Teach Me How to Make Love
-ChangKyu fanfiction by winterTsubaki-
Summary: "Changmin, ajari aku bagaimana caranya bercinta" ucap Kyuhyun dengan penuh percaya diri, membuat Changmin hampir menyemburkan bir yang tengah ia minum "MWO?" /a Changkyu fanfiction/
Disclaimer: Sadly, none of them were mine. I don't have that much money to pay their ransom from SM -.-
Rating: NC-17 this is basically porn, lol
Part 2 of 2
Word count: 3817
Warning: as usual, this is a ChangKyu fanfiction with Changmin and Kyuhyun together in a relationship and yes, they're both guys. If you don't like the idea of Changmin and Kyuhyun together please I beg you DO NOT read any further, I've warned you so don't bash any of them, this is a fan fiction: fan written fiction. We write what we like and you read what you like.
No proofread, may contain some error.
.
.
.
.
.
"Tambah lagi, Chwang" ucap Kyuhyun sambil menuangkan soju ke gelas kosong yang ada di depan Changmin. Wajah keduanya sudah mulai memerah padahal itu baru botol kedua mereka.
"Jangan Kyu…aku tak ingin mabuk malam ini"
Mendengar itu Kyuhyun sedikit tertawa, ia menuangkan soju itu ke gelasnya dan meminumnya dalam sekali teguk. Kyuhyun memang lebih menyukai wine tapi bukan berarti ia tak bisa minum minuman lainnya.
"Hmm? Memangnya kenapa kau tak ingin mabuk?" tanya Kyuhyun, suaranya lebih berat dari biasanya.
Changmin tak langsung menjawab pertanyaan Kyuhyun, pria tinggi itu justru menatapi sosok sahabatnya dengan lekat. Meneliti tiap lekukan di wajah Kyuhyun, hidungnya yang mancung, matanya yang bulat dan besar, alis matanya yang tebal serta bibir Kyuhyun yang tipis dan pinkish. Ia akui sahabatnya itu memang selalu terlihat manis tapi ekspresi Kyuhyun yang sedang mabuk terlihat jauh lebih manis. Mungkin efek dari kencan mereka siang tadi Changmin jadi merasa Kyuhyun berlipat-lipat kali lebih cantik dari semua wanita yang pernah ia temui.
"Jika aku mabuk…mungkin saja aku akan melakukan hal-hal aneh padamu" jawab Changmin dengan mata yang tak lepas dari wajah Kyuhyun.
Kyuhyun memiringkan kepalanya ke kiri "Hal aneh seperti apa?" tanyanya dengan ekspresi yang sangat imut.
"Seperti ini…" Changmin mencondongkan tubuhnya kearah Kyuhyun, mendekatkan wajahnya kepada Kyuhyun dan mencium bibir yang telah menggodanya itu dengan lembut.
.
.
.
.
.
Kyuhyun tidak tau sejak kapan dirinya dan Changmin sudah berada di kamar pria tinggi itu, yang Kyuhyun ingat adalah tadi saat tiba-tiba saja Changmin menciumnya dan ia justru membalas ciuman Changmin, mereka berdua pun terhanyut dalam sebuah ciuman yang panas dan panjang, Changmin menarik tubuhnya untuk berdiri dan tiba-tiba saja ia sudah dibawa kedalam kamar milik pria tinggi itu. Dengan tungkai panjangnya Changmin menendang pintu di belakangnya untuk tertutup dan menghempaskan tubuh Kyuhyun ke pintu tersebut, bibir keduanya masih saling melumat, menggigit, menghisap. Kyuhyun tidak tau apa yang membuatnya begitu pasrah dibawah panduan bibir Changmin, ia tak bisa menolak-tak mau menolak-untuk larut dalam seorang Shim Changmin.
"Nggh…M-min…" desah Kyuhyun saat jemari tangan Changmin yang terasa dingin meraba pahanya yang terekspos, jari-jari itu bergerak pelan naik turun dengan seduktif. Kyuhyuh menutup matanya semakin rapat sambil jemarinya semakin meremas bagian depan kaus yang dipakai Changmin.
Mendengar desahan Kyuhyun itu Changmin bukannya berhenti, ia justru semakin menggerakkan tangannya, meraba setiap senti kulit mulus yang sedari tadi menggodanya itu. Ia tak suka saat Jonghyun menatap kaki jenjang Kyuhyun seperti hyena kelaparan yang melihat seonggok daging segar, hell…Changmin memang tak pernah suka saat setiap lelaki menatap sahabatnya itu seperti ingin menelanjangi Kyuhyun dengan mata mereka.
"M-min…le-lepas…mmngh…" kali ini Kyuhyun mendesah sambil sedikit mendorong tubuh Changmin yang sudah hampir menempel pada tubuhnya. Sadar kalau sahabatnya yang manis itu sudah hampir kehabisan nafas Changmin pun melepaskan bibirnya dari bibir Kyuhyun yang begitu manis, membuat Changmin kecanduan untuk terus mencumbunya.
Begitu pertautan bibir itu terlepas Kyuhyun membuka kedua matanya yang sedari tadi tertutup rapat, mata bulat dan besar itu tengah basah dan redup oleh nafsu, pemandangan di depan mata Changmin itu membuat sang magnae TVXQ tak ingin berhenti. Ia ingin merasakan yang lebih dari ini.
"Kyu…aku akan mengajarimu bagaimana caranya bercinta"
.
.
.
.
.
Kyuhyun ingin mesumpah serapahi dirinya sendiri yang terhanyut dengan pesona seorang Shim Changmin. Bukannya menolak Kyuhyun justru tanpa sadar mengangguk saat tadi Changmin bilang ingin mengajarinya cara bercinta. Well…memang pada awalnya ialah yang meminta diajari hal tersebut tapi ia tak menyangka Changmin akan terbawa suasana dan justru mengajaknya bercinta! Yang ada di pikiran Kyuhyun saat meminta Changmin mengajarinya adalah pria itu akan memberitahu setiap trik yang ia punya pada Kyuhyun saat keduanya duduk berdua di bar ataupun di restoran langganan mereka bukan dalam keadaan seperti saat ini dimana Kyuhyun berada di bawah tindihan tubuh Changmin diatas ranjang sang magnae TVXQ!
'Mungkin aku sudah mabuk' bisik Kyuhyun dalam hati saat melihat Changmin mulai merangkak naik keatas ranjang mengikutinya.
Posisi keduanya saat ini adalah Kyuhyun yang terlentang ditengah-tengah tempat tidur dan Changmin yang duduk diatas perut Kyuhyun dengan kedua kakinya di masing-masing sisi tubuh Kyuhyun yang dalam bahasa Inggris disebut straddling position.
Mata Kyuhyun tak bisa berkedip saat dengan gerakan lambat Changmin membuka kausnya, melepaskan kaus ketat berwarna putih itu dari tubuhnya dengan sekali tarikan. Gerakan tangan Changmin yang bergerak membuka kausnya membuat otot-otot tangan Changmin yang belakangan sedang gandrung keluar masuk gym berkontraksi, lekukan otot itu membuat Kyuhyun menelan ludahnya. Bagaimana bisa seorang pria terlihat begitu sexy saat sedang melepas kaus? Kyuhyun benar-benar merasa dirinya sudah mabuk sekarang.
"You like what you see?" goda Changmin saat Kyuhyun menatap bagian atas tubuhnya yang polos dengan tak berkedip. Pipi Kyuhyun memanas-tebakan yang tepat sasaran.
"This is yours, you can see it as much as you want" bisik Changmin sambil memajukan tubuhnya sedikit, memagut bibir bawah Kyuhyun. Gerakan Changmin itu membuat tubuh Kyuhyun bergetar dan Changmin menyadarinya. Ia hampir lupa kalau Kyuhyun itu masih ehem…virgin. Sepertinya ia harus mengurangi hobby dirty talk nya untuk malam ini karena ia yakin Kyuhyun tidak biasa mendengar kalimat-kalimat seperti itu. Boro-boro membalas, mendengarnya saja sudah membuat pipi Kyuhyun memerah sempurna.
"A-ah…" lagi-lagi desahan manja itu keluar dari belah bibir Kyuhyun saat Changmin mengalihkan bibirnya untuk mengecup dagu Kyuhyun dan terus turun ke lehernya yang jenjang dan putih. Changmin akui ia senang mendengar desahan Kyuhyun, terdengar needy dan manja.
"Sentuh aku, Kyu…" bisik Changmin disela kegiatannya menandai leher Kyuhyun, pria tinggi itu meraih satu tangan Kyuhyun dan meletakkan telapak tangan itu di perut six packnya, menggerakkan tangan berjari-jari lentik itu naik turun.
"Ya…begitu…terus sentuh aku, Kyu" ucap Changmin saat tangan Kyuhyun bergerak dengan sendirinya tanpa perlu ia tuntun. Bibirnya tersenyum saat Kyuhyun mulai menggunakan kedua tangannya, meraba tak hanya perut tapi juga dada bidang milik Changmin.
Changmin melepaskan kecupan-kecupan basahnya di leher Kyuhyun "Angkat tanganmu, baby…" perintahnya yang langsung disanggupi Kyuhyun. Dengan cepat Changmin pun menanggalkan kaus yang dikenakan Kyuhyun. Changmin harus menelan ludahnya berkali-kali saat akhirnya tubuh kurus itu terekspos di depan matanya. Ia dan Kyuhyun memang sudah sangat lama bersahabat dan ia juga tau Kyuhyun sangat suka tidur dalam keadaan naked tapi keadaan kali ini membuat cara pandang Changmin pada tubuh kurus Kyuhyun berubah. Tubuh yang biasanya terlihat polos itu justru sekarang sangat menggodanya.
"Putingmu sudah ereksi, Kyu…" goda Changmin sambil menekan salah satu nipple Kyuhyun yang berwarna kontras dengan warna kulit Kyuhyun yang pucat. Ini adalah salah satu alasan kenapa Kyuhyun selalu mengenakan undershirt karena entah kenapa nipplenya sangat mudah ereksi, seperti saat ini misalnya. Changmin bahkan belum melakukan apa-apa pada dada Kyuhyun yang sedikit montok tersebut tapi kedua nipple berwarna coklat muda itu sudah mengeras saja minta perhatian lebih.
Changmin menyeringai saat tubuh Kyuhyun bergerak-gerak gelisah ketika sang pemuda tinggi mulai menekan-nekan salah satu nipple Kyuhyun dengan jari telunjuknya. Reaksi tubuh Kyuhyun yang sangat polos itu membuat Changmin semakin gemas ingin segera menikmati hidangan yang tersaji di depan matanya: Cho Kyuhyun yang sedang dimabukkan oleh nafsu dan pasrah pada setiap perlakuannya.
"Reaksimu menggemaskan, Kyu" bisik Changmin, pria tinggi itu pun menundukkan tubuhnya dan sedetik kemudian Kyuhyun bisa merasakan benda hangat dan basah menyentuh dadanya. Tubuh Kyuhyun bergetar, kedua tangannya yang bebas meremas sprei putih yang menutupi ranjang Changmin dengan erat. Otak Kyuhyun seakan-akan sudah di shut down dan ia tidak bisa memikirkan apapun selain Changmin yang tengah menjamah tubuhnya.
"Haah…aang…ah…" Kyuhyun bahkan tidak tau dirinya bisa mengeluarkan suara-suara seperti itu.
"Yes Kyu…teruslah mendesah, aku suka mendengar suaramu" ucap Changmin disela kegiatannya mengemut dan menggigit-gigit kecil nipple kecoklatan milik Kyuhyun. Changmin tidak ingin munafik, ia sudah sering melakukan hubungan badan dengan banyak wanita sebelumnya tapi tidak ada satupun wanita yang bisa merangsangnya seperti Kyuhyun padahal magnae Super Junior itu tidak berusaha menggodanya sama sekali.
'Effortlessly enticing'
Bisik Changmin dalam hati. Changmin melepaskan kecupannya di nipple Kyuhyun, membuat nipple itu sedikit mengilat karena basah dan yang pasti sedikit membengkak. Changmin sedikit mengangkat wajahnya, matanya menangkap ekspresi Kyuhyun yang terlihat semakin menggoda dengan kedua mata sayu yang basah, pipi memerah dan jangan lupakan bibir merah yang sedang digigit si empunya tubuh. Haah…rasanya Changmin tak sabar untuk segera membuat Kyuhyun mendesahkan namanya.
Pria yang dijuluki food monster itu sedikit mengangkat tubuhnya yang sejak tadi menindih tubuh Kyuhyun, satu tangannya membelai pipi Kyuhyun yang memerah sementara satu tangannya yang lain mulai membuka resleting celana pendek yang dikenakan Kyuhyun-well, itu celana pendeknya.
"M-min…" mendengar suara zipper yang ditarik tiba-tiba Kyuhyun kembali awas. Otaknya yang telah dikabuti nafsu perlahan-lahan kembali berfungsi dan ekspresi horor di wajah Kyuhyun membuat Changmin tersenyum.
"Jangan takut, Kyu…I'll be gentle" ucap Changmin menyakinkan Kyuhyun. Dikecupnya pelan dahi Kyuhyun lalu turun ke kelopak mata Kyuhyun, hidung mancung Kyuhyun dan berakhir di bibir Kyuhyun yang merah dan bengkak.
Changmin berpindah posisi. Pria itu sekarang sudah duduk di depan kedua tungkai kaki Kyuhyun yang sedikit terbuka, tangan-tangannya bekerja melepaskan celana pendek yang dikenakan Kyuhyun sekaligus dengan dalamannya. Dalam hitungan detik Kyuhyun pun telah polos di depan Changmin, pria manis itu tampaknya malu karena tatapan intens Changmin ke tubuhnya. Kyuhyun merapatkan kedua kakinya sambil satu tangannya menutupi bagian privatnya yang mulai mengeras.
Melihat bagaimana Kyuhyun tampak tak nyaman dengan ke'polos'an tubuhnya Changmin pun bergerak turun dari atas tempat tidur. Kyuhyun sendiri hanya bisa memperhatikan tiap gerakan Changmin dengan pandangan bingung, ia tak tau apa yang akan dilakukan sahabatnya itu sekarang.
Ternyata Changmin turun dari tempat tidurnya agar bisa lebih mudah melepaskan celananya sendiri, pria tinggi itu dengan cepat melepaskan celana panjang yang ia kenakan segaligus dengan briefs putihnya, begitu tubuhnya dan Kyuhyun telah sama-sama polos Changmin pun kembali ke atas ranjang.
"Sekarang kita sudah sama-sama polos tanpa sehelai benangpun, kau tak perlu malu seperti itu" kata Changmin, pria itu kembali ke posisinya di depan kedua kaki Kyuhyun yang menekuk. Perlahan Kyuhyun menggerakkan kedua kakinya, memberikan space yang cukup untuk Changmin duduk diantara kedua kakinya. Changmin tersenyum, gerakan simple dari Kyuhyun tersebut sudah cukup meyakinkannya kalau pria yang senang dipanggil GameKyu itu bisa menerima apa yang akan Changmin lakukan selanjutnya.
Mata bambi milik Changmin menatap lurus kearah manik mata Kyuhyun, pria manis itu tampak malu-malu tapi justru membuat Changmin semakin horny. Magnae TVXQ itu memegang kedua paha putih milik Kyuhyun dengan kedua tangannya, menarik paha itu untuk membuka semakin lebar, mempertontonkan kejantanan Kyuhyun di depan mata Changmin. Kyuhyun sendiri langsung menutup wajahnya dengan satu tangannya, tampak grogi karena cara Changmin menatapnya.
"Ah!" pekik Kyuhyun kaget, ia langsung melepaskan tangan yang sedari tadi menutup matanya saat tiba-tiba saja jemari Changmin yang terasa dingin menyentuh kulit di bawah kejantanannya.
Mendengar pekikan Kyuhyun, Changmin semakin menggerakkan jarinya. Menarik garis dari pangkal kejantanan Kyuhyun hingga ke dua bola kembar yang menggantung di bawahnya.
Godaan Changmin di tubuhnya membuat Kyuhyun menekuk jari-jari kakinya, tubuhnya menegang seketika.
"Reaksimu sangat polos, baby…" desah Changmin, ia menundukkan tubuhnya dan mengecup bagian dalam paha kiri Kyuhyun.
"Engh…" lenguhan pelan lolos dari belah bibir magnae Super Junior itu.
Kecupan Changmin di paha Kyuhyun bergerak semakin turun hingga akhirnya bibir sintal itu sampai ke pangkal paha Kyuhyun. Changmin sedikit menggigit kulit putih itu, membuat Kyuhyun mengerang pelan menikmati gesekan gigi-gigi Changmin di kulitnya yang sensitif. Magnae Super Junior itu menutup kedua matanya rapat-rapat saat ia merasakan lidah Changmin mulai bermain di tubuhnya, membasahi kulit pahanya yang mulai terasa hangat dan kejantanannya yang berukuran lebih kecil dari milik Changmin sudah mulai basah karena pre cum.
"Heh…kau sudah sebasah ini, Kyu?" tanya Changmin. Tampaknya pria tinggi itu sudah puas bermain-main di paha Kyuhyun, meninggalkan bekas-bekas merah yang terlihat sangat kontras dengan kulit pucat milik Kyuhyun dan saat ini mulai mengalihkan perhatiannya pada penis Kyuhyun yang belum ia sentuh sama sekali.
"M-min…" panggil Kyuhyun terbata saat ia merasakan Changmin menggenggam kejantanannya, menggerakkan tangannya naik turun dengan tempo lambat.
"Ssh…jangan takut, Kyu. Aku tak akan menyakitimu" Changmin mencoba meyakinkan Kyuhyun. Bagaimanapun juga mereka sudah sampai disini sekarang, ia tak mungkin berhenti lagi saat kejantanan miliknya sudah berdiri sempurna minta dipuaskan oleh lubang sempit dan hangat milik Kyuhyun.
Begitu selesai mengatakan hal tersebut Changmin langsung memasukkan ujung penis Kyuhyun ke mulutnya, mengemut penis mungil itu dan memainkan lidahnya disana.
"Oh...Changmiiin…nngh…" Kyuhyun memejamkan matanya dengan erat saat merasakan bagaimana lidah Changmin menggoda kepala penisnya dan bagaimana mulut Changmin melingkupi seluruh kejantanannya itu, membuatnya merasa begitu panas.
Changmin menikmati desahan yang keluar dari mulut Kyuhyun, ia justru semakin mempercepat tempo hisapannya di penis Kyuhyun. Kepalanya bergerak naik-turun sesuai dengan gerakannya memanja kejantanan milik sahabatnya tersebut.
Tak lama Kyuhyun bisa merasakan otot perutnya menegang, tubuhnya bergetar, ia akan segera klimaks.
"M-min…hentikan…aku…ah ah…mau…" Kyuhyun tak sempat menyelesaikan kalimatnya saat akhirnya ia mengeluarkan spermanya di dalam mulut Changmin, pria tinggi itu sendiri tak tampak risih ataupun jijik dengan cairan kental yang memenuhi rongga mulutnya, Changmin justru menjulurkan lidahnya dan menjilati kejantanan Kyuhyun yang basah karena sperma.
Deru nafas Kyuhyun terdengar memburu dan tubuhnya masih bergetar hasil dari klimaks pertamanya tadi sementara Changmin, pria tinggi itu dengan perlahan melepaskan mulutnya dari penis Kyuhyun, ia sedikit mengemut bagian ujungnya sebelum akhirnya melepaskan penis Kyuhyun dengan bunyi 'Pop' kecil.
Changmin menjauhkan kepalanya dari selangkangan Kyuhyun, ia menegakkan tubuhnya yang duduk bersila diantara kedua kaki Kyuhyun yang terbuka, mata Changmin meneliti setiap inchi tubuh Kyuhyun yang terlihat menggodanya. Pria tinggi itu menjilat bibirnya. Bagaimana mungkin ia baru menyadari kalau Kyuhyun begitu sexy?
"Changmin…jangan tatap aku seperti itu" bisik Kyuhyun pelan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, reaksi Kyuhyun yang polos itu membuat Changmin tertawa kecil. Ia melirik kearah selangkangannya sendiri dan benar saja penis kebanggaannya sudah menegak sempurna minta di manja. Changmin sengaja tidak menyentuh penisnya, ia ingin klimaks pertamanya malam ini di dalam lubang sempit milik Kyuhyun.
"Jangan menggodaku, Kyu…berhenti menutup wajahmu dan tatap aku…" ucap Changmin, suaranyanya terdengar rendah dan seksi. Kyuhyun menuruti perintah Changmin dan menjauhkan kedua tangannya dari wajahnya. Begitu Kyuhyun melepaskan kedua tangannya Changmin langsung memajukan tubuhnya, menyentuh bibir merah Kyuhyun dengan bibirnya.
"Haah…haah…" nafas Kyuhyun terengah saat akhirnya Changmin melepaskan pagutannya. Pria itu benar-benar haus akan Kyuhyun dan ia tak sabar ingin segera memiliki Kyuhyun seutuhnya.
"Kyu…izinkan aku menyatu denganmu…aku ingin menyentuh bagian terdalammu…" Changmin mengecup kening Kyuhyun, ibu jarinya mengelus pipi Kyuhyun yang kemerahan. Seperti terhipnotis oleh tatapan mata Changmin padanya Kyuhyun mengangguk dan sekali lagi Changmin mengklaim bibirnya, lebih dalam dari sebelumnya. Changmin melepaskan ciumannya dan gantian tiga jarinya yang masuk kedalam rongga mulut Kyuhyun.
"Jilat dan hisap jariku…" perintah Changmin. Kyuhyun yang tak mengerti maksud sahabat tiangnya itu hanya menurut, menjilat dan menghisap ketiga jari Changmin bergantian, membuat jari-jari panjang itu basah oleh salivanya.
Melihat bagaimana Kyuhyun menghisap jari-jarinya Changmin menelan ludahnya, bayangan Kyuhyun menghisap penisnya sungguh menggoda…tapi tidak, ia tak ingin membuat Kyuhyun takut. Ini adalah kali pertama untuknya dan Changmin benar-benar ingin memuaskan Kyuhyun dan bukannya membuat pria manis itu ketakutan. Changmin akan mengajarkan Kyuhyun bagaimana sebenarnya 'Making Love'.
"Enough baby…" bisik Changmin sambil menarik jari-jarinya dari mulut Kyuhyun, pria manis itu terlihat enggan untuk melepaskan emutannya di jari Changmin yang telah basah oleh salivanya.
"Katakan padaku kalau kau merasa sakit, baby" kata Changmin, ia sedikit menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun, satu tangannya ia gunakan untuk menekan paha Kyuhyun agar membuka semakin lebar, memberikannya akses lebih untuk mengeksplor bagian selatan tubuh Kyuhyun.
Changmin menggerakkan jari telunjuknya di sekitar bibir rektum Kyuhyun, gerakan memutar itu membuat tubuh Kyuhyun menegang, eluhan pelan keluar dari bibir Kyuhyun.
"Ah!" pekik Kyuhyun, kedua matanya membuka lebar saat tubuhnya merasakan ada benda asing mencoba menerobos masuk ke dalam rektumnya.
Changmin menjilat lidahnya, matanya tak lepas dari jari telunjuknya yang saat ini tengah berusaha membobol otot-otot rektum Kyuhyun yang tegang, jari telunjuk itu bergerak masuk dengan perlahan. Sang magnae TVXQ menggeram, merasakan bagaimana hangat dan ketatnya lubang Kyuhyun melingkupi jarinya ia tak sabar untuk segera merasakan kehangatan yang sama melingkupi kejantanannya.
Changmin menggerakkan jari telunjuknya keluar-masuk anal Kyuhyun, satu tangannya mengelus paha Kyuhyun, berusaha membuat tubuh sang sahabat sedikit rileks. Saat dirasanya dinding anal Kyuhyun sudah sedikit melonggar Changmin pun memasukkan jari tengahnya, kali ini Kyuhyun sedikit menjerit.
"Miin~ sakit…" rengek Kyuhyun, matanya sudah basah karena air mata yang ditahan, begitupun dengan bibirnya yang sejak tadi terus ia gigit sudah membengkak saat ini.
"Sebentar lagi Kyu…aku harus mempersiapkan tubuhmu dulu" Ucap Changmin sambil mengecup perut Kyuhyun, mencoba membuat sang sahabat rileks dengan mengalihkan perhatiannya dari dua jari milik Changmin di dalam lubang analnya.
Tak butuh waktu lama sampai otot-otot rektum Kyuhyun mulai melonggar, memberi jalan kepada dua jari Changmin untuk bergerak lebih leluasa. Changmin terus mengecupi perut Kyuhyun, bibirnya bergerak turun hingga akhirnya sampai ke depan rektum Kyuhyun yang dipenuhi dua jari milik Changmin. Changmin mengecup ring muscles itu, membuat lubang Kyuhyun berkedut.
"Ah…nngh…" desahan lolos dari bibir Kyuhyun saat lidah Changmin yang lihai bergerak memanja pintu analnya, sementara kedua jarinya masih bergerak di dalam sana.
Otak Kyuhyun seakan telah di shut down, mulutnya tak lagi bisa berkata apa-apa, yang keluar dari bibirnya hanyalah desahan dan erangan nikmat. Tubuhnya benar-benar sudah menyerah pada Changmin.
"Kyu…will you let me in?" bisik Changmin, kedua mata bulat itu menatap langsung ke manik mata Kyuhyun yang telah berkabut oleh nafsu. Pria tinggi itu mengecup kening Kyuhyun dengan pelan sambil menunggu jawaban dari sahabatnya tersebut.
Kyuhyun menutup kedua matanya, merasakan sapuan hangat bibir Changmin di keningnya, perlahan ia merasa rileks "Yes…please…"
.
.
.
.
.
"Aah…M-min…"
Suara desahan manja terdengar dari balik pintu kamar tidur milik Shim Changmin. Desahan itu bukan berasal dari si pemilik kamar melainkan orang yang saat ini sedang di 'kerjai' oleh Changmin.
Changmin menatap sosok Kyuhyun yang saat ini berada di bawah tubuhnya, tubuh polos itu basah karena keringat dan Changmin bisa melihat lelehan air mata di pipi pria manis itu.
"P-pelan-pelan…nngh…aah…Min!"
Ucap Kyuhyun di sela desahannya, jemari panjang milik Kyuhyun mengepal erat di sisi tubuhnya sementara Changmin bergerak semakin cepat dan kuat di dalam tubuhnya.
"Kyu…jangan dikepal…ssh…"
Tangan Changmin yang bebas menarik kedua tangan Kyuhyun yang mengepal dan menggenggamnya erat di samping tubuh Kyuhyun.
"Aah! M-min…hampir…nngh…"
Kedua mata bulat Kyuhyun kembali tertutup rapat saat pria yang lebih kecil diantara keduanya itu merasakan perutnya seperti diaduk-aduk. Ia tahu sebentar lagi ia akan ejakulasi, begitu pula dengan Changmin yang bergerak semakin cepat keluar masuk tubuhnya.
"Tahan Kyu…aah…sebentar lagi…"
Changmin tak bisa menahan desahannya saat lubang Kyuhyun semakin mengetat, membuat kejantanannya seperti diurut-urut. Pria tinggi itu melepaskan genggamannya di tangan Kyuhyun, ia meletakkan kedua lengan Kyuhyun di bahunya, menyuruh pria manis di bawahnya untuk memeluk lehernya yang dengan senang hati dilakukan oleh Kyuhyun.
Tangan Changmin bergerak untuk memegang belakang lutut Kyuhyun, mendorong kedua kaki Kyuhyun agar aksesnya ke tubuh Kyuhyun lebih mudah.
Kedua pria dewasa itu mendesah kuat, nafas memburu, keduanya berlomba mengejar kenikmatan yang sebentar lagi akan mereka dapatkan.
"Changmin!"
Teriak Kyuhyun saat akhirnya ia klimaks duluan. Spermanya membasahi perutnya dan perut six pack milik Changmin.
Lubang Kyuhyun yang mengetat karena klimaksnya membuat Changmin seperti melihat nirwana, gerakannya semakin cepat dan tak beraturan, tubuh Kyuhyun sampai tersentak-sentak karena gerakan Changmin yang kasar dan kuat. Selang beberapa menit kemudian pria bertubuh tinggi itu mengeluarkan benihnya di dalam lubang Kyuhyun. Membasahi lubang yang baru saja ia 'siksa' tersebut. Kyuhyun mendesah pelan saat ia merasakan cairan milik Changmin memenuhi lubangnya, hangat dan penuh.
Sesaat keduanya terdiam, berlomba-lomba mengambil nafas.
Changmin masih berada diatas Kyuhyun, matanya meneliti wajah sang sahabat yang penuh peluh namun terlihat semakin manis dan sexy. Perlahan tangannya mengelus pipi yang memerah itu, membuat Kyuhyun yang sedari tadi menutup matanya langsung menatap kearahnya.
"Kyu…"
Bisik Changmin, suaranya serak dan berat. Tangannya mengelus pipi Kyuhyun dengan pelan, membuat si empunya wajah mendesah tertahan, sepertinya tubuhnya masih sensitif terhadap sentuhan. Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Kyuhyun menutup matanya seperti sudah bisa memprediksi apa yang akan Changmin lakukan selanjutnya. Sedetik kemudian kedua bibir itupun menyatu dalam sebuah ciuman panas.
.
.
.
.
.
Kyuhyun menggerakkan tubuhnya dengan gelisah, tubuhnya terasa panas dan nyeri di beberapa bagian. Dengan perlahan Kyuhyun membuka matanya yang masih terasa berat dan hal pertama yang menyambut paginya adalah wajah Changmin yang sedang tertidur. Kyuhyun tersenyum, sepertinya semalam ia dan Changmin tertidur karena kelelahan…tunggu dulu…tadi malam mereka…
Pipi Kyuhyun bersemu merah, mata bulatnya yang tadi menatap wajah Changmin bergerak turun kearah dada bidang Changmin yang polos tanpa sehelai benangpun. Kyuhyun menelan ludahnya, kedua matanya bergerak turun kearah perut six pack Changmin dan terus bergerak kebawah. Kyuhyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Astaga. Tadi malam ia dan Changmin…bercinta?!
"Apa yang harus aku lakukan sekarang…aku tak mungkin sanggup menghadapi Changmin kalau nanti ia bangung…ya ampun…malunya…" bisik Kyuhyun untuk dirinya sendiri, merutuki dirinya yang begitu lemah pada pesona Changmin.
Setelah menghabiskan waktu lima menit merenungkan kegiatan mereka tadi malam Kyuhyun memutuskan untuk segera kembali ke dorm. Mungkin untuk beberapa hari ke depan ia akan menghindari Changmin dulu.
Kyuhyun mencoba melepaskan pelukan lengan Changmin di pinggangnya, sedikit sulit karena Kyuhyun merasa seluruh tubuhnya lemas dan nyeri, terlebih lagi Changmin memeluknya dengan sangat erat.
"Finally!" girang Kyuhyun begitu pelukan Changmin di pinggangnya terlepas. Pria manis itupun meringsut menjauhi tubuh Changmin. Kyuhyun mencoba menegakkan tubuhnya untuk bangkit dari tempat tidur tapi ternyata hal itu jauh lebih sulit dari melepaskan pelukan Changmin, pasalnya tubuh bagian bawahnya terasa begitu sakit dan tekanan sedikit saja membuat kedua kakinya melemas.
"Ugh…ayolah Cho Kyuhyun" ringis Kyuhyun sambil mencoba untuk berdiri.
"Kyu?"
Mendengar suara serak Changmin memanggil namanya kaki Kyuhyun melemas dan seketika juga ia jatuh ke lantai.
"Auuw!" pekik Kyuhyun kesakitan saat bokongnya menyentuh lantai. Air mata Kyuhyun meleleh begitu saja.
"Omona, Kyu! Kau baik-baik saja?" panik Changmin, pria tinggi itu langsung melompat turun dari tempat tidur dan bergegas menghampiri Kyuhyun yang jatuh terduduk di sisi tempat tidurnya.
"Hiks…Miin~…sakiit…" keluh Kyuhyun sambil mulai menangis. Melihat sabahat manisnya itu menangis-dan itu karenanya-Changmin semakin panik, dengan cepat ia mengangkat tubuh Kyuhyun ala pengantin dan meletakkan tubuh molek itu dengan pelan diatas tempat tidur.
"Kau jangan banyak bergerak dulu…tubuhmu tidak terbiasa dengan apa yang kita lakukan tadi malam…"suara Changmin berangsur memelan sampai akhirnya ia terdiam. Tadi malam ia dan Kyuhyun…mereka…bercinta!
Changmin telah merenggut keperjakaan Kyuhyun-sahabat terbaiknya-!
"Itu…Kyu…tadi malam…" suara Changmin terdengar bingung, sungguh ia merasa kikuk sekarang.
Kyuhyun masih diam diatas tempat tidur, dirinya sendiri belum bisa menormalkan detak jantungnya setiap kali mengingat apa yang sudah ia dan Changmin lakukan tadi malam. Bagaimanapun juga mereka sudah lama bersahabat dan apa yang mereka lakukan itu bukanlah hal normal yang akan dilakukan dua orang sahabat-terlebih lagi mereka sama-sama lelaki!
"Kyu…apa kau menyesal?" tanya Changmin, pria tinggi itu sudah duduk disisi tempat tidur.
Kyuhyun terdiam cukup lama mendengar pertanyaan Changmin itu. Menyesal? Tak ada sedikitpun kata menyesal terselip di pikirannya, yang ada hanyalah rasa malu dan juga kikuk. Ia tak tau harus berbuat apa saat ini, bagaimana hubungannya dan Changmin setelah ini…apakah mereka masih bisa bersahabat?
"Aku…tidak…" jawab Kyuhyun jujur, matanya masih belum bisa menatap langsung kearah Changmin.
"Karena aku tidak menyesal telah bercinta denganmu"-ya, Changmin tak ingin menyebutnya 'sex' karena apa yang ia lakukan pada Kyuhyun tadi malam adalah 'making love', ia yakin tak akan salah untuk hal itu.
Kyuhyun akhirnya menolehkan wajahnya kearah Changmin, rautnya tampak bingung dengan semburat merah yang masih setia menghiasi kedua pipi chubbynya.
"Maksud…mu?" tanyanya.
Changmin tersenyum, satu tangannya bergerak untuk menyentuh wajah Kyuhyun, ibu jarinya bergerak mengelus pipi Kyuhyun yang kemerahan dan perlahan ia mendekatkan wajahnya kearah Kyuhyun.
BRAK!
"Changmin hyu…GYAAAAAAAA!" suara pintu menjeblak terbuka dan jeritan Minho membuat gerakan Changmin terhenti. Sial, ia lupa kalau dua makhluk menyebalkan itu masih ada di apartemennya.
.
.
.
.
.
END
A/N : please don't kill me for the lame ending and abrupt sex scene *hiding behind ChangKyu's back* well…I haven't write anything for a really long time-RL have been really shitty lately-and I still got this thing to finish, I've been neglecting this story for soo long yet the ending is…horrible! T^T
In the end, please leave me your review, constructive critic, etc to help me improve my saggy writing. Ciao!
