Luhan tersenyum ketika Baekhyun muncul di dapur dimana dirinya berada sedang membuat makan malam untuk mereka berdua. "Lapar? Sebentar lagi selesai, gue buat bulgogi sama sayur bayam." Katanya ketika Baekhyun memeluknya manja dari belakang.

"Sehun udah pulang?" Tanya Baekhyun sambil menggesekkan hidungnya pada bahu Luhan lalu melepaskan pelukannya dan menatap masakan yang dibuat oleh temannya itu.

Luhan mengangguk, "Dia harus balik ke rumah sakit."

Baekhyun mengangguk kemudian menatap sekitarnya dengan canggung. Luhan yang melihat gelagat Baekhyun hanya tersenyum tipis, "Mau nonton? Gue beli beberapa film baru!" Seru Luhan riang. "Pergilah ke ruang theater, nanti gue nyusul sambil bawa makanan kita ke sana."

Baekhyun tersenyum lebar, "Oke!" Katanya kemudian dia berlari menuju theater milik Luhan.

Namun langkahnya berhenti ketika mendengat suara bel rumah Luhan yang ditekan. "Biar gue yang buka!" Teriaknya pada Luhan yang dibalas, oke. Baekhyun tersenyum lebar dan membuka pintu rumah Luhan. "Sia-pa? Ah! Chanyeol! Jae Ah!" Serunya keras hingga terdengar oleh Luhan yang ingin menghampiri Baekhyun karena penasaran siapa yang datang.

Luhan berjalan menghampiri Baekhyun dan merangkul lenganya. "Hei Chanyeol!"

"Hey Lu, Baek!" Balas Chanyeol yang berada di balik kursi roda Jae Ah. "Boleh kita masuk? Lihat apa yang gue bawa!" Chanyeol mengangkat kedua tangannya yang penus dengan kantung belanjaan dan tersenyum lebar.

Luhan melirik Baekhyun kemudian mengangguk, "Ayo masuk, kebetulan sekali gue juga baru selesai memasak makan malam, kalian ingin ikut?" Chanyeol mendorong kursi roda Jae Ah mengikuti Luhan yang berjalan masuk terlebih dahulu dan meninggalkan Baekhyun yang di belakang sedang menutup pintu.

"Yahh, sayang sekali, aku kira kalian pasti sudah makan jadi kami makan duluan sebelum kesini." Jawab Jae Ah, Luhan hanya tersenyum tipis.

"Ahh, begitu, sayang sekali, sebenarnya juga gue hanya membuat dua porsi buat gue sama Baekhyun, jadi untunglah kalian sudah makan." Luhan melirik Jae Ah, "Jika tidak, terpaksa gue sama Baekhyun tidak makan malam. Ah! Mungkin hanya Baekhyun yang tidak makan." Lanjutnya.

Chanyeol hanya diam tak menyahuti perkataan Luhan. Dia melirik Baekhyun dan pandangan mereka bertemu beberapa detik sebelum akhirnya dia mengalihkan pandangannya dan mengelus kepala Jae Ah membuat wanita itu menatapnya kemudian tersenyum tipis.

"Silahkan duduk, kalian bebas melakukan apapun disini." Kata Luhan ketika mereka sampai di ruang santai kemudian dia berjalan menuju dapur dan Baekhyun mengikutinya.

Chanyeol menatap kepergian kedua temannya itu dengan datar kemudian mendorong kursi roda Jae Ah untuk berada di samping single sofa dimana dirinya akan duduk. "Maafkan Luhan, Jae." Katanya sambil menggenggam tangan Jae Ah.

"Tidak, tak apa, aku tahu Luhan tak suka padaku sejak dulu." Jawabnya sambil membalas genggaman Chanyeol. "Dia hanya tak terima karena Baekhyun yang menyebabkanku seperti ini dan menyalahkanku."

"Seharusnya dia tak seperti itu, ini semua salah Baekhyun, kita semua tahu itu dan seharusnya dia menyalahkan Baekhyun kemudian memaafkannya sepertiku." Chanyeol tersenyum kecil. "Aku memaafkannya meskipun aku tak bisa seperti dulu lagi. Sekarang kau yang jadi prioritasku Jae."

Jae Ah tersenyum, "Terimakasih Chanyeol, terimakasih banyak, hanya kau yang kupunya sekarang."