LOST IN BETWEEN (WONKYU VERSION)
Chapter 8: BERRY SWEET LOVE
The remaked fanfic by The Ace Of Spades
Genre: Romance
Rating: T
Cast/Pair: WONKYU slight YUNJAE
Warning: BOYSLOVE, OOC, TYPO, M-PREG
Summary:
Ayah Kyuhyun dan Ibu Siwon akan segera menikah. Mau tidak mau mereka akan menjadi saudara tiri tidak sedarah. Namun, kedua Ayah-Ibu barunya itu berencana mengirimkan mereka kembali ke Korea dan tinggal satu atap, bahkan satu ranjang. 'Newlywed Parents' itu bahkan menyuruh mereka melakukan tindakan yang mustahil… MENIKAH!
DON'T LIKE DON'T READ
BabyWonKyu proudly presents
Oxford cukup hangat hari ini. Choi Siwon bisa memastikan dengan matanya yang masih terpejam karena menurutnya hangat matahari yang mulai menjalari lengannya bisa dipercaya. Ia membuka matanya perlahan, langsung mendapati istri manisnya masih tertidur di depan wajahnya. Ekspresi Choi Kyuhyun-nya selalu lucu saat tidur, membuat Siwon terkikik sendiri melihatnya.
Siwon meniup wajah yang hanya berjarak sekian senti dari wajahnya itu, sementara si pemiliknya merengut dan menggeliat. Setelah beberapa detik, ia membuka mata bulat indahnya.
"Good morning, Baby," sapa Siwon sambil nyengir.
Kyuhyun terkikik, lalu memejamkan lagi matanya, "Apa kau harus membangunkanku di pagi senyaman ini?"
Siwon terkekeh, lalu meraih lengan Kyuhyun dan menariknya ke dekapan, "Aniyo, silahkan tidur lagi, nyonya pemalas."
Kyuhyun menggeliat dalam pelukan Siwon, lalu terkikik, "Nyonya, eh?"
"Tentu saja nyonya! Nyonya milik Choi Siwon!"
Kyuhyun memeluk pinggang Siwon dan namja tampan itu mendekapnya lebih kuat, "Get more sleep, Baby~" katanya kemudian.
"I can't breathe, neo baboya!" Kyuhyun terkikik lagi sambil melepaskan diri.
Mereka berbaring berhadapan, hanya dipisahkan lima senti udara kosong. Siwon menyusupkan jemarinya ke jemari Kyuhyun. Setelah jemari mereka suskes bertautan, Siwon menelusuri setiap wajah istrinya dengan jari-jari itu. Kyuhyun memejamkan kedua matanya.
"Babykyunnie?" tanya Siwon tanpa membebaskan jari-jarinya, "Are you feeling better?"
Siwon masih khawatir kalau-kalau Kyuhyun nyatanya belum sembuh. Ia takut kalau luka di hati namja manis yang paling disayanginya itu ternyata masih menganga. Sakit hati yang diciptakan oleh Hwang Chansung enam bulan yang lalu pasti masih berbekas. Tentu saja, sakit hati oleh sahabat rasanya pasti ratusan kali lebih sakit dibanding oleh musuh. Kalau mereka memang hanya sahabat, tentu saja.
Siwon tahu Chansung pasti mempunyai space spesial di hati Kyuhyun. Perihal lebih luas dibanding miliknya atau tidak, Siwon tidak bisa memastikan. Yang jelas Chansung sudah meledakkan bom bunuh diri di sana, di space tempatnya berada di hati Kyuhyun. Memporak-porandakan seluruh isinya tanpa kembali untuk merapikannya lagi.
Untuk memperbaiki hati Kyuhyun yang rusak itulah Siwon membawanya ke sini, Oxfordshire. Karena saat ini hanya ia yang bisa memperbaiki kerusakan itu.
"I'm okay now," kata Kyuhyun pasti, "Gokjonghajima."
Ekspresinya cukup meyakinkan, pikir Siwon, sayangnya ia juga tahu betul kalau Kyuhyun pandai menyembunyikan perasaannya, terutama lewat ekspresi wajah.
Siwon mengusap pipi Kyuhyun dengan jemarinya, "Okay. Aku percaya padamu," katanya sambil memainkan dagu Kyuhyun. Lalu menarik wajahnya lebih dekat dan mengecup bibirnya singkat.
"Want some breakfast?" tawar Siwon sambil terkekeh.
Kyuhyun ikut terkikik, ia balas mengecup bibir Siwon. Tidak mau membalas pertanyaan pertanyaan suaminya, namja manis itu malah menenggelamkan kepalanya ke dada bidang Siwon, bergelung disana sambil mencengkeram selimut yang ada di dadanya.
Siwon yang merasa bingung dengan tingkah Kyuhyun hanya menaikkan sebelah alisnya. Sedikit merasa geli karena surai ikal kecoklatan dalam dekapannya itu menggelitik dada telanjangnya.
"Kyunnie? Ada apa denganmu, hmm? Apa perlu aku menggendongmu ke bawah untuk sarapan?"
Kyuhyun menggeleng cepat dalam dekapan Siwon dan wajahnya yang memerah masih tersembunyi di dada Siwon. Dengan perlahan Siwon membelai helaian coklat lembut itu lalu menarik wajah merah yang masih bersembunyi itu lalu menatap iris caramel yang selalu membuatnya gila.
"Wonnie~ Aku… aku… malu~"
"Eh?"
Kyuhyun kembali menunduk sambil mengeratkan pegangannya pada selimut putih tipis di atas tubuhnya. Sedangkan Siwon terlihat bodoh dengan wajahnya yang semakin bingung.
"Aku belum berpakaian." Sahut Kyuhyun dengan nada yang hampir seperti bisikan.
Astaga. Astaga. Astaga. Siwon hanya ber-sweat drop mendengar perkataan istri manisnya itu. Sungguh pemalu sekali~ Padahal mereka adalah pasangan suami-istri yang sah.
Ck ck ck, Cho Kyuhyun~
"Kenapa harus malu, Baby? Aku suamimu, kan? Bukankah aku sudah melihat–AWWW!"
Kyuhyun serta merta menjitak kepala Siwon sebelum kalimatnya selesai. Namja manis itu kembali menenggelamkan kepalanya sambil tetap memegangi selimut tipis yang menutupi tubuh polosnya. Siwon tidak berkata apa-apa. Namja tampan itu balas mendekap istri tercintanya.
Akhirnya mereka hanya saling bergelung di tempat tidur sambil berpelukan, setidaknya sampai mereka sadar ada yang membuka pintu kamar dan memperhatikan mereka diam-diam.
"Astaga! Romantis sekali pengantin baru!"
Siwon dan Kyuhyun segera mendapati orang tua mereka sedang berdiri di ambang pintu, memperhatikan mereka sambil terkikik-terkikik.
"Mengganggu saja," gerutu Siwon bercanda.
"Apa yang tadi itu sarkasme?" tanya Kyuhyun sambil bangkit dan bersila di atas tempat tidur, selimut masih membalut tubuhnya, tangannya sibuk merapikan rambut coklatnya yang berantakan.
"Tergantung di mana letak sarkasmenya menurutmu," kata Yunho sambil tertawa, "Kalau kau pikir sarkasmenya itu romantis, berarti salah."
Kyuhyun memutar bola matanya. Benar saja pikirannya tadi, letak sarkasmenya di pengantin baru. Ia lalu geleng-geleng. Ia dan Siwon sudah hampir satu tahun menikah, tapi karena mereka baru romantis beberapa bulan ini saja, Yunho dan Jaejoong jadi gencar menggodanya begitu.
"Jadi, kalian ke sini cuma mau mengintip kami saja, nih?" Siwon mulai menggerutu lagi.
"Tidak," jawab Jaejoong sambil masuk ke kamar, lalu menarik tangan Siwon dengan tangan kiri dan Kyuhyun dengan tangan kanan, "Sarapan sudah siap, ayo turun cepat!"
"TUNGGU! KAMI BELUM BERPAKAIAN!"
—
"Going somewhere?" tanya Kyuhyun ketika melihat Siwon keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah, sebuah handuk melingkar di lehernya.
Sebenarnya ia juga sudah mandi, hanya saja cuaca hari ini membuatnya ingin terus bergelung di sofa.
"Yap!" jawab Siwon sambil beranjak ke depan meja rias, lalu menekuk lututnya sedikit untuk melihat wajahnya lebih jelas. Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Ke mana?"
"Errr, to a date," katanya sambil melempar handuknya ke keranjang pakaian kotor.
Kyuhyun merengut, "With whom?"
"With my wife," katanya sambil terkekeh, "Didn't I tell you that I'm married, miss?" tanya Siwon sambil memasang wajah bodoh.
Kyuhyun melemparnya dengan bantal.
Siwon menyeringai menang, tapi Kyuhyun malah memalingkan wajahnya sambil mengeluh, "Ugh, sial."
"Kenapa?" tanya Siwon.
"Seeing your grinning face makes me sick," jawab Kyuhyun sambil tertawa.
Siwon berjalan kearah Kyuhyun yang masih bermalasan di sofa. Namja tampan itu mengangkat dagu Kyuhyun lembut sambil menampilkan senyumnya. Kyuhyun juga tersenyum manis saat dimple kesukaannya terpampang di depan wajahnya. Dengan perlahan, Siwon mengecup bibir pink didepannya dengan lembut. Kyuhyun hanya memejamkan matanya sambil menikmati rasa pedas mint yang terasa dari bibir Siwon. Balasan-balasan kecil diberikannya untuk mengimbangi ciuman hangat Siwon. Beberapa saat kemudian ciuman itu terlepas. Siwon mengusap bibir Kyuhyun dengan ibu jarinya sambil tersenyum.
"How come?"
Kyuhyun melingkarkan lengannya ke leher Siwon sambil mengangkat bahunya, "So, where are you taking me?"
—
Deretan café di pinggiran Oxford mendamaikan hati Kyuhyun. Ia dan Siwon sudah berkendara hampir dua jam mengitari Oxford dengan Audi Cabriolet atap terbuka milik Siwon. Kyuhyun bisa mencium berbagai aroma Croissant di deretan café gaya Perancis atau aroma berbagai jenis variasi kopi dari beberapa coffee house yang mereka lewati.
Air liurnya hampir menetes ketika aroma cokelat caramel dingin dengan marshmallow mampir ke hidungnya.
"Wonnie?"
"Hmm?"
"Berhenti sebentar untuk belikan aku cokelat dingin, bisa tidak?"
Siwon tampak berpikir sebentar, "Tidak," katanya kemudian.
Kyuhyun merengut.
"Maksudnya tidak sekarang," kata Siwon terkekeh, "Kita hampir sampai dan nanti akan kubelikan untukmu, Sayang~"
Siwon menurunkan kecepatan dan memarkirkan Audi-nya di depan sebuah bangunan yang tampaknya kosong. Ketika keluar dari mobil, Kyuhyun menyadari kalau tempat ini sepi sekali. Hanya ada beberapa mobil yang diparkir dan seorang nenek yang sedang menyapu sisi jalan. Beliau tersenyum ketika tidak sengaja bertemu mata dengan Kyuhyun.
"Wonnie, Kau bukan mau menculikku, kan?"
"Kalaupun aku mau menculikmu, memangnya kau mau berbuat apa?"
Kyuhyun ingin menjitak Siwon saat itu juga kalau saja namja tampan itu tidak mempunyai langkah besar-besar yang membuatnya tertinggal di belakang.
"Ya! Kita mau kemana?!" tanya Kyuhyun saat berhasil mengimbangi langkah Siwon.
"Tada!"
Siwon hanya menjawab dengan telunjuknya yang menunjuk dua buah sepeda yang disandarkan di sebuah pagar kayu. Di sebelah pagar tertancap sebuah papan kayu bertuliskan "BerryPark" besar-besar dengan cat warna merah yang mencolok.
"SEPEDA!" pekik Kyuhyun senang. "Dari mana kau tahu aku ingin main sepeda?!"
"Dahimu itu transparan, Choi Kyuhyun!" kata Siwon sambil mengetukkan kepalan tangannya ke dahi Kyuhyun.
Kyuhyun meringis sebentar, lalu memilih tidak peduli dan naik ke sepeda.
"Ayo kita main!"
Lalu mereka mulai mengayuh sepeda mereka memasuki taman Berry. Kata Siwon, taman Berry ini milik seorang nenek yang dikenal baik oleh Yunho. Berry-berrynya lah yang digunakan di restoran yang ada di setiap apartemen milik keluarga Cho. Ironis memang kalau Siwon lebih tahu tentang hal ini dibanding Kyuhyun sendiri.
Acara bersepeda santai yang sudah mereka lakukan selama hampir satu jam berubah menjadi kebut-kebutan. Kyuhyun hanya tertawa puas ketika Siwon tertinggal jauh dibelakangnya, walau tak lama, namja tampan itu berhasil menyalipnya dan gantian tertawa.
Akhirnya Kyuhyun menyerah dan mereka kembali bersepeda berdampingan. Berjam-jam sudah mereka melewati semak-semak berry. Blueberry, Blackberry, Huckleberry, Cranberry. Kyuhyun jadi sadar kalau selama ini ia bahkan tidak bisa membedakan mana yang Blackberry dan mana yang Blueberry.
"Letakkan sepedamu dan naik," kata Siwon sambil menunjuk boncengan di belakang sepedanya.
"Hah?"
"Cepat, kubilang!"
Kyuhyun menggeleng, "Shireo!"
"Kita beli Caramel Machiatto," kata Siwon kalem yang langsung membuat Kyuhyun terdiam, turun dari sepedanya dan naik ke boncengan sepeda Siwon. Ia memeluk pinggang Siwon ketika ia mulai mengayuh sepedanya keluar BerryPark.
"Satu Americano Coffe, dan satu Caramel Machiatto dingin tanpa gula, creamernya jangan terlalu banyak dan marshmallownya jangan rusak ketika diaduk."
Kata Siwon kepada kasir coffee houseitu dalam bahasa Inggris yang fasih. Kyuhyun terkikik di sebelahnya. Karena Siwon ternyata hapal bagaimana cokelat yang ia suka dan karena Siwon masih membawa aksen Seoul-englishnya ke Oxford. Si kasir itu sempat menautkan alisnya ketika Siwon bilang 'keurimo' bukannya 'creamer'.
Setelah dua cup minuman dingin itu sampai di tangan, Siwon dan Kyuhyun bersepeda lagi ke BerryPark.
Siwon membentangkan selembar kain plaid merah di atas rumput, lalu duduk di atasnya sambil meletakkan sekeranjang berry yang diberikan Granny Lily—nenek pemilik BerryPark—saat mereka kembali tadi. Siwon menepuk tempat kosong di sebelahnya, "Sini!"
Mereka lalu berselonjor berdua di bawah pohon Murbei sambil menikmati minuman dan berry .
"Lalu apa bedanya Blueberry dan Huckleberry?" tanya Kyuhyun.
Mereka tadi berdebat karena Kyuhyun bingung kenapa Siwon menyebut berry yang sama dengan nama yang berbeda. Siwon bilang ia tidak salah menyebut karena ia yakin bentuk Blueberry dan Huckleberry berbeda, tapi Kyuhyun meminta pembuktian lebih jauh karena ia bersikukuh kalau bentuk berry yang Siwon bilang Blueberry dan Huckleberry itu sama persis.
"Kau lihat, bentuknya saja berbeda!"
"Sama ah!"
"Kalau begitu buktikan dengan rasa!" kata Siwon sambil menyodorkan sebuah berry yang ia bilang Blueberry. Kyuhyun memasukkan berry itu ke mulutnya langsung dari tangan Siwon dan menghisap sarinya.
"Manis," katanya setelah berry itu sepenuhnya lumat.
Siwon menyodorkan cokelat dingin kepada Kyuhyun untuk menghilangkan rasa Blueberry di mulutnya, lalu menyuapi sebutir Huckleberry.
"So?" tanya Siwon ketika Kyuhyun menelan Huckleberrynya.
"Manis," kata Kyuhyun kemudian, "rasanya sama saja!"
"Beda!"
"Sama, Siwonnie!"
Siwon mengambil sebutir Blueberry dari keranjang, lalu membelah buahnya.
"Kau lihat, warna daging buah Blueberry itu putih," katanya, lalu memasukkan potongan buah itu ke mulutnya.
"Lalu?"
Siwon melakukan hal sama kepada Huckleberry.
"Kalau Huckleberry warna daging buahnya ungu."
Kyuhyun terdiam, mati kutu. Sementara Siwon tertawa menang.
"Sekarang percaya kan, kalau Blueberry dan Huckleberry itu berbeda!"
Kyuhyun mencibir, "Aratta! Kenapa tidak buktikan dengan membelah buahnya saja kalau memang warna dalamnya berbeda? Kalau begitu aku kan tidak perlu makan dua berry manis itu," gerutunya sambil mengambil keranjang di sebelah Siwon, lalu mengambil beberapa Cranberries yang rasanya lebih masam.
"Memangnya kenapa?" lagi-lagi Siwon memicing curiga.
"Aniya," Kyuhyun menggeleng, "Rasa manisnya membuat aku sedikit mual, yang asam rasanya lebih enak."
Tak lama kemudian, mulut dan tangan Kyuhyun sudah belepotan cairan berbagai berry yang ia makan. Tadi ia mencoba Cranberry, Lingonberry, dan Strawberry biasa yang semuanya berasa lebih masam dibanding berry-berry yang lain. Tapi tadi ia juga mencoba Raspberry karena tertarik dengan bentuknya yang berongga.
Begitu ia menggiggit Raspberry merah, ia langsung geli karena nyatanya gigitan itu tidak selebar buahnya. Tentunya karena rongga di dalam buah Raspberry itu. Raspberry itu pecah ketika Kyuhyun gigit, cairannya yang manis langsung mendominasi lidah.
"This one is good, try!" kata Kyuhyun sambil menyodorkan sebutir Raspberry ke mulut Siwon, bibirnya langsung menyambut dan ia mengigit buah kecil itu.
"Agree," kata Siwon, "Raspberry is good."
Kyuhyun menyesap Caramel Machiatto-nya yang sudah tidak dingin.
"Cukup berry-nya," kata Siwon sambil menyingkirkan keranjang berry,
"Seharusnya berry-berry ini dikelola dulu sebelum dikonsumsi secara berlebihan," sindir Siwon dengan berbagai penekan mengingat Kyuhyun sudah menghabiskan banyak berry. "Kau bisa sakit perut, Babykyu."
Kyuhyun lalu tersenyum jahil.
"Wonnieeee~," rengeknya sambil memeluk Siwon, ia melingkarkan tangannya ke pinggang Siwon kuat-kuat dan membenamkan wajahnya ke pundak Siwon.
Siwon mengerutkan keningnya bingung. Ketika ia melepaskan pelukannya, Kyuhyun tertawa-tawa jahil. Refleks Siwon mengecek bajunya dan mendapati polo shirt putihnya sudah kotor oleh noda berry di bagian pudak dan pinggang.
"Sial!"
"Satu-kosong, Andrew Choi!"
Kyuhyun segera kabur ketika Siwon berusaha menjitaknya. Mereka kejar-kejaran seperti anak kecil sampai akhirnya Siwon berhasil menangkap Kyuhyun yang bersembunyi di balik pohon murbei.
"Dapat!"
Kyuhyun tertawa-tawa ketika Siwon memutar-mutarnya dari belakang dengan cepat sampai kepalanya pusing. Ketika berhenti, Siwon memutar tubuh Kyuhyun sampai menghadapnya. Ia menatapnya dalam-dalam.
"You put dirt on my shirt, I'll make you pay,"
Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya tinggi-tinggi. Siwon balas menatap dengan ekspresi sama. Ia lalu mengangkat dagu Kyuhyun dan mencium bibirnya.
Kyuhyun could do nothing but kiss him back.
Mereka saling terkikik di sela-sela kecupan, masing-masing masih bisa merasakan manis-asam berry di bibir mereka. Siwon memeluk pinggang Kyuhyun sedang Kyuhyun mengalungkan lengannya ke leher Siwon.
Siwon mematahkan ciuman mereka dengan sebuah kecupan manis di pipi
Kyuhyun, lalu memeluknya erat-erat. "I love you, Babykyu," bisiknya di telinga Kyuhyun. "I love you. Please be fine."
Kyuhyun membawa dirinya lebih dalam ke pelukan Siwon. "I love you too. More than you know I do," katanya sambil mengecup pipi Siwon, "And I'm fine. As long as you here by my side, hugging me like this and never let go."
Siwon mengecup bibir Kyuhyun lagi sekilas.
"Wonnie."
"Hmm?"
"I've got something to tell," kata Kyuhyun ragu.
"Apa?" tanya Siwon penasaran.
Kyuhyun menatap manik mata Siwon, "Nothing," katanya, menghela napas panjang, kecewa pada dirinya sendiri yang gagal berkata-kata.
"Ayolah, Baby~"
Kyuhyun menggeleng, "You'll find out later, ayo pulang!"
"Yah! Choi Kyuhyun!"
—
Mereka bersepeda lagi untuk kembali ke mobil. Siwon mengayuh sepedannya lebih cepat karena kesal Kyuhyun menyimpan rahasia tanpa mau membaginya. Sedang Kyuhyun cuma terkikik geli karena sifat Siwon yang kekanakkan itu belum hilang juga.
I can be your Hero~ Kimi wo mukae ni yuku~
Kyuhyun merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel dengan sebelah tangan. Tangannya yang lain masih mengendalikan stang dan kakinya terus mengayuh pedal sepeda.
"Yoboseyo?"
"Babykyu?" suara yang begitu dikenalnya terdengar di seberang sana.
"Oh, Hyukjae Hyung, hey!"
"So how was it?"
"How was what?"
"Kau sudah mengatakannya?"
"Belum."
Hyukjae terdengar menghela napas kecewa di line seberang.
"Kyu, you have to tell him!"
"I'm afraid!"
"Afraid of what?!"
Kyuhyun tidak menjawab.
"See? Tidak ada yang perlu ditakutkan, kan?" kata Hyukjae, "Kau harus mengatakan padanya, Kyunnie. It's a good news!"
"He'll find out soon, Hyung," kata Kyuhyun dengan nada memelas sambil terus mengayuh sepeda dan mengendalikannya dengan sebelah tangan. "He'll find out by himself."
"Lalu kemudian marah padamu karena kau tidak memberitahunya lebih awal?"
Kyuhyun menegak ludah. Benar juga, ia tidak jadi bicara tadi saja Siwon langsung Badmood seperti sekarang.
Kyuhyun menghela napas di telepon, "Okay, fine. I'll tell him,"
Hyukjae melonjak kegirangan, "Nice! You have to tell him, NOW!"
Lalu sambungan telepon putus. Kyuhyun menaruh kembali ponselnya di saku celana dan mengayuh sepedanya cepat-cepat, berusaha mengejar Siwon. Ketika melihat punggung Siwon di depannya, ia berteriak.
"Siwonnie! Tunggu!"
Ia mengayuh sepedanya lebih cepat. Malang, ia tidak melihat semak Dewberry di depannya sehingga sepedanya tersangkut dan ia hilang keseimbangan. "Wonnie! Aaaaah!"
BRUK
Siwon memutar sepedanya ketika mendengar Kyuhyun menjerit. Ia mendapati Kyuhyun sudah terjatuh dari sepedanya dengan beberapa luka di tubuhnya. Siwon segera menggendong Kyuhyun dan berlari. Untungnya tempat Kyuhyun jatuh sudah dekat dengan gerbang keluar. Jadi Siwon segera membawa Kyuhyun ke mobil dan melaju ke klinik terdekat.
Sesampainya di klinik, Kyuhyun membuka cardigan stripped donkernya dan menyadari kalau lengan kanannya sobek. Dokter segera membersihkan luka-lukanya dan memutuskan untuk menjahit lengannya.
Di klinik itu kehabisan obat bius total. Jadi dokter hanya menyuntikkan bius lokal ke lengannya agar ia tidak merasakan apapun ketika jarum menembus kulitnya. Tapi tetap saja ia meringis ketika dokter mulai menjahit lengannya. Siwon menemaninya duduk di sebelah dokter, sebelah tangannya menutup mata Kyuhyun agar ia tidak bisa melihat jarum atau apapun yang mungkin akan membuat istrinya itu pingsan, sementara yang sebelah lagi menggenggam tangan Kyuhyun yang bebas, mengizinkan Kyuhyun melampiaskan rasa sakitnya dengan meremas tangan Siwon sekuat yang ia mau.
"Aaaah, aaah, it hurts, aaah," Kyuhyun terus meringis sambil meremas tangan Siwon lebih kuat.
"It's done, Mister," kata si dokter sambil meletakkan jarum dan pinsetnya,
"Mistress, dok," koreksi Siwon sambil melepaskan tangannya dari mata Kyuhyun, lalu mengecup pipi Kyuhyun, berharap dengan melakukan itu sakit Kyuhyun akan berkurang sedikit.
Si dokter membulatkan matanya tak percaya, lalu mengangkat sebelah tangannya hormat, "Wow, sorry. Aku tidak tahu kalian pasangan suami istri," katanya sambil tertawa, "You guys are so young!"
Kyuhyun hanya tersenyum sedangkan Siwon memilih tidak peduli.
Ketika Kyuhyun berdiri, bau alkohol langsung menusuk hidungnya. Bau alkohol itu semakin kuat dan malah bercampur dengan bau obat-obatan yang lain. Kepala Kyuhyun berputar dan ia kembali jatuh terduduk sambil memegangi perutnya yang mulai mual.
"Babykyu, you okay?"
"Mister, I mean, Mistress, are you fine?"
"Babykyu?!"
Suara-suara itu tidak terdengar jelas di telinga Kyuhyun. Semuanya berputar dan tampak samar. Bau alkoholnya terlalu kuat dan Kyuhyun tidak tahan lagi. Ia terkulai pingsan ke dada Siwon.
—
"Is he gonna be okay?" tanya Siwon ketika Dokter Will masuk ke bilik tempat Kyuhyun berbaring.
Siwon sudah dua jam duduk di sebelah Kyuhyun yang masih belum siuman. Jantungnya berdetak tak teratur karena khawatir. Sudah cukup soal kemungkinan ia akan kehilangan Kyuhyun, sudah terjadi berkali-kali dan Siwon tidak mau apapun terjadi lagi.
"He's okay, Mr. Choi. Don't worry!" kata Dokter Will dengan aksen britishnya yang kental, ia memasang stetoskopnya ke telinga dan mendengarkan detak jantung Kyuhyun. Siwon sedikit rishi saat dokter itu menjamah dada Kyuhyun dengan stetoskopnya.
"Dia cuma tidak kuat bau alkohol. Normal buat laki-laki seperti dia, tentu saja. Sebentar lagi juga dia siuman."
Benar saja, tak sampai lima menit, Kyuhyun berhasil mengembalikan seluruh kesadarannya.
"Wonnie?"
Siwon memeluk Kyuhyun, "Jangan pingsan lagi! Jebal!"
Kyuhyun tertawa, "Mana bisa begitu, memangnya aku akan tahu kapan aku mau pingsan?"
Siwon berpaling ke Dokter Will yang sedang mencuci tangannya di wastafel, "Thanks, dok!"
Dokter Will menempelkan telunjuknya ke ibu jari sebagai pengganti kata O.K., lalu mengelap tangannya dengan sebuah saputangan.
"My pleasure helping them, Mr. Choi. Now the mother and the baby are fine," kata Dokter Will, meninggalkan Siwon dengan mata terbelalak.
'I knew it'll be like this if I didn't tell him earlier', batin Kyuhyun dalam hati. Ia memejamkan matanya.
"The mother and the baby, you said?!" Siwon menaikkan suaranya satu oktaf lebih tinggi.
"Wait, you don't know?" Dokter Will terlihat bingung.
"Choi Kyuhyun, I need your explanation!"
Kyuhyun terdiam, urung kontak mata dengan Siwon.
"I think I have to leave you guys alone," kata Dokter Will lalu permisi.
Siwon masih menatap Kyuhyun tajam.
"Jadi, kau hamil?" tanyanya sambil mengangkat dagu Kyuhyun yang tertunduk.
Kyuhyun menghela napas, "Ak-aku men-coba m-memberi tahu-mu, t-tapi ak-aku jatuh d-dari–"
Siwon memeluk Kyuhyun secara tiba-tiba. Ia memeluknya erat-erat. "Harusnya kau beritahu aku lebih awal."
Kyuhyun balas memeluk Siwon, "Aku tidak tahu bagaimana harus mengatakannya."
Siwon tersenyum. Sekarang ia yang tidak bisa berkata apa-apa. Berbagai rasa membuncah di dadanya. Semuanya rasa bahagia yang berbeda. Ia lalu naik ke tempat tidur, duduk di sebelah Kyuhyun dan memberinya backhug.
"Jadi, kira-kira anak kita namja atau yeoja?"
Kyuhyun tersenyum saat jemarinya digenggam oleh tangan besar Siwon dari belakang. Rasanya hangat dan menenangkan.
"Mollayo~ Apa kita perlu melakukan USG?" Jawab Kyuhyun sambil mengelus telapak tangan Siwon di genggamannya.
"Aniyo~ Biarkan saja." Sahut Siwon sambil mendaratkan kecupan di leher belakang Kyuhyun. "Choi Kyuhyun?"
"Hmm?" Kyuhyun hanya menikmati sentuhan lembut Siwon dengan mata terpejam.
"Gomawo~"
"Terima kasih untuk apa, Wonnie?"
"Untuk segalanya yang indah dalam hidupku."
Cup
Siwon menangkup kedua pipi gemuk Kyuhyun lalu mencium bibir pink yang selalu membuatnya gila itu dengan lembut. Kyuhyun hanya pasrah dan mulai membalas ciuman Siwon dengan lembut pula.
"Baby, dari dulu aku punya satu impian." Ucap Siwon saat ciuman mereka terlepas. Dibelainya lekukan hidung mancung Kyuhyun dengan telunjuknya.
"Apa?" sahut Kyuhyun penasaran.
Siwon tersenyum melihat wajah polos Kyuhyun di depannya. Dikecupnya pipi gemuk itu sekilas sambil mengeratkan pelukannya ke pinggang ramping istrinya.
"Aku ingin mempunyai anak kembar~"
Kyuhyun menaikkan alisnya bingung. "Lalu?"
"Ayo kita buat kembarannya~"
"YAK! KUDA MESUUUM!"
.
.
TBC
.
.
Akhirnya…
Chapter ini Full of Wonkyu Moment, right? ^^
Chapter ini special untuk menyambut WONKYU ANNIVERSARY ^^
HAPPY WONKYU DAY~ HAPPY WONKYU MONTH~
Spread WONKYU Love wherever and whenever you are, dear Readers ^^
Cause, Wonkyu's Love is the most Precious Thing in the World
Hope God makes Wonkyu's Love REAL~ Amiin^^
Mian telat update #DeepBow
Selama fandom Screenplays belum ditutup, saya akan terus update FF di FFn. Tenang saja, saya orang yang kuat. Tidak mudah goyah karena masalah-masalah kecil yang sering terjadi belakangan ini ^^
Selama bisa membuat readers terhibur, saya senang dan itulah alasan saya untuk bertahan. Terima kasih sekali kepada readers yang menyukai HEAVEN LOVE STORY #Bow. Maaf jika banyak menumpahkan air mata. Maka dari itu, LOST IN BETWEEN akan menggantikan air mata readers yang berharga dengan senyuman ^^
Sekali lagi~ Sebentar lagi WONKYU ANNIVERSARY~ SPREAD WONKYU LOVE~
Terima kasih telah menyukai semua FF saya, dear Readers
Stay tuned on all of my FF ^^
Sekali lagi, semua Pairing di FF ini BOYS LOVE bukan GS. Hope you like it, Readers ^^.
Untuk para reviewers, saya berterima kasih kepada kalian semua. Review kalian adalah sebuah penghargaan besar untuk saya. Sekali lagi TengKYU^^
Untuk yang tidak review, saya tidak memaksa^^ FF di publish untuk membagi ide dan pembelajaran. Jadi saya tidak menuntut keharusan review.
Berbagi ide dan pembelajaran itu mulia dan gratis kok. Hasilnya kita nikmati bersama~ Iya kan? :)
Oke! SO readers, sekali lagi terima kasih
FEEL FREE TO REVIEW
Wonkyu is Love,
BabyWonKyu
