Cooking! Cooking!
By Kimmy
.
Cho Kyuhyun (N), Lee Sungmin (Y), Cho Ahra (Y), Kim Heechul (Y), Lee Donghae (N)
.
Genderswitch
.
Romance NC 21+, Comedy -maybe- *mian kalo garing^^*
.
.
.
.
.
PART 9
.
Note : Hello readers~ Di part ini bakal ada adegan mature-nya, jadi yang dibawah umur mending skip aja kkk~ WARNING! Jangan meniru adegan ini, kalau anda mau protes silahkan hubungi GaemGyu dan imSMl karena mereka yang berbuat mereka yang bertanggungjawab(?)^^ kkk~
.
PART SEBELUMNYA
'Ada apa ini… kenapa aku menjadi gugup' gumam Sungmin dalam hati. Sungmin dan Kyuhyun bertatapan cukup lama.
Tiba-tiba…
Chu~
.
.
.
-0o0-
.
.
.
Kyuhyun begitu gemas dan tidak bisa menahan hasratnya untuk menatap Sungmin lebih lama. Sejak pertama bertemu, ia memang sudah menyukai perempuan bermarga Lee itu. Kyuhyun membungkukkan badannya lalu menempelkan bibir tebalnya dibibir Sungmin.
Untuk pertama kalinya Kyuhyun berani mencium seorang perempuan. Itu adalah first kissnya. Perempuan itu tidak bergerak. Sungmin nyaris membeku karena ciuman itu. Untuk pertama kalinya juga bagi Sungmin merasakan rasanya berciuman. Tanpa ragu, Kyuhyun menekan bibir Sungmin lebih kuat. Meski ini adalah pengalaman pertama Kyuhyun berciuman, namun ia sudah memahami trik untuk berciuman.
'Oh.. jadi begini rasanya berciuman. Hmm~ manis sekali bibirnya' gumam Kyuhyun dalam hati. Bisa-bisanya Kyuhyun bergumam disaat sedang berciuman dengan perempuan.
Kyuhyun memejamkan matanya lalu mulai menikmati ciuman pertamanya. Ia menjilati permukaan bibir Sungmin. Tangan kirinya mengeratkan pegangan pada pinggang Sungmin sementara tangan kanannya memegangi dagu Sungmin agar kepala perempuan itu menenggak. Kyuhyun kembali menyelami bibir Sungmin.
Kyuhyun bisa dikatakan sebagai good kisser, karena baru pertama kali berciuman saja Kyuhyun sudah bisa meluluhkan si pasangan. Ia membuka mulutnya, mulut Sungmin pun terbuka otomatis karena dorongan mulut Kyuhyun. Laki-laki itu mulai memasukkan lidahnya kedalam mulut Sungmin. Ia merasakan lidahnya panas saat menyentuh permukaan lidah Sungmin. Kepala Kyuhyun sedikit bergetar karena rasa merinding yang merambat dileher belakangnya.
Sementara Sungmin sejak tadi tidak merespon, ia juga tidak menolak ciuman itu. Sungmin membiarkan Kyuhyun membawanya pada ciuman yang panjang dan panas. Sungmin mulai menutup matanya, ia juga merasakan lidah Kyuhyun yang masuk kedalam mulutnya dan memainkan lidahnya. Ia hanya mengerutkan dahi begitu lidahnya digelitik oleh lidah Kyuhyun.
'Eoh? Kenapa aku membiarkan Kyuhyun menciumku? Kenapa aku tidak bisa menolak' gumam Sungmin bingung.
Sungmin menyadari sesuatu. Ia merasa gugup saat Kyuhyun menciumnya, namun dalam hatinya ia senang karena mendapat ciuman itu. 'Mungkinkah orang yang kusuka itu…Kyuhyun? Orang yang berada didekatku selama ini adalah… Kyuhyun?' Sungmin terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Kyuhyun masih memainkan lidah Sungmin. Ia menunggu reaksi Sungmin yang belum bereaksi apa-apa. Tangan kirinya mulai mengelus punggung Sungmin dengan perlahan. Tangan itu mulai turun kebawah, melewati pinggang dan berhenti pada bokong Sungmin yang bulat. Kyuhyun kembali menggerakkan bibirnya dengan aktif sambil sesekali tangan kirinya meremas bokong itu.
GREP!
Sungmin terbelalak. Ia menyadari tangan Kyuhyun semakin nakal. Ia pun sadar sepenuhnya. Dengan cepat Sungmin langsung mengangkat kaki kanannya.
BUKK!
"Akh!"
Kyuhyun langsung melepaskan bibirnya yang sudah basah dari bibir Sungmin. Kedua tangan Kyuhyun pun langsung mengarah pada 'adik' Kyuhyun yang ditendang oleh lutut Sungmin dengan sangat keras. Kyuhyun terdiam, ia meringis kesakitan. Tidak hanya ciuman pertama yang ia dapatkan, untuk pertama kalinya pula ia merasakan tendangan maut untuk sang 'adik'.
Sungmin melangkah mundur. Ia mengulum bibirnya, salivanya yang sudah tercampur dengan saliva Kyuhyun sangat terasa membasahi bibirnya. Ia menutup bibirnya dengan kedua tangan. Matanya memperhatikan Kyuhyun yang semakin meringis sambil memegangi 'adik' kecilnya.
Tanpa bicara apa-apa, Sungmin segera keluar dari lorong itu. Ia memilih untuk kembali pada Heechul daripada dengan Kyuhyun yang baru saja memangsa bibirnya.
"Ssh~ Appo~" Kyuhyun terus saja meringis saat benda kebanggaannya loyo seketika karena tendangan lutut dari Sungmin. Kyuhyun merasa pertahanan tubuhnya runtuh seketika.
Disaat yang bersamaan, seseorang melewati lorong itu. Ia sedikit terkejut mendapati sosok perempuan bersuara laki-laki yang sedang berjongkok sambil meringis.
"Eoh? Kyuhyun ah?"
Kyuhyun menenggak. Ia melihat Donghae menghampirinya. Donghae pun ikut berjongkok.
"Ya! Wae geurae? Gwaenchanhayo?" Donghae terlihat sedikit cemas dengan Kyuhyun yang menunduk.
"A..An..gwaen..chan..ha..yo" Kyuhyun mengulum bibirnya yang sedikit basah sambil menahan rasa sakit pada bagian privasinya.
.
.
Sementara itu…
Sungmin berjalan menghampiri Heechul sambil memegang bibirnya. Ia berhenti tepat dibelakang Heechul.
'Andwae! Aku tidak boleh ceritakan ini. Bisa malu aku' pikir Sungmin.
"Heechul ah, ayo kita pulang" kata Sungmin mengagetkan Heechul. Perempuan yang sejak tadi duduk itu berdiri. Ia membalikkan tubuhnya lalu berpikir sejenak.
"Dimana Ahra?"
"Ng~ A…Ahra…" Sungmin mulai berpikir mencari alasan. "Ahra sedang… bersama Donghae. Mu..mungkin Ahra akan menyusul" kata Sungmin tersenyum paksa.
Heechul hanya mengangguk.
'Ah~ persetan dengan Kyuhyun. Sekarang ini aku harus banyak menghindar darinya' gumam Sungmin sambil memperhatikan Heechul.
"Kalau begitu ayo kita pulang. Sepertinya akan turun hujan" kata Heechul.
Sungmin menenggak menatap langit. Hari ini langit memang sedang tidak bersahabat. Sungmin pun mengangguk. Tanpa berlama-lama, Heechul dan Sungmin berjalan bersama-sama pulang ke asrama.
.
.
Ditempat yang berbeda…
"Mwo?! Hahahahaha!"
Tawa lepas Donghae terdengar ketika ia dan Kyuhyun sedang duduk sila sambil bersandar di dinding lorong sepi itu. Mereka duduk berhadapan. Kyuhyun masih saja memegangi 'adik' kecilnya. Sementara Donghae kini tertawa terbahak-bahak begitu mendengar cerita Kyuhyun.
"Ya! Tidak lucu, hyung! Jangan tertawa!" kata Kyuhyun marah.
"Kau bodoh, Kyu!"
"Apa kau bilang?!"
Donghae berusaha menghentikan tawanya namun ia tak sepenuhnya berhenti. Ia melirik Kyuhyun sejenak, lalu memukul bahu Kyuhyun.
"Ya! Lepaskan dulu wig itu, aku seperti sedang berbicara dengan Ahra" katanya.
Kyuhyun melihat sekelilingnya, berjaga-jaga agar tidak ada orang yang melihat, setelah itu ia membuka wig yang sudah menyekap rambutnya berjam-jam.
"Ah~ segarnya~" Kyuhyun merasakan udara segar menyentuh kulit kepalanya dan melambai pada setiap helai rambutnya.
"Sebenarnya yang kau lakukan tidak salah. Aku tau bagaimana rasanya jika ingin mencium perempuan" kata Donghae.
"Aku juga sudah bersikap selembut mungkin, tapi yang terjadi Sungmin malah menendang jagoanku" kata Kyuhyun menekuk bibirnya.
Donghae kembali tertawa. "Hahaha.. Tapi sebagai pemula kau terlalu agresif. Apa kau menggigit bibirnya?"
"Anio, aku belum sempat lakukan itu" kata Kyuhyun menggeleng.
Donghae terdiam, ia mengelus dagunya seraya berpikir. "Kalau begitu kenapa ia marah? Biasanya ada suatu tindakan yang membuat ia sadar" kata Donghae.
Kyuhyun ikut berpikir, sesekali ia mengelus rambutnya yang sedikit berkeringat. Ia pun mengingat sesuatu. "A..aku memang menyentuh bagian lain selain bibirnya" kata Kyuhyun mengaku.
"Kau menyentuh apa?"
Donghae langsung melihat Kyuhyun. Namun Kyuhyun malah terlihat gugup untuk mengakuinya. "Aku meremas…bokongnya"
"Mwo?! Pantas saja ia sadar!" kata Donghae menepuk tangannya sekali. "Ia akan bereaksi jika kau menyentuh bagian lainnya"
"Tapi aku kan tidak sengaja. Saat tanganku turun kebawah punggungnya aku meraba..bokongnya. Kupikir ia akan membalasku. Karena sejak pertama dia hanya diam" jelas Kyuhyun.
Donghae menepuk dahinya dan tertawa kecil. "Kau ini ada-ada saja. Kau tidak pernah menonton blue film, eoh?"
"Tentu saja pernah, aku bahkan punya tiga" kata Kyuhyun membela diri.
"Kau jangan hanya memperhatikan panasnya adegan dalam film, tapi perhatikan bagaimana si laki-laki bisa membuat si perempuan terangsang" kata Donghae menjelaskan.
Kyuhyun terdiam sejenak. Ia melirik Donghae dengan wajah datar. 'Hmm~ Mesum juga laki-laki ini. Kukira ia laki-laki yang polos dan hanya memikirkan cinta' gumam Kyuhyun.
Kyuhyun teringat sesuatu. Satu ucapan Heechul saat penyamaran Kyuhyun sebagai Ahra belum diketahui Sungmin. "Menurut majalah yang kubaca, tipe laki-laki seperti Donghae itu tergolong si jago ranjang"
'Ah~ ternyata apa yang diucapkan perempuan cerewet itu benar. Sepertinya Donghae memang ahli dalam hal itu'
"Jadi aku harus berbuat apa?" Tanya Kyuhyun menundukkan kepalanya.
"Kau benar-benar menyukai Sungmin? Apa hanya menjadikan Sungmin sebagai bahan percobaanmu?" Tanya Donghae.
"Kenapa kau bertanya seperti itu, hyung?"
"Aku hanya tidak ingin sahabat dari tunanganku menjadi korban laki-laki tidak bertanggungjawab" Donghae bersandar dan melipat tangannya.
"Aku sungguh-sungguh. Sejak awal aku memang mencintainya" kata Kyuhyun mengaku.
Kyuhyun terdiam sejenak. 'Eoh? Apa yang kukatakan?' gumamnya bingung. Ucapan itu reflek Kyuhyun lakukan karena Donghae memancingnya untuk jujur. Kyuhyun kini menunduk malu, ia melihat Donghae tersenyum.
"Akhirnya kau mengaku juga. Hahaha.. Aku sudah menduganya, kau pasti menyukai Sungmin"
"Darimana kau tau?" tanya Kyuhyun berpura-pura.
"Sudah tiga hari ini kita masuk dikelas yang sama. Aku selalu memperhatikanmu dengan Sungmin" kata Donghae. "Gwaenchanhayo, lagipula Sungmin itu sahabat baik Ahra. Aku dan Ahra pasti merestui hubungan kalian" kata Donghae.
"Tapi.. aku tidak yakin. Sungmin pasti sangat marah sekarang" kata Kyuhyun pesimis.
"Ya! Kau ini laki-laki, kenapa tidak percaya diri? Ayolah, buat Sungmin menyukaimu" kata Donghae memberi semangat.
"Bagaimana caranya?"
"Kau bisa memperbaiki cara berciumanmu. Lakukan dengan perasaan" kata Donghae mengangkat alisnya.
Kyuhyun terdiam. Ia menatap Donghae yang seakan menyiratkan sesuatu. Kyuhyun mengangguk dan memahami apa yang Donghae katakan. Ia pun tersenyum. Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Donghae.
"Gomawo hyung. Kau memang hyungku yang terbaik!"
Donghae menjabat tangan Kyuhyun lalu menepuk bahu calon adik iparnya itu. Donghae hanya menjawabnya dengan anggukan.
.
.
-0o0-
.
.
Malam harinya…
Sungmin berada di kamarnya. Ia baru saja selesai mandi dan kini sedang mengerjakan sebuah PR yang diberikan pada Jandi seonsaengnim siang tadi. Sungmin tergolong orang yang rajin dibandingkan Heechul dan Ahra.
DUAR!
Sungmin melepas pulpen yang dipegangnya. Ia berhenti menulis karena suara petir yang begitu keras mengagetkannya. Sungmin menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi lalu mengelus dadanya pelan.
'Kenapa perasaanku tidak enak' gumam Sungmin.
Sungmin melirik pada ranjang Ahra. Biasanya malam hari seperti ini Kyuhyun ada bersamanya dan mengerjakan PR bersama-sama. Sungmin melirik sebuah jendela besar tepat didepan meja belajarnya. Hujan turun begitu deras, membuat perasaan Sungmin semakin tidak nyaman.
DUAR!
Lagi-lagi suara petir itu mengagetkannya. Wajah Kyuhyun -yang tidak memakai wig- tiba-tiba terlintas dipikirannya. Sungmin mulai mencemaskan Kyuhyun karena sejak kejadian di lorong tadi Kyuhyun belum juga kembali ke asrama.
Sungmin kembali melirik ranjang kosong yang biasanya ditempati Kyuhyun. 'Kenapa Kyuhyun belum pulang' gumamnya cemas.
Beberapa kilat kini menyambar dan cahayanya masuk kedalam jendela Sungmin. Perempuan itu ketakutan, ia langsung menutup jendelanya dengan tirai putih. Tak lama suara petir kembali terdengar. Sungmin semakin panik dengan keberadaan Kyuhyun yang entah berada dimana kini.
Sungmin segera meraih sebuah jaket berwarna ungu lalu mengambil payung lipat dilaci meja belajarnya. Ia pun keluar dari kamarnya. Sungmin pergi untuk mencari Kyuhyun.
.
.
Di tempat lain…
Kyuhyun berada didepan pintu masuk sekolah. Suasana gedung sekolah sudah sepi dan tidak ada siapapun disana, hanya terdapat satu lampu yang menerangi Kyuhyun ditengah hujan yang deras.
'Akh! Sial! kenapa hujan tidak berhenti sejak tadi? Aku semakin kedinginan disini' gumam Kyuhyun menggerutu.
Sejak tadi siang, Kyuhyun dan Donghae berbincang-bincang dengan asyiknya hingga menjelang malam. Tanpa disadari, hujan sudah mengguyur daerahnya sejak petang. Kyuhyun tak bisa berbuat apa-apa, jika ia memilih untuk hujan-hujanan pulang ke asrama bisa-bisa ia sakit, pergi ke klinik asrama dan penyamarannya akan hancur. Awalnya, Kyuhyun tidak sendirian. Donghae memilih untuk menemani Kyuhyun sampai hujan berhenti, namun Kyuhyun memaksa Donghae agar pulang lebih dulu.
Kini Kyuhyun duduk mengangkang tanpa menyadari bahwa cara duduknya -sangat- tidak seperti perempuan. Tak lama, ia melihat seseorang berjaket ungu dengan payung pink berjalan menghampirinya. Kyuhyun menunduk sejenak, ia segera membenarkan posisi duduknya menjadi merapat.
"Sungmin ah?" Kyuhyun berdiri begitu menyadari orang itu adalah Sungmin.
Sungmin berlari dan berhenti tepat didepan Kyuhyun. Ia menurunkan payungnya. Beberapa tetes air hujan dari payung itu mengenai rambut coklat Sungmin. Perempuan itu menatap Kyuhyun iba.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Sungmin.
Kyuhyun mengerutkan dahi. 'Bukankah tadi ia marah?'
"Kau tau aku khawatir kau tidak pulang" katanya lagi sambil menghentakkan kaki kanannya.
Kyuhyun masih terdiam. Perlahan-lahan Kyuhyun tersenyum. "Kau mengkhawatirkan aku?"
"Tentu saja!" jawab Sungmin cepat.
Kini Sungmin yang diam. 'Apa yang baru aku katakan? Aih~' Sungmin mengumpat dalam hati karena tidak sengaja sudah mencurahkan perasaan khawatirnya pada Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum begitu mendengar ucapan Sungmin. Ia senang karena ternyata Sungmin cukup memperhatikannya meski ia sudah berbuat nakal siang tadi.
Kyuhyun menarik Sungmin kedalam dekapannya. Kyuhyun memeluk Sungmin dengan erat sementara Sungmin tidak membalasnya. Sungmin hanya merasakan tubuh Kyuhyun yang begitu dingin. 'Kyuhyun pasti kedinginan..' gumam Sungmin. Perlahan, ia pun melingkarkan tangannya pada pinggang Kyuhyun. Ia berbalik memeluk Kyuhyun sambil berusaha menghangatkan tubuh Kyuhyun. Ia mengelus-elus punggung laki-laki itu.
"Hangat. Gomawoyo" bisik Kyuhyun tersenyum. Akhirnya penantiannya tiba. Ia ingin sekali merasakan pelukan hangat dan tulus dari Sungmin.
Tak lama kemudian Kyuhyun dan Sungmin melepaskan pelukan mereka. Kyuhyun mengambil payung ditangan Sungmin lalu membukanya. Ia meraih tangan Sungmin agar berdekatan dengannya. Sungmin hanya diam, ia mendekat pada Kyuhyun dan mereka berjalan bersama-sama menelusuri hujan yang deras.
"Kyu, hentikan" Sungmin langsung melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun.
"Waeyo?"
"Kita ini sesama perempuan" kata Sungmin.
Kyuhyun mengamati sekelilingnya, tidak ada siapapun disini. Ia kembali meraih tangan Sungmin perlahan. "Tidak ada siapa-siapa. Aku bisa menjadi diriku yang sebenarnya sekarang" kata Kyuhyun tersenyum.
Sungmin tersipu malu. Ini memang kesempatan langka, dimana ia dan Kyuhyun berjalan bersama dibawah payung pink ditengah hujan deras. Sungguh romantis bukan? Jika saja Kyuhyun melepas wignya dan berpakaian layaknya laki-laki pasti akan terasa lebih romantis.
"Kyuhyun ah.." Sungmin melepaskan -lagi- tangannya dari genggaman Kyuhyun. Namun kini ia melingkarkan tangannya dilengan Kyuhyun dan menyandarkan kepalanya. "Mianhae~"
Kyuhyun sedikit gugup dengan sikap Sungmin. Ia melirik Sungmin perlahan. "Ke..kenapa minta maaf?" tanya Kyuhyun.
"Aku sudah…menendangmu tadi" kata Sungmin merasa bersalah. "Aku tau pasti kau sangat kesakitan"
"Gwaenchanhayo... Itu semua ulah tanganku. Ia memang nakal"
Sungmin menenggak menatap Kyuhyun. Perempuan itu pun tertawa. Ia menganggap ucapan Kyuhyun itu adalah lelucon baginya. Sementara Kyuhyun hanya diam, matanya memperhatikan Sungmin yang sedang tertawa.
'Bahkan tertawa saja kau cantik. Aih~ kau membuatku gila, Sungmin ah. Saranghaeyo..' ucap Kyuhyun dalam hati sambil terus memperhatikan Sungmin.
"Tapi.. sebenarnya bukan hanya itu" kata Sungmin lagi.
"Lalu?"
"Aku minta maaf atas semua yang kulakukan padamu. Aku tau aku jahat. Aku sering menamparmu, menendangmu, menginjak kakimu.." ucap Sungmin. "Aku hanya ingin melampiaskan kekesalanku karena kebohonganmu dahulu. Tapi harusnya aku sadar, aku tidak boleh keterlaluan seperti itu" Sungmin sedikit menunduk merasa bersalah.
Sementara Kyuhyun hanya tersenyum. 'Akhirnya Sungmin mau mengatakan hal itu. Sungguh, aku tak pernah membencimu, Sungmin' gumam Kyuhyun senang.
"Gwaenchanha.. jinjja-yo! Aku tak pernah marah dengan apa yang kau lakukan padaku" kata Kyuhyun. Tentu saja karena Kyuhyun mencintai Sungmin.
"Tapi… kalau kau merasa bersalah dan ingin kumaafkan, kau harus lakukan sesuatu" kata Kyuhyun.
Sungmin melirik Kyuhyun. "Melakukan apa?"
"Tersenyum padaku, Sungmin ah"
Sungmin terdiam sejenak. Tanpa pikir panjang, Sungmin mulai tersenyum manis pada Kyuhyun. Perempuan itu memberikan senyuman tulusnya. Kyuhyun ikut tersenyum karena bisa mendapatkan hal yang sangat ia inginkan dari Sungmin. Untuk saat ini, Kyuhyun hanya ingin Sungmin tersenyum tulus padanya. Dan Sungmin sudah lakukan itu.
"Gomawoyo" ucap Kyuhyun.
Mereka pun mempercepat langkah mereka. Disaat mereka sedang berjalan dengan santai, tiba-tiba angin besar membuat payung yang dipegang Kyuhyun terangkat. Kyuhyun terkejut dengan angin besar yang tiba-tiba menyerang mereka.
"Ah shit!" gerutu Kyuhyun. ia melirik Sungmin yang malah menikmati hujan sambil merentangkan tangannya. "Sungmin ah, ayo lari" ajak Kyuhyun menutupi kepalanya, meski percuma karena hujan deras mengguyur tubuhnya.
"Chamkaman, Kyu" Sungmin menolak dengan lembut. Ia menenggak sambil menutup matanya, menikmati hujan yang membuatnya segar.
Kyuhyun terdiam, ia melihat Sungmin. 'Cantiknya.. kenapa kau begitu mempesona' gumam Kyuhyun tersenyum.
"Ayolah, Sungmin! Hujan semakin deras" kata Kyuhyun menarik tangan Sungmin. Namun perempuan itu belum mau beranjak.
Sungmin malah menarik tangan Kyuhyun. Mereka saling berhadapan. Sungmin merentangkan kedua tangan Kyuhyun dan menyuruh Kyuhyun menenggak. Sungmin membawa Kyuhyun dalam suasana hujan yang membasahi kedua tubuh mereka. Tanpa berbicara apa-apa, Kyuhyun mengikuti Sungmin. Keduanya saling menutup mata dan merasakan tetesan hujan membasahi wajah mereka.
"Menyenangkan bukan?" tanya Sungmin.
Kyuhyun menggeleng. "Anio, kita bisa sakit kalau terus seperti ini" kata Kyuhyun.
"Kita harus menikmati waktu berduaan seperti ini, Kyu" Sungmin hanya tersenyum, sesekali ia menampung air hujan ditangannya dan menyiramkan air itu pada Kyuhyun.
Sungmin tertawa senang, begitu juga dengan Kyuhyun. Mereka mulai menyadari bahwa ada perasaan nyaman ketika sedang berduaan seperti ini. Sungmin membawa Kyuhyun untuk berlari sambil bermain dengan air hujan. Meski Kyuhyun tidak menyukai hujan, namun untuk pertama kalinya ia merasakan kesenangan dibawah hujan deras, dan semua itu karena bersama Sungmin.
Setelah keduanya puas bercanda gurau, Kyuhyun akhirnya memaksa Sungmin untuk kembali dan beristirahat, ia takut Sungmin akan jatuh sakit karena kehujanan. Mereka berdua segera berlari ke asrama perempuan, Kyuhyun dan Sungmin melupakan payung yang dilepaskan Kyuhyun begitu saja ditengah jalan.
.
.
-0o0-
.
.
KREK!
Sungmin melirik Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Laki-laki itu memakai piyama berwarna pink milik Ahra. Sungmin yang sejak tadi sedang mengeringkan wig milik Kyuhyun yang basah kini berdiri dari duduknya. Ia menghampiri Kyuhyun dan memberikan wig itu.
"Ini Kyu, sudah cukup kering" kata Sungmin.
Kyuhyun mengambilnya dari tangan Sungmin lalu mengelus-elus wig itu. "Sudah kering. Gomawoyo~"
Sungmin mengangguk. Ia pun memperhatikan penampilan Kyuhyun. Berpakaian seperti Ahra tapi berwajah laki-laki. Sungmin tertawa kecil.
"Kenapa tertawa?" tanya Kyuhyun bingung.
"Kau tidak membawa pakaian tidurmu sendiri?"
Kyuhyun menggeleng. "Anio. Memangnya kenapa?"
"Kau terlihat seperti banci. Hahaha…" Sungmin tertawa puas.
Kyuhyun mengangkat alisnya. Ia pun tersenyum miring. Memang benar, ia tampak seperti laki-laki yang bergaya perempuan. Kyuhyun menggelitik pinggang perempuan berdaster pink bergambar kelinci itu. Sungmin langsung mengelaknya, Sungmin melepaskan diri dan berlari ke ranjangnya. Namun ternyata Kyuhyun mengejar Sungmin dan kembali menggelitik perempuan itu hingga Sungmin terlentang diatas ranjangnya.
Kyuhyun dan Sungmin bertatapan sejenak. Kyuhyun menaruh kedua lengannya disisi kanan dan kiri kepala Sungmin. Ia tersenyum begitu melihat senyuman manis dari Sungmin.
"Boleh aku berkata sesuatu, Kyu?" tanya Sungmin menyerongkan kepalanya.
"Ne.."
"Dulu aku pernah bercerita bahwa aku merasa seseorang sedang menghantui aku tanpa pernah kutemui siapa dia. Tapi sekarang… aku sudah tau siapa dia" kata Sungmin.
Kyuhyun terdiam. "Kau sudah temukan?"
Sungmin mengangguk. "Orang itu ada dihadapanku sekarang. Ia sedang memandangku"
Sungmin mengangkat kedua tangannya. Ia membelai wajah Kyuhyun dengan jemarinya yang lentik. Kyuhyun hanya diam, ia memikirkan ucapan Sungmin. Lalu tersenyum.
"Kukira hanya aku yang merasakan perasaan ini" ujar Kyuhyun tersenyum.
"Perasaan apa?"
Kyuhyun tidak menjawabnya. Ia melirik bibir Sungmin lalu mengingat perkataan Donghae tadi siang. "Kau bisa memperbaiki cara berciumanmu. Lakukan dengan perasaan"
Kyuhyun mendekatkan bibirnya pada Sungmin. Ia mencium Sungmin persis seperti siang hari tadi. Kyuhyun mendapatkan beberapa pelajaran baru dari Donghae yang sejak tadi menemaninya berbincang-bincang di lorong kecil itu hingga hujan deras tiba.
Kyuhyun menjilat bibir luar Sungmin dengan sedikit bernafsu. Sungmin pun mengalungkan kedua tangannya dibelakang leher Kyuhyun. Sungmin mulai membuka bibirnya dan memperbolehkan Kyuhyun untuk menyatukan lidah mereka. Kini Kyuhyun mulai bermain panas, dan Sungmin hanya bisa membalasnya.
Tangan Kyuhyun pun mulai merambat menelusuri tubuh Sungmin. Tangan kanannya mengelus bahu Sungmin, setelah itu turun dan sampai pada gundukan kenyal yang berada didada Sungmin. Kyuhyun menaruh tangannya diatas gundukan itu tanpa meremasnya. Kyuhyun takut kejadian siang tadi terjadi lagi.
Namun ternyata semua itu diluar dugaan Kyuhyun. Sungmin menaruh tangan kanannya diatas tangan Kyuhyun. Ia menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat seakan menyuruh Kyuhyun untuk meremasnya. Kyuhyun pun melakukannya. Terasa sangat kenyal saat Kyuhyun mulai meremas gundukan tersebut.
'Kenapa Sungmin menerima perlakuanku? Ah~ ia semakin menaikkan kadar nafsu birahiku' gumam Kyuhyun yang sedang memainkan lidah Sungmin dan meremas dadanya.
Mereka mulai terlena dengan apa yang mereka lakukan. Sampai akhirnya Kyuhyun menyudahi ciumannya. Ia juga melepaskan tangannya dari dada Sungmin. Keduanya membuka mata dan bertatapan.
"Ah~" Kyuhyun duduk disisi ranjang Sungmin. Ia membelakangi perempuan yang kini ikut duduk.
"Ada apa, Kyu?" tanya Sungmin.
"Se…sepertinya.. aku harus mengambil payungmu yang tadi kita tinggalkan di taman" kata Kyuhyun mencari alasan. Kyuhyun benar-benar dibuat gugup oleh Sungmin.
'Jika aku tidak mengalihkan semuanya aku bisa menerkam Sungmin sekarang juga' gumam Kyuhyun sedikit cemas.
Saat Kyuhyun akan berdiri, Sungmin malah menahan lengan Kyuhyun. "Kyu…" panggilnya lembut. Kyuhyun membalikkan tubuhnya untuk menatap Sungmin.
"Jangan pergi.."
"Ta..tapi.. payungmu bagaimana?"
Sungmin sedikit menunduk. Ia menggigit bibirnya sambil berpikir. "Ng… Ba..bagaimana jika.. kita lanjutkan yang tadi?"
GLEK!
Kyuhyun terbelalak. 'Apa aku tidak mimpi? Sungmin sendiri yang menginginkannya? Ah~ mana mungkin aku tolak!' gumam Kyuhyun girang.
"Kau…serius?" tanya Kyuhyun memastikan, meski dalam hatinya ia ingin buru-buru menjelajah bersama Sungmin malam ini.
Sungmin melirik Kyuhyun lalu mengangguk. Kyuhyun kembali menelan ludahnya susah payah. Ia pun merangkak naik keatas ranjang. Ditindihnya tubuh Sungmin seperti saat ia mencium Sungmin tadi. Sungmin hanya memandang Kyuhyun dari bawah. Wajah laki-laki itu mampu menghipnotis Sungmin.
Tanpa pikir panjang, Kyuhyun mengangkat piyama one-piece berwarna pink yang dikenakan Sungmin. Tidak ada penolakan dari Sungmin. Ia bahkan ikut mengangkat kepalanya begitu Kyuhyun membuka pakaian tidurnya itu. Kyuhyun memandangi sejenak tubuh Sungmin yang hanya mengenakan sebuah bra dan celana dalam. Sungmin pun tak tinggal diam, ia mulai membukakan kancing piyama pink yang dipakai Kyuhyun. Ia melemparnya ke lantai dan membuat Kyuhyun telanjang dada.
Kyuhyun langsung mendekatkan bibirnya pada leher Sungmin. Diciumnya leher jenjang itu secara perlahan. Ia menggigitnya lalu menghisap leher itu. Sungmin hanya menenggakkan kepalanya sambil merasakan gigitan Kyuhyun dilehernya. Sungmin memegangi kepala Kyuhyun lalu meremas rambutnya yang sedikit basah. Kyuhyun melakukan itu beberapa kali disetiap bagian leher Sungmin. Setiap inci sentuhan Kyuhyun pada Sungmin membuat gadis itu mendesah. Kyuhyun menyentuhnya dengan sangat hati-hati hingga keduanya terhanyut dalam dunia mereka berdua.
Setelah melakukannya, Kyuhyun dan Sungmin bertatapan sejenak. "Saranghaeyo, Sung..min ahh~" Dikecupnya dahi Sungmin lalu Kyuhyun tersenyum. Sungmin semakin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun. Mereka pun memilih untuk tidur sambil berpelukan.
.
.
-0o0-
.
.
Paginya. Sungmin mulai membuka mata. Ia menggerakkan tubuhnya. Sedikit terasa nyeri dibagian kewanitaannya karena permainan mereka kemarin malam. Setelah pulas tertidur, Sungmin tidak menyadari bahwa Kyuhyun kembali terbangun dan kembali melanjutkan aksinya, ia melakukan hal itu lagi dan lagi disaat Sungmin tertidur.
"Ngh.." Sungmin menggeliat. Ia melihat tubuhnya yang masih telanjang dan hanya tertutupi selimut pink.
Sungmin melirik kesebelahnya. 'Hmm? Kyuhyun? Dimana dia?' gumam Sungmin begitu menyadari Kyuhyun menghilang.
Sungmin duduk sambil mengangkat selimutnya agar menutupi dadanya. Ia tak melihat keberadaan Kyuhyun juga diranjang sebelahnya.
"Kyuhyun ah?" panggil Sungmin.
Ia mengerutkan dahi. 'Kyuhyun kemana? Kenapa ia tidak ada' gumam Sungmin bingung.
.
.
.
.
.
TBC..
Kyuhyun ga ada di kamar lho.. Ada yang tau Kyuhyun kemana? Ayo dibantu ya dibantu *ala pak tarno kkk~*
Reviewnya jgn lupa, komen dong tentang kegajean NC yang saya buat, pasti gaje ya -_-" mian
