Rani : The way~ Find the way~
Rin : -_-
Rani : Hn….. Nampaknya hari ini aku harus banyak belajar deh~
Rin : Ya, kerjain sana soal-soal Latihan dibukumu!*Nendang author sampai home run*
Konako : Huwa! Rin! Apa yang kau lakukan dengan author?
Rin : Sigh.. Siapa kau?
Konako : Oiya! Yoroshiku nee~! I'm Reilana Kona atau lebih sering dipanggil Reilana Konako!
Len : -_- Itu namanya ada dua 'kan?
Konako : Nya! Nya!*Ngangguk*
Rin : Baiklah sepertinya kita continue aja ke Fic!
Konako : Rin-chan.. -_- Ya sudah deh! RnR please! !
Because flame Len and the memories.
Summary : Masa lalu antara mereka terbuka, hanya saja Rui tidak bisa menceritakannya karna tidak terlalu kuat mengenangnya. Sampai akhirnya kenangan itu terkuak oleh Gumiya yang me
Disclaimer : Vocaloid milik tuhan dan Yamaha..Hehehe
Pairing : Rin X Len , Lenka X Rinto X Gumiya(Baru!)
Warning : Mengandung alur ga jelas, humor abal, -_- m.. Pergantian POV,
Don't like don't read!
.
.
"Len~!" Ucap seorang gadis berambut hitam diikat pony tail, Rui. Len menengok ke arah Rui dengan sedih.' Kenapa aku tidak bisa mengingat semua memoriku dengan baik?' Pikir Len.
"Ada apa Len? Eh! Foto darimana itu!" Kata Rui lalu mengambil foto ditangan Len. Matanya terbelalak dan perlahan menatap sedih foto itu., "Kau dapat darimana foto ini?"
Mata Rui memancarkan sebuah kepedihan mendalam, ia menatapku dengan sedih.
"Aku dapat dari Rinto.." Kata Len jujur. Rui menghela napas.
"Len.. Apa kau tidak ingat.. Kenapa Rinto memiliki penyakit jantung?" Kata Rui. Len menggeleng. "Tragedy itu?"
"A, aku sama sekali tidak ingat Rui.." Kata Len menatap Rui serius. Rui menghela napas. Ia melihat Len dengan sedih.
(Normal POV)
"Begini.." Ucapan Rui terputus. Matanya memancarkan kesedihan mendalam ketika membahas tentang masa lalu pahit miliknya berserta Rin dan Len. Sementara itu Rin mendengarkan ditempat persembunyiannya dengan seksama. Apakah Rui akan cerita tentang masa lalu itu?
"Kalau kau tidak mau cerita juga tidak apa-apa Rui.." Kata Len sedih melihat Rui. Rui menggeleng pelan.
"Aku harus memberitahukan ini padamu Len! Tapi tolong jangan ceritakan pada Rin.." Ucap Rui mulai menangis. Len lalu mengangguk pelan. Rin menjadi semakin penasaran. 'Oh, my! Info apa sih! Kenapa aku tidak boleh tau?' Pikir Rin.
(Rui POV)
*Flash Back*
Aku sedang bermain dengan Rin, Len, Rei, Gumiya dan Rinto. Tapi entah kenapa hari ini rasanya aku merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"Eh! Minna! Gimana kalau kita ke hutan angker itu! Pasti seru!" Ucap Rin dengan riangnya.
"Eh? Otou-san dan Okaa-san bilang kita tidak boleh ke hutan itu Rin! Kudengar disana ada pembunuh!" Kata Rinto memperingati. Rin hanya menggeleng.
"Ish! Itu pasti bohong! Rei, Rui, Len ayo ikut aku!" Kata Rin. Namun aku dan Rei menggeleng. Hanya Len yang bersedia ikut dengannya.
"A, apa kalian serius?" Kataku pada Rin. Rin lalu tersenyum lembut. Aku melihat mereka berlari dengan cepat.
"RIIN! Kalian tetap disini! Rui! Ayo ikut aku!" Ucap Rinto lalu menarikku. Akupun hanya bisa mengikutinya. Kami mempercepat langkah-langkah kami dan berdoa semoga mereka tidak menemukan sesuatu yang mengerikan.
-Di depan hutan-
Kami sudah sampai di depan hutan. Terlihat pohon-pohon menjulang tinggi dan suara burung gagak yang membuatku menjadi agak sedikit merinding dan takut.
Gyut!
Rinto mengenggam tanganku dengan kencang. Aku menengok dan melihat Rinto yang serius.
"Kalau kau mau.. Tunggulah disini! Biar aku ya-
"Tidak! Aku takut terjadi hal yang tidak diinginkan!" Kataku memotong perkataan Rinto. Rinto tersenyum lembut dan kamipun memasuki hutan. Hutan ini sangat gelap. Terdapat bau anyir dimana-mana yang mungkin cukup membuatku agak mual. Aku bahkan seperti tidak melihat makhluk hidup disini.
"TOLONG!"
"KYAA!"
Kami mendengar jeritan yang mirip dengan suara Rin serta Len. Dengan cepat Rinto menarikku mendatangi arah suara. Kami juga mempercepat lari kami. Aku lalu melihat Len dan Rin yang sedang menunduk takut melihat seseorang berbadan besar membawa pistol dan sebilah pisau.
*Flash back off*
Ngggiiiiiing-
"Aaa! Aku tidak kuat! Kau pasti ingat Len!" Ucapku sambil berlari. Air mataku menetes satu persatu. Kejadian yang nyaris membuat Rinto 'meninggal' itu terlalu berbekas didalam hatiku. Karna saat itu aku sangat menyukai Rinto.. Entah kenapa aku seperti melihat Rin yang sedang bersembunyi saat berlari. Mu-mungkin hanya perasaanku saja!
Akupun melihat Gumiya sedang berjalan dengan Rinto.
"Hn.. Kenapa kau tidak mau operasi saja sih?" Ucap Gumiya. Rinto menatap Gumiya pelan.
"Karna aku tidak suka operasi." Kata Rinto. "Ah! Rui-chan. Etto? Kenapa kau menangis?"
"Aku menceritakannya pada Len dan Rin tapi…
"Kau menceritakan kejadian itu!" Kata Rinto kaget. Aku menundukan wajahku pelan.
"Go, gomen.."
"Ya sudahlah Ru-Rui.. Aku dan Gumiya mau bertemu Len dan Rin! Aku baru ingat mereka belum mendaftarkan diri! Jaa nee~!" Kata Rinto lalu tersenyum pahit. Aku lalu mengangguk dan pergi ke kelasku.
(Len POV)
Aku masih mecerna apa yang Rui ceritakan.. Aku belum mengerti sepenuhnya. Aku mecoba mengingat-ingat tapi hasilnya nihil..
"Hn.. Len? Kau mengerti apa yang diceritakan oleh Rui tadi?" Ucap seorang gadis berambut honey blond dengan pita putih diatasnya. Matanya yang seperti air laut memandangku..
Itu..
Itu…
"Ri-Rin.." Kataku kaget. Ja-Jangan-jangan tadi Rin menguping.. Dasar..
"Entah kenapa kita tidak ingat?" Ucap Rin. Aku mengangguk pelan. Entah kenapa memori itu sepertinya terhapus oleh kami berdua hingga kami tidak ingat. "Ihihihi! By the way.. Kamu manis sekali loh~ Lenny~" Kata Rin yang membuat mukaku memanas.
ZRAAT!
"HUWA!" Teriak Rin lalu memelukku karna saking kagetnya pintu UKS dibuka kasar. Lalu seorang gadis berambut cream dengan bawahan mirip pelangi membawa boneka kelinci dan seorang pemuda berambut oranye membawa sebuah obat-obatan keluar dari UKS dan memandang kami.
"Eh? Apa nama kalian Len dan Rin? Yoroshiku~ Mayu Kirakia desu!" Ucap yang gadis. Ia membungkukan badannya.
"Aku, Lui Hibiki.. Kami datang untuk mengawasi kesehatan Rint-Uph!" Kata-kata Lui terputus ketika Mayu membungkam mulutnya.
"Etto~ Jangan perdulikan apa kata Lui~ Kami ingin Tanya apa kalian mempunyai hubungan dengan Rinto?" Ucap Mayu. Rin mengangguk pelan.
"Ya! Dia itu teman kami baru beberapa minggu ini~" Kata Rin. Mayu dan Lui menaikan alisnya.
"Bu-bukannya kalian teman sejak kecilnya?" Ucap Lui lalu memandang Mayu dan selanjutnya ke arah kami.
DZING!
Seorang cross dressing melempar sebuah buku ke arah Lui dan Mayu. Lui dan Mayupun kabur dan kami tidak melihatnya lagi..
"Nee~ Apa kabar kalian? Aku-aku pergi dulu ya!" Ucapnya lalu berlari meninggalkan seorang ketua osis berambut lumut –Gumiya-. Gumiya hanya menghela napas dan melihat ke arah orang itu. Gumiya lalu melihat kami.
"Ah.. Mungkin Rinto sedang tidak enak badan? Emm.. Apa yang kalian berdua lakukan disini?" Kata Gumiya.
"Apakah kau tau kejadian itu? Dimana kami bermain di hutan?" Ucapku. Mata Gumiya terbelalak.
"EH!" Kata Gumiya sedikit gugup dan gemetaran.
"Ka-kami tau dari Rui.." Ucapku.
"Sigh.. Kalau begini.. Aku harus menceritakannya pada kalian, kebetulan waktu itu Rui menceritakannya padaku?" Kata Gumiya. Gumiya lalu mengacak rambutnya pelan. "Dari mana?"
"Em.. Sampai Len dan aku bertemu dengan Rui dan Rinto bertemu dengan kami." Ucap Rin sambil memutar bola matanya.. Gumiya melihat kami dengan datar.
"Kalian yakin?" Ucap Gumiya. Kami berdua mengangguk pelan. "Baiklah, aku menceritakannya dalam side Rui. Asalkan kalian tau.. Kenangan ini.. Sangat berbekas di Rui sampai sekarang.."
*Flash Back*(Rui POV)
Orang berbadan besar itu melihat aku dan Rinto. Dia tersenyum kecil.
"Hoo.. Kau 'kan anak kecil itu! Aku harusnya menembakmu sewaktu kau melihat pembunuhan itu disini!" Ucap orang itu menunjuk Rinto. Rinto hanya memandang orang itu sinis. Rinto membisikan padaku 'Cepat kau datangi Len dan Rin! Bawa mereka keluar dari sini! Ia tak akan berkutik jika kita keluar dari sini!' Aku lalu pelan-pelan menuju tempat Len dan Rin.
DOR!
"RINTO!" Ucapku ketika melihat orang itu menembak Rinto. Darah segar mengucur dari arah dada Rinto. Orang itu tersenyum.
"Sebentar lagi kau akan mati anak muda! Aku menembak tepat ke arah jantungmu kan? AHAHAHA! Dan selanjutnya.. KAU!" Ucap orang itu menunjukku.
BUAG!
Rinto melempar sebuah balok kayu dan batu kecil kepada orang itu.
"LARI! LARI RUI!" Ucap Rinto masih melempar batu-batu kecil itu. Aku lalu menarik Len dan Rin. Aku menyuruh mereka berlari.. Entah kenapa saat itu aku hanya terpaku seusai menyuruh mereka berlari.. Aku menatap sosok pembunuh itu yang sedang menghindari serangan seorang anak kecil. Entah kenapa dia sangat tidak takut kepada orang itu. Matanya memancarkan kemarahan mendalam. Darah yang terus mengalir didadanya membuatku agak takut.
"Rinto!" Ucapku lalu mendekatinya. Rinto masih melempar batu-batu kecil. Ia lalu menengok kepadaku.
"A, apa yang kau lakukan! Cepatlah pergi!" Ucap Rinto lalu mendorongku. Tiba-tiba saja orang itu menatap kami tajam.
Gyut!
Rinto lalu menarik tanganku cepat. Kami lalu berlari menuju keluar hutan.. Berusaha untuk lari dari orang itu..
Sementara itu orang itu mengambil sebuah pistol berisi penuh dan menembakannya. Kami berdua terus berlari tidak peduli apapun… Suasana tegang masih terasa, bau anyir darah yang tidak kunjung hilang. Membuat kami cepat-cepat pergi dari hutan itu. Entah kenapa orang itu tidak mengejar kami.. Sungguh aneh kan?
-Di luar Hutan-
Kami berdua akhirnya keluar dari hutan itu. Nafas kami berdua sangatlah tidak teratur. Banyak sekali darah berada disekitar kami.. Bertebaran dimana-mana..
"Syukur-
BRUUK!
Aku melihat tiba-tiba Rinto ambruk. Aku langsung panik dan menggendong Rinto. Badan Rinto begitu dingin dan wajahnya sangat pucat. Entah kenapa rasanya air mataku mulai mengalir.. Aku sudah tidak bisa menahannya. Kenapa? Kenapa ini terjadi? Akupun membawa Rinto entah kemana dan semua orang mengerumuniku. Bukannya membantu! Mereka malah membuatku kesusahan! Tiba-tiba seorang pemuda berambut honey blond diikat pony tail mengambil Rinto dan membawanya ke rumah sakit. Perasaan khawatir terus menyelimutiku hingga sekarang. Aku sedang berada dalam mobil UGD yang sedang mengebut.
"Hey? Siapa namamu nak?" Ucap orang yang membawa Rinto. Aku lalu melihatnya.
"Namaku Rui.. Dan anak yang anda tolong tadi bernama Rinto." Kataku mulai menyeka air mataku. Pemuda itu lalu menatap seorang gadis yang berada di depan.
"Bisa kau percepat Konako-san?" Ucap pemuda itu memanggil gadis itu. Konako-san hanya mendengus.
"Baiklah Riu-sama~!" Kata Konako-san lalu menancap gas yang membuat kecepatannya bertambah hebat.
Aku menunduk dan membuat air mataku mengalir lagi..
CKIIIIIIIIIT!
"Yap! Kita sampai! LET'S GO!" Kata Konako-san lalu membawa Rinto menuju kedalam RS. Riu juga langsung masuk RS dan aku hanya mengekorinya.
-1 jam kemudian-
Gelisah, menangis, berjalan memutar didepan pintu.. Itulah yang kulakukan saat menunggu operasi Rinto. Kudengar jantung Rinto mengalami pendarahan parah hingga ia harus operasi. Sudah satu jam aku menunggu.. Apakah Riu-sama akan segera keluar?
Kreeek..
Aku langsung melihat seseorang yang sedang membuka pintu. Mukanya begitu pucat dan menunjukan ekspresi sedih. Auranya begitu redup dan terkesan dark.
Apa mungkin..
Rinto..
Rinto..
Sudah meninggal?
"Rinto selamat.. Hanya saja dia akan menjalani operasi selama 2 minggu ini.. Sebaiknya kau pulang." Ucap Riu lalu mengelus rambutku. Aku menghela napas dan berlari kecil menuju tempat Rinto berada. Kulihat Rinto terbaring lemas di kasurnya. Matanya masih menutup. Terlihat sebuah kantong darah dan alat bantu pernapasan untuknya. Aku lalu mencium dahinya dan pergi menuju rumahku untuk memberitahu Rin dkk.
*End Flash Back*
(Normal POV)
"Begitulah ceritanya.. Ri-Rin? Ka-Kau baik-baik saja?" Kata Gumiya bergetar melihat muka Rin yang sangat pucat. Len menengok dan melihat Rin. Len lalu memeluk Rin yang mulai menangis.
"Ini salahku." Ucap Rin menangis ehem dipelukan ehem Len. Len lalu mengelus kepala Rin dan melihat Gumiya yang menatap sedih Rin.
"Ini bukan salahmu kok Rin.. Hanya saja.. Berjanjilah kau tidak akan menangis.." Ucap seseorang didekat pintu. Gumiya, Len dan Rin melihat seorang cross dressing berambut honey blond memandang sedih kami.
Zreeeet
Cross dressing itu lalu menutup pintu itu pelan.
"Rinto-kun.." Kata mereka tertegun melihat pemuda itu. Rinto hanya tersenyum pahit dan melihat mereka. Ia lalu mendekati mereka semua dan memeluk Gumiya yang langsung blushing.
"Hn… Akukan hanya ingin kalian bahagia~ Jadi kalian harusnya tidak sedih~" Ucap Rinto dengan nada perempuan dan mencium pipi Gumiya.
"He-Hentikan Rin-Rinto!" Ucap Gumiya blushing dan membuat Len agak terkekeh melihatnya.
"AAA! LENKA! JANGAN TARIK AKU!"
"AYOLAH MIKU! BANTU AKU!"
"EEEEEEEEEEEEEEEH!"
ZRAAAT!
"Hai- GUMIYA! JANGAN DEKAT-DEKAT RINTO KAU!" Ucap seorang gadis berambut honey blond panjang -Lenka- sambil menarik dua orang sejoli sejati.. Ehem.. Maksudnya itu Miku dan Kaito. Lenka langsung saja melepaskan pelukan Rinto dari Gumiya dan memandangnya sinis. Sementara Miku yang memakai pakaian mirip cowo dan Kaito yang memakai gaun biru tua ala Victorian dengan muka BAKAnya memberikan sebuah kertas kepada Rin dan Len.
Eh?
"WHAAT!" Ucap Len dan Rin bersamaan. Len langsung sweat drop melihatnya..
"Huwa~! Aku mau ikut Gumiya!" Ucap Rinto dengan puppy eyes.
"T-I-D-A-K –B-O-L-E-H! Kau keluar saja!" Kata Gumiya yang membuat Rinto nangis.
"Eh.. Kalian kaget juga melihat itu ya? Len? Rin?" Ucap Miku..
-TBC!-
Rani : Selesai.. Maaf pendek gan~ Dan saya minta review..
Rin : Catetan.. Bagi yang niat.. Oiya bales Ripiu~~!
Ichigo Mei-chan :
Hai.. Senpai..
Eeh.. ^^" Ma-Maaf..
Ah, Gumi 'kan temennya Len yang sekelas.. Jadinya.. Rani ganti jadi Gumiya karna inget Gumi udah ada.*Digebuk*
Mayu ntar juga jadi agak jahat kok!*Loh?*
Hihihi~ Thanks reviewnya.. Kalau anda mau~ RnR please!
Kyon KuroBlack:
Duh.. Kyon Kuro dan Black kok nemu sieh.. Wuah.. Jadi malu punya typo bnyk bgt… L
Mau ngebahas masa lalu Rinto, Rin dkk..~
Hen.. Dari kemaren-kemaren aku mikir dan tetep keep this chapter~ :D
Len : Eh! Aku ngeliat Rin lagi ganti~
Rin : BAAAAAAKAAAAA!*Ngelindes Len*
Ok, saya jadi ikut ngelatur~
Dan makasih Ripiunya.. Kalau anda mau RnR please~
Kawaiine kaori –gloria :
Hai~
Eh? Be-begitukah?
Hehehe emang sih?
Pacaran ma Kaito~ jadinya lupa ma Fic ini~(Miku : Whats! Adanya kamu yang lupa ma aku!)
Ga jadi diulang aja deh~ XD
Okey, thanks Ripiunya dan bila berminat RnR please!
You-Know-Who :
Eh, Rinto itu sakit jantung akut..
Hehehe.. Masa sih.. Jadi pengen bunuh diri nih!*Siapin tali tambang*\
IA : Eh… -_- Ada sih.. Mau tau?
Rani : Ok~~ Thanks RnRnya dan bila berminat RnR lagi ya!
Half-Human Girl :
Hiyay! Ide bagus! XD
Hehehe.. Tapi judulnya udah cocok blum?
Kalau nge flame diterima kok! J
Sip!
Makasih Ripiunya~ Kalo berminat RnR ya?
Shana-chan(Males nulis panjang-panjang) :
MAYU! NAMANA MAYU!
Hohoho! Pasti—KYAAA!*Dibawa sama Gakupo dan Gumiya*
Yosh! Aku bakalan semangat!
Thanks Review and keep RnR?
Legendary-GC:
Hai~
Wuahaha~ Ternyata typo selalu menghantui saya ya?
Ma-makasih.. Sip! Thanks udah nunggu!
Thanks for review and bila minat RnR please!
Kumiko 'Hi-chan' lupa password :
Hai~
Hore!*Tebar confetti*
Eh? Telat ripiu ga papa~ :D
Iya sudah dijawab kok lewat ripiu sebelumnya~
Hn.. Jadian ma Lenka atau Gumiya ya?
Rinto : Apa maksudmu sih!* Tendang Hi-chan*
Iya, judulna mau diganti~ Kira-kira nama judulna udah klop blum?
Rani : Biarkan Gumiya sengsara! WUAAHAHAHA!
Eh.. Iya juga~ Ga papa Bakom.. Asalkan jangan lupa ama air ma gayungnya ya~(Loh?)
Sip~ Senpai bakalan terus writing kok~
Thanks review and Review please?
Rani : Ok? Dua Fic siapa yang mau bales?
Rin + Len : Kami aja!
Ryu Kago :
Ryu~kun~~~ Welcome!
Sip! Sip!
Heheheheh.. Tapi aku juga suka pisang sih~
Em… Kayakna biasa aja*PLAK!*
Hooh.. Betull!
Thankks Reviewnya.. dan Review bila niat?
Org-tnp-nm-karakuri burst fans:
*Tebar bunga mayat(?)*
Ga papa kok!
Sip!
Thanks ya~ Review jika minat?
Christi Mashiro :
Hai~
Lah? Tanda-tanda apa nieh?
Sip!
Thanks RnRnya and Review bila minat~
Rani : So…. Udah selesai kan kita? Tinggal minta review sama readers?
Rin : Unn.. Tapi kok author agak ga semangat?
Rani : Ini karna internet lemot dan saya ga bisa ngeripiu fanfic orang…
Rin : Oh, ya.. Sudahlah.. Judulna udah klop blum? Trus RnR?
Len : RnR Please!
