POWER OF LOVE
Disclaimer : Naruto
Masashi Kishimoto
Rate : M (18+)
Pairing : SasuNaru,xxxNaru,NejiGaara,ShikaKiba dll
Warning : Yaoi, boys love, boyxboy,OOC , typo , Mpreg (?),Lemon,OC

Yang gak suka ceritanya maupun antiyaoi dimohon untuk tidak membaca ini

ω●

"bold"= ingatan

Chapter 10

"Bagaimana Gaara?" Naruto keluar dari kamar mandi dan memperlihatkan pakaian yang ia kenakan pada Gaara. Kaos biru tanpa lengan,jaket orange tanpa lengan yang dibiar terbuka dan celana orange di bawah lutut. Ia tampak sangat manis. Butuh waktu sejam hanya untuk memilih pakaian yang menurutnya bagus bersama Gaara tentunya.

Hari ini adalah hari spesial bagi dirinya. Sasuke mengajaknya kencan untuk pertama kali. Sasuke menelponnya kemarin malam dan mengajak Naruto kencan. Sasuke selalu sibuk termasuk hari minggu tapi hari ini ia ingin meluangkan waktunya untuk libur.

Tentu Naruto sangat antusias. Dia tak bisa membayangkan bagaimana kencannya hingga ia tak bisa tidur. Sejak pagi tadi juga,ia sudah membongkar isi lemarinya. Ia sangat bingung memilih pakaian yang bagus. Syukurlah Gaara datang dan membantunya.

"Kau terlihat sangat manis Naruto" ucap Gaara sambil merapikan pakaian Naruto yang berserakan di atas kasur. Hari ini sebenarnya ia tak ada acara khusus untuk datang ke aparteman Naruto hanya saja Neji menelponnya untuk membantu Naruto,Neji tau jika Gaara memiliki selera fashion yang bagus. Gaara tentu tidak keberatan.

"Apa aku tak terlihat tampan sama sekali?"

"Tidak" Naruto menggembungkan pipinya. Tak adakah orang yang akan mengatakan ia tampan dalam hidupnya.

TOK TOK

"Naru ,Sasuke sudah datang" ucap Neji.

Naruto keluar dari kamarnya dan diikuti oleh Gaara. Naruto melihat seseorang yang ia kenal duduk di sofa ruang tamu ,penampilannya begitu memukau. Sasuke sangat berbeda dari biasanya. Kaos blue dark tampak menampilkan otot-otot Sasuke dan kemeja hitam menjadi luarannya. Walau pakaiannya termasuk simpel tapi jika Sasuke yang memakainya terlihat sangat tampan.

"Suka dengan apa yang kau lihat dobe?" Naruto memalingkan wajahnya yang memerah. Neji hanya tersenyum melihat tingkah Naruto. Ia sudah mengetahui hubungan Naruto dan Sasuke seminggu yang lalu. Naruto tak pernah berhenti menceritakan tentang Sasuke dan apa hal romantis yang dilakukannya. Sebenarnya ia sudah menebak ketertarikan mereka berdua sejak lama apalagi Sasuke yang begitu perhatian dengan Naruto. Sasuke lebih banyak bicara kepada Naruto daripada orang lain. Orang akan dengan cepat menyadari perubahan sikap Sasuke itu. Neji senang melihat Naruto begitu bahagia.

"Kau tampak sangat manis dobe" Entah kenapa jika Sasuke yang memujinya manis terasa berbeda. Dia senang Sasuke memujinya. Dadanya berdebar lebih cepat.

"Sasuke touchan datang ke sini?" Menma muncul tiba-tiba dan memeluk tubuh Sasuke. Menma sangat merindukan Sasuke. Padahal baru beberapa hari yang lalu bertemu tapi ia sangat merindukan Sasuke. Sasuke benar-benar sosok yang ia kagumi. Sasuke mengelus kepala Menma lembut. Menma semakin manja padanya. Menma tak seperti anak lainnya, yang sangat berisik dan selalu membuat masalah. Mungkin itu yang membuatnya menyukai Menma.

Neji,Gaara dan Naruto tersenyum melihat mereka yang terlihat seperti seorang ayah dengan anaknya. Tapi panggilan Menma sempat mengganggu Naruto. Ia tidak pernah tau Menma sudah sangat akrab dengan Sasuke hingga memanggil Sasuke dengan sebutan touchan. Sedangkan Neji dan Gaara tidak kaget lagi, mereka sudah tau tentang panggilan itu dari cerita Menma yang bertemu Sasuke.

"Hn, untuk mengajak kencan kaasanmu" Sekerika tubuh Neji dan Gaara menegang mendengar ucapan Sasuke. Tapi mereka tetap tenang, mereka yakin ini hanya kebetulan. Sasuke tidak mungkin tau kebenaran tentang Menma.

Naruto menlongo mendengar kata-kata Sasuke. Tentu saja kaasan yang dimaksud Sasuke adalah dirinya. "Kaasan? Aku kaasan?"

"Aku tousan dan kau kaasannya"

"Tapi bukankah itu kedengaran aneh? Aku seorang laki-laki Sasuke"

"Kaachan,aku boleh memanggil Naru niichan seperti itu?" Menma yang sempat bingung ,akhirnya mengikuti permainan Sasuke. Ia menatap Naruto penuh harap. Ia selalu ingin memanggil Naruto dengan sebutan itu dan Sasuke mengabulkan harapannya.

"Kau boleh memanggilnya seperti itu"

"Tapi Sasuke….itu memalukkan"

"Ini perintah dobe" Perintah Sasuke begitu terdengar mutlak dan tak bisa terbantah. Naruto hanya pasrah dipanggil dengan sebutan memalukan itu. Dia seorang laki-laki tidak mungkin dipanggil kaasan. Bagaimana jika orang-orang memandangnya aneh.

"Kau ingin ikut?"

"Jika kaachan mengizinkan ,aku akan ikut"

"Dia mengizinkanmu, ganti bajulah" Tanpa memberi kesempatan Naruto menjawab ,Sasuke kembali dengan sesuka hatinya mewujudkan keinginan Menma.

"Yeahh Asyikkk"

Menma berlari girang ke kamarnya sedangkan Sasuke meminum kopi yang tadi dibuat oleh Neji dengan rasa tidak bersalah. Naruto menatap Neji dan Gaara meminta bantuan tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa, perintah Sasuke terdengar mutlak juga bagi mereka. Pupus sudah harapan Naruto kencan berdua dengan Sasuke.

Setelah Menma mengganti pakaiannya, mereka bertiga pamit untuk pergi. Saat mobil Sasuke mulai menjauh,Naruto melambaikan tangannya ke arah Neji dan Gaara.

Naruto merasa hari ini berbeda dari hari minggu biasanya. Biasanya dia akan meminta Gaara mengajarinya memasak atau menonton dvd yang dimilikinya bahwakan ia bisa tidur seharian. Dan sekarang ia punya kegiatan lain yaitu kencan. Naruto tak bisa menghilangkan raut senang yang terpancar dari wajahnya.

"Kaachan ,kenapa senyum-senyum sendiri?"

"Bukan apa-apa" Menma dapat melihat wajah Naruto yang memerah. Terlihat sangat manis. Menma kembali menyandarkan tubuhnya di dada Naruto. Dada Naruto sangat hangat. Ia bersyukur sekarang bisa duduk dipangkuan Naruto. Harapannya kembali terkabul hari ini karena Sasuke membawa mobil lamborgininya yang hanya memiliki dua kursi penumpang. Tentu tak ada tempat duduk lagi untuknya,jadilah terpaksa Naruto memangku Menma.

Kurang dari dua puluh menit mereka tiba di pusat kota. Sangat ramai. Padahal ini masih jam sepuluh pagi. Toko-toko sepanjang jalan juga sudah buka. Segala hal dapat ditemui disini,apalagi di hari Minggu seperti ini banyak stand makanan berjajar dengan rapi dipinggir taman.

"Sekarang kita kemana Sasuke touchan?"

"Kau ingin kemana?"

"Menma pingin ke toko mainan,Sasuke touchan"

"Baiklah"

Sesuai keinginan Menma mereka pergi ke toko mainan. Sepanjang jalan semua orang memperhatikan mereka. Mereka memang tampak seperti keluarga kecil apalagi dengan posisi mereka sekarang. Menma berada di tengah mereka dengan tangan munyilnya digenggam oleh Sasuke dan Naruto.

Mereka masuk ke sebuah toko mainan yang cukup besar. Segala mainan ada di sana dai robot hingga boneka. Sasuke menyuruh Menma memilih apa yang ia suka dan seketika Menma sudah menghilang berkeliling.

"Ambillah yang kau inginkan dobe,aku akan keluar sebentar" Naruto mengangguk. Naruto menggerakkan kakinya berkeliling. Toko yang sangat luas. Naruto dapat melihat banyak orang tua yang membelikan anaknya mainan. Apa ia dulu punya mainan seperti ditoko ini? Apa dia juga dibelikan mainan seperti anak itu? Naruto tak ingat. Semua ingatannya hilang. Ia sudah berkali-kali memaksakan diri untuk ingat tapi semua sia-sia. Ingatannya seakan terhapus secara permanen dan tak akan pernah muncul. Naruto sangat ingin mengetahuinya tapi jika ia tak ingat juga tak apa, setidaknya sekarang ia bahagia. Tapi sejak kejadian Menma diculik,sekelibat muncul gambaran atau suara dalam kepalanya,apa itu bagian dari ingatannya.

"Wah…Ada Kyuubi disini. Aku belum punya ukuran yang sebesar ini" Naruto terpukau mellihat boneka rubah berekor sembilan yang ukurannya lumayan besar. Dia sudah memiliki banyak boneka rubah dan Neji melarangnya untuk membeli lagi. Tapi bukan Naruto namanya jika tidak bisa membujuk Neji.

Naruto melihat tag harganya yang tergantung disalah satu ekor boneka. Raut senang Naruto seketika pudar melihat harga yang hampir separuh gajinya. Dia tak yakin untuk membeli boneka ini. Mungkin lain kali dia akan mencari ditempat lain,tentu yang lebih murah.

"Kaachan,aku sudah selesai" Naruto melotot melihat troli yang penuh dengan mainan. Troli itu dibawa oleh seorang pegawai wanita cantik. Naruto tak menyadari tatapan aneh yang diberikan pergawai itu padanya, yang hanya ia pikirkan berapa harga untuk semua mainan yang terlihat canggih itu.

"Banyak sekali yang kau beli,Menma"

"Sasuke touchan bilang ,ambil apa yang aku suka"

"Tapi ini terlalu….."

"Sudah selesai?" tanya Sasuke yang muncul dari belakang Naruto.

"Sudah ,Sasuke touchan"

"Kau yakin hanya itu?" kata-kata yang dilontarkan Sasuke, membuat Naruto merinding. 'Hanya itu' , padahal barang yang dibawa Menma sangat banyak. Sebenarnya seberapa kaya Sasuke.

"Iya hanya ini"

"Bawa semua itu ke kasir dan ini juga" Tangan Sasuke menyerahkan boneka rubah yang semula ada ditangan Naruto dan sebuah kartu warna gold. Pegawai itu mengangguk dan membawa semua belanjaan.

"Sasuke ,boneka itu sangat mahal jangan membelinya"

"Aku menyuruhmu memilih yang kau inginkan bukan menghitung harganya dobe"

Sasuke mengambil semua barang-barang belanjaan mereka atau lebih tepatnya belanjaan Menma dan Naruto. Belanjaan mereka sampai empat tas belanja besar. Boneka Naruto tertampung untuk satu tas dan Menma sisanya.

Sasuke meminta Naruto dan Menma membeli makanan sedangkan ia akan menaruh belanjaan di mobil. Naruto dan Menma berkeliling melihat stand makanan. Setelah berjalan cukup jauh,Menma menunjuk sebuah stand takoyaki.

"Aku pesan takoyaki satu,paman"ucap Naruto.

"Kaachan pesan dua untuk Sasuke touchan"

"Baiklah, dua takoyaki paman"

"Oke. Kau masih muda tapi sudah memiliki anak sebesar ini ,aku benar-benar tak mengerti pikiran anak jaman sekarang" Naruto hanya tersenyum. Ia ingin membantah tapi sudahlah ,biarkan saja seperti ini sekarang. Ia tak ingin merusak suasana hari ini.

Tak lama menunggu ,pesanan mereka jadi. Naruto menyerahkan satu bungkus takoyaki kepada Menma. Naruto yang sedang membayar ,tak memperhatikan Menma hingga ia menabrak seseorang.

"Kau tidak punya mata hah?"

Naruto yang baru selesai membayar ,kaget melihat Menma yang terduduk di jalan dan langsung menghampirinya. Naruto melihat seorang wanita berdiri di depannya dengan baju yang terkena saos takoyaki .Wanita itu menatapnya nyalang.

"Gomen ,dia tidak sengaja"

"Kau lihat, baju mahalku kotor "

"Gomen,aku akan menggantinya" Naruto yakin baju itu tidaklah mahal tapi ia tak ingin memperpanjang masalah ini. Apalagi semua orang menatap mereka ,itu membuatnya sangat tidak nyaman.

"Kaachan ,gomen"

"Daijou.."

"Kaachan? Jadi kau ibunya? Seorang laki-laki yang bisa hamil ,sungguh menjijikan"

Mendengar penuturan wanita itu,kepala Naruto berdenyut keras. Rasa pusing menghantam kepalanya.

"Tidak mungkin ,aku tidak mungkin hamil hiks…hiks…"

"Siapa yang melakukan ini padamu Naru,katakan pada tousan"

"Katakan pada kami Naruto hiks…hiks"

"Tousan hiks…hiks…"

"Minato mungkinkah dia"

"Tousan ,Kaasan hiks…hiks…"

"Aku dengar dia hamil,menjijikan"

"Benarkah? Jangan-jangan orang tuanya bunuh diri karena malu. Kasihan mereka"

"Kau menjijikan,pergi dari sini"

"Lebih baik kau MATI "

"Arghhhhh…sakit hentikan… aku tidak menjijikan"

Naruto mencengkram kepalanya. Suara-suara yang tidak ia kenal kembali memenuhi kepalanya. Entah siapa mereka. Rasa sakit juga memenuhi dadanya. Ia tak mampu bernafas.

"Aku tak hah..bisa bernafas hah.. Sasuke tolong…"

"KAACHAN" Kesadaran Naruto mulai menipis. Disaat-saat terakhir sebuah tangan merangkul pundaknya dan memberikan sebuah alat hirup.

"Pakai ini bocah" Naruto menghirup benda itu. Karena kesadarannya yang memang sudah menipis ,Naruto pingsan.

"Ambillah uang ini untuk mengganti pakaianmu" Wanita itu menghitung uang yang diberikan oleh Jiraiya. Wanita itu tampak tak peduli akan keadaan Naruto. Merasa cukup dengan uang yang diberikan Jiraiya ,wanita itu pergi begitu saja.

Sasuke yang baru saja tiba,mengepalkan tangannya melihat Naruto pingsan di pelukan Tsunade. "Siapa yang melakukan ini?" Sasuke mendeath glare semua orang. Merasa aura yang tak enak,satu persatu orang-orang mulai membubarkan diri mereka.

"Dia sudah pergi gaki,jangan membuat keributan. Lebih baik bawa dia ke bawah pohon disana" Tsunade menunjuk sebuah pohon ribun yang ada di area taman. Sasuke menggendong Naruto.

Dengan perlahan ia membaringkannya. "Naruto " Sasuke menepuk pipi Naruto. Tubuh Naruto perlahan merespon. Mata besarnya terbuka. Tau orang di depannya adalah Sasuke, Naruto langsung memeluknya erat. Air matanya jatuh. Ia merasa sangat takut.

"Sasuke hiks…hiks…aku takut"

"Semua baik-baik saja" Sasuke mencium bibir Naruto. Ia mencoba menenangkan Naruto. Tangannya yang besar mengelus punggung Naruto melembut hingga tubuh Naruto berhenti bergetar.

"Mnhhh….nghhh…Suke" Merasa Naruto sudah tenang ,Sasuke melepaskan ciumannya.

"Sudah baikan dobe?"

"Hm,sudah Suke"

"Kenapa mata Menma ditutup?" Menma melepaskan tangan Jiraiya yang sejak tadi menutup matanya.

"Ada hal yang tak boleh kau lihat bocah" ucap Tsunade

"Apa itu ?" Rasa ingin tau Menma ,membuat Tsunade kehabisan kesabaran. Ia memang tak suka bocah banyak bicara seperti Menma. Mereka terlalu banyak ingin tau urusan orang dewasa.

"Jiraiya bungkam mulut anak itu"

"Aku akan membeli minum untukmu,dobe"

"Aku ikut Sasuke touchan" Sasuke bangkit dari duduknya dan menggendong Menma ikut bersamanya.

"Arigatou sudah menolongku…etto"

"Tsunade dan dia suamiku,Jiraiya"

"Arigatou Tsunade san ,Jiraiya san"

"Jadi kau kekasih Sasuke?" Jiraiya melihat Naruto dari bawah ke atas. Dia mengira Naruto wanita tomboy tapi melihat dada Naruto yang datar ,dia yakin Naruto memang laki-laki.

"Ah,iya Jiraiya san"

"Aku tidak tau bahwa sekarang Sasuke pindah haluan. Padahal dia dulu suka sekali berkencan dengan wanita-wanita dibar. Akh… sakit Tsunade" Jiraiya mengaduh sakit saat tangan Tsunade mencubitnya keras. Sadar akan yang ia katakan,Jiraiya melihat Naruto yang tertunduk .

"Hahaha Gomen Naruto"

"Dai..joubu Jiraiya san"

Naruto sedikit tak percaya dengan kata-kata Jiraiya. Apa orang seperti Sasuke bisa melakukan hal seperti itu? Tapi perasaan lain menghampirinya ,jadi Sasuke normal?

"Ambil ini dobe" Sasuke menyerahkan sebotol air mineral pada Naruto.

"Menma mana?" Naruto menyadari Menma tak datang bersama Sasuke.

"Dia pulang dengan Neji"

"Eh Neji nii,ada disini?"

"Hn,dia membeli bahan makanan"Sebenarnya Menma masih ingin bersama Sasuke dan Naruto tapi Neji membujuknya agar pulang dengan iming-iming sup tomat buatan Gaara. Menma adalah penggemar masakan Gaara selain masakan Naruto tentunya. Dia tak akan bisa menolak makanan yang menggugah selera makan itu.

Tak lama Tsunade dan Jiraiya pergi karena ada urusan di rumah sakit. Naruto sangat senang bisa bertemu orang baik seperti mereka. Tsunade juga memberikan nomber ponselnya jika ada apa-apa dengan Naruto.

Hari semakin siang dan matahari semakin tinggi. Mungkin sekarang sudah jam makan siang.

"Sasuke sekarang kita kemana?"

"Kita jalan-jalan berdua dobe. Bukankah itu yang kau inginkan?" Naruto malu mengakuinya. Walau begitu ia senang Sasuke mengetahui keinginannya.

Sepanjang hari mereka berkeliling,melihat pameran, membeli pakaian dan bermain. Tangan besar Sasuke tak pernah berhenti menggenggam tangan Naruto kemana pun. Sasuke juga harus memasang death glarenya kepada laki-laki yang berani menatap Naruto dengan mesum. Dia tak akan sudi orang lain menatap bokong Naruto yang sekarang sudah menjadi miliknya.

"Sasuke,ini sudah sore. Lebih baik kita pulang"

"Hn,kau menginap denganku dobe"

"Eh? Neji nii mungkin tidak…"

"Dia mengizinkannya"

"Bagaimana mungkin?" Naruto tak bisa membayangkan Neji yang mengizinkannya menginap dengan Sasuke. Padahal Neji nii sangat protektif padanya. Tapi bukan Uchiha namanya jika tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia mengancam Neji. Dengan jabatan kepala sekolahnya dengan gampang dia mengatakan akan memindah tugaskan Naruto ke gedung sebelah sehingga ia tak bisa mengawasi Naruto lagi. Itu bukanlah hal yang susah bagi Sasuke. Dengan mudah dia bisa memindahkan ruangannya ke gedung sebelah juga.

Neji tak punya pilihan lain. Ia baru tau bahwa ternyata seorang Uchiha sangat licik.

"Jangan pernah meremehkan Uchiha ,dobe" Sasuke menyeringai. Naruto merinding melihatnya. Dia yakin Sasuke melakukan sesuatu kepada Neji.

"Ayo pulang dobe"

"Ke rumahmu Sasuke?"

"Tidak,kita ke apartemenku"

"Apartemen?"

"Hn dobe"

Benar saja yang dikatakan oleh Sasuke. Ia membawa Naruto ke sebuah apartemen mewah di pusat kota yang tak jauh dari sekolah mereka. Apartemen bintang lima yang bisa dikatakan memiliki fasilitas yang sangat mengagumkan. Apartemen milik Sasuke berada di lantai paling atas. Jika di apartemen mewah seperti ini, Naruto yakin ruang apartemen paling atas adalah yang termahal. Sebenarnya seberapa kaya Sasuke?

"Wah,luas sekali" Naruto melihat sekeliling apartemen Sasuke. Ada dua kamar tidur ,ruang tamu yang luas dan dapur. Pemandangan kota yang indah juga sangat terlihat dari sini.

Sasuke mendudukan dirinya disofa dan membaca koran yang tadi pagi belum sempat dibacanya. Sedangkan Naruto mempersiapkan makan malam. Naruto membuka kulkas milik Sasuke. Seperti dugaannya hanya ada tomat di sana. Padahal ia ingin membuat sushi. Naruto berinisiatif akan membeli bahan makanan. Kalau tidak salah dia melihat supermarket di depan apartemen.

"Kau mau kemana dobe?"

"Aku ingin membeli bahan makanan,Sasuke"

"Kemarilah" Naruto bergerak menghampiri Sasuke. Ia mengira Sasuke ingin memintanya membeli sesuatu tapi tangannya malah ditarik sampai ia duduk dipangkuan Sasuke.

Sasuke mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Juugo belikan bahan makanan sekarang dan antar ke apartemenku"

"Baiklah Sasuke"

"Hn"

Sasuke menutup ponselnya. Tangan kekarnya memeluk pinggang Naruto. Ia bisa mencium wangi citru yang keluar dari rambut Naruto.

"Kau sudah menyuruh orang untuk membelinya"

"Kenapa? Aku bisa membelinya sendiri"

"Dan membiarkan laki-laki diluar sana menggodamu? Aku tidak sudi"

Naruto menggembungkan pipinya. Sasuke benar-benar seperti Neji sekarang. Sangat posesif kepadanya. Padahal ia hanya akan pergi ke seberang apartemen, kenapa semua memperlakukannya seperti itu?

BRAKKKK

"Suigetsu,pelan-pelan membuka pintunya" ucap laki-laki berambut orange.

Naruto melihat dua orang yang tidak ia kenal memasuki apartemen Sasuke. Sasuke tampak biasa saja. Naruto mengira mungkin mereka teman-teman Sasuke.

"Haloo Sasuke sudah lama kita tidak bertemu..Wah maaf mengganggumu" ucap laki-laki berambut putih kebiruan yang dipanggil Suigetsu.

Naruto segera bangkit dari pangkuan Sasuke. Sasuke mendesis tak suka dengan kelakuan temannya satu itu.

"Sasuke ini yang kau minta" Juugo memperlihatkan dua kantong belanja yang ada ditangannya.

"Berikan itu pada Naruto"Laki-laki berambut orange itu memberikan tas belanjaan pada Naruto dengan senyuman hangat. Ini pertemuan pertamanya dengan Naruto,orang yang dicintai Sasuke.

"Arigatou …"

"Aku Juugo dan dia…"

"Aku Suigetsu salam kenal kekasih Sasuke"

"Arigatou Juugo san, Suigetsu san. Aku Uzumaki Naruto. Duduklah ,aku akan memasak" Naruto mempersilahkan Juugo dan Suigetsu duduk. Ia sekarang lebih semangat memasak. Akan banyak orangyang menyicipi masakannya.

"Sasuke kekasihmu sangat manis" Suigetsu terpanah melihat wajah Naruto. Sangat manis apalagi dengan tubuh munyilnya. Sasuke beruntung mendapatkan uke seperti itu.

"Hn,berhenti memandangnya" Sasuke mendeath glare Suigetsu. Ia tau Suigetsu dengan beraninya memandangi tubuh Naruto. Suigetsu menelan ludah,aura Sasuke benar-benar mematikan.

Aroma masakan Naruto sungguh menggunggah selera. Semuanya seudah tersaji di atas meja makan. Suigetsu makan dengan lahapnya. Masakan Naruto sangat enak. Juugo juga mengakuinya. Setelah selesai makan mereka semua berkumpul di ruang tamu.

Suigetsu dan Juugo orang yang baik menurut Naruto. Ia senang Sasuke memiliki mereka. Walau terkadang Sasuke terkesan cuek dan tak menanggapi Suigetsu.

"Bagaimana jika kita minum?"

"Kau tau Sasuke sudah berhenti minum Suigetsu"

"Sedikit saja, hitung-hitung kita merayakan status Sasuke yang sudah punya kekasih. Bagaimana Sasuke?"

"Tidak"

"Kau tidak seru Sasuke. Kalau begitu kita nonton film. Kebetulan aku bawa film bagus."

"Suigetsu,jangan membuat Sasuke marah"

"Juugo ini kan hanya film ,aku yakin Naruto akan menyukainya" Suigetsu memasukakan kepingan dvd ke dalam dvd player milik Sasuke. Awalnya normal-normal saja, cinta sepasang kekasih. Seorang laki-laki manis dengan seorang laki-laki tampan yang adalah temannya. Naruto begitu menghayati menonton film itu hingga suara erangan keluar dari dalam film. Film itu menampilkan adegan panas tanpa sensor. Naruto menutup wajahnya,ia sangat malu. Apa wajahnya seperti laki-laki manis di film itu? Wajahnya begitu erotis dan begitu mengundang hasrat semenya.

Sasuke bangkit dari sofa dan mematahkan kepingan dvd Suigetsu menjai dua. Mulut Suigetsu menganga lebar. "Sasuke kenapa kau merusak dvdku. Ini koleksi berhargaku"

"Cih, barang tak berguna seperti ini lebih baik kau buang."

"Kau jahat sekali Sasuke"

"Hn"

"Lebih baik kita pulang Suigetsu ini sudah malam,biarkan Naruto san dan Sasuke beristirahat"

"Ah,baiklah. Sampai jumpa Naru.. Eh,kenapa wajahmu merah sekali Naruto?" Wajah Naruto memang sangat merah. Ia masih mengingat betapa erotis laki-laki manis tadi.

"Aku… baik-baik saja Suigetsu san"

"Sampai jumpa Naruto san dan Sasuke"

Juugo dan Suigetsu sudah pergi. Sekarang tinggal dirinya dan Sasuke. Perasaannya menjadi tidak karuan.

.

Pemandangan kota malam ini sangat indah. Apalagi jika diliat dari apartemen Sasuke ,semua sudut kota terlihat. Namun sayang Naruto tak dapat melihatnya. Udara yang begitu dingin membuatnya dan Sasuke mencari kehangatan di atas ranjang. Erangan Naruto bagaikan alunan musik yang tak pernah berhenti.

"Ahhh…Suke. Di sana terus ahh….jangan berhenti" Naruto memeluk erat leher Sasuke. Dia tak mempu menahan kenikmatan yang diberikan Sasuke. Sesekali tangannya meremas rambut milik Sasuke dan itu memberikan semangat kepada Sasuke untuk membuat Naruto semakin tidak berdaya.

"Kau sangat nakal dobe"

"Ahh… Suke ,milikmu sangat dalam AHH…."

"Aku akan membuatmu hamil Naru~"

"Hamili aku Suke ahhhh…."

"Sesuai permintaamu"

Sasuke mempercepat gerakannya hingga mereka berdua mengeluarkan benih mereka masing-masing. Sasuke merebahkan dirinya disamping Naruto dan memeluk Naruto dari belakang. Miliknya masih tertanam didalam Naruto. Dirinya tak ingin meninggalkan lubang hangat milik Naruto.

"Suke,aku lelah"

"Jangan tidur dobe. Lihatlah lehermu"

Naruto melihat lehernya. Entah sejak kapan sebuah kalung kristal berada disana. Sangat indah. Warna kristal itu sama dengan warna matanya.

"Tadi aku membelinya saat kau belanja dengan Menma. Kau menyukainya?"

"Iya Sasuke ,ini sangat indah. Arigatou"

"Aku senang jika kau menyukainya"

Naruto senang mendapat hadiah dari Sasuke tapi dia menjadi ingat dengan perkataan Jiraiya tadi siang. "Suke ada yang ingin aku tanyakan ?"

"Apa dobe?"

"Jiraiya san bilang dulu kau suka bercinta dengan wanita?"

"Iya,dulu. Ada apa?"

"Ti..tidak" Sasuke dapat melihat raut sedih Naruto. Sasuke menghela nafas. Ia yakin Naruto khawatir dirinya tertarik dengan makhluk-makhluk bernama wanita itu.

"Kau tak perlu khawatir dobe. Aku tak suka wanita,mereka berisik. Dulu aku bercinta dengan mereka hanya karena pelampiasan. Jadi berhentilah bersedih Naru~"

"Sungguh kau tak tertarik pada mereka?"

"Tidak,Naru koi" Dipanggil seperti itu Naruto tak bisa menembunyikan wajah merahnya. Ia mempercayai Sasuke.

Drttt Drttt

"Sasuke ponselmu" Naruto mengambil ponsel yang berdering Sasuke. Sekilas dia melihat foto seorang wanita cantik. Jadi Sasuke berbohong padanya?

Dengan enggan Naruto menyerahkan pada Sasuke. Sasuke menerima panggilan dari seseorang. Setelah selesai, ia melihat Naruto yang hanya diam dan mengacuhkan dirinya.

"Dobe,kenapa kau diam?"

"Kau bilang tidak tertarik lagi dengan wanita tapi wallpaper ponselmu….. ,kau bohong Suke"

Bukannya menjelaskan yang terjadi pada Naruto,Sasuke malah tertawa. Sangat tampan. Naruto mengakui itu. Ia belum pernah melihatnya tertawa seperti itu.

"Ke..kenapa kau malah tertawa?"

"Ini kaasanku dobe. Sekarang hanya foto ini yang bisa menghilangkan kerinduanku padanya."

"Memang kaasanmu tinggal dimana Suke?"

"Dia sudah meninggal dobe"

"Gomen Suke,aku tidak tau"

"Daijoubu dobe, Apa kau mengenalnya?"

"Sepertinya tidak…Ada apa Suke?"

"Dia memintaku untuk menjagamu"

"Menjagaku? Benarkah? Siapa nama kaasanmu Sasuke?"

"Namanya Mikoto Uchiha"

"Jadi dia anakmu Kushina ,manis sekali. Siapa namamu?"

"Uzumaki Naruto ,bibi"

"Aku selalu ingin memiliki anak semanismu Naru chan. Baiklah sekarang kau panggil bibi dengan Mikoto kaasan ya,boleh kan Kushina?"

"Terserahmu saja Mikoto"

"Coba panggil Mikoto kaasan, Naru chan"

"Mikoto…kaasan akhhh….sakit" Kepalanya kembali sakit seperti tadi siang. Sebenarnya apa yang terjadi padanya.

"Dobe kau baik-baik saja?"

"Iya Suke"

"Lebih baik kita tidur ,Oyasumi Naru"

"Oyasumi Suke"

Sasuke mengecup kening dan memeluk erat tubuh Naruto. Seakan tak akan membiarkan Naruto lepas darinya. Kedua onxynya perlahan menutup. Sasuke sangat senang hari ini. Ia tak akan pernah melupakan kenangannya bersama Naruto.

(•̀ㅂ •́)و

Cahaya matahari menerangi setiap sudut kamar Sasuke. Tak terasa malam telah berganti pagi. Naruto mengerjapkan matanya. Rasa pegal menjalar disetiap sendi tubuhnya.

Saat akan bangkit dari ranjang tubuhnya tak bisa bergerak, tangan Sasuke memeluknya begitu erat. Apalagi Naruto masih merasakan milik Sasuke yang berdenyut di dalam dirinya. Naruto mengguncang tubuh Sasuke,agar ia bangun tapi tak ada respon dari Uchiha bungsu itu.

Naruto mencoba mengeluarkan milik Sasuke secara perlahan. Dia tak ingin milik Sasuke terbangun dan ia yakin Sasuke akan memintanya melakukan hal itu lagi.

"Nghh…. sedikit lagi AHH…" Milik Sasuke tepat mengenai prostatnya. Spontan lubang Naruto menyempit dan membangun milik Sasuke.

"Kau harus bertanggung jawab,dobe" Sebenarnya Sasuke sudah bangun sejak tadi tapi melihat Naruto yang berusaha mengeluarkan miliknya, dia ingin menjaili Naruto sedikit.

"Jangan sekarang Suke kita harus ke sekolah"

"Masih ada waktu dobe"

"Suke Jangannn Ahhhhh…."

Suara erangan kembali menggema di dalam kamar Sasuke. Naruto hanya pasrah menerima perlakuan Sasuke.

.

Sekarang bokongnya benar-benar remuk. Sudah beberapa orang menanyakkan cara berjalan Naruto yang aneh. Dia hanya mampu memberi alasan jika ia terpeleset di kamar mandi,semua orang sepertinya percaya dan tidak dengan Neji. Neji yakin itu bukan karena terpeleset tapi karena Sasuke.

"Kau baik-baik saja Naru chan?"

"Kyuubi ,ah iya,aku baik-baik saja"

"Kau yakin? Jalanmu sedikit berbeda"

"Ini karena aku terpeleset di kamar mandi "

"Lain kali kau harus berhati-hati Naruto"

"Ah,iya Kyuubi"

"Dobe" Naruto menoleh ke belakang. Sasuke sudah berdiri dengan pandangan tak suka kepada Kyuubi.

"Aku harus pergi mengajar ,Jaa ne Naruto"

"Jaa ne Kyuubi"

"Ah,Sasuke jangan memelukku disini" Sasuke memeluk Naruto dari belakang. Sekarang mereka berada di lorong kelas. Kontan saja Naruto panik. Bagaimana jika ada murid yang melihat mereka dan memasukkannya kembali ke web sekolah? Naruto tidak ingin lagi ditatap oleh semua orang.

"Apa yang dia bicarakan dobe?"

"Tidak ada, dia hanya menyapaku"

"Apakah masih sakit?" Naruto mengerti arah pembicaraan Sasuke. Naruto senang Sasuke khawatir padanya.

"Masih sedikit"

"Gomen" Mendengar kata maaf yang jarang terlontar dari bibir Sasuke membuat Naruto malah khawatir. Ia tidak ingin membuat Sasuke terlalu mengkhawatirnya.

"Daijoubu Sasuke. Besok pasti sudah hilang"

"Entah kenapa sekarang aku benar-benar ingin membuatmu hamil,dobe"

"Suke itu…. tidak mungkin"

"Tidak ada yg tidak mungkin untuk Uchiha, dobe. Kita bisa minta bantuan Tsunade. Kau ingin mencobanya?" Jujur Naruto tidak bisa membahayangkan jika ada laki-laki yang bisa hamil. Apakah orang lain tidak memandang itu sebuah sesuatu yang aneh atau bahkan menjijikan seperti kata wanita kemarin. Tapi Naruto tak mampu menolak permintaan Sasuke. Nada suara Sasuke terdengar seperti seseorang yang berharap.

"Jika Suke sangat ingin,aku akan mencobanya " Sasuke tersenyum,Naruto mau menerima permintaannya. Ia mengelus perut rata Naruto.

"Aku tak sabar melihat perutmu membesar dobe"

"Suke..jangan mengatakan hal seperti itu….."

"Kaachan" panggil Menma. Sasuke dan Naruto melihat Menma yang sudah berdiri manis di depan mereka. Ia masih menggunakan seragam.

"Menma kenapa kau disini?

"Menma ingin menemui kaachan dan Sasuke touchan ,kemarin kaachan tidak pulang ke rumah. Kaachan kemana?"

"Aku menginap di tempat Sasuke. Lebih baik kau pulang dan ganti baju, Menma"

"Tapi…"

"Biarkan dia dobe,aku akan mengajaknya ke ruanganku"

"Apa tidak mengganggumu Suke?"

"Tidak, dobe. Kau istirahatlah"

Sasuke menggendong Menma dan membawanya pergi. Mereka sungguh seperti ayah dan anak.

Sejak tiba diruangan Sasuke,Menma tak ada hentinya bercerita tentang kegiatannya disekolah. Sifatnya sangat mirip dengan Naruto hanya saja terlihat lebih pintar. Sasuke merasa Menma memang sedikit mirip dengannya hanya mata mereka yang berbeda.

"Sasuke touchan , Ini foto siapa? Apa kaachan Sasuke touchan?" Menma menunjuk sebuah figuran foto di atas meja kerja Sasuke.

"Iya, bukankah dia cantik?"

"Sangat cantik dan mirip dengan Sasuke touchan. Kaachan Menma juga cantik, tidak tidak kaachan sangat manis"

"Kaasanmu dan Naruto?"

"Bukan Sasuke touchan. Kaachan adalah kaachan Menma"

"Apa maksudmu Menma?"

"Maksud Menma Naru niichan adalah kaachan Menma,orang yang melahirkan Menma itu kata Neji oji… " Menma menutup mulutnya. Ia keceplosan. Dia sungguh bodoh.

Mata Sasuke melebar lalu seketika menatap tajam Menma. "Jelaskan Menma"

Menma menatap takut mata Sasuke. "Sasuke touchan…"

.

Naruto mendudukan dirinya di atas kursi kerjanya. Saat duduk pun bokongnya terasa sakit. Lain kali ia harus mencegah Sasuke jika ingin melakukannya lebih dari satu ronde.

"Bokongmu sudah baik-baik saja Naru?" tanya Neji. Ia khawatir dengan kondisi Naruto.

"Iya Neji, mungkin besok sudah hilang"

"Lain kali tahan nafsumu Naruto" sergah Gaara. Syukurlah hanya ada mereka bertiga di ruang guru. Bagaimana jika ada yang mendengar ucapan frontal Gaara? Bisa-bisa dia akan diintrogasi nantinya.

"Gyaaa Gaara, Sasuke yang memaksaku"

"Tapi kau ingin lebih kan Naruto"

"Neji nii,Gaara terus menggodaku"

"Cih,tukang ngadu"

"Sudah kalian berdua"

"Dobe ,ikut denganku" Suara Sasuke mengalihkan pandangan mereka ke samping Neji. Mereka tak menyadari keberadaan Sasuke disana. Sasuke tampak berbeda. Wajahnya sangat dingin dan terlihat sangat marah.

"Eh,Sasuke ada apa? Kau kelihatan marah"

"Ikut aku dobe" Sasuke menarik kasar tangan Naruto.

"Akhh…Suke sakit"

"Kenapa kau menarik Naru seperti itu?" Neji mencengkram tangan Sasuke. Dia tak suka ada yang menyakiti Naruto apalagi di depan matanya walau pun itu Sasuke sekalipun.

"Cih,lepas"

"Tidak akan. Jika kau ingin bicara ,bicara disini Uchiha " Sasuke melepaskan tangan Naruto yang memerah. Naruto tak pernah melihat Sasuke semarah ini,sebenarnya ada apa?

"Kenapa kau menyembunyikannya?"

"Menyembunyikan apa Suke,aku tidak mengerti"

"Jika Menma anakmu" Neji dan Gaara kaget dan tak percaya mendengar ucapan Sasuke. Bagaimana bisa dia tau bahwa Menma adalah anak Naruto? Hanya mereka,Shikamaru dan Kiba yang tau masalah itu.

"Menma ,anakku? Apa maksudmu Suke?"

"Dari mana kau tau?" tanya Neji.

"Menma" Mereka melupakkan Menma. Mereka tak punya jalan lain selain menjelaskannya pada Sasuke.

"Ini bukan salah Naru,aku yang meminta Menma menyembunyikannya dan Naru tidak mengetahui fakta itu"

"Neji nii,ada apa ini? Apa yang aku tidak tau?"

"Naru" Neji menatap sendu Naruto. Bagaimana caranya menjelaskan pada Naruto? Ia tak ingin Naruto syok.

"Neji,ini waktunya. Kita harus memberitau Naruto" Gaara benar. Mungkin ini waktunya. Walau dia mencoba mengeles,Naruto pasti akan terus memikirkan hal ini.

"Sebenarnya Menma adalah anakmu,Naru"

"Anakku? Aku laki-laki Neji nii mana mungkin aku…"

"Kau bisa mengandung Naruto" Naruto syok mendengar ucapan Gaara. Dia bisa mengandung. Dia seorang laki-laki tulen dan tidak mungkin bisa mengandung. Tapi jika itu benar,ada hal yang membuatnya penasaran.

"Jika dia anakku,siapa ayahnya?" Inilah pertanyaan paling ditakuti oleh mereka saat Naruto tau hal ini. Pertanyaan yang tak akan bisa dijawab oleh Neji maupun Gaara.

"Neji nii kenapa diam? Neji nii jawab"

"Kami tidak tau Naru"

"Ti..dak mungkin" Tubuh Naruto seketika lemas. Dia melahirkan seorang anak yang tak jelas asal usulnya. Dia tidak bisa menerimanya.

Kepala Naruto kembali berdenyut sakit. Naruto mencengkram kepalanya. Gambaran memorinya muncul.

"Kau mengandung anakku Naru"

"Tidak,tidak aku tidak mengandung anakmu"

"Kau akan melahirkannya Naru"

"Tidak!"

"Kau akan menjadi ibu dari anak-anakku Naru"

"TIDAK!"

"Arghhh tidak…tidak aku tidak mengandung anakmu. TIDAKKK" Naru berlari kencang keluar dari ruangan. Mereka pun mengejar Naruto.

"NARU" Neji dan Gaara mengejar Naruto. sedangkan Sasuke hanya diam ditempat tanpa memunculkan ekspresi apa pun.

"Se..sak." Dada Naruto kembali terasa sesak. Suara-suara entah milik siapa terus menggema di dalam kepalanya.

"Kau akan menjadi kaasannya Naru HAHAHA"

"TIDAK! "

"Hentikan,…aku mohonn"

"Kenapa kau harus ada diperutku hiks…hiks…."

"Aku membencimu"

"HENTIKAN…ARGHHH"

Naruto sudah berlari hingga keluar dari sekolah. Naruto terus berlari hingga tak melihat kondisi jalan di depannya.

"Naru berhenti"

Tubuh Neji dan Gaara menegang ,melihat sebuah mobil melaju kencang menuju arah Naruto.

TIN TIN

"NARUTO"

BRAKKKKK

ToBeCountinue

(•̀ㅂ •́)و

Akhirnya chapter ini selesai hueee…. Maaf uptadenya lama :'D Ini perlu aku ulang berkali-kali biar dapet cerita pas :-; . Moga gak mengecewakan. Maaf jika ada typo ;-;.

Terima kasih sudah membaca :D

See you/