Anyong, chingudeul...mianhae ya, aku lama sekali updatenya, habis lagi banyak kegiatan di kampus, ujian inilah, ngurus inilah...ah bosannnnn. Gak terasa dah chapter 10 apalagi udah ada Yunjae moment, tapi sekali maaf ya kalau ceritanya gaje amat...aku amatiran sih...hehehehe...thanx ya bagi yang udah review and dah baca tanpa review tapi mohon deh di reviewnya juga.
Balasan Review
lee minji elf : thanx yah dah baca n review, tentu donk Yunjae kudu bersatu hahahaha
Cherry Bear86 Yunjae : hahahahaha, tentu aja Yunjae bakal bersatu buktiny di chapter ini mereka bersatu walau sih karena keadaan
Kyoto sato : udah dilanjut nih
Guest : hahaha, gak tau loh bakal ada yang bilang mirip sinetron indonesia, gak sengaja aja buat cerita ini waktu itu sedang boring aja di sekolah eh gak taunya jadi deh cerita abal – abal ini trus ubah deh jadi fanfic karena suka TVXQ pairing Yunjae apalagi unniku tuh fans number 1 lih hahahaha, salam kenal and thanx dah baca n review
Langsung aja nih bacanya check it out !
Title : As Long As You Love Me
Rate : M - NC
Genre : Family, Friendship, Romance, M-preg, Yaoi, Hurt, Happy Ending
Length : Chapter 10 /?
Pairing : Yunjae, 2Joong, Yoosu, Sibum, Hanchul, Minjoon, Minkyu, Minkhun, Jongki, Miram
Cast : Kim Jae Joong, Jung Yun Ho, Park Yoo Chun, Kim Jun Su, Choi Si Won, Kim Ki Bum, Kim Hee Chul, Kim Hyun Joong, Han Geng as Lee Han Kyung, Park Jung Min, Kim Hyung Joon, Shim Chang Min as Jung Chang Min, Choi Jong Hoon as Jung Jong Hoon, Choi Min Ho as Jung Min Ho, Karam as Jung Karam, Nichkhun as Park Nichkhun, Cho Kyu Hyun as Choi Kyu Hyun, Lee Hong KI, Lee Mika, Jung Jessica, Noh Min Woo and Other Cast ( SS501, SUJU, FT. ISLAND, 2PM, MBLAQ, THE BOSS, BIGBANG, SHINEE, Jung Ji Hoon aka Rain, Song Hye Gyo, SNSD, CN Blue)
...
Jaejoong, Yunho, Kibum, Junsu dan kedua orang tua Hyunjoong berjalan melewati lorong rumah sakit menuju ruang inap Hyunjoong dalam diam dengan berbagai pikiran yang berkecamuk dalam otak mereka.
' Hyunnie, apa ini waktunya kau meninggalkanku tanpa mengetahui kalau aku sedang hamil ? " pikir Jaejoong sambil mengelus perut ratanya dan hal ini tidak luput dari penglihatan Yunho.
' Hyun, bertahanlah demi Jaejoong dan calon aegya kalian ' batin Yunho miris.
' Kenapa Yunho hyung menatap Joongie seperti orang yang patah hati ? Omo, jangan – jangan dia mencintai Joongie ' pikir Junsu saat menatap Yunho yang menatap Jaejoong di atas kursi roda dengan tatapan terluka.
' Mereka berdua serasi sekali ' batin Kibum saat memperhatikan YunJae berinteraksi walaupun mereka pasif dalam bicara tapi saat melihat Yunho mendorong Jaejoong di atas kursi roda tampak mereka seperti pasangan kekasih bahkan terlihat sebagai pasangan suami istri.
' Tuhan, jangan kau ambil Hyunnie saat ini, Joongie pasti sangat hancur ' ujar Mrs. Kim dalam hati.
' Aku harap Yunho bisa menjadi pengganti yang tepat buat Joongie ' ujar Mr. Kim.
" Bummie " tegur namja tampan saat melihat namjachingunya datang ke kamar rawat Hyunjoong. Dia merasa bersalah pada Kibum karena tidak menemuinya saat Jaejoong diperiksa oleh Dr. Heo beberapa jam yang lalu.
" Wonnie, kenapa tak datang menemuiku tadi ? " keluh Kibum dan mempout bibir mungilnya.
" Mianhae, Hyun sempat drop beberapa menit yang lalu tapi Dr. Jang sudah menaganinya " jelas Siwon dan melirik Jaejoong yang menundukkan kepalanya mencoba menahan isakannya.
" Hyunnie hiks...hiks... " tangis Jaejoong pelan sambil memeras kedua tangannya.
" Jangan menangis " bisik Yunho pelan dari belakang tepat di telinga kanan Jaejoong, memberi sensasi aneh pada jantung dan semburat merah pun muncul di kedua pipinya.
" Hyung, aku ingin...hiks...melihat Hyunnie...hiks... " pinta Jaejoong pada Yunho disela isaknya.
" Hmm " jawab Yunho.
CKLEK
Pintu kamar terbuka dan tampak Hyunjoong terbaring lemah dengan wajah pucat dan beberapa alat medis terpasang di tubuhnya. Yoochun yang menyadari kedatangan orang lain segera membalikkan tubuhnya yang menghadap pada Hyunjoong sedangkan kedua orang tua Yunho duduk di sofa sambil merapalkan doa – doa kepada Tuhan memohon kesembuhan bagi putra sahabatnya.
" Joongie, gwencanayo ? " tanya Yoochun saat melihat Jaejoong masuk ke ruang rawat Hyunjoong dan langsung memeluknya penuh kasih sayang.
" Nde, gwencana hyung " jawab Jaejoong dengan senyum yang terpaksa.
" Chunnie, kau lupa padaku, bukannya memelukku malah memeluk Joongie, bukan menanyaiku dan uri aegya, Chunnie pabo, jidat lebar, menyebalkan huh ! " kesal Junsu dengan mempout bibir merahnya sambil menghentakkan kedua kakinya dan membuat Yoochun berusaha untuk menahan diri tidak menyerangnya.
GLEK
' Oh Sui-ah, jangan goda aku dengan kesexy-anmu...oh Tuhan, bantu hambamu untuk tidak ' menyerangnya '. Lihat saja di rumah nanti kau akan ku hukum my duckbutt hehehehehehehe ' batin Yoochun tertawa evil dan tak lupa pula sebuah seringaian mesum terlukis dibibirnya dan hanya Kibum yang menyadarinya dan seolah membaca pikiran mesum Yoochun.
BUGH
" Aww, wadaww...appo huhuhu " ringis Yoochun lebay memeluk perutnya saat mendapatkan pukulan telak di bagian perut oleh Kibum lalu Yoochun memberikan deathglare andalannya pada si pemukul.
" Jangan berpikir mesum, dasar hyung jidat lebar ! " kata Kibum dan memberikan balik deathglare andalannya pada Yoochun sedangkan yang lain hanya menggeleng – gelengkan kepala mereka dan berpikir ' gak Junsu gak Yoochun selalu bermasalah dengan Kibum '.
Jaejoong membawa sendiri kursi rodanya ke arah Hyunjoong meninggalkan pasangan Yoosu dan Sibum yang asik bercanda sedangkan Yunho hanya memandang Jaejoong dari arah sofa.
" Hyunnie, irona ! " pinta Jaejoong dengan menggenggam erat tangan kiri Hyunjoong dan memberikan kecupan di seluruh wajah Hyunjoong penuh kasih sayang.
CUP
CUP
CUP
CUP
HIKSHIKSHIKS
Jaejoong terus menangis tanpa henti, membisikkan kata – kata cinta pada Hyunjoong dan semakin memperat pelukan pada dada bidang Hyunjoong.
" Saranghae...jongmal saranghaeyo...hiks...saranghae...hiks...saranghae...hiks..." gumam Jaejoong dan berusaha menghentikan tangisannya.
' Aku harus kuat, Hyunnie membenciku yang lemah ' batin Jaejoong dan dia pun menghapus air matanya.
Hati Yunho terasa tercabik – cabik melihat malaikatnya terpuruk karena namja yang sangat dicintainya terbaring lemah, rasanya dia ingin memeluk malaikatnya, memberikan seluruh cintanya, menguatkannya dan membisikkan kata – kata penyemangat tapi semua itu tidak bisa karena dia bukan siapa – siapa malaikatnya, dia hanya hyung dan sahabat dari namja yang dicintainya. Seluruh pasang mata terus menatap Jaejoong dengan pandangan sendu dan mereka hanya bisa diam menyaksikan Jaejoong terus bercerita kepada Hyunjoong yang belum sadarkan diri.
" Hyunnie-ah, aku hamil, rasakan di dalam perutku sekarang ada calon aegya kita " bisik Jaejoong lembut dan mengarahkan tangan kanan Hyunjoong ke perutnya.
" Kau merasakannya ? bukankah ini impian kita ? suatu hari nanti akan ada malaikat – malaikat kecil yang hidup dan lahir dari rahimku "
" Kau juga bilang ingin sekali memiliki anak laki - laki yang cantik sepertiku tapi aku tak mau karena aku ingin anak laki – laki yang tampan sepertimu dan anak perempuan yang cantik sepertiku hehehehehe "
" Aku suka nama yang kau pilihkan buat calon aegya kita, jika namja yang lahir kita akan menamakannya Kim Hyung Jun dan kalau dia yoja, kita akan menamakannya Kim Jae Jun "
" Ku mohon buka matamu, lihat aku ! "
" Hyunnie-ah, irona ! Jebal ! "
" Sarang..."
" Eunghh " lenguhan seseorang memotong perkataan Jaejoong dan dia tahu jelas suara siapa itu.
" ...haeyo, Hyunnie-ah " Jaejoong melanjutkan kata – katanya yang terputus tadi dan memberikan kecupan ke seluruh wajah Hyunjoong dengan semangatnya sehinga kedua mata yang terkatup itu mulai terbuka secara perlahan – lahan.
CUP
CUP
CUP
CUP
" Joohhnghhngie ( Joongie )"
" Kau sudah sadar Hyunnie-ah " seulas senyum indah terpatri untuk Hyunjoong dan membuat Yunho terkagum dengan senyuman malaikat yang dimiliki Jaejoong.
" Ngghh " lenguh Hyunjoong.
" Aku panggilkan dokter dulu " tawar Yunho. Dia tak sanggup melihat keadaan Hyunjoong yang lemah seperti itu. Sosok yang selalu semangat, usil, murah senyum dan hangat harus menderita karena penyakit brengsek itu.
" Tihhhdakkhh perhhluuhh Yunhhh ho-ah (tidak perlu Yunho-ah)" pinta Hyunjoong tertatih dan melepas alat pernapasan yang melekat di hidungnya.
" Jangan dilepas " kata Jaejoong dan berusaha memakaikannya lagi tapi ditepis Hyunjoong.
" Joohhnnggiehh (Joongie) " panggil Hyunjoong menahan sakit yang semakin menyerang setiap inci tubuhnya, dia sudah tak tahan lagi dan dia yakin hari ini adalah hari terakhir hidupnya, sebentar lagi dia akan pergi jauh sekali meninggalkan cintanya, keluarganya dan sahabat – sahabatnya. Dia bersyukur di sisa hidupnya ini orang – orang yang sangat mencintainya dan dicintainya selalu berada di sampingnya. ' Tuhan gomawoyo ' batin Hyunjoong.
" Nde " jawab Jaejoong dan menatap dalam kedua bola mata Hyunjoong yang sedikit redup.
" Mianhh hhh hae, akuhh takhh bihhsahh lehhbihh lahhmahh lahhgihh berhhsahhmahhmuhhh, wahhkhhtuhhkuhh suhhdahh dehhkathh (mianhae, aku tak bisa lebih lama lagi bersamamu, waktuku sudah dekat ) " kata Hyunjoong yang ingin menyampaikan pesan dan kata terakhirnya. Seluruh penghuni ruangan itu merasakan aura kematian yang sebentar lagi terjadi dihadapan mereka dan mereka hanya bisa menangis dalam diam.
" Sssttt, jangan banyak bicara sekarang, istirahatlah " perintah Jaejoong.
" Yunho hyung, panggil dokter sekarang ! " bentak Jaejoong.
" Andweeeeeehhh " bentak Hyunjoong menghentikan niat Yunho untuk memanggil dokter.
" Ahkuhh suhhdahhh lehhlahh, kumohhhonhh denghharhhkanhhhkuhhh tukhh yanghh terakhhhirhh kalihhhnyahhh ( aku sudah lelah, kumohon dengarkanku tuk terakhir kalinya )" sambung Hyunjoong.
" Joohhngiehh berhhjanhhjihhlahh pahdahkuhh hhh, kauhh akahhnhh sehlahluhh hiduphh bahagiahh wahhlaauuhhpunhh tanhhpahhkuhh ( Joongie, berjanjilah padaku, kau akan selalu hidup bahagia walaupun tanpaku )"
" Tidak, aku hanya ingin bersamamu dan uri aegya " bentak Jaejoong dan berusaha menahan air mata yang hendak jatuh dari pelupuk matanya. Hyunjoong tersenyum manis pada Jaejoong dan membelai lembut rambutnya dengan penuh kasih sayang.
" Kauhh hhh hahhmilhh ? ( kau hamil ? ) " tanya Hyunjoong dengan senyuman miris dan mendapat anggukkan lemah dari Jaejoong.
" Urihh aehhgyahh pashhtihh ahkhhanhh tumhhbuhh menhhjahhdihh namhhjahh / yohjahh yanghh hhh hebhhathh seperhhtihh ummahhhnyahhh ( uri aegya pasti akan tumbun menjadi namja / yoja hebat seperti ummanya )" kata Hyunjoong dengan senyum lembut sambil mengelus perut rata Jaejoong dengan rasa cinta yang tersisa dan air mata pun jatuh dari pelupuk mata Hyunjoong.
" Miahhnnhaehh, appahh takhh bisahh hhh berhhsahhmahhhmuhh danhh ummahhmu lagihh, appah haruss pergihhh jauhhh, di sahhnahh appahh akanhh menhhjagahh kahhlianhh, jahhdihhlahhh anakhhh yanghhh baikhhh danhh janhhjihh akanhh menhhjahhgahhh ummahhh demihh appahhh ( Mianhae, appa tak bisa bersamamu dan ummamu lagi, appa harus pergi jauh, di sana appa akan menjaga kalian, jadilah anak yang baik dan berjanji akan menjaga umma demi appa )" pinta Hyunjoong dan memberikan kecupan sayang pada perut rata Jaejoong. Mata Hyunjoong beralih pada Yunho.
" Yunhhohh, kemahrihhlahh hhh. Ahkuhh tahuhh kauhh sanghhhathh menhhcinhhtaihh Joohhngiehhhkuhh, pehhrrhhtemuahhnhh kahhlianhh ahhdalahh takhhdirhh Tuhanhhh hh ( Yunho, kemarilah. Aku tahu kau sangat mencintai Joongieku, pertemuan kalian adalah takdir Tuhan ) " ujar Hyunjoong.
" Yunhhohh-ahh hh, mauhhkahh kauhh berhhjanhhjihh ahkanhh mehhnehrihmahh Joohhnghhiehh dahhlamhh keahhdaahhhnhh apahhpunhh, mehlindungihhnyahh dahhnhh menhhcinhhhtaihhhnyahh sehgehhnaphh jihwahhmuhh, pleasehhh hh (Yunho-ah, maukah kau berjanji akan menerima Joongie dalam keadaan apapun, melindunginya dan mencintainya segenap jiwamu, please ?) " harap Hyunjoong sambil menggenggam erat kedua tangan Yunho.
" ... " Yunho hanya diam lalu dia menoleh pada Jaejoong yang menatapnya dengan pandangan sulit diartikan, kedua mata musangnya beralih menatap kedua orang tua Hyunjoong yang memberikan anggukan dan senyum tulus tanda mereka setuju, Yunho membalas dengan sebuah senyuman manis, lalu beralih menatap kedua orang tuanya yang juga memberikan sebuah anggukan begitu juga dengan Yoosu dan Sibum yang ikut memberikan dukungan padanya. Yunho menatap Hyunjoong kembali setelah mengetahui bahwa mereka semua setuju akhirnya Yunho pun memberikan anggukan pada Hyunjoong.
" Joohhnhhgiehh, kauhh akanhh mehnerimahh Yunhhohh ? ( Joongie, kau akan menerima Yunho ? ) " tanya Hyunjoong dengan harap cemas.
Jaejoong menatap kedua bola mata Yunho, mencari kesungguhan di sana, ' ternyata memang benar apa yang dikatakan Hyunjoong ada cinta untuknya ' batin Jaejoong. Dia bingung apa harus menerima atau tidak ? Dia masih mencintai Hyunjoong dan tidak yakin hatinya akan menerima Yunho dalam waktu dekat ini, bagaimana jika dirinya akan menyakiti Yunho yang begitu baik ? Dia benci hal yang merumitkan begini tapi dia harus menjawab karena seluruh pasang mata menanti jawabannya dan ini permintaan terakhir Hyunjoong. Mungkin dia tidak boleh egois karena Hyunjoonglah yang mempercayakan Yunho menggantikannya berarti dia yakin aku akan bahagia dengan Yunho hyung. Jaejoong menutup kedua matanya sesaat lalu membukanya dan dengan yakin dia menjawab " aku bersedia "
" Gomhhahhwoyohh Joohhnghhiehh, gomhhahwoyohh Yunhhohh " ujar Hyunjoong dan menautkan kedua tangan Yunjae.
" Joohhnghhiehhh, hhh mehnhhikahhlahh denhhganhhh Yunhhohhh, behhlahjarhhlahh menhhcintaihhnyahh hhh ( Joongie, menikahlah dengan Yunho, belajar;ah mencintainya ) " harap Hyunjoong dan Jaejoong hanya mengangguk saja.
" Ahkuhh merehshhtuihh kahliahhnhh mehhnihkahh ( aku merestui kalian menikah ) " ujar Hyunjoong.
" Jahgahh uri aehhgyahh, sehkarahnghh kauhhlahh appanyahh Yunhhohh ( jagalah uri aegya, sekarang kaulah appanya Yunho ) " kata Hyunjoong. Hyunjoong menatap kedua orang tuanya, seakan mengerti maksud tatapan itu Mr. dan Mrs. Kim mendekati Hyunjoong sambil menahan tangis mereka.
" Ummahh, appahh, mianhhaehh akuhh takhh bisahh menjahgahh kahlianhh lagihh, saranghaehh ( umma, appa, mianhae aku tak bisa menjaga kalian lagi, saranghae ) " ujar Hyunjoong dan berusaha memeluk kedua orang tuanya.
" Nado saranghae Hyunnie-ah " jawab Mr. dan Mrs. Kim bersamaan.
" Reshhtuihh merehkahh ! " harap Hyunjoong pada kedua orang tuanya.
" Tentu Hyunie-ah...hiks...hiks " jawab Mrs. Kim dan air mata pun jatuh membasahi wajahnya.
" Jahnganhh menhnangishh ummahh, akuhh bahagiahh sekahhhranghh ( jangan menangis umma, aku bahagia sekarang )" kata Hyunjoong sambil menghapus air mata Mrs. Kim lalu sepasang bola matanya yang hampir menutup menatap Mr. dan Mrs. Jung dan mereka pun mendekati Hyunjoong.
" Ahjuhhmmahh, ahjusihh, sekahhrangghh takhh perluhh khawahhtir lagihh Yunhohh jadihh pakhh tuahh takhh lakuhh, sudahh adahh Joohhngiehh disamhhpinghhnyahh, kahlianhh merestuihh merehhkahh ? ( ahjumma, ahjussi, sekarang tak perlu khawatir lagi Yunho jadi pak tua tak laku, sudah ada Joongie disampingnya, kalian merestui mereka ? )" ujar Hyunjoong dan mendapatkan senyum manis dari kedua pasang Jung senior sedangkan Yunho yang mendengarnya hanya mendelikkan kedua mata musangnya pada Hyunjoong dan ditanggapi dengan kekehan kecil dari Hyunjoong.
" Kami tentu saja merestui mereka, gomawoyo Hyunnie-ah, kau mempercayakan Yunho menjadi suami dan appa dari anak kalian " kata Mrs. Jung penuh rasa terima kasih.
" Chunhhniehh, Wonniehh, Sui hh, Bummiehh, hiduphh bahagiahhlahh, mianhae kalauhh akuhh adahh salahh ( Chunnie, Wonnie, Sui, Bummie, hiduplah bahagia, mianhae kalau aku ada salah ) " ujar Hyunjoong dan mereka memberikan pelukan hangat pada Hyunjoong.
" Akuhh merehstuihh uri aehhgyahh menhhjahdihh calonhh penghhantinhh aehgyahh kahliann suahhtuhh saathh nanhhtihh ( aku merestui uri aegya menjadi calon pengantin aegya kalian suatu saat nanti ) " kata Hyunjoong pada Yoosu dan mereka pun tersenyum.
" Jagahhlahh perhhsahhabahhtanhh kihhtahh sehlamanyahhh hhh, sa hhh ra hhh hhh nghhhh hhh hahhh eehhhh hhh ( Jagalah persahabatan kita selamanya, saranghae )" ucap Hyunjoong dan tatapannya beralih pada Jaejoong. Seakan mengerti dari tatapan Hyunjoong, Jaejoong mendekatkan wajahnya pada Hyunjoong hingga jarak mereka semakin menipis, saling merasakan hangatnya nafas mereka, hanya saja deru nafas Hyunjoong mulai tersenggal – senggal. Mungkin ini akan jadi ciuman terakhir HyunJae.
CUP
" Mmmhhmmhh ngghhh mmhh hhh " erang Jaejoong disela ciuman penuh cinta dengan Hyunjoong walau terasa dingin dan asin karena air mata mereka yang tak dapat dibendung lagi, Hyunjoong berusaha mengambil alih permainan lidahnya di rongga mulut Jaejoong sedangkan kedua tangan Hyunjoong memegang wajah Jaejoong, mereka saling bertarung berusaha mendomisili ciuman itu. Seluruh pasang mata menyaksikan adegan perpisahan yang menyayat hati mereka, ciuman terus berlangsung beberapa menit hingga Jaejoong menyadari lidah dan pergerakan bibir Hyunjoong semakin melemah, tak berapa lama pegangan di wajahnya meregang dan deru nafas Hyunjoong terputus – putus.
Seketika terdengar bisikan lirih dalam ciuman mereka " saranghhhhaehh ( saranghae )" dan terdengar suara nyaring dari alat pendeteksi jantung di ruangan itu menandakan kehidupan Hyunjoong telah berakhir meninggalkan keluarga dan sahabatnya dengan sebuah senyuman indah di wajah pucatnya.
TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT
" Hyunnieeeeeeeeeeeeee, ironaaaaaaa hiks...hiks...irona...sarangahae, jangan tinggalkan aku...hiks...hiks... " histeris Jaejoong saat menyadari Hyunjoong telah tiada, telah pergi meninggalkannya dan calon aegyanya. Jaejoong terus menggoyangkan tubuh Hyunjoong yang tak bernyawa lagi berharap dia akan terbangun dari tidurnya. Yunho yang tak tahan melihat Jaejoong menangis langsung memeluknya erat memberikan kekuatan untuk bertahan.
" Sshh, jangan menangisi Hyun, dia pasti sedih melihat namja yang dicintainya terlihat lemah, dia pasti merasa bersalah karena istri yang sangat dicintainya tidak bahagia " ucap Yunho lirih. Yunho pun sedang berusaha menahan tangisnya yang sudah mulai menganak sungai di pelupuk matanya.
' Hyun, aku janji akan menjaga Boo sepenuh hatiku hingga maut memisahkan kami ' batin Yunho.
" Yobo, jangan ditangisi lagi kepergian Hyunnie, ini yang terbaik baginya daripada hidup menderita terus dengan penyakit yang dideritanya selama ini " bujuk Mr. Kim menenangkan Mrs. Kim yang tak kuasa melihat kepergian putra kesayangannya.
HIKSHIKSHIKS
HIKSHIKSHIKS
HIKSHIKSHIKS
Ruangan rawat Hyunjoong berubah menjadi lautan air mata karena mereka tak sanggup harus kehilangan anak, suami dan sahabat yang selalu bersikap hangat pada siapapun.
...SKIP TIME...
Sudah seminggu Hyunjoong pergi meninggalkan dunia ini, sudah seminggu pula Jaejoong masih menutup diri dengan kehidupan nyatanya, dirinya seolah – olah seperti mayat hidup. Sejak kematian Hyunjoong seminggu lalu, Jaejoong tidak ingin bicara dengan siapapun, tidak ingin bersosialisasi, tidak ingin pergi ke sekolah, tidak mau makan jika tak dipaksa, tidak pernah tersenyum tulus bahkan terus bersikap acuh tak acuh pada Yunho yang berusaha untuk menunjukkan rasa cintanya pada Jaejoong. Tapi Yunho bukan namja lemah dan mudah menyerah, dia namja yang sangat kuat, dia akan berusaha mendapatkan hati Boo nya. Yunho yakin sekali suatu saat nanti Boo nya pasti akan menerima cintanya.
' Semangat Yunho ! ' seru Yunho girang dalam hatinya walau tak tampak di wajah tampannya.
Setiap hari Yunho selalu menyempatkan dirinya menemui Jaejoong untuk memastikan Jaejoong baik – baik saja. Kedua orang tua Hyunjoong sudah berangkat kerja ke supermarket milik mereka dan membiarkan Yunjae untuk saling mengenal satu sama lain. Suasana rumah begitu sunyi saat Yunho baru memasuki ruang tamu rumah Jaejoong. Yunho terus berjalan dengan gagah dan seulas senyum menawan terpatri di wajah tampannya menuju kamar Jaejoong yang dulunya adalah kamar milik Hyunjae di lantai 2. Yunho menaiki anak tangga satu per satu, tangan kanan Yunho memegang boneka beruang putih dengan ukuran sangat besar. Tapi kesunyian yang beberapa menit lalu berubah dengan sebuah lengkingan yang bisa merusak pendengaran manusia normal.
" Yunho hyuuuuuuuuuuuuung " teriak seorang namja dengan high pitchnya yang mirip lumba – lumba dari pintu masuk rumah keluarga Jaejoong saat melihat Yunho yang menaiki tangga menuju kamar Jaejoong.
" Uhh, Yakh Sui-ah ! kau ingin membunuhku dengan suara anehmu itu hah ! " kesal Yunho dan menatap Junsu dengan tajam karena membuatnya kaget dan hampir tuli mendadak.
" Eukyang eukyang eukyang...aku hanya ingin menyemangatimu hyung...eukyang eukyang " ujar Junsu dengan terus tertawa anehnya. Dibelakang Junsu berdiri Yoochun dan pasangan Sibum yang hanya tertawa kecil melihat raut wajah Yunho yang kesal dengan ulah Junsu.
" Aish, dasar lumba – lumba, kau hampir membuatku tuli muda " gumam Yunho dan terus menuju kamar Jaejoong tanpa memperdulikan keempat namja yang mengganggunya. Pasangan Yoosu dan Sibum memilih menghabiskan waktu mereka di beranda belakang yang luas. Yoochun dan Siwon menyibukkan diri dengan percakapan seputar bisnis sambil memperhatikan Junsu yang asik bermain sepak bola di halaman belakang sedangkan Kibum memilih bermain game dengan PSP kesayangannya tapi beberapa menit kemudian Junsu yang merasa bosan bermain bola memutuskan ingin melihat Yunjae berinterkasi dan ketiga namja yang lain pun mengikutinya.
TOK TOK TOK
" Boo, boleh aku masuk ? " tanya Yunho di depan pintu kamar Jaejoong yang tertutup. Tak ada jawaban seperti biasanya.
TOK TOK TOK
Yunho tidak menyerah, dia terus berusaha mengetuk pintu Jaejoong dan dengan sabar menunggu pemilik kamar ini akan membuka pintu kamar untuknya.
' Sebaiknya aku masuk saja ' ujar Yunho dalam hati.
CKLEK
" Boo, kau sedang apa ? " tanya Yunho saat kepalanya menyembul dari celah pintu kamar yang sedikit di buka, tampak Jaejoong sedang memandang langit biru dari beranda kamarnya. Jaejoong menyadari kedatangan Yunho hanya saja dia tak mengacuhkan kedatangannya. Yunho berjalan pelan mendekati Jaejoong dan menyembunyikan hadiah yang dibawanya tadi di belakang tubuh besarnya.
" Boo, kau sedang apa ? " ujar Yunho riang.
" ... "
" Boo, lihat apa yang Yunnie bawa ? ".
" ... "
" Ayo tebak, Boo "
" ... "
" Kau pasti suka hadiah yang ku bawa ini ".
"..."
" Benda yang lucu dan imut "
" ... "
" Hmm, aku kasih petunjuknya ya "
" ... "
" Dia mirip dengan hewan yang kau sukai, punya badan yang besar, gemuk dan memilik- " kata Yunho terpotong dengan bentakan Jaejoong.
" Berisik " bentak Jaejoong dan membalikkan tubuhnya menghadap Yunho.
" Kau brengsek, mau apalagi datang ke rumahku hah ! " ucap Jaejoong tajam dan membungkam Yunho yang hendak bicara. Yunho hanya diam, menunggu Jaejoong berhenti memakinya.
' Boo, betapa kau membenciku ' batin Yunho lirih. Kedua bola mata musang Yunho menatap Jaejoong pilu.
" Kau adalah manusia yang menjijikkan dan sangat menyebalkan yang pernah ku temui " kecam Jaejoong.
" Dengar ya Tuan Jung Yunho terhormat dan sangat tidak tahu malu, aku takkan pernah mencintaimu sampai kapan pun " ujar Jaejoong dengan tatapan penuh kebencian pada Yunho.
" ... "
" Aku tak sudi menikah denganmu " lanjut Jaejoong.
" ... " Yunho masih diam, kedua kakinya terasa lemah seolah merasakan kelumpuhan saat kata – kata kasar terucap lagi dari bibir indah Jaejoong.
" Aku lebih baik mati daripada hidup bersama orang bermuka tembok sepertimu, sampai kapanpun aku takkan membuka hatiku untukmu ".
' Tuhan kuatkan aku ' batin Yunho.
" Aku takkan pernah jatuh cinta kepadamu meskipun kau mengemis dan menangis darah sekalipun, pergi kau dari hadapanku dan jangan pernah menampakkan dirimu dihadapanku lagi " bentak Jaejoong.
" Kau senang Hyunnieku meninggal kan ? jangan harap kau bisa memilikiku dan jangan pernah memanggilku dengan panggilanmu yang menjijikkan itu karena aku bukan milikmu, arra ! " kecam Jaejoong.
" Aku hanya ingin Hyunnieku kembali bukan dirimu. Lebih baik kau pergi dari hadapanku untuk selamanya, cih ! "
Yunho tertegun dengan ucapan Jaejoong kali ini walau sudah sering diperlakukan acuh tak acuh, Jaejoong sama sekali tak pernah memakinya tapi kali ini Jaejoong berkata sangat kasar dan semua kejadian di kamar Jaejoong tidak luput dari pengamatan pasangan Yoosu dan Sibum yang tiba – tiba mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.
DEG
" Boo " panggil Yunho lirih, jantungnya berdetak hebat karena tak sanggup mendengar cacian dari namja yang dicintainya, kedua bola musangnya yang tajam meredup dan Jaejoong menyadari tatapan itu tapi dia seolah tak mau tahu.
" Namaku Jaejoong dan aku bukan Boo, arra ! " ujar Jaejoong marah tanpa melihat mata musang milik Yunho.
DEG
" ... "
" ... "
Suasana menjadi hening, tak ada yang berniat melanjutkan pembicaraan lagi, Jaejoong yang marah sudah kehabisan kata untuk memaki dan mengusir Yunho yang keras kepala dari hadapannya, sedangkan Yunho tak sanggup berkata apapun karena dia tak ingin melihat Jaejoong semakin membenci keberadaannya.
' Tuhan, apa dosaku ? Jaejoong berpikir aku menginginkan Hyunjoong sahabatku mati untuk mendapatkannya ? ' ungkap Yunho lirih dalam hati. Yunho masih dengan pemikirannya hingga sebuah suara lirih yang sangat dikenal Yunho menyadarkan dari keterdiamannya.
" Pasti kau sangat senang dengan kematian Hyunnie " kata Jaejoong lemah.
" ... " otak Yunho mulai mencerna perkataan Jaejoong.
' Aku menginginkan Hyunjoong mati ? oh, yang benar saja, demi Tuhan pencipta wajah tampanku ini tak sedetikpun aku memikirkan hal itu, ck ' batin Yunho.
" Kenapa kau diam hah ? " tanya Jaejoong.
" Apa yang harus aku katakan, Boo...hm maksudku Jaejoong ? " balas Yunho bingung.
" Jangan pura – pura bodoh " kata Jaejoong sarkatis.
" Well, ... menurutmu diriku mungkin seorang pendosa, tanpa rasa malu berani mencium dan meraba tubuhmu di keramaian, kemudian aku pergi meninggalkanmu tanpa meminta maaf hingga rasa bersalah terus menghantuiku " kata Yunho penuh dengan penyesalan.
" Aku terus memikirkanmu setiap hari seperti orang gila hingga suatu rasa tumbuh dan menghangat di hatiku, saat aku sadari ternyata rasa ini namanya cinta tapi cintaku kepadamu tumbuh saat pertama kali aku menyentuhmu. Ya, aku akui aku jatuh cinta padamu dan membuatku terus mencarimu hingga hari itu, saat Hyunjoong memperkenalkanmu sebagai istrinya " lanjut Yunho dengan memandang Jaejoong penuh arti.
" Kau tahu hatiku hancur berkeping – keping saat menyadari kekalahanku untuk mendapatkanmu hingga terbesit pikiran kotor merebutmu dari Hyunjoong tapi hatiku menolak karena bagiku Hyunjoong sosok saudara dan sahabat yang sangat aku sayangi setelah kedua orang tuaku " kata Yunho lirih dan membungkam mulut Jaejoong yang hendak berkata.
" Dulu Hyunjoong selalu menolak memperkenalkan kekasihnya pada kami karena dia takut aku akan merebutmu tapi Hyunjoong salah seharusnya dia tak perlu takut aku akan merebutmu dari sisinya karena kau kekasih yang setia dan aku bukan sahabat yang menusuk saudaranya dari belakang " sambung Yunho.
HENING
" Huft, Joongie ? bolehkah aku memanggilmu Joongie ? " tanya Yunho.
" ... "
" Diam artinya ya " tukas Yunho.
" Joongie, ... aku sangat mencintaimu melebihi jiwa dan ragaku, aku tak peduli apapun yang kau pikirkan tentang diriku, aku terima semua tuduhanmu tapi kau harus tahu aku mencintaimu tanpa berharap kau membalasnya, bukan hanya karena janji pada Hyunjoong saja tapi aku sangat mencintaimu dengan tulus " lanjut Yunho dengan tatapan teduh pada Jaejoong.
" Hyunjoong adalah cinta pertamamu dan mungkin menjadi cinta terakhir bagimu, aku tahu kau takkan pernah menerimaku sebagai calon pendampingmu kelak tapi kau harus tahu calon aegyamu juga membutuhkan sosok appa di sisinya, jangan egois Joongie karena kebencianmu padaku, kau menyakiti aegya yang tak bersalah, aku takkan memintamu menggantikan posisi Hyunjoong di hatimu, takkan pernah ! " kata Yunho datar.
" ... "
" ... "
HENING
" Joongie, jangan buat Hyunjoong sedih dan merasa bersalah karena pergi meninggalkanmu, dia memang telah pergi tapi jiwanya ada di sini " kata Yunho dengan menunjuk jantung Jaejoong dengan jari telunjuknya.
" Joongie, maafkan segala kesalahanku dan keberadaanku yang terus mengusikmu selama ini, satu hal yang harus kau ingat selamanya seorang Jung Yunho sangat mencintai Kim Jaejoong walau seberapa bencinya dirimu padaku aku tak peduli dan aku takkan pernah menampakkan diriku dihadapanmu lagi " lirih Yunho dan memberikan senyuman tipis kepada Jaejoong.
GREP
Tiba – tiba Yunho memeluk erat Jaejoong dan mencium aroma vanila dari tubuh Jaejoong yang sangat disukai Yunho. ' Aku mungkin takkan menampakkan diriku dihadapanmu tapi aku akan terus menjagamu dari kejauhan hingga kau akan menerimaku seutuhnya ' batin Yunho. Jaejoong yang menerima pelukan dadakan tanpa sadar membalas pelukan Yunho dan mencium aroma mint maskulin milik Yunho.
' Hikshiks ' Jaejoong menangis dalam hati.
" Saranghae, Joongie " bisik Yunho tepat di telinga Jaejoong dan memberikan sensasi aneh dalam hati Jaejoong, jantungnya berdetak terlalu cepat dan aliran darah mengalir ke wajahnya menimbulkan rona merah yang kontras dengan kulit putih susunya.
' Rasa ini seperti pertama kali aku jatuh cinta pada Hyunnie, mungkinkah ? andwe " kata hati Jaejoong menolak mengakui getaran cinta yang tiba – tiba muncul saat Yunho memeluknya. Yunho melepas pelukannya dan mencium Jaejoong tepat dibibir cherrynya walau hanya sekedar menempelkan saja.
CUP
" Gomawo Joongie, jaga dirimu dan ini hadiah untukmu, aku harap kau menyukainya. Bye " ujar Yunho seraya memberikan hadiah yang terus dipegangnya dan berlalu pergi meninggalkan kamar Jaejoong.
BLAM
BRUGH
Yunho menutup pintu kamar Jaejoong dan tubuhnya merosot ke lantai, menangis dalam diam sambil memukul dada kirinya yang terasa nyeri. " Appo, Joongie " bisiknya.
HIKSHIKSHIKSHIKS
Setelah pintu kamar Jaejoong tertutup, tanpa diketahui Yunho, Jaejoong merasakan bobot tubuhnya melemah dan dia pun terjatuh ke lantai. Air matanya mengalir dan merasakan sakit di hatinya. ' Tuhan, mengapa sakit sekali melihat Yunho pergi meninggalkanku ? ' tanya Jaejoong dalam hati dan meremas dada kirinya.
" Dasar Joongie pabo " gumam Yoochun pelan dan hanya didengar oleh Junsu dan pasangan Sibum. Jiwa playboy Yoochun dapat merasakan jika sebenarnya Jaejoong mulai mencintai Yunho hanya saja Jaejoong belum ingin mengakuinya. Saat Yunho melangkah meninggalkan kamar Jaejoong Yoosu dan Sibum mendadak bersembunyi dibalik dinding sebelah kamar Jaejoong, mereka takut ketahuan Yunjae dan disangka menguping pembicaraan orang.
.
.
.
Kim's Minimarket
Sementara itu, enam namja tak dikenal menghancurkan minimarket milik Mr. dan Mrs. Kim kembali karena pasangan suami istri Kim ini tidak menghiraukan ancaman yang diberikan oleh ke enam namja tak dikenal ini seminggu yang lalu. Batas waktu untuk berpikir telah lewat dan aksi terakhir mereka sebelum rencana selanjutnya adalah memberikan shock terapi dengan menghancurkan usaha dan memberikan pelajaran pada mereka lagi. Untung saja, minimarket ini belum di buka karena Mr. dan Mrs. Kim diserang mendadak oleh keenam namja tak dikenal saat baru datang di depan pintu minimarket.
PRANG
BRUGH
PRANG
PRANG
PRANG
" Aku telah memperingati kalian sebelumnya, serahkan Jaejoong atau kalian takkan lepas dari teror kami " ujar namja berbadan besar dengan dengan sayatan di pipinya.
" Kalian menganggap enteng ancaman kami hah ! " lanjut namja itu.
" Ouch, aku dengar putra kesayangan kalian telah meninggal seminggu yang lalu...hahahahahaha...Tuhan memang adil dengan mengambil nyawa putramu, mempermudah tuan muda kami memiliki Jaejoong...hahahahaha " ujar namja berbadan sedang dengan tindik di kedua alis matanya.
" Jangan bermimpi, kami takkan menyerahkan begitu saja. Lagipula Joongie sudah ada calon pendamping yang akan melindunginya " bentak Mr. Kim dengan kedua tangan yang masih dicekal ke belakang tubuhnya oleh namja berbadan pendek di antara 6 namja pengganggu itu.
" Cih, berani sekali membentakku, rasakan ini BRUGH " marah namja berbadan sedang dengan tindik di kedua alisnya dan memukul perut Mr. Kim.
" Kalian sungguh jahanam " maki Mrs. Kim dan mendapat tamparan di kedua pipinya.
PLAK
PLAK
" Jangan sentuh istriku, pergi kalian ! " berang Mr. Kim melihat istri tercintanya ikut dianiaya. Tiba – tiba terdengar bunyi nada dering dari namja berbadan besar dengan sayatan di pipinya.
BIP BIP BIP
" Yoboseyo, bos "
" Segera temui aku, tuan muda akan menjalankan rencana berikutnya "
" Baiklah "
PLIK
Setelah sambungan terputus, namja berbadan besar dengan sayatan di pipinya menyuruh teman – temannya meninggalkan minimarket Kim.
" Biarkan mereka, tuan muda punya rencana baru " ajak namja berbadan besar dengan sayatan di pipinya pada teman – temannya.
PRANG
BLAM
Terdengar suara pintu dibanting sebagai tanda kekenam namja tak dikenal itu telah pergi.
" Yobo, gwencanayo ? " tanya Mrs. Kim pada suami tercintanya.
" Gwencana " jawab Mr. Kim sambil memegang perutnya yang sakit.
" Ssshhh aww sshh " ringis Mr. Kim saat berusaha berdiri.
" Aku khawatir dengan keadaan Joongie " ujar Mrs. Kim.
" Aku juga, saat ini ssshhh kita banyak berharap ssshhhh Yunho bisa hhh menaklukkan kekerasan hhh hati Joongie ssshhh " kata Mr. Kim dengan menahan sakit yang mulai merambat di sekujur tubuhnya.
" Sebaiknya kau istirahat dulu chagiya " suruh Mrs. Kim.
" Joongie jangan sampai tahu masalah ini sshhh " kata Mr. Kim sambil berjalan menuju kamar istirahat yang tersedia di minimarket sedangkan Mrs. Kim mengunci minimarket dari dalam.
' Untung saja jendela – jendela minimarket ini belum di buka dan dindingnya kedap suara jadi tak ada yang melihat kejadian ini ' batin Mrs. Kim.
.
.
.
Noh Mansion
Di sebuah mansion yang megah milik keluarga Noh, seorang yoja cantik masih mengurung diri dalam kamarnya. Ditangannya memegang bingkai foto wajah namja yang sangat dicintainya walaupun namja itu takkan pernah menerima cintanya. Beberapa kenangan berputar bagai rol film dalam ingatannya, masa mereka hanya sebagai teman, saat yoja cantik ini harus patah hati setelah mengungkapkan perasaannya karena berulang kali ditolak oleh namja yang dicintainya, ketika dia memutuskan meninggalkan Seoul untuk menata hatinya dan saat dia bertekad kembali ke Seoul untuk merebut namja itu dengan cara apapun tapi Tuhan berkehendak lain dengan merengkuh nyawanya. Sudah seminggu lamanya, yoja cantik yang bernama Noh Sunny mendekam dalam kamar, menagisi kepergian sang ' kekasih ' hatinya, setidaknya menurut Sunny selama ini.
" Kau telah pergi Hyunnie meninggalkanku yang belum sempat menjadikanmu milikku " kata Sunny lirih sambil mengelus foto namja yang dicintainya.
" Ini semua gara – gara namja brengsek itu, dasar namja sialan, pembawa sial " maki Sunny.
" Seandainya kau menerima cintaku, Hyunnie " kata Sunny lirih dan sebuah ketukan di pintu menyadarkannya dari lamunan.
TOK TOK TOK
CKLEK
" Huft, aku tak tahu seorang Noh akan terlihat lemah hanya kepergian namja yang jelas – jelas tak mencintainya " sindir sebuah suara berat yang cukup dikenal oleh Sunny, Noh Min Woo kakak sepupu tersayangnya.
" Bukan urusanmu " ujar Sunny kesal.
" Well, kau adalah adikku, apapun hal yang menyangkut dirimu adalah urusanku "
" ... "
" Dia telah pergi untuk selamanya "
" Ck, oppa pasti senang tak ada lagi saingan untuk mendapatkan namja sialan itu ! semenarik apa sih namja hina itu hingga oppa dan Hyunnie mencintainya ? menurutku hanya seorang namja rendahan dan yatim piatu "
" Jaga bicaramu Noh Sunny ! jujur aku bahagia dengan kematian Hyunjoong "
" Ck "
" Joongie bukan namja pembawa sial, arra ! "
" ... "
" Sunny, kau cantik pasti bisa mendapatkan namja lain yang lebih pantas "
" Aku hanya ingin Hyunjoong "
" Ck, ya sudah bunuh diri saja sana, gampangkan ? " ujar Minwoo datar dan berjalan meninggalkan kamar Sunny.
" Brengsek " teriak Sunny dari kamarnya dan melempar vas bunga yang ada di samping tempat tidurnya ke arah pintu yang baru saja di tutup oleh Minwoo.
PRANG
Minwoo yang mendengar sesuatu yang hancur di kamar Sunny , lebih memilih pergi meninggalkan mansion menuju Secret Villa miliknya dengan seringai khas di bibirnya.
.
.
.
Secret Villa
" Baby, kau sudah datang ? " sapa Daesung pada Minwoo dengan mesra.
" Ck, jangan panggil aku baby ! " kesal Minwoo.
" Aish, hahaha " jawab Daesung dengan tawa hambarnya.
" Huft " Minwoo menghela nafas dan mendudukkan tubuhnya di atas sofa yang terletak di ruangan ini dan menyambar segelas wine yang telah disajikan dihadapannya, mengguncang pelan gelas wine itu dan meminumnya.
GLUP
GLUP
AHHHH
" Ck, besok kalian bawa Joongie ke hadapanku walaupun secara paksa, ingat jangan sakiti dia ! " perintah Minwoo.
" Aku akan mempersiapkan pernikahan kami, sekarang tidak ada lagi penghalangku untuk mendapatkannya, seandainya kedua orang tua itu menyerahkan Joongie saat appaku melamarnya 1 tahun lalu, pasti kekerasan ini tidak akan terjadi tapi hitung – hitung balas dendam pada Hyunjoong yang semena – mena padaku...hahahahaha " lanjut Minwoo yang di akhiri dengan tawa yang mengerikan.
FLASHBACK ON
Suatu pagi yang cerah setahun yang lalu di sebuah mansion yang megah milik keluarga Noh.
" Appa " panggil Minwoo pada Mr. Noh dengan manja.
" Ada apa Minnie-ah ? " sahut Mr. Noh.
" Appa, aku menyukai seseorang...lebih tepatnya sangat mencintainya " kata Minwoo pada Mr. Noh. Sebenarnya, Mr. Noh sudah mengetahui kelainan oriental seksual putra kesayangannya sejak dia duduk di SMP.
" Siapa gadis yang beruntung itu ? kalian bertemu dimana ? " tanya Mr. Noh pura – pura tidak mengetahui kelainan putranya.
" Mianhae, dia bukan seorang gadis tapi seorang namja, lebih tepatnya namja cantik yang sangat cantik dibanding yoja yang pernah kutemui " jujur Minwoo dan ditanggapi anggukan oleh Mr. Noh.
" Aku melihatnya bekerja di Jaejunki Bread and Cake's Cafe saat aku sedang menghabiskan waktu senggang di sore hari, sejak itu aku sering pergi ke sana ingin melihatnya walau hanya memesan segelas cappucino meskipun dia tidak pernah menyadari keberadaanku selama ini " jelas Minwoo
" Appa, jongmal mianhae " rengek Minwoo karena Mr. Noh hanya diam saja.
" Appa sudah tahu kalau kau seorang gay, Minnie. Apa kamu yakin dengan keputusanmu menjadi seorang gay ? "
" Ye "
" Siapa dia ? "
" Namanya Kim Jaejoong, keponakan Mr. Kim pemilik usaha jual mobil dan juga kekasih Hyunjoong, mantan teman SMPku dulu yang selalu menggangguku "
" Serahkan pada appa, akan aku buat Jaejoong menjadi milikmu "
" Jongmalyo ? "
" Hm"
" Kapan kita menemuinya appa ? "
" Sekarang "
" Apa tidak terlalu cepat ? "
" Kau mau menunggu berapa lama lagi ? setahun ? 2 tahun ? atau kau akan rela dia jadi milik kekasihnya ?"
" Andwe "
.
.
.
Akhirnya mereka tiba di depan kediaman keluarga Hyunjoong yang sederhana.
TOK TOK TOK
CKLEK
" Maaf, kalian siapa ? " tanya Mrs. Kim.
" Aku Noh Min Jun, appanya Minwoo, mantan teman sekolah Hyunjoong waktu SMP "
" Oh, silahkan masuk. Maaf tapi Hyunjoong sedang tak di rumah, dia dan Joongie sedang kencan hari ini "
" Oh, tidak apa – apa, aku hanya ingin berbicara dengan anda, Mr. Kim " kata Mr. Noh.
" Silahkan duduk " ujar Mr. Kim mempersilahkan kedua Noh itu duduk di sofa sedangkan Mrs. Kim ke dapur untuk menyiapkan minuman untuk para tamu.
" Apa yang ingin anda bicarakan denganku ? " tanya Mr. Kim.
" Hm...aku ingin menanyakan apa kalian memiliki seorang putra bernama Jaejoong ? " tanya Mr. Noh.
" Ye, tapi lebih tepatnya keponakan kami, putra dari sahabatku. Jaejoong sudah kami anggap sebagai putra kami sejak kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan "
" Ada apa anda menanyakan Jaejoong ? "
" Aku ingin melamar Jaejoong menjadi pendamping hidup Minwoo, putraku "
" Mwo ? tapi Jaejoong sudah memiliki kekasih, namanya Hyunjoong, putra kami "
" Tapi mereka belum menikah artinya masih ada kesempatan putraku untuk melamar "
" Maaf, aku menolaknya karena Hyunjoong lebih pantas mendampingi Joongie "
" Anda meragukan putraku ? "
" Bukan begitu tapi Joongie tidak menyukai orang asing dan mereka saling mencintai "
" Mungkin saja Jaejoong terpaksa karena ingin balas budi kepada kalian yang telah mengasuhnya dan mungkin itu bukan cinta "
" Apa maksud anda ? "
" Mr. Kim pasti tau maksud saya "
" Hm, begini saja...anda butuh uang berapa untuk memberikan Jaejoong pada Minwoo ? 100 juta won ? 500 juta won ? atau anda ingin dalam bentuk anak perusahaan kami ? anggap sebagai bayaran hutang budi Jaejoong pada kalian "
BRAK
Mr. Kim yang merasa diremehkan oleh Mr. Noh memukul meja yang ada di depannya. Kedua Noh ini pun kaget dan hanya menatap datar Mr. Kim.
" Anda pikir kasih sayang kami pada Jaejoong sebatas materi yang anda tawarkan, kalau saya ingin menjual Jaejoong, sudah pasti saya takkan menjualnya pada anda lebih baik saya jual dengan pengusaha asing yang akan membayarnya dengan mata uang dolars "
" Cih, munafik "
" Jaejoong bukan barang dan dia sangat mencintai putra kami begitu juga dengan putra kami sangat mencintainya. Lebih baik kalian pergi dari rumah ini ! dan jangan menunjukkan wajah kalian dihadapanku dan seluruh keluargaku termasuk Joongie ! "
" Oke, kami pergi tapi kalian akan tahu akibatnya menolak tawaran kami "
Mr. Noh dan Minwoo akhirnya pergi dari rumah keluarga Hyunjoong dengan kesal dan sejak itu usaha jual mobil Mr. Kim bangkrut dari hari ke hari sedangkan Mr. Kim yang penuh harga diri menolak bantuan Mr. Jung dan Mr. Choi yang ditawarkan padanya, dengan modal seadanya dia mendirikan minimarket Kim hingga sekarang masih berlanjut.
FLASHBACK OFF
" Jangan khawatir bos, Jaejoong pasti menjadi milik anda "
Akhirnya pertemuan mereka berakhir, Minwoo memutuskan kembali ke mansionnya menemui sang adik yang di sayanginya.
.
.
.
Jung's Mansion
Seorang namja tampan termenung dalam kamar megahnya bernuansa coklat. Hatinya sakit melihat namja yang dicintainya menderita dengan kepergian orang yang paling dicintainya. Hari sudah mulai menjelang malam, suasana kamar namja itu tampak remang hanya bercahaya matahari senja. Pikirannya melayang pada kejadian saat pertama kali dia bertemu dengan namja cantik yang sangat dicintainya. Seandainya waktu bisa berputar ulang mungkin dia takkan memilih taman itu untuk menjernihkan pikirannya yang kacau.
" Yunnie, gwencanayo ? " suara lembut yang sangat dikenal menyapa telinganya, menyadarkannya dari lamunan, Mrs. Kim, sang umma tercinta.
" Hmm "
" Katakan pada umma, apa yang terjadi ? "
" Hah, tak ada umma "
" Jangan bohong padaku, Yunnie "
" Jaejoong sangat membenciku "
" Oh "
" ... "
" Bersabarlah Yunnie, mungkin dia belum bisa menerima kepergian Hyunjoong dan menggantikannya dengan keberadaanmu, ingatkan bahwa Jaejoong bukan orang yang mudah dekat dengan orang asing "
" ... "
" Jika umma jadi dirinya, pasti umma kan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Jaejoong. Cinta butuh pengorbanan Yunnie, kamu harus yakin suatu saat nanti Jaejoong pasti akan menatapmu dan dia akan mencintaimu "
" Ne, umma "
.
.
.
Kim's House
Jaejoong duduk termenung memandang hamparan bintang di langit melalui beranda kamarnya. Jaejoong terus merenung tentang segala hal yang menjadi beban pikiran sejak bertemu Yunho, mengenai nasib aegyanya, tentang keinginan Hyunjoong agar dia mencoba mencintai Yunho dan menikah dengannya, tentang hatinya yang bingung harus bersikap seperti apa terhadap Yunho, benarkah dia membenci namja tampan itu ?, benarkah tanpa disadari hatinya mulai menerima segala perhatian Yunho dan membalas mencintainya ? bagaimana sikap kedua orang tua Hyunjoong jika dia mengakui ingin mencintai Yunho ?. Jaejoong sungguh bingung dengan hatinya yang terlalu egois, disatu sisi keinginan menolak Yunho tapi disisi lain selalu ingin berada didekat namja yang perlahan - lahan mulai mengisi hatinya.
Suasana sepi dan udara dingin menusuk ke dalam kulitnya. Dulu, bila dia merasa sepi pasti Hyunjoong akan meramaikan suasana dengan candaan anehnya dan bila dia kedinginan pasti Hyunjoong akan menghangatkannya dalam pelukan tapi Hyunjoong telah pergi dari sisinya untuk selamanya meninggalkan dirinya, aegyanya, kedua orang tuanya dan juga sahabat – sahabatnya.
Jaejoong masih terlihat rapuh dengan kepergian suami yang dicintainya apalagi saat telinganya mendengar bisikan dari kerabat Hyunjoong yang memang tak pernah menyukainya di pemakaman Hyunjoong seminggu yang lalu, mereka mengatakan bahwa dirinya pembawa sial, dulu orang tuanya meninggal karena kecelakaan demi menyelamatkannya, tak ada satupun anggota keluarga dari orang tuanya bersedia untuk mengasuhnya dan sekarang suaminya telah tiada. Sebuah pemikiran muncul di otaknya ' apa benar aku memang pembawa sial ? '.
FLASHBACK ON
Area Pemakaman Umum
Suasana pagi ini tak seperti biasanya yang selalu penuh kebahagiaan melainkan terdengar isak tangis dan air mata atas kematian Hyunjoong. Keluarga, sahabat dan kerabat telah berada di area pemakaman untuk menghadiri acara pemakaman Hyunjoong. Jaejoong terus menangis semalaman hingga matanya tampak membengkak, dia berdiri disamping peti mati Hyunjoong sebelum peti itu dikuburkan, disampingnya berdiri beberapa kerabat Hyunjoong yang tak begitu menyukai Jaejoong sedang menatapnya tajam dan berbisik – bisik hal – hal buruk tentang dirinya sedangkan kedua orang tua Hyunjoong berada disamping peti mati Hyunjoong dari sisi yang berlawanan dengan Jaejoong. Seorang pastur berdiri di depan peti mati Hyunjoong menyampaikan salam perpisahan dan doa – doa untuk mengantarkannnya ke surga.
Jaejoong yang sedih dan terluka dengan kepergian Hyunjoong semakin terluka dengan bisikan – bisikan menyakitkan tentang dirinya dari beberapa kerabat Hyunjoong yang ada disampingnya.
" Ssstt, lihat tuh janda baru " kata seorang yoja paruh baya pertama.
" Dasar malang, sekali pembawa sial tetap pembawa sial " sambung yoja paruh baya pertama tadi.
" Dulu kedua orang tuanya meninggal demi menyelamatkannya " ujar yoja paruh baya kedua.
" Aku dengar keluarga appanya pernah membawa Jaejoong yang yatim - piatu pulang ke rumah mereka dengan keterpaksaan sih dan ternyata kesialan terus yang didapat keluarga itu mulai dari kebangkrutan usaha, pertengkaran – pertengkaran bahkan perubahan oriental sexual putra – putra mereka " sambung yoja paruh baya ketiga.
" Jangan – jangan dia pakai mistik hingga membuat semua namja bertekuk lutut " sindir Yoja paruh baya pertama.
" Suamiku dan kedua putraku hampir saja jadi korbannya " ujar yoja paruh baya kedua.
" Putriku ditolak Hyunjoong demi namja aneh ini dan sekarang putraku berubah menjadi seorang Jaejoongsexual " ujar yoja paruh baya pertama kesal.
" Usaha jual mobil keluarga Hyunjoong waktu itu bangkrut karena mereka menolak tawaran dari seseorang yang kaya raya yang menginginkan Jaejoong " kata yoja paruh baya ketiga.
" Dengar – dengar sih, Jaejoong ada affair tuh dengan sahabat Hyunjoong sekaligus bosnya Jung muda " ujar yoja paruh baya kedua.
" Penerus keluarga Jung jadi gay juga sekarang ? ckckck " tanya yoja paruh baya ketiga tidak percaya.
" Jangan – jangan Jaejoong hamil anak Jung itu " lanjut yoja paruh baya ketiga lagi.
" Cih, dasar pelacur, memalukan " timpal yoja paruh baya kedua.
" Kasihan aegyanya tidak jelas siapa appa kandungnya " ujar yoja paruh baya pertama.
" Hihihihihihi " tawa ketiga yoja paruh baya tukang gosip itu.
Jaejoong yang mendengar hinaan itu, hanya bisa menahan emosi dengan mengepal kedua tangannya dan menggigit bibirnya untuk meredam isak tangisnya, dia pasrah menjadi gunjingan kerabat Hyunjoong pada akhirnya.
FLASHBACK OFF
NYUT
Dadanya terasa sakit ketika mengingat gunjingan itu, betapa Tuhan membencinya hingga dia harus menerima penghinaan ini.
" Benarkah aku pembawa sial ... hikshiks ? " gumam Jaejoong diselingi isak tangis.
" Gara – gara aku umma dan appa meninggal, gara - gara aku juga mereka diusir oleh keluarga mereka, gara – gara aku putra - putra mereka menjadi gay, berarti gara – gara aku Hyunjoong menjadi gay dan meninggal, sakitnya Hyunjoong adalah karmaku ... hikshiks "
" Hyun, jika kau masih hidup pasti kau akan memelukku menyembuhkan luka di hati ini tapi kau telah pergi meninggalkanku dan calon aegya kita " kata Jaejoong lirih.
" Hyun, kau percaya padaku kan kalau aku akan selalu mencintaimu, aku tak pernah selingkuh di belakangmu dengan Yunho dan ini benar - benar anakmu, anak kita bukan anakku dengan Yunho seperti gunjingan mereka "
WUZZZ
Tiba – tiba angin berhembus kencang seakan menjawab apa yang ditanyakan Jaejoong pada langit dan seolah mengerti arti hembusan angin itu adalah jawaban dari Hyunjoong, Jaejoong pun membalasnya.
" Benarkah ? syukurlah kau percaya, aku khawatir kau akan membenciku ... " Jaejoong menghapus jejak airmatanya.
" Hyun, aku bingung dengan hatiku, aku yakin masih mencintaimu tapi entah mengapa setiap berada didekat Yunho, aku selalu merasa gugup, senang, takut sekaligus nyaman, rasa yang sama ketika berada didekatmu "
" Hyun egoiskah diriku terus menutup hatiku rapat – rapat dari perhatian dan cinta Yunho ? aku telah menyakiti hati Yunho dengan mencaci maki dirinya tadi pagi, aku melihat kedua bola matanya tampak sedih dan terluka tapi entah mengapa aku juga merasa terluka, merutuki kebodohanku bersikap kasar padanya dan ingin rasanya aku mengejar Yunho saat dia pergi meninggalkanku "
" Hyun, kau benar dengan ucapanmu mungkin aku belum menyadari perasaanku yang sesungguhnya pada Yunho, seiring waktu aku pasti jatuh cinta padanya dan seperti yang pernah kau katakan tanpa aku sadari aku sudah menyukai Yunho sejak kau memperkenalkannya padaku tapi aku tak tahu dan tak mau tahu "
" Aku akui sesuatu terjadi pada hatiku, keberadaan Yunho selama seminggu ini membuatku mulai menyadari perasaan dihatiku dan bolehkah aku mengakui kalau aku mencintainya ? "
" Inikah kutukan untukku karena terus mengingkari perasaanku selama ini hingga membuatku tak tenang "
" Tapi kata mereka aku pembawa sial, bagaimana jika kesialanku akan mengikuti kehidupannya dan aku akan kehilangan lagi "
" Andwe "
" Hahhhh " Jaejoong menghela nafasnya berat sepertinya satu kebahagiaan akan hilang darinya.
" Yunho " panggil Jaejoong lirih.
HENING
" Joongie, apa yang kau lakukan di luar sana ? " tanya Mrs. Kim yang masuk ke kamar Jaejoong tanpa disadari oleh Jaejoong.
" Umma "
" Ayo masuk, nanti kamu sakit " ajak Mrs. Kim.
" Hahhh, aku hanya memandang langit gelap penuh bintang saja, dulu Joongie sering melakukannya dengan Hyunnie "
" Jangan terus mengenang masa lalu, masa depanmu masih panjang "
" Mianhae, umma "
" Kau sudah makan malam ? "
" Sudah umma tadi "
" Huft, kau tak pintar berbohong Joongie "
" Joongie tidak lapar "
" Tapi kau butuh makan demi aegyamu "
" ... "
" Okay, umma takkan memaksamu tapi kau harus makan saat kau merasa lapar, jangan siksa tubuhmu "
" ... "
" Joongie, umma punya satu permintaan mungkin kau sudah tahu dan pasti bosan mendengarnya "
" ... "
" Umma tahu kau belum bisa melupakan Hyunnie, terima kasih atas cinta yang kau berikan tapi umma tak ingin kau terus terkukung dalam perasaan balas budi yang mengikatmu dengan kami, umma tahu kau menyukai Yunho tapi kau menolak untuk mengakuinya "
" Umma, mengapa bicara begitu ? "
" Joongie, umma sangat mengenalmu sejak kecil yang sulit akrab dengan orang asing, kau tumbuh bersama Hyunjoong, bagimu Hyunjoong adalah segalanya, hal itu yang membuatmu hanya memandang Hyunjoong " ujar Mrs. Kim.
" Saat Hyunjoong mengungkapkan perasaan cintanya padamu, mungkin kau tak punya pilihan lain untuk menolak karena kau tak mengenal namja lain yang menjadi curahan hatimu selain Hyunjoong, Hyunjoong dengan sikap dewasanya mampu berperan sebagai hyung, sahabat dan kekasih yang membuatmu nyaman dan kau percaya jika mencintai seseorang harus membuat kita merasa nyaman " sambung Mrs. Kim.
" ... , mianhae "
" Sudahlah, Hyunjoong adalah cinta pertamamu tapi dia bukanlah cinta terakhirmu dan cinta terakhirmu ada di depan matamu yang selalu kau tolak dan kau sakiti "
" ... "
" Umma dan appa sudah tua Joongie, tidak tahu kapan kami akan menyusul Hyunjoong , bagaimana kami bisa tenang meninggalkanmu suatu saat nanti tanpa seorang pelindung ? "
" Umma, bukankah menikah hanya sekali ? "
" Aniya, suamimu sudah meninggal, pikirkan masa depanmu dan nasib aegyamu "
" Umm, ... "
" Aish, jangan terlalu banyak berpikir cepat tua loh nanti " goda Mrs. Kim.
" Bolehkah aku mencintai Yunho seperti aku mencintai Hyunnie ? "
" Hahahahaha, tentu saja harus ! kami sangat merestui hubungan kalian "
" Tapi aku telah menyakiti hati Yunho " lirih Jaejoong dan menundukkan kepalanya.
" Temui Yunho dan minta maaf padanya "
" Aku takut umma, dia akan menolak permintaan maafku "
" Yunho pasti memaafkanmu karena dia sangat mencintaimu "
" Jongmalyo ? "
" Ye, cintailah Yunho dan menikahlah dengannya " jawab Mrs. Kim dengan senyuman yang sangat tulus terukir dibibirnya.
" Okay, besok pagi aku akan menemui Yunho " senang Jaejoong.
" Sudah malam Joongie, tidurlah "
" Selamat malam umma "
" Malam Joongie " Mrs. Kim berjalan keluar kamar Jaejoong setelah mengucapkan salam perpisahan.
" Hyunnie, besok aku akan menemui Yunho, aku akan minta maaf dan memberitahukan perasaanku padanya "
" Kau senang Hyunnie ! " semangat Jaejoong menunjuk ke satu bintang yang paling terang dan tersenyum tulus.
" Good Night, Hyunnie " kata Jaejoong memberi salam perpisahan pada sang bintang dan beranjak masuk ke kamar dengan senyum yang mengembang karena merasakan hembusan angin yang menyapa kulit tubuhnya.
WUZZZZ
' Hangat ' batin Jaejoong. Lalu menutup pintu kamar dan merebahkan tubuhnya yang terasa letih setelah seminggu ini mengalami insomnia.
" Yunho – ah, good night " akhirnya Jaejoong pun terlelap dan bermimpi indah, bahkan sangat indah.
Di tempat lain, tepat seorang namja tampan bermata musang bernama Yunho yang rebahan di atas ranjang empuknya di kamar mewah, senyum terlukis di wajah tampannya saat mengingat malaikat cantiknya " Good night, Boo " bisiknya dan mulai terlelap dengan mimpi yang juga sangan indah.
.
.
.
Keesokan pagi
Sinar matahari pagi masuk melalui celah – celah jendela mengusik tidur seorang namja cantik bernama Jaejoong dari alam mimpinya. " Enghh " lenguhnya.
" Sudah pagi ya " gumam Jaejoong lalu beranjak dari tempat tidur dan merapikan kamar tidurnya.
SREK
" Wah, indahnya pagi ini " kagum Jaejoong saat membuka tirai jendela kamarnya.
GREK
" Aaaggghhhh...hahahahahaha " teriak kebahagiaan diselilingi tawa renyah Jaejoong setelah membuka pintu kamar yang menghubungkan kamarnya dengan beranda. Wajahnya terlihat berbinar – binar menyambut pagi hari ini.
" Mulai hari ini aku harus minta maaf pada Yunho hyung " kata Jaejoong dan beranjak menuju kamar mandi untuk segera mandi agar tampak segar dihadapan Yunho.
Setengah jam kemudian, Jaejoong sudah siap mandi dan berpakaian rapi. Jaejoong memakai kemeja panjang begaris dengan dua kancing terbuka di bawah kerah, lengan kemeja yang di gulung hingga setengah bawah siku dan celana jins panjang berwarna biru pucat. Rambut almond sebahunya dibuat acak – acakan, kacamata coklat bertengger di hidung mancungnya. Kalung dengan bandul berupa cincin nikahnya dengan Hyunjoong melilit di leher jenjangnya. Gelang anyaman berwarna hitam menghiasi pergelangan tangan kanannya dan jam rolex melingkar di pergelangan tangan kirinya. Sepatu skets berwarna biru laut pada kedua kakinya. Jaejoong melangkah dengan pasti menuju ruang makan dimana Mr. dan Mrs. Kim sedang menunggunya untuk sarapan pagi di ruang makan.
" Wow, Joongie kau terlihat cantik dengan penampilan seperti itu, pasti Yunho makin cinta " goda Mrs. Kim.
" Uh, umma. Joongie tampan bukan cantik " sebal Jaejoong sambil mengerucutkan bibir merahnya karena dibilang cantik.
" Makin cantik deh kalau bibirnya dimonyongin gitu hehehehe " timpal Mr. Kim diselingi tawanya.
" Appa ! " kesal Jaejoong dengan menghentakkan kakinya lalu duduk di kursi tepat berhadapan dengan Mrs. Kim.
" Kajja, kita makan sekarang " ajak Mr. Kim.
" Mari makan " seru mereka.
.
.
.
" Joongie, kau sudah siap ? " tanya Mrs. Kim.
" Ne " jawab Jaejoong. Saat ini mereka bertiga sedang dalam perjalanan menuju rumah Yunho. Jaejoong tampak gugup.
" Rileks saja, Joongie " nasihat Mr. Kim. Selang beberapa menit, mobil yang mereka tumpangi memasuki area mansion Jung setelah mendapatkan izin dari satpam di pos depan.
" Joongie, sudah sampai. Sana turun , mian kami tak bisa menemanimu bertemu Yunho. Kami harus bekerja " ujar Mr. Kim dan mendapat anggukan dari Jaejoong. Jaejoong melangkahkan kakinya menuju pintu depan setelah menatap kepergian mobil yang ditumpangi oleh Mr. dan Mrs. Kim.
DUG DUG DUG
Pintu depan di ketuk dengan pengetuk yang ada di pintu itu. Beberapa menit kemudian, pintu terbuka yang di sambut oleh seorang maid paruh baya.
" Anyong, ahjumma. Yunho hyung ada di rumah ? " tanya Jaejoong sopan setelah menundukkan kepalanya sebagai salam.
" Nuguseyo ? "
" Namaku Jaejoong, Kim Jaejoong "
" Bibi Im, siapa tamu di depan ? " tanya sebuah suara yang sangat familiar di telinga Jaejoong, Mrs. Jung. Maid paruh baya yang dipanggil bibi Im masuk ke dalam mansion memberi tahu soal kedatangan tamu yang mencari tuan muda Yunho.
" Nyonya besar, ada seseorang mencari tuan muda Yunho, namanya Kim Jaejoong " lapor Bibi Im. Beberapa maid yang sedang bekerja menghentikan aktivitas mereka karena mendengar nama asing yang mencari tuan muda mereka dan sepertinya sosok itu adalah orang penting karena raut wajah nyonya besar berubah cerah secerah matahari.
" Jaejoong ? Jongmalyo ? " tanya Mrs. Jung senang dan merasa tak yakin jika Jaejoong calon menantunya akan datang ke mansion Jung.
" Ne "
" Suruh dia masuk saja "
" Ye " Bibi Im beranjak ke pintu depan menemui Jaejoong yang berdiri di depan pintu dan menyuruhnya masuk ke dalam mansion.
" Silahkan masuk " Jaejoong pun masuk ke dalam setelah mendapatkan izin masuk dan diikuti oleh Bibi Im. Beberapa maid yang berada di sana melihat aneh pada Jaejoong. Ada pandangan kagum dengan kecantikan wajah yang dimilikinya tapi ada juga yang tidak suka karena merasa tersaingi untuk mendapatkan perhatian tuan muda Jung mereka.
" Jaejoong, kemari sayang " panggil Mrs. Jung dengan melambaikan tangannya agar Jaejoong mendekatinya.
" Anyong, ahjumma " sapa Jaejoong dengan menbungkukkan tubuhnya 45 derajat.
" Sudah jangan seformal itu pada ahjumma, arra "
" Ye " jawab Jaejoong dan duduk di samping Mrs. Jung.
" Apa kabarmu, sayang ? "
" Baik "
" Kau terlihat kurusan "
" ... "
" Kau harus banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi demi calon aegyamu " ujar Mrs. Jung lembut dan membelai rambut almond Jaejoong penuh kasih sayang.
" Ne "
" Kamu pasti ingin bertemu Yunnie kan ? "
" Ne "
" Aduh, Joongie jangan kaku gitu ah, ahjumma jadi tak enak nih, padahal ahjumma ingin sekali menjadi akrab denganmu " ujar Mrs. Kim dengan memasang wajah sedih.
" Mianhae, Joongie hanya tidak terbiasa dengan orang asing "
" Hahahah, tapi kami bukan orang asing lagi "
" Mianhae "
" Hahahaha, sudah sana temui Yunho di kamarnya, kasihan dia hampir mirip mayat hidup, kerjaannya melamun saja sampai – sampai ahjussi yang harus mengurus pekerjaannya hari ini "
" Mianhae, ahjumma gara – gara Joongie, Yunho hyung jadi begini "
" Tidak Joongie, tak ada yang salah semua karena keadaan dan kau butuh waktu untuk menerimanya "
" Gomawoyo, ahjumma bisa mengerti "
" Sama – sama, kamar Yunho di lantai 2 setelah tangga belok ke kiri pintu pertama dari beranda depan "
" Gomawo, ahjumma "
" Mian, ahjumma masih ada urusan di dapur, kalau butuh bantuan panggil para maid aja ya " Mrs. Jung bangkit dari sofa.
" Okey "
" Kalian dengar ya, Joongie ini calon istri Yunho, jadi segala apa yang dibutuhkannya tolong layani dengan baik, jangan sampai Joongie tidak nyaman di sini, arra " perintah Mrs. Jung pada para maid yang berada di sana. Para maid terkejut dengan kabar yang disampaikan Mrs. Jung karena tuan muda mereka akan menikah dengan seorang namja.
" Mi... mianhae nyonya, tapi dia kan namja sama seperti tuan muda Yunho " tanya salah satu maid yang tidak suka dengan kabar yang baru disampaikan oleh Mrs. Jung.
" Tak masalah bagi kami, Yunho sangat mencintai Jaejoong jauh sebelum Hyunjoong menikahi Jaejoong "
" Ja ... jadi dia istrinya tuan muda Hyunjoong ? sungguh cantik " puji maid yang lain.
" Benar sekali, sebelum Hyunjoong pergi dia berpesan agar mereka menikah dan kami menyetujuinya " jelas Mrs. Jung mengenai status Jaejoong kepada para maid yang penasaran.
" Sudah kalian lanjutkan lagi pekerjaan kalian, jangan bergosip ria waktu bekerja " nasehat Mrs. Jung
" Joongie, ahjumma tinggal ke dapur ya " setelah Mrs. Jung pergi ke dapur, Jaejoong pun melangkahkan kakinya ke kamar Yunho sesuai dengan petunjuk dari Mrs. Jung tadi. Jaejoong tiba di depan pintu bercat coklat, kamar Yunho dan dia langsung mengetuk pintu itu tapi tak ada jawaban dari dalam.
TOK TOK TOK
" Yunho hyung "
TOK TOK TOK
" Hyung "
" Kok gak ada jawaban sih " Jaejoong mendekatkan telinganya di pintu menunggu sahutan dari dalam kamar.
TOK TOK TOK
" Hyung, aku masuk ya "
CKLEK
" What the hell ? " rutuk Jaejoong saat masuk ke kamar Yunho, tampak kamar Yunho porak - poranda bak di terjang angin topan. Pakaian, bantal sofa, bantal tidur, guling, buku – buku, kertas – kertas, hiasan - hiasan kamar dan sampah – sampah makanan tergeletak begitu saja di lantai bahkan sofa yang ada di ruangan itu pun terbalik.
" Ckckckck, inikah calon suamiku ? "
" Awas aja jika kebiasaan buruknya ini berlanjut sampai menikah, bakal takkan ku kasih jatah sebulan " gerutu Jaejoong.
BLUSH
" Eh, bicara apa aku ini " kaget Jaejoong dengan apa yang barusan dia katakan sehingga membuat wajahnya merona merah.
SREK
GREK
Sinar matahari menyeruak masuk ke kamar mewah milik namja tampan bermata musang yang hancur bak di terpa angin topan setelah Jaejoong menyibak tirai jendela dan membuka pintu geser kamar itu yang memisahkan kamar dengan beranda tapi tak mengusik tidur namja tampan itu. Jaejoong yang tidak menyukai suasana yang jorok akhirnya membersihkan kamar Yunho sebelum membangunkannya, dengan cekatan Jaejoong mengumpulkan pakaian yang kotor dan memasukkannya ke dalam keranjang penampung pakaian kotor, menyusun buku – buku yang tergeletak begitu saja ke raknya masing – masing, membuang kertas – kertas dan sampah makanan ke tempat sampah, sofa yang terbalik dikembalikan ke keadaan semula dan bantal sofa diletakkan kembali pada sofa, begitu juga bantal tidur dan guling diletakkan di atas ranjang, setengah jam kemudian acara bersih – bersihnya selesai.
" Akhirnya selesai juga merapikan kamar pemalas ini, ckck "
" Sekarang bangunkan si beruang hibernasi ini "
SREK
Jaejoong pun menyibak selimut yang menutup seluruh tubuh Yunho dan seketika wajahnya memerah dan kikikan meluncur dari mulutnya saat melihat gaya tidur Yunho yang menurut Jaejoong mirip ayam kalkun di panggang, bayangkan tidur Yunho dengan mulut menganga dengan kedua tangan telentang dan kedua kaki mengangkang, dan perlu diingat kalau Yunho tidur tanpa menggunakan piyama melainkan hanya celana boxer yang melekat di bagian bawah tubuhnya.
' OMG ' batin Jaejoong tak percaya.
" Yunho hyung bangun " Jaejoong berusaha membangunkan Yunho dengan menggoyangkan tubuh besarnya pelan – pelan.
" Hyung, bangunlah "
" Yunho hyung bangun, ck " Jaejoong yang kesal mempout bibir sexynya karena Yunho tak kunjung bangun.
' Ini manusia terbuat dari zat apa sih, uuhh '
" BANGUNNNNNNN " teriak Jaejoong tepat di telinga kiri Yunho.
" Aaaaggghhh " Yunho langsung terbangun karena kaget mendengar teriakan itu.
" Uuhh, hyung ini manusia apa beruang atau mayat hidup sih ? "
" ... " Yunho yang masih kaget karena teriakan itu tidak membalas perkataan Jaejoong, dia hanya mengucek dan mengedipkan kedua matanya, menyesuaikan kedua matanya dengan cahay yang masuk.
" Dari tadi aku capek bangunin, hyung "
" ... " Yunho tak bisa berkata – kata lagi saat melihat sosok yang dicintainya ada di kamarnya. Kaget ?, tentu saja tapi Yunho menyembunyikan keterkejutannya dengan diam menatap tajam Jaejoong yang terus berceloteh.
" Yakh ! hyung mendengarkanku ? " kesal Jaejoong dan mempout bibir sexynya karena merasa diabaikan.
GLUPH
' Aish, Boo kau mau menggodaku dengan bibir sexymu ' batin Yunho yang tergoda dengan melihat bibir sexy Jaejoong yang sangat menggoda iman.
" Boo ... eh maksudku Jaejoong, benarkah ini kau ? " tanya Yunho tak percaya.
" Yup, ini aku hyung, memang ada Jaejoong yang lain ? " jawab Jaejoong dengan wajah sok terluka.
" Tidak. Apa yang kau lakukan di kamarku ? " tanya Yunho datar.
" Aku hanya ingin bertemu calon suamiku "
DEG
Yunho kaget dengan jawaban Jaejoong yang tiba – tiba mengatakan dirinya adalah calon suaminya secara tak langsung.
" Apa maksudmu ? bukankah kau sendiri yang bilang takkan pernah mau menikah denganku, kau juga bilang aku namja brengsek, menjijikkan dan tak tahu malu, selamanya kau takkan mencintaiku dan kau sangat menginginkanku pergi dari sisimu untuk selamanya " ungkap Yunho dengan tampang kecewa.
" Hyung, mianhae aku melakukan banyak kesalahan dengan bersikap acuh tak acuh padamu, mencacimu dan sempat membencimu ... hiks hiks hiks " jawab Jaejoong dengan nada menyesal yang diselingi isakan.
" Aku tidak marah padamu, hanya menyalahkan diriku saja. Sudah jangan menangis lagi " kata Yunho bijak. Melihat genangan air mata Yunho, rasanya ingin sekali menghapus air mata itu dan memeluknya erat.
GREP
" Eh ? " kaget Yunho karena tiba – tiba Jaejoong memeluknya erat.
" Mianhae hiks hiks " bisik Jaejoong di telinga kiri Yunho dengan diselingi isakan tangisnya, tindakan Jaejoong ini membuat jantung Yunho berdetak lebih cepat dan darahnya berdesir ingin segera menjadikan Jaejoong milikya.
" Jae " panggil Yunho dan membalas pelukan Jaejoong.
" Panggil aku Boo ... Boojae ? Boojaejoongie ? terserah yang mana saja " harap Jaejoong dan berusaha menghentikan isakannya.
" Bolehkah ? "
" Hmm "
" Kalau begitu kau panggil aku Yunnie " pinta Yunho lembut, posisi mereka masih berpelukan.
" Yunnie "
" Boo, apa yang membuatmu memutuskan menerimaku sebagai calon suamimu ? " Yunho mengelus penuh kasih sayang punggung Jaejoong.
" Aku ingin membahagiakan Hyunnie di sana " jawaban Jaejoong seakan menohok hati Yunho karena Jaejoong belum bisa mencintainya, tapi Yunho berpikir positif semua butuh waktu bukankah dirinya pernah mengatakan takkan mengharapkan balasan cinta dari Jaejoong asal bisa hidup bersamanya. Jaejoong melepaskan pelukannya di tubuh Yunho.
" Tapi aku mengakui telah terjadi sesuatu di sini " ujar Jaejoong dengan menunjuk dada kirinya.
" Sejak kapan ? "
" Aku tidak tahu sejak kapan, mungkin saat pertama kali kau menciumku di taman itu, kau tahu itu ciuman pertamaku, Hyunjoong saja kekasihku belum pernah mencium bibirku, dasar pervert. Jelas aku marah sekali padamu waktu itu karena berlaku tak senonoh di depan umum "
" Mwo ? benarkah itu ciuman pertamamu ? habisnya aku penasaran dengan wajah cantikmu "
PLAK
" Appoo " ringis Yunho memegang jidatnya yang di tampar Jaejoong.
" Aku namja seharusnya dibilang tampan bukan cantik " Jaejoong mempout bibirnya.
" Mungkin juga saat Hyunnie memperkenalkan kita, aku sangat kagum melihatmu yang terlihat lebih tampan dibandingkan waktu kita bertemu pertama kali di taman itu kau tampak seperti pak tua mesum " goda Jaejoong.
" Aish "
" Dan kalau boleh jujur selama seminggu ini, keberadaanmu disampingku membuatku terus memikirkanmu, kau bisa membuatku merasa nyaman, gugup, senang, takut tapi aku berusaha menutup hatiku karena aku tak ingin mengkhianati cinta Hyunnie padaku dan menambah daftar sial orang – orang didekatku, mianhae " lanjut Jaejoong.
" Sudahlah, aku bisa mengerti kok, yang penting sekarang kau mau menerimaku dan perlahan – lahan mencintaiku dan satu hal lagi jangan mengatakan dirimu sial, arra " ujar Yunho dan menangkup wajah Jaejoong.
" Bagiku, kau adalah malaikatku dan kehidupanku "
" Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku tanpa harus menggantikan posisi Hyunjoong di hatimu " lanjut Yunho.
" Gomawoyo " jawab Jaejoong dan mendapatkan ciuman mendadak dari Yunho tepat dibirbirnya.
CUP
" Mmhhhmmm mmmmhhhh hhhh " erang mereka berdua.
" Saranghae Boo "
" Nado "
T.B.C
