FANFICTION

:

Taufiq879 Fanfiction

:

Title : Uzumaki Destiny

:

Bab 10

Raiken Dan Chakra

:

Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto

Genre Utama : Adventure & Friendship

Karakter Utama : [Boruto&Sarada] [Naruto&Hinata] [Sasuke&Sakura]

:

Rate : T+ (16+)

Warning : Kemungkinan menjadi OOC, Typo kemungkinan ada, Canon namun akan ada beberapa perbedaan yang menyimpang dari seri aslinya, dan OC pasti ada.

:

==::[][][][]::==

:

:

:

Hutan lebat sangat identik dengan keadaan gelap dan lembap. Karena lebatnya hutan yang dilalui oleh Naruto dan Sasuke, sinar Matahari sampai tidak dapat tembus.

"Tempat apa sih ini?" kata Naruto sambil memotong-motong akar gantung yang menghalangi langkah kakinya.

"Kita harus berhenti. Bahan bakar lentera ini hampir habis. Kita harus mencari pohon yang aman terlebih dahulu," kata Sasuke.

"Pohon lagi!" Naruto tampak mengeluh. "Apa tidak bisa kali ini kita beristirahat di tanah saja."

"Kalau kau mau mati silakan. Di bawah sini malah lebih rawan. Kalau kau berhati-hati saat tidur, kau tidak akan terjatuh dari pohon," ujar Sasuke.

Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mencari pohon yang dapat di jadikan tempat beristirahat. Tak lama kemudian, mereka menemukan pohon yang sesuai. Di atas pohon tersebut ada batang yang volumenya besar dan tumbuh agak horizontal. Cocok menjadi tempat untuk beristirahat.

Sasuke mengeluarkan bekal. Di temani suara menyeramkan dari hutan hujan ini, mereka menikmati makan siang mereka. Gelap mungkin adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi mereka saat ini. Tak banyak berkas cahaya yang bisa menembus tempat ini. Tempat yang sangat jauh dari peradaban hingga terasa seperti berada di dimensi lain.

"Jika kita cepat, sore ini seharusnya kita sudah keluar dari hutan ini," ucap Sasuke.

"Baguslah. Kalau begitu cepat makan dan lanjutkan perjalanan. Aku sudah merasa tak nyaman berada di tempat ini lebih lama," kata Naruto.

"Jangan jadi pengecut. Aku pernah berada di hutan ini 5 hari seorang diri. Selama itu, aku tidak pernah merasakan hal-hal berbau mistis.

Terdengar suara desisan yang terdengar mengerikan. Bunyi itu bahkan membuat bulu kuduk Naruto berdiri. Namun, Sasuke terlihat menikmati makanannya dengan santai. "Apa yang kau takutkan. Itu hanyalah suara angin."

"Selera makanku sekarang sudah hilang. Cepatlah habiskan makananmu dan pergi dari sini," kata Naruto.

[]=[]=[]

2 hari sudah berlalu. Kunjungan Kenegaraan sudah berakhir dengan penandatanganan tugu persaudaraan antara Negeri Andasi dan Negeri Youma. Semua kegiatan pun berjalan lancar dan tidak ada tanda-tanda kemunculan anggota Hazard. Untuk sekarang Konohamaru dan Ichida bisa bernafas lega. Namun itu tidak akan bertahan lama sebab mereka akan kembali melakukan perjalanan pulang. Bisa di pastikan bahwa Hazard sudah menyiapkan rencana yang lebih matang.

Sehari sebelum perjalanan pulang di mulai, Ichida berdiskusi dengan kepala pengawal dari Negeri Youma. Diskusi ini membahas mengenai kepulangan Yagato. Seperti yang di ketahui, saat ini ia hanya dikawal oleh 1 orang pengawal, dan 4 orang ninja. Para pengawal yang masih hidup diperintahkan pulang demi keselamatan mereka.

Diskusi itu berlangsung semalaman dan memakan lebih dari 4 jam. Hasil dari diskusi itu ialah Youma akan turut menjaga perjalanan pulang Yagato hingga ke rumahnya. Namun yang ditakutkan, perjalanan ini tidak akan begitu berbeda jauh dengan perjalanan sebelumnya. Ketika terjadi pertarungan, para pasukan pengawal negeri Youma akan tumbang satu persatu.

Namun semangat para pengawal dari Negeri Youma sangatlah besar. Dengan sepenuh raga mereka berjanji untuk melaksanakan misi pengawalan ini meski nyawa mereka menjadi taruhan. Rapat pun berakhir dan semua peserta rapat pun beristirahat untuk perjalanan panjang besok.

[]=[]=[]

Angin malam menerpa jendela kamar dan membuatnya terbuka. Angin dingin malam hari yang masuk melewati jendela itu menusuk kulit Boruto. Ia menggigil kedinginan dan langsung terbangun. Boruto berjalan mendekati jendela itu dengan niat untuk menutupnya rapat-rapat. Dari jendela ini, ia bisa melihat sebuah bangunan yang salah satu ruangannya merupakan kamar Yagato. Namun, gerakan tangan yang hendak menutup jendela pun terhenti kala ia melihat seseorang yang sedang duduk di atap bangunan.

Rasa penasaran memaksanya untuk keluar dan mengendap-endap menghampiri orang itu. Bergerak di antara tanaman dan di samping dinding bangunan menjadi pilihan bagi Boruto agar dirinya tidak ketahuan oleh orang yang berada di atas sana.

Diam-diam ia memanjat dinding bangunan dan melompat ke atap. Memang benar orang di atap itu adalah Yagato. Ia tidak bergeming sewaktu menyadari kehadiran Boruto di belakangnya dan tetap melamun sambil menatapi bintang-bintang di langit malam.

"Hei, bukankah kau harusnya beristirahat untuk perjalanan besok, kak Yagato?" tanya Boruto.

Yagato membalikkan wajahnya, "aku masih belum mengantuk."

Boruto duduk di samping Yagato. "Langitnya cerah ya?"

"Angin malam ini terasa cukup kuat. Bisa di pastikan sedikit lagi langit akan mendung dan hujan akan turun," kata Yagato.

Boruto tampak bingung. "Tapi langitnya cerah malam ini. Mana mungkin akan turun hujan."

"Cuaca sangat sulit diprediksi. Jika kau pintar, kau pasti bisa menyadari tanda-tanda akan turun hujan."

"Begitu ya. Kupikir itu salah satu kemampuan yang kau rahasiakan."

Mereka berdua kembali menatap langit meski angin malam menusuk kulit mereka. "Apa kau sering melihat bintang-bintang seperti ini, Boruto?" tanya Yagato seraya melihat Boruto.

"Hmm? Pernah sih. Biasanya bersama adikku, Himawari."

"Begitu ya." Yagato kembali memandangi langit. "Sewaktu aku kecil, ibuku sering mengajakku ke puncak gunung untuk melihat bintang di malam hari. Kadang ayahku turut ikut. Rasanya nyaman bisa berkumpul seperti itu. Tapi setelah kematian Ibuku, semua berubah. Ayahku menjadi sibuk dengan urusan desa.

"Untuk mengenang ibuku, aku selalu memandangi bintang. Perasaan aneh ini selalu mengalir ketika aku menatap bintang. Perasaan antara nyaman dan sedih yang di gabungkan menjadi satu."

"Ibumu pasti seorang perempuan yang hebat dan sangat berarti bagimu."

"Ya. Ibuku seorang mantan Shinobi. Aku tidak begitu mengetahui latar belakang ibuku. Tapi yang kutahu, aku mewarisi kemampuan sensor yang dimilikinya. Ia memang perempuan yang hebat. Ketika krisis besar terjadi, ia selalu berada di samping ayahku untuk membantu. Meskipun pada akhirnya ia tewas demi melindungi ayahku."

Suasana menjadi hening. Suara angin yang berhembus pun terdengar makin kuat. Angin itu membawa dedaunan terbang. Langit menjadi semakin gelap dan bintang mulai tertutupi oleh awan.

Yagato pun berdiri. "Hujan akan segera turun. Sebaiknya kembali ke kamarmu, Boruto."

"Tapi sebelumnya, aku penasaran. Bagaimana caramu bisa ke atas sini. apa kau bisa melompat seperti seorang ninja?"

"Tidak. Aku menaiki tangga yang ada di belakang bangunan ini." Yagato meninggalkan Boruto dan turun melalui tangga.

Udara pun menjadi semakin dingin sehingga membuat Boruto menjadi tidak betah untuk berlama-lama lagi berada di luar.

[]=[]=[]

Sinar mentari telah muncul dan menerangi jalan yang akan menjadi rute perjalanan pulang. Perjalanan pulang pun di mulai. Kereta kuda yang berisi berbagai hadiah dari penguasa negeri Youma juga menjadi transportasi bagi Yagato.

Konohamaru diam-diam mengerahkan Bunshin-bunshinnya menyusuri area hutan di sekitar rute perjalanan. Tak ada tanda-tanda kehadiran musuh. Perjalanan terasa lancar dan tak ada kendala. Bahkan, ketika malam hari tidak ada tanda kehadiran musuh yang mengintai. Bagi Ichida dan Konohamaru, hal ini terasa sangat mencurigakan. Tidak mungkin jika kelompok Hazard takut pada kekuatan pengawal dari Youma sehingga tidak menyerang. Bahkan sempat terbesit di pikiran Ichida bahwa ada hubungan antara Youma dan kelompok Hazard sehingga mereka tidak menyerang.

Yagato bersama rombongan tiba dengan selamat di keesokan harinya. Para rakyat Desa Philio menyambut kedatangan orang yang bisa di sebut sebagai pangeran Negeri Andasi. Sang ayah merasa sangat senang karena anaknya mampu menyelesaikan tugas yang ia berikan dengan baik. Dan terlebih lagi ia bisa selamat hingga tiba di desanya.

Misi tim Konohamaru telah sukses. Yulino merasa sangat berterima kasih. Meskipun saat ini mereka sedang berkabung atas kematian beberapa anggota dari regu pengawal desa Philio. Namun kerjasama antara Andasi dan Youma ini di harapkan dapat membawa perdamaian dan keuntungan bagi kedua negara kecil ini.

[]=[]=[]

Di sebuah tempat yang sangat jauh dari peradaban. Sasuke sedang mengintai sebuah kuil tua yang berada di padang rumput. Dengan bantuan sebuah alat pengintaian yang berhasil dikembangkan oleh Konoha, Sasuke meneropong seseorang yang terlihat sedang berjalan di area luar kuil. Seseorang itu ialah Ibiko (Makhluk hitam yang diciptakan oleh Raiken). Raiken telah menyuruh Sasuke dan Naruto untuk menemui Ibiko yang berada di kuil ini. Namun antara Naruto dan Sasuke, tidak ada yang mengetahui apakah ada niatan tersembunyi Raiken dengan menyuruh mereka datang ke sini.

Naruto merayap mendekati Sasuke. "Hai, bagaimana status musuh?" tanya Naruto.

"Untuk saat ini ia masih belum menyadari kehadiran kita."

"Kalau begitu ayo kita tangkap dia dan paksa dia menjelaskan mengenai Raiken!"

"Diam! Kita tidak boleh bertindak sebelum mengetahui sekuat apa Ibiko spesial ini. Lihatkan, ciri fisiknya sedikit berbeda dengan Ibiko yang kita lawan di lubang raksasa itu."

Naruto mengambil paksa teropong dari tangan Sasuke. "Sebuah tanduk kecil berwarna merah."

"Perhatikan matanya!"

Seketika, Naruto heran dan terdiam tak percaya dengan apa yang ia saksikan. Sepasang mata Byakugan dimiliki oleh Makhluk itu. "B-Bagaimana mungkin makhluk itu memiliki Byakugan?"

"Karena itu, aku tidak ingin tergesa-gesa melawan makhluk itu. Kembalikan teropongku!" Sasuke mengambil paksa teropong itu dari tangan Naruto.

Sasuke kembali mengamati pergerakan Ibiko itu. Namun tiba-tiba saja, Ibiko itu melihat ke arah mereka. Sasuke menjadi cukup panik dan segera melepas teropongnya. "Kita ketahuan. Tetap siaga!"

Dengan mata telanjang, Naruto memperhatikan Ibiko itu. Tiba-tiba saja makhluk itu menghilang. "Dia menghilang."

"Naruto! Belakangmu!" Sasuke memperingatkan Naruto terhadap Ibiko yang tiba-tiba muncul di belakangnya.

Ibiko itu mampu memanjangkan tangannya dan berkat itu, ia mampu mencekik leher Naruto dan Sasuke dengan mudah. "Uzumaki Naruto... Uchiha Sasuke," sebut Ibiko itu. "Aku sudah menunggu kedatangan kalian."

Tiba-tiba saja lingkungan di sekitar mereka berubah menjadi hitam. Secara kilat, mereka kini sudah berada di dalam kuil. Gelap, lembap, dan penuh akar tumbuhan cukup mengidentifikasi bahwa kuil itu benar-benar telah di bangun cukup lama.

Ibiko itu melepaskan tangannya. Meskipun leher mereka sakit, tapi Sasuke mampu dengan cepat mengambil pedangnya dan berusaha menyerang Ibiko itu. "Ini kesempatan terakhir kita Naruto!"

Sekuat tenaga Sasuke berusaha menyerang Ibiko itu. Namun, Ibiko ini sangat hebat. Ia memiliki lengan yang kuat sehingga lengannya itu ia gunakan sebagai tameng terhadap serangan pedang Sasuke. Meskipun dengan pedang yang sudah terlapisi oleh petir, pedang itu tak dapat memotong tangan ataupun tubuh Ibiko itu.

Naruto memakai lengan Kyuubi untuk menangkap Ibiko itu. Cukup mudah untuk menangkapnya. Namun untuk mencengkeramnya menjadi lebih sulit karena Ibiko itu menyerap lengan Chakra Kyuubi.

"Dia mampu menyerap Chakra dengan tubuhnya."

"Dia benar-benar berbeda dengan Ibiko yang kita lawan sebelumnya. Tubuhnya sangat kuat," kata Sasuke.

"Tak ada gunanya kalian melawanku. Kalian hanya akan kehabisan Chakra. Aku adalah Ibiko yang mendapatkan 5 persen kekuatan dari tuan Raiken."

"5 persen?! Sebenarnya seberapa kuat tuanmu itu?" tanya Naruto.

"Dia dijuluki Maharaja penguasa Negeri Kathasropal. Ia sangat kuat bahkan tak ada orang di dunia ini yang sebanding dengannya."

"Mengapa kau bisa ada di tempat ini. Setahun yang lalu saat aku mengunjungi kuil ini, tak ada tanda-tanda makhluk hidup."

"Sebelum bayangan tuan Raiken di bumi menghilang, ia sudah menciptakanku. Aku diciptakan untuk menyambut kalian dan menjawab semua pertanyaan yang terngiang di kepala kalian," kata Ibiko itu.

Dengan bersiaga, Naruto mendekati Ibiko itu. "Sebenarnya, siapa itu Raiken. Dan apa hubungannya dengan para bijju. Apa yang terjadi pada para Bijju itu."

"Jika kalian ingin tahu. Dengarkan perkataanku baik-baik. Ini adalah sejarah besar yang mengawali sejarah makhluk yang memiliki Chakra."

Sejarah Chakra Versi Fanfic Uzumaki Destiny.

Negeri Kathastropal merupakan negeri sihir. Segala macam jenis kekuatan sihir yang ada di semesta berasal dari Kathastropal. Sejak awal kemunculan negeri itu, hanya ada satu orang yang memimpin. Orang itu adalah Raiken. Dia abadi dan memiliki pengetahuan yang luas mengenai sihir. Tak ada seseorang yang sekuat dirinya.

Raiken tinggal di sebuah istana megah. Ajudannya berasal dari klan teratas negeri Kathastropal yaitu Otsutsuki. Semua anggota dari klan ini terkenal kuat. Sihirnya adalah yang terbaik. Mereka tidak memerlukan mantra atau segel untuk memakai sihir mereka.

Orang terkuat dari klan Otsutsuki sekaligus ketua klan bernama Hikigaya Otsutsuki. Ia juga mengemban tugas sebagai tangan kanan tertinggi Raiken. Hikigaya dikenal sebagai orang terkuat kedua setelah Raiken. Namun perbandingan kekuatan Sihir Hikigaya dengan Raiken sangatlah berbeda jauh. Seperti 40:100.

Raiken di kenal dengan gaya kepemimpinannya yang keras. Ia memaksa semua orang untuk patuh terhadap semua perintahnya. Ia bahkan tidak segan untuk memisahkan nyawa dan raga seseorang jika ada yang menentangnya. Namun di balik semua itu, Raiken menginginkan adanya perdamaian di negerinya. Ia melindungi semua rakyat yang tidak bersalah. Itu terbukti ketika sebuah bencana menimpa negeri Kathastropal. Kala itu, gunung Olympus yang menyimpan 90 persen magma mengeluarkan asap dan hendak meletus.

Kejadian ini sudah diramal oleh para penyihir kuno yang ada sebelum kemunculan negeri Kathastropal. Mereka berkata bahwa "Sebuah gunung akan menghancurkan sebuah negeri sihir. Tak akan ada satupun orang dengan kemampuan sihir akan selamat setelah gunung itu meletus" Yang dilakukan Raiken untuk menghentikan letusan gunung api itu adalah dengan menyegel 50% dari energi sihirnya pada gunung itu.

Energi sihir itu berubah menjadi semacam energi yang lebih lemah dari sihir berkat panas magma. Energi itu adalah yang kalian sebut sebagai Chakra. Chakra ini mendinginkan magma secara bertahap hingga akhirnya magma yang dekat dengan permukaan berubah menjadi batu.

Ketika keadaan telah aman, Raiken menyadari bahwa energi itu tidak bisa di ubah kembali menjadi energi sihir. Sementara dirinya tidak bisa menyerap kembali energi itu karena tidak stabil bila disatukan dengan energi sihir yang ia miliki. Sementara, energi Chakra itu tidak bisa di biarkan berlama-lama di dalam gunung itu sebab di takutkan akan mendinginkan semua lahar yang ada di negeri Kathastropal. Karena itu, Raiken mengambil jalan alternatif dengan menyegel Chakra itu pada sebuah pohon raksasa yang tumbuh di atas puncak gunung.

Akibat panas dan asap gunung sewaktu akan meletus, pohon itu nyaris mati. Namun setelah Raiken menyegel Chakra ke dalam pohon itu, daun-daunnya mulai tumbuh subur. Pohon itu pun di kenal dengan nama Shinju atau pohon suci. Pengorbanan Raiken sangatlah besar sebab ia rela kehilangan 50% kekuatannya demi melindungi negeri dan seluruh rakyatnya. Namun karena pengorbanan itu, rakyatnya menjadi semakin mencintai rajanya meskipun gaya kepemimpinannya yang keras.

Suatu ketika Raiken mendengar kabar dari seorang penyihir kuno dari dalam mimpinya. "Shinju akan berbuah setelah seratus tahun semenjak energi sihir di segel ke dalamnya. Buahnya menyimpan 90% dari energi yang disegel dalam Shinju. Shinju telah membuat energi Chakra dapat beradaptasi dengan kekuatan Sihir. Karena itu, semua orang bisa mendapatkan kekuatan dari energi itu apabila memakan buah tersebut." Raiken pun percaya dia bisa mendapatkan kembali kekuatan penuhnya jika memakan buah itu.

Mimpi itu diceritakan Raiken pada semua tangan kanannya dan memerintahkan Otsutsuki untuk menjaga pohon itu. Tanpa sepengetahuan Raiken, Hikigaya bersama semua anggota klannya berdiskusi untuk mengakhiri kekuasaan Raiken. Hikigaya berencana untuk memakan buah itu dan mengalahkan Raiken agar dirinya bisa menjadi raja Kathastropal. Anggota klan Otsutsuki yang menolak rencana Hikigaya di bunuh tepat di malam perundingan itu.

Akhirnya tepat di hari H. Semua rakyat berkumpul di lembah gunung untuk menyaksikan kebangkitan kekuatan raja mereka. Saat itu Hikigaya bersama semua anggota Otsutsuki belum menunjukkan keinginan untuk memberontak. Hikigaya menyadari bahwa hanya Raiken yang cukup kuat untuk memetik buah itu. Begitu Raiken berhasil memetik buah tersebut, terjadi ledakan besar di kota. Ledakan tersebut memancing perhatian semua orang termasuk Raiken. Tepat pada saat itu, Hikigaya mengambil buah Shinju dari tangan Raiken dan memakannya. Tidak hanya buah, ia juga menyerap Shinju agar ia memiliki semua Chakra. Tubuh Hikigaya pun mulai berubah dan Raiken bisa merasakan bahwa kekuatan Hikigaya menjadi lebih kuat dan bahkan nyaris melampauinya.

Pemberontakan pun di mulai. Itu adalah tragedi besar di negeri Kathastropal. Ke-9 klan kuat bekerjasama melawan klan Otsutsuki namun mereka tetaplah unggul dan bukan tandingan ke-9 klan kuat di negeri Kathastropal. Dari puncak gunung, Raiken bertarung melawan Hikigaya. Pertarungan itu dikenal sebagai pertarungan terbesar dalam sejarah Kathastropal di mana gunung Olympus yang berukuran raksasa dan ΒΌ wilayah negeri Kathastropal hancur selama pertarungan antara Raiken dan Hikigaya.

Namun Chakra lebih lemah dari Sihir. Seperdelapan kekuatan Hikigaya adalah Chakra. Sisanya adalah Sihir. Tentu saja kekuatan Hikigaya masih berada di bawah kekuatan Raiken yang berupa sihir murni. Pertarungan di menangkan oleh Raiken setelah 10 jam bertarung. Hikigaya kritis sementara Raiken hanya kelelahan. Tak ingin Raiken mendapatkan kembali kekuatan penuhnya, dengan kekuatan sihirnya Hikigaya mengeluarkan Shinju dari dalam tubuhnya dan mengirimnya ke sebuah negeri yang sangat jauh.

Kehormatan Otsutsuki tercoreng. Semua anggota klan yang berhasil ditangkap dibunuh oleh Raiken sendiri. Sementara mereka yang beruntung langsung pergi dari negeri itu. Cepat atau lambat, Otsutsuki akan musnah oleh kakuatan Raiken. Untuk itu, dipersembunyian mereka, Otsutsuki membentuk dewan yang terdiri dari anggota-anggota terkuat yang dimiliki klan untuk berdiskusi.

Dewan Otsutsuki pun membentuk kelompok pencarian Shinju. Selama bertahun-tahun kelompok itu menyusuri setiap dunia yang ada untuk mencari keberadaan Shinju yang dikirim oleh Hikigaya ke sebuah negeri yang menurutnya aman.

Salah satu dari kelompok itu adalah Momoshiki Otsutsuki yang dibantu oleh tangan kanannya, Kaguya Otsutsuki. Momoshiki memerintah Kaguya untuk pergi kesebuah negeri yang jauh bernama Bumi. Ada tanda-tanda keberadaan Shinju di sana sehingga Kaguya diminta untuk memastikan dan menjaga keberadaan Shinju hingga dewan klan Otsutsuki tiba di sana.

Di bumi, ternyata Shinju beradaptasi dengan baik. Shinju menyerap energi alam di bumi dan memakai energi alam itu untuk menyintesis Chakra sehingga Shinju mampu menghasilkan buah dengan jumlah Chakra yang lebih besar dari aslinya. Mendengar hal itu, para dewan Otsutsuki menjadi tidak sabar untuk mendapatkan kekuatan itu agar bisa bertahan dari pemusnahan masal yang akan dilakukan oleh Raiken.

Namun tidak ada yang menyangka bahwa Kaguya yang dikenal polos dan selalu taat pada perintah itu malah berkhianat pada klan dengan memakan buah Shinju itu hanya untuk melindungi anak yang sedang dikandungnya. Bertepatan dengan itu, Raiken berhasil menemukan markas persembunyian Otsutsuki dan membunuh semua dewan dan anggota yang berada di sana. Yang tersisa hanyalah Momoshiki dan Kaguya.

Demi melindungi Shinju, Kaguya membentuk ribuan pasukan Zetsu. Yang perlu ia lakukan saat ini adalah bertahan dari serangan Momoshiki saat ia tiba di bumi dan juga Raiken yang sewaktu-waktu bisa datang dan mengambil kembali kekuatannya.

Namun perjuangannya sia-sia sebab kedua anaknya berhasil mengalahkan dan menyegelnya. Shinju pun telah berubah menjadi sosok monster yang dikenal dengan nama Juubi demi melindungi Kaguya saat bertarung melawan anak-anaknya. Namun sebelum Kaguya disegel, ia telah mengembalikan sekitar 60% Chakra kembali pada Shinju untuk mengubah Shinju menjadi Juubi.

Pada akhirnya Juubi dipecah menjadi 9 bagian oleh salah satu anak Kaguya. Tak hanya itu, Chakra yang diberikan Kaguya pada anaknya pun disebar pada manusia-manusia bumi yang lain oleh anaknya itu.

Selesai

"Itulah sejarah Chakra yang kuketahui. Saat ini kedelapan Bijju sudah berada di tangan tuan Raiken. Hanya tinggal menunggu waktu hingga tuan Raiken tiba dan mengambil bijju dari dalam tubuhmu, Jinchuriki. Hahahaha!"

"Jika tujuan Raiken adalah untuk mengumpulkan kembali kekuatannya, itu berarti ia mengambil Chakra setiap Shinobi?" Sasuke menjadi geram.

"Aku benar-benar tidak mengerti. Kukira selama ini Kaguya adalah nenek moyang Chakra. Tapi ternyata Raiken ini adalah pemilik Chakra yang sebenarnya. Lalu sekarang ia mau mengambil kembali Chakra yang sudah tersebar ke semua Shinobi. Tentu aku tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi. Aku tidak akan membiarkan ribuan Shinobi tewas karena keserakahan Raiken yang menginginkan kekuatannya kembali!" Seru Naruto.

"Tuan Raiken tidak takut pada kekuatan Chakra kalian. Ia memiliki kekuatan Sihir yang sangat kuat. Tuan Raiken tidak akan pernah lagi melawan orang yang lebih kuat dari Hikigaya. Bahkan kekuatan Jinchuriki Juubi saja tidak mewakili setengah dari kekuatan Hikigaya. Tidak ada harapan bagi kalian untuk menang."

Sasuke mengambil posisi siap menyerang. "Kau akan aku bunuh sebagai awal dari kemenangan kami. Kami tidak akan kalah. Kami akan bertarung sekuat tenaga untuk melindungi ras Shinobi." Dengan Rinnegan yang sudah berfungsi, Sasuke menyerang Ibiko itu.

Ibiko itu menendang Sasuke hingga tersungkur ke samping Naruto. "Sayang sekali. Padahal aku ingin tahu sehebat apa kemampuan orang yang berani menantang tuan Raiken. Tapi waktuku sudah tidak banyak lagi. Energi kehidupanku sudah mau habis. Akan kuledakan diriku bersama kuil yang menyimpan pengetahuan mengenai sihir dan Chakra dengan sisa energi yang kumiliki." Ibiko itu membentuk semacam segel yang sama sekali tidak pernah di lihat oleh Sasuke dan Naruto. "Aku tidak sudi kalau manusia seperti kalian mengetahui lebih banyak mengenai kekuatan Sihir!"

Tubuh Ibiko itu pun mulai mengeluarkan cahaya putih yang terasa panas dikulit. "Sasuke. Ini gawat!" Naruto membentuk segel Kuchiyose.

Ledakan luar biasa bagai ledakan nuklir telah terjadi. Area ledakan yang sangat luas dan menghamburkan tanah dan pohon di sekitarnya. Kuil Kaguya telah lenyap tanpa sisa. Ledakan ini adalah ledakan terbesar yang pernah terjadi didunia Shinobi. Bahkan ledakan dari jurus terkuat Sasuke dan Naruto tidak sebanding dengan ledakan yang baru saja terjadi.

[]=[]=[]

Di dalam perut seekor katak, Naruto dan Sasuke sedang pingsan. Tubuh mereka saat ini tidak bisa dibilang baik-baik saja. Hitam dan melepuh di beberapa titik adalah akibat dari cahaya putih yang mengenai tubuh mereka. Beruntung mereka masih bisa selamat dari ledakan itu meskipun tubuh mereka saat ini sudah seperti ini.

Perlahan Sasuke membuka matanya. Rasa sakit yang tiba-tiba ia rasakan membuat matanya menyipit. "Di mana ini?" tanyanya.

Seseorang di sampingnya pun sadar. "Ini jurus milik petapa genit. Kita sedang berada di tubuh seekor katak. Mungkin saat ini kita sedang berada di air."

"Keluarkan aku dari tempat ini. Aku sudah tidak tahan lagi. Di sini sangat bau," kata Sasuke.

Sebuah tangan terlihat keluar dari mulut seekor katak. Disusul kepala si pemilik tangan. Naruto kala itu keluar pertama. Mereka memang berada di air. Air danau membantu mereka menyejukan kulit. Namun tidak menyembuhkan kulit mereka yang melepuh dan menghitam.

Sasuke pun menyusul. Cukup aneh memang. Manusia sebesar mereka bisa keluar dari mulut seekor katak yang ukurannya tidaklah lebih besar dari sepatu mereka. Namun perlu diingat katak itu bukanlah katak biasa. Namun katak dari gunung Myoboku.

Ketika mereka sudah berada di darat. "Kita tidak bisa pulang dalam keadaan seperti ini. Pakaian kita saja hampir hangus terbakar."

"Benar. Hinata bisa-bisa tidak mengenaliku. Aku sudah mirip seperi paman Bee."

"Sepertinya aku kenal tempat ini. Tapi bagaimana bisa kita bisa langsung berada di sini?" tanya Sasuke.

"Kuchiyose no Jutsu. Aku rasa katak itu masuk ke air dan berpindah ke sini."

"Sudah tidak penting lagi." Sasuke melihat ke arah selatan. "Di sana ada markas lama Orochimaru. Mungkin ada obat-obatan yang bisa kita pakai untuk mengobati luka bakar kita."

"Kalau begitu ayo ke sana!"

[]=[Bersambung]=[]

[]

[]

[]

Hai yang di sana. Maaf ya karena saya begitu lama untuk mempublikasikan chapter ke 10 ini.

Saya harap chapter ini telah mampu menggambarkan seperti apa musuh terbaru Naruto dan Sasuke versi saya. Oh dan mengenai sejarah Chakra di atas hanyalah fiksi karya saya belaka. Bukan penjelasan resmi dari sang mangakanya. Tapi author berusaha untuk menggabungkan antara penjelasan serial aslinya sama punya saya. Saya harap masuk akal ya.

Maaf kalo ceritanya ngak menarik. Soalnya di chapter 10 ini author mau menjelaskan asal muasal Chakra lebih detail lagi menurut saya. Terutama penjelasan mengenai si Raiken.

Oke, begitu saja. Sampai jumpa di Chapter berikutnya.

Hmmm... Kira-kira kekuatan seperti apa yang bisa mengalahkan kekuatan yang bahkan lebih kuat dari Chakra? Kalau mau tahu jawabannya, silakan tunggu beberapa chapter kedepan.