My Glassy Boy
.
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka semua Tuhan yang punya
Cast : Dbsk, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Choi Siwon dkk
Pairing : YunJae as always
Genre : YAOI, School Life, Romance, Drama, Humor? Typos bertebaran
Rate : M-
.
.
.
.
.
.
Jaejoong berjalan riang bersama Yunho yang ada digenggamannya. Sejak sampai dan bertemu dengan Changmin dia sama sekali tidak melepaskan genggamannya pada Yunho.
Sedangkan teman - temannya yang dibelakang kadang hanya menggelengkan kepalanya melihatvtingkah laku menggemaskan Jaejoong. Apa lagi saat melihat Jaejoong menggendong tas tiga dimensi berbentuk gajahnya itu.
Kadang Siwon dan Changmin terlihat ngilu saat Jaejoong mengelus belalai yang memang bentuknya keluar dari tas itu. Tapi bagi Yunho, dia senang melihat tinggkah menggemaskan namja yang merupakan namjachingunya itu, bahkan dia sangat senang dengan kaos berwarna merah muda bergambar beruang berkostum dress yang dipakai oleh Jaejoong. Ckckckck...
" Yunie kita naik apa dulu?" Tanya Jaejoong dengan semangat
" Terserah saja" Ucap Yunho kalem
Ya, karena hari ini Jaejoong yang membayar semua jadi Yunho memutuskan terserah pada Jaejoong saja. Padahal dia dan Junsu sudah menyiapkan uang untuk masuk ke taman hiburan ini namun dengan tegas Jaejoong menolaknya dan akhirnya dia yang membayar semua tiket masuknya.
" Naik yang biasa saja dulu noona ya..." Ucap Changmin
" Ne hyungie... Yang biasa saja dulu"
" Ah! Okay! Naek kuda saja"
Akhirnya mereka berenam berjalan menuju permainan kuda yang berputar itu. Jaejoong berjalan dengan riang bahkan melompat - lompat dengan tangan yang masih menggenggam tangan Yunho.
" Joongie?"
" Eoh?" Jaejoong menoleh ke asal suara yang tadi memanggilnya " Hyun Joong? Kibummie?" Jaejoong memanggil teman - temannya, bukan hanya dua orang itu saja yang ada, ada delapan orang yang Jaejoong kenal di sekolahnya yang dulu itu
" Kyunie?" Panggil Changmin namun kemudian pandangannya mengeras pada seseorang yang tengah memeluk lengan Kyuhyun dengan manja
" ..."
.
.
.
.
.
~ Chapter 9 ~
.
.
.
.
Changmin menatap tidak suka pada makhluk yang ada disamping Kyuhyun yang bahkan memeluk lengan Kyuhyun dengan manja. Jaejoong juga tahu siapa orang itu, dia adalah Karam. Namja yang memfoto copy semua sikap dan sifat yang dimiliki Jaejoong, hanya satu perbedaannya. Karam tidak mengusai ilmu bela diri.
Yang bisa dilakukannya hanya mencoba menyaingi Jaejoong dengan segala yang dia miliki. Yang dia heran, bagaimana bisa Karam sekarang ada bersama teman - temannya yang sejak awal tidak menyukainya? Hyun Joong, Kibum, Dong Wook dan yang lainnya terlihat akrab dengan namja itu.
Jaejoong mengeratkan genggamannya pada Yunho. Entahlah dia merasa sesuatu yang tidak baik akan terjadi hari ini dan dia hutuh kehangatan Yunho sekarang.
" Joongie kau kesini juga?" Tanya Hyun Joong
" Ne..." Jawab Jaejoong ala kadarnya
" Kau bersama teman - temanmu dan siapa namja cupu yang kau gandeng itu?" Tanya Dong Wook melirik sinis ke arah Yunho
Jaejoong menggeram kesal mendengar sebutan untuk namjachingu-nya. Hey! Bahkan Yunho lebih tampan dari semua temannya yang ada disini! Harusnya Dong Wook bercermin saat mengatakan hal itu!
" Dia kekasih Joongie" Ucap Jaejoong seraya tersenyum
" MWO?!"
" Jo-joongie matamu tidak bermasalah kan?" Tanya Karam yang juga tak kalah terkejutnya dengan yang lain
" Wae? Yunie-ku bahkan lebih tampan dari kalian" Jawab Jaejoong santai membuat teman - teman yang berdiri dibelakangnya tersenyum
" HEH?!"
" Kajja Yunie, kita pergi" Jaejoong mendengus kesal kemudian berbalik arah bermaksud mencari arena main yang lain.
" Kemari..."
Jaejoong kembali menoleh saat mendengar suara datar milik adiknya. Dia memperhatikan Changmin yang sedang memandang tajam Kyuhyun. Begitu juga semua yang ada disana, Changmin amat sangat jarang mengeluarkan suara seperti itu.
" ..."
" Kemari!" Bentak Changmin
"..."
" Apa kau tuli?! Aku bi-"
" Kenapa harus?" Kali ini Kyuhyun bertanya balik memotong ucapan Changmin
" Aku bilang kemari dan lepaskan tanganmu dari makhluk menjijikkan itu!" Pekik Changmin dengan mata tajam nan menakutkannya
Nyali Kyuhyun menciut, dia lebih memilih pergi bersama Changmin jika sudah seperti ini. Changmin akan sangat menakutkan untuknya saat marah. Sedangkan Karam tidak menyangka bahwa Chanhmin akan marah sampai seperti itu bahkan membentak Kyuhyun dimuka umum. Changmin segera menarik Kyuhyun dan pergi dari sana. Jaejoong pun tanpa pamit segera menyusul kedua namja itu.
" Joongie! Aku ikut kau!" Kibum berteriak menyusul Jaejoong
" Hey, Joongie kabur! Dan lihat, itu kekasihnya? Ya ampun! Apa yang kau katakan kemarin akan terjadi? Kau pasti hanya membual?" Ucap Karam kemudian mendekatkan tubuhnya pada Hyun Joong, sedangkan Hyun Joong hanya memandang malas kearah Karam " Kalau aku menjadi Joongie, aku tidak akan pergi dari sisimu yang tampan" Lanjutnya dengan tangan mengelus dada Hyun Joong
" Jauhkan tanganmu slave! Kau hanya penggantinya saja! Aku biarkan kitty-ku bermain sepuasnya sampai saatnya tiba" Ucap Hyun Joong kemudian pergi dari sana diikuti teman - temannya. Dia sudah tidak mood lagi karena Jaejoong hari ini
Sementara itu Jaejoong dan yang lain mengikuti Changmin dan Kyuhyun namun kaki mereka berhenti dua meter dari Changmin saat Changmin sampai di sebuah bangunan. Changmin menghempaskan Kyuhyun hingga dia menabrak dinding.
" Hyung! Apa tidak apa - apa?" Tanya Junsu yang khawatir pada Kyuhyun
" Biarkan mereka berdua dulu Suie, kita akan mendekat saat Changmin mengizinkannya" Jawab Jaejoong dengan tenang
Kemudian kepala mereka semua menoleh dan memandang Changmin yang tengah berhadapan dengan Kyuhyun. Sungmin mememas kaos yang dipakainya dengan erat. Entah dia khawatir pada Changmin atau Kyuhyun namun dia berdoa yang terbaik untuk keduanya.
" Kenapa kau bisa bersama dengannya?" Tanya Changmin datar
" ..."
" Jawab!"
" Aku terpaksa oke! Mereka datang kerumah dan menarikku untuk ikut!" Jawab Kyuhyun kemudian melipat tangannya didepan dada
" Tapi tidak harus denganNYA kan!"
" Aku juga tidak tahu kalau dia ikut!"
" Kau tahu bukan aku tidak suka padanya?! Aku tidak suka dia mendekatimu bahkan memegangmu seperti tadi!"
"..."
" Kau tahu alasannya kan Kyu?!"
"..."
" Dia! Dia yang membuatmu hampir dikeluarkan dari sekolah, dia yang membuatmu menderita dan karena DIA kita PUTUS!"
"..."
" Dan membiarkan semua orang tahu kita hanya berpacaran seminggu padahal lebih dari dua bulan Kyu!"
" Min!"
" Dan orang lain hanya tahu bahwa kita putus karena kita sama - sama seme!"
" Itu dulu Min! Semua berubah!" Pekik Kyuhyun tidak tahan karena terus dipojokkan
" Yah..." Changmin melirik kebelakang, tepatnya kearah Sungmin " Karena dia kan?"
" Min... Ku mohon..."
" Aku termakan permainanku sendiri. Ya... Awalnya aku mengenalkan Sungmin hyung padamu agar kau sadar bahwa kau uke bahkan lebih manis dari Sungmin hyung, tapi... Kau berubah Kyu... Karena dia... Ya, aku sudah kalah" Lirih Changmin pada akhir katanya
" Mianhae Min..."
" Ya..." Changmin menyentuhkan tangannya kanannya pada pipi Kyuhyum dan menangkupnya " Aku mencintaimu Kyu, setiap membalas kata 'saranghae' darimu, aku selalu menjawabnya bukan sebagai sahabat Kyu... Saranghae"
Changmin menutup matanya kemudian menghela nafasnya, dia lalu membuka matanya dan menatap sendu Kyuhyun sebelum akhirnya berbalik dan berjalan kearah hyung dan teman - temannya yang sepertinya menunggu mereka.
Kyuhyun membatu, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Menyusul Changmin atau mencari Hyun Joong saja. Tapi, Kibum saja ikut dengan Jaejoong karena pasti tidak akan nyaman bersama dengan Hyun Joong dan yang lain. Kyuhyun memandang punggung Changmin sembari berpikir. Mungkin lebih baik jika dia ikut dengan Hyun Joong saja?
" Jangan pernah berpikiran menyusul namja itu. Ikut aku dan aku tidak akan membahas hal ini lagi, aku akan menjadi sahabatmu walau itu berarti menyakitiku" Ucap Changmin tegas
" Mianhae..." Lirih Kyuhyun
" Sudahlah"
Changmin berlari kearah hyungnya dengan wajah cerianya, dia memandang seluruh temannya yang melihatnya dengan pandangan khawatir. Mereka juga melihat Kyuhyun berjalan menghampiri Changmin.
" Kajja hyung! Banyak permainan yang harus kita naiki bukan?" Ucap Changmin
" Minnie.." Jaejoong memandang sendu Changmin, Changmin hanya mengangguk dan tersenyum membuat Jaejoong makin merasakan kesedihan dari Changmin " Ne! Kajja!" Lanjut Jaejoong dan menyeret semua temannya dari sana.
Changmin berjalan paling belakang sendirian. Dia memandang hyungnya yang sudah tampak gembira lagi menyusuri jalanan di teman hiburan ini dengan menggandeng Yunho. Dia lalu melihat Kyuhyun yang sudah berjalan disamping Sungmin.
Bahagia? Aniya, hanya omong kosong yang bilang kita akan bahagia jika orang yang kita cinta bahagia dengan pilihannya, tapi dia ingin cinta pertamanya bahagia walaupun itu artinya menyakiti dirinya. Tidak apa - apa asal Kyuhyun bahagia.
Junsu yang sedang berjalan bersama Kibum dan Siwon melirik kebelakang. Dia melihat bagaimana Changmin memandang Kyuhyun dan Sungmin, itu membuat dadanya berdesir tak nyaman. Evil satu itu tidak pernah memperlihatkan ekspresinya yang seperti itu selama ini! Junsu dengan sengaja melambatkan langkahnya sampai dia berada di samping Changmin yang sepertinya masih tidak menyadari keberadaannya.
" Hey evil" Panggil Junsu
"..."
" Ya! Evil!" Teriak Junsu
" Omo! Sejak kapan kau disini?!" Kaget Changmin
" Sejak tadi" Junsu memutar bola matanya
" Wae?"
" Aniya" Ucap Junsu kemudian tidak ada percakapan dari keduanya
Mereka sama - sama sibuk dengan pemikirannya masing - masing. Namun, Junsu lama - lama tidak nyaman karena Changmin sama sekali tidak berbicara! Berbeda sekali dengan kesehariannya. Junsu menoleh dan melihat Changmin yang masih memandang kearah Kyuhyun dan Sungmin.
Dia memperhatikan sekitar dan kemudian dia tersenyum melihat sebuah wahana. Dia memikirkan cara apa yang tepat untuk membawa Changmin dari sana.
" Hyungieee~~~ Changmin mengajakku ke rumah hantu. Nanti sore kita bertemu dibianglala ne!" Ucap Junsu sembari menarik tangan Changmin menjauh dari Jaejoong dan yang lain
" Su-suie!" panggil Yunho, dia ingin menyusul Changmin namun Jaejoong menahannya
" Biarkan mereka dulu Yun" Ucap Jaejoong
Kyuhyun memandang Junsu yang menarik Changmin kemudian tersenyum. Tak lama dia memandang Sungmn yang sepertinya tidak rela Changmin pergi bersama Junsu.
" Kau mau naik apa?" Tanya Kyuhyun
" Eh?" Sungmin mendongak dan memandang Kyuhyun
" Apa?"
" Boleh aku memilih?"
" Tentu"
" Roller Coaster boleh?" Jawab Sungmin dengan wajah innocent-nya
GLUP
Tak hanya Kyuhyun tapi Jaejoong, Kibum dan Siwon menengguk ludahnya dengan susah payah sedangkan Yunho memandang Sungmin dengan tidak mengerti.
" Roller coaster itu apa?"
GUBRAKK
Pertanyaan polos Yunho membuat semua memandangnya dengan pandangan ngeri. Yunho sudah berusia tujuh belas tahun tapi belum tahu apa itu roller coaster? Hello…Dia hidup di zaman apa sih?
" Ini Yunie" Jaejoong memberikan brosur taman hiburan yang ada di tasnya pada Yunho. Yunho melihatnya kemudian memandang Jaejoong dengan berbinar
" Boleh kita naik? Sepertinya seru!" ucap Yunho dengan mata berbinar
Jaejoong? Jangan ditanya lagi, dia hampir dan mimisan melihat wajah imut (?) yang Yunho perlihatkan. Ya ampun…
" Tapi Joongie ingin naik kuda" ucap Jaejoong kemudian mempoutkan bibirnya saat ingat keinginan pertamanya belum terkabul
" Eh? Ya sudah kita naik yang kau inginkan dulu saja" Ucap Yunho
" Begini saja! Kyunie dan Sungminnie naik roller coaster dulu, Joongie dan Yunie akan naik kuda!" Usul Jaejoong
" Lalu Wonie hyung?" Tanya Sungmin menatap Siwon " Ingin naik apa?"
" Eh?"
Siwon memandang Sungmin dan Jaejoong bergantian. Ingin mengikuti Sungmin tapi dia juga merasa tidak sanggup naik roller coaster. Tapi kalau ikut Jaejoong dia takut mengganggu kencan pertama mereka.
" Kita ikut Sungmin saja" Usul Kibum pada Siwon
" Ya sudah, ayo" Ucap Sungmin kemudian berjalan terlebih dahulu
" Nanti bertemu dibianglala ya Joongie hyung" Ucap Kyuhyun
" Ne…"
Sungmin melirik kearah hilangnya Junsu dan Changmin kemudian menghela nafasnya. Dia sebenarnya masih sakit hati karena Changmin telah menolak cintanya. Tapi mau bagaimana lagi, cinta memang tidak bisa dipaksakan bukan?
Tinggallah Yunho dan Jaejoong yang tersenyum amat sangat lebat sampai author ragu bibirnya Jaemma luka apa nggak… Halah…
' Jinnja? Mereka baik sekali! KYYAA~~~~ Kencan pertama Joongiee!KYYYAAAAA!' Batin Jaejoong girang
" Joongie…. Joongie" Panggil Yunho
Dia bingung melihat kekasihnya yang tersenyum sendiri sembari memandangi kepergian keempat temannya itu.
" Joongieeeee" Panggil Yunho sembari menggoyangkan lengan Jaejoong
" OMO! Ne Yunie wae?"
" Aku sudah memanggilmu berkali - kali tapi tidak dijawab"
" Ah, mian… Kajja Yunie"
" Ne"
Yunho berjalan meninggalkan Jaejoong membuat Jaejoong mempoutkan bibirnya. Pokoknya hari ini kencannya harus sukses dan dia bisa berciuman dengan Yunho saat bianglala yang dia tempati ada di paling atas!
BLUSH
Memikirkannya membuat Jaejoong malu setengah mati!
" Yunnniiieee~~~" Panggil Jaejoong membuat Yunho menoleh dan memandang bingung Jaejoong " Joongie ingin bergandengan tangan"
" Eh?" Yunho menghentikan jalannya dan memandang Jaejoong
Jaejoong yang melihat Yunho berhenti segera menyusulnya dan menyelipkan jari - jarinya pada jari - jari lentik Yunho. Dia kemudian mulai tersenyum tidak jelas lagi.
.
.
Changmin mengedipkan matanya berkali - kali mencoba mencerna semuanya sampai akhirnya mereka berhenti disebuah arena bertuliskan 'Rumah Hantu'.
" Apa maksudmu mengajakku kesini bebek?" Tanya Changmin
" Molla… Ng… Hanya saja… Aku… Tidak nyaman saat melihatmu seperti itu" Ucap Junsu kemudian menunduk
" Kau kira dengan kita pergi bersama aku bisa nyaman denganmu?"
Pertanyaan Changmin membuat Junsu tersentak dan mendongak. Dia tidak menyangka Changmin akan menjawab seperti itu. Bagaimana sekarang? Dia sangat malu dengan tindakannya barusan.
" Y-ya sudah kalau tidak mau! Ak-aku kembali saja!" Ucap Junsu hendak berbalik namun Changmin menahannya " Mwo? Apa maumu?"
" Gomawo… Kajja!" Ucap Changmin kemudian menyeringai " Aku harap kau tidak takut hantu?"
" Mwo?"
Changmin akhirnya menarik paksa Junsu memasuki arena itu dengan senyum mengerikan mengembang dibibir seksinya.
" Whhooooaaaa! Tiang pabbo! Jauhkan hantu itu! Huuuwweeee, eommmmaaaaa"
"…."
" KYYYAAA! Tiaaaanggg! Eviiilll! YAAA, ada kuntilanakk keramas! Huuwwwaaaa Apppaaaaa! Kyaaaa! Pocong ngesot!"
" Whohahahahahaahahaha!"
" Ya! Kenapa mentertawakanku?! Dasar bocah tiang tidak tahu diri! Hiiyyyaaa! Ya! Bantu aku! Kyyaaaa... Tiangghmmhhhhh!"
.
.
.
" Aku harap Suie baik - baik saja" Ucap Yunho
" Wae?"
" Dia takut hantu"
" Mwo?! Lalu kenapa Suie malah mengajak Minnie kesana?! Aigo..." Jaejoong menggelengkan kepalanya
" Ah, kita sudah sampai..."
" Ne! Kajja masuk pas sekali sedang berhenti"
Dengan semangat Jaejoong masuk kedalam arena kuda berputar itu. Yunho membantu Jaejoong untuk naik sebelum dia juga naik pada kuda berwarna putih disebelahnya. Tak lama kuda itu berputar dan terlihat Yunho menikmati pemandangan sekitarnya. Jaejoong memperhatikan bagaimana mata berbinar Yunho memandang sekelilingnya.
' Omona... Yunie seperti pangeran... Whoooaaa... Tampan!' Pekik Jaejoong dalam hati
Dengan segera Jaejoong mengambil ponselnya dan mulai memotret 'pangeran' cupu yang ada disampingnya, Yunho yang mendengar suara gajah segera menoleh. Dia sangat takut jika tiba - tiba ada gajah disana?
" Suara apa itu Joongie?" Tanya Yunho
" Oh? Ponsel Joongie"
" Telepon?"
" Bukaaannn~~ Ini suara shutter kamera Joongie. Bagus kan? Suara gajah yang tengah hamil tiga bulan lhooo!" Pamer Jaejoong disertai pandangan cengo dari Yunho
Memang ada bedanya suara gajah yang hamil dan tidak? Aigo... Jaemma kenapa sifatmu disini nista sekali... Ckckckck...
" Oh Yunie! Kajja kita selfie!"
" Eh?"
Jaejoong mengganti kameranya menjadi kamera depan dan mengarahkan tepat pada mereka berdua. Jaejoong tersenyum lebar dengan Yunho yang masih kikuk di depan kamera.
" Say kimchiiii!"
Suara gajah itu terdengar saat Jaejoong menekan tombol kameranya membuat Yunho sedikit kaget karena belum terbiasa mendengar suara shutter seperti itu seumur hidupnya!
" Jja... Naik apa lagi ya?" Ucap Jaejoong setelah turun dari permainan pertamanya dan mereka sedang berjalan santai disekitar arena permainan
" Joongie! Ayo kesana!" Yunho menunjuk sebuah arena yang tidak jauh dari tempatnya berjalan
" Kemana?"
" Itu..."
Jaejoong menatap horor arena yang ditunjuk oleh Yunho, Rumah Hantu? Bukankah tadi Junsu dan Changmin juga pergi ke sini?
" Yunie mau?" Tanya Jaejoong meyakinkan
" Ne! Aku sungguh penasaran! Ne?" Ucap Yunho dengan wajah berbinarnya
Jaejoong hanya mengangguk terpesona melihat senyum cerah kekasih hatinya. Dia akan melakukan apapun agar Yunho tetap tersenyum seperti itu walaupun dia harus masuk ke dalam rumah hantu.
" Kajja!" Ucap Yunho dengan semangat dan menarik tangan Jaejoong
Jaejoong tersenyum riang mendapati tangannya yang dipegang erat oleh Yunho. Dia sungguh bisa merasakan surga sekarang.
' Ya Tuhan... Jangan bangunkan Joongie dari mimpi indah ini...' Batinnya dalam hati dengan senyum tetap merekah dari wajahnya
Yunho dan Jaejoong memasuki rumah hantu itu. Jaejoong segera merapatkan tubuhnya pada Yunho karena dia takut.
" Hi... Hi... Hi... Hi..."
" Huuuwwaaa! Suster merangkak!"
BRUGGHHH
Yunho memandang horor manusia berkostum hantu di depannya. Tadi Jaejoong baru saja melayangkan bogem mentahnya pada sang hantu jadi - jadian itu membuat sang hantu tergeletak dilantai begitu saja. Tidak sadarkan diri.
Setelahnya Jaejoong kembali menyembunyikan wajahnya pada lengan Yunho dan berteriak bahwa dia ketakutan. Yunho menenangkannya dan kembali berjalan makin ke dalam.
" Kyyaaa! Pocong ngesott!"
Duugghhhh!
Dengan keras Jaejoong menendang sang hantu hingga pingsan kembali. Setelahnya Jaejoong langsung berlari dengan menggandeng tangan Yunho dengan erat.
" Yaaaaaa! Kuntilanak keramas!"
Duuughhhh
" Annddwwweeee! Vampir penghisap darah ayam!"
Buukkkhhh
" Kyyaaaaaa! Eoh? Kau itu apa?"
" Siluman bebek"
" Mwo? Mirip Suie tapi tetap saja menyeramkan! Kyaaaaaa!"
Brakkk
Yunho memandang kasihan pada beberapa hantu bohongan yang sudah di 'aniyaya' oleh Jaejoong itu, dia berharap luka yang didapatkan mereka tidak parah. Sedangkan Jaejoong? Dia tengah menyembunyikan wajahnya pada lengan Yunho sangking takutnya.
Jaejoong mendesah lega bisa keluar dari arena rumah hantu itu, dia mengajak Yunho untuk membeli beberapa camilan yang bisa dimakan sembari jalan.
.
.
" Yakin?" Tanya sungmin
" Tentu!" Jawab Kyuhyun semangat
Bagaimana tidak semangat? Otak liciknya sudah merangkai kejadian - kejadian yang dia prediksikan akan terjadi di dalam arena permainan ini. Kyuhyun membayangkan bahwa Sungmin akan memeluk lengannya atau bahjan tubuhnya karena takut melihat hantu bohongan itu.
" Kalian ikut?" Tanya Kyuhyun pada Siwon dan Kibum
" Aku tidak masalah" Jawab Kibum
" Aku juga, aku selalu pakai ini kok" Ucap Siwon sembari menunjukkan kalung berbentuk salibnya
" Ya sudah, kita masuk saja" Putus Kyuhyun kemudian menarik ani... Menggandeng sungmin masuk ke dalam arena main mereka, Rumah Hantu
.
- BEBERAPA DETIK KEMUDIAN...-
.
" Kyyyaaa! Wonniiieeee hyungiiieeeeee! Usir hantu ituuu!"
" Omo!"
Siwon tersentak saat Sungmin malah memeluk lengannya erat dan menyembunyikan wajahnya disana. Dia segera merasakan hawa negatif dari sebelah Sungmin.
" Demi Tuhan, Bapa, Roh Kudus lindungilah kami dari kejahatan yang ada..." Ucap Siwon dengan suara sedikit bergetar karena aura negatif itu makin membuat bulu kuduknya meremang
Yah, dia hanya tidak tahu aura negatif itu berasal dari seorang evil... Ups... Seorang namja tampan disebelah Sungmin yang menatap kesal kearah Siwon sampai mengeluarkan aura kelamnya. Sedangkan Kibum menatap datar ketiganya kemudian mengangkat bahunya mencoba cuek dan kembali berjalan di rumah hantu itu sendirian.
Sedangkan para hantu jadi - jadian yang melihat mereka hanya mengelus dada mereka dan bertanya - tanya kenapa pengunjung hari ini yang datang semua aneh - aneh.
.
.
" Joongie lapar... Yunie lapar?" Tanya Jaejoong
Yunho melihat kearah jam tangan kesayangannya yang sudah sangat tua untuknya. Jam sudah menunjukkan pukul satu, pantas saja kalau Jaejoong merasa kelaparan.
" Ayo kita makan dulu" Ajak Yunho
Jaejoong meneruskan perjalanannga menuju sebuah foodcourt dan memesan beberapa makanan untuk mereka berdua. Dia akan memastikan Yunho makan dengan baik dan banyak agar tubuhnya sedikit berisi. Karena kalau dilihat- lihat, Jaejoong merasa dirinya lebih gemuk ehem... Sorry lebih berisi dari Yunho dan itu membuat jaejoong sedikit minder. Astaga...
Jaejoong mencoba menjadi kekasih yang baik dengan menyuapkan semua makanan yang ada dimeja tanpa tahu Yunho sudah sangat kekenyangan namun Yunho tidak sempat memprotes karena Jaejoong terus saja menyuapkan makanan padanya.
" Joongie... Hosh... Stop!" Ucap Yunho mencoba menghentikan suapan Jaejoong
" Wae?" Tanya Jaejoong bingung
" Sudah... Aku kenyang sekali"
" Jinjja? Tapi ini masih sedikit, Minnie saja kalau makan lebih dari ini" Ucap Jaejoong dengan riang
" Tapi aku bukan dia Joongie ah"
" Eh?" Jaejoong tersentak, Yunho benar! Dia tidak bisa menyamakan Yunho dengan Changmin yang makannya melebihi gajah jerapah kelaparan itu!
Jaejoong menggigit bibir bawahnya, tidak siap jika Yunho membencinya mungkin?
" Mian..." Ucap Jaejoong penuh penyesalan dan kemudian menundukkan kepalanya
Yunho yang melihatnya merasa bersalah juga, namun dia juga tidak sanggup menghabiskan mangkuk ke lima makanannya. Perutnya saja sudah membuncit seperti ini. Yunho memberanikan diri untuk menggenggam tangan Jaejoong hingga membuat Jaejoong menatapnya.
" Tidak perlu minta maaf, aku tahu maksudmu baik. Tapi, aku juga tidak sanggup memakan semuanya. Terima kasih untuk perhatianmu ne?"
" Yunie tidak marah pada Joongie?"
" Wae? Kau hanya bermaksud baik kan? Untuk apa aku marah" Ucap Yunho disertai senyum lebarnya membuat Jaejoong berbinar kemudian membalas senyuman Yunho dengan senyum indahnya
Deg
Yunho merasakan jantungnya kembali berdebar kencang. Dia sedikit takut 'penyakit jantung'-nya akan parah disini.
" Wae? Kenapa Yunie meringis? Apa Yunie sakit?" Tanya Jaejoong
" Eh? An-aniya... Kajja, habiskan makannya dan kita lanjutkan"
" Oh? Oke!"
Jaejoong menyuapkan beberapa sendok makan ke dalam mulutnya sebelum akhirnya mereka melanjutkan kencan mereka menuju arena permainan berikutnya.
.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong tersenyum melihat jam yang ada ditangan Yunho, sudah pukul lima dan ini waktu yang tepat untuk menaiki arena terakhir, bianglala! Astaga, Jaejoong bisa meledak sangking senangnya membayangakan hal yang 'mungkin' bisa terjadi di dalam bianglala yang dia dan Yunho naiki!
" Joongiiieeeee~~~~"
Jaejoong menoleh dan mendapati Sungmin tengah menghampirinya bersama Siwon yang dia gandeng. Jaejoong merasakan bulu kuduknya meremang saat merasakan aura yang tidak menyenangkan datang dari arah belakang Sungmin. Ternyata, Kyuhyun tengah menatap sengit Siwon yang sepertinya masih merapalkan doa - doa keselamatan.
" Sungminnie..."
" Hehehehehe..." Sungmin menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sesosok namja yang tadi menghilang bersama Junsu " Suie dan Minnie mana?"
" Eoh? Mereka belum kemari"
" Oh..."
Tap
Tap
Tap
Tap
" Joongieee hyung!"
Semua menoleh saat mendengar suara riang dari arah belakang mereka. Terlihat Changmin yang menggenggam dua sosis bakar tengah menghampiri mereka bersama Junsu yang berjalan menunduk terkesan tidak bersemangat.
" Suie waeyo? Kau sakit?" Tanya Jaejoong khawatir
" Suie? Kenapa?" Yunuo ikut bertanya
" Gw-gwaenchana hyungie..." Ucap Junsu tetap menunduk
" Lalu? Kau kenapa Minnie ah? Pipi kirimu merah!" Ucap Jaejoong
" Gwaenchana noona, hanya ada bebek mengamuk tadi" Jawab Changmin asal dan dihadiahi tatapan bingung dari Yunho dan yang lain
" Ya sudah! Ayo kita naik wahana ini sebelum pulang" Ucap Jaejoong dengan semangat
Mereka pun akhirnya mengantri untuk wahana terakhir mereka. Terlihat Sungmin dan Kyuhyun mengantri di depan disusul oleh Yunho dan Jaejoong kemudian Changmin dan Junsu dan yang terakhir Siwon dan Kibum.
Selama mengantri mereka habiskan untuk memfoto momen mereka walaupun dengan Junsu yang masih terlihat tidak bersemangat entah karena apa.
" Silahkan..." Sang penjaga membukakan pintu bianglala itu
Kyuhyun menarik Sungmin untuk segera masuk ke dalamnya, Sungmin sempat melirik ke belakang ah... Tepatnya melirik Changmin yang tengah berada disamping Junsu. Sebelum Sungmin benar - benar naik, dia menghela nafasnya dan ikut Kyuhyun masuk ke dalam.
Berikutnya Yunho dan Jaejoong masuk ke dalam bianlala yang berjarak tiga tempat dari tempat yang dinaiki Sungmin dan Kyuhyun. Saat Junsu ingin masuk, Changmin memegang pergelangan tangannya dan memaksa Junsu agar tetap di sampingnya. Seseorang yang melihat kejadian itu langsung meremat dadanya.
' Jadi? Minnie akan naik bersamanya? Otte? Masih sakit...' Batinnya
Berikutnya Changmin pun naik bersama Junsu yang masih setia membungkam mulutnya terutama karena namja disampingnya ini melakukan hal yang tidak pantas padanya tadi.
" Kau keberatan naik denganku?" Tanya Kibum saat gilirannya tiba
" An-aniya Kibum sshi..." Ucap Siwon
" Ya sudah"
Akhirnya Kibum dan Siwon pun masuk ke dalam bianglala itu dan mari kita lihat apa yang terjadi pada masing - masing pasangan itu...
.
- Sungmin dan Kyuhyun -
.
" Wae? Kau tidak senang naik bersamaku?" Tanya Kyuhyun jengah karena Sungmin tidak juga memperhatikannya
" Eh? Aniya bukan begitu..." Lirih Sungmin
" Aku tahu ini berat... Tapi, cobalah untuk berpaling"
" Maksudmu?"
" Sudah berapa kali aku bilang aku menyukaimu eoh?"
" Mi-mian Kyunie ah... Aku..."
" Aku tahu kau belum bisa melupakan tiang listrik itu... Tapi, cobalah untuk melihat kebelakangmu dan lihat aku" Ucap Kyuhyun sembari menggenggam tangan Sungmin
Sungmin tersentak dan menatap Kyuhyun yang tengah menatapnya intens. Sungmin... Dia telah menyatakan rasa cintanya untuk Changmin namun namja tinggi yang doyan itu menolaknya dengan alasan dia mencintai orang lain dan Sungmin tahu orang itu siapa. Kyuhyun, ya... Namja yang pernah menjadi kekasih Changmin dulu.
" Lihat aku Ming..."
" Ming?" Tanya Sungmin mengerutkan keningnya
" Ya... Aku memanggilmu Ming karena sangat cocok untukmu yang manis" Ucap Kyuhyun tulus
Blush
Sungmin merona mendengar Kyuhyun memanggilnya manis. Dia merasakan sesuatu yang nyaman kala Kyuhyun menyentuh dan menggenggam tangannya seperti ini.
" Gomawo..."
" Ne?"
" Gomawo sudah menyukaiku Kyu..."
Kyuhyun tersenyum tulus, dia berharap setelah ini Sungmin dapat melihat keberadaannya dan berpaling dari namja tiang itu kepadanya suatu hari nanti. Akhirnya mereka menikmati pemandangan dari dalam bianglala dan sesekali bercanda dengan riang.
.
- Siwon dan Kibum -
.
Kibum memperhatikan namja di depannya, bukan tanpa alasan dia mengikuti Jaejoong sampai sini. Tadi pagi tiba - tiba teman - teman sekolahnya itunmenariknya untuk ikut dengan mereka. Sebenarnya dia biasa saja sampai melihat seorang namja penjilat yang sikapnya makin jadi sejak Jaejoong pindah sekolah, Karam.
Dia memang tidak menyukai Karam sejak lama. Kadang dia dan Changmin akan mengerjai makhluk dengan tampang sok polos itu walaupun akhirnya Jaejoong tahu dan mereka dimarahi namun hal itu tidak memhuat mereka kapok dan kembali melakukan aksi mereka.
Dengan tidak bersemangat dirinyabikut saja kemana Hyun Joongbpergi dan yang membuatnya heran Karam menggandeng manja Kyuhyun. Yang dia tahu Karam sangat membenci Kyuhyun dan sering mengerjai Kyuhyun.
Dan saat Jaejoong datanh, matanya langsung tertuju pada sesosok namja yang berdiri disamping Changmin. Namja yang langsung membuat jantung seorang Kim Kibum berdetak tidak nyaman. Kibum mengerti maksud hatinya itu sehingga dia lebih mehgikuti Jaejoong ah ani... mengikuti namja yang ternyata bernama Siwon itu.
" Kau nyaman denganku?" Tanya Kibum
" Eh?" Siwon menghadapkan dirinya kearah Kibum dan memandangnya
" Kau nyaman bersamaku?" Tanya Kibum sekali lagi
" Wae? Aku nyaman kok"
" Ya sudah! Saat ini kau adalah kekasihku"
Satu detik, Siwon mengerutkan keningnya mencoba berpikir
Dua detik, Dia membulatkan matanya
Tiga detik... Siwon menganggakan mulutnya
Empat
Lima
Enam
Tu-
" MWO?!"
" Aish! Telingaku! Aku tidak terima penolakan" Ucap Kibum tegas kemudian menoleh ke samping untuk menikmati pemandangan dengan kekasih barunya
" Tap-tapi aku..."
" Aku tahu kita baru kenal, tak apa... Nanti juga kau jatuh cinta padaku jadi kau harus yakin kalau aku jodohmu" Ucap Kibum tetap memandangi pemandangan diluar
" Ba-bagaimana kau bisa yakin kalaunaku jodohmu?"
" Kau tahu cinta pandangan pertama?"
" Eh?"
Blush
Wajah Siwon memerah saat melihat cahaya matahari mengenai wajah Kibum, baginya Kibum sangat cantik seperti itu... Sungguh... Siwon memegangi dada kirinya yang tiba - tiba berdebar kencang, entah apa ini namun Siwon menyukai debaran ini...
.
- Changmin dan Junsu -
.
' Kau senang Kyu? Semua ini aku lakukan hanya untukmu...'
" Hah..." Changmin menghela nafasnya kemudian menyandarkan tubuhnya dan melipat tangannya di depan dada
Dia kemudian memandang heran Junsu yang masih menunduk menahan kesal sedari tadi. Changmin terkekeh pelan dan memandangi Junsu.
" Wae? Masih marah?" Tanya Changmin
" ..."
" Hey... Kau itu marah karena melihat guru kesukaanmu atau karena aku menci-"
" Ya! Diam tiang! Dasar tidak tahu diri!" Pekik Junsu memotong ucapan Changmin kemudian menghadapkan wajahnya pada Changmin
Changmin tersenyum senang melihat respon yang diberikan Junsu. Belum lagi dia melihat semburat merah ada di pipi Junsu, membuatnya makin terlihat seperti bebek ups... Terlihat semakin manis.
" Jadi, itu ciuman pertamamu eoh?"
" Ya! Jangan bahas itu!" Pekik Junsu " Aku membencimu karena sudah melakukannya padaku! Padahal.. Hiks... Ciuman pertamaku hiks..."
Changmin merasa bersalah juga pada Junsu. Dia tiba - tiba mencium Junsu saat di tumah hantu tadi, hal itu karena Changmin tidak tahan dengan ocehan dan teriakkan yang dikeluarkan oleh Junsu. Setelah membawanya keluar dari rumah hantu Junsu menampar Changmin dan hendak pergi dari sana.
Namun langkahnya terhenti saat melihat guru yang disukainya tengah tertawa riang dan sesekali berbagi kecupan dengan yeoja yang ada disampingnya. Changmin yang melihatnya hanya bisa membawa Junsu ketempat lain dan mereka hanya diam dalam semua permainan sampai Changmin mengajaknya menaiki Roller coaster dan Junsu berteriak kencang disana. Namun tetap saja Junsu mendiamkan Changmin sampai akhirnya mereka bertemu dengan Jaejoong dan yang lainnya.
Sreettt
Changmin menjepit dagu Junsu dengan jari telunjuk dan ibu jarinya. Dia mengusap airmata Junsu menggunakan tangan lainnya dan memandangnya teduh.
" Mianhae ne?" Lirih Changmin
" ..."
" Aku tidak tahu itu adalah ciuman pertamamu..."
Junsu mencoba menjauhkan tangan Changmin dan juga wajahnya yang terbilang cukup dekat dengan wajah Changmin kemudian menetralkan nafasnya. Junsu menatap pemandangan diluar sana sembari membayangkan kejadian tadi dimana gurunya sempat mencium mesra yeoja yang ada disampingnya. Dadanya berdenyut sakit dan dia kembali menitihkan airmatanya.
" Wae? Aku sudah minta maaf tadi..."
" Diam tiang, aku sedang tidak ingin bicara denganmu"
" Hah... Memikirkan guru mesum itu eoh?"
" Ya! Yoochun saenim tidak mesuk tahu! Kau yang mesum!"
" Ck... Tidak mesum bagaimana? Lihat tuh disana!"
" Eh?"
Junsu menoleh kearah yang ditunjuk oleh Changmin dan terlihat dibeberapa kotak bianglala walaupun jauh tapi masih bisa melihat seseorang yang merupakan guru matematika tersayangnya tengah mencumbu sang kekasih.
" See? Pervert!"
Junsu menutup matanya dan mencoba menghalau semuanya. Dia mencoba tenang walaupun airmatanya tetap jatuh.
" Itu yang dilakukan sepasang kekasih di dalam permainan ini, heran kanapa kita bertemu terus dengannya sih" Ucap Changmin sewot
" ..."
" Mungkin Joongie noona dan Yunho hyung juga tengah bermesraan..."
" Bahkan Kyunie dan Sungminie hyung?"
Deg
Tepat sasaran, Junsu memang ingin membalas Changmin. Namun sepertinya dia malah sedikit keterlaluan. Dia melihat Changmin menyadarkan tubuhnya dan mendongakkan kepalanya seperti berharap dapat melihat apa yang sedang dilakukan oleh Kyuhyun dan Sungmin yang ada di atas mereka.
" Ya... Mungkin sekarang Kyunie sedang bermesraan dengan Sungminnie hyung..." Lirih Changmin
" ..."
" Hahaha... Hahaha... Ya... Kau benar"
" M-min..."
Tes
Tes
Tes
Junsu tersentak kaget saat melihat air mata itu turun dari namja evil di depannya. Junsu tidak mengharapkan Chanhmin seperti ini, ya Tuhan... Apa yang dia lakukan sampai membuat Changmin menangis seperti ini.
' T-tunggu... Ke-kenapa aku jadi mengkhawatirkannya seperti ini?'
Dugh...
Junsu menoleh dan melihat Changmin membenturkan kepalanya pada kaca bianglala, hal itu sontak membuat Junsu takut. Dia segera pindah kesamping Changmin dan memegangi lengannya.
" Mian Min... Mianhae..." Ucap Junsu
" Ani, kau tidak salah... Hanya rasanya masih sakit saat membicarakan hal itu..."
" ..."
" Dia cinta pertamaku, dia adalah yang pertama bagiku... Semua yang ku lakukan adalah yang pertama untuknya dan diriku"
" Termasuk ciuman pertamamu?"
" Ne..."
Entah kenapa Junsu merasakan sesak saat tahu ciuman pertama Changmin adalah dengan Kyuhyun, orang yang dicintainya. Sedangkan dirinya? Kehilangan ciuman pertamanya dengan makhluk yang bisa dibilang evil dan terlebih dia tidak menyukai Changmin.
" Yah... Setidaknya kau beruntung bisa mencium cinta pertamamu..." Lirih Junsu
" Eh?" Kali ini Changmin menghadapkan tubuhnya pada Junsu " Mian..."
" Sudahlah, kita sama - sama salah. Tapi kesalahanmu lebih besar tiang!"
" Ck... Arraseo!"
Junsu tertawa sebentar kemudian melihat jejak air mata yang masih membekas di atas wajah Changmin. Tanpa sadar dia mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Changmin untuk membersihkan sisa air mata Changmin.
Changmin tersentak namun dia akui sentuhan yang dilakukah oleh Junsu membuatnya nyaman sehingga dia membiarkan saja Junsu membersihkan air matanya yang masih membekas pada pipinya. Dia sungguh merasa cengeng hari ini.
" Gomawo" Ucap Changmin tulus sembari menghentikan gerakan tangan Junsu yang masih ada dipipinya
Deg
Junsu menatap ke dalam mata Changmin begitu pula sebaliknya. Junsu kerasa Changmin sangat tampan sekarang, walaupun masih terlihat seperti anak - anak. Changmin sendiri melihat Junsu seperyi bukan dirinya, Junsu terlihat sangat bersinar saat matahari senja menyapa wajahnya.
Mereka merasa waktu berhenti berputar dan dipikiran mereka hanya ada sosok yang ada di depan mereka. Dan entah siapa yang memulai wajah mereka mulai berdekatan dan sepasang bibir itu saling menyentuh satu sama lain.
.
- Jaejoong dan Yunho -
.
" Yunie ah..." Panggil Jaejoong yang duduk dihadapan Yunho
Yunho sendiri tengah menatap kagum pemandangan diluar sana. Ini kali pertamanya dia menaiki bianglala dan rasanya dia seperti terbang!
" Yunie!" Pekik Jaejoong karena Yunho belum memperhatikannya
" Eoh!" Yunho kaget saat Jaejoong sedikit berteriak. Dia segera membenarkan kacamatanya dan menatap jaejoong " Waeyo Joongie?"
" Ish! Apa diluar sana sangat menarik?" Tanya Jaejoong mempoutkan bibirnya
" Lihat Joongie! Diluar sana sangat indah... Jinjja! Ini pertama kalinya aku menaiki bianglala dan aku menyukainya!" Ucap Yunho antusias " Gomawo ne, karenamu aku bisa melihat keindahan ini" Lanjutnya dengan senyum merekah dari bibir hatinya
' OMONA! Aku terkena serangan langsung dari Yunie, Joongie tidak bisa menahannya lagi! Yunie terlalu imuuuttt! Kyaaaaa~~~~~' Batin Jaejoong masih tetap rempong
" Joongie... Joongie... Wae? Kenapa melamun?"
" Eoh? An-aniya! Oh ya! Joongie punya sesuatu untuk Yunie!"
" Mwo?" Yunho memiringkan kepalanya terkesan imut membuat Jaejoong ingin segera mencubit pipi Yunie-nya itu
Jaejoong mengambil tas gajahnya dan membukanya. Dia mengeluarkan sebuah kotak hitam dan memberikannya pada Yunho yang masih setia memandangnya heran.
" Untuk Yunie karena telah memenangkan perlombaan waktu itu! Mian terlambat ne?"
" Eh? Kau tidak perlu melakukannya Joongie ah..." Tolak Yunho
" Dan joongie benci penolakkan! Jja... Buka" Paksa Jaejoong kemudian menaruh kotak itu pada pangkuan Yunho
" Ap-apa benar tidak apa - apa?"
" Ne! Ini hadiah, Joongie malah benci kalau Yunie tidak menerimanya"
" Eh? Go-gomawo Joongie" Yunho langsung mengucapkan terima kasih saat Jaejoong berkata seperti itu, dia tidak mau dibenci oleh jaejoong
Yunho membuka kotak hitam itu dan menunjukkan raut kagetnya karena benda yang dipegangnya bukanlah benda yang murah. Bahkan untuk membelinya dia mungkin harus menabung selama satu tahun. Jaejoong memberikannya sebuah ponsel cerdas model terbaru berwarna hitam dengan stiker bergambar beruang dibelakangnya.
Yunho kembali menolak namun percuma, Jaejoong malah mengabaikan penolakan yang diajukan oleh Yunho.
" Tapi ini terlalu mahal joongie"
" Gwaenchana YUNIE! Joongie membelikannya secara ikhlas lho! Jja, simpan saja. Junsu saja memiliki ponsel masa kau tidak?! Yunie menyebalkan!"
" Eh?"
" Bagaimana caranya Joongie bisa memberi kabar Yunie kalau tidak ada ponsel?" Tanya Jaejoong kesal
" Kau kan bisa mengirim pesan pada Junsu"
" Bagaimana jika..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya " Jika Joongie merindukan suara Yunie saat tengah malam. Apa Joongie harus membangunkan suie?"
" Tapi..."
" Sudahlah, simpan saja"
" Baiklah, gomawo Joongie..."
" Cheonma!" Ucap Jaejoong menyeringai " Tapi... Joongie boleh minta balasannya?" Lanjut Jaejoong
" Apa? Kalau bisa ku lakukan pasti aku berikan!" Tekad Yunho, dia sudah bertekad akan melindungi sang namja cantik tersebut dari semua orang yang berniat jahat padanya walaupun dia sendiri lemah
Jaejoong yang senang mendengarnya segera memindahkan duduknya disamping Yunho dengan Yunho yang masih memandangnya dengan bingung.
" Poppo Joongie!" Ucap Jaejoong tanpa malunya
Dia kemudian mengeluarkan tatapan kitty eyes mautnya agar Yunho segera menurutinya.
" Eh? Hanya poppo?"
" Hum!" Jaejoong mengangguk senang
" Arra" Ucap Yunho dengan entengnya serta senyum mengembang dibibir hatinya
Jaejoong segera menutup matanya dan memonyongkan bibirnya, dia juga memegangi lengan Yunho. Ah~~~ Dia sungguh senang hari ini. Tak disangka akan mendapatkan sebuah ciuman dengan mudah seperti ini dari Yunho. Ani...
Mudah untuknya mencium Yunho tapi dia ingin kali ini Yunho yang menciumnya walaupun itu atas permintaannya. Jaejoong segera memikirkan hal - hal indah setelah bibir Yunho nanti menyentuh bibirnya, kalau bisa ada kembang api yang menyala saat dia dan Yunho berciuman. Aihh... Romantisnya!
Cup
Eoh?
Jaejoong membuka matanya dan senyum Yunho yang pertama kali dilihatnya. Ada apa? Ck... Ternyata Yunho memang mencium Jaejoong namun dikening dan itu yang membuat Jaejoong mendesah kesal ingin melompat dari bianglala ini.
" Sudah!" Ucap Yunho dengan nada cerianya
Plakkk
Jaejoong menepuk keningnya kencang, harusnya dia bilang dimana dia ingin dicium oleh Yunho agar langsung tepat sasaran. Eiiii~~
" Bukan disana Yunie..." Rengek Jaejoong
" Lalu?" Tanya yunho bingung
" Di. Si. Ni!" Tunjuk Jaejoong menggunakan jari telunjuknya
Blush
Yunho merona saat itu juga, dia masih ingat bagaimana manisnya bibir namja yang ada di depannya ini! Sungguh! Dia merasa malu sekaligus tidak tahan ingin pipis sangking gugupnya!
" Ayoooo~~~~" Rengek Jaejoong menggoyangkan lengan Yunho
" A-arraseo"
Jaejoong kembali memanyunkan bibirnya namun kali ini matanya terbuka untuk melihat sang kekasih saat menciumnya. Yunho ragu untuk mencium Jaejoong karena mata indah Jaejoong menatapnya intens.
" Ayooo Yunieeee~~~~" Rengek Jaejoong dengan tidak sabarnya
" N-ne... Tu-tutup matamu Joongie"
" Huh, aniya"
" Tap-tapi..."
" Ani, aku ingin melihatmu"
" Jo-joongie..."
" Yunie!"
Sreetttt
Cup
Bibir Yunho akhirnya berhasil menggapai bibir Jaejoong hanya saja tangan kanannya menutup kedua mata indah Jaejoong yang tadi membuatnya sangat gugup. Jaejoong memegangi tangan Yunho yang menutup matanya namun bersyukur karena Yunho mau menciumnya seperti ini. Dia sungguh merasakan senang diambang batas.
Dia mencoba menurunkan tangan Yunho tapi gagal karena Yunho memegangi kepala Jaejoong dengan erat. Jaejoong langsung memikirkan cara lain, dia melepaskan tangannya dan meraih tengkuk Yunho dan mengelusnya pelan serta meremas belakang kepala Yunho dengan sensual.
" Ummhh..." Yunho tidak bisa menyembunyikan lenguhannya saat tangan Jaejoong 'bermain' dibelakang kepalanya
Dia segera melepaskan tangannya dari kepala Jaejoong dan mencoba memegang tangan Jaejoong yang ada dibelakang kepalanya. Namun hal itu membuat kepala Jaejoong bebas dan mmbuat matanya bisa melihat Yunho dengan jelas.
Deg
Deg
Deg
Jantung keduanya terpacu kencang saat mata mereka bertubrukan namun mereka mengartikan debaran itu dalam hal yang berbeda. Jaejoong mengartikannya karena dia merasa sangat bahagia bisa melihat Yunho seperti ini sedangkan Yunho merasa 'penyakit jantung'-nya sedang kumat.
" Nghh!"
Yunho berteriak tertahan saat Jaejoong menggigit bibirnya, dia membuka mulutnya hendak memprotes tapi Jaejoong memanfaatkannya untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulut Yunho. Jaejoong mulai mengeksplorasi bagian dalam Yunho dengan braninya melupakan rasa malunya.
" Nghhh..."
" Unngghh..."
Jaejoong semakin bersemangat dan sekarang dia memindahkan tubuhnya dengan nista keatas pangkuan Yunho. Tangannya mengambil tangan Yunho yang mengarahkannya menuju pinggangnya dan membuat Yunho memeluk pinggangnya, Yunho hanya menuruti keinginan Jaejoong karena hal ini sungguh membuatnya nyaman walaupun dia sendiri bingung kenapa Jaejoong senang sekali menciumnya.
Tangan Jaejoong mulai naik masuk kedalam kaos yang digunakan Yunho, dia mengelus - elus perut rata yang Yunho miliki membuat Yunho makin mendesah namun tidak bisa mengaihkan pandangan matanya dari mata jernih yang ada di depannya.
Jaejoong tersenyum jahil dan melepaskan ciumannya, dia melihat bagaimana Yunho mengambil nafas dengan rakus. Tak lama dia mendekatkan wajahnya pada leher Yunho dan mengendusnya sebelum akhirnya dia menghisap kencang leher Yunho yang menurutnya menggiurkan itu.
" Ngghh... Jo-joongieeehhh.. Uunngg..."
Jaejoong melepaskan hisapannya dan ketempat lain masih dengan mulut 'nakal'-nya. Dia menjelajahi setiap jengkal leher dan bawah dagu Yunho untuk diciuminya dan memberikan tanda cinta darinya. Sedangkan tangannya sudah sampai pada niple Yunho dan entah keberanian dari mana dia memutari niple itu, menggoda Yunho yang terus meremas pinggang Jaejoong karena sedang berusaha menahan suara yang menurutnya aneh yang akan keluar dari mulutnya.
Setelah puas menjilat serta memberi tanda Jaejoong kembali mengerjai bibir awah Yunho, dia mengulum dan menghisap bibir Yunho dengan semangatnya. Yunho kelabakan dengan ulah Jaejoong, dia mencoba menjauhkan Jaejoong namun gagal karena Jaejoong makin keras kepala karena tidak mau melepaskan bibirnya dari bibir Yunho. Apa lagi Yunho panika saat melihat ke arah sampingnya, dia sungguh malu saat ini.
" EHEM!"
Sreettt
Dengan kekuatan besarnya akhirnya Yunho bisa menjauhkan Jaejoong dari wajahnya. Dia memandang horor Jaejoong yang malah mempoutkan bibirnya.
" Waeee~~~~ poppo~~~" Rengek Jaejoong
" Jo-joongie ah..."
" Wae~~~" Jaejoong tetap merajuk kemudian beranjak mendekati kembali wajah Yunho
" EHEM!"
Jaejoong menoleh kearah pintu dan kaget karena semua teman plus sang penjaga bianglala sedang memandang mereka mematung kecuali Changmin yang tadi berdehem untuk menyadarkan hyungnya dari nafsu besarnya itu.
" Hehehe..." Jaejoong tertawa tanpa rasa malu sedangkan Yunho sedang menundukkan kepalanya dengan wajah merah merona karena malu.
.
.
.
" Yuunnniiieee jaljaaa! Saranghaaaeeee~~~~~" Teriak Jaejoong dan melambaikan tangannya dengan tubuh setengah keluar dari mobilnya yang sedang melaju pelan
" N-ne..." Jawab Yunho pelan
Setelah mobil Jaejoong menghilang dari pandangan mereka, Yunho dan Junsu berjalan menuju apartemen kecil mereka. Tidak menyangka juga dengan semua kejadian yang trjadi hari ini, bahkan mereka kaget saat mendengat Kibum berpacaran dengan Siwon hari ini! Waw...
" Hyung aku masuk dulu" Ucap Junsu dengan cepag kemudian berlari menuju sebelah apartemen Yunho
Yunho mengerutkan keningnya bingung dengan kelakuan Junsu namun kemudian dia pun masuk kedalam apartemennya kemudian membersihkan dirinya.
.
.
.
Drtttt...
Drrtttt...
Yunho yang sedang mengeringkan rambutnya segra menoleh saat mendengar suara getaran yang berasal dari ponsel layar sentuh barunya itu. Yunho mengambil ponselnya dan melihat layarnya.
" Joongie?" Yunho kemudian mengangkat sambungan itu " Ye-yeobosseo?"
" Yunie sedang apa eoh? Kenapa sejak tadi tidak menjawab panggilan Joongie?"
" Aku baru selesai mandi Joongie"
" Ah... Jangan lupa kerinhkan rambutmu sampai kering ne?"
" Hum..."
" Jangan sampai sakit"
" Ne Joongie..."
" Joongie merindukan Yunie... Padahal tadi baru saja bertemu ugghh... Joongie ingin bertemu Yunie lagi"
" Eh?"
" Gwaenchana Yunie, besok kita akan bertemu lagi di sekolah. Nah, jalja Yunie... Mimpi indah ne?"
" Jalja Joongie..."
" Saranghae"
" Ar-arraseo..."
Pik
Yunho menaruh ponselnya dan kembali mengringkan rambutnya, dia membayangkan kejadian hari ini. Apalagi saat Jaejoong...
" Omo! Panas! Padahal kipasnya sudah menyala"
Pabbo appa...
.
.
.
.
" Hanya 'arraseo'? Hah..." Jaejoong menghela nafasnya kemudian memenuk guling yang ada disampingnya " Gwaenchana! Jangan menyerah Joongie, masih banyak waktu yang bisa gunakan untuk membuat Yunie menyukaimu!"
Jaejoong mencoba menutup matanya, ini sudah malam dan dia harus tidur karen besok dia harus sekolah agar bertemu dengan Yunie-nya. Dengan bertemu dengan Yunie-nya dia bisa melepaskan rasa rindu yang membendung dalam dirinya! Aigo...
.
.
Yah...
Hari - hari setelahnya dilewati Jaejoong dengan gembira, dia banyak menghabiskan waktu dengan Yunho disekolah dan kadang menghabiskan waktu sorenya di kafe tempat Yunho bekerja. Dan itu bisa membuatnya semangat!
Namun, dia juga merasakan hatinya merasa kosong karena sampai saat ini Yunho belum juga mengucapkan kata yang paling ditunggu - tunggu olehnya.
Aigo... Makanya Jaemma... Memintalah pada Cho biar Yunpa bisa cepet sadar sama perasaannya! #plaakkkk hahahaha... Karena Cho sedang baik hati, Cho akan berikan sedikit cobaan buat Yunpa agar sadar. Aigo...
Hubungan mereka, maksudnya Yunho dan Jaejoong semakin akrab walaupun Jaejoong masih sedikit kecewa karena Yunho belum mengucapkan kata yang Jaejoong tunggu tapi tidak apa. Karena bagi Jaejoong, berada disamping Yunho merupakan hal paling indah untuknya. Apa lagi kemarin mereka sudah merayakan hari jadi mereka yang sudah mencapai satu bulan. Suatu hal yang sangat membanggakan untuk Jaejoong.
Saat ini, mereka sedang berjalan kembali ke kelas setelah menghabiskan bekal makan siang mereka. Dengan erat Jaejoong menggenggam tangan Yunho. Dan para siswa sana sudah mulai terbiasa melihat acara lovey dovey yang dilakukan oleh keduanya. Bahkan beberapa mereka menyukai bagaimana agresifnya Jaejoong jika sudah menyangkut tentang Yunho.
" Aww..."
Jaejoong berhenti kwtika seseorang menabraknya dan jatuh. Jaejoong langsung menolong yeoja yang tadi terjatuh karena menabraknya, sedangkan Jaejoong tadi tidak terjatuh karena Yunho menahan tubuhnya.
" Gwaenchana?" Tanya Jaejoong pada yeoja tersebut
" Ah, ne. Gwaenchana" Yeoja itu berdiri dibantu oleh Jaejoong " Mianhae... Aku tadi menabrakmu. Aku sedang melihat - lihat karena aku siswi baru"
" Ah, gwaenchana. Aku juga tadi tidak melihat kedepan tadi"
" Hehehe... Kita sama - sama salah ng..."
" Jaejoong. Namaku Kim Jaejoong"
" Oh! Annyeong. Kwon Boa imnida" Yeoja bernama Boa itu menunduk kemudian mengalihkan pandangannya kearah samping dan berhenti pada namja yang juga tengah menatapnya, sepertinya namja itu tengah mengingat sesuatu
" Yunho?"
Jaejoong menaikkan satu alisnya saat yeoja mungil itu memanggil nama kekasihnya. Dia lantas melirik kearah Yunho yang juga tengah menatap yeoja itu.
" Boa!"
Greeppp
Jaejoong membulatkan matanya, dia melihat Boa segera berjalan ke samping dan memeluk Yunhonya! Ohmygodsun!
" Apa kabar?!" Tanya Boa dengan antusias
" Baik..."
" Eoh?! Hey! Kau tidak lupa janjimu kan?"
" Mwo?"
" Kalau kita bertemu lagi kau akan apa?"
" Hahahahaha, tentu aku ingat!"
Cup
What the...
Teman - teman yang lain melihat Yunho dengan mata melebar, apa lagi Jaejoong. Dia tidak menyangka yeoja itu akan bersikap seperti itu pada YUNHONYA! MILIKNYA! PROPERTINYA! Jaejoong membatu saat Yunho sekali lagi menuruti permintaan yeoja yang ada di depannya.
Yunho
Mencium
Kening
Yeoja
Itu
.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
Annyeong! Yuuhhuuuuu~~~~~ Cho kembali membawa glassy boy? Hahahaha... Dasar Cho alay! Kkkkk...
Jja, pasangannya udah keluar semua ya, kayanya sih tinggal bagaimana penyatuan mereka aja... U tuk MinSu Cho rahasiain dulu di chap depan...
Yang mau MinSu mana?! Kalo ga ada Cho ubah neh! Hahahhahaha...
Aigo... Jaemma... Sabar ne dengan semua rumor yang ada... Yunpa cuma mau sama Jaemma doang kok, jangan galau lagi ya! Hadeuhh... Loph u Jaemma, Loph u bang Mimin! Hahahahaha... Yunpa? Ke laut aje karna udaj bikin emak mertua Cho galau! Hahahahahaha #ketawa bareng bang Mimin
.
Special Thanks :
tyas1412 (mau na sapa? Kkk), zaladevita (ne ne ne. Ini udah Cho lanjut eoh?! Hahaha), Guest (maacih ^^), lee in soo (mesum? Belom...), hnjasmine (haaii juga ^^ changkyu? Hmmm...), gwanshim84 (maacih lho~~), chkyumin (ya, harus ad eunhyuk ne kyk na hahahaha kawin? Bayangin ndiri ya?), pembaca (gemes? Cubit aja hahahaha), lipminnie (jiah, mau donk kalo bwrhadiah yunpa! Kyaa.. Ada yang hadiahnya bang mimin nda?), akiramia44 (sabar ya, yunpa disini agak polos ^^), evilpumpkin (neeee~~~~), cha yeoja hongki (ne, lebay tapi imut ga? Kayak Cho? #wink), Sitta K (udh trjawab di chap ini?), Rly. C. JaeKyu (udh k jwb ne?), yoon HyunWoon (yo, ini udh di lanjut), Dennis Park (panjang ne? Ehem - ehem itu apa? #pasangmukapolosluarbiasa), danatebh (bukan cewe kok hehehe), BubbleePeroro (ia, ini udh di lanjut. Masih galau?), wulandari. apple (aneh? Hahaha.. Kayaknya gt!), SinushYJS (berani ape nye? Cho aje kesel sama yunpa disini, hehe), narayejea (cubit aje! Sama donk!), MaxMin (sape? Yg jelas bang mimin cinte nye same Cho ye! Hahahaha), nidayjshero (ne ne, udh cho update kan ne?), alby (hmm... Masih rahasia tuh ^^), misschokyulate (getok aje! Nyebelin emank!), JonginDO (ne... ^^),
vampireyunjae (jadi mau dibikin JaeHo aja? Hahahaha ngeri euy...), Boo Bear Love Chwang (jiah, y dah hwaiting juga ya!kkkkk), joongmax (cho usahakan! Kkkkk...), min (ne ^^), noon (cb kalo ga jadian, mau taro dimane muka Cho?! #lho?!), snow. drop. 1272 ( no no no, bukan cewe...), quinee (jwb an na nyusul tiap chap ok?! Hahaha), jaena (seme? Aigo... Ga sadar diri dy! Hahaha), chipmunk (thanks ^^, changkyu na sedikit diselip disini), Anik0405 (ya iyalah... Marah malah kkkk), kaihyun70 (sama" jd sahabat ne?), diamonds (maacih ^^, hahahah... Bang mimin na ga sama Kyu kykna? Hehehe), wie84 (yeah... So cute together! ^^), noona (love udh lanjut kan ya? Bang mimin sih masih tapi...), ditstysandra (ne, Cho kangen selingkuhan Cho... Mas Kris... Huweeee. Jiah! Cpt lulus sono!gemes silahkan dicubit toh?hahaha), Vivi (udh k jwb di chap ini ne?), para follower dan yang udah fav ff Cho
Sekali lagi gomawo #bow ada yang belum ke sebut?
.
Jja... Ada yang sanggup bayangin Jaemma jadi seme? Aigoo... Ngeri euy... Hahahaha... Mungkin bisa tapi couple na bukan Yunpa yang verry berry strawberry ultimate seme! Hehehehe tapi Sungmin oppa mungkin?
Tapi, sejak kabar pernikahannya Sungminnie oppa tadi siang, buat mood Cho langsung down se down - downnya halah... pake bahasa opo toh Cho! Yang bikin Cho suka sama Kpop pas awal itu dia! yah... walaupun akhirnya Cho selingkuh sama bang Mimin yang satu lagi, tapi wallpaper bb Cho itu dou MiMin kok! Maksudnya Changmin oppa n Sungmin oppa yang nempel bgt tuh pipi merekadi konser SM Town.
Hah... Cho.. Urrgghhh... Kesel sih awalnya tapi... Cho doakan yang terbaik ne oppa? Saranghae Sungmin oppa #Cho dijewer bang Mimin karena selingkuh
See u next chap
Chuuuuu~~~~
