~Belong~
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI
"Sakura's Vengeance Part 2"
Page 10
.
.
.
Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^
.
.
.
Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno
Genre : Drama
Rated : Semi "M"
.
.
.
Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU
Warning! Don't Like? Don't Read!
Flame? Up to you reader-san
.
.
.
Ittadakimashu Reader-san, Douzo ne
.
.
.
SASORI Point Of View
Aku terkikik ketika melihat gadis yang pernah aku tabrak itu kini tengah terbengong dengan ucapanku. Sebenarnya aku tidak serius mengatakan hal itu, aku hanya sekedar usil karena aku malas jika ia harus menceramahiku. Jadi aku katakan hal itu untuk membungkam mulut cerewetnya, dan yah usahaku memang berhasil tadi.
Tapi tunggu, aku takut dengan karma! Aku sangat takut dengan sesuatu yang akan menimpaku balik! Aku takut jika aku benar-benar jatuh cinta padanya! Pada kakak kelas genitku seorang murid baru pindahan dari kota Suna, setidaknya banyak gadis sepantaranku yang membicarakannya karena ia dekat dengan Sasuke Uchiha. Pangeran sekolah yang akan aku teruskan jabatannya, well faktor tadi aku akui bukan karena kesengajaan saja tapi karena aku juga tiba-tiba refleks mengatakan hal itu. Ya Tuhan, belum pernah ada gadis yang aku ucapkan kata-kata itu sebelumnya walaupun aku sebatas menjahili atau terkena insiden seperti tadi.
Baik, aku tiba-tiba merasakan hal konyol lagi. Sejak aku menabrak tubuhnya secara tidak sengaja, aku menjadi ketagihan untuk menjahilinya dengan secara sengaja menabrak tubuhnya. Aku tau tadi ia sedang marah karena terlihat dari raut wajahnya.
"Sasori!" oh baiklah, sekarang aku harus mengenyahkan pikiran konyol ini! Teman-temanku sudah berkumpul kembali dan aku harus menjaga sikap agar kekonyolan ini bisa aku toleransi dengan baik.
End SASORI Point Of View
.
.
.
~!~
.
.
.
Baik, Sakura sudah dijauhi Sasuke semenjak 1 Minggu belakangan ini. Awalnya Sakura mencoba bertahan dengan sikap Sasuke yang terus menjauh. Tapi sungguh semakin hari rasa sebal semakin hinggap didalam diri Sakura, walau ada perasaan senang bersamaan karena Sasuke tampak menjauh juga dari Tayuya tapi tetap saja pemuda Uchiha itu menjauhi Sakura.
Menghela nafas bosan, Ino sudah sering melihat Sakura yang belakangan ini terlihat uring-uringan. Sesekali sahabat merah mudanya itu tampak menatap gusar kearah belakang kursinya dan sesekali juga sahabat merah mudanya itu tampak menatap sebal kearah seseorang dibelakangnya.
Sungguh aneh tapi menggelikan dengan seluruh sikap Sakura, Ino kadang hanya terkikik tidak bersuara ketika Sakura menatap Sasuke intens disaat pemuda itu keluar untuk istirahat bersama Ketua OSIS tanpa memedulikan atau sekedar melirik sahabat pink nya itu.
"Ino! Aku harus bagaimana? Kau tau aku semakin merana saat dia seperti itu! Sepertinya dia memang benar-benar membenciku!" gumam Sakura menatap Ino disertai dengusaan beberapa kali.
"Kalau begitu dekati dia saja lagi!" jawab Ino enteng, Ino masih setia mengoleskan beberapa make up ke wajahnya, walau menjawab tapi tidak sedikitpun Ino tolehkan kepalanya kearah Sakura.
"Kau yakin aku harus lakukan itu? Kau tau ini menjadi yang pertama untuku! Dasar bodoh, awas kau jika sebatas menjahiliku!" decak Sakura mengerucutkan bibirnya.
Ino menggelengkan kepalanya yakin, "Sebentar lagi Sasuke datang, halangi jalannya dan ungkapkan apa yang ingin kau ungkapkan atau lakukan apa yang ingin kau lakukan!" jelas Ino berapi-api. Acara meriasnya sudah selesai, Ino sekarang tengah menatap Sakura meyakinkan agar sahabatnya itu bisa percaya diri dengan saran yang ia berikan.
Sakura mengangguk paham. Dan benar dugaan Ino, Sasuke datang tidak lama setelah gadis pirang itu menjelaskan. Sakura segera menyiapkan dirinya atas saran Ino 'Ungkapkan apa yang ingin aku ungkapkan! Dan lakukan apa ingin aku lakukan!' ujar Sakura dalam hati.
.
"Awaskan kakimu!" perintah Sasuke menatap Sakura tajam yang kini sedang balik menatapnya dengan tatapan menantang andalannya. Sasuke mendengus, seisi kelas 11 Ipa-1 memusatkan perhatian mereka kearah Sasuke yang kini terlihat sedang mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya ketika menghadapi Sakura.
Namun tampaknya Sakura santai-santai saja walau ia yakin keadaan sedang berbahaya bagi dirinya sendiri. Ia sudah menyiapkan mentalnya dengan hal yang sudah ia perkirakan. Sasuke adalah seseorang yang egois, begitu juga dengan Sakura. Mereka berdua bagaikan api yang dipasangkan dengan minyak. Dimana Sasuke marah, akan di pancing oleh Sakura.
Tanpa banyak bicara Sasuke melemparkan tas punggung mahalnya dan berjalan meninggalkan kelas 11 Ipa-1.
"Hey kau Ketua OSIS! Namamu Na-Nauto, lebih baik Sasuke turunkan saja dari jabatannya! Ia tidak pantas disebut seksi keamanan!" jelas Sakura.
"Naruto!" ralat Naruto sejenak, pemuda kuning itu sering tidak terima ketika ada seseorang yang mengucapkan namanya salah atau keliru.
"Apapun itu namamu, tapi yang jelas aku akan protes jika ia menjadi seksi keamanan!" jelas Sakura santai, Sakura tau jika amarah Sasuke sudah sampai diubun-ubun.
Sasuke lantas berbalik dan kembali maju kearah Sakura yang kini sedang duduk dengan sikap manis diatas meja Sasuke dengan tatapan satar untuk membalas pandangan Sasuke Uchiha.
"Urusi hidupmu sendiri!" desisi Sasuke tepat ditelinga Sakura. Sasuke yang sadar kini sedang menjadi tatapan dengan bisikan hangat oleh para siswi kelasnya segera melepaskan jarak dengan Sakura kemudian pergi dari kelas di ikuti dengan Sakura dibelakangnya.
Tayuya menatap Sasuke dan Sakura itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Disatu sisi, Sakura adalah musuh yang tidak bisa ia anggap remeh bahkan sekarangpun juga begitu. Tapi disatu sisi lain kesempatan Tayuya untuk dekat dengan Sasuke memerlukan jangka waktu lagi ketika pemuda itu sedang marah dengan kekonyolannya beberapa waktu silam.
.
"Sasuke-kun! Kau benar-benar marah dengan ucapanku?" tanya Sakura kemudian berlari memeluk tubuh Sasuke agar menghentikan gerakan jalan pemuda tersebut. Dengan waktu satu Minggu kaki kanan Sakura yang terkilir dan membiru sudah pulih total dengan sendirinya, sehingga untuk saat ini memudahkan ia untuk berjalan bahkan berlari.
Sasuke menghentakan kasar kedua lengan Sakura. Menatap nyalang pada gadis berambut merah muda yang sekarang sengaja ia jebak diatap sekolah, karena terus mengikuti setiap langkah kakinya.
"Kau benar-benar tidak punya hati!" jelas Sasuke, sungguh kesabarannya habis jika terus seperti ini! Sasuke benar-benar sebal dengan gadis bernama Sakura Haruno ini, jika saja tidak ada insiden Sakura menyebarkan foto berciumannya bersama Tayuya mungkin saja saat ini Sasuke yang merasa bingung dan bersalah tidak berujung.
"Aku hanya sedikit balas dendam pada Tayuya! Kau tau bahkan ia sudah berjanji untuk tidak dekat denganmu! Aku sudah memperingatinya untuk jauh darimu, tapi kemarin ia menciumu! Jadi aku mencoba menyadarkannya!" jelas Sakura membela diri.
Sasuke berdecak, "Kau melibatkan aku dengan masalahmu! Lagi pula apa urusanmu sampai kau menyuruh Tayuya menjauhiku Hn?" tanya Sasuke tajam.
"Karena aku mencintaimu! Setidaknya itulah perasaan yang aku tebak disaat aku pertama pindah kesini! Tapi baiklah sepertinya kau memang membenci cara balas dendamku yang sudah-sudah. Jadi maafkan aku dan kita kembali berteman? Okay?" tanya Sakura mengulurkan lengannya pada Sasuke.
Sasuke berdecak kemudian mendekat kearah Sakura. "Aku tidak mau berteman denganmu! Kau bukan manusia, tapi kau jelmaan dari kesialan!" desis Sasuke.
Sakura menatap Sasuke dengan mata yang membulat sempurna, masa lalunya berputar secara cepat dan terungkit kembali sakit bathin yang sudah ia kubur dalam-dalam.
PLAK
"Sialan! Aku sudah mencoba memberimu kesempatan dengan aku sendiri yang meminta maaf! Kau! Kau –aku benar-benar membencimu!" teriak Sakura pergi begitu saja dari hadapan Sasuke dengan air mata yang deras keluar.
Hatinya sakit, sangat sakit karena denyutan jantungnya sendiri. Rasa-rasanya Sakura kini sedang melayang disebuah dimensi yang hitam dan buntu. Tidak ada jalan keluar, karena itu adalah gambaran dari isi hatinya bertahun-tahun yang sudah lama terlewati.
Sakura diam dan berhenti ditaman belakang sekolah, setidaknya taman ini adalah tempat pelarian yang diketahui Sakura selain atap sekolah.
Sakura menangis sesenggukan dengan memegang dadanya erat-erat. Cukup sudah! Sasuke Uchiha membuatnya terasa terbanting kemasa lampau! Masa dimana ia sendiri sangat membencinya, walau kata singkat yang diucapkan Sasuke itu mungkin tidak serius tapi itu sangat berarti bagi Sakura dan Sakura sangat tidak suka ada seseorang yang memanggilnya hal menyakitkan seperti tadi.
Broken home, masalah keluarga yang dihadapi Sakura sangat sulit. Ketika perjuangannya mendapat ejekan dari teman-temannya dan perjuangannya melawan rasa sakit ketika melihat kedua orang tua yang seharusnya harmonis dihadapan anak mereka, tapi ini kebalikannya.
.
"Kau jelek saat menangis senpai!" seseorang menyeruak ditelinga Sakura, mencoba berhenti menangis tapi ini rasanya sangat sulit sekali dilakukan Sakura. Hatinya terlalu sakit membuat ia hanya ingin menangis saja sebagai jalan keluarnya.
Orang itu membawa Sakura dalam dadanya, dan mengusap rambut Sakura dengan lembut. "Senpai benar-benar terlihat jelek!" ujarnya lagi membuat mata sembab Sakura menengadah menatapnya.
"Kau! Sasori!" desis Sakura dan berusaha melepaskan pelukan dari tubuh adik kelasnya. Namun Sasori tidak semudah itu melepaskan gadis yang ia jahili sebelumnya.
"Aku melihat senpai menangis sendirian, aku kasian jadi aku dekati saja senpai!" jelas Sasori membuat Sakura terhenyak, perasaan sebal ingin memukulinya tiba-tiba terhempas begitu saja.
Sakura menatap Sasori kemudian memeluknya, "Kau adiku yang terbaik yang aku kenal!" isak Sakura mengeratkan pelukannya.
Sasori menyeringai kecil ketika mendapati ada sepasang onyx yang menatapnya sebelum ini kemudian pergi lagi disertai dengan pandangan tajamnya.
"Aku akan menjaga senpai," ujar Sasori lagi.
TBC
1476 word
A/N
Wkwkwk bagi yang mau adegan SasoSaku disini ada dikit, dan kedepannya juga masih ini aku rasa. Tapi tenang saja bagi para SasuSaku lovers aku sesuai pair fiction yang aku buat, itu artinya jika SasuSaku kesana juga akan tetap SasuSaku ;)
Balas Review
~Ayuniejung "Makasih sudah menjadi RnR pertama chap 9^^"~
~Imahkakoeni "Haha emang aku nulis Nagato yah ;3 wkwkwk makasih RnR nya :*"~
~Uchiha Viona "Kamu yang Viona non log-in itu bukan? :3 namanya ko sama :D"~
~Kagome "Hehe makasih emang ini niatnya ko, walau ini juga karena chap 8nya^^"~
~Inoueyuuki89 "Hahaha kapan-kapan wkwkwk ... aku jawab lewat chap^^"~
~Mantika Mochi "Hihi iyaaa kaya aku yah senpai :3 *ingin* :D"~
~Guest "Iyaa aku ga anggap dia flame ko tapi aku anggap itu sekedar opini^^ ILY!"~
~Ichachan21 "Kyaaa makasih :) haha ga apa-apa aku seneng ko^^ :* ILY"~
~Ai "Haha atas saranmu :3 iyaaa aku pertahani senpai :D ini update kilat senpai^^"~
~Dianarndraha "Haha aku kan nyenengin kamu :* haha aku sudah lanjut^^"~
~Tafis "Gomen aku kabulin kemauan mu bukan di fic ini say :* RnR nya ditunggu^^"~
~Ravensky Y-chan "Ow ow ow makasih senpai :*"~
~Hanazono Yuri "Suuuudaaaahhh senpai ;D"~
~Cherry853 "Haha Hu uh Sasori ya ampun :D hehehe makasih semangatnya^^ ILY"~
~Suket Alang Alang "Haha aku juga sama, mereka ga always ko :*"~
~NikeLagi "Wkwk kita adu jotos aja yu :3 tapi di PM aja soalnya review penuh -,-"~
~NethyTomatoCherry "Ya ampun gomen yah ;D aku yang lupa :) RnR nya ditunggu"~
~Nathalie . Ichino "Haha jangan gitu dong papa aku *ngarep* :D ini sudah :*"
~Sakura Uchiha Stivani "Haha iyaa aku ngerti ko :* ILY so much :D RnR nya lagi :3"~
~Caesarpuspita "You Gone senpai -,- btw gimana akun kita? Senpai aja yang urus^^"~
~Shivatand "Ishh :D wkwkwk aku tunggu RnR this chap :D I Love You So Much :*"~
~Rya-chand "Haha engga ah ;D wkwkw aku gabisa jelasin sekarang senpai ^-^"~
~Ikalutfi97 "Haha nanti Gaara perannya sama aku :3 *dikejar Matsuri* .. iyaaa"~
~YOktf "Hohoho iyaa tapi nanti :D wkwkwk ini sudah lanjut..."~
~Toru Perri "Kamu berapa tahun? :3 haha ini sudah lanjut ;)"~
~Luca Marvell "Gimana yah :p , Gaara? Ada aku jelasin dibeberapa review before^^"~
~Ulandari "Haha ini sedikit-sedikit yah senpai ^^ hihi update asap okay siap 45 :D"~
~GaemSJ "Wkwkw ingetlah :v wkwk Jurang? What the *** :D makasih RnR nya :3"~
~Sarah "Hihi sabar ;).. nanti kayanya :*.. makasih semangatnya ini sudah lanjut :)"~
~Hermanhs9d "Saat ini? :3 .. wkwkw makasih reviewnya :* ILY review monotonmu"~
~Cherryma "Sudaaah senpai ^^ senpai W bukan N :D senpai itu yah :p"~
Dan spesial thanks to all reader wait this fic, I very happy and I fell the spirit of make the story^^ thanks all, I fell no enemy reader for me :*
See u next chap ... Wisma Ryuzaki (Tsukiyama) *aku punya seseorang yang baru ^^*
25-05-2015
Hari dan tanggal bersejarah :')
