0ooOoo0

"let me introduce my self Naruto, my name is Lucy Hertifiilia nice to meet you", balas perempuan itu yang bernama Lucy dengan tersenyum.

Karena ini fanfic indonesia, jadi kita terjemahkan aja langsung...tapi mereka tetap bicara dengan bahasa Inggris karena Lucy.

" senang bertemu denganmu juga Heartfilia-San", balas Naruto berojigi yang dibalas Lucy dengan berojigi juga

"e-eto!, panggil aku Lucy saja, Naruto ! dan juga...sebagai tanda terima kasih maukah kau aku traktir minum bersama ?", ucap Lucy dengan gugupnya

"emm...baiklah jika kau tidak keberatan", balas Naruto yang tadi sempat berpikir

"kalau begitu, ikuti aku !", Lucy langsung saja berjalan memimpin jalan tapi dengan cepat dicegah Naruto

"Lucy ?"

"Ya ?"

"kita bayar dulu belanjaan kita", balas Naruto menunjuk keranjang dorong yang dipegang Lucy

"ehh ?, iya-ya! Hehehehehe...maaf aku lupa ", Lucy mengekori Naruto kekasir

Setelah membayar belanjaan mereka, Naruto dan Lucy segera menuju tempat tujuan selanjutnya yakni salah satu kafe di di mall tersebut.

" Naruto apa kau blasteran ?", tanya Lucy sambil menyeruput minumannya

"bagaimana ya aku bilangnya...", balasan Naruto membuat diatas kepala Lucy terlihat gambar tanda tanya, " sebenarnya yang blasteran adalah ayahku lalu ayahku menikah dengan ibuku yang merupakan asli orang jepang, jadi saat kau bilang begitu kurasa kurang tepat"

"begitu ya, kalau begitu Naruto berapa umurmu ?", Lucy kembali bertanya kepada Naruto tanpa memperdulikan pertanyaannya sebelumnya

"dasar orang asing, pikiran mereka simpel sekali", batin Naruto setelah melihat Lucy tak memperdulikan balasannya atas pertanyaannya sebelumnya, " enam belas tahun, kalau Lucy ?"

"hmp...Naruto kau tidak boleh menanyakan hal-hal sensitif pada seorang gadis, seperti umur, tinggi atau berat badan", Lucy tampak terlihat kesal dengan balasan Naruto tapi wajah kesalnya terlihat imut

"he ?...tunggu dulu...", balas Naruto mengambil sebuah buku berjudul cara bersosialisasi yang benar, lalu mengembalikannya kedalam tas kecil yang selalu ia bawa kemudian menghela napas panjang dan berbicara dalam hati,

"menyeramkan, aku baru tau perempuan itu selalu benar...aku jadi teringat ayah selalu ketakutan saat ibu sedang marah bahkan sampai bersujud sampai tiga hari, seram sekali !"

"emm, kau kenapa Naruto ?, " ucap Lucy membangunkan Naruto dari dunia hatinya

"emm-emm tidak apa, ngomong-ngomong ini enak sekali !", balas Naruto sambil meminum coklat panasnya yang namanya Naruto lupa

"benarkah !, syukurlah kau tau tempat ini temanku yang menyarankannya saat ia berlibur kemari", balas Lucy terlihat senang melupakan kekhawatirannya terhadap Naruto

Naruto dan Lucy berbincang disana sekitar satu jam banyak yang mereka bicarakan dan Naruto selalu terlihat kalah bicara dengan Lucy saat Lucy menyebutkan kalimat, hal-hal sensitif bagi seorang gadis, dan Naruto hanya berani mengumpat dalam hati, menyeramkan sekali, seorang perempuan.

Setelah itu mereka berdua nampak berjalan meninggalkan cafe dan menuju pintu keluar mall. Tak berselang lama datang taxi yang berhenti tepat didepan mereka.

"biar aku yang bukakan!", ucap Naruto membukakan pintu belakang taxi untuk Lucy

"terima kasih", Lucy masuk kedalam taxi menutup pintunya dari dalam dan membuka jendela

"Lucy ?"

"Naruto, kalau kau sedang kesepian, aku tak keberatan menemanimu dah", taxi yang ditumpangi Lucy berjalan pergi meninggalkan Naruto yang berdiri sendirian kemudian perhatian Naruto teralihkan oleh smartphone nya yang berdering dan bergetar.

.

From : Lucy HeartFull

To : NaruNaru

Aku juga enam belas tahun, semoga kita cepat akrab,,,

Ngomong-ngomong aku tidak keberatan jika kau mencoba mendekatiku, jujur

Saja aku sangat penasaran dengan bagaimana kencan ala Jepang.

#tanda lima hati#

.

.

"gadis ini!, sangat agresif sekali", ucap Naruto pelan tidak percaya ketika membaca pesan singkat dari Lucy, lalu mencoba tidak memikirkan dengan apa yang terjadi Naruto mematikan ponselnya menaruhnya kembali ke sakunya dan menghela napas.

"woy Dobe !", merasa kenal dengan suara yang memanggilnya dan pangilannya membuat Naruto dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah suara yang berada dibelakangnya.

"kau Teme, kenapa kau ada disini ?",

"hah ?...apa maksudmu tidak aneh kan aku berada disini, seharusnya kau sudah tau !", balas Sasuke menunjuk ke arah Naruto namun lebih keatas disana nampak terlihat sebuah baleho besar bertuliskan Uchiha Mall.

"ya ya aku tau, Mall ini salah satu usaha keluargamu, yang aku maksud buat apa kau kemari bukannya jika kau perlu apa apa tinggal telpon manajer disini"

"soal itu ada beberapa barang yang bersifat pribadi jadi aku kemari, dan juga bagaimana dengan modus pendekatannya ?"

"hah ? apa maksudmu ?"

"kau tidak bisa menipuku Dobe, kau pikir sudah berapa lama kita bersama", balas Sasuke seraya berpose keren sambil menunjuk Naruto

"sepuluh...tahun", balas Naruto membuang mukanya

"benar sekali kita sudah bersama selama itu, kau pikir aku tidak tau semua tentangmu Do-Be", balas Sasuke nada suaranya dibikin lembut masih menunjuk Naruto

Naruto masih membuang mukanya, sengaja diam supaya membuat Sasuke cepat bosan dan berhenti berlagak keren yang menurutnya memalukan.

"Do-be, aku tau lo, keberadaanmu itu selalu mengundang para perempuan mendekat denganmu, jujur saja aku tak tau bagaimana fenomena itu bisa terjadi, ahh... Dobe yang malang"

"yah, Sasuke mau pindah tempat, ada yang ingin ku bicarakan ?", balas Naruto mengalihkan pembicaraan dan langsung melangkah pergi dari sana tanpa menunggu jawaban dari Sasuke.

Sasuke pun hanya diam mengikuti kemana Naruto membawanya, tak lama berjalan mereka sampai disebuah taman tidak jauh dari mall. Didepan pintu masuk taman tertulis dengan jelas disebuah papan bertuliskan tutup tapi Naruto tak memperdulikannya, Naruto masuk lewat depan dimana pagar taman yang dibuat sengaja atau tidak memang tidak dikunci. Sasuke yang berada dibelakangnya hanya mengikuti Naruto sambil sesekali melihat pemandangan taman dimalam hari.

"yosh...sepertinya kita sudah cukup jauh dari keramaian !", ucap Naruto yang berhenti berjalan sambil meregangkan kedua tangannya keatas

"hah (membuang napas ) sudah kuduga...kenapa kau tidak terus terang saja Dobe"

"kupikir tidak akan seru jika begitu, bukan begitu Teme !",

"Ck !, jadi ada berapa orang ?"

"dua di utara, tiga di barat, dua di timur, dua di selatan, diatas", nalas Naruto sambil menunjuk keatas

Kedua tangan Sasuke mulai mengeluarkan mana berwarna biru tua yang kemudian berubah menjadi aliran listrik,

"kau tau Dobe, yang kulakukan sekarang bukanlah gaya bertarungku tapi gaya bertarungmu, Chidori Senbon !, Sasuke melepaskan aliran listrik di kedua tangannya dengan mengayunkannya, aliran listrik tersebut berubah menjadi ratusan jarum yang mengarah ke keempat arah mata angin leih tepatnya mengarah ke pohon-pohon besar yang berada di empat arah mata angin.

Aarrrrgg !

Tak berselang lama suara rintihan dari balik pohon terdengar dibarengi dengan jatuhnya beberapa orang berpakaian serba hitam yang disekujur tubuhnya tertancap jarum dari listrik ciptaan Sasuke.

"Wind Magic : Wind Ball Prison", Naruto menciptakan sebuah bola dari angin berjumlah sembilan buah yang mengurung kesembilan orang-orang berpakaian hitam mengambang di udara yang masih merintih kesemutan.

"Sugoi !, mereka niat sekali ", ucap Naruto saat memerhatikan salah satu dari kesembilan tawanan mereka yang bercirikan berpakaian hitam ketat dengan masker anti gas.

"Cih, apa-apaan pakaian mereka ini, jadi sulit mengetahui mereka dari mana tanpa menginterogasi", Sasuke nampak kesal dengan penampilan orang-orang berpakaian hitam yang kini jadi tawanan mereka, " dan juga fasion mereka buruk sekali !"

"tenang saja, sebenarnya aku punya satu pertanyaan untuk mereka"

"pertanyaan ?"

"yah, jadi...", Naruto berjalan kearah salah satu tawanan mereka yang terdekat, " Artifak...Angkatan Laut !", ucapan Naruto direspon salah satu dari tawanan mereka dengan nampak tersentak lalu diam

Angkatan ...laut... jadi ?", Sasuke berjalan mendekati Naruto meminta penjelasan

"yah, mereka dari angkatan laut"

"kenapa..angkatan laut memata-matai kita ?"

"aku kepikiran tentang Quest yang kita terima...kenapa Sekolah se Elite Kiri menolaknya dan juga memberitahu tentang Artifak"

Sasuke hanya diam mendengarkan penjelasan yang Naruto katakan,

"jawabannya hanya satu sejak awal Quest itu adalah permintaan dari angkatan laut yang dikirim ke Kiri, tapi pihak Kiri tau bahwa itu hanya modus angkatan laut agar mendapatkan Artifak tapi pihak dari mereka tidak dirugikan"

"yah kalau dipikirkan, mencari sebuah Artifak sama saja dengan berburu sebuah harta karun, jalan untuk mendapatkannya tak mudah. Banyak rintangan, jebakan, yang dapat merenggut nyawa...jadi mereka mengirim permintaan agar mendapatkan Artifak tanpa jatuhnya korban di pihak mereka kan ?"

"kau benar, tapi semua rencana mereka harus di benahi ulang, karena pihak Kiri malah mengirim permintaan itu ke Konoha, lalu inilah yang terjadi...walaupun itu hanya hipotesisku saja.."

"Dobe kurasa sebagian dari hipotesa mu mungkin ada benarnya juga, sepertinya aku harus mengintrogasi mereka", balas Sasuke mengambil ponselnya menelpon seseorang, "bawakan beberapa mobil, akan kukirim lokasi ku", Sasuke pun menutup ponselnya lalu menatap Naruto

"pulanglah Dobe, mulai dari sini biar aku yang urus"

"kau yakin ?"

"tentu saja, karena disini masih wilayah Klan Uchiha", balas Sasuke membelakangi Naruto

"ya..ya..ya...aku pulang", balas Naruto berjalan pergi dari taman sambil melepaskan sihirnya yang mengurung kesembilan mata-mata dari angkatan laut.

"tak kusangka angkatan laut ikut terlibat, hah (membuang napas) angkatan laut, angkatan darat, dan angkatan udara adalah organisasi pertahanan militer yang dibentuk oleh Klan Otsutsuki, setelah Klan mereka keluar dari Pillar Ten, Klan mereka seolah menjadi tertutup sepertinya mereka merencanakan sesuatu", ucap Sasuke pelan dengan nada yang datar,

"sepertinya di Jepang selalu ada saja masalah", ucap Sasuke lagi kali ini dengan nada bicara yang lebih tinggi, hanya sekitar beberapa detik datanglah beberapa mobil didepan pintu masuk taman.

.

.

.

.

.

. Disclaimer : Naruto, Masashi Kishimoto

Highschool Dxd, Ichiei Ishibumi

Dan bukan milik saya.

Rated : T-M

Genre : Action, Adventure, Comedy(Soon), Ecchi(Soon), Magic, Shonen

.

.

.

Arc 2 : Tottori Arc

Chapter 10 : Quest pertama di SMA dimulai, Let's

Go...Go... ..Doki...Ghostto

.

.

00ooOoo00

Keesokan harinya...

Di sebuah Kereta yang nampak sudah meninggalkan Stasiun, kereta melaju dengan cepatnya didalam kereta banyak orang yang menikmati waktu mereka masing-masing salah satunya Naruto dan Sasuke yang kini duduk berhadapan dengan menggunakan pakaian bebas, dari Naruto lebih memilih memakai setelan baju kaos lengan panjang garis-garis dengan celana jeans didampingi sepatu Sneaker berwarna merah putih. Dari Sasuke memakai setelan kaos yang dipadu dengan Hoody tanpa lengan, celana jeans dan sepatu Sneaker berwarna ungu.

Terlihat Naruto sedang menahan mualnya,

"Te-teme apa itu ?", ucap Naruto terbata sambil menahan rasa mualnya

"ini...dilihat saja sudah jelaskan, ini jus", jawab Sasuke dengan polosnya sambil memegang sebuah botol minuman

"se-sejak kap-an jus punya rasa a-sam, ma-nis, dan rasa a-pa itu.. seperti itu...menjijikan !"

"darimana menjijikannya, asal kau tau jus ini hasil kombinasi lima jenis tomat yang berbeda, Dobe bagaimana rasa berbeda yang menjadi satu paduan...tomat memang terbaik", balas Sasuke dengan mata berbinar

"aku tak peduli...ambilkan aku air...air"

"ini !", Sasuke mengambil sebotol air mineral yang ia beli stasiun sebelum berangkat

Glup...gluppp... ...AHHHHhhhh...segarnya...

"cih jika kau ingin membuat sesuatu seharusnya kau coba sendiri dulu agar tak memakan korban seperti aku?"

"maksudmu jusnya? Sudah kucoba...enak lo ?"

"apanya yang enak dari eksperimen berbahaya mu itu...kita ganti topik intinya saja !"

"ya, baiklah", ucap Sasuke yang menaruh kembali sebotol jus tomatnya kedalam tas ranselnya

"Quest pertama kita kali ini kita akan ke Tottori, tujuan kita ada tepat di desa dekat pantai Hokuto jadi setelah kita sampai kita harus memakai bus untuk sampai kesana...melelahkan sekali", jelas Naruto menggunakan Ipad yang ia bawa yang memperlihatkan GPS

"kurasa lebih baik kita mengajak Shika juga..."

"jangan terlalu berharap pada tukang tidur itu, jadi bagaimana dengan tugasmu?"

"tugas ?, ah Introgasi ya ?...entahlah.."

"heh ?", mendengar ucapan Sasuke, Naruto menatap tajam Sasuke meminta penjelasan

"Hn (membuang napas) aku punya bawahan kenapa aku harus turun tangan...dan lagi pekerjaan mencari informasi dengan cara kasar merupakan salah satu kelebihan Klan Uchiha", balas Sasuke dengan bangga membuat Naruto hanya bisa pasrah dengan sifat angkuh Klan Uchiha

"seperti yang diharapkan dari Klan yang memimpin pasukan polisi terbesar di jepang"

"ngomong-ngomong Dobe, bukannya Klan Otsutsuki dan Uzumaki bertukar sake"

( di Jepang bertukar sake merupakan adat yang dilakukan saat dua atau lebih, orang atau keluarga ingin menjalin hubungan yang lebih dekat, contoh menjadi saudara, rekan bisnis kalo dalam anime, ada di One Piece saat Ace, Sabo, dan Luffy mengikat janji menjadi saudara yang udah nonton pasti pada tau kan )

"Otsutsuki ?, oh..apa kau ingat kapan Klan Otsutsuki keluar dari Ten Pillars ?"

"kalau tidak salah sepuluh tahun yang lalu...?"

"lebih tepatnya sembilan tahun tiga ratus enam puluh empat hari...", Sasuke nampak kesal dengan jawaban Naruto tak bisa berkata apa-apa karena Naruto belum menyelesaikan jawabannya, " kira-kira sekitar dua tahun setelah mereka keluar, dari Ten Pillars mereka juga memutuskan hubungan dengan Klanku...kalau kau bertanya alasan, aku tak tau sampai sana !"

"jadi begitu !, mencurigakan pasti mereka merencanakan sesuatu.."

"aku juga berpikir begitu, tapi aku tak terlalu memikirkannya mungkin ada yang lebih mencurigakan daripada mereka!", ucap Naruto sambil membuat bahasa tubuh, Aku ingin tidur sebentar yang lantas membuat Sasuke hanya diam menyibukkan diri dengan membaca berita di ponsel pintarnya.

00ooOoo00

Tak terasa perjalanan mereka memakan waktu hampir empat jam dikarenakan mereka memakai jenis perjalanan kereta baru yakni bernama One Express, dimana jenis perjalanan yang memberikan pelayanan langsung ketujuan. Biasanya kereta jenis ini gunakan hanya untuk perjalanan yang menghemat waktu, lebih simpelnya jika kita ingin ke ke kota C, kita harus naik kereta A yang pemberhentiannya ada di Stasiun di kota B, lalu kembali naik kereta menuju kota C. Kalau memakai kereta jenis ini kita dapat memotong langsung A-C.

Sesampainya di Stasiun Naruto dan Sasuke harus menaiki sebauh Bis yang rute perjalanan menuju suatu desa. Tak ingin memakan waktu lama mereka berdua segera bergegas.

Di sebuah Desa, di kota Tottori

"syukurlah kita berangkat pagi hah...", ucap Naruto sambil yang melihat langit yang sudah berwarna jingga menandakan hari sudah kesorean

" Hn...kau benar jika kita pergi siang, sudah dipastikan kita sampainya hampir tengah malam"

"pertama, kita cari penginapan dulu", Naruto mulai berjalan diikuti Sasuke, nampak Naruto sedang berkutat dengan Ipadnya mencari sesuatu.

Sasuke hanya diam mengikuti langkah Naruto, tak sampai setengah jam mereka berhenti di sebuah penginapan yang dipapan namanya bertulisan penginapan Inari.

"Selamat datang !", ucap seorang perempuan yang Naruto prediksi umurnya belum sampai tiga puluhan

"kami mau menginap..", balas Naruto yang langsung diiyakan oleh perempuan itu

"silahkan ikuti saya", Naruto mengikuti perempuan itu sampai di meja resepsionis, "silahkan isi disini?"

"iya", ucap Naruto mengisi nama, berapa hari mereka akan menginap

Naruto dan Sasuke pun memasuki kamar yang akan mereka tempati untuk sementara.

"apa selanjutnya ?", tanya Sasuke yang sudah rebahan dilantai atau dalam bahasa jepangnya Tatami

"ini !...", Naruto menyodorkan sebuah kertas kepada Sasuke,"orang itu kita harus menemukannya lebiih dulu"

"siapa ?" balas Sasuke ketika melihat kertas tersebut yang berisi data seseorang yang tidak ia kenali

"tak tau !"

"ta-tak tau ?"

"lembaran itu ada di dokumen mungkin saja ada kaitannya dengan Quest kita", balas Naruto dengan santai dan polosnya

"kau tau kan arti mungkin saja itu ?"

"tenang saja, insting kejeniusanku tak akan salah", balas Naruto dengan bangganya sambil berjalan kearah koper orange miliknya

"hah (membuang napas), dasar Dobe.."

"sudah kubilang tenang saja, besok kita tinggal tanyai saja seluruh desa lagipula desanya tak terlalu besar", ucap Naruto ditengah-tengah mencari sesuatu didalam kopernya

Sasuke yang masih rebahan tak menjawab ucapan Naruto malah menutup matanya menyamankan posisi rebahannya kesamping menghadap tembok

"pastinya yang identik dengan penginapan itu Onsen, aku duluan...", ucap Naruto membawa beberapa barang keluar dari kamar mereka

"Hn...nanti aku menyusul", Sasuke masih dengan posisinya.

00ooOoo00

Keesokan Harinya...

Hari pertama...

Naruto dan Sasuke sudah bersiap pagi ini untuk menanyakan keberadaan orang yang ada di kertas yang ditemukan Naruto di dalam dokumen Questnya. Dari pagi mereka berkeliling desa tapi nihil setiap warga yang mereka tanyai selalu menjawab dengan jawaban yang bemacam-macam seperti, "nampak asing ?", "setahu ku tak ada warga seperti dia", atau "tidak pernah lihat". Berbeda dengan Sasuke yang tak mendapat respon dengan benar contohnya saat Sasuke menanyai dua orang gadis desa bukannya menjawab kedua gadis desa itu malah terpana melihat Sasuke bahkan tidak sampai satu menit mereke menikmati pemandangan yang disajikan, mereka langsung jatuh pingsan sambil mimisan, tidak berbeda sari gadis desa, ibu-ibu, bahkan nenek-nenek juga ikut terpana oleh paras Sasuke membuat Sasuke untuk pertama kalinya menyesali berkah yang di terima. Akhirnya Naruto dan Sasuke menyudahi pencarian mereka karena hari sudah sore mereka memutuskan untuk kembali kepenginapan.

"apanya yang insting kejeniusan !", ucap Sasuke bermaksud mengejek Naruto

"kau tau Sasuke, aku juga manusia salah satu atau dua kali itu hal yang wajar", balas Naruto nampak membela diri

Terlihat Sasuke tak terima dengan jawaban Naruto yang membuatnya terlalu berharap ingin membalasnya, perhatiannya teralihkan membuatnya tak dapat berbicara,

"kenapa kau diam saja ?"

"i-itu...i-itu !", ucap Sasuke terbata

"Itu?, itu apa ?"

"ITU !", teriak Sasuke menunjuk apa yang ia lihat

Naruto pun mengalihkan pandangannya kearah yang ditunjuk Sasuke terlihat seorang bapak-bapak sedang memotong kayu menjadi dua dengan kapak untuk dibuat kayu bakar.

"he-e-e-he-he-he...ke-ke-temu..", ucap Naruto terbata juga saat melihat apa yang ditunjuk Sasuke

00ooOOoo00

"pe-permisi...", ucap Naruto mendekati bapak-bapak yang sedang memotong kayu

"ya !, ah kalian berdua bukannya yang menginap dipenginapanku ?"

"penginapan anda ?, maksud anda penginapan Inari ?"

"ya, penginapan Inari...ada yang bisa kubantu ?"

"Sasuke !", Sasuke memberikan kertas berisi data bapak-bapak itu kepada Naruto. Dan Naruto pun memberikannya kepada bapak-bapak itu

Sekitar dua menit bapak-bapak itu melihat dan membaca isi kertas itu menggunakan kacamatanya karena penglihatan sang bapak-bapak itu sudah tak jernih lagi

"aku mengerti, kalau begitu setelah makan malam kita bicarakan ini", ucap bapak-bapak itu mengembalikan kertasnya dan kembali memotong kayunya

"terima kasih, maaf mengganggu waktu anda Tazuna-San", balas Naruto dan Sasuke berojigi bareng kemudian meninggalkan bapak-bapak yang mereka cari bernama Tazuna

Diperjalanan mereka kembali kepenginapan yang tidak jauh hanya sekitar lima pulh meter dari tempat Tazuna tadi mereka berdua hanya diam.

"kok kesel ya...", batin Sasuke saat melihat raut wajah Naruto yang ampak tersenyum namun seperti sombong akan sesuatu.

Setelah makan malam paman Tazuna mengajak Naruto dan Sasuke kesalah satu kamar dilantai tiga.

"kalian masih muda sudah masuk angkatan laut, hebat sekali !", ucap Tazuna membuka permbicaraan mereka sambil menuangkan teh

"maaf sepertinya paman sudah salah paham, sebernarnya...", balas Naruto menjelaskan kejadian sebenarnya pada paman Tazuna

"jadi begitu !, ribet sekali sepertinya"

"jadi paman kami ingin tau kenapa Quest itu ada ?', balas Sasuke sambil menyeruput tehnya

"...waktu itu terjadi pada pagi hari, seperti biasa aku pergi bekerja melewati jalan yang sama...tiba-tiba aku mendengar suara daru kedalam hutan karena takut dan aku bukan penyihir aku memutskan memberitahu angkatan laut, selanjutnya seperti yang kalian berdua ceritakan tadi"

Naruto dan Sasuke hanya diam setelah paman Tazuna menceritakan apa yang ia ketahui,

"jadi,besok pagi kita ikut paman Tazuna, tidak apa-apa kan ?", tanya Sasuke setelah melihat Naruto yang hanya diam memehatikan teh digelasnya

"tidak apa-apa !".

Hari Kedua...

Pagi-pagi buta Naruto dan Sasuke sudah siap ikut paman Tazuna bekerja. Pagi itu seperti biasa kabut masih menyelimuti langit dan daratan, perjalanan pun terasa menantang karena perjalanan ketempat kerja paman Tazuna harus melewati hutan. Mereka bertiga melewati perjalanan kedalam hutan dan cuaca yang berkabut dengan aman dan tentram.

"paman boleh aku bertanya ?", ucap Naruto terlihat penasaran

"apa ?"

"apa paman selalu mengenakan itu ?", balas Naruto menanyakan topi jerami berenda yang menutupi bagian samping wajah yang dikenakan Tazuna

"ya, aku selalu memakainya"

"dan juga sudah berapa lama paman tinggal didesa ini ?"

"emm...sekitar tujuh bulan kalo tidak salah"

Mendengar jawaban paman Tazuna membuat Naruto hanya dapat berucap dalam hatinya,

"satu masalah terpecahkan, karena itulah para warga disini tidak terlalu mengenalnya hah (membuang napas) "

"sudah sampai disitu...", ucap Tazuna menunjuk sebuah bagian hutan di sebelah kiri mereka dan terlihat kabut sudah mulai hilang perlahan walaupun masih nampak tebal

"Hn, kalau begitu kami akan kesana" balas singkat Sasuke

"kalau begitu jika kalian ingin ketempat kerjaku, tinggal lurus saja nanti ada pelabuhan Fery, mereka akan mengantarkan kalian keseberang pulau"ucap Tazuna kemudian pergi meninggalkan Naruto dan Sasuke

...

"ngomong-ngomong pekerjaan paman Tazuna seperti apa ?", tanya Naruto sambil menatap intens daerah yang ditunjuk Tazuna

"mana aku tau, kita langsung jalan saja!", balas Sasuke berjalan kedalam hutan diikuti Naruto

Setelah berjalan beberapa menit mereka melihat sebuah gua tua yang ditumbuhi lumut tebal,

"Hn, sepertinya tujuan kita sudah dekat"

"kau benar", balas Naruto berjalan mendahului Sasuke

Mereka berdua terlihat berjalan mendekati gua bertujuan memasukinya, baru berjalan sekitar sepuluh meter Naruto dan Sasuke dengan cepat melompat kebelakang menghindari sesuatu yang mereka yakini serangan dadakan dari musuh.

"Mercury !", ucap Sasuke terkejut dengan apa yang baru mereka berdua hindari, terlihat dari posisi awal mereka tadi sebuah cairan panas yang melelehkan ranting-ranting bersekarakan disekitar gua

"keluarlah, menyerang dari belakang itu pengecut tau...", ucap Naruto mencoba memprovoksi lawan mereka

Tak berselang lama muncullah seseorang berjubah hitam yang melompat turun ke hadapan mereka. Akibat gaya gravitasi lompatan membuat bagian tudung jubah yang menutupi bagian wajah terbuka, menampakkan sebuah topeng ( topeng ANBU Kirigakure ).

"dia !...kau dari kelompok kabut putih !", ucap Naruto secara sponton setelah melihat siapa yang menyerang mereka

"Hn...apa yang dilakukan kelompok teroris di sini ?" tanya Sasuke terlihat menyombong

"hanya satu hal yang bisa kukatakan, kami mencari apa yang angkatan laut dan kalian berdua cari ", balas pria bertopeng itu suaranya disamarkan

Mendengar pernyataan dari pria bertopeng yang mreupakan bagian dari kelompok teroris membuat Sasuke berdecih kesal.

"jadi kita menginginkan hal yang sa-ck!", ucapan Naruto terganggu akibat serangan dadakan yang masih dapat Naruto antisipasi dengan menahan serangan yang samar terlihat merupakan sebuah pukulan membuat Naruto terdorong mundur menghantam sebuah pohon besar.

"DOBE !"

"AKU TAK APA...apa-apaan kau ini Kelinci"

"Ke-linci ?", Sasuke yang mendengar kata absurb dari Naruto langsung mengalihkan pandangannya kearah pria bertopeng yang disebelahnya muncul seseorang yang menyarang Naruto. Dari perawakannya samar-samar, namun mirip dengan sosok kelinci seukuran manusia dalam posisi berdiri.

TBC...

NEXT

Arc 2 : Tottori Arc

Chapter 11 : AYAH DAN LEGENDA KELINCI PUTIH INABA PART 1