Aiko:"sorry telat update, karna saya ditimpa ujian mid semester, jaringan lola, dan dilanda males lanjutin cerita"(ditendang)
Ishida:"terima kasih yang sudah mereview"
-ilhamakbar anshari-
Silahkan tembak Cao Pi sebanyak banyaknya.
Cao Pi:(pukul kepala Aiko)
Aiko:"sakit!"
Oke thanks to review.
-Lee Xia-
Saya juga berharap punya cowo kayak dia, dia itu complete, kyaaaaaaa dia itu myhusband! (fansgirl gila mode on)
Cao Pi:(pukul kepala Aiko)"mimpi!"
Aiko:"SAKIT!"
Oke thanks to review.
-Scarlet n Blossom-
Nia:"apa?! Ayah kabur, Roscoe kejar dia!"
Roscoe:"..."
Cao Cao:"hais, ketauan deh"
Oke thanks to review.
-Saika Tsuruhime-
Iya, saya tau, dimana Sasuke juga melakukan adegan yang sama dilakukan oleh Cao Pi, menarik lengan Roscoe dan menariknya dengan kuat, mampus kau Roscoe! (dibunuh Roscoe)
Papi Cao Cao, semoga menang lari maraton ya, aku mendukung disini, GANBATTE!
Cao Cao:"gue bukan lari maraton! Gue mau kabur tau!"
Oke thanks to review.
-KuroragiUum-
Penjelasan secara ilmiahnya (dosen mode on)#plak# 'guardian human' itu adalah sebuah kekuatan yang sangat hebat, Cao Pi tak bisa mengendalikan kekuatan itu dan akhirnya dia mengamuk gara gara tak bisa mengontrol kekuatan 'guardian human', hal itu terjadi karna Cao Pi tak bisa mengontrol emosinya.
Oke thanks to review.
Happy reading.
Nightmare
By: Aiko Ishikawa
Rated: T
Genre: horror, adventure
-all character belong to Koei, saya hanya punya OC-
Summary: ayah Cao Pi yaitu Cao Cao menghilang secara tiba tiba, dan dia bertemu dengan Rin yang memberitahukan tentang wilayah Orde, wilayah yang penuh dengan misteri dan keanehan.
Chapter 10: father and son/daughter
"aku harap Nia tidak mengetahui keberadaanku" pikir Cao Cao, dia berlari keluar dari kastil menyeramkan itu.
-x-
"kaka Rin" kata Mufasalia.
"iya" kata Rin.
"aku mau tanya, kenapa kaka mengetahui keberadaan tentang 'guardian human'?" tanya Mufasalia.
"justru aku juga mau menanyakan hal itu padamu" kata Rin.
"aku...mengetahui 'guardian human' dari ibuku, karna ibuku teman baiknya nona Bian Shi" kata Mufasalia.
"begitu ya" kata Rin.
"kalau kaka bagaimana?" tanya Mufasalia.
"aku adalah teman baiknya Nia" kata Rin.
"dan..." tanya Mufasalia lagi.
"aku diberi tugas oleh ibunya Cao Pi untuk melindungi Cao Pi, karna dia yakin suatu saat nanti Cao Pi pasti akan membuka segel 'guardian human'" kata Rin.
"begitu ya, tapi sekarang apa yang harus kita lakukan? Jika sampai kak Cao Pi sadar dan kembali mengamuk" kata Mufasalia sambil memperhatikan Cao Pi.
"kita hanya harus membawanya ke tuan Cao Cao, karna hanya dia yang mampu menyegel kembali segel Cao Pi" kata Rin.
"tunggu apa lagi, sebaiknya kita harus membawa kak Cao Pi kekastil" kata Mufasalia.
"tapi kastil Nia sangat ketat penjagaannya, kita tidak mungkin dengan mudah masuk kedalam kastil itu" kata Rin.
Mufasalia terdiam.
-x-
Cao Cao terus berlari menjauh dari kastil Nia, dia terus berlari, walaupun tenaganya sudah habis, tapi dia tetap memaksakan dirinya untuk berlari, "hh, hh, hh, aku harus pergi dari sini, dan mencari Cao Pi" kata Cao Cao. Akhirnya dia berhenti, Cao Cao duduk dipinggir sebuah bangunan, dia melepas lelah, dia kembali membayangkan masa lalunya bersama Bian Shi, Cao Pi, dan Nia, "hah~ kenapa sejak kepergianmu, keadaan berubah?" keluh Cao Cao, dia merasa tak berguna untuk melindungi 'wilayah orde' ini, dia sungguh merasa tak berguna, Cao Cao mengingat semua kenangan masa lalu, dimana Nia yang masih sangat periang dan baik hati, yang selalu bermain bersamanya, tapi sekarang Nia bukanlah Nia yang dulu, sifatnya benar benar berubah. "Nia kenapa kau harus berubah?" pikir Cao Cao.
Flashback:
"ayah! Ayah! Ayah! Nia mau digendong!" kata Nia sambil memegang tangan Cao Cao.
"maaf Nia, tapi ayah sedang sibuk" kata Cao Cao yang tidak menghiraukan perkataan Nia.
"Nia mau digendong! Cao Pi digendong, masa Nia tidak!" kata Nia.
"maaf Nia, kaukan bisa minta paman Dun" kata Cao Cao.
"paman kan sekarang ada didunia manusia, pokoknya Nia mau digendong sama ayah!" kata Nia.
Cao Cao mengalah, karna Nia dari tadi memaksa dirinya untuk menggendong Nia, dia pun mengangkat Nia.
"hahaha, Nia sayang ayah" kata Nia sambil memeluk Cao Cao.
Cao Cao hanya tersenyum.
Dari kejauhan, Bian Shi memperhatikan mereka dan dia pun tersenyum.
Flashback end.
"kau memang bukan Nia yang dulu, dulu kau begitu periang, tapi sekarang kau begitu kejam" kata Cao Cao, dia bangkit dari istirahatnya, dan melanjutkan perjalanan.
-x-
Roscoe berjalan menuju tempat Cao Cao ditahan, tapi alangkah terkejutnya dia ketika melihat Cao Cao sudah tidak ada ditempat itu, "kemana orang itu?!" kata Roscoe, dia mencari Cao Cao, Roscoe memeriksa ruangan itu tapi dia tidak juga menemukan Cao Cao, "tch, dasar pak tua, kau pikir bisa lari dariku" kata Roscoe, dia pergi meninggalkan tempat itu, tapi langkahnya dikejutkan oleh Nia yang berdiri dihadapannya, dia menghadap kejendela yang cukup besar, terpasang jelas ekspresi wajahnya yang sedang sedih, Roscoe yang heran, dan terkejut melihat Nia dengan ekspresi sedih itu pun menghampirinya, "ada apa Yang Mualia Nia?" tanya Roscoe.
Nia terkejut, dia memalingkan wajahnya ke arah Roscoe, "Roscoe?" kata Nia.
"ada apa Yang Mulia Nia? Kenapa wajah anda terlihat sedih?" tanya Roscoe.
"ayah...ayah kabur, dia kabur, dia pergi mennggalkanku..." kata Nia, tak disangka air matanya menetes, Roscoe yang terkejut melihat Nia mengeluarkan air mata berusaha menenangkan Nia.
"hmph, hanya orang tua yang tak tau diuntung kenapa kau harus menangisi dirinya?" kata Roscoe.
Nia menatap Roscoe, lalu memeluknya, "kau tak tau arti kasih sayang?" tanya Nia yang berada dipelukan Roscoe.
"tidak" jawab Roscoe.
"pantas kau tak mengetahui kenapa aku menangis...setidaknya kau tetap disisiku itu bisa membuatku bahagia, Roscoe..." kata Nia, dia memeluk Roscoe dengan erat, sedangkan Roscoe hanya diam, dia cuek saja akan pelukan Nia, justru yang berada dipikirannya adalah bagaimana caranya dia bisa membunuh Cao Pi.
-x-
Cao Cao menyusuri kota mati itu, dia memperhatikan sekeliling, dia merasa heran kota 'wilayah orde' sangat berbeda dengan yang dulu, dulu kota 'wilayah orde' sangatlah ramai, tapi sekarang mirip seperti kota mati, "sangat berbeda jauh dengan dulu" pikir Cao Cao, tiba tiba dia dikejutkan dengan seorang anak kecil yang berlari menghampirinya, "siapa anak kecil itu?" kata Cao Cao.
Anak kecil yang berlari menghampirinya itu adalah Mufasalia, dia berlari kearah Cao Cao, setelah berada dihadapan Cao Cao dia mengatur nafasnya.
"kau, apa kau tersesat?" tanya Cao Cao.
"tidak, apakah kau tuan Cao Cao?" tanya Mufasalia.
"iya, sebenarnya siapa kau?" tanya Cao Cao.
"nama tidaklah penting, sekarang tuan harus ikut denganku" kata Mufasalia, dia menarik tangan Cao Cao.
Sesampainya ditempat tujuan, Mufasalia langsung membawa Cao Cao ketempat Rin, "ayo tuan Cao Cao, Cao Pi butuh bantuan anda" kata Mufasalia.
"Cao Pi? Jadi dia ada disini?" tanya Cao Cao, terlihat wajahnya ekspresi gembira setelah lama tak bertemu dengan putranya.
Cao Cao akhirnya sampai ditempat Cao Pi, tapi keadaan Cao Pi sedang dalam keadaan pingsan, Rin yang berada disamping Cao Pi pun berdiri dan menghampiri Cao Cao, "lama tak bertemu tuan Cao Cao" kata Rin.
"kau Rin? Rin Carolina?" tanya Cao Cao.
"iya" jawab Rin.
"wah ternyata kau sudah besar ya" kata Cao Cao, dia tersenyum, lalu senyumannya hilang setelah melihat Cao Pi yang berbaring seperti orang pingsan, "kenapa, apa yang terjadi padanya?" tanya Cao Cao.
"Cao Pi tanpa sengaja membuka segel 'guardian human', hal itu membuatnya tak terkendali, dan dia mengamuk, hal itu memaksa kami untuk menembakkan Gold Gun kepada Cao Pi" jelas Rin.
"begitu ya, jadi kejadian masa lalu juga terulang lagi, ini kedua kalinya Cao Pi mengamuk, baiklah aku akan menyegel segel didalam tubuhnya" kata Cao Cao, dia berjalan menuju Cao Pi, dan membuka pakaian Cao Pi, hal itu sontak membuat Rin nosebleed dengan hebatnya (?) begitu pula sang Author #plak#. Cao Cao meletakkan kedua telapak tangannya di perut Cao Pi, tiba tiba ditubuh Cao Pi muncul segitiga dan didalam segitiga itu tiga buah lingkaran berwarna ungu, disekeliling tubuh Cao Cao ditutupi oleh cahaya ungu begitu pula Cao Pi, Rin dan Mufasalia hanya bisa bengong melihat hal itu, setelah cahaya ungu itu lenyap dan tanda di perut Cao Pi juga lenyap, Cao Pi pun sadar dari pingsannya, "umm, ah aku dimana?" tanya Cao Pi yang masih setengah sadar.
"Cao Pi" kata Cao Cao, dia memeluk Cao Pi dengan erat, "syukurlah kau masih selamat, ayah sangat bersyukur" kata Cao Cao, air matanya Cao Cao jatuh, dia menangis karna melihat putra semata wayangnya itu masih bisa berada dipelukannya.
- To Be Continued -
Uwaaaa aku juga ikut terharu, hiks, hiks, hiks, kau mau tissue, papi Cao Cao?
Cao Cao:"kau ini, reputasiku sebagai The Hero of Chaos jadi hilang gara gara nangis"
Aiko:"biarlah, yang penting kau sudah melihatkan kasih sayang orang tua kepada anaknya"
Cao Cao:"iya"
Aiko:"mohon reviewnya ya, see you next chapter.
