Hai~~~~

Beberapa kaget soal Sohaya jadi sepupu Manba xDDD salahin Tsuru, dia yang bisikin 'kagetin aja mereka' :")))) xD/plak/

(((Tsuru dn author di hajar massa)))

Anywho, ini dia~

Chp 9~

.

.

.

"Kyoudai, aku dapat paket."

"Heh? Dari siapa?!"

"...Hmmm, cap Bango."

"Kecap cap Bango?"

"Bukan, ada capnya, gambarnya bango emas pake tutu dengan pose balerina."

"...isinya apa, dek?"

"..."

"...Permisi, aku mau berburu bangau. Paman! Hori mau buru bangau dulu! Nitip dedek!"

"Ok!"

Paket yang diterima oleh Manba adalah;

Hanyalah secarik kertas bertuliskan,

'Terkejut?! Lebih kaget lagi kalo kamu mau jadi istriku, Manba-chan!'

"Bangau aneh...tapi lucu sih."

Ah, mari berharap gak ada yang denger.

.

.

.

"Paman, aku berangkat-!?"

"Paman ikut!"

Manba menautkan kedua alisnya kearah sang paman yang entah kenapa belom balik ke rumahnya yang dekat banget sama jurang itu.

"Aku mau ngajar,"

"Kan cuma TK! Lagian! Paman mau liat gimana keponakan perempuanku atu-atunya sama anak kecil~ ah~ pasti imut banget~!"

Manba natap datar pamannya.

"Pulang paman."

"Ogah! Ntar kalo laki-laki lucknut nyulik kamu gimana?! Paman gak bisa bunuh tu pencukil-! Eh, maksud paman, gak bisa bantu kamu!"

Untungnya, Manba itu polos, masih murni, gak ternodai, jadi nganggap itu angin lalu.

"Gak usah ikut, paman. Ntar aja, sekalian jemput aku. Dah ya, ntar telat, dah-dah~"

"Tung-?"

Pintu sudah tertutup.

.

.

.

"Sigh...untung rambutku dah putih..."

Naki mengerjapkan matanya saat dirinya lewatin pos ronda dimana para kakgan Sanjou pada duduk-duduk sambil ngeteh(sebab kopi berkafein dan gak baik buat orang tua macam mereka/plak!/).

"Pagi, kek," sapaan Naki berhasil buat Kogi semburin teh panasnya kearah Ishi. "Gak ada kerjaan?"

"Hahaha~ pagi juga neng Naki~" sapa Mika balik. "Cuma lagi nunggu Iwa yang lagi ngater Ima sekolah, abis itu kita bakalan berangkat."

"Ke alam kubur?"

Buuur!

Ishi basah kuyup karena Kogi.

"...cantik-cantik, pedes juga omongan kau, neng," gumam Kogi. "Kamu sendiri mau kemana?"

Naki mengerjap kaget.

"Nunggu Yama, tempat kami kerja bersebelahan."

"...Yama?"

Naki mengangguk, sebelum menoleh dan melambaikan tangannya.

Tiga pasang mata menole-!?

Buuurrr!

Ishi jadi korban lagi.

"Ah, maaf nunggu lama, Naki," ujar Manba. "Paman pengen ikut tapi kularang."

"Sama," helaan nafas dari Naki buat Manba ikut prihatin. "Aku harus minta tolong Namazuo dan Yagen but ngiket paman supaya dia gak ngikut."

"Ya udah, ayo berangkat."

Naki mengangguk lagi, dan melambai berpamitan kepada tertua di kompleks.

"...njir, kakak belom bisa di taklukin, paman sudah datang..." gumam Mika yang jelas OoC banget.

"Iya," balas Ishi, mengelap air dari matanya. "Dan lain kali...LIAT-LIAT WOI!"

"Eh, e-e-eh! Ampun! Ishi! Kami khilaf!? Tolooong?!"

Di sisi lain kompleks, jeritan sama terdengar di sela tawa menyeramkan.

.

.

.

Izumi mengerutkan keningnya.

"Maaf, paman, aku gak bisa,"

Nagayoshi menaikkan salah satu alisnya.

"Aku gak mau kena marahnya Kunihiro..."

Keduanya meringis, mengingat gimana menakutkannya Hori kalo dah marah.

"Coba minta CCO aja," usul Izumi. "Dia saudara angkat Yamannagiri, mungkin dia bisa bantu paman."

Calon mantu yang baik kamu, Zum.

"Rumahnya dimana?"

.

.

.

Onimaru mengerutkan keningnya, matanya memastikan dialah si Yamanbagiri Kunihiro.

"Aku kira kamu laki-laki."

Manba mengerjapkan matanya.

Pria ini datang, dengan niatan buat jemput keponakan, eh malah..

"...Naki juga tomboy dulu," balas Manba, mainkan salah satu alisnya. "Paman Onimaru juga ngira kak Hori itu perempuan. Cek matanya kalo ada waktu luang, paman."

Jleb!

Belom apa-apa sudah di tusuk.

"...paman kenal kak Manba?" tanya Akita dengan mata berbinar-binar.

Onimaru mengangguk.

"Naki sering ngajak Yama kerumah buat main...kalo enggak manjat pohon," Onimaru terdiam. "Ah, jadi keinget waktu kamu jatuh dari pohon...dan gak sengaja nyipok Ichigo."

Kashuu menutup mulutnya kaget, sementara Manba mengerjapkan mata.

"Naki juga pernah, malah gak sengaja nyium anak sebelah rumah paman...hmmm, siapa ya namanya...oh! Kikkou! Gimana kabarnya dia yah?

Raut wajah Onimaru langsung berubah mendengar kata-kata itu.

"Siapa Kikkou, paman?" Tanya Maeda dengan polosnya.

"Temen kak Naki sama kak Manba," jawab Manba dengan senyuman kecil. "Ada juga Tomoe, tapi dah lama gak ketemu mereka."

"Mudah-mudahan gak pernah sampe ketemu lagi deh. . ."

"Heh, paman ngomong apa?"

"Gak ada! Ayo pulang! Paman mau buatin kalian cupcakes! Dah, Yama! Maaf soal surat itu, yah? Paman kira itu bukan kamu! Salam buat kakakmu yang manis itu! Dah!"

Manba melambai, agak bingung dengan kelakuan keluarga besar Awataguchi di Kompleks ini.

Yang jelas, Kashuu dapat bahan gosip baru.

.

.

.

"Aah~ kayaknya ada yang kangen aku~"

.

.

Hai :D

Apakh saya telat update?

Mudah2an enggak :3

Not many, but oh well~

Bacot dulu~

Keishu Tsuki : :3

MWEHEHEHEHEHEHEH : :3

seokftw : Iya donk!/plak/ :3 sifatnya sebelas-duabelas ma Mutsu~ jadi yah~ ;3

kyoya misaki : Mangat yg ujian~ ^^)/ sama2, author juga perlu asupan/plak/. Soal Sohaya yg jadi sepupu salahkan inner Tsuru-ku xDDD, suka ngasih kejutan~/dihajar massa/. "Paman Ganteng tapi Gesrek", nice title xDDD tpi kalo ketemu, paling bersatu buat berantas cogan n kekgan lucknut(kasian nasib para laki di kompleks xDD). Makasih semangatnya.

Yuki Carlyle : :v

Tefu Choi : xDD slahin Tsuru, dia yg bisik supaya Sohaya jadi sepupu Manba/plak/ dan buat MitsuKuri, itu gak official di fic ini :3 jadi Kuri bisa di pairing ma siapa aja~ Kasen yah, ahahaha, calon kakak ipar Manba xD. Makasih dah mau baca fic absurd ini m(_ _)m jdi in obesesi gk papa/dibuang ke laut/

Question time~

Gak punya pertanyaan buat di tanya xDDD

Thank's ya, yg udah review, follow, ma favs :*

See ya~