My Famous Husband Jung
by LadySinner_25
.
.
.
Jaejoong merasa begitu hangat berada dipelukan suaminya. Dia mencoba untuk membuka kedua mata doenya dan melihat suaminya meringkuk didadanya. Sepertinya mereka telah bertukar posisi selama tidur. Dia bahagia karena Yunho berada disampingnya untuk menyambut pagi bersama. Dia senang Yunho masih ada diranjang mereka jadi dia bisa berpelukan manja dengan suaminya lebih lama.
Jaejoong mulai mengguncang tubuh Yunho untuk membangunkannya. "Yunnie. . ."
"Hmmmm. . ." Yunho lebih menenggelamkan kepalanya didada Jaejoong. Jaejoong tersenyum seraya membelai rambut suaminya.
"Apa kau tidak punya jadwal hari ini sayang?" Yunho menggelengkan kepalanya dan menautkan lengannya memeluk pinggang Jaejoong.
"Aku bilang ke manajer hyung, aku ingin istirahat hari ini. Kau juga jangan pergi ke sekolah hari ini sayang!" Yunho masih betah menenggelamkan kepalanya didada Jaejoong dan Jaejoong sendiri terus membelai rambut Yunho dengan jemari panjang nan seksinya.
"Kenapa Yunnie?"
"Jangan saja. . . Aku hanya ingin punya waktu berdua saja denganmu," jawab Yunho.
"Apa yang ingin kau lakukan hari ini Yunnie?"
"Aku hanya ingin berpelukan denganmu ditempat tidur. . ."
"Hmmm. . . siapa yang akan berpikir kalau Jung Yunho, penyanyi yang terkenal dan seorang dancer yang seksi dan suami tampan dari seorang Kim Jaejoong terlihat begitu imut saat dia ditempat tidur, terutama dipagi hari, hmmmm?"
Yunho mengangkat pandangannya ke istrinya dan dia disambut oleh senyuman yang sangat dia sukai. Dia bergerak mendekat ke Yunho untuk morning kiss yang akhir-akhir ini jarang bisa dia dapatkan. Bak gayung bersambut dia mendapatkan respon ciuman panas dari istrinya.
"Dan siapa yang bisa mengatakan kalau Jung Yunho sangat beruntung untuk bangun dengan malaikat berada disampingnya dan akan disambut dengan sebuah senyuman indah dan seorang istri yang cantik huh?" Jaejoong tertawa dan mencubit hidung banggir Yunho.
"Tentunya hanya Jung Yunho!"
"Jung Jaejoong. . ." Panggil Yunho.
"Iya sayang?"
"Apa kau tahu. . . Hyunjoong bertanya padaku apa kau mempunyai saudara perempuan?" Jaejoong mengangkat kedual alisnya. Dia masih mengingat bagaimana dia mendengar Hyunjoong mengatakan hal yang sama di cafetaria.
"Benarkah?" Jaejoong membelai rambut Yunho lagi.
"Dia bertanya padaku jika kau masih punya saudara perempuan yang secantik dirimu jadi dia bisa mulai mempersiapkan sebuah rencana pernikahan untuknya." Yunho dan Jaejoong tertawa bersama.
"Dia gila!"
"TOP dan dia sama-sama gila! Sayang mereka terus saja menggangguku dengan pertanyaan-pertanyaan mereka!"
"Lalu apa yang kau katakan kepada mereka?" Jaejoong memainkan rambut Yunho sedangkan yang bersangkutan mulai membelai punggung Jaejoong.
"Aku bilang ke mereka kalau kau tidak punya saudara yeoja, dan kau tahu apa yang dikatakan Hyunjoong?"
"Apa?" Yunho mengangkat tubuhnya dari dada Jaejoong dan balik menarik Jaejoong untuk berbaring didadanya. Yunho menautkan kedua kakinya ke tubuh Jaejoong disaat punggung Jaejoong sepenuhnya terbaring didadanya.
"Dia bilang, 'Jung. . . kau adalah namja paling beruntung, jika aku bisa mempunyai seorang istri secantik istrimu aku pasti akan berhenti dari karirku!'" Yunho menirukan apa yang dikatakan Hyunjoong kepada istrinya.
Jaejoong memutar kepalanya kearah suaminya. "Dia bilang begitu? Kenapa dia harus berhenti?"
Yunho menautkan tangan mereka berdua. "Karena dia ingin memberikan semua waktunya untuk istrinya, menghabiskannya bersama, membesarkan anak-anak mereka bersama dan semuanya, tidak seperti yang aku lakukan!"
Jaejoong bangun dari posisi berbaringnya dan mendudukan dirinya. Dipandangnya sang suami. "Itukah sebabnya kau terlihat begitu sedih?"
Jaejoong mengangkup wajah Yunho dengan kedua tangannya dan Yunho balik menatapnya.
"Aku merasa bersalah meninggalkanmu di pagi hari tanpa membangunkanmu dan memberimu morning kiss yang terbaik. Saat aku pulang kerumah tengah malam, selalu berakhir dengan kau yang tertidur karena terlalu lama menungguku untuk pulang ke rumah. Bahkan kita tidak pernah punya waktu untuk makan malam dengan baik tanpa adanya gangguan telepon dari manajerku. Aku minta maaf sayang. Aku sadar kalau aku kehilangan banyak waktu kita bersama karena karirku."
Jaejoong tersenyum pada suaminya yang sekarang tengah menundukkan kepalanya tetapi Jaejoong mengangkat dagunya dan menatap tepat di mata musangnya.
"Jung Yunho. . . waktu aku menikahimu tiga tahun yang lalu, ini adalah karir yang sudah kau pilih tetapi aku masih saja menikahimu. Itu karena aku mencintaimu. Aku tahu kita mempunyai banyak masalah akhir-akhir ini tapi jangan pernah berpikir kalau aku sebagai penghalang untukmu dalam menggapai mimpi, jika ini adalah keinginan terbesarmu maka aku akan menjadi orang pertama yang akan mendukungmu apapun itu bentuknya."
Yunho tersenyum sedih mendengar isi hati Jaejoong. Jaejoong mencium bibir Yunho dengan harapan bisa membuang kesedihan suaminya.
"Tapi sayang. . . bagaimana kalau aku berhenti?" Tanya Yunho.
Jaejoong menggelengkan kepalanya.
"Andwae! Jangan lakukan itu! Kau sudah memimpikan ini sejak kau masih sangat muda dan kau akan melewatkan kesempatan ini begitu saja? Sekarang kau berada dititik tertinggi dalam karirmu Yunnie. . ."
Jaejoong sungguh tidak pernah berharap Yunho berhenti menjadi idola Korea, karena dia sangat tahu apa mimpi Yunho sejak remaja dan bagaimana kerja keras yang dia lakukan untuk menggapai mimpinya itu.
"Tapi seperti yang Hyunjoong katakan, aku juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan mu, tanpa perlu diganggu, tanpa dibebani kewajiban pergi ke studio untuk latihan dance. Tanpa perlu dikejar-kejar ribuan fans, hidup seperti orang normal lainnya"
"Apa kau lelah karena hal itu?" Yunho menggelengkan kepalanya dan Jaejoong memeluk suaminya untuk memberinya rasa nyaman.
"Aku mencintai karirku tapi sayang. . . Aku ingin kau tahu kalau aku mencintaimu lebih dari apapun. Aku hanya tidak ingin kau berpikir kalau aku mencintai karirku lebih dari aku mencintaimu. Aku rela untuk melepaskan semuanya dan menjalani hidup normal hanya ada kita berdua."
"Itu sebabnya aku ditakdirkan menjadi istrimu karena aku akan menjadi yang orang pertama yang akan mengerti dirimu dan mendukungmu untuk semua keputusan yang kau ambil," ungkap Jaejoong menunjukan dukungannya kepada sang suami.
Yunho merangkulkan kedua lengannya ke bahu Jaejoong, sedangkan Jaejoong menautkan kedua lengannya erat di pinggang Yunho.
"Terima kasih dan aku sangat mencintaimu Jung Jaejoong!" Yunho mencium rambut Jaejoong.
"Aku juga mencintaimu sayang, tidak perlu mengawatirkan aku. Aku tidak akan meninggalkanmu hanya karena kau tidak punya waktu untukku!"
"Janji?" Yunho menarik Jaejoong untuk duduk dipangkuannya dan mendapatkan anggukan kepala dari Jaejoong seraya mengangkat tangan kanannya, sebagai tanda atas janjinya.
"Aku berjanji JUNG!" Yunho tersenyum dan akan mencium istrinya tetapi Jaejoong meletakkan telunjuknya dibibirnya mencegahnya untuk berbuat lebih jauh.
"Tapi. . . Aku tidak akan mempertimbangkan apapun kalau kau berselingkuh dariku JUNG!" Yunho mengerutkan dahinya dan menatap tajam istrinya.
"Kau pikir aku akan melakukan hal itu?" tanya Yunho.
"Mungkin. . . Jika kau tetap menjadi orang yang sok gentleman ke setiap yeoja disekitarmu."
Yunho mendesah.
"Apa ini tentang BoA lagi sayang?" Jaejoong hendak berdiri tetapi dia dipeluk erat oleh Yunho.
"Jangan pergi Jung Jaejoong, ayo kita bicarakan hal ini!" Jaejoong kembali duduk dipangkuan suaminya sedangkan Yunho terus menatap istrinya.
"Tentang apa?"
"Kau membuka topik itu lagi sayang, jadi aku yakin kau punya sesuatu yang ingin kau bicarakan."
Jaejoong mendesah tetapi tidak memberi respon, dia hanya menundukkan kepalanya dan Yunho merasa khawatir dengan apa yang dipikirkan oleh istrinya saat ini.
"Apa yang menggangumu sayang? Aku mohon katakan padaku!" Jaejoong mendongak ke suaminya dan Yunho bisa melihat kekhawatiran dimata Jaejoong. Yunho menyentuh wajah cantik Jaejoong, membelainya lembut dengan ibu jarinya.
"Aku merasa kurang aman ketika BoA ada disekitarmu. Aku tidak peduli dengan yeoja lainnya yang mengagumimu tetapi kalau sudah berhubungan dengan BoA. . . menjadi hal yang berbeda Yunnie."
"Apanya yang berbeda? Maukah kau menjelaskannya padaku?" Yunho masih membelai wajah Jaejoong, dan Jaejoong menautkan kembali lengannya di pibggang Yunho. Sentuhan suaminya membuat Jaejoong merasa begitu aman. Dia merasa seperti terlindungi.
"Ada sesuatu dimata BoA saat dia melihatmu. Dan hanya aku yang bisa melihatnya." Yunho yang sedari tadi menatap istrinya, dengan tiba-tiba tertawa.
"Apa kau seorang peramal sekarang sayang?" Tanya Yunho yang mendapat balasan sebuah pukulan didadanya dan tentunya tatapan mematikan dari istrinya.
"Aku serius JUNG!"
"Baiklah! Aku minta maaf, mohon teruskan." Walaupun Yunho sudah minta maaf, Jaejoong masih bisa mendengar tawa lirih suaminya dan itu membuat Jaejoong jengkel dan seketika berdiri dari pangkuan Yunho. Yunho sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Jaejoong.
"JIKA KAU TIDAK INGIN MENDENGARKAN AKU, SANA PERGI KE PELACUR ITU DAN GESEKKAN TUBUHMU KE SELURUH TUBUHNYA SUPAYA KAU AKAN TAHU APA YANG AKU BICARAKAN!"
Yunho membelalakkan matanya mendengar teriakan istrinya padanya. Dia terdiam membeku ditempatnya dan mencoba untuk memproses apa yang baru saja terjadi. Malaikat manisnya berteriak kepadanya. Istrinya tercinta baru saja berteriak padanya dan kemudian dia melihat istrinya menundukkan kepalanya dan bahunya terlihat bergetar. Seketika itu pula dia sadar kalau Jaejoong tengah menangis. Dia bergegas mendekati istrinya dan memeluknya.
"Sayang Aku minta maaf. . . Aku mohon jangan seperti ini! Kau membuatku khawatir!" Yunho menutup kedua matanya saat dia merasakan tubuh Jaejoong yang bergetar dalam dekapannya. Dieratkan pelukannya sambil membelai-belai punggung istrinya.
"Aku bilang. . . padamu. . . pelacur. . . itu. . . punya. . . sesuatu. . . di. . . matanya. . . aku. . . bisa. . . merasakannya!" Yunho kembali mempererat pelukannya pada Jaejoong saat dirasanya Jaejoong terisak keras didadanya.
Jaejoong menangis lagi dan Yunho membencinya saat dimana dialah menjadi penyebabnya hanya membuatnya ingin memukul dirinya sendiri lagi dan lagi.
"Sayang. . . jangan pikirkan hal itu! Aku mohon. . . aku bisa mengontrol diriku sendiri dengan baik."
"Aku memperingatkanmu Jung, jauhi pelacur itu jika tidak berhubungan dengan pekerjaan." Suara Jaejoong terdengar lirih teredam didada Yunho.
"Tidakkah kau percaya pada suamimu?" Yunho merasa sedih karena dia bisa merasa sepertinya Jaejoong tidak pernah percaya pada dirinya.
Jaejoong menatap suaminya dan melihat kesedihan dimata Yunho. Dia mulai menghapus air matanya dengan tetap menatap Yunho.
"Aku percaya padamu, tapi aku tidak percaya betapa bodohnya dirimu! Aku juga tidak pernah percaya pada pelacur itu. Aku sudah mengatakankannya padamu Yunnie, aku tidak pernah merasa tidak aman sebelumnya tetapi semuanya berubah saat aku melihat apa yang ada dimata BoA. Itu saat dimana aku merasa begitu gelisah. Aku merasa seperti ada sesuatu yang tidak baik, aku hanya ingin kau lebih berhati-hati saat dia ada disekitarmu."
Yunho menganggukan kepalanya dan mencium Jaejoong penuh dibibirnya. Jaejoong merangkulkan kedua lengannya dileher Yunho dan memperdalam ciuman mereka. Dia merasa suaminya mengangkatnya keatas dan dia mempererat rangkulannya dileher Yunho dengan masih mencium suaminya. Kemudian dia merasakan punggungnya mendarat lembut ditempat tidur mereka dengan Yunho berada diatasnya, setelah itu Yunho melepas ciuman mereka dan melihatnya dengan penuh perhatian.
"Sayang. . . Aku ingin kau percaya padaku! Semuanya tidak berpengaruh kepadaku, yang lebih penting aku bisa berpegangan pada kepercayaan yang kau berikan padaku sayang. Aku tahu kau mencintaiku tapi kau juga perlu untuk percaya pada suamimu. Itu akan membantumu mengurangi rasa kurang amanmu terhadap BoA."
Yunho membelai wajah Jaejoong dengan lembut sedangkan yang bersangkutan menatap suaminya dengan putus asa.
"Apa kau mengerti sayang?" Akhirnya Jaejoong menanggukkan kepalanya dan itu membuat Yunho tersenyum.
"Kalau begitu mari bercinta denganku, aku akan menunjukkan kepadamu betapa besar aku mencintaimu. Dan tidak ada yang bisa menggantikanmu disini!" Yunho memegang tangan Jaejoong dan meletakkannya didadanya. Jaejoong menganggukkan kepalanya lagi.
"Tidak bisakah kau mengatakan sesuatu selain menganggukkan kepalamu?" Yunho mempoutkan bibirnya dan akhirnya Jaejoong menunjukkan senyumannya pada suaminya.
"Bercintalah denganku Yunnie dan hapus semua ketakutanku!"
"Dengan senang hati sayang!" Dan Yunho mencium Jaejoong penuh bibir Jaejoong bersamaan dengan pakaian mereka yang mulai tanggal dari tubuh mereka.
OooOooO
MKMF akan digelar beberapa hari lagi dan Yunho disibukkan dengan latihan untuk penampilan solonya selain penampilannya dengan BoA. Dia terlalu sibuk dengan gerakannya hingga tidak menyadari kalau BoA sudah berada diruangan yang sama dengannya dan melihatnya dengan penuh perhatian.
BoA berjalan dengan pelan menuju namja tampan yang masih sibuk dengan langkah-langkahnya, menyempurnahkan setiap gerakannya. Tanpa berpikir panjang BoA memeluk Yunho dari belakang yang langsung membuat Yunho terkejut dan saat dia memutar kepalanya, dia mendapat ciuman cepat dibibirnya dan menyadari ada sebuah kilatan cahaya yang menerpa wajah mereka.
Namun karena terlalu terkejut, Yunho tidak bergerak sama sekali dan BoA mengambil kesempatan itu dengan menciumnya lagi, kali ini ciuman penuh dibibir dan melingkarkan lengannya dileher Yunho. Dan kembali kilatan cahaya lain menerpa wajah mereka dan saat itulah Yunho sadar kalau ada orang lain dibalik pintu dengan membawa sebuah kamera.
Yunho melebarkan kedua matanya dan dengan sepenuh tenaga didorongnya BoA hingga terjatuh ke lantai dan Yunho menatapnya tajam. "APA YANG KAU LAKUKAN?"
Boa berdiri dan berjalan menuju Yunho.
"Tidak tahukah kau kalau aku menyukaimu Yunho?" Dia menghentikan langkahnya saat Yunho masih memberinya tatapan tajam mematikan.
"Hentikan ini! Aku sudah punya seorang istri demi Tuhan!"
"Tapi aku menyukaimu Yunho, haruskah aku mendorong diriku sendiri lebih mendekat padamu? Hanya untuk membuatmu menyadarinya?"
"Apa yang kau bicarakan BoA? Tuhan! Aku mencintai istriku, aku mohon hentikan ini semua!"
"Tapi aku bisa mencintaimu lebih darinya Yunho jika kau mau memberiku satu kesempatan." Mohon BoA.
"Hentikan!"
"Tidak!"
"BoA kau keluar sekarang. . ."
"Yunho aku mohon. . ."
"Kau tidak akan menyukainya jika aku sudah marah BoA. Jadi pergilah sekarang. . ." Tubuh Yunho sekarang bergetar, mencoba mengendalikan dirinya sendiri sebelum menjadi semakin marah.
"Tapi. . ."
"KELUAR!" Yunho menunjuk pintu dan BoA masih berdiri ditempatnya. Dia menatap BoA tajam lagi.
"Aku bilang KELUAR!" BoA berjalan dengan menghentakkan kakinya menuju pintu tetapi dia berhenti dan memutar kepalanya menghadap Yunho lagi.
"Aku tidak akan menyerah Yunho! Aku tidak akan menyerah!" Dan BoA kembali berjalan keluar.
Yunho menjatuhkan tubuhnya ke lantai putus asa dan berdoa dengan sepenuh hati berharap situasi yang dia hadapi kini tidak akan menimbulkan masalah untuknya dan Jaejoong kedepannya.
OooOooO
Hari Jum'at dan ini adalah pagi yang indah bagi Yunho dan Jaejoong berdua. Pasangan suami istri ini berbagi mandi 'panas' bersama, sebelum turun untuk menikmati sarapan bersama. Jaejoong berangkat ke sekolah lebih awal pagi itu karena dia sudah sering absen akhir-akhir ini. Dilain pihak Yunho tidak bisa kembali tidur sejak istrinya tidak ada disisinya.
Yunho menyibukkan dirinya sendiri dengan memeluk Jaejoong dari belakang sementara Jaejoong tetap sibuk memasak sarapan mereka.
"Sayang aku akan mengantarmu ke sekolah hari ini, kau tidak perlu menghubungi Tuan Lee untuk mengantarmu." Yunho mengungkapkan niatnya.
"Kenapa? Apa kau tidak punya janji hari ini?" Jaejoong terus mengaduk sup kimchi yang dimasaknya dan dengan suaminya yang masih memeluknya dari belakang.
Suara bel pintu apartemen mengganggu acara berpelukan mereka dan segera Jaejoong mengelap bersih tangannya.
"Aku akan membuka pintunya Yunnie." Jaejoong bergegas menuju pintu dan membukanya. Kosong, tidak ada seorangpun disana, tetapi dia melihat amplop coklat didepan pintunya. Dalam amplop tersebut tertulis namanya tetapi tidak ada nama dan alamat pengirimnya.
Jaejoong membuka amplop itu dengan cepat dan terkejut dengan apa yang dia lihat. Amplop itu berisi foto BoA dan Yunho. Foto BoA memeluk suaminya dari belakang, dan foto yang lain membuat hatinya pecah berkeping-keping. Yunho dengan sengaja memutar kepalanya untuk mencium BoA dan lengan yeoja itu melingkar di leher Yunho.
Jaejoong mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri dan mencoba untuk tidak menangis. Dia ingin Yunho mengakui semua padanya berdasarkan kemauannya sendiri, sebelum orang lain maupun foto yang ada ditangannya. Jadi Jaejoong menyimpan amplop itu didalam kantong apron yang iya kenakan dan kembali menuju ke dapur.
Di dapur, Jaejoong melihat Yunho sedang mengaduk sup kimchi dan dia memilih untuk tetap berdiri ditempatnya. Tidak ada yang berbeda dengan suaminya dan Yunho juga tidak bercerita padanya jika terjadi sesuatu. Dia masih menunggu mungkin Yunho akan bicara dengannya nanti.
"Siapa yang datang sayang?" Yunho memutar tubuhnya dan tersenyum pada Jaejoong.
"Hanya surat tagihan." Yunho menganggukkan kepada dan Jaejoong mengamati ekspresi wajah Yunho.
"Ada apa sayang? Kenapa kau terus melihat padaku?"
"Apa kau tidak ada latihan hari ini?" Jaejoong tidak menjawab pertanyaan Yunho namun membuka topik mengenai latihan dancenya dengan harapan Yunho akan mengatakan semua apa yang terjadi di studio.
"Aku ada latihan nanti siang." Jaejoong tetap diam mendengar jawaban Yunho. Dia menunggu untuk penjelasan lain tetapi tidak ada yang keluar dari mulut Yunho. Akhirnya Jaejoong menganggukkan kepalanya dan masih dengan diamnya. Kenapa Yunho harus menyembunyikannya dari dirinya?
"Sayang. . ." Yunho berjalan menuju Jaejoong dan mencium pipinya.
"Iya?"
"Apa kau baik-baik saja?" Jaejoong menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan berjalan menuju kompor untuk melanjutkan acara memasaknya lagi.
"Kenapa tiba-tiba menjadi diam sayang?" Tanya Yunho lagi.
Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa."
Yunho mematikan kompor yang menyala dan memutar tubuh Jaejoong sehingga mereka sekarang saling berhadapan. Ditangkupnya wajah Jaejoong dan menatap kedua matanya. Jaejoong yang tidak bisa menatap balik mata suaminya mengalihkan pandangannya kearah lain. Mereka telah bicara kemarin malam tetapi kekhawatirannya mengenai foto-foto itu terus mengganggunya.
"Maukah kau pergi ke studio bersamaku?" Yunho mengajak Jaejoong untuk menemaninya pergi latihan lagi.
Jaejoong menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju meja makan dan mulai menata piring. Meninggalkan Yunho yang terus menatapnya.
"Aku harus pergi ke sekolah hari ini, aku sudah absen begitu banyak. Tidak mungkin aku akan absen lagi ini."
"Kalau begitu berhenti mengkhawatirkanku. Karena aku menjadi khawatir saat aku tidak melihat ada senyuman di wajahmu." Jaejoong menatap Yunho lagi tetapi tidak bicara sepatah kata pun. "Kau lihat? Kau tetap diam lagi. Dan itu sangat mengkhawatirkanku Jung Jaejoong!"
Jaejoong memegang lengan Yunho dan menuntunnya untuk duduk di kursi meja makan. Dia tidak mengatakan satu katapun dan Yunho menghentikannya dari bergerak.
"Hentikan!" Perintah Yunho.
"Mweo? Kau tidak mau makan?" Jaejoong masih mengambilkan nasi untuk Yunho dan mulai mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
"Aku bilang hentikan Jung Jaejoong!" Jaejoong meletakkan mangkuk nasi dengan kasar menimbulkan suara gaduh akibat bertabrakan dengan mangkuk yang lain.
"Mweo?"
Yunho menenangkan dirinya sendiri, dia tidak ingin pagi ini berubah menjadi tidak menyenangkan.
"Apa masalahmu kali ini, mohon katakan padaku?" Yunho sebisa mungkin menggunakan nada suara yang halus sehingga Jaejoong akan mengerti kalau dirinya tidak ingin topik ini membawa mereka semakin jauh atau menggiring mereka dalam sebuah pertengkaran lagi. Dia merasa rasa ketidakamanan istrinya semakin memburuk hari demi hari.
"Aku tidak punya masalah Yunho, ayo kita makan saja!" Jaejoong duduk dan mulai mengambil nasi untuk mangkuknya sendiri lagi.
"Yunho? Sejak kapan kau memanggilku seperti itu?"
Jaejoong kembali tidak menjawab pertanyaan Yunho dan meneruskan acara makannya. Yunho mulai merasa jengkel tetapi dia terus berusaha untuk tenang.
"Sayang. . . kali ini ada apa huh?" Yunho berkata dengan nada lembut lagi mencoba mendapat perhatian istrinya yang sibuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Jung Jaejoong!"
"Mweo?"
"Apa kau mengabaikanku?" Jaejoong berdiri dari tempatnya duduk tetapi tangan Yunho menerangkapnya.
"Kau belum menyelesaikan sarapanmu, kau pikir kau akan pergi kemana huh?"
"Aku tidak punya napsu makan lagi Jung!"
"Duduk!"
"Mweo?"
"Aku bilang duduk! Makan sarapanmu, aku tidak ingin kau sakit!"
"Aku tidak punya napsu makan Yunho. Aku akan makan jika aku lapar, okay?" Yunho menatap Jaejoong dengan serius.
"AKU BILANG MAKAN SARAPANMU!"
Jaejoong terkejut saat Yunho berteriak dengan tiba-tiba. Dan saat sadar telah berteriak pada istrinya, Yunho langsung memeluk Jaejoong.
"Aku minta maaf sayang, aku tidak bermaksud untuk berteriak padamu. Aku hanya tidak ingin kau sakit lagi."
"Tapi kau baru saja melakukannya!" Jaejoong berusaha untuk menarik keluar tubuhnya dari pelukan Yunho dan menghadapinya.
"Aku minta maaf sayang!" Yunho terus memohon dan Jaejoong hanya menatap suaminya datar. Dia merasa seakan ingin meledak. Dia merasa seakan hatinya tersobek menjadi potongan-potongan kecil karena Yunho tidak mempunyai niat untuk menceritakan apapun yang berhubungan dengan BoA.
"Aku akan pergi ke sekolah sendirian, jangan mengikutiku!" Jaejoong akan berjalan keluar tetapi Yunho memegang lengannya lagi.
"Aku yang akan mengantarmu pergi ke sekolah."
"Tidak!"
"Jangan menjadi keras kepala Jung Jaejoong!"
"AKU BILANG AKU TIDAK MAU!" Yunho memegang lengan Jaejoong sedikit erat dan Jaejoong mulai merasa kesakitan.
"Apa kau baru saja teriak padaku?" Jaejoong meringis kesakitan ketika dia merasa tangan Yunho semakin erat mencengkram dilengannya. "Apa masalahmu huh? Katakan padaku?"
Jaejoong menatap Yunho tajam dan dengan paksa menarik lengannya dari tangan Yunho dan mengambil amplop yang dia masukkan ke kantong apronnya dan melemparnya ke wajah Yunho. Yunho sangat terkejut dengan kelakuan istrinya tetapi dia penasaran apa yang terdapat didalam amplop itu.
"Itu masalahku!"
"Apa ini?"
"Kenapa tidak kau lihat sendiri PEMBOHONG!"
"Mweo?"
"Bagaimana bisa kau memintaku untuk percaya padamu saat kau sendiri yang tidak dapat dipercaya?"
Yunho mengeratkan rahangnya tetapi masih mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. "Yah! Apa lagi ini huh? BoA lagi?"
"Iya! PELACUR SIALAN ITU YANG SELALU SUKA MENDEKATIMU!"
"Jangan teriak padaku Jung Jaejoong!"
"Kenapa? Apakah aku tidak punya hak untuk marah?"
"Selalu BoA, BoA, dan BoA. Kenapa selalu dia?"
"KARENA MUNGKIN KAU MENYUKAINYA! KATAKAN PADAKU. . . KAU MENYUKAINYA ATAU KAU SUDAH BERSETUBUH DENGANNYA?" Tuduhan Jaejoong membuat tangan Yunho dengan otomatis mendarat di pipi sebelah kanan Jaejoong. Dan sebagai dampaknya wajah Jaejoong bergerak mengikuti arah tamparan Yunho dan merobek bibirnya.
Yunho melebarkan kedua matanya ketika dia sadar apa yang telah dilakukan. Dia baru saja menampar Jaejoong. Dia baru saja menampar istrinya yang selama bertahun-tahun dia jaga dengan tidak menggunakan tangannya saat marah atau menyakitinya secara fisik. Namun dia baru saja menampar Jaejoongnya. Dia menggunakan tangannya untuk menyakiti istrinya.
Yunho melihat Jaejoong menggerakkan bahunya naik-turun, tanda jika istrunya sedang tengah menangis dan menatapnya dengan bibir berdarah karena sobek. Dengan gugup dia menghampiri istrinya dan mencoba untuk memeluknya tetapi Jaejoong menampiknya.
"Kau. . . berani untuk. . . menyakitiku. . . Yunnie?" Jaejoong terus mengeluarkan airmatanya dan Yunho merasa sangat bodoh sudah menyakiti istrinya dan tanpa sadar dia juga meneteskan airmata.
"Sayang, aku. . . aku minta maaf. . . aku mohon dengarkan aku!"
Jaejoong menggelengkan kepalanya dan mulai berjalan mundur.
"Sayang aku minta maaf. . . Aku tidak bermaksud untuk melukaimu, aku mohon sayang. Aku minta maaf!" Yunho pelan-pelan berjalan melangkah ke depan menghampiri istrinya tetapi Jaejoong terus menggelengkan kepalanya.
"Aku mohon sayang. . ."
". . ."
"Sayang aku mohon! Jangan lakukan ini!" Tanpa henti Yunho memohon kepada istrinya.
Jaejoong menatap tajam Yunho. Meski dengan air mata yang masih bergulir turun di wajah cantiknya tapi masih mampu membuat suaminya itu bergidik ngeri hingga ke tulang.
"Aku membencimu Yunho. Aku membencimu JUNG YUNHO!" Dan Jaejoong berlari menuju pintu depan, melempar apron yang dia kenakan ke muka Yunho.
Yunho mulai panik dan berlari mengejar istrinya meninggalkan pintu unit apartemen mereka terbuka. Dia tidak peduli dengan hal lainnya, yang dia inginkan hanyalah istrinya kembali. Dia hanya ingin Jaejoong kembali. Dan dia tidak peduli jika dia terlihat seperti orang gila berlarian di jalan mengejar seorang Jung Jaejoong.
.
.
.
tbc
.
.
.
Editor's Note:
Bahasa tidak baku, typo dimana-mana dan maaf jika ada penggunaan bahasa yang kurang berkenan.
Woah akhirnya bisa selesai update juga.
YunJae bertengkar nie, sepertinya rencana BoA untuk memisahkan mereka sedikit berhasil. Saya makhlum kalau Jaejoong marah kaya gitu. Dan ada yang bilang kalau Yunho kurang tegas, kalau diliat emang iya. Tapi dari situlah konflik dibuat. Hehe
Menurut kalian gimana? Review ya?
Thanks buat semua yang udah bersedia membaca dan memberikan reviewannya. Saya sangat menghargainya.
min # shipper89 # kimjaejoong309 # rise01 # ara choi # jaenna # ruixi1 # saphire always for onyx # arisha amai # hiruzent.1 # kimRyan2124 # cassie cassiopeia yunjae # jung sister # dewi 15 # # rereyunjae pegaxue # cherry exol # vipbigbang74 #ohlu balbal # hanhyemi118 # name ken yogsan # shanzec # ristinOk137 suka yj nochangkyu # # jonginDo # christiyunisca # dheaniayuu # guixianstan # tyaWuryWK # # cassandraaeris12 # opinur.58 # cha yeoja hongki # all the guests
Thanks juga buat yang udah ngefollow maupun ngefavoritin MFHJ. Selamat datang buat new reader. Dan yang belum kasih review, review ya? hehe
Diluar MFHJ, kabar terbaru Yunho appa mau wamil nie. Mari kita siapkan hati untuk melepasnya.. Aku yakin dia bisa kaya Jaejoong yang menjadi tentara terbaik ditempatnya training sekarang.
Kabarnya Yunho wamil bulan Agustus dan dicatatan saya di bulan yang sama Jaejoong dapat liburan dari militer.
Hmmmm.. ada yang bisa mencium sesuatu? Kalau boleh delulu dikit.. kira2 jaejoong yg bakal ngegundulin yunho ga ya? atau dia mau ngajari yunho cara ngelipet underwear dia? HA..
LOL
Ya sudahlah kita doakan yg terbaik buat uri yunjae saja :)
Baiklah.. see you later in next update.
I love you all my YJS's friends
*smoochies for everyone*
YunJae Love is Real~~~
YunJaeDdiction
