ABOUT CHANBAEK LOVE

Author: Shin Raewoo

Rate: T

Main Cast: Chanyeol x Baekhyun

Other Cast: Exo member, Kwak Saebyul

Length: Chapter

Genre: Romance, Humor, EXO life

Warning: Yaoi, Typo, B x B, Bahasa berantakan

CHAPTER 10

Baekhyun berdiri sendirian di luar balkon dorm EXO. Dia memeluk tubuhnya sendiri sambil menikmati angin dan pemandangan malam. Dia mendongakkan kepalanya menghadap ke langit. Bibir pinknya tersenyum tipis saat dia melihat bintang-bintang dan bulan yang indah menghiasi gelapnya langit malam.

Dia menjulurkan jari telunjuknya ke arah langit. Mengikuti alur jalur buruj bintang. Dan tiba-tiba dia mengingati sesuatu tentang langit.

MC: Bisakah kamu menggambarkan warna untuk Baekhyun?

Chanyeol: Langit.

Ia. Langit mengingatkannya kepada Chanyeol. Chanyeol menggambarkannya dengan langit. Saat Baekhyun bertanya kenapa langit? Chanyeol menjawab:

"Itu kerana langit akan keliatan indah meski siang atau malam, hujan atau mendung, ia tetap akan keliatan indah dan tidak berubah. Sama seperti dirimu Baekhyunee". Dan Baekhyun tersenyum pahit mengingati itu.

"Hyung?"

Baekhyun menurunkan jarinya. Dia menoleh kebelakang dan sosok yang memanggilnya tadi sedang jalan mendekatinya dan kini berdiri di sampingnya.

"Apa kau tidak kedinginan hyung?" Baekhyun memandang sekilas sosok disampingnya dia tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.

"Ahni. Aku ingin menikmati angin malam." Baekhyun memejamkan matanya. Menikmati angin dingin yang menerpa ke wajah cantiknya. 'Kalau Chanyeol yang berada di samping ku saat ini, pasti Chanyeol akan memeluk dan menghangatkan diri ku. Kyaaa kenapa kau malah memikirkan Park pabbo itu Byun Baekhyun.' Baekhyun merutuki dirinya yang tidak pernah berhenti untuk mengingat kekasih tingginya.

"Chanyeol hyung sudah keluar barusan."

Baekhyun menangkat sebelah keningnya mendengar pernyataan D.O barusan. "Ah jinjja? Perasaan aku tidak bertanyakan apa-apa tentang dia."

D.O mengangkat kedua bahunya. "Apa kau baik-baik aja hyung?"

"Menurutmu?"

"Mana ku tau hyung. Aku bukan peramal yang bisa mengetahui isi hati orang lain." D.O berucap santai. Baekhyun memandang D.O sambil memincingkan matanya. 'Wah dasar anak ini.'

"Apa kau tidak merindukannya hyung?" tanya D.O tanpa memandang ke wajah Baekhyun. Dia juga sibuk menikmati pemandangan malam di kota Seoul.

Baekhyun mengerutkan dahinya tidak mengerti. "Merindukan siapa?" D.O memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Baekhyun barusan.

"Kau bodoh atau apa hyung? Merindukan kekasihmu la Park Chanyeol. Emang merindukan siapa lagi?" ucap D.O dengan wajah datar khas miliknya. Baekhyun tersenyum canggung mendengar jawaban dari namja mata bulat itu.

"Ah itu.. ku kira siapa. hehe.." Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia menjadi salah tingkah sendiri.

"Jadi, kau merindukannya tidak?" Baekhyun menghela nafasnya berat mendengar pertanyaan D.O lagi. Dia menatap semula ke langit seolah di situ ada jawaban di atas semua pertanyaan yang di lontarkan kepadanya.

"Aku merindukannya Kyungsoo-ah. Sangat merindukannya." Baekhyun berucap lirih. Dia menundukkan kepalanya. D.O yang melihat itu hanya mampu memandang Baekhyun. Namja cantik itu agak berbeda akhir-akhir ini. Tambahan lagi setelah dia melihat foto Chanyeol dan Saebyul di café yang beredar di internet tempoh hari. Dan berakhir dengan Baekhyun yang marah-marah tidak jelas sepanjang hari dan tentu saja duo maknae Sehun Kai yang menjadi mangsa amarahnya.

Baekhyun memang ceria. Dia tetap menjadi mood makernya EXO tapi itu hanya di luaran. D.O bahkan member lain banyak kali melihat Baekhyun termenung sendirian di saat semua member tidak berada di dekatnya. Menangis? Tidak Baekhyun terlalu gengsi untuk itu.

"Jadi sampai kapan kalian akan terus seperti ini?"

"Molla. Aq juga tidak tahu. Sepertinya dia tidak mempedulikan ku lagi. Bahkan dia sering bertemu perempuan itu."

"Maksudmu Saebyul?" Baekhyun menganggukkan kepalanya. Dia menatap D.O dengan pandangan sedih.

"Kyungsoo-ah."

"Nde hyung. Waeyo?"

"Sepertinya aku gagal." D.O mengerutkan dahinya. Tidak mengerti maksud dari perkataan Baekhyun.

"Maksudmu?"

"Sepertinya aku gagal untuk mendapatkan hati Chanyeol seuutuhnya. Hahaha…" Baekhyun tertawa. Bukan. Dia bukan tertawa bahagia. Itu tawa atas kekecewaan terhadap dirinya sendiri.

"Hyung?" D.o merasa miris melihat Baekhyun seperti itu. Dia tidak tega. Dengan perlahan dia mendekati Baekhyun. Dengan niat memeluki tubuh Baekhyun agar pria itu berasa tenang dan nyaman.

"Kyaaa mau apa kau?!" Baekhyun setengah berteriak melihat D.O mendekati dirinya dengan kedua tangan yang seperti ingin memeluk dirinya.

"Mau memelukmu?" D.O berucap dengan wajah polos dan mata belonya. Baekhyun sedikit menggerakkan tubuhnya kebelakangan. Dia menatap horror D.O yang berada di hadapannya.

"Kyaaa hajiman. Jangan mendekat eoh." Baekhyun meluruskan (?) tangannya kehadapan sebagai pertahanan agar D.O tidak mendekat ke arahnya.

"Waeyo?" Bukannya menjauh. Malah D.O semakin mendekatkan dirinya. Dia tersenyum jahil melihat ekspresi Baekhyun yang menurutnya sedikit berlebihan.

"Kyaaa hanya Chanyeol yang bisa memeluk ku tau." Baekhyun seperti memberi peringatan kepada D.O.

"Hehehe.. Chanyeol eoh?" dan setelah itu terdengarlah jeritan nyaring daripada Baekhyun kerna D.O sukses memeluknya. -_-'

C

X

B

Siang ini dorm keliatan ramai. Maklumlah semua member berada di dorm. Kai, Chen dan Sehun sedang bermain game. D.O sedang membaca naskah skrip untuk film terbarunya, Suho dan Xiumin sedang berbual kosong, Baekhyun sibuk berkutat dengan Iphonenya, dan Chanyeol… oh ya berbicara tentang Chanyeol, sudah dari pagi dia tidak berada di dorm.

Akhir-akhir ini sang rapper EXO itu memang jarang sekali berada di dorm. Dan setiap kali member bertanya kepadanya, dia sering menjawab hanya bertemu teman lamanya di luar.

"Aku pulang!" Chanyeol berteriak dengan suara bassnya.

"Kamu baru pulang? Emang kamu ke mana aja baru pulang jam begini?" Suho bertanya curiga kepada Chanyeol setelah melihat lelaki jangkung itu memasuki dorm. Sebagai seorang leader, dia harus mengambil tahu aktivitas member lain di luar jadual mereka, agar tidak akan mendatangkan masalah nantinya.

"Aku ketemu sama temanku tadi hyung." Jawab Chanyeol. Matanya tak sengaja menatap Baekhyun. Dia memerhatikan lama Baekhyun yang sedang memainkan handphone di tangannya. Dia merindukan sosok munggil itu. Merindukan gelak tawanya, senyuman manisnya, pelukkan hangatnya, sikap ke anak-anakkannya. Chanyeol merindukan semuanya tentang Baekhyun.

Baekhyun menolehkan kepalanya. Pandangan mereka bertemu, tetapi tidak lama kerna dengan cepat Baekhyun mengalihkan pandangannya semula. Membuat namja berdimpel satu itu menghela berat nafasnya.

"Oh ya member-deul, malam ini temanku mau datang ke dorm dan aku akan menjemputnya nanti malam. Kalian tidak keberatankan?" semua member melihat ke arah Chanyeol. Tapi tidak dengan Baekhyun. Dia masih setia memandang handphonenya.

"Nugueso Chanyeol-ah?" Lay bertanya mewakili member yang lain dengan seribu kerutan di dahinya.

Chanyeol tersenyum mendengar pertanyaan Lay, membuatkan semua member hairan dengan senyuman Chanyeol itu. "kalian akan tau nanti." Dan tanpa di ketehui semua, Baekhyun sedang mencengkam erat handphone di genggamannya.

C

X

B

Saat ini Suho, Sehun, Kai, Chen, dan Xiumin sedang duduk di ruang tamu. Manakala Lay, D.O dan Baekhyun sedang sibuk di dapur menyiapkan malam malam untuk di hidangkan kepada tetamu mereka nanti.

"Kira-kira siapa ya teman Chanyeol hyung itu?"ucap Sehun entah pada siapa. Dia menompangkan tangannya di bawah dagu. Memikir keras gerangan tetamu yang akan di bawa Chanyeol ke dorm mereka.

"Apa Luhan hyung?" Sehun menolehkan kepalanya memandang Suho, Kai, Chen, dan Xiumin yang sukses membuat ke empat-empat orang itu memutarkan bola mata mereka.

"Kyaaa.. jebal. Sehun-ah stop dreaming eoh." Chen sedikit berteriak dengan suara cemprengnya. Tidak terima dengan tekaan Sehun yang menurutnya saat berlebihan.

"Kyaa.. Jongdae hyung. Kau cemburu kan?" Sehun memincingkan matanya dan menatap Chen dengan pandangan mengintimidasi.

"Siapa bilang aku cemburu eoh?" Chen mempertahankan dirinya. Dia menjadi gugup kerna Sehun masih lagi memandangnya intens.

"Ya kerna aku punya Luhan hyung. Dan kau hyung sampai sekarang masih gagal mendapatkan Minseok hyung." Jawab Sehun santai dengan wajah datar khas miliknya. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa dengan tangannya disedekapkan (?) ke hadapan dada.

Chen membulatkan matanya. Dia menelan air liurnya kasar. Dan menjadi salah tingkah saat Suho, Xiumin dan Kai menatapnya.

"Benar hyung?" – Kai

"Jongdae sejak kapan?" – Suho

"Jongdae-ah." – Xiumin.

"Kyaaa..kyaaaa… kalian apa-apaan sih?" Chen bergidik ngeri. Dia merasa seperti seorang tersangka dalam kasus pembenuhan kerna teman-temannya itu masih memberikan tatapan mengintimidasi kepadanya.

"Kalian aku pulang!" sontak mereka mengalihkan pandangan ke pintu utama kerna melihat Chanyeol yang tengah memasuki dorm manakala Chen mengurut dadanya lega. Dia mengerling tajam ke arah Sehun dan hanya di berikan kikikan kecil daripada Sehun dan membuat Chen seperti mau mencampakkan Sehun ke sungai Han saat ini juga.

"Eoh Chanyeol hyung sudah pulang? Mana teman itu hyung?." Ucap Sehun antusias. Dia langsung menerpa ke arah Chanyeol menjenguk-jenguk ke belakang Chanyeol untuk mencari sosok yang berhasil membuatnya penasaran sejak tadi.

"Oh sebentar." Chanyeol keluar semula dan beberapa minit kemudian dia muncul bersama tetamu yang mereka tunggu sedari tadi. Dan itu membuat kan teman-temannya yang berada di ruang tamu saat itu langsung kaget melihat sosok yang di bawa Chanyeol tadi.

"Teman-teman perkenalkan." Ucap Chanyeol dengan senyuman lebaar di bibirnya.

"Annyeonghaseyo. Kwak Saebyul imnida." Ucap yeoja itu lembut. Dia membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda hormat dan memberikan senyuman manisnya. Kai, Chen, Xiumin, Sehun, dan Suho berpandang antara satu sama lain. Mereka cukup tau, yeoja yang di hadapan mereka saat ini adalah bekas mantannya Chanyeol.

"Ah iya annyeonghaseyo." Suho membalas sapaan yeoja itu dengan senyuman canggungnya. Ah bukan itu saja, malah Kai, Chen, Xiumin juga Sehun yang awalnya antusias dengan kehadiran teman Chanyeol, turut memberikan senyuman canggung. Mereka berlima mulai risau dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti.

Mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing yang sebenarnya memikirkan perkara yang sama iaitu Baekhyun. Bagaimana Baekhyun nanti jika dia tau tetamu Chanyeol itu ternyata bekas yeoja chingunya?. Sehingga dentingan sendok yang terjatuh kelantai membuat mereka berhenti dengan pemikiran masing-masing.

Mereka berlima termasuk Chanyeol dan Saebyul langsung memandang ke arah meja makan. "Baekhyun?!" teriak Kai, Sehun, Xiumin, Sehun, Chen, dan Suho bersamaan apabila melihat Baekhyun ternyata menjatuhkan sudu yang di pegangnya ke lantai.

"Kyaa hyung kenapa kau menja-…"D.O yang baru muncul dari dapur juga menutup mulutnya setelah meliat Saebyul yang ternyata menjadi tetamu mereka malam itu. "Oh. My. God." D.O bergumam perlahan. Sedangkan Lay yang muncul bersama D.O tadi hanya terdiam menanggapi situasi yang menurutnya sedang mencengkam itu.

Baekhyun masih berdiri seperti patung. Matanya menatap tak percaya sosok yeoja yang berdiri di samping Chanyeol itu. 'Sial. Kenapa yeoja itu bisa berda di sini?!'

TBC

Wah akhirnya bisa update juga! Maaf telat updatenya. Author lagi sibuk. Dan juga author kehilangan ide untuk lanjutin FF ini. teruskan membaca ya reader-nim ^^

Read and Review?