Title : Trust Me It Will All be Good
Author : Feodora Lee
Genre : Drama, romance
Rating : T
Summary : Kau yeoja murahan yang tidak ada bedanya dengan pelacur jalanan./Kyumin/GS/RnR please
Disclaimer : Cerita ini adalah semata-mata untuk menghibur dengan ide yang pas-pasan dan cerita yang biasa, dikupas secara tidak rinci tetapi mempunyai kesenangan sendiri baik penulis maupun yang membaca #disclaimer apa ini. Ok Kyuhyun dan Sungmin milik Tuhan YME begitu juga dengan author dan readers. Jadi berbahagialah kita sama-sama dimiliki Tuhan. ok
Warning : Ini fanfic GS. Karena untuk kebutuhan alur cerita. Jadi jika kalian yang tidak suka dengan ff GS langsung aja tinggalkan ff ini. Bukan bermaksud untuk mengusir tapi untuk menghindari adanya bash or flame. Romance, angst, typo
Don't like, don't read n don't copas
Ok langsung baca aja
Happy reading..
.
.
.
Kyuhyun pergi dengan tergesah-gesah setelah membaca pesan dari Eunhyuk untuk segera bertemu di salah satu tempat yang tidak jauh dari kontornya. Setelah sampai di tempat Kyuhyun langsung menemukan Eunyuk yang terletak disalah satu sudut dan terlihat santai sambil meminum minuman yang telah dia pesan sebelumnya.
"Apakah kau lama menunggu?", tanya Kyuhyun
"Tidak juga, sepertinya kau langsung kemari setelah menerima pesan dariku?"
"Yah begitulah. Apa yang akan kau katakan kepadaku Hyukkie?"
"Baru kali ini kau memanggilku dengan manis seperti itu. Tunggulah sebentar, ada seseorang yang kemungkinan besar tahu keberadaan Sungmin. Bukankah aku telah berjanji akan membantumu,tapi ini bukan karna kau melainkan untuk Minhyunnie. Aku mengerti bagaimana besarnya perasaan anak yang sangat merindukan ibunya, karna aku pun mengalami hal demikian dan aku tahu betapa Sungmin sangat menyayangi Minhyunnie melebihi apapun. Kau tak bisa memisahkan mereka karena bagaimanapun diantara mereka punya ikatan batin yang kuat.
"Aku tahu dan aku menyesal", ucap Kyuhyun dengan menatap kosong pemandangan yang ada di depannya.
"Katakanlah nanti kepada Sungmin jika kita telah menemukannya." Eunhyuk melihat ekspresi Kyuhyun yaang murung berbeda sekali saat tadi dia datang. Eunhyuk sepenuhnya mengerti perasaan Kyuhyun saat ini penyesalan Kyuhyun terlihat jelas dengan sikap dan tatapan sedihnya namun jika diulang bagaimana sikap Kyuhyun selama ini terhadap Sungmin sahabatnya Eunhyuk ingin sekali menampar dan memakinya sepuas yang Eunhyuk bisa.
"Terimakasih kau mau membantuku"
"Sebaiknya pesanlah dulu minumanmu sambil menunggu orang itu tiba", ucap Eunhyuk.
Yang ditunggu pun tiba setelah mereka menunggu sekitar 20 menit dan Kyuhyun sama sekali tidak protes akan keterlambatan seseorang itu karena dia berharap penuh akan informasi tentang Sungmin.
"Maaf menunggu lama", ucap Seseorang sambil memberi senyum terbaiknya untuk mereka berdua.
"Tak apa. Bukannya kau bilang ada urusan tetapi aku yang memaksamu untuk bertemu seharusnya aku yang minta maaf donghae-shi", ucap Eunhyuk dengan sikap sopan.
"Kalau begitu silahkan duduk". Dengan senyum yang mengembang Donghae pun mengambil tempat duduk. Kyuhyun terkejut dengan kedatangan Donghae, ternyata yang ditunggunya sedari tadi adalah Donghae yang ikut ambil andil dalam rusaknya hubungan rumah tangganya, tapi Kyuhyun tidak lagi memiliki rasa benci atau marah dengan Donghae setelah dia tahu kejadian yang sebenarnya terjadi. Kyuhyun juga tahu selama ini Donghae berusaha meminta maaf kepadanya baik itu dengan datang ke kantornya langsung maupun dari pesan singkat karena Kyuhyun tak pernah sekalipun mengangkat panggilan dari Donghae maupun bertemu dengannya setelah insiden tersebut. Kyuhyun merasa malu dengan segala sikap yang telah dia perbuat kepada Donghae. Kyuhyun hanya menatapnya sekilas lalu menunduk.
"Hi Kyuhyun apa kabarmu?". Sapa Donghae kepada Kyuhyun yang sedari tadi diam
"Baik", jawab Kyuhyun. Tak tahu mau berkata apa lagi. Melihat kecanggungan yang terjadi antara Donghae dan Kyuhyun, Eunhyuk pun mencairkan Suasana.
"Donghae-shi mau pesan dulu?"
"Ne". Donghae pun memesan dan menikmati pesanannya.
"Langsung saja Donghae-shi, kami sedang mencari Sungmin. Aku tahu selain aku sendiri, kau adalah sahabat Sungmin sejak lama. Apakah kau mengetahui dimana Sungmin sekarang?". Eunhyuk memulai obrolan mereka
"Sungmin? Bukannya minnie bersama Kyuhyun? Aku menyesal, sunggguh amat menyesal atas perbuatanku kepada Sungmin dan kelukainya juga Kyuhyun, karena aku kalian bertengkar. Aku sudah meminta maaf kepada Sungmin maupun kepada Kyuhyun dan cuma Sungmin yang memberikan sikap baik. Aku juga bilang kepada Sungmin untuk aku datang ke rumahnya menyelesaikan kekacauan yang ku berbuat tetapi Sungmin menolak, dia takut Kyuhyun akan marah dan akan salah paham lagi dengan kedatanganku. Saat aku berkeras ingin datang dia memohon kepadaku untuk jangan datang. Sampai sekarang aku tidak tahu Kyuhyun akan memaafkanku. Aku minta maaf Kyuhyun-ah". Donghae menatap Kyuhyun dengan penuh harap sedangkan Kyuhyun yang sedari tadi mendengar perkataan Donghae semakin merasa bersalah terhadap Sungmin mantan istrinya. 'Tuhan aku sudah terlalu jahat kepadanya. Akankah dia mau memaafkanku?', batin Kyuhyun. Hati Kyuhyun sakit mengetahui semua yang telah Sungmin lakukan. Bagaimana bisa Sungmin memikirkan sikap dan perasaan Kyuhyun sementara Kyuhyun sudah tidak peduli lagi terhadapnya. Melihat Donghae yang menunggu jawabannya akhirnya Kyuhyun berbicara.
"Aku memaafkanmu dan juga maaf atas semua perlakuanku terhadapmu".
"Benarkah? Syukurlah". Donghae berbinar mendengarnya. Akhirnya setelah sekian lama dia mendapatkan maaf juga dari Kyuhyun.
"Tak apa Kyuhyun-ah, aku mengerti sikap seorang suami terhadap orang yang melakukan hal buruk terhadap istrinya. Aku senang kalian sudah berbaikan. Sungmin bilang kalian telah menyelesaikan masalahnya. Aku bersyukur akan hal itu". Lanjut Donghae lagi dengan senyuman yang semakin mengembang, perasaannya begitu lega karena semua masalah yang terlah dia perbuatnya dulu terlah terselesaikan.
"Apa maksud perkataanmu Donghae? Kau beremu dengan Sungmin? Dimana kau bertemu dan dimana dia sekarang?" tanya Kyuhyun. Kyuhyun teramat bingung dengan perkataan Donghae. Donghae yang mendengar pertanyaan Kyuhyun pun bingung.
"YA, aku bertemu dengannya, saat itu aku masih bersih keras ingin berjumpa denganmu untuk ikut menyelesaikan masalah yang telah ku perbuat namun Sungmin bilang masalah kalian telah selesai. Aku begitu lega mendengarnya. Sungmin juga pergi berliburan, katanya dia akan pergi untuk menenangkan fikiran, yah bagaimanapun Sungmin telah mengalami hal sulit karena aku jadi aku mengantarnya sampai halte bus", jawab Donghae. Kyuhyun sudah mulai mengerti arah pembicaraan Donghae.
"Jadi Sungmin bertemu denganmu setelah pergi meninggalkan rumah. Lalu Sungmin pergi kemana?" tanya Kyuhyun semakin penasaran. Setidaknya Kyuhyun tahu Sungmin sempat bertemu dengan Donghae, harapan ketemu dengan Sungmin semakin terbuka.
"Aku sungguh tak mengerti ucapanmu Kyuhyun. Lagi, aku tak tahu Sungmin mau kemana, dia hanya mengatakan untuk menenangkan pikiran dan itu tidak lama. Bukannya sekarang berada di rumahmu? Menjaga Minhyun?". Kyuhyun sudah mendapat kesimpulan dari ucapan Donghae, ternyata Sungmin juga tidak memberitahu Donghae tentang perpisahan mereka. Sungguh sangat miris perasaan Kyuhyun. Kyuhyun masih ingat akan perkataan dulu ke Sungmin bahwasanya Sungmin sungguh hanya bisa mengadu dan sekarang semua beban berat yang pikul oleh Sungmin hanya ditanggungnya sendiri. Semakin hari Kyuhyun mendapatkan kenyataan yang menyakitkan bagaimana beban penderitaan mantan istrinya yang dihadapi sendiri olehnya. 'Chagiya kenapa aku tak mendengarmu dari dulu, sebentar saja aku memberikan waktu untukmu menjelaskan, pasti semuanya tak akan terjadi seperti ini. Begitu menderitanyakah dirimu dengan semua perbuatanku dulu terhadapmu? Maafkan aku.. sungguh aku minta maaf dengan semua kesalahanku dan dari semua kesalahan yang ku lakukan, kesalahan yang terbesarku adalah melepasmu',batin Kyuhyun. Perlahan air mata Kyuhyun keluar, dia tidak tahan lagi dengan kenyataan yang menyakitkan. Tidak ada isakan, tidak ada getaran bahu, Kyuhyun menangis dalam diam dan air matalah yang menandakan bahwa dia menangis. Eunhyuk menyadari itu, menyadari seberapa dalam penyesalan Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah kau menangis?", tanya Donghae. Menyadari Donghae yang menyentuh lengannya, buru-buru Kyuhyun menghapus air matanya dan tersenyum kecut kearah Donghae.
"Tak apa Donghae-ah. Mungkin kau bingung dengan semua ini, dengan pertanyaanku. Aku akan menjelaskan semuanya. Jikapun nanti kau marah dan memukulku aku terima", ucap Kyuhyun tegar.
"Kyu". Eunhyuk menatap ketegaran Kyuhyun.
"Aku dan Sungmin telah bercerai Donghae, setelah dia menandatangani surai cerai kami dia pergi, mungkin setelah itu dia bertemu denganmu. Dia tidak membawa apapun hanya beberapa pakaian yang dibawanya. Sebelumnya kami sudah pernah menghadiri sidang perceraian yang telah aku jatuhkan, namun aku belum puas dengan keputusan hakim dan akupun membuat surat cerai demi mempercepat perpisahan diantara kami dan hak asuh Minhyun ada di tanganku. Sungmin sudah mencoba sekeras yang dia bisa untuk mempertahankan keluarga ini, dia juga terkejut dan tak terima jika Minhyun bersamaku dan itu artinya dia tidak memiliki apapun dari perceraian ini. Malamnya dia kembali berusaha untuk meyakinkanku, ingin menjelaskan sampai dia mengakui bersalah dengan semua kesalahan yang tidak dperbuatnya, namun aku tidak mendengarkannya bahkan aku mendorongnya sampai dia terjatuh kelantai. Bukan itu saja sebelum-sebelumnya aku telah memperlakukan Sungmin dengan buruk. Aku sungguh menyesal setelah mengetahui kebenarannya, namun penyesalan terbesarku yaitu Sungmin telah pergi setelah aku mengetahui semuanya". Setelah selesai mengatakannya Kyuhyun diam. Dia telah siap dengan kemungkinan yang terjadi. Apapun yang dilakukan Donghae kepadanya dia akan terima. Kyuhyun sudah menutup matanya menanti pukulan yang dilayangkan Donghae, namun lama manunggu tak ada sesuatu yang terjadi. Kyuhyunpun membuka matanya dan menatap Donghae yang teidak melakukan apa-apa. Donghae hanya diam dan menunduk.
"Donghae-ah, kau tidak memukulku?", tanya Kyuhyun
"Bagaimana bisa? Ja..jadi Sungmin telah bercerai? Jja..jadi saat aku bertemu dengannya dia meninggalkan keluarganya? Tapi dia tersenyum. Dia menyapaku dengan senyuman. Dia bilang semuanya telah selesai, aku tidak perlu lagi bertemu denganmu dan meminta maaf. Aku ingat dia membawa tas kecil, dia bilang hanya beberapa pakaian dan dia ingin berlibur setelah aku mengantarnya dia mengatakan selamat tinggal, aku sempat bingung saat itu namun aku tidak mau berfikiran buruk. Namun ternyata.. Itu artinya dia meninggalkanku? Itu pertemuan terakhir Sungmin?". Air mata Donghae jatuh sama dengan Kyuhyun tadi tidak ada isakan hanya airmata. Kyuhyun dan Eunhyuk pun melakukan hal yang sama. Tiba-tiba Donghae menatap Kyuhyun tajam dengan gigi yang mengeras.
"Apa yang ada di otakmu saat itu?", tanya Donghae dengan intonasi tinggi
"Saat itu aku bodoh. Aku dibutakan oleh kebencian dan perasaan terhianati", jawab Kyuhyun
"KAU MEMANG BODOH. Bagaimana bisa kau melakukannya? Sungmin tak akan mau susah-susah menjelaskan jika dia memang berkeinginan menghianatimu", teriak Donghae yang dapat di dengar oleh sekitar mereka.
"Donghae-shi tenanglah". Eunhyuk mencoba menengahi dan Kyuhyun hanya diam mendengarkan bentakan Donghae. Donghaepun sadar kalau marah dan perkelahian tidak akan menyelesaikan masalah.
"Bersamamu dan memilikimu adalah impian Sungmin. Dia sangat mencintaimu, dia sudah dibutakan olehmu. Tak ada hal lain yang dipikirkannya selain dirimu. Semuanya telah kau alihkan, bahkan aku yang selalu disampingnya terlupakan. Hanya kau Kyuhyun, semuanya untukmu. Saat pernikahannya dia terlihat sangat bahagia, teramat sangat bahagia, aku belum pernah melihat orang yang ku cintai itu begitu bahagia. Dia terlihat bersinar saat itu, namun sekarang... mimpinya telah hilang. sinarnya redup, harapannya tinggal kenangan". Kyuhyun tahu semua itu dan dialah yang menghancurkannya.
"Aku tak tahu bagaimana keadaan Sungmin sekarang, terlebih lagi dia kehilangan buah hatinya, dia tidak memiliki hak apapun atas anaknya. Kita semua tahu Sungmin begitu sepenuh hati merawat dan melindungi putranya". Lagi Kyuhyun hanya diam mendengar semua fakta yang diucapan Donghae.
"Oleh karena itu Donghae-shi kita harus mencari keberadaan Sungmin. Kita ingin Minhyun kembali bersama ibunya. Setiap hari di dalam hidup Minhyun hanya Sungmin yang ada disisinya, menemaninya dan bermain bersama. Aku sangat memahami kerinduan Minhyun kepada Sungmin maupun sebaliknya. Kau harus membantu kami Donghae-shi", ucap Eunhyuk. Dalam diam Donghae menyetujui ucapan Eunhyuk, tapi bagaimana dengan Kyuhyun, Donghae tak yakin Sungmin mau bertemu dengan Kyuhyun apalagi kembali. Mendengar ucapan Kyuhyun Sungmin telah terluka lahir dan batin.
"Ya, kita harus mencari tahu keberadaan Sungmin. Aku akan mencari ke kediaman ibunya. Ke kampung halaman Sungmin", ucap Donghae.
"Aku sudah ke sana Donghae-ah, namun mereka tak lagi tinggal di sana. Mereka pindah dan tetangga tidak tahu kemana pindahnya keluarga Lee", ucap Kyuhyun. Donghae dan Eunhyuk terkejut mendengar perkataan Kyuhyun, berarti Kyuhyun sudah terlebih dahulu mencari Sungmin. Lalu dimana Sungmin sekarang? Itulah yang mereka bertiga pikirkan.
"Aku juga sudah mengerahkan beberapa orang untuk mencari keberadaannya, tapi sampai sekarang tak juga ada kabar mengenai Sungmin. Kemungkinan besar Sungmin tak ada di kota ini", sambung Kyuhyun. Keduanya kembali terkejut, 'sudah sejauh itukah Kyuhyun mencari Sungmin?', itulah di dalam benak mereka.
"Kita harus tetap mencarinya. Gunakan berbagai cara. Seminggu kemudian berilah informasi tentang hasil pencarian kita. Aku harus kembali, masih banyak pekerjaan. Permisi", ucap Donghae mengakhiri pertemuan mereka.
"Baiklah, terimakasih Donghae kau mau membantuku", ucap Kyuhyun dengan membungkuk tanda hormat. Melihat itu Donghae hampir tak percaya, Kyuhyun mau melakukan seperti itu kepadanya padahal sejak sekolah sampai saat ini baru kali ini Kyuhyun mau bersikap baik dan tidak angkuh dihadapannya.
"Aku tulus mencari Sungmin karena dia sahabatku, ikatan kami dari dulu sampai sekarang hanyalah sahabat dan dia orang yang sangat berharga bagiku karena dia tulus bersahabat dengaku, begitu juga denganmu dia sangat tulus mencintaimu namun semua itu kau sia-siakan. Aku pergi". Donghae berlalu setelah mengucapkan kata yang membuat Kyuhyun kembali terpuruk dalam penyesalannya dan Eunyuk melihatnya.
"Aku juga harus pergi, Aku akan memberi kabar semunggu lagi", ucap Eunhyuk yang telah berdiri dari bangkunya.
"Ne, Terimakasih Hyukkie. Kau adalah orang yang pertama sekali mau membantuku dengan mengesampingkan bencimu terhadapku. Maaf telah merepotkanmu", ucap Kyuhyun dengan membungkuk memberi hormat dan permintaan maaf kepada Eunhyuk. Eunhyuk juga terpaku bebrapa saat dengan tindakan Kyuhyun.
"Aku ingin yang terbaik untuk Sahabatku. Seperti yang dikatakan Donghae dia adalah orang yang berhati tulus dan aku juga tulus membantumu demi kebahagiaan sahabatku". Setelah ucapan Eunhyuk Kyuhyun berdiri dan memberi senyuman terbaiknya kepada Eunhyuk.
"Sekali lagi terimakasih", ucap Kyuhyun. Eunhyuk mengangguk dan berlalu pergi.
.
.
.
Sudah seminggu seperti janji mereka, mereka memberi kabar mengenai hasil pencarian mereka namun mereka juga belum mendapatkan kabar tentang Sungmin. Berbulan-bulan mereka mencari juga mendapatkan hasil yang sama, walaupun demikian mereka tak menyerah begitu saja, mereka sudah berjanji untuk menemukan Sungmin dan mereka yakin suatu waktu nanti mereka pasti dapat menemukan Sungmin. Hari terus berlanjut Minhyun telah berumur 3 tahun setelah lima bulan berpisah dengan Sungmin sang eomma tercintanya. Kebiasaan Minhyun tidak berubah, selalu menangis dipagi dan malam hari merindukan sang eomma. Kyuhyun juga begitu sabar merawat buah cintanya bersama Sungmin dan merindukan sosok yeoja yang teramat berarti bagi hidupnya. Penyesalannya selalu dirasakan semakin besar tiap kali Kyuhyun menenangkan buah hatinya sampai-sampai Kyuhyun selalu tidur dikamar Minhyun bersama sang anak. Kyuhyun kerap kali teringat Sungmin jika seperti itu, tidur dibersama Minhyun dan memeluk anaknya sejak tak diperbolehkan oleh dirinya sendiri menggunakan kamar mereka.
.
.
.
Two years later
.
"Sungmin nonna, kau sudah akan berangkat kerja? Tidak sarapan dulu?", tanya Sungjin Selaku adik lelaki Sungmin.
"Ne, nonna sudah telat berangkat. Eomma mana?", tanya Sungmin sambil mengambil merapikan pakaiannya.
"Eomma sudah pergi lebih dulu"
"Baiklah kalau begitu nonna pergi dulu ne". Sungmin keluar dari rumahnya menuju halte bus terdekat.
Beginilah aktifitas pagi di rumah kecil keluarga Lee. Sejak perceraiannya, Sungmin tidak langsung ke tempat keluarganya. Sungmin pergi ke tempat lain selama beberapa bulan, tempat terpencil di perbatasan kota. Sungmin tidak ingin pulang dengan membawa beban pikiran dan kepedihan untuk keluarganya. Selama di tempat terpencil Sungmin berusaha menghilangkan kepedihan dan sesuai perkataanya kepada Donghae yaitu untuk menenangkan diri. Di tempat terpencil ini di sebuah desa Sungmin mencoba menata hati dan perasaannya, berusaha untuk bangun dari keterpurukan dan kegagalan rumah tangganya, salah satu caranya yaitu mencoba mencari pekerjaan, tidak mudah untuk Sungmin mengingat baru kali ini usahanya mencari pekerjaan dengan usaha yang tidak bisa dikatakan cepat akhirnya Sungmin berhasil menemukan pekerjaan dan menghidupi dirinya sendiri. Banyak pertimbangan Sungmin kenapa tidak langsung pulang ke keluarganya selain alasan tadi, Sungmin tidak tahu harus menagtakan seperti apa tentang dirinya, tentang masalahnya tentang kegagalan rumah tangganya, Sungmin tahu ini termaksud aib yang memalukan dan dia tidak siap untuk mengatakan yang sebenarnya kepada keluarganya terutama ibunya, ibu Sungmin sangat menyayangi Kyuhyun sebagai menantu, ketika mereka menikah ibu Sungminlah yang paling terharu hingga menangis menyaksikan kebahagiaan anaknya oleh karena itu Sungmin tidak akan sanggup melihat kekecewaan ibunya karena tinggal sang eomma dan Sungjin adik lelakinya yang menjadi keluarganya. Dari dulu keluarga Sungmin hidup dengan sederhana, tidak kekurangan namu juga tidak dapat dikatakan kaya. Ibu Sungmin memiliki toko bunga yang terkenal, Ayahnya telah lama meninggal sejak dia kecil namun masih ada gaji pensiun yang diperoleh oleh keluarga Sungmin karena ayahnya seorang PNS dan adiknya Sungjin yang sekarang seorang mahasiswa tingkat satu. Dikota terpecil itu Sungmin banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja sebagai Assitant bussines manager di perusahaan yang masing berkembang, tidak besar gaji yang diperoleh oleh Sungmin namun cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Setengah tiga bulan Sungmin berada di desa akhirnya Sungmin memutuskan kembali ke tempat keluarganya. Sesuai dengan dugaan Sungmin, eomma Sungmin sangat terkejut dengan kepulangan dan semakin tak menyangka setelah Sungmin menceritakan kegagalan rumah tangganya. Awalnya sang eomma tak percaya, bagaimanapun Kyuhyun adalah pemuda yang baik, sopan, pekerjakeras dan bertanggung jawab sesuai dengan menantu idaman sang mertua yang ada dunia termaksud ibu Sungmin. Berminggup-minggu sang eomma mendiamkan Sungmin, sampai akhirnya emmanya mendengar sendiri percakapan Sungmin dengan Sungjin.
"Nonna, nonna harus sabar dengan sikap eomma, eomma belum bisa menerima kenyataan ini:, ucap Sungjin. Sungmin diam namun mengeluarkan air matanya.
"Nonna"
"Nonna mengerti Sungjin-ah, nonna paham dengan sikap eomma, eomma tidak menginginkan perpisahan ku terhadap keluargaku namun semua ini telah terjadi. Nonna tidak tahu harus melakukan apa. Nonna membenci diri nonna sendiri". Sungmin terisak dan menangis.
"Nonna, aku mengerti dengan semua yang nonna alami. Aku sangat prihatin atas masalah yang nonna hadapi, bukan nonna yang bersalah. Aku tahu itu". Sungjin sedih melihat nonnanya namun dia harus bisa tabah dan tegar agar tak menangis di depan nonnanya sendiri.
"Hanya kau yang mengerti nonna, terimakasih Sungjin", ucap Sungmin
"Aku selalu ada dipihakmu nonna, karena ku tahu kau tidak bersalah". Sungjin menyentuh lengan Sungmin
"Ya, namun yang lain tidak demikian. Sungjin-ah, Nonna akan pergi dari sini. Nonna tak ingin membuat eomma semakin membenci nonna, nonna sudah membuat keluarga kita malu, nonna sudah menambah beban kalian. Nonna tahu, tetangga sudah mengetahui tentang maslah nonna dan sering menceritakan kita dan eomma mendengarnya. Sudah cukup nonna membuat masalah, nonna tak ingin menambah berat beban kalian. Besok nonna akan pergi", ucap Sungmin, Sungjin terkejut dengan perkataan Sungmin lalu mengeleng sebagai respon.
"Tidak nonna, jangan pergi. Nonna tidak akan pergi kemanapun, disini tempat nonna pulang. Aku akan menjaga nonna, aku tak peduli apapun yang mereka bilang tentang nonna, tentang keluarga kita, hanya kau dan eomma yang ku miliki". Sungjin tak tahan akhirnya air mata yang ditahannya menangis dan kemudian memeluk Sungmin.
"Nonna harus pergi Sungjinp-ah, eomma tidak suka dengan kehadiran nonna. Jika nonna semakin lama disini eomma semakin membenci nonna dan tidak leluasa tinggal dirimahnya sendiri. Nonna sangat mengerti sikap eomma oleh karena itu nonna harus pergi"
"Nonna mau pergi kemana? Sudah cukup nonna menderita, sudah cukup nonna menanggung beban yang tidak nonna perbuat dan kini mulailah hidup baru, aku akan melindungi nonna". Sungjin semakin mengeratkan pelukannya, menunggu Sungmin merespon ucapannya namun Sungmin hanya diam.
"Sebenarnya apa yang dilakukan Kyuhyun terhadapmu nonna sehingga kau sehancur ini?", tanya Sungjin
"Nonna tak tahu harus mulai dari mana Sungmin namun nonna sudah merupaya dengan sekuat tenaga nonna untuk mempertahankan keluarga nonna", Sungmin melepaskan peukan mereka.
"Ceritakanlah. Aku mendengarkan",ucap Sungjin
"Awalnya karena salah paham, Kyuhyun menemukan nonna bersama Donghae yang berusaha melakukan hal tercela, sejak itu Kyuhyun menuduh nonna berselingkuh dan bersikap buruk terhadap nonna, nonna selalu berusaha untuk menjelaskan namun semua usaha nonna nihil, dia selalu mendiamkan nonna dan tidak memberi nonna kesempatan untuk menjelaskan sampai akhirnya dia menceraikan nonna dan berujung kepengadilan, namun keputusan hakim tidak memuaskan menurutnya hingga dia membuat surat cerai. Nonna sangat ingat bagaimana tatapan bencinya terhadap nonna, dia bahkan menatap nonna bagaikan kotoran yang menjijikan. Dia bahkan bertindak jahat terhadap nonna tak jarang nonna mendapatkan lembab saat itu. Kyuhyun tidak pernah menganggap nonna sebagai istrinya lagi, nonna tak dianggap ada dirumahnya, nonna juga melihat dia dengan seorang perempuan ditaman dan mereka sedang berciuman. Apa yang harus nonna lakukan? apakah nonna masih berhak marah, cemburu dan mempertanyaan semua itu kepadanya dalam situasi serti ini? Apakah nonna msih ada hak sebagai seorang istri?". Sungmin menangis dengan keras. Sungmin mengeluarkan isi hatinya kepada Sungjin adiknya.
"Namun nonna hanya diam. Hanya itu yang bisa nonna lakukan, mengganggap semuanya tidak terjadi, hanya sebuah mimpi dan kehidupan kami akan kembali seperti semula. Dari semua perilaku yang dia tunjukannya terhadap nonna dia menggambil alih Minhyun, hak asuh Minhyun dipegang olehnya. Kau tahu Sungjin bagaimana hancurnya nonna saat itu, bahkan nonna tidak ada hak untuk Minhyun. Nonna hancur saat itu juga, dengan nonna yang tidak memiliki pekerjaan menjadi alasannya untuk mengambil Minhyun dari nonna dan dengan hati yang hancur nonna menandatangani surat itu". Sungmin mengencangkan tangisnya dia tidak peduli apa yang nanti terjadi, telah lama dia hanya memendamnya sendiri dan sungmin menumpahkan perasaannya kepada Sungjin saat ini. Namun di antara mereka berdua yang berada di kamar milik Sungmin ada seseorang yang mendengar dengan jelas percakapan yang terjadi sejak awal yaitu eomma mereka. Sang eomma terbelalak kaget mendengar kenyataan yang diderita oleh Sungmin, bahwasanya Sungmin telah menangung beban yang begitu berat dan itu ditangung sendiri oleh Sungmin. Sang eommapun menangis. menyesal tentu saja, selama ini dia mendiamkan Sungmin menunjukkan bentuk kekecewaannya terhadap Sungmin tanpa tahu yang sebenarnya terjadi dan kini dia mendengarnya, Sungmin telah terluka sangat dalam dan seharusnya dia sebagai eomma ada di samping anak perempuannya untuk memberi kekuatan, penghiburan dan pelukan yang hangat. Tak tahan lagi sang eomma masuk ke dalam kamar Sungmin dan lagsung menyambar memeluk putri malangnya.
Sungmin dan Sungjin sangat terkejut dengan kedatangan eomma mereka namun melihat sang eomma langsung memeluk dan menangis mereka menatap teduh sang eomma.
"Eomma", ucap keduanya
"Hiks...hikss.. maafkan eomma Sungmin, sungguh maaf", ucap eomma mengeratkan pelukannya.
"Eomma mendengarkan semua pembicaraan kalian, eomma telah bertindak jahat kepadamu tanpa tahu apa yang telah terjadi sebenarnya dikehidupan rumah tanggamu. Sungguh eomma sangat menyesal. Kau anak perempuan eomma, eomma sangat menyayangimu. Malang sekali nasipmu nak. Jangan pergi, jangan tinggalkan eomma", ucap sang eomma dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir.
"Eomma", kata Sungmin.
"Sittt, kau adalah permataku, aku tak peka sebagai eommamu. Mulai saat ini kau, aku, dan Sungjin akan selalu bersama. Eomma tak peduli omongan orang. Saat ini eomma hanya peduli dengan anak-anak eomma karena hanya kalian yang eomma miliki. Mulai sekarang jangan pendam penderitaanmu dan sakitmu, berbagilah dengan kami nak. Kau adalah putri eomma, eomma tak ingin kau menderita lagi. Eomma mencintaimu". Sungmin menangis mendengar ucapan eommanya dia kembali dipelukan sang eomma. Kini bebannya sedikit ringan. Mulai saar ini dia berjanji menjadi orang yang lebih baik lagi dan harus bangun dari keterpurukannya, karena sekarang ada eomma dan Sungjin adiknya sebagai kekuatan dan tumpuannya.
"Terimakasih eomma", ucap Sungmin
"Tidak nak, ibu yang berterimakasih telah kau maafkan". Sungjin tidak tinnggal diam dia ikut perpelukan dan memeluk kedua yeoja yang sangat dicintainya.
Sejak saat itu mereka memulai hidup baru, mereka memutuskan meninggalkan rumah tempat tinggal mereka dan mencari tempat tinggal yang lebih baik, nyaman dan jauh dari jangkauan orang lain yang sudah menyakiti Sungmin. Mereka membeli rumah baru yang lebih kecil dari tempat tinggal lama mereka namun sangat nyaman. Eomma mereka juga memberi toko untuk kembali berjualan bunga, Sungjin yang tamat dari bangku high school mendaftar ke perguruan tinggi yang ada di daerah tersebut serta Sungmin yang mencari pekerjaan baru. Kehidupan mereka sudah lebih baik, memiliki tetangga baru yang ramah serta akses yang baik.
.
.
.
Halloo semua
Maaf telat. Sibuk cari kerja..
.
Maaf tidak diedit, buru-buru soalnya
Sudah mengobati rasa penasaran kaliankahh?
.
Yang mau protes sama saya ayo silahkan...
