Karena banyak yang request adegan romance. Gue buat dech penembakannya Sasuke

Hope you'll enjoy it

Disclaimer : Masashi Kishimoto


"Aaaarrrggghhh" Sasuke berteriak frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri. Ada apa gerangan dengan makhluk berambut ayam ini ?

Sasuke's POV

Gelisah ? Ada apa denganku ? Mengapa aku bisa segelisah ini ?

Aku pun duduk untuk menenangkan hatiku. Tapi rasa gundah tersebut tak kunjung hilang.

Siaaaallll...! Ada apa ini sebenarnya ? Aku pun duduk dan mengambil ponselku.

Kuketik beberapa pesan dan kukirimkan pada Hinata lalu kurebahkan tubuhku kembali keatas kasur.

Drrrrtttt...!

Kurasakan ponselku bergetar, aku pun langsung membuka sms yang baru saja masuk. Lalu kubalas sms yang ternyata dari Hinata tersebut.

Tenang...! Haatiku merasa sangat tenang. Apa ini gara-gara Hinata ? Akan kutemui dirinya besok.

End of Sasuke's POV

Sasuke pun tertidur dengan ponsel yang masih setia digenggamannya.

Hari itu adalah hari yang sangat spesial, Sabtu spesial tentunya.

"Teme" Panggil Naruto pada sobat kecilnya tersebut. Sasuke menoleh pada Naruto.

"Kesana yuk" Ajak Naruto sambil menunjuk kearah panggung. Sasuke malah celingukan gak jelas nyariin Hinata.

"Oiy...! Teme" Naruto meneriaki kuping Sasuke yang masih asyik nyariin Hinata.

"Berisik, Dobe" Sungut Sasuke yang risih mendengar suara cempreng Naruto.

"Kamu lihat Hinata gak ?" Sasuke malah bertanya gaje.

"Mau ngapain hayo" Goda Naruto. Sasuke hanya memutar bola matanya jenaka.

"Males ah, Dobe. Akan kucari sendiri" Sasuke langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Naruto yang sedang cengo.

"Ya udahlah, aku mau nonton sendiri" Naruto sok cuek sambil berjalan menuju panggung.

"Hinata kemana sih ?" Sungut Sasuke sambil menggenggam erat benda ditangannya.

"Sasuke" Panggil seseorang sambil menepuk pundak Sasuke. Reflek, Sasuke menoleh kearah seseorang tersebut.

"Hotaru-sensei" Kata Sasuke begitu melihat sensei berambut pirang bergelombang tersebut. Hotaru tersenyum kearah Sasuke.

"Aku ada kabar bagus buatmu" Kata Hotaru sambil menyunggingkan senyumannya seperti biasanya.

"Apa ?" Sasuke sepertinya tertarik dengan apa yang akan disampaikan oleh Hotaru.

"Ada lomba sains di Universitas Akatsuki. Mau ikut ?" Ketertarikan Sasuke langsung lenyap mendengar ucapan Hotaru.

'Kupikir ada cyber war' Batin Sasuke.

"Aku tidak tertarik" Jawab Sasuke sambil meninggalkan Hotaru. Tapi baru beberapa langkah dia membalikkan badan dan menghampiri Hotaru kembali.

"Apa sensei melihat Hinata ?" Tanya Sasuke.

"Tadi aku lihat dia di kelas" Kata Hotaru.

"Kalau begitu permisi sensei" Kata Sasuke sambil berlari menuju kelasnya.

"Oiy...! Sasuke" Seru seseorang. Otomatis Sasuke langsung berhenti dan mencari sosok yang memanggilnya sehingga ditemukannya sosok berambut coklat jabrik dengan tato taring di kedua pipinya.

"Ada apa, Kiba ?" Tanya Sasuke dengan tidak sabar. Pasalnya dia pengin segera bertemu dengan Hinata saat ini.

"Mau kemana ?" Tanya Kiba dengan menaikkan alisnya heran. Pasalnya, Sasuke melawan arus berjalan. Orang-orang sedang berlarian menuju panggung sedangkan Sasuke malah berlarian menjauhi panggung.

"Kekelas" Jawab Sasuke dengan cuek dan langsung berlari menuju kelas.

'Ada apa dikelas ?' Batin Kiba.

'Sebaiknya aku ikuti' Kiba mengikuti Sasuke melawan arus berjalan.

Dengan terengah-engah Sasuke akhirnya sudah sampai didepan kelasnya.

"Ada apa denganmu ?" Sapa Hinata yang saat itu sedang berinternet ria menggunakan fasilitas wi-fi serta mengecas laptopnya.

"Gak apa-apa" Kata Sasuke ditengah nafasnya yang memburu.

"Oh" Hinata hanya ber-oh ria sambil melanjutkan aktivitas internetnya.

'Dia memang imut sekali' Batin Sasuke sambil melihat Hinata dengan tampang menginterogasi.

"Ngapain liat-liat ?" Hinata yang merasa risih dengan tatapan Sasuke mulai membentak Sasuke. Sasuke hanya nyengir tak berdosa.

"Boleh pinjam laptopnya gak ?" Kata Sasuke sambil mengeluarkan benda wasiatnya yaitu sebuah flashdisk dengan kapasitas yang cukup wah.

"Buat apa ?" Tanya Hinata yang sepertinya gak rela laptopnya dijadikan bahan percobaan oleh Sasuke.

"Aku ada kejutan" Sasuke mencoba untuk bermain misteri. Hinata hanya mengangkat alis dan kemudian menyerahkan laptopnya.

Sasuke pun menerima laptop tersebut dengan hati yang ceria.

'Baiklah, ini adalah hal tersulit' Batin Sasuke sambil menyiapkan fisik dan mentalnya dalam menangani gadis yang baru saja membuka matanya akan keindahan dunia.

Sasuke pun menancapkan flashdisknya dan...

Bip...!

Autorun Blocked

Hinata dan Sasuke sama-sama cengo melihat notification seperti itu tapi dengan alasan yang sama sekali berbeda.

'Sialll...! Gue lupa ama antivirusnya' Rutuk Sasuke dalam hati.

'Kalo komputer gue terkena virus bakalan gue hajar ayam laknat ini' Batin Hinata sambil meremas-remas tangannya.

"Flashdiskmu bervirus" Kata Hinata yang tampaknya sedang menahan marah.

"Apa ini kejutanmu ?" Lanjut Hinata.

"Bukan...! Akan kuberitahu" Kata Sasuke gelagapan melihat tampang marah ala Hinata. Hinata tampak sabar menunggu Sasuke menjelaskan sesuatu.

Sasuke membuka jendela window explorer dan mengeklik sebuah file html.

Tampak sebuah jendela firefox dengan background pink yang dihiasi oleh bentuk hati yang berwarna merah hati. Setelah itu muncul sebuah player music yang memainkan alunan lagu yang sangat lembut.

'Bagian yang paling sulit. Baiklah' Sasuke menguatkan fisik dan mentalnya dan mulai memegang tangan Hinata dan menatap Hinata dengan tatapan lembut. Hinata sampai heran melihat tatapan Sasuke yang lain dari biasanya.

"Aku tahu kau begitu merepotkan" Sasuke mulai membuka suara. Hinata tampak tersinggung dengan ucapan Sasuke.

"Kau telah merepotkanku semenjak kau pertama kali memasuki hidupku" Sasuke menghela nafas pelan mengingat perjumpaan pertama mereka yang tidak bisa dikatakan romantis.

"Kau mengubah hidupku" Sasuke kini memegang pundak kanan Hinata dengan tangan kirinya dan membelai rambut Hinata dengan tangan kanannya.

"Itu sangat merepotkan tapi..." Alunan musik lembut masih mengalir memasuki telinga kedua insan tersebut. Sasuke mendekatkan wajahnya kearah wajah Hinata sampai-sampai Hinata dapat merasakan deru nafas Sasuke yang memburu.

"Aku membutuhkanmu..." Bisik Sasuke ditelinga Hinata. Alunan musik lemut tersebut sepertinya telah mencapai akhir.

"Untuk melanjutkan hidupku. I LOVE You" Sasuke mengakhiri khutbah panjangnya dan menjauhkan wajahnya dari wajah Hinata, menunggu jawaban dari Hinata.

Hinata's POV

Dia menembakku ? Sasuke menembakku ?

Ini pasti mimpi. Aku harus bangun.

Perasaan apa ini ? Aku tahu aku mencintainya tapi takkan kubiarkan perasaan ini mengalihkan perhatianku dari tujuan akhirku. Menjadi yang terbaik.

Aku gak akan membiarkan emosi ini mengambil alih. Taapi aku gak mau menyakiti hatiku sendiri.

Aku harus memilih

End of Hinata's POV

"Sasuke-kun, aku..." Hinata berkata lirih.


Gimana ? Kurang greget ya adegan romance ya ?

Jujur saja, waktu author nulis ini author lagi bayangin kalau author itu jadi Sasuke dan Hinata itu adalah cewek pujaan author. Tapi itu gak mungkin kan ?

Reviewwww...!