditemuinya saat kali pertama datang ke ruang ICU juga mengatakan adiknya itu sudah muntah beberapa kali.

Kemungkinan ada cedera di kepalanya, namun dokter belum bisa memastikan seberapa parahnya. Mereka harus menunggu keadaan Kyuhyun lebih baik sebelum melakukan CT Scan.

Untungnya, tak ada luka serius di bagian tubuh Kyuhyun yang lain. Siwon sudah geram pada pengemudi yang melarikan diri begitu saja setelah menabrak adiknya. Meninggalkan Kyuhyun yang tergeletak di tepi jalan. Untung saja ada orang yang melihat kejadian itu dan menelepon layanan darurat. Kalau tidak, Siwon tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada adiknya itu.

"Masih pusingkah?" tanya Siwon.

"Sangat," jawab Kyuhyun singkat.

Kepalanya memang serasa berputar. Ia tak bisa melihat sekelilingnya dengan jelas.

"Aku mengantuk," gumam Kyuhyun.

"Tidurlah. Aku akan menjagamu di sini. Kalau dokter sudah siap memeriksamu, aku akan membangunkanmu nanti. Semoga saja tak ada yang parah. Jadi, kau bisa dipindahkan ke kamar rawat," ucap Siwon.

Kyuhyun mengangguk. Matanya sudah semakin berat. Ia menutup kelopak matanya dan tak perlu waktu lama, ia pun tertidur.

Hasil CT Scan yang keluar ternyata tak semengerikan yang dibayangkan. Memang ada gegar otak, namun tak berat. Meskipun begitu, Kyuhyun masih harus tinggal di rumah sakit untuk beberapa hari.

Pemulihannya memang masih memerlukan waktu. Meskipun sekarang Kyuhyun sudah keluar dari ruang ICU dan dipindahkan ke ruang rawat, namun dokter masih harus terus memantau perkembangannya.

Perutnya sudah tak lagi mual dan pengelihatannya pun sudah mulai normal. Namun pusing di kepalanya masih terus membuat kepalanya berputar. Saat berjalan pun ia masih perlu dituntun karena tubuhnya yang limbung.

Saat di rumah sakit, Kyuhyun harus benar-benar mengistirahatkan tenaga dan pikirannya. Dokter bilang ia tak boleh melakukan banyak hal yang membuat otaknya bekerja lebih berat. Ia lebih banyak berbaring di ranjang tentu saja. Duduk pun hanya sebentar supaya punggungnya tak merasa pegal.

Eomma benar-benar melarangnya menyentuh benda-benda elektronik favoritnya. Hanya tv saja yang boleh dilihatnya. Itu pun hanya sebentar kalau pusing di kepalanya tak mengganggunya.

Orang tua dan hyungnya bergantian menjaga Kyuhyun. Eomma dan Siwon memang yang lebih banyak menunggui Kyuhyun. Appa biasanya saat sore atau malam baru mengunjunginya karena masih harus bekerja.

Kyuhyun juga melarang keluarganya memberitahu siapa pun tentang keadaannya. Bahkan ibunya yang kemarin ke sekolah untuk mengantarkan surat dokter untuk wali kelasnya pun, dilarang keras untuk menceritakan apa pun tentang sakitnya.

Kyuhyun tak mau ada yang tahu ia tegolek tak berdaya di rumah sakit. Kurang elit rasanya kalau sampai ada yang tahu ia kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit.

Yang utama ia tak mau musuh besarnya tahu ia dirawat di rumah sakit karena kecelakaan. Bisa besar kepala musuhnya itu kalau sampai tahu keadaannya sekarang. Selain itu satu orang yang ada di pikirannya adalah Kim Ryeowook. Anak itu pasti akan cemas berlebihan dan menceramahinya macam-macam.

Mengingat Ryeowook membuat Kyuhyun sedikit resah. Hari terakhirnya saat bersama Ryeowook, boleh dibilang tidak menyenangkan. Apalagi mendengar omongan Shin Dong Min yang membuat tekanan darahnya naik. Mau tak mau Kyuhyun khawatir kalau-kalau Shin Dong Min akan menyebarkan berita yang tidak-tidak yang akan merusak reputasi Kyuhyun dan juga Ryeowook.

Semoga saja tidak terjadi hal-hal seperti yang ditakutkan Kyuhyun. Kalau terjadi hal yang membuat Ryeowook sengsara karena ulahnya seperti beberapa bulan yang lalu, Kyuhyun tak bisa memaafkan dirinya sendiri.

Hampir seminggu Kyuhyun dirawat di rumah sakit. Hari ini dokter sudah memperbolehkannya pulang, namun ia harus kembali tiga hari lagi untuk kontrol.

Pagi ini appa dan eommanya sudah mengemasi barang-barangnya. Siwon hyung-nya tidak ikut karena ia ada ujian pagi ini. Untunglah, paling tidak tak ada yang memaksa menuntunnya berjalan. Kyuhyun sudah mulai kuat berjalan sendiri, tapi hyung-nya itu malah memperlakukannya seperti orang tua renta yang sudah tak kuat lagi berjalan.

Appa sudah memasukkan koper Kyuhyun ke dalam bagasi, sedangkan eomma harus menebus obatnya di apotek rumah sakit sebelum pulang. Kyuhyun pun duduk dengan manis di kursi depan. Kyuhyun memang paling suka duduk di depan di sebelah sopir. Ia menyandarkan kepalanya di sandaran jok tempat duduknya.

"Sudah siap pulang?" tanya appa pada Kyuhyun.

"Tentu saja. Aku sudah bosan di sini," sahut Kyuhyun.

"Masih pusing?" tanya appa lagi.

"Sedikit," jawab Kyuhyun singkat.

"Dokter bilang pusing itu wajar dan tak apa-apa. Kau memang belum sembuh total meski sudah boleh pulang dari rumah sakit. Tapi, istirahat di rumah jauh lebih menyenangkan bukan daripada di rumah sakit?"

Kyuhyun mengangguk. Siapa pun juga akan berpikir seperti itu. Meskipun hanya makan dan tidur seharian mana ada yang mau kalau harus menginap di rumah sakit.

"Apa sudah ketemu yang menabrakku?" tanya Kyuhyun.

"Belum. Hanya satu orang yang melihat kejadian itu. Orang itu lebih panik saat melihat keadaanmu daripada memerhatikan mobil yang menabrakmu. Ia hanya ingat jenis mobil yang menabrakmu selebihnya ia tak ingat," jelas appa,"Kau tak kecewa, kan?"

"Tentu saja tidak. Aku lebih bersyukur karena ada orang yang melihat dan menolongku. Kalau tidak, aku tak tahu apa yang akan terjadi," ucap Kyuhyun.

"Ada yang patut disyukuri kan di balik setiap musibah yang kita terima? Makanya lain kali hati-hati!" kata appa Kyuhyun.

"Aku selalu hati-hati, Appa. Dan aku yakin aku ada di jalur yang benar waktu itu. Aku tidak meleng dan tidak juga berjalan terlalu ke tengah. Tapi memang ada baiknya juga. Aku bisa istirahat seminggu penuh, tapi minggu depan aku sudah mulai sekolah lagi."

"Tak usah memaksakan diri. Sekolahmu tinggal minggu depan kan sebelum liburan. Sekalian saja kau masuk tahun ajaran depan. Appa kira di sekolah juga tidak ada pelajaran dan kegiatan yang penting lagi."

"Memang tidak ada pelajaran. Paling hanya class meeting dan juga ada acara tutup tahun," kata Kyuhyun.

"Kalau begitu, lusa Appa akan ke sekolahmu. Appa akan menambahkan izin istirahatmu di rumah. Appa rasa gurumu akan mengerti," ucap appa Kyuhyun.

Kyuhyun hanya mengangguk menuruti ucapan appa-nya itu. Appa Kyuhyun mulai menghidupkan mesin mobil tatkala melihat eomma keluar dari pintu kaca apotek. Di tangannya terdapat bungkusan plastik berisi obat.

Appa Kyuhyun menjalankan mobilnya perlahan meninggalkan tempat parkir setelah eomma Kyuhyun masuk ke dalam mobil. Beliau cukup hati-hati mengendarai mobilnya. Mobil pun melaju tenang membelah jalanan kota Seoul mengantarkan pengemudi dan penumpangnya hingga ke tempat tujuan.

TBC

Hai, Fighting chapter 10 update lagi. Karena otak lagi bisa diajak kerja sama, makanya saya juga bisa update cepat. Seperti permintaan beberapa readers yang pengen Kyu dibuat sakit atau menderita (?), maka di chapter ini ada banyak adegan Kyuhyun yang saya bikin (agak) menderita. Tidak terlalu banyak ya, saya gak tega soalnya. Untuk latar belakang keluarga Kyuhyun tunggu aja di chapter selanjutnya (entah chapter ke berapa) yang pasti bakal diceritain. Next chapter gantian Ryeowook yang saya buat menderita lahir batin (kkkkkk). FF Fighting ini memang banyak bercerita tentang KyuWook, pairing favorit saya setelah KyuHae. Jadi, jangan bingung siapa maincast di cerita ini pokoknya saya buat gantian lah. Thanks buat semua yang sudah berbaik hati untuk review. Happy reading, guys. Jangan lupa review-nya ya, gomawo…Deep bow.