Fate Knows Our Name

Chapter 10

Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis ide yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.

Rate: M

Genre: Romance & Supernatural

Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.

Pairings: Yunjae, Changkyu, Yoosu, Sibum and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.

DON'T LIKE DON'T READ

Jaejoong tak pernah bertanya atau berusaha mencari tahu tentang semua mimpi yang selalu menghampirinya sejak Yunho menyakinkan bahwa Jaejoong adalah orang yang sama dalam mimpinya. Bahwa dia adalah orang yang sama dengan sosok yang dinikahinya 79 tahun silam. Dan entah kenapa Jaejoong tak meragukan hal yang tak masuk akal itu. Karena sejak pertama kali dirinya bermimpi, Jaejoong merasa sangat familiar dengan apa yang terjadi dalam mimpinya. Seperti malam ini saat dirinya kembali terjebak di dunia mimpinya.

"Boo" Panggil Yunho lembut sambil mengecup punggung tangan kanannya. Jaejoong diam tak menjawab. Hanya menatap lembut kepada suaminya yang kini mengenakan seragam militer lengkap. Sementara dirinya mengenakan kimono merah muda.

"Aku tahu malam ini adalah malam pernikahan kita. Mianhae, tapi aku harus pergi. Ada penyerangan di base camp milikku oleh pemberontak dan aku harus melihat keadaan para prajuritku. Setelah aku kembali dari sana, kuharap kau telah siap untuk bersatu denganku di malam pertama kita"

Yunho mengecup bibir miliknya dengan hati-hati sebelum akhirnya pergi meninggalkannya. Kemudian cahaya menyilaukan menerpa matanya dan saat membuka mata dirinya telah berpindah tempat. Jaejoong terbaring diatas tempat tidur dengan nuasa merah marun dengan Yunho berada diatas tubuhnya. Suaminya masih mengenakan seragam militer dengan kancing terbuka. Dada dan pundaknya terlilit perban. Sementara Kimono yang Jaejoong kenakan tersikap di bagian bawahnya menampilkan kulit pahanya yang mulus tanpa cela.

"Boo..bolehkah aku menyatu dengan dirimu sekarang?" bisiknya seduktif sambil mengecupi leher jenjang miliknya.

"Yun...nie" Dan Jaejoong tak mampu untuk tidak mendesah saat Yunho mengigit titik sensitive disekitar leher.

Desahan yang semakin memicu gairah Yunho yang sudah tak sabar untuk menandai kepemilikan di daerah paling sensitive istrinya. Yunho menanggalkan sisa pakaian miliknya lalu kembali mencumbu setiap inci detail tubuh istrinya. Tak ada satupun area yang luput dari cumbuan bibir berbentuk hati itu. Tak terkecuali bagian paling sensitive Jaejoong. Kemudian saat Jaejoong menunggu detik-detik Yunho akan memasukkan Junior miliknya ke dalam tubuhnya, cahaya menyilaukan kembali menerpa matanya.

Yunho yang masih lengkap dengan setelan armani dan berjongkok disamping tempat tidur mereka adalah hal yang pertama Jaejoong jumpai saat kembali membuka mata.

"Kau nakal sekali Boo, Suamimu baru pulang dari kantor tapi kau malah tidur sampai bermimpi basah seperti ini." Kata Yunho sambil menyentuh butt Jaejoong yang kini hanya terbalut celana dalam.

"Yu...Yunie Hyung" Wajah Jaejoong memerah sekarang karena suaminya datang disaat tak tepat menurut Jaejoong. Disaat dirinya hanya memakai celana dalam dan kemeja putih yang sedikit kedodoran. Jaejoong tertidur setelah mandi tanpa sempat mengenakan celana yang sudah tersedia disampingnya. Sementara kedua tangannya memeluk erat kemeja bekas Yunho pakai kemarin. Sejak kandunganya memasuki usia 4 bulan, Jaejoong sangat senang memeluk dan membawa kemanapun kemeja Yunho yang habis dipakainya. Sangat menyukai keringat Yunho yang bercampur harum Parfum Armani.

"Apa yang kau mimpikan Boo? Kuharap bukan memimpikan orang lain"

"Aniya,,,aku memimpikan saat malam pertama Kita ketika,,,"

Blush,,,wajah Jaejoong kembali memerah saat ingatan tentang mimpinya kembali terlintas di kepalanya.

"Dimalam setelah aku kembali dari berperang?"

"Ne,,,"

"Itulah adalah malam yang sangat indah Boo" komentar Yunho sambil membuka celana dalam Jaejoong perlahan.

"Yun...Yunie Hyung?"

"Begitu indah. Hanya dengan mengingatnya saja membuatku ingin merasukimu saat ini juga"

"Tapi Hyung, kau belum makan malam"

"Aku hanya menginginkan ini sebagai makan malamku Boo" bisik Yunho ketika tangan kirinya kini mengusap Hole berwarna merah muda yang kini sudah sangat basah. Sementara tangan satunya membuka celananya. Membebaskan Junior miliknya yang sudah tegang sejak pertama kali melihat istrinya yang tertidur dengan Posisi menggoda itu.

Yunho meraih wajah Jaejoong, mencumbui bibirnya dan berusaha sekuat tenaga agar tidak menindih perut istrinya yang kini nampak membuncit. Kemudian tanpa melepas ciuman mereka, Yunho menarik tubuh Jaejoong perlahan dan mendudukannya di pangkuan Yunho. Tangan nya bergerak liar menyentuh setiap bagian tubuh Jaejoong yang semakin montok sejak kehamilannya. Kulit yang bertambah kenyal dan sexy di mata Yunho.

"Akh, Yunie..." Desah Jaejoong saat Yunho menuntun daerah paling intim miliknya menyelimuti Junior dengan ukuran tak biasa namun begitu pas di tubuhnya.

"Boo" Desis Yunho saat hole sempit milik Jaejoong membungkus dan meremas pelan Juniornya,

Yunho memberi waktu sejenak agar Jaejoong sedkit tenang, setelah itu Yunho menggerakkan pinggulnya, mencari titik terdalam Jaejoong dan menubruknya dengan kuat dan dalam.

"Akh...akh..."

Desahan Jaejoong dan erangan kenikmatan Yunho memenuhi kamar mereka. Keduanya terus bergerak seirama. Bibir keduanya saling mencumbu, lidah saling bertaut. Kedua tangan Jaejoong yang merangkul leher Yunho dan kadang meremas rambutnya. Sementara kedua tangan Yunho menyangga tubuh Jaejoong membantunya bergerak. Jaejoong mencampai klimaks saat Yunho menyentuh titik terdalamnya dengan hujaman keras. Tak lama kemudian Yunho menyusul karena tidak tahan dengan remasan dinding lubang istrinya.

Masih dalam posisi yang sama, keduanya mengatur nafas. Yunho tak mengeluarkan miliknya dari tubuh Jaejoong. Tidak pula berniat mengajak Jaejoong untuk bercinta lagi. Semenjak Jaejoong hamil, Yunho lebih berhati-hati dan mencoba menahan hasratnya untuk tidak menyentuh istrinya sampai pagi. Tapi sebagai gantinya, Yunho tidak akan melepaskan Juniornya dari dalam tubuh istrinya sepanjang malam.

.

.

Seunghyun kembali meneguk wine dihadapannya, mencoba meredakan stess berat yang dideritanya beberapa bulan terakhir. Tidak hanya menikahi namja yang selama ini diincarnya, Yunho berhasil menggeser posisinya di Choi Corp. Tentu saja Seunghyun sangat menyalahkan sepupunya dalam hal ini. Bila saja Siwon tak menjual saham itu pasti keadaannya tidak akan serumit ini.

"Terlalu lama bergaul dengan istrinya yang gila sepertinya membuat kewarasannya sedikit terganggu" bisiknya sambil kembali meneguk wine.

Seunghyun ingin sekali menyingkirkan Yunho secepatnya, dan semakin bernafsu ingin membunuhnya setelah mendengar kabar kehamilan Jaejoong. Namun semua usaha pembunuhan yang dia lakukan selalu berakhir dengan kegagalan. Bahkan pembunuh terbaikpun tak dapat melukai seorang Jung Yunho dengan serius.

Seunghyun sedang mengangkat gelas bermaksud untuk meneguk wine lagi, saat Taecyeon memanggilnya.

"Seunghyun ssi"

Seunghyun menoleh ke arah asisten pribadinya tanpa mengeluarkan suara untuk bertanya. Namun Taecyeon yang sudah hafal tabiat bossnya itu segera membuka mulut untuk bersuara.

"Orang itu memanggil Seunghyun ssi, katanya dia dapat membantu membunuh Jung Yunho"

Seunghyun menoleh cepat ke arah yang dimaksud Taecyeon. Seorang berkebangsaan Jepang sedang duduk di salah satu sudut club malam yang dikunjunginya. Tertarik dengan apa yang didengarnya, Seunghyun mendekati laki-laki yang mengenakan setelan jas berwarna hitam itu.

"Aku mendengar dari kabar burung bahwa kau bisa membantuku membunuh Jung Yunho" kata Seunghyun setelah duduk berhadapan dengan orang Jepang yang dimaksud tangan kanannya itu.

Orang itu tak menjawab. Hanya memandang Seunghyun dengan tatapan dingin tanpa ekspresi.

"Aku, telah mengirim beberapa pembunuh terbaik dan mereka semua gagal. Jadi apa yang membuatmu percaya diri untuk dapat membunuhnya?"

"Karena Yunho bukan manusia lagi dan hanya makhluk sejenis dengannya yang mampu membunuhnya"

"Bukan manusia? Omong kosong apa yang ingin kau utarakan sebagai alasan ketidakmampuannmu?. Yang kutahu jenis makhluk hidup ada 3. Bila dia bukan manusia berarti dia adalah tumbuhan atau binatang."

"Seunghyun ssi" kata Taecyeon menegur bosnya yang sepertinya sudah sedikit mabuk.

"Aku bisa membantumu itu saja yang ingin kukatakan. Tapi tidak saat ini. Aku menunggu saat yang tepat. Saat dimana skenario tragedy untuk Jung Yunho yang sudah kususun sejak lama akan dimainkan. Dan aku ingin kau ikut andil didalamnya."

"Siapa kau sebenarnya?"

"Hideaki Takizawa. Orang yang akan menghancurkan hidup seorang Jung Yunho"

Seunghyun bersumpah bahwa dia melihat kegelapan dimata namja yang mengaku sebagai Hideaki Takizawa itu saat menyebut nama musuh bebuyutannya. Kegelapan yang sama dimata Yunho saat terakhir kali Seunghyun berhadapan dengannya.

.

.

Yoochun tak pernah menyangka akan bertemu dengan Yunho saat Junsu merengek padanya untuk menemaninya. Pagi-pagi sekali begitu bangun pagi, Junsu mengajaknya ke kafe miliknya. Istrinya itu bilang bahwa dirinya sudah berjanji dengan Jaejoong akan mencoba resep baru yang akan mereka praktekan. Yoochun tidak dapat menolak karena istrinya itu sedikit lebih galak dan manja secara bersamaan semenjak kehamilannya. Ya setelah perjuangan yang sangat keras akhirnya istrinya itu hamil dan kini usinya memasuki bulan ke tiga.

Saat ini istrinya dan Jaejoong sedang berada di dapur sementara Yoochun menunggu di salah satu meja kafe dengan Yunho duduk di seberang kursinya. Suasana ruangan itu pun sangat hening karena kafe belum buka karena masih terlalu pagi. Membuat perasaan Yoochun semakin tidak nyaman.

"Aku dengar kau pandai meracik obat Yoochun ssi" kata Yunho memecah keheningan.

" Itu hanya sekedar hobby Yunho ssi. Tidak seahli yang Anda dengar."

"Aku ingin kau membantuku. Ada seseorang yang ingin kubunuh tapi tidak bisa dengan cara yang biasa karena dia bukan manusia biasa"

"Yun…Yunho ssi."

"Orang itu sangat berbahaya seperti diriku. Kau pasti tahu tentang monster apa yang hidup di dalam tubuhku. Dia adalah orang yang bertanggung jawab atas apa yang menimpaku. Berbeda denganku yang memilih para korbanku. Dia akan membunuh siapa saja yang ditemuinya. Lebih dari itu, selain mengincar diriku dan istriku. Orang itu bertanggung jawab atas pembunuhan beberapa keluarga Petinggi kemiliteran Korea untuk mengisi waktu luangnya. Jadi kau mengerti alasanku kenapa orang itu harus dibunuh?"

Tentu saja Yoochun mengerti bahaya apa yang akan dihadapinya mengingat hampir semua keturunan Park bekerja di kemiliteran. Terlebih saat ini Sang Appa adalah salah satu dari beberapa Jenderal yang menduduki posisi tinggi di kemiliteran.

"Kenapa orang itu ingin membunuh kami..?"

"Dendam perang. Sama sepertiku dia adalah orang dari masa perang kemerdekaan. Aku akan menceritakan detailnya padamu nanti. Aku menemukan teori yang mungkin dapat membantumu"

Percakapan mereka tak berlangsung lama karena Jaejoong dan Junsu telah kembali dari dapur dengan masing-masing piring di tangan mereka.

"Chunie Hyung!" teriakan khas lumba-lumba itu bergema bersamaan dengan kemunculan dua sosok montok itu. Junsu sedikit berlari sementara Jaejoong berjalan pelan dengan kehati-hatian takut dirinya akan jatuh dan mencelakai aegya di dalam perutnya.

Begitu sampai keduanya meletakkan piring yang mereka bawa didepan suami mereka.

"Suei Honey, ini apa?" tanya Yoochun saat menatap horor makanan di atas piring yang disajikan istri tercintanya. Tampilan pasta yang disajikan Junsu sebenarnya sangat manis. Pasta dengan siraman saus daging dan kimchi. Tapi mengingat istrinya sedang mengidam akhir-akhir ini pasti ada 'bumbu rahasia' di dalamnya.

"Pasta Daging Special dengan saus mangga muda" Jawab Junsu mantap dan bangga.

"Saus…mangga muda?"

"Ne!"

Yoochun meneguk ludahnya pelan. Bagaimanapun dia terlahir sebagai orang korea yang memang terbiasa dengan makanan pedas bukan makanan super asam yang baru saja dimasak oleh istrinya.

"Chunie Hyung, kenapa diam saja?" tanya Junsu sambil melirik dingin Yoochun. Yoochun tahu arti lirikan khas istrinya itu dan apa konsekuensi yang akan diterimanya bila sampai tak menurutinya.

Yoochun segera mengambil garpu, mengambil pasta dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Sesuai dengan dugaan rasa dari pasta itu memang tidak biasa. Campuran panas dan asam dengan kadar berlebihan menjadi satu. Bila saja Yoochun tidak ingat akan ancaman mematikan Junsu, pasti Yoochun sudah memuntahkannya. Yoochun memaksa giginya untuk mengunyah cepat agar rasa asam itu cepat hilang dari lidahnya. Yoochun yang tidak tahan dengan rasa pasta itu sampi menitikkan air mata. Junsu sebagai istri yang baik mengambil tisu dan menghapusnya. Senyuman ceria tidak lepas dari bibirnya saat menyaksikan Yoochun berjuang keras menghabiskan pasta buatannya.

Sementara itu diseberang mereka terjadi pemandaangan mesra lainnya. Berbeda dengan Yoochun, Yunho sudah sangat terbiasa dengan selera ajaib istrinya. Jadi dirinya tidak heran atau kaget saat istri tercintanya itu menyuguhinya dengan bibimbap ala Jaejoong yang mengidam. Tampilannya seperti bibimbap umumnya. Semangkuk nasi dengan daging, sayuran dan telur diatasnya. Perbedaannya Jaejoong telah memberi beberapa modifikasi di dalamnya. Mengganti sayuran dengan serutan buah mangga muda dan daun asam jangan lupakan belimbing wuluh tersaji manis didalam mangkok. Entah bagaimana istrinya itu mendapatkan bahan-bahan yang dia yakini sangat susah didapat di Negara mereka itu.

Jaejoong mengaduknya rata sebelum menyerahkannya kepada Yunho. Tak ingin mengecewakan usaha keras istrinya, Yunho segera mengambil sumpit dan mulai memakannya. Rasanya memang sedikit tidak karuan. Tapi Bagi Yunho, apapun yang dimasak Jaejoong akan terasa enak dilidahnya. Sebenarnya Yunho tidak terlalu membutuhkan makanan biasa untuk bertahan hidup. Tapi dirinya tak akan pernah bisa menolak setiap makanan yang dibuat Jaejoong. Apapun jenis makanannya.

.

.

Kyuhyun ingin sekali menghabiskan hari pertama liburan akhir semester I nya bersama Jaejoong. Kyuhyun sangat merindukan Hyungnya itu tapi apa daya Namja evil yang bernama Shim Changmin sudah menyeretnya keluar dari asrama sebelum dirinya sempat kabur. Changmin menagih traktiran Ulang Tahun yang dulu sekali sempat Kyuhyun janjikan. Karena kesibukan masing-masing atau gara-gara keisengan Changmin menggoda Kyuhyun yang berakhir dengan gagalnya rencana mereka.

Kini keduanya berada di sebuah restaurant kecil. Mata bulat Kyuhyun tak mampu untuk tidak menatap horror Changmin saat namja Jangkung itu menghabiskan belasan piring nasi campur, pasta, bulgogi dan ramyun sekaligus. Saking tidak percayanya Kyuhyun sempat menengok ke bawah meja untuk memastikan perut Changmin tidak bocor.

Kyuhyun sepertinya salah perhitungan dengan mentraktir Food Monster seperti Namjacingunya. Ne, Kyuhyun sudah mengakui Changmin sebagai namjacingunya walaupun perlakuannya tidak berubah dari sebelumnya. Sedikit demi sedikit Kyuhyun mulai mengakui arti dari kehadiran Changmin dalam hidupnya. Tentu saja Kyuhyun masih takut dengan Changmin, tapi Kyuhyun ingin memberinya kesempatan.

Kyuhyun mengambil dompet disakunya dan menyadari bahwa uangnya tidak cukup untuk membayar semuanya.

"Mau kemana Kyu?" Tanya Changmin saat Kyuhyun berdiri dari kursinya.

"Ke ATM center sebentar. Aku lupa membawa uang lebih"

"Jangan lama-lama ne?"

Kyuhyun menjawab dengan anggukan malas sebelum berjalan meninggalkan restaurant kecil tak jauh dari asrama Shinki Academy.

"Brugh!"

Saat Kyuhyun sedang berjalan di taman dekat ATM center, kakinya menyandung sesuatu dan membuatnya terjatuh.

"Appoo!" teriak Kyuhyun sambil mengusap kedua lututnya.

Masih setengah meringis kesakitan. Kyuhyun menoleh ke samping mencari pelaku yang membuatnya terjatuh dan mendapati namja cantik yang sedang duduk di kursi taman. Namja cantik yang diakui Kyuhyun memiliki kulit putih sempurna dan rambut hitam sehitam langit malam. Namja itu membawa boneka Baby di pelukannya. Ada perasaan aneh saat Kyuhyun bertemu dengan tatapan namja cantik itu. Perasaan yang sedikit membuat Kyuhyun takut. Perasaan rindu yang luar biasa yang tak pernah dirasakannya padahal Kyuhyun yakin bahwa dirinya belum pernah bertemu dengannya.

Tak ingin terlalu lama terlarut dalam perasaan asing itu, Kyuhyun segera berdiri. Namun sebelum dirinya sempat berjalan, namja itu menangkap ujung kaos yang kyuhyun kenakan. Memaksa Kyuhyun untuk berbalik dan bertemu pandang dengan namja itu.

Namja yang kini menggenggam ujung kaosnya dengan begitu erat seolah tak ingin dilepaskannya. Mata nya menatap Kyuhun dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Raut wajahnya berubah menjadi sedih dan bahagia disaat bersamaan. Bibir merahnya sedikit bergetar ingin mengatakan sesuatu. Walau terlihat sulit namun akhirnya sebuah nama berhasil keluar dari bibirnya.

"Kyunie…"

TBC

Anyeong, setelah beberapa hari absen akhirnya balik lagi dengan Chapter 10 ^^. Terima kasih buat semua readers, yang kasih review, fav dan follow fic ini. Mian ne baru bisa update dan chapnya pendek^^. Karena aktifitas yang padat dan gangguan kesehatan jadinya telat update.

Author tak dapat menjanjikan akan cepat update seperti biasanya, tapi akan tetep diusahakan. BTW, sudah bisa menebak siapa yang bertemu dengan Kyu kah?

Di tunggu reviewnya^^

Gamsahamida

Yeye Kyunie^^