Title "Love via Interview"
Author FannyHan
Pair SiHan, Kyumin, Qmi
Genre Romance, AU
Warning Yaoi!
Disclaimer : I am not, in any way, take any profit from the story. All real people are used without their permission. Events portrayed are fictional and do not reflect on the actual people within the stories. The contents are purely made for personal entertainment.
Keduanya berjalan menyusuri museum dan sesekali berhenti untuk memperhatikan hal-hal yang menarik perhatian mereka sambil tak lupa mengabadikannya dengan kamera yang ada dalam genggaman Siwon. Di dalam kebanyakan dipenuhi oleh turis asing juga orang-orang tua yang memang ingin mengetahui sejarah serta kebudayaan Korea. Meskipun ramai, Hankyung merasa sangat nyaman berada di tempat ini sambil terus memandangi miniatur kehidupan orang-orang Korea tersebut.
"Bisa mengetahui kebudayaan baru benar-benar menyenangkan, bukan?" tanyanya pada Siwon yang selalu berdiri tak jauh darinya.
"Memangnya kau tidak pernah tahu apa-apa saja budaya orang korea itu?" Siwon balas bertanya. "Kau kan juga masih memiliki darah yang sama." imbuhnya lagi.
"Sudah kubilang, aku lebih banyak menghabiskan hidupku di Cina dan hanya sesekali saja mengunjungi negara ini. Tentunya ada hal-hal lain yang tidak kutahu mengenai Korea."
"Kalau begitu kau harus sering mengunjungi tempat-tempat lain untuk menambah pengetahuan serta pengalamanmu tentang negara ini."
"Ya, aku juga berpikir seperti itu. Tapi aku tidak bisa selalu merepotkan sepupuku ataupun teman-temanku."
"Aku bisa menemanimu."
"Haha, lucu sekali. Aku baru saja menerima tawaran dari seseorang yang bahkan hampir tidak pernah ada di apartemennya sendiri." sindir Hankyung yang berhenti untuk melihat upacara pernikahan yang sedang berlangsung di dekat mereka.
"Itu memang sengaja kulakukan."
"Apa maksudmu?"
"Kau tahu, sebenarnya sesibuk apa pun pekerjaanku, aku masih bisa menyempatkan diri untuk kembali ke apartemen itu. Selama ini aku hanya menghindari kata pulang ataupun rumah karena suatu alasan."
Pasti dia mengingat adik kesayangannya. Pikir Hankyung.
"Sepertinya aku juga terlalu lama tenggelam dalam pekerjaanku dan tidak pernah melakukan hal-hal seperti ini."
"Kau menikmatinya?"
"Ya. Meskipun penuh dengan orang-orang, setidaknya di tempat ini aku bisa melupakan seluruh bebanku untuk sementara waktu." ujarnya sambil memperhatikan sekelilingnya. Lalu dia menatap Hankyung. "Jadi bagaimana, kau mau pergi bersama-sama lain kali?"
Hankyung baru akan membuka mulutnya untuk menjawab ketika kemudian dia teringat pada sosok Yoona, gadis yang menurutnya adalah kekasih dari Siwon. Kenapa orang ini tidak meminta kekasihnya saja untuk menemaninya? Tapi niat untuk melontarkan pertanyaan itu segera diurungkannya. Dia tidak tahu kenapa, tapi saat ini dia tidak ingin membicarakan orang lain dengan aktor ini.
"Kalau kau tidak keberatan untuk membayarkan bagianku, aku bisa mempertimbangkannya."
Siwon tertawa. "Aku tidak tahu kalau kau orang yang penuh perhitungan seperti itu."
"Ada banyak hal yang tidak kau tahu tentangku."
"Tapi akan segera kuketahui seiring berjalannya waktu."
"Wah, aku merasa terintimidasi. Sudahlah, arahkan kembali kamera itu ke sana, kita harus mendapatkan banyak foto yang menarik dari tempat ini."
"Baiklah, tadi itu kuanggap kalau kau setuju dengan penawaranku." lalu Siwon kembali mengambil gambar-gambar yang sudah ditunjuk oleh Hankyung untuk diabadikan. "Kau tidak mau difoto seperti mereka?" tanyanya sambil menunjuk beberapa turis asing yang berfoto di dalam museum tersebut.
"Kantorku tidak akan membayar fotoku sendiri. Lagipula tampangku tidak terlalu bagus di dalam kamera. Ayo, ke sebelah sana." Hankyung berjalan maju.
"Siapa bilang?" gumam Siwon. Lalu diam-diam dia mengambil beberapa gambar Hankyung dari berbagai sudut yang berbeda tanpa sepengetahuan si objek itu. "Menarik." katanya saat mengomentari beberapa gambar yang berhasil dia dapatkan.
Saat Siwon berjalan mendekati Hankyung, perhatiannya terusik oleh beberapa perempuan yang sedang berkumpul dan berbicara satu sama lain sambil menunjuk ke arah Hankyung. Ketika dia sudah berada di dekat mereka, dia bisa mendengar salah satunya.
"Tampan!" katanya dalam bahasa Jepang. Siwon memang tidak bisa berbahasa Jepang, tapi dia tahu satu dua kata dalam bahasa tersebut karena dia sering mendengarnya dari fans-fansnya ketika berkunjung ke negara tersebut. Entah kenapa dia merasa tidak nyaman mendengar perempuan-perempuan itu sedang membicarakan Hankyung, dan dia semakin tidak suka saat melihat salah satu dari perempuan itu mulai berjalan mendekati Hankyung.
"Hankyung, di sana ada yang lebih menarik lagi." Siwon-yang lebih dulu tiba-segera menarik tangan Hankyung dan berjalan meninggalkan perempuan yang bahkan belum sempat berbicara dengan Hankyung itu.
"Apanya yang menarik?" tanya Hankyung yang bingung karena tahu-tahu saja Siwon datang dan membawanya pergi dari tempat itu.
Siwon cepat-cepat memutar otak untuk mencari jawaban yang tepat. "Temanku pernah bilang di ruang indoor terdapat parade tarian tradisional beberapa negara yang bisa kita saksikan secara langsung." terima kasih Tuhan, di saat-saat kritisnya dia bisa mengingat ucapan Sooyoung yang sedari dulu memang ingin sekali berkunjung ke sini.
"Oh, benarkah? Kita harus ke sana sekarang juga!"
"Tentu."
Tanpa disadari oleh salah satu dari keduanya, sepanjang hari itu mereka habiskan mengelilingi tempat-tempat yang ada di taman hiburan itu tanpa melepaskan genggaman tangan satu sama lain. Mereka memang tidak mencoba beberapa wahana yang ditawarkan dan hanya terus berjalan menikmati pemandangan yang ada di sekitar, namun itu saja sudah cukup membuat keduanya bersyukur datang ke tempat ini.
"Kyu! Selanjutnya kita harus masuk ke dalam sana!" Sungmin menunjuk ke arah Ghost House yang sudah penuh antrian.
Mulanya Kyu mengernyit karena tidak menduga kalau namja di dekatnya itu sudah memanggilnya dengan nama kecilnya entah dia sadar atau tidak. Tapi saat melihat objek yang dimaksudkan oleh Sungmin, matanya langsung membulat.
"Ke sana maksudmu?" tanyanya meyakinkan.
"Mm!" angguk Sungmin dengan penuh rasa antusias.
"Ah, tapi, antriannya sangat panjang!" Kyuhyun berusaha mencari alasan.
"Sejak tadi juga kita selalu harus mengantri untuk mencoba setiap wahana yang ada. Ayolah! Aku penasaran sekali ingin masuk ke dalam sana."
"Tapi, tapi, aku sudah lapar. Ini kan sudah tengah hari, jadi bagaimana kalau kita makan dulu?"
Sungmin melirik jam tangannya. "Belum jam dua belas tepat. Kita bisa makan siang sesudah keluar dari tempat itu. Atau, jangan-jangan kau takut, ya?"
"Mana mungkin aku takut dengan hal-hal seperti itu! Aku hanya sudah merasa lapar karena terus-terusan mencoba wahana yang ada di sini tanpa beristirahat sama sekali."
"Lalu, kenapa kau selalu mencoba menghindar? Ayolah, kalau tadi kita ikut mengantri, pasti kita sudah lama masuk ke dalam sana. Buktikan padaku kalau kau memang tidak merasa takut. Lagipula aneh sekali, masa iblis takut menghadapi teman-temannya?"
"Yah!" Kyuhyun sudah ingin sekali memukul namja berkepala kelinci itu karena sikap tidak sopannya, tapi Sungmin sudah keburu pergi.
Butuh waktu sekitar lima belas menit bagi mereka selama berada di dalam arena rumah hantu tersebut. Sesudah keluar, tampak Sungmin berjalan dengan mulut yang tak pernah berhenti mengoceh, sedangkan Kyuhyun berbanding terbalik. Dia terus berjalan dengan mulut yang terkunci rapat.
"Huh! Apanya yang rumah hantu? Itu hanya permainan untuk anak kecil saja dan tidak menakutkan sama sekali! Aku ragu, bahkan anak kecil pun pasti tidak ada yang merasa ketakutan berada di sana. Benar kan, Kyu? Kyuhyun, kau kenapa? Wajahmu pucat sekali!" tanya Sungmin begitu melihat penampilan Kyuhyun yang sudah mengenaskan.
"Aku tidak apa-apa."
"Tidak apa-apa bagaimana? Ternyata kau memang takut dengan rumah hantu tadi. Hahahaha!" bukannya menenangkan, Sungmin memilih untuk menertawakan Kyuhyun sepuasnya. Bayangkan saja, orang dewasa sepertinya masih merasa takut dengan hal-hal seperti itu. Ini hal yang menarik sekali, karena Sungmin bisa menemukan hal-hal baru mengenai Kyuhyun.
"Tertawa saja terus, sampai kau tersedak lalu mati." kata Kyuhyun dengan penuh kekesalan melihat tingkah laku namja di sampingnya itu. Sebenarnya dia bukan takut pada hantu dan sejenisnya itu, tapi dia orang yang tidak bisa dikagetkan dengan tiba-tiba, itulah sebabnya sejak dari dalam tadi jantungnya tidak pernah berhenti berdetak kencang.
Bukannya meminta maaf, Sungmin lantas meraih ponselnya dan segera mengambil potret wajah Kyu yang melongo kaget untuk kesekian kalinya.
"Yah! Apa yang kau lakukan?"
"Mengabadikan wajah ketakutan si penyanyi terkenal. Ini hal yang langka." jawabnya enteng.
"Berikan ponselmu itu, biar kuhapus!" Kyuhyun berusaha meraih ponsel tersebut, tapi dengan sigap Sungmin menjauhkan tangannya.
Bukan Kyuhyun namanya jika menyerah begitu saja. Dia tetap saja mencari celah untuk merampas ponsel itu sampai terjadi pergulatan di antara mereka berdua. Kyuhyun hampir saja berhasil mengambil ponsel yang sedang diangkat tinggi-tinggi oleh Sungmin, kalau saja dia tidak cepat tersadar kalau kini wajah mereka berdua hanya berjarak beberapa sentimeter lagi. Keduanya terdiam sambil berpandangan satu sama lain. Kyuhyun tidak tahu apa yang sedang berjalan di otaknya ketika kemudian dia perlahan memajukan wajahnya dan akhirnya…
Dug!
"Aow! Aduh! Aduh! Aduh!" Kyuhyun mengerang kesakitan karena tiba-tiba saja Sungmin menabrakkan kepalanya dengan kepala Kyuhyun sekeras mungkin.
"Mau apa kau?" bentak Sungmin marah, sampai-sampai dia tidak menghiraukan rasa sakit yang ada di kepalanya sendiri.
"Kau!" seru Kyuhyun tertahan lalu mengelus-elus bagian kepalanya yang terasa sakit luar biasa. "Sakit sekali! Memangnya kepalamu itu terbuat dari batu? Keras sekali, tahu!"
"Salahmu sendiri kenapa kau mengagetkanku dengan tindakanmu barusan."
"Memangnya apa yang ingin kulakukan? Aku hanya mencoba maju untuk meraih ponselmu! Jangan bilang padaku kalau kau tadi berpikir aku akan menciummu!"
Wajah Sungmin seketika memerah mendengar kalimat terakhir itu. Sebenarnya dia memang memikirkan hal yang sama tadi saat Kyuhyun tiba-tiba saja sudah mendekatkan wajahnya pada dirinya.
"Cih, memangnya siapa yang sudi mencium anak kecil sepertimu."
"Kau!" Sungmin sudah ingin melemparkan kalimat balasan, tapi kemudian dia terdiam karena tidak mau bertengkar di tengah umum seperti ini. Sekarang saja mereka sudah menjadi pusat perhatian di antara beberapa orang yang berdiri di dekat mereka. "Sudahlah, lupakan saja. Ayo pergi dari sini, aku sudah lapar."
"Aku malah sudah tidak merasa lapar lagi."
"Terserahmu sajalah. Kalau begitu aku pergi dulu." jawab Sungmin yang sudah mulai berjalan maju.
"Hei! Tunggu dulu!" Kyuhyun cepat-cepat mengejar langkah Sungmin sebelum dia benar-benar ditinggalkan sendirian di tempat itu. Dia sudah berhasil menyejajari Sungmin ketika terdengar seruan dari belakang.
"Kyuhyun-oppa! Dia benar-benar Kyuhyun!"
Lagi-lagi!
Dan mereka berdua terpaksa berlari dengan perut yang belum sempat terisi untuk menghindari efek seruan tersebut yang menyebabkan kerumunan di belakang sana!
Usai membersihkan dirinya setelah seharian penuh berada di luar, Hankyung berjalan keluar dari kamarnya untuk menikmati tayangan di televisi. Sebelumnya, mereka berdua sudah makan malam di luar atas ajakan sang aktor dan Hankyung mengiyakan saja selama bukan kantongnya yang terkuras. Ternyata Siwon sudah lebih dulu berada di ruangan tersebut sambil sibuk membaca naskah yang menurut Hankyung masih naskah yang sama seperti yang dilihatnya semalam.
Niatnya yang semula ingin segera duduk di sana sementara diurungkan, lalu pelan-pelan Hankyung berjalan ke dapur. Lima menit kemudian dia kembali ke luar dengan membawa dua cangkir gelas yang berisi kopi dan teh panas. Dia meletakkan cangkir tersebut di atas meja di hadapan Siwon lalu ikut duduk di sampingnya.
Siwon menghentikan aktivitas membacanya sebentar untuk melihat minuman yang sudah diletakkan tersebut.
"Kau sedang membaca naskah apa?" tanya Hankyung sedikit berbasa-basi. Dia meraih remote control di dekatnya lalu menghidupkan televisi.
"Ini naskah untuk drama yang akan kumainkan selanjutnya."
"Oh. Tentang apa?"
"Kisah seorang lelaki yang terjebak dalam masa lalunya sampai-sampai tidak bisa menjalani masa sekarangnya dengan benar. Dia orang yang berbahagia di masa lalunya itu, dan kebahagiaan itu menghilang begitu saja setelah dia bertemu dengan seseorang."
"Biar kutebak, perempuan, kan?"
"Tidak." Siwon menggeleng. "Seseorang itu adalah seorang perempuan tua yang mengaku sebagai peramal. Peramal itu mengatakan kalau lelaki tersebut akan mengalami kegagalan bertubi-tubi di masa depan, sehingga dia menjadi ragu untuk melangkah ke depan."
"Lelaki yang berpikiran dangkal."
"Awalnya aku juga berpikiran sama, tapi setelah aku membaca keseluruhan naskah ini, ternyata ceritanya tidak seburuk dugaanku."
"Benarkah?"
"Ya. Kau mau membacanya?"
"Tidak, terima kasih. Aku bisa menunggu sampai drama itu diputar di televisi."
"Memangnya kau tipe orang yang bisa duduk berlama-lama di depan televisi hanya untuk menikmati tayangan seperti drama dan sejenisnya?"
"Tidak."
Siwon tertawa mendengar jawaban langsung dari Hankyung tersebut. Belakangan ini dia mulai bisa tertawa lepas lagi seperti ini setelah sekian lama hanya terus bersikap serius, dan semua tawanya itu muncul sejak dia bisa berkomunikasi dengan Hankyung. Ketika berhadapan dengan orang ini, dia bisa bebas berbicara apa saja dan tidak bisa terus mempertahankan image yang sudah dibangunnya selama ini. Rasanya ada perasaan tenang sekaligus lega yang dia dapatkan dari orang ini.
"Apa kopi ini untukku?"
"Menurutmu?"
"Kuanggap itu sebagai jawaban 'ya', kopi ini untukku." putus Siwon lalu meraih cangkir tersebut untuk menyeruput isinya.
"Apakah nantinya di drama ini ada adegan romantis antara si pria dan wanita seperti ciuman dan sejenisnya?" tanya Hankyung yang sukses membuat orang di sampingnya tersentak dan menunpahkan sebagian kopi ke bajunya. "Siwon! Kau tidak apa-apa?" Hankyung segera meraih cangkir di tangan aktor tersebut dan meletakkannya ke tempat semula.
"Panas sekali." keluh Siwon sambil menarik-narik kaus yang sudah terkena noda kopi tersebut.
Hankyung berniat membantu Siwon untuk mendinginkan badannya dengan meraih koran yang ada di atas meja dan ikut mengipasi badan itu. "Kenapa kau bisa bertindak seceroboh itu?"
"Ini salahmu. Kau mengajukan pertanyaan yang tidak terduga."
"Hei, hei, itu pertanyaan yang wajar. Aku hanya ingin tahu apakah kau juga akan melakukan adegan itu atau tidak, sama seperti yang dilakukan aktor lainnya."
"Kau mau tahu?" tanya Siwon dengan nada bicara yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata.
Hankyung mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat Siwon yang kini tengah menatapnya lekat-lekat. Dia tidak menyadari kedatangannya, karena Hankyung belum mengenal Siwon dengan baik. Hankyung baru sadar apa yang sedang terjadi sedetik sebelum bibir Siwon menyentuh bibirnya.
Hankyung tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Yang dia tahu saat ini adalah bibir itu terasa lembut dan hangat. Siwon hanya menekankan bibirnya dengan ringan pada bibir Hankyung, lalu mengusapkannya berulang kali. Perlahan Hankyung memejamkan kedua matanya dan mulai membalas ciuman itu. Bibir mereka bergerak bersama-sama, melebur seakan tidak pernah terpisahkan sebelumnya. Lama sesudahnya mereka berdua melepaskan diri untuk menarik napas yang telah habis.
Untuk sejenak, keduanya membiarkan keheningan menguasai sekeliling mereka, sementara mereka berdua hanya saling berpandangan satu sama lain. Hankyunglah yang pertama kali memutuskan untuk bereaksi.
"Aku, lebih baik aku ke kamar sekarang juga." katanya sambil berdiri dan dengan tergesa-gesa meninggalkan Siwon yang masih juga belum bereaksi.
Setelah memastikan pintu kamarnya terkunci dengan rapat, Hankyung terduduk di tepi ranjang sambil memegang bibir yang tadi menyentuh aktor itu.
Apa yang sudah dilakukannya barusan?
A/N dari semua komen yang aku baca, kayaknya semua pada berharap supaya hubungan SiHan lebih ditingkatkan lagi. Bisa aja sih, tapi semua butuh proses. Sekarang mereka udah ada kemajuan, kan? Para reader bisa bersabar, kan?
HanJie84 Oke, ini udah dilanjut, kan?
Siwonest Terima kasih jg karena mau membaca karyaku^^
YunieNie Gomawo^^
Ecca augest iya, udah dibanyakin kok. YeHae yah? Aku pikirin dulu ya. Gomawo..
Sheendyy iya dimaafkan, asal km selalu meninggalkan jejak ya. Ini aku udah berusaha untuk mempercepat proses di antara kedua pasangan kok,,
Kim Seo Jin aka Kimmy Oke! Jangan lupa untuk ngereview lagi yah!
AIrzanti Iya, Sumut, kenapa Saeng? Makasih ucapannya ya. HeeTeuk yah? Kayaknya menarik juga sih.. :D
KimLeechiLici Ini Sihan momennya udah aku banyakin, kan? Makasih juga atas ucapannya. Tolong terus dukung aku yah!
Finda kyuminnielovers Gomawo chingu… :D
Milky Black Snow Yeppanya lagi sibuk mengurus ddangkoma Unnie! Coba baca lagi chap 1 deh, pasti ada penjelasan kenapa Kibum ikut di ff ini. Dan aku juga berencana untuk mengikutsertakan SJ member di sini meskipun sebagai peran pembantu atau hanya disebut doang, hahaha!
ChaaChullie247 Yep, chapter ini udah bikin kamu deg-degan atau belum? Gomawo buat ucapannya!^^
Jesskaa Mwo, menikah? Bisa aja sih, tapi masih lama lho.. Yang sabar ya Saeng. Yang penting adegan romantisnya udah mulai jalan, kan?
Youngsu0307 iya nih, mereka suka-suka tapi mau! Ini udah lanjut kok.^^
Zakurafrezee Ini udah lanjut kok, hehehe…
K my name gomawo udah mau ngereview..^^
Nine Oke, makasih chingu atas kritik dan saran'a
Lee Shurri gomawo juga..
Enno KimLee sekarang Siwon malah berani nyium gege, hahaha!
MsJongjin adegan romantis'a udah mulai muncul, kan? Jangan lupa review yah!
Risa-sparkyumin makasih juga udah mereview ff ini..
Aoora ini udah lanjut kok, thanks yah!^^
Minney kan bosan ngeliat Umin yang selalu menderita karena cinta, jadi sifatnya diganti dululah untuk ff ini, hahaha! Umin baik kok, tapi untuk orang tertentu..
Raichi Lee SangJin ELF gomawo chingu. chingu bikin ff sihan jg? Wah, ntar aku baca deh!
Kyuaniee fiee gomawo juga udah mendukung aku untuk terus berkarya..
Shin ah gi aku udah lanjut lho, jangan lupa review yah!
Kyuheartbeats belum tau juga ff ini akan berakhir di chapter berapa,^^
Kayaknya semua udah dibalas. Oke deh, see you in next chapter! :D Seperti biasa, aku hanya minta review dari kalian, ya!
