Chanyeol menyesap kopinya di hadapan Jay yang masih terdiam dan memainkan gelasnya.

"Apa yang ingin kau bicarakan?" Chanyeol mulai jengah.

"Mengenai saat aku dan Baekyun di halaman kantor. Itu..aku minta maaf" Jay memberanikan diri menatap Chanyeol.

"Jadi kau menyesal?" Chanyeol berkata sinis.

"Kenapa tiba-tiba?" Chanyeol melanjutkan sambil mengaduk-aduk kopinya sambil bersandar malas di kursi.

"Awalnya, aku memang ingin mendekati Baekhyun karena aku tau dia dekat denganmu" mendengar perkataan Jay, Chanyeol segera mengalihkan perhatian dari gelasnya dan balas menatap Jay.

"Kau tau, Kim Yubin, dia Ummaku" Chanyeol mengerutkan kening mencoba mengingat-ingat nama Kim Yubin. Setelah beberapa saat terdiam, Chanyeol membelalakkan matanya tanda terkejut.

"K-kau putra Kim Joo won?" Jay mengangguk mengiyakan.

"Jay-ssi, a-aku meminta maaf atas nama Appaku" nada suara Chanyeol sarat penyesalan.

"Aku baru tau dari Kyungsoo bahwa hubunganmu dengan Appamu tidak baik, dan memang tidak seharusnya aku membalas semua ini padamu kan?" Jay tersenyum getir.

"Aku ingat beberapa kali Yubin-ssi bertemu dengan Appa, aku tidak tau kalau dia memiliki putra. Maaf Appaku menghancurkan keluargamu" Chanyeol menunduk menatap kopinya.

"Bukan salahmu, kau juga tak tak bisa melakukan apa-apa atas perceraian kedua orang tuaku. Awalnya aku ingin menghancurkan Appamu melalui kau, dan tau kau dekat dengan Baekhyun aku merasa ingin menghancurkan hubunganmu dengannya. Terdengar jahat bukan?" Jay menyeringai.

"Tapi nyatanya, jika aku berlaku seperti itu apa bedanya aku dengan Appa-mu? Ah, maaf aku berbicara tidak sopan" Jay seperti menyadari perkataannya.

"Hahaha..tak apa, memang begitu kenyataannya" Chanyeol tertawa getir.

"Ku harap kau tidak marah pada Baekhyun karena kejadian itu, karena aku lihat..luka di bibirnya saat dia masuk kerja" Jay berkata ragu.

"Aku memang cukup temperamental, tapi aku masih punya kontrol untuk emosiku pada Baekhyun, aku terlalu mencintainya,aku tidak ingin menyakitinya" Chanyeol tersenyum dan dibalas oleh Jay.

"Yah, aku rasa pembicaraan kita cukup di sini Chanyeol-ssi, aku harap tidak ada kesalahpahaman antara kita dan Baekhyun, hm?" Jay mengulurkan tangannya dan disambut oleh Chanyeol. Tak berapa lama setelah Jay berpamitan kembali ke kantor, Jongin datang menjemput Chanyeol.

"Chanyeol!Chanyeol! Kau tau tadi aku melihat Seunghee Ahjumma bersama Nayeon-ssi. Haish..untung mereka tidak melihatku dan aku segera pergi" Jongin menghampiri Chanyeol yang tengah duduk dengan wajah panik.

"Dia tidak melihatmu?" Chanyeol memastikan. Jongin mengangguk.

"Sepertinya begitu, karena kalau dia melihatku mungkin Seunghee Ahjumma akan menghampiriku dan Nayeon-ssi akan mengenaliku sebagai managermu. Aigoo aku tidak bisa membayangkan Ahjumma itu akan tau bahwa kau mengenal Baekhyun" Jongin mengusap wajahnya frustasi.

"Kalau ketahuan, bagaimana lagi, mungkin aku harus segera mengenalkan Baekhyun pada Appa" Chanyeol mengedikkan bahunya.

"Jangan bercanda Chanyeol, saat ini keadaannya belum kondusif apalagi kau tau bagaimana Umma tiri Baekhyun yang licik itu" Jongin mengingatkan.

"Aku tau, Kai, tapi aku tidak mungkin selamanya menyembunyikan Baekhyun, aku memilikinya dan aku melindunginya" ucapnya tegas. Jongin hanya menghela nafas menanggapi Chanyeol.

"Apa jadwalku setelah ini?" Chanyeol bertanya pada Jongin saat mereka sampai di dalam mobil.

"Meeting sebentar dengan branded tas baru yang ingin menjadikanmu model pertamanya" Jongin memasang sabuk pengaman dan bersiap menancapkan gasnya.

"Bertemu babyBaek sebentar, please?" ucap Chanyeol memasang wajah memelasnya pada Jongin.

"Ya!kita baru saja makan siang bersama, tidak bisakah menunggu sebentar lagi? meeting ini tidak akan lama" Jongin memarahi Chanyeol.

"Baiklah kalau tidak mau, tapi sepanjang meeting aku akan tutup mulut" ancam Chanyeol sambil memeluk tangannya di depan dada. Jongin mendengus kesal.

"Arraseo..arasseo kita ke kantor Kyungie"

#ChanBaek#

Tiba di kantor tempat Baekhyun bekerja, respsionis yang sudah mengenal Jongin mempersilahkan mereka naik ke lantai tempat Kyungsoo berada. Saat pintu lift terbuka tampak Baekhyun sedang sibuk di depan komputer tepat di depan pintu besar yang merupakan ruangan Kyungsoo.

"Baby!" Chanyeol segera berjalan ke arah Baekhyun, Baekhyun mengangkat kepalanya dan tampak terkejut.

"Kenapa kau di sini?" Baekhyun bertanya.

"Kau tidak suka aku mengunjungimu?" Chanyeol mempotkan bibirnya, Jongin yang melihat mereka hanya geleng-geleng kepala dan melewati pasangan itu untuk masuk ke ruangan Kyungsoo. Baekhyun bangun dari duduknya dan menggandeng lengan Chanyeol untuk membawanya ke sofa yang biasa digunakan sebagai kursi tunggu bagi tamu yang ingin mengunjungi Kyungsoo.

"Bukan tidak suka, kau tau aku sedang bekerja dan ingin segera menyelesaikannya agar bisa makan malam denganmu" Baekhyun menjelaskan dengan sabar, Chanyeol tersenyum lebar.

"Uh-huh, aku hanya ingin melihatmu sebentar, setelah ini aku ada meeting untuk pemotetan selanjutnya"

"Apa..pemotretan itu berpasangan?" Baekhyun memandang lantai.

"Aku minta maaf karena kau tidak nyaman melihat adeganku dengan pemain lain, seharusnya aku memberitahumu. Yah,aku tau ini terlambat tapi aku akan memberitahumu. Konsep foto kali ini memang berpasangan, tapi tidak akan ada ciuman lagi, dan foto ini baru akan muncul saat musim panas jadi masih cukup lama, kau bisa melihatnya nanti" Baekhyun menatap Chanyeol dan mengangguk kecil.

"Jay mengajakku bertemu tadi" ucap Chanyeol tiba-tiba saat mereka terdiam beberapa saat.

"K-kau menemui Sajangnim?" Baekhyun membelalakkan matanya.

"Kami hanya menyelesaikan kesalahpahaman, tidak akan nyaman untukmu jika rekan kerjamu berselisih dengan kekasihmu sendiri, bukan?" ucap Chanyeol.

"Apa yang dia katakan?" Baekhyun penasaran.

"Bukan hal penting, lupakan saja. Yang jelas, kami sudah menyelesaikannya"

"K-kau tidak berkelahi lagi kan?" Baekhyun bertanya ragu.

"Ya! kau pikir aku hobi berkelahi?" Chanyeol pura-pura mendelik, Baekhyun terkikik geli.

"Syukurlah kalau tidak ada apa-apa. Jja, sekarang pergilah, kita bertemu nanti saat makan malam" Baekhyun merapikan jaket Chanyeol.

"Kau tidak ingin menciumku sebelum aku pergi?" Chanyeol mendekatkan wajahnya dengan seringaian menghiasi wajahnya, Baekhyun memundurkan kepalanya lalu mendorong dahi Chanyeol dengan jari telunjuknya.

"Berhenti menggodaku, aku masih banyak pekerjaan" Baekhyun hendak berjalan kembali ke meja kerjanya, namun Chanyeol menariknya dan mencium pipinya.

"Aku pergi, baby" bersamaan dengan itu, Jongin keluar dari ruangan Kyungsoo.

"kita berangkat sekarang" Jongin berkata pada Chanyeol dan berjalan ke arah lift. Chanyeol melambaikan tangannya ke arah Baekhyun.

"tidak ada ciuman dengan wanita lain?" Baekhyun bertanya lagi.

"Oke, baby" Chanyeol tersenyum.

"Kau tidak akan melepas pakaianmu di foto itu kan?" tanya Baekhyun lagi. Chanyeol menelan ludah gugup.

"Aku pergi, Jongin menunggu" Chanyeol segera berbalik dan berjalan cepat.

"Ya! kau belum menjawabku!"

#ChanBaek#

Chanyeol tiba di apartemen bersama Jongin, mereka tau para wanita pasti ada di flat Chanyeol. Ya sejak menjadi kekasih Chanyeol memang memberi Baekhyun kunci cadangan flatnya, sedangkan Baekhyun tidak perlu memberikan kuncinya karena Jongin sudah memilikinya, selain karena Jongin yang membelinya (yang menurut Baekhyun itu masih hak Jongin walaupun Jongin menolaknya), kunci itu dipakai untuk berjaga-jaga jika Baekhyun ceroboh.

Saat memasuki flatnya tampak Baekhyun dan Kyungsoo duduk bersantai di sofa dengan gaun hitam cantik yang serupa dan berdandan cantik. Chanyeol dan Jongin yang melihatnya terpaku di depan pintu selama beberapa menit.

"Mau tetap berdiri di situ atau mau duduk bersama kami untuk makan malam?" Kyungsoo bertanya sarkatis melihat kedua lelaki yang berdiam di hadapannya.

Bagaikan terkena mantra, Jongin dan Chanyeol berjalan patuh menuju ke arah meja makan yang penuh makanan dan dihiasi lilin di sisi-sisi meja, namun sebelum mereka mencapai meja, Baekhyun dan Kyungsoo menarik mereka ke arah ruang tamu dan menyalakan musik romantis.

"Mau berdansa denganku?" tanya wanita-wanita itu pada lelaki mereka. Jongin menyeringai dan memeluk Kyungsoo bersiap untuk berdansa. Berbeda dengan Chanyeol, dia justru tertawa sebelum menyambut tangan Baekhyun yang membuat Baekhyun merengut.

"Kenapa kau malah tertawa?" ucap Baekhyun kesal dan menghempaskan tangan Chanyeol yang menggandengnya, Chanyeol justru menarik tubuh Baekhyun hingga menabrak dadanya, melingkarkan tangan di pinggang Baekhyun dan bergerak mengikuti alunan lagu.

"Kau tau?itu harusnya aku yang menyiapkan makan malam romantis dan mengajakmu berdansa" bisik Chanyeol di telinga Baekhyun.

"Tapi terima kasih sudah menyiapkan ini untukku" ucapnya lagi, dan Chanyeol yakin Baekhyun tersenyum dalam dekapannya.

"Ini sebagai permintaan maafku karena selalu merepotkanmu, membuatmu kesal, membuatmu bingung dan lain sebagainya" Baekhyun balas berbisik.

"Untuk selalu menemani ke mana kau pergi aku tidak merasa repot, untuk kejadianmu dengan Jay itu aku yang terlalu berlebihan, dan untuk cemburumu pada wanita lain aku mensyukurinya" Chanyeol mengaduh saat Baekhyun mencubit pinggangnya, kepalanya tidak lagi menempel di dada Chanyeol namun tidak melepaskan lengannya dari bahu Chanyeol, menatap laki-laki itu sambil mempoutkan bibirnya.

"Sudah kubilang aku tidak cem-" Baekhyun menghentikan bicaranya karena mendengar suara aneh, Chanyeol dan Baekhyun sontak memutar kepalanya ke arah Jongin dan Kyungsoo dengan horor. Saat ini bibir Jongin tampak bermain di sekitar leher dan pundak Kyungsoo yang terbuka, yang mengalihkan perhatian Baekhyun dan Chanyeol tak lain adalah suara lenguhan Kyungsoo yang walaupun tidak keras namun terdengar oleh pasangan itu. Chanyeol menatap Baekhyun gugup yang kini wajahnya sudah memerah sempurna. Chanyeol mendorong kepala Baekhyun untuk bersembunyi di dadanya lalu mengambil bantal kecil di sofa sebelahnya berdiri dan melemparnya ke arah Jongin.

"Y-Ya! lakukan di kamar kalian, jangan di hadapan kami! Kalian tidak kasihan pada mata BabyBaek!" dan sukses membuat pasangan itu mendengus kesal, Kyungsoo hampir menjawab perkataan Chanyeol namun Jongin keburu menarik tangan kekasihnya ke dalam kamar. Chanyeol mengeraskan volume musik, takut mendengar suara-suara pasangan mesum itu dan menggandeng tangan Baekhyun ke meja makan.

"Aku lapar" ucapnya sambil tersenyum. Baekhyun membalas senyum Chanyeol dan mengambilkan makanan ke atas piring Chanyeol.

"Makanlah yang banyak, aku dan Kyungie menyiapkan untuk kalian. kau juga pasti lelah setelah 2 hari penuh berkerja, eoh?" Chanyeol menatap Baekhyun penuh cinta, betapa bersyukur dia menemukan orang yang sangat peduli padanya, tanpa sadar air matanya mengalir.

"Hei,kenapa kau menangis?" Baekhyun bertanya khawatir, mengulurkan tangannya untuk mengusap air mata Chanyeol, namun Chanyeol justru menggenggam tangan Baekhyun.

"Gomawo untuk mencintaiku, baby. Rasanya sudah lama sejak aku merasa ada orang yang peduli padaku" Chanyeol mengecup buku jari Baekhyun, Baekhyun tersenyum.

"Jongin peduli padamu" Baekhyun menyahuti.

"Sayangnya dia bukan wanita, kalau dia wanita mungkin aku bisa jatuh cinta padanya" Chanyeol menggerakkan alisnya lucu.

"Awas saja kalau kau berani jatuh cinta pada wanita lain" Baekhyun mendesis, Chanyeol terkikik geli sambil mengusap air matanya.

"Em..baby, lusa hari Sabtu, bukan? bagaimana kalau aku ajak Taehyung menginap lagi?" mata Baekhyun berbinar mendengar ide Chanyeol.

"Baiklah karena tampaknya kau sangat tertarik aku akan segera menghubungi Umma Taehyung untuk rencana kita" Chanyeol hendak mengambil ponselnya saat tiba-tiba sebuah suara ketukan terdengar. Chanyeol sontak mengambil remote audio player, menekan tombol off kemudian mengalihkan pandangan ke arah Baekhyun.

"Kau mengundang tamu?" Baekhyun menggeleng sama bingungnya. Chanyeol berjalan ke arah pintu dan membukakannya, Baekhyun tidak bisa melihat siapa tamunya karena tertutup oleh tubuh tinggi Chanyeol, namun Baekhyun merasa punggung Chanyeol menegang.

"A-Appa?" nafas Baekhyun tercekat mendengar suara Chanyeol, dan laki-laki paruh baya di hadapan Chanyeol berhasil menangkap sosok Baekhyun dari balik pundak Chanyeol.

"Oh, jadi ini alasanmu menolak Nayeon-ssi?" Youngwoon bersuara, Chanyeol menoleh ke arah Baekhyun yang kini tampak gugup.

"Masuklah, Appa" Chanyeol menemukan suaranya, berusaha bersikap sopan pada ayahnya, saat mata Youngwoon menatap Baekhyun, Baekhyun segera membungkuk memberi salam.

"Selamat malam, tuan Park. Byun Baekhyun imnida" sapa Baekhyun, Park Youngwoon hanya menatap wanita itu datar tanpa menjawabnya. Appa Chanyeol berbalik menatap tajam putranya.

"Kau mempermalukan, Appamu! kau tau, Im Sung Jong meneleponku semalam dan mengatakan putrinya tampak tidak senang setelah bertemu denganmu!"

"Appa, aku berusaha mengerti Appa, tapi kenapa Appa tidak berusaha mengerti aku?!" Chanyeol membalas keras.

"Kau anak pembangkang, tidak pernah menuruti kata Appamu. Aku ingin memberikan yang terbaik untukmu dan sekarang apa yang kau lakukan, hah? kau bilang ingin menjadi artis papan atas dan ini kelakuanmu? tinggal bersama wanita yang bukan istrimu, kau hanya akan menambah masalah untukku!"

"Baekhyun bukan wanita seperti wanita-wanita simpanan Appa. Dan asal Appa tau, aku tidak peduli apa tanggapan Appa padaku, karena aku sudah bahagia tanpa ada Appa!" Chanyeol berteriak.

"Oh ya? kau yakin wanita ini bukan hanya ingin popularitas dan uangmu? Asal kau tau banyak wanita yang bisa dibeli" Chanyeol yang sudah terbakar emosinya sudah mengepalkan tangannya hendak melepaskan ke wajah Appanya, namun Baekhyun menggenggamnya dengan kuat.

"Chanyeol, aku mohon jangan melawan, dia Appamu" Baekhyun berkata lirih, Chanyeol memejamkan matanya dan menarik nafas dalam.

"Aku mohon pergilah dari sini, Appa. Aku lelah bertengkar denganmu" kata Chanyeol akhirnya. Youngwoon menatap genggaman tangan Baekhyun pada kepalan tangan Chanyeol yang lama-lama kepalan itu mengendur dan jari-jari Chanyeol balas menggenggam jari Baekhyun seolah menyalurkan kekuatan.

"Ku harap kau bisa membuat keputusan yang bijak" Park Youngwoon berbalik dan berjalan keluar.

Setelah pintu tertutup, Baekhyun segera merengkuh tubuh Chanyeol dalam pelukannya.

"Maafkan aku, Baek. Maafkan Appaku" Chanyeol membalas pelukan Baekhyun.

"Sst.. sudahlah, sekarang kau mandilah dan bergegas tidur, aku akan mengganti pakaianku. Bertemu di kamarmu beberapa saat lagi, oke?" Baekhyun merasakan Chanyeol mengangguk di bahunya.

TBC

Gimana chapter ini menarik ga? Akhirnya ketemu juga sama Appa Chanyeol.

Please reviewnya yaaa...