Kim Yesung Is CEO Of SMEnt

.

.

.

Cast : all member SJ
Genre : family, brothership
Rate : T

.

.

.

Summary : Rintangan akan semakin banyak berdatangan untuk sebuah perjuangan besar.

.

.

.

Part 10

.

.

.

author pov

Hujan mengguyur kota Beijing malam ini. Tapi masih banyak kendaraan berlalu lalang di jalanan. Hawa dingin mulai menyelimuti kota ini.
Tapi dingin itu tak menghalangi seorang namja berdiri di balkon menikmati aroma hujam malam itu. Namja itu tengah termenung, entah apa yang ada dipikirkannya.

Dia-Tan Hangeng- memejamkan mata, menikmati tetesan air hujan yang jatuh ditangannya. Dia mengingat banyak hal yang pernah dialaminya selama ini, sekaligus berita yang baru diketahuinya tadi sore.

.

'Jabatan Kim Youngmin sebagai CEO SM Entertainment telah digantikan oleh orang pilihan Lee Sooman, yang tidak lain Kim Jong Woon a.k.a Yesung Super Junior. '

.

"Lama tak bertemu dengannya, dia semakin hebat saja" gumam hangeng.

"Kau memang dongsaengku, tapi kau berada jauh berada diatasku, Yesung."

"Beruntung kami memilikimu" hangeng tersenyum tulus.

Tapi sesaat wajahnya terlihat sedih, perasaan bersalah masih ada dihatinya. Bersalah karna meninggalkan hyung yang dihormatinya, meninggalkan temannya dan juga keluarganya.

Dia bahkan tak punya niat meninggalkan mereka sama sekali, tapi karna keadaanlah, dia terpaksa mengambil keputusan itu.

"Semoga kalian baik-baik saja disana"

.

.tok

.

"Siapa yang datang malam-malam begini ? Apalagi sekarang sedang hujan" perlahan hangeng menuju ruang depan untuk membuka pintu.

Sebelumnya dia melihat layar disamping pintu, tapi betapa terkejutnya dia melihat seseorang diluar sana basah kuyup. Tapi bukan itu masalahnya, orang yang basah kuyup itu adalah dongsaengnya, Yesung.

Segera mungkin hangeng membuka pintunya, dan terlihatlah senyum manis diwajah dongsaengnya itu.

"Hyung.." ucap yesung. Tubuhnya masih menggigil akibat hujan.

"Yesung.! Ayo masuk" hangeng langsung menggiring yesung masuk kedalam apartementnya. Hangeng langsung mengambil handuk dan selimut untuk menghangatkan yesung.

"Kenapa kau ada disini yesung ?" ucap hangeng masih mengeringkan rambut yesung.

"Aku merindukanmu hyung" hangeng tertegun dan menatap yesung. Tangan yesung yang masih menggigil mengusap pipi hangeng dan tersenyum.

"Aku sangat rindu padamu hangeng hyung," yesung memeluk hangeng perlahan. Hangeng yang mulai sadar tersenyum dan balas memeluk yesung.

"Nado saeng, aku juga sangat merindukanmu"

.

.

.

hangeng pov

Kami tengah duduk bersama sambil minum secangkir coklat panas di ruang tamu.

"Kenapa kau bisa kemari yesung ?"

"Aku diberitau Direktur Chou hyung"

"Direktur memberikannya padamu ? Kapan ?"

"Tadi sore aku bertemu dengannya untuk membicarakan sesuatu, dan dia memberiku alamatmu hyung" ucap yesung.

"Begitu, lalu ada perlu apa kau kemari yesung ? apalagi diluar hujan. Kau bisa kemari besok kan ?" ku lihat yesung terdiam.

"Tidak bisa hyung, besok aku harus kembali ke Korea"

"Lalu apa yang membawamu kemari yesung ?" ucapku mengelus rambut yesung

"Hangeng hyung mungkin sudah tau tentang masalahku kan ?"

"Maksudmu, masalah CEO itu ?" yesung mengangguk "Ne aku sudah tau. Aku senang kau bisa menjadi CEO sekarang. Kau lebih hebat dariku yesung"

"Tidak juga hyung, itu hanya perintah dari Sooman ajhussi dan aku hanya menjalankannya saja."

"Meskipun begitu, aku bangga padamu." ku lihat yesung tersenyum.

"Aku ingin bertanya sesuatu padamu hyung"

"Tanya apa Yesung ?"

"Apa kau juga merindukan kami hyung ?" seketika aku berhenti mengelus rambut yesung, dan menatapnya sambil tersenyum.

"Tentu aku sangat merindukan kalian semua. Kenapa kau bertanya hal itu ?"

"Tidak apa-apa hyung" yesung terdiam.

"Mmmm hyung, boleh aku meminta sesuatu darimu hyung ?" ucap yesung tertunduk

"Tentu, katakan yesung"

"Maukah kau kembali ke Super Junior hyung ?" aku terbelalak mendengarnya. Apa maksud yesung ? "Maukah kau kembali bersama kami hyung ?"

"Yesung .."

"Kami sangat merindukanmu hyung, kami ingin kau kembali bersama kami. Apa hyung tidak kasihan dengan Leeteuk hyung yang selalu menunggu kedatangan hyung di dorm ? Apa hyung tidak merindukan Heechul hyung ?"

Andai saja kau tau yesung, kerinduanku pada kalian semua, membuatku ingin mati. Karna terlalu merindukan kalian, aku sering merasa sesak dihati.

Aku terkejut, ketika melihat setetes air mati mengalir dipipi yesung.

"Yesung .." kuhapus air mata dipipi yesung

"Hiks..hiks.. hyung, ku mohon kembalilah. Aku tadi sudah menemui Direktur Chou. Dan dia hiks dia membolehkan aku membawamu pulang ke Korea hyung. Aku kemari untuk memintamu secara langsung hyung, maukah kau ikut denganku ?" tentu ucapan yesung membuatku terkejut setengah mati. Aku tak tega melihatnya menangis seperti ini dihadapanku.

Tetap ku hapus air mata yang masih mengalir dipipi yesung, lalu ku rengkuh tubuhnya perlahan.

.

-Ku mohon jangan menangis yesung-

.

.

.

author pov

Ini adalah kali pertama Hangeng melihat Yesung menangis dihadapannya. Dongsaengnya ini tak pernah menunjukkan kesedihannya dihadapan member Super Junior lainnya.

Perlahan yesung melepas rengkuhan hangeng.

"Jadi bagaimana hyung, apa kau mau ?" hangeng menatap yesung sendu

"Hyung .."

"Mianhae yesung .." yesung terbelalak

"Hyung .."

"Maaf, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaanmu yesung" ucap hangeng tertunduk.

"Tapi kenapa hyung ? Apa kau tidak mau kembali bersama Super Junior lagi hyung ?"

"Bukan begitu yesung .."

"Tapi kenapa hyung ?

Hangeng terdiam.

"Hyung .."

"Aku merasa tidak pantas lagi kembali ke Super Junior yesung. Aku sudah banyak melakukan kesalahan pada kalian semua. Aku sungguh tidak pantas untuk kembali." hangeng masih terdiam. Yesung menggenggam tangan hangeng erat.

"Hyung, kau masih pantas menjadi bagian dari kami. Dan kau tidak punya salah pada kami. Ku mohon jangan merasa seperti itu hyung, kami masih membutuhkanmu"

"Tidak yesung, aku tak pantas"

"Hyung .."

"Sudahlah yesung, aku tak mungkin kembali ke Super Junior. Tempatku disini, aku akan tetap disini" hangeng melepas genggaman yesung.

Yesung terdiam.

.

-Apa tak ada harapan lagi untuk membawamu kembali Hangeng hyung-

.

Diluar sana hujan masih mengguyur kota. Tetesan air turun begitu deras. Begitupun air mata yang kembali turun dari mata kelam yesung. Perasaan sedih akan harapannya yang telah pupus, impiannya yang tak bisa dicapai, yesung hanya bisa meluapkannya dengan menangis dalam diam.

Tak berbeda jauh dengan yesung, hangeng menahan air matanya sedari tadi. Dia ingin kembali, tapi tak bisa. Dia tak bisa kembali karna hal yang telah dia lakukan tak bisa termaafkan lagi. Meskipun yesung mengatakan dia masih pantas, tapi dia tak merasa begitu.
Yesung menghapus air matanya,

"Aku tidak apa-apa hyung tidak mau kembali, tapi ingatlah hyung kami sangat menyayangimu bagaimanapun dirimu," yesung merapikan bajunya dan perlahan meninggalkan ruangan itu.

"Aku pulang dulu hyung. Besok aku harus kembali ke Korea."

"Diluar masih hujan yesung" ucap hangeng tanpa membalikkan badannya.

Yesung terhenti di depan pintu,

"Tidak apa-apa hyung, menejerku sudah menungguku diluar. Aku pulang dulu .." yesung membuka pintu sedangkan hangeng tetap berdiri diam.

"...Saranghae hyung"

Ucapan terakhir yesung meruntuhkan pertahanan hangeng. Dia mulai menangis dalam diam. Perasaan sesak membuatnya terus mengalirkan air matanya.

.

-Mianhae yesung, jeongmal mianhae-

.

.

.

- Tidakkah ada harapan lagi ? -

.

.

.

t.b.c