WARNING: JANGAN BACA SAMPE ABIS KALO DARI AWAL NGGAK SUKA CERITANYA, NO BASHING!

GENRE: GENDER SWICTH (GS), PURE ROMANCE, AGE FOR 13+ (REMAJA)

CAST: KANGTEUK COUPLE, 13+2 MEMBER

Characters (male):

- Kangin: main cast, HIDEN

- Donghae: Kangin's friend, Henry twins-older, HIDEN

- Eunhyuk: Kangin's friend, HIDEN

- Heechul: Kangin's friend, HIDEN

- Hangeng: Kangin's friend, HIDEN

- Siwon: Kangin's younger brother, Zhoumi twins-older

- Zhoumi: Kangin's younger brother, Siwon twins-younger

- Shindong: Leeteuk's younger borther

Characters (female):

- Leeteuk: main cast, KRYHL-chapter 4

- Henry: Leeteuk's friend, Donghae twins-youngest, KRYHL

- Kyuhyun: Leeteuk's friend, KRYHL

- Ryeowook: Leeteuk's friend, KRYHL

- Yesung: Leeteuk's friend, KRYHL

- Kibum: Leeteuk's younger sister

- Sungmin: Kangin's older sister

Chapter 9

.

Day 6 - Menuju pagi, Leeteuk

.

Leeteuk tidak bisa tidur sejak dini hari tadi. Dia sudah ngemil 2 bungkus keripik kentang di tambah 2 botol minuman kaleng. Perasaan bersalah menjalarinya. Saat dia masuk kamar, Leeteuk tidak kuat melihat ranjangnya. Kalau dia tidur setelah ngemil, berat badannya akan naik 2x lipat. Akhirnya dia hanya duduk di sofa ruang tamu. Lama-lama, dia bisa tiduran juga dan akhirnya ketiduran. Tapi setiap 10 menit sekali dia terbangun karena perasaan bersalah. Dia melihat jam dinding di ruang tamu sudah menujukkan pukul 4.32AM. Leeteuk memutuskan naik ke kamarnya, mengganti pakaiannya dengan baju olahraga dan celana trainning. Dia lalu menuju kamar mandi untuk gosok gigi dan mencuci muka. Dia kembali masuk ke kamarnya dan mengaitkan penyangga MP3 Player di lengan kiri atas. Dia mengambil MP3 Player, memasang headset, memakai jam tangan dan kaos kaki olahraganya, mengambil jaket khusus untuk olahraga dan keluar kamar. Leeteuk perlahan menuruni tangga dan melirik sekilas jam dinding ruang tamu, 4.54AM. Dia berjalan ke rak sepatu, mengambil sepatu olahraganya, duduk dan memakainya. Setelah semua persiapan beres, dia berguman "Aku pergi," dan membuka pintu rumah.

Udara terasa lebih dingin di pagi awal musim gugur ini, tetapi lebih segar. Dia menyalakan MP3 dan memakai jaketnya. Leeteuk pemanasan sebentar sambil berjalan menuju pagar. Dia membuka pagar dan menutupnya lagi. Setelah keluar pagar, Leeteuk berlari-lari kecil di tempat untuk pemanasan dan mulai jogging pagi.

.

Day 6 - Menuju pagi, Kangin

.

Kangin masih mengantuk. Dia baru tidur 2 jam yang lalu. Tiba-tiba sesuatu menganggu tidurnya.

"Kangin, ireona!"

"Ireona ireona!"

Kangin merasa ada yang menepuk-nepuk bahunya dan juga menarik selimutnya.

"YA! Ireona!"

"HAISH KEMBAR SIAL! KALIAN BERISIK SEKALI!" teriak Kangin dan dia terduduk. Dia membuka matanya dan kaget melihat siapa di depannya.

"Kembar?" tanya Hangeng.

"Ya! Kau merindukan Siwon dan Zhoumi," goda Eunhyuk.

Teman-temannya menoel-noel dan mendorong-dorong Kangin pelan.

"HAISH BERISIK!" teriak Kangin. Dia menarik selimutnya dari tangan Heechul dan tidur lagi.

"Ya! Bangun!" kata Heechul dan dia menarik lagi selimut Kangin.

"Kalian mau apa 'sih?" tanya Kangin dan dia terduduk lagi.

"Mengajakmu lari pagi," jawab Hangeng. Dia duduk di pinggir ranjang king size.

Kangin menatapi satu-satu temannya. "Kalian tidak tidur?"

"Aku ketiduran waktu kita main game tadi," aku Eunhyuk.

"Pantas saja kita kalah party! Ternyata kau ketiduran dan AFK!" marah Kangin. (yang gamers pasti ngerti)

"Jangan salahkan aku. Salahkan kantuk-ku," protes Eunhyuk.

"Kami sudah disini sejak 1 jam yang lalu," jawab Donghae agar Kangin dan Eunhyuk tidak bertengkar lagi. "Kami tidur dulu sebentar di kamarmu."

Kangin menatap Donghae sambil menaikan sebelah alisnya, memberi tatapan "benarkah?".

"Kau tidur seperti beruang yang sedang hibernasi. Tidak akan bangun sampai ada yang meneriakimu," kata Hangeng.

"Ya! Kau harus mengubah caramu tidur. Kalau ada kebakaran, kau tidak akan menyadarinya. Pelayan tidak akan sempat membangunkanmu karena mereka sibuk menyelamatkan diri mereka sendiri," kata Heechul.

"Kalian kesini ingin mengajakku lari pagi kan? Kenapa jadi menceramahiku?" kata Kangin yang tidak terima di ceramahi.

"Kalau gitu cepat bangun dan siap-siap," kata Eunhyuk.

Kangin beranjang dari tempat tidurnya dengan-sangat-perlahan. Memang dia harus olahraga agar berat badannya tidak naik lagi. Selama ini dia pergi ke GYM dan menjaga makanannya untuk menurunkan berat badannya. Dia tidak pernah olahraga di luar GYM. Kangin olahraga di GYM sekalian untuk membuat otot. Konsultannya pun mengikuti kemauan Kangin. Kangin akhirnya berhasil move on dari ranjangnya dan menuju kamar mandi dalam. Dia bersiap-siap sementara teman-temannya tidur-tiduran lagi. Kangin keluar dari kamar mandi dengan topless dan handuk mengitari lehernya. Kangin mengacuhkan teman-temannya yang bermalas-malasan lagi. Dia berjalan menuju lemari bajunya, membukanya, mengambil kaos olahraga, memakainya, mengganti celananya dengan celana trainning dan menutup pintu lemari dengan kasar sehingga menimbulkan suara yang keras, membuat mereka bangkit berdiri.

Kangin masih tidak mengacuhkan mereka. Dia berjalan menuju laci mejanya, mengambil MP3 Player dan menyematkannya pada penyangga MP3 Player di lengan kiri atas. Dia memakai headsetnya. Teman-temannya juga melakukan hal yang sama. Mendengarkan musik sambil berlari dapat menjaga tempo lari dan mengatur detak jantung agar tidak cepat lelah. Mereka memakai jaket khusus saat berolahraga mengingat musim gugur sudah datang.

"Gaja," kata Eunhyuk.

Mereka mengangguk dan berjalan keluar kamar. Kepala Butler yang melihat Kangin lewat menundukan kepala.

"Aku mau lari pagi dengan mahluk-mahluk itu," kata Kangin pada Kepala Butler sambil menunjuk "mahluk-mahluk" yang berjalan keluar rumah terlebih dulu. Heechul membalikkan badannya dan menjulurkan lidahnya. Kangin yang melihatnya balas menjulurkan lidahnya dan berbalik pada Kepala Butler. "Tolong beritahu appa dan eomma. Aku akan pulang telat setelah sarapan. Siapkan sarapan juga untuk mahluk-mahluk itu. Porsinya tolong ditambah," kata Kangin.

Kepala Butler itu menunduk. "Baik, Tuan Muda," kata Kepala Butler itu.

"Gomawo. Aku pergi," kata Kangin lagi.

Kepala Butler menunduk lebih dalam. "Hati-hati, Tuan Muda," katanya sopan.

Kangin berjalan keluar rumah. Di depan rumah teman-temannya sudah menunggu sambil pemanasan. Kangin bergabung dengan mereka. "Kalian akan sarapan di sini 'kan?" tanya Kangin.

Mereka mengangguk.

"Itu sudah pasti 'kan?" kata Hangeng.

"Masa harus ditanyakan lagi?" tambah Eunhyuk.

Kangin tidak mengubris kedua orang itu dan meneruskan pemanasan.

"Sudah?" tanya Donghae.

Mereka menangguk. Kangin mengangguk pada penjaga pintu gerbang rumahnya. Penjaga pintu membukaan pintu.

"Hati-hati, Tuan-tuan Muda," kata penjaga pintu.

"Cukup Tuan Muda saja. Mereka tidak usah," kata Kangin.

Heechul menjulurkan lidahnya lagi. Kangin pun membalasnya. Penjaga pintu hanya tersenyum.

"Sudah ayo," kata Donghae dan dia berlari mendahului mereka. Hangeng dan Eunhyuk menyusul. Heechul pun meninggalkan Kangin.

"Cih," guman Kangin pada punggung Heechul. Dia balik menghadap penjaga pintu. "Aku pergi," kata Kangin dan mendapat balasan bungkuk dari penjaga pintu.

Kangin berlari keluar rumah. Dia kaget melihat teman-temannya sudah hilang. "Kurang ajar," guman Kangin dan dia menambah kecepatan larinya. Akhirnya Kangin berhasil menyusul Heechul dan melihat punggung teman-teman lainnya. Mereka berlari dalam diam sambil mendengarkan lagu dari MP3 Player masing-masing. Mereka juga menghemat tenaga mereka, karena kalau berbicara akan mengeluarkan tenaga dan menjadi cepat lelah. Kangin lebih suka mendengarkan lagu yang bertempo cepat sehingga tempo larinya cepat. Dia perlahan menyusul Heechul yang menyukai lagu mellow. Dia sejajar dengan Eunhyuk. Mereka berlari terus berlari dalam diam dan tempo masing-masing. Kangin tetep sejajar dengan Eunhyuk. Mereka mendengarkan lagu yang bertempo cepat. Donghae dan Hangeng berada di depan karena mereka berlari terlebih dulu.

Kangin mengamati taman itu. Banyak orang-orang yang sedang olahraga pagi, mengajak hewan peliharaan mereka dan berjalan santai menikmati udara pagi yang santai. Kangin berlari sambil melihat-lihat. Dia tidak kenal orang-orang itu. Maklum, dia tidak pernah lari pagi sebelumnya. Berlari pun di dalam GYM. Kangin menikmati pemandangan taman itu. Air mancur kecil, mainan untuk anak-anak, bangku taman, pohon-pohon yang rindang, rerumputan yang hijau menghiasi taman itu. Kangin tersenyum kecil. Sepertinya dia akan sering-sering lari pagi disini.

Kangin sedang terfokus pada aktifitasnya ketika matanya tertuju pada sesosok yang sedang berlari pagi juga. Dia terhenti. Eunhyuk yang berlari disebelahnya memutar kepalanya, menaikkan alisnya bingung kenapa temannya berhenti mendadak. Heechul yang berlari di belakang Kangin, sudah menyusulnya dan melakukan hal yang sama dengan Eunhyuk. Donghae dan Hangeng yang memimpin lari pagi itu tetap berlari lurus. Kangin berlari melawan temponya dan berlari menuju sosok itu. Heechul dan Eunhyuk berhenti melihat Kangin. Mereka melepas sebelah headset mereka.

"Kangin-a!" teriak Heechul. Yang dipanggil tidak menyahut.

Donghae berhenti karena Hangeng menahannya. Hangeng mendengar Heechul memanggil Kangin. Hangeng dan Donghae berbalik menghampiri Eunhyuk dan Heechul. Mereka berdua melepas sebelah headset mereka dan mengikuti arah pandang Eunhyuk dan Heechul.

"Kangin-a!" teriak Hangeng.

Yang dipanggil tetap tidak menyahut. Kangin terus berlari. Dia lalu mengurangi kecepatannya dan berlari tepat di belakang seorang wanita. Teman-temannya lalu mengerti setelah melihat siapa wanita itu. Siapa lagi yang bisa mengalihkan dunia Kangin selain Leeteuk? *wajahmu mengalihkan duniaku *abaikan. Setelah mereka tahu alasan kenapa Kangin bertingkah seperti itu, memasang kembali headset mereka dan melanjutkan lari pagi.

Kangin senang bukan main saat melihat Leeteuk lari pagi juga. Dia juga memasang headset mendengarkan musik untuk mengatur tempo larinya. Kangin tidak lagi memasang headsetnya dan mengikuti tempo lari Leeteuk. Dia tersenyum-senyum sendiri. Leeteuk tidak menyadari kehadirannya. Tapi itu menguntungan Kangin. Dia jadi bisa berlari pagi dengan Leeteuk, meski tanpa sepengetahuan Leeteuk. Kangin tidak berhenti tersenyum. Dia melihat sosok Leeteuk berlari di depannya, rambutnya yang diikat kuda bergerak seiring irama lari Leeteuk. Kangin menaikkan sebelah alisnya, rambut Leeteuk teryanta di cat kecoklatan. Catnya tipis, tapi jika di perhatikan lebih, maka akan terlihat. Dia sendiri mencat rambutnya dengan warna kemerahan.

Dilihat-lihat, sepertinya Leeteuk sudah berlari lumayan lama. Keringatnya sudah bercucuran dan nafasnya sudah mulai kelelahan. Beberapa meter lagi, mereka akan sampai di ujung taman ini. Tempat itu ada air minum dari keran yang dapat langsung diminum, biasanya digunakan untuk warga yang sedang olahraga. Airnya pasti segar dan dingin, mengingat sudah memasuki musim gugur. Kangin melihat pergelangan tangan kirinya. Waktu sudah menujukan pukul 6.54AM. Tidak terasa dia sudah berlari selama hampir sejam.

Leeteuk mengurangi kecepatan larinya. Ternyata dia sudah kelelahan. Kangin mengurangi kecepatan larinya dan berhenti sedikit jauh dari Leeteuk. Leeteuk langsung duduk di bangku taman begitu dia berhenti. Mereka sudah sampai di ujung taman. Leeteuk melepas headset dan mematikan musiknya. Dia duduk sambil terengah-engah. Leeteuk mengambil handuk dari kantong celananya dan melap keringatnya. Kangin melakukan hal yang sama. Mereka berbeda 2 bangku taman yang kira-kira jaraknya 20m. Leeteuk berdiri. Kangin melihatnya menuju air minum dari keran dan dia minum. Kangin memutuskan untuk mendekat dan membuat Leeteuk terkejut.

"Uhuk uhuk." Leeteuk terbatuk setelah kaget melihat siapa yang mendekatinya. "Neo! Bagaimana kau bisa ada disini?" tanyanya tidak percaya.

Kangin tersenyum. Dia minum. Setelah minum, dia melihat Leeteuk. Dia tersenyum lagi. "Aku sedang lari pagi."

Leeteuk menatap Kangin tidak percaya. Baru saja Leeteuk akan bertanya, HPnya bergetar. Leeteuk membaca siapa yang meneleponnya dan menghindari Kangin. Kangin yang melihatnya sebal. Dia 'kan bisa mengangkat telepon di depannya. Toh dia tidak akan mengganggu Leeteuk. Kangin sedang berkonsentrasi penuh untuk menguping pembicaran Leeteuk, giliran HPnya yang bergetar. Dia melihat layar Hpnya dan membuka flipnya dengan kasar.

"Ne, eomma?" katanya.

"Kau sudah selesai belum?"

"Sudah eomma. Kenapa telepon? Aku sudah bilang-"

"Cepat pulang. Eomma dan appa akan bertemu kawan lama. Kau juga ikut."

"Ne?" tanya Kangin tidak percaya. "Teman lama eomma dan appa kenapa aku juga harus ikut?" Kangin melihat Leeteuk yang sedang melihat kearahnya. Leeteuk memberikan tatapan "masih banyak yang harus aku tanyakan, tapi aku harus pergi" pada Kangin dan dia berlari pergi.

"... Kangin! Ya! Kim Kangin!" omel yang suara yang ada di telepon.

"Eomma, aku sedang sibuk sekarang. Aku-"

"Pulang sekarang juga!" Kangin kaget ketika appanya tiba-tiba berbicara di telepon. "Beri tahu teman-temanmu kau akan ada acara keluarga jadi mereka tidak bisa sarapan di rumah kita. Sampai ke rumah harus dalam 30 menit." Appanya menutup telepon sebelum dia sempat protes.

Kangin dengan kesal menekan tombol no.1 speed dial dan panggilan langsung menuju pada Donghae. "Donghae-a, beri tahu mahluk-mahluk itu aku ada acara keluarga sekarang. Appa menyuruhku pulang. Kalian tidak bisa sarapan di rumahku. Barang-barang kalian di ambil besok pagi saja," kata Kangin cepat dan dia memutuskan sambungan sebelum Donghae membalas. Kangin memasukkan HPnya ke kantong celananya dan segera berlari maraton menuju rumahnya.

Kangin sampai di rumahnya tepat waktu. Napasnya tidak teratur. Dia masuk rumah dan melihat eomma dan appanya sudah berpakaian rapi dan sedang duduk di meja makan. Eomma memakai gaun krem lengan 3/4 panjang sampai mata kaki dengan sepatu hak 5cm berwarna putih sedangkan appanya memakai kemeja putih dan setelan jas krem dengan dasi kupu-kupu hitam.

"Cepat mandi setelah itu sarapan. Jam 8 kita sudah harus berangkat. Tempatnya agak jauh, makanya berangkat lebih cepat" kata eomma yang melihat putra sulungnya sudah sampai.

Kangin masih tersengal-sengal sambil melihat benda yang melingkari pergelangan tangan kirinya, 07.21AM. Seketika Kangin membelalakan matanya dan berlari ke kamarnya untuk bersiap-siap. "EOMMA! AKU TIDAK AKAN SEMPAT SARAPAN!" teriak Kangin ketika sampai di kamarnya.

"PAKAI KEMEJA," teriak appanya.

"KENAPA HARUS SEFORMAL ITU?" balas Kangin dari kamar mandi dalam kamarnya.

"PAKAI SAJA DAN CEPAT SARAPAN," kata appanya lagi.

"Ish!" guman Kangin kesal. Dia mandi secepat kilat. Dia keluar dengan hanya membalut bagian bawahnya dengan handuk dan melihat 2 Butler sedang menunggunya.

"Kami akan membantumu, Tuan Muda," kata salah satu dari mereka sambil menunduk.

Kangin berjalan kearah ranjangnya. Butler sudah siapkan kemeja dan meletakannya di atas ranjangnya. Salah satu Butler mengambil kemeja itu dan menunduk pada Kangin untuk meminta ijin untuk memakaikan kemejanya. Kangin berbalik menatap cermin setinggi 2m khusus dibawakan oleh Butler agar Kangin dapat melihat dirinya dari atas sampai bawah. Kemeja biru sapphire dipakaikan oleh Butler dengan lincahnya. Kangin diam. Kalau Butler sudah di turunkan untuk membantu Kangin berdandan, maka tamu kali ini special. Kemeja biru sapphire itu dipadukan dengan bolero dan dasi hitam (setau author namanya bolero, tapi kayanya bukan, maap kalo salah.. bolero itu yang di pakai sebelum jas dan setelah kemeja, yang lengan buntung itu, yang dipake Yesung di MV Sorry Sorry Answer). Butler memakaikan jam tangan hitam mewah untuk menadakan warna dengan bolero dan dasinya. Celana bahan nan licin berwarna hitam dipakai sendiri oleh Kangin sementara para Butler mempersiapkan aksesoris lainnya. Mereka menyemprotkan parfum manly dan menyematkan jepit dasi emas agar dasinya tidak berantakan. Ikat pinggang berwarna putih melingkari pinggang Kangin. Kaos kaki dan sepatu semi-formal hitam melindungi kaki Kangin. Salah satu Butler menata rambut Kangin seperti sehari-hari.

Kangin menaikkan sebelah alisnya sambil mengerutkan dahi setelah Butler selesai membantu Kangin. Pakaian semi-formal untuk tamu special? "Tidak pakai jas?" tanyanya.

"Itu pilihan Anda," kata salah satu dari mereka.

Kangin tampak berpikir sejenak. "Kalau begitu aku bawa saja," katanya memutuskan.

Kedua Butler itu membungkukkan badan mereka. Salah satu dari mereka melipat jas dan menyematkannya di lengan bawah Kangin.

Kangin kembali menatap cermin. Dia memiringkan kepalanya sambil menatap bayangannya di cermin. Dia melirik jam di pantulan cermin. Kangin kaget ketika jam sudah menujukan pukul 07.41AM. Dia mengucapkan terima kasih pada Butler dan segera berlari turun. Suara sepatu Kangin membuat seisi rumah itu menatap ahli waris dari Keluarga Kim yang sedang menuruni tangga dengan tergesah-gesah. Setelah sampai lantai bawah, Kangin segera menuju meja makan dan sarapan cepat.

"Tidak usah makan terlalu banyak. Kalau perlu tidak usah makan, minum saja susunya. Kita akan sarapan dengan mereka dulu," kata appa.

Kangin menelan rotinya bulat-bulat. "Appa harusnya beritahu dari tadi," kata Kangin kesal.

Appanya tersenyum jail. Appa dan eomma sedang duduk di sofa ruang tamu menunggu putra sulung mereka. Kangin kesal dan menegak susunya sampai habis sekali tegak. Dia berdiri dari meja makan dan menghampiri appa dan eommanya menandakan bahwa dia sudah siap.

"Baiklah. Ayo berangkat. Maafkan appa Kangin," kata appa melihat Kangin yang sebal sambil tersenyum.

"Kau membuat moodnya jelek," kata eomma.

"Moodnya akan bagus jika dia bertemu dengan tamu special pagi ini. Kita akan makan dengan mereka di salah satu restoran di mall dan setelah itu kalian berdua akan jalan bersama," kata appa memberi petunjuk.

Kangin menatap appanya meminta penjelasan yang lebih.

"Nanti kau akan tahu," jawab appanya. Dia merangkul putranya berjalan menuju mobil. Kangin duduk di kursi penumpang sedangkan kedua orangtuanya duduk di kursi belakang. Karena menurut eomma perjalanan lumayan jauh, Kangin memutuskan untuk tidur sejenak.

.

Kangin terbangun, lebih tepatnya dibangunkan oleh appanya, saat mereka hampir sampai. Dia melihat jam tangannya, 2 menit lagi pukul 9. Dia merapikan rambutnya. Appa dan eomma turun tepat di depan pintu masuk. Kangin juga turun saat pintu dibukakan oleh valet. Dia memutuskan untuk memakai jasnya saja. Kangin melihat mall itu mencari petunjuk dimana sebenarnya mereka. Dia sedang berada di pusat kota Incheon rupanya dan mall itu adalah mall mewah. Kangin, memasukan ke dalam botol dan membuang ke pinggir pantai Incheon, pikirannya bahwa dia akan dijodohkan. Dia akan kabur dari restoran jika dia benar-benar dijodohkan dan kalau kedua orangtuanya memaksa dia akan kabur dari rumah. Tradisi keluarga Kim yang diturunkan secara turun temurun, dia akan mencari sendiri jodohnya. Kangin memutuskan untuk tidak bertanya dan mengikuti saja kedua orangtuanya.

Mereka mengikuti seseorang yang tampak seperti manager memandu mereka menuju lantai 4 mall itu. Manager itu membawa mereka ke restoran yang terbilang mewah dan mahal. Kangin memikirkan bahwa dia akan bertemu dengan mahluk-mahluk itu dan KRYH di restoran itu. Orangtua mereka adalah teman lama, seperti yang dikatakan eomma. Manager memandu mereka ke ruangan khusus VIP. Kangin semakin penasaran saja (author yakin reader juga penasaran :3) dengan siapa mereka akan bertemu. Dia yakin 99% dia akan bertemu mahluk-mahluk itu dan KRYH di ruangan VIP itu. Orangtua mereka sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu karena kesibukan mereka. Hari ini anak-anak mereka libur dan mereka meluangkan waktu di hari libur ini untuk berkumpul kembali beserta anak-anak mereka setelah 5 tahun tidak bertemu.

Manager membuka pintu ruangan VIP. Sekilas, Kangin melihat sesosok yeoja muda sedang duduk di antara kedua orangtuanya...

.

TBC

.

(Author corner: ini bonus chap-nya sebagai permintaan maap author.. di bikin deg-degan dulu ya.. kwkwkwkw.. :3)