Happy reading~
.
.
.
Kriet!
Pintu ruang rawat Jaejoong kembali terbuka, Junsu dan Yoochun baru saja keluar dari sana, mereka harus pulang agar Jaejoong dapat beristirahat tanpa ada banyak orang di ruangannya.
Siwon yang memang masih berada di luar kemudian menoleh pada keduanya.
"Kalian mau kemana?" tanya Siwon, yang kini mengabaikan Yunho.
"Sepertinya kami harus pulang dulu, ini sudah malam dan Jaejoong..." Junsu menghentikan ucapannya sejenak saat melihat Yunho ada disana, dia sangat benci pada Yunho setelah Jaejoong menceritakan semua kebenaran tentang Yunho.
Ia melirik tidak suka pada Yunho, karena laki-laki itu sahabatnya menjadi sangat menderita.
"Jaejoong butuh istirahat dan tolong jaga dia hyung, jangan sampai dia kembali histeris seperti tadi hanya karena melihat satu orang yang tidak seharusnya berada disini." mata Junsu sesekali melirik Yunho.
"Kau tenang saja tidak akan aku biarkan, oh ya aku sekalian berterimakasih pada kalian, kalau Jaejoongie tidak ditemukan oleh kalian kami tidak tahu harus mencarinya kemana."
"Sama-sama hyung, ngomong-ngomong namaku Kim Junsu dan ini kekasihku Park Yoochun. Aku sahabatnya sejak dibangku Smp."
"Oh jadi kau yang bernama Junsu dan aku..."
"Choi Siwon bukan? Hyung Jaejoong yang sangat baik hati." tebak Junsu dengan nada suara yang sengaja ditinggikan seolah memanasi Yunho yang kini tengah memperhatikan mereka.
Sementara Siwon terkekeh pelan, dulu Jaejoong memang sempat menceritakan Kim Junsu padanya.
"Jaejoongie tadi bercerita padaku sebelum kalian datang kemari."
Siwon tersenyum, "Arraseo, kalau begitu kalian berhati-hatilah di jalan."
"Ne, mungkin kami akan datang lagi menjenguk nanti. Oh ya Siwon hyung, nomor yang tadi adalah nomorku tolong di simpan ya, jika sewaktu-waktu ada apa-apa dengan sahabatku aku meminta kau memberi tahuku segera."
"Baiklah Junsu-ah."
Setelah itu Junsu dan Yoochun pergi dari sana, Siwon melirik Yunho sekilas dan hendak masuk namun Yunho menahannya dengan memegang bahunya.
"Siwon-ssi tolong perbolehkan saya masuk. Saya ingin tahu keadaan Jaejoong."
Siwon menurunkan tangan Yunho dari bahunya lalu berbalik dan menatap Yunho dengan sinis.
"Anda tidak dengar apa yang Junsu katakan? Jaejoong sedang istirahat. Pergi dari sini atau saya sendiri yang menyeret anda keluar." gertak Siwon dikarenakan terlampau kesal.
"Tidak, anda tidak berhak menyuruh saya pergi."
"Tidak berhak? Ck!" Siwon sudah menatap Yunho tajam dan mengepalkan tangannya dan bisa kapan saja menghantam wajah Yunho.
Appa Kim yang memperhatikan keduanya kemudian melerai mereka, "Yunho, lebih baik kau tunggu saja disini bersamaku, daripada kau tidak ada kesempatan sama sekali untuk bertemu anakku."
"Siwon-ah biarkan Yunho disini, kau masuklah."
Yunho terpaksa mengiyakan ucapan Appa Kim sementara Siwon hanya menatap kedua orang yang membuat adiknya menderita itu bergantian, setelah itu dia berbalik dan masuk ke ruangan Jaejoong tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.
Terlalu malas untuk meladeni mereka.
Saat Siwon masuk, ia melihat Haraboeji dan kekasihnya tengah mengobrol di sofa yang ada diruangan itu, sementara Eomma Kim tengah mengusap-usap rambut Jaejoong yang kini mulai terlelap namun tangan namja cantik itu masih memegang erat tangannya.
"Bagaimana Siwon-ah sepertinya lama sekali?" tanya Tuan Choi dan Siwon memilih bergabung dengan Harabeoji dan kekasihnya.
"Mantan suami Jaejoongie ada di depan, dia mengikuti kita sampai sini. Aku sudah mengusirnya tapi dia tetap ingin bertemu dengan Jaejoongie hah!"
Kibum mengusap lengan kekasihnya, "Kau tidak sampai bertengkar disana kan, Wonnie?"
"Tentu saja tidak, aku tidak ingin membuat keributan di Rumah Sakit manapun, Bummie."
"Won-ah, apa sebaiknya kita bawa kembali Jaejoong ke Rumah Sakit kita."
"Tentu saja Beoji, kita harus membawanya kembali. Aku juga harus memantaunya."
Eomma Kim melepaskan genggaman tangan anaknya yang kini sudah tertidur pulas, memebenahi selimut anaknya lalu bergabung bersama ketiganya.
"Kapan kita akan kembali Siwon-ah?"
"Lebih cepat lebih baik nyonya, jika Jaejoongie terus disini aku tidak bisa terus memantaunya."
Semuanya mengangguk setuju, tinggal Siwon mengurus semua biaya administrasinya dan mengurus kepindahan Jaejoong malam ini juga.
"Siwon-ah." panggil Eomma Kim.
"Ada apa nyonya?"
"Apa kau tidak ingin memanggilku Eomma juga seperti Joongie?"
Siwon tampak bingung dan menatap Eomma Kim, Kibum menyenggol lengan kekasihnya dan tersenyum.
"Dengar Wonnie, apa tidak ingin?"
"Bukan begitu Kibummie, tapi kan aku ini bukan anak Nyonya Kim."
"Tapi kau hyung Joongie, jadi kau sudah kuanggap anakku sendiri." Eomma Kim menyahuti ucapan Siwon.
"Jeongmal? Saya boleh memanggil anda Eomma, Nyonya Kim?"
Eomma Kim mengangguk, sementara Tuan Choi tersenyum. Selama ini Siwon tidak pernah memiliki Orangtua selain dirinya, keputusan ini membuatnya ikut bahagia melihat cucunya bisa merasakan mempunyai Eomma.
"Gomawo Eom-ma, saya akan menjadi putra anda yang berbakti."
"Aigoo Siwonku sekarang sudah memiliki Eomma." goda Kibum, ia juga tidak kalah bahagianya melihat sang terkasih mendapatkan apa yang hampir mustahil didapatinya.
"Joongie pasti akan senang mendengarnya." ucap Eomma Kim seraya melirik ke tempat tidur anaknya.
.
.
.
Pagi hari sekali Yunho merasa terganggu dengan tidurnya, seseorang yang tak lain adalah Appa Kim memaksanya untuk membuka mata, ia kemudian membenahi duduknya dan sedikit mengusap matanya.
"Ada apa Ahjussi?" tanya Yunho dengan suara sedikit serak.
"Mereka sudah tidak ada disini, Yun."
Yunho tampak bingung dengan ucapan Appa Kim, mereka siapa? Apa yang terjadi? Dia berusaha mencerna kata-kata mantan mertuanya itu.
"Mwo?"
Yunho segera bangun dari duduknya dan segera berjalan menuju pintu, mengintip dari luar Ruang rawat Jaejoong. Di kamar itu tidak ada Jaejoong. Bahkan untuk memastikan kembali, ia membuka pintu itu dan benar saja, hanya ada beberapa suster yang tengah merapikan kamar itu.
"Ada apa tuan?"
"Pasien di kamar ini kemana?"
"Oh sejak semalam mereka sudah meninggalkan Rumah Sakit."
Yunho hampir tidak memercayainya, padahal dia dan Appa Kim berjaga, meski keduanya akhirnya tidak sadar tertidur dan tidak menyadari kepergian Jaejoong dan yang lainnya.
"Apa mereka kembali ke Rumah Sakit Toho?"
"Sudah pasti itu Yun, ayo kita pergi kesana sekarang."
Yunho mengangguk cepat dan segera pergi diikuti Appa Kim, mereka tidak akan berhenti sampai mendapatkan maaf.
Pada akhirnya kalian merasakan betapa susahnya untuk mendapatkan maaf, meskipun kalian dengan mudahnya menyakiti hati seseorang yang menyayangi kalian dengan tulus.
Sementara itu orang yang mereka cari sudah berada di Rumah Sakit Toho sejak semalam, Jaejoong dirawat di kamar istimewa, ini agar Yunho dan Appa Kim tidak menemukan keberadaan Jaejoong dan tidak mengganggunya. Bahkan tidak ada satupun data namja cantik itu. Siwon sudah menyembunyikannya.
Sisanya Siwon yang akan mengurus jika Yunho dan Appa Kim kembali berulah dan hanya sahabat Jaejoong yang ia beritahu dimana adiknya di rawat.
Kini Jaejoong tengah menikmati sarapannya, namja cantik itu juga sudah tidak sepucat semalam. Wajahnya terlihat lebih segar. Semoga saja ini pertanda kondisi Jaejoong kembali membaik.
Eomma Kim juga merasa sangat lega melihat puteranya kini, dengan telaten wanita itu menyuapi anaknya meskipun Jaejoong tidak ingin disuapi karena tidak mau merepotkan Eommanya.
"Makanlah yang banyak, agar aegy di perut Joongie tumbuh sehat." ucap Eomma Kim seraya tersenyum lembut.
"Eomma..."
"Ne ada apa Joongie?"
Jaejoong menggigit bibir bawahnya, menatap Eomma Kim dengan ragu-ragu sepertinya akan menanyakan sesuatu yang sangat penting.
"Ada apa hm? Ada yang sakit sayang?"
Jaejoong kemudian menggeleng pelan, "Anniya Eomma... apakah Eomma sudah tahu penyakitku?"
Eomma Kim terdiam sesaat, memang benar dia sudah tahu semuanya kemarin, anaknya menyembunyikan penyakit itu darinya karena memiliki alasan, dia tidak berhak menyalahkannya. Eomma Kim kemudian menatap anaknya dengan tatapan sendu.
"Ne Eomma sudah tahu."
"Jika Eomma sudah tahu, apa benar nanti anakku akan lahir dengan sehat Eomma? Aku... aku saat ini tengah sakit parah..."
Jaejoong menunduk dan memeluk perutnya, saat perjalanan pulang dari Rumah Sakit Bolero, dia tiba-tiba merenungkan hal ini. Dia tidak ingin anaknya sama-sama memiliki penyakit parah seperti yang di deritanya, dia tidak ingin hidup anaknya menderita sepertinya suatu hari nanti, tapi dia juga sangat menginginkan anaknya terlahir ke dunia.
"Mianhae Joongie."
Eomma Kim menaruh makanannya dan langsung memeluk anaknya, air matanya turun begitu saja.
"Mian-Mianhae Joongie." ulang Eomma Kim dengan suara yang tercekat.
"Mianhae semua ini gara-gara Eomma. Eomma... Eomma yang melahirkanmu dalam keadaan tidak sehat, jeongmal mianh... hiks..."
Jaejoong membalas pelukan Eommanya, lantas menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan ucapan Eommanya.
"Anniya... Anniya Eomma."
"Tetap Eomma yang bersalah... hiks..."
"Eomma tidak bersalah jeongmalyo... Eomma jangan menyalahkan diri Eomma, semua ini kehendak Tuhan. Mianhae, aku tidak bermaksud membahas ini Eomma."
Kriet!
Siwon dan Kibum masuk ke ruangan Jaejoong, mereka segera menghampiri Ibu dan anak yang tengah berpelukan itu dan menanyakan apa yang terjadi.
"Ada apa Eomma? Joongie?" tanya Siwon dengan panik, Jaejoong segera melepaskan pelukkannya dan segera menghapus air matanya.
"Anniya Siwon hyung... Kibum hyung... kalian baru datang?"
Eomma Kim menoleh dan ikut menghapus air matanya, jelas-jelas baru saja anaknya tengah sedih, anaknya kembali berbohong akan perasaannya.
"Benarkah tidak ada apa-apa Eomma?" tanya Siwon seraya menatap Eomma Kim, ingin rasanya ia mengatakan bahwa mereka tidak baik-baik saja saat ini.
"Kami..."
"Eomma? Siwon hyung memanggil Eommaku dengan sebutan Eomma?" ucapan Eomma Kim terpotong oleh Jaejoong yang kini terseyum senang serta bertanya-tanya.
"Ne benar itu Joongie, Wonnie sekarang adalah anak Ahjumma Kim." Kibum langsung menjawab pertanyaan Jaejoong seraya tersenyum.
"Jinjjayo Kibummie hyung?" tanya Jaejoong masih dengan ekpresi bahagianya.
"Joongie senang hyung jadi anak Eomma Kim?"
Jaejoong mengangguk dengan antusias seraya merentangkan tangannya, "Eum! Aku sangat senang hyung. Kemarilah peluklah aku."
"Aigoo ne adikku sayang." Siwon segera memeluk Jaejoong dengan erat membuat Eomma Kim dan Kibum tersenyum pada keduanya.
"Aku jadi iri pada kalian." Kibum tiba-tiba saja mengatakan itu, kemudian Jaejoong segera melepaskan pelukan Siwon yang baru sebentar itu.
"Mi-mian hyung."
"Kau ingin dipeluk juga baby?" tanya Siwon pada Kibum menggunakan panggilan sayang yang biasanya hanya diucapkan saat mereka berdua saja.
Siwon rupanya tidak sadar mengatakan itu didepan Jaejoong dan Eommanya.
Mendengar itu Kibum langsung menghampiri Siwon dan mencubit perut Dokter muda itu, "Aigoo Wonnie bukan itu..."
"Lalu apa?"
"Eum... aku iri kalian bisa memanggil Ahjumma Kim dengan sebutan Eomma, tapi bagaimana bisa aku memanggil Ahjumma Kim dengan Eomma, sedangkan aku masih menjadi kekasihmu Wonnie?."
Siwon rupanya tidak mengerti dengan ucapan Kibum dan hanya memberikan tatapan bingung. Jaejoong yang memperhatikan keduanya terlihat menggelengkan kepalanya.
"Aigoo kau tidak peka ne Siwon hyung?" tanya Jaejoong seraya melipatkan tangannya di depan dada.
"Memangnya ada apa? tolong jelaskan padaku."
Kibum mengerucutkan bibirnya, "Sudahlah lupakan saja itu tidak penting."
"Kenapa begitu Kibummie, katakanlah."
"Hyung kau pura-pura tidak tahu atau bagaimana? Maksud Kibummie hyung, kapan kau menikahinya?" Jaejoong tiba-tiba saja mengatakan itu, membuat ketiganya kompak menoleh padanya. Apalagi Kibum yang pipinya sudah terlihat merona.
"Kuharap kalian secepatnya menikah, agar nanti aku bisa menghadiri pernikahan kalian."
"Ah menikah." Siwon kemudian melirik Kibum.
"Aku tengah menyiapkan kejutan, jadi bersabarlah dan tunggu waktunya tiba."
"Jangan lama-lama hyung, aku takut sebelum kalian resmi menikah, aku malah sudah tidak ada di dunia ini, jadi segeralah nikahi Kibum hyung agar aku bisa meninggal dengan tenang!" diakhiri senyuman yang sangat manis, namun semuanya langsung terdiam akan ucapan Jaejoong, kenapa namja cantik itu tiba-tiba mengatakan hal ini?
"Apa yang sedang adik hyung ini bicarakan?" Siwon mengusap rambut adiknya yang sudah memanjang.
"Aku tidak bisa mengulangnya. Aigoo kau kan Dokterku, kau paling tahu bagaimana kondisiku bukan? Kemarin aku bahkan kehilangan ingatan sementara, kondisiku memburuk hehe..."
"Jaejoongie hyung serius! Apa yang kau katakan?" Siwon memegang bahu adiknya agar berhenti bicara yang tidak-tidak, apa yang terjadi sampai Jaejoong seperti ini?
"Mian hyung." Jaejoong menundukkan kepalanya seraya memeluk perutnya yang sudah membesar.
"Hei, mana semangatmu yang dulu? Mana Jaejoong kami yang tidak pernah putus asa dengan penyakitnya dan begitu semangat menantikan bayinya?" Siwon mengangkat dagu Jaejoong dan menatapnya, Jaejoong sendiri tampak menggigit bibirnya menahan tangisnya agar tidak keluar.
"Aku akan berusaha menyembuhkanmu dengan cara apapun, kau akan selamat dan melahirkan anakmu dengan selamat, kau akan melihat kami menikah dalam keadaan sehat. Aku akan berusaha."
"Dan kami akan selalu bersamamu, Joongie. Kau pasti bisa melewatinya." Kibum meraih tangan Jaejoong dan menggenggamnya erat, Eomma Kim juga ikut memegang tangan anaknya.
"Ne, Joongie pasti bisa. Eomma akan selalu ada buat Joongie."
Jaejoong akhirnya tidak bisa menahan air matanya, kali ini karena terharu dengan ucapan orang-orang yang menyayanginya. Sekarang dia harus berjuang lebih keras lagi untuk melawan penyakitnya.
"Jeongmal gomawo, aku menyayangi kalian."
.
.
.
Sementara itu Yunho dan Appa Kim sudah sampai di Rumah Sakit Toho, mereka segera mencari dimana Ruangan Jaejoong, namun tidak ada satupun informasi dimana Jaejoong dirawat, sampai tidak terasa mereka mencari sampai sore hari namun tetap tidak ditemukan.
"Bagaimana Yunho-ah?"
"Aku tidak mempercayai ini Ahjussi, tidak ada Jaejoong di Rumah Sakit ini."
"Kau sudah menanyakan dengan benar?"
"Aku sudah berkali-kali mengeceknya, tapi nihil."
Appa Kim juga tidak mempercayai ini, bagaimana bisa? Seharusnya anaknya ada disini, kemana istri dan orang-orang itu membawa anaknya pergi?
"Mereka mungkin sengaja menjauhi Jaejoong dari kita."
"Tapi Yun, kita tidak akan menyakitinya, kenapa ini sangat berlebihan sekali. Lagipula anakku tengah sakit parah, Argh!" Appa Kim menjambak rambutnya kesal.
Yunho langsung merespon ucapan Appa Kim, apa yang dikatakannya? Kenapa Jaejoong dikatakan sedang sakit parah? Jaejoong hanya hamil anaknya dan itu bukanlah penyakit parah, itu anugerah.
"Apa yang baru saja kau katakan Ahjussi? Anakmu sakit parah?"
Appa Kim tampak gelagapan, belum saatnya Yunho tahu ini.
"Ti-tidak ada apa-apa."
"Jujurlah Ahjussi, apa yang terjadi? Sudahlah kau jangan sama seperti mereka, tolong katakan padaku." ucap Yunho dengan nada yang sangat tidak sabar.
"Hah! Duduklah." perintah Appa Kim, dirinya sendiri sudah duduk di kursi yang ada disana.
Yunho kemudian duduk dan tidak sabar mendengarkan penjelasan dari mantan mertuanya.
"Apa saja yang kau tahu tentang anakku Yunho-ah?" sebelum memberitahukan semuanya, Appa Kim memberikan pertanyaan pada Yunho.
Yunho terdiam, hampir tidak ada yang dia tahu tentang Jaejoong terkecuali Jaejoong yang sangat mencintainya dengan tulus dan Jaejoong yang kini tengah mengandung anaknya, tidak ada lagi.
"Jaejoong kini tengah mengandung anakku."
"Kau senang?"
"Tentu saja, setelah aku tahu kebenarannya Ahjussi."
"Anakku, bukan hanya tengah mengandung anakmu. Dia kini tengah menderita."
"Tolong jelaskan padaku lebih jelas, Ahjussi."
Appa Kim menarik nafasnya, rasanya berat sekali untuk mengucapkan kebenaran ini, baru kali ini dia merasakan sedih dan sangat khawatir akan kondisi anaknya, dulu dia sangat tidak peduli.
"Jaejoong... Tumor otak... Hah! Anakku menderita Tumor Otak saat ini Yunho-ah!"
"Tu-tumor? Haha Ahjussi tolong jangan bercanda."
"Bukannya kau ingin mendengarkan kejujuran dariku?"
Rasanya seperti ada petir yang menyambar tepat di kepalanya saat ini, dia sangat tahu Tumor bukanlah penyakit sepele, itu adalah penyakit yang berbahaya!
"Se-sejak kapan?" tanya Yunho dengan rasa terkejut yang masih menguasai dirinya.
"Penyakit itu diketahui tiga bulan yang lalu disaat kita menghakiminya, aku bahkan sempat memukulinya dan dia pergi dari rumah dalam keadaan terluka, aku Appa yang sangat buruk."
Yunho menyandarkan punggungnya lemas, dia juga ikut andil dari semua penderitaan Jaejoong. Bukan! Mungkin dia yang paling bersalah pada Jaejoong, jika dia tidak membesarkan masalah kebohongan Jaejoong pada orangtuanya semua ini tidak akan terjadi.
Tapi yang paling mengejutkan sekarang penderitaan itu ditambah dengan Tumor yang diderita mantan istrinya, jika Jaejoong masih mengandung sampai sekarang, itu berarti Jaejoong tidak pernah melakukan pengobatan tumornya?
"Mereka berkata bahwa anakku bahkan memilih bayinya dibanding dengan melakukan pengobatan untuk penyakitnya yang sangat berbahaya."
Dugaan Yunho benar dan membuat dadanya sangat sesak sekarang, dia sangat bersalah dan tidak yakin akan mendapatkan maaf dari Jaejoong.
Dan ingatan-ingatan lain bermunculan di otaknya, bahkan ia sangat ingat saat Jaejoong memergokinya dengan Soojin, Jaejoong terlihat meringis sakit dan memegang kepalanya, mungkin saat itu Jaejoong sudah sakit. Ingatan itu membuat Yunho menjambak rambutnya dan kembali menyesali perbuatannya, tidak peduli saat ini ada Appa Kim disampingnya dan beberapa orang yang melihatnya, dia bersalah, dia sipendosa.
Yunho kemudian berdiri dan pergi, membuat Appa Kim ikut berdiri dan menyusulnya, "Kau mau kemana Yunho-ah?"
"Aku akan mencari Jaejoong lagi, Ahjussi! Aku yakin bisa menemukannya. Perasaanku mengatakan dia masih ada disini."
"Tapi sebentar lagi malam Yunho, kita cari besok."
"Jika Ahjussi ingin pulang tidak apa-apa, aku akan tetap mencarinya meskipun sampai tengah malam sekalipun."
Tekad Yunho untuk mencari Jaejoong benar-benar bulat, mau tidak mau Appa Kim mengikuti Yunho, dia juga merasa penasaran dimana mereka menyembunyikan anaknya.
.
.
.
Tidak terasa waktu sudah beranjak malam, sementara di ruangan Jaejoong hanya ada Kibum yang berjaga, Eomma Kim belum kembali sejak siang hari pamit untuk pulang ke rumah Choi Harabeoji, Siwon juga belum kembali bahkan Choi Harabeoji tidak terlihat batang hidungnya sejak pagi hari pamit untuk pulang sebentar.
Aneh sekali, pikir Kibum.
Namja manis itu merasakan perutnya lapar sekali, tidak mungkin ia meninggalkan Jaejoong sendirian disini, meskipun Jaejoong baru saja terlelap. Bagaimana jika Yunho dan Appa Kim mengetahui Jaejoong disini saat ia tidak ada.
Seseorang masuk ke ruangan itu membuat Kibum menoleh antusias.
"Siwonnie... Suster?"
Ternyata bukan Siwon, kemana kekasihnya? Seharusnya jam tugas Siwon sudah selesai.
"Saya ditugaskan untuk berjaga disini, tuan."
"Lho, kemana Dokter Siwon? Kenapa tidak memberitahuku langsung?"
"Anda tidak tahu kalau Dokter Siwon belum sadarkan diri sampai saat ini?" ucap Suster itu membuat Kibum terkejut
"Apa yang terjadi Suster? Siwonnie tidak sadarkan diri? Dia kenapa?" tanya Kibum dengan panik, sejak Siwon menitipkan Jaejoong padanya, kekasihnya terlihat baik-baik saja, sungguh.
"Dokter Siwon terlalu memaksakan diri, tadi dia terlalu bekerja keras sampai tidak sadarkan diri."
"Dimana dia! Katakan dimana dia dirawat?"
Suster itu segera mengatakan dimana ruangan Siwon dan tanpa menunggu lama Kibum langsung keluar dan berlari menemui kekasihnya, sampai dia lupa Jaejoong yang kini tengah tertidur.
Suster itu melirik Jaejoong yang sedang tertidur pulas, "Aku penasaran dengan mereka. Tuan kuharap kau jangan bangun, nanti aku kembali."
Suster itu kemudian keluar dari ruangan Jaejoong dan mengikuti Kibum dari belakang.
Kibum terus belari panik dan tidak sadar sudah menangis, Siwon tidak pernah seperti ini sebelumnya selama Kibum mengenalnya.
Akhirnya Kibum sampai di ruangan yang Suster itu tunjukkan, namun saat Kibum masuk ruangan itu sangat gelap.
"Wonnie? Hiks kau dimana? Aku tidak salah kamar bukan?"
Kibum kemudian mengambil ponselnya untuk penerangan, namun baterainya habis.
"Aigoo... Wonnie... Hiks..."
Krlap Krlap!
Lampu ruangan itu kemudian menyala, sedetik kemudian Kibum hanya menutup mulutnya, tidak pernah terpikirkan sesuatu tak terduga terjadi.
Ia tidak menemukan Siwon yang terbaring tidak sadarkan diri diruangan itu, melainkan dia menemukan beberapa balon yang berjejer rapi dan bertuliskan :
'KIBUMMIE, WILL YOU MARRY ME?'
Tak lama kemudian Siwon keluar dari balik pintu bersama Harabeoji dan Eomma Kim yang membawakan bunga untuknya.
"Maaf ini sangat mendadak dan membuatmu terkejut."
"Wonnie!" Kibum langsung memeluk Siwon.
"Jangan main-main dengan kesehatanmu, aku tidak suka. Hiks..."
Memang ini cara yang salah tapi Siwon tidak ada persiapan untuk melamar Kibum dengan cara yang lebih romantis dari ini. Jadi dia nekat melakukan ini dan meminta Harabeoji dan Eommanya untuk membantunya. Awalnya mereka menolak, tapi teringat akan permintaan Jaejoong yang ingin segera melihat mereka menikah akhirnya mereka bersedia membantunya.
Rencananya Siwon akan melamar Kibum sekitar dua bulan lagi, saat ulang tahun Kibum, tapi itu terlalu lama. Dia ingin segera membahagiakan kekasih beserta adiknya.
"Maafkan aku, tapi bagaimana dengan jawabanmu Kibummie?" tanya Siwon dengan menatap kekasihnya.
Kibum melonggarkan pelukannya, "Aku... aku tentu mau."
"Maaf terlalu sederhana."
"Anni, aku melihat ketulusanmu hyung."
Harabeoji dan Eomma Kim tersenyum, Kibum memang tidak melihat seberapa bagus kejutan dari Siwon, melainkan ketulusan kekasihnya dan baginya apapun yang diberikan Siwon adalah sangat terbaik baginya.
"Gomawo Wonnie, aku mencintaimu."
"Aku lebih mencintaimu Kibummie."
Kibum tersenyum pada Siwon, Choi Harabeoji bersama Eomma Kim juga saling berpandangan. Melihat keduanya bahagia, mereka ikut bahagia.
.
.
.
Sementara itu, Jaejoong terbangun dari tidurnya dan tidak mendapati siapapun di ruangannya, "Kemana semuanya? Uh aku lapar sekali."
Jaejoong dengan perlahan bangun dengan susah payah, kakinya sampai saat ini masih terasa lemas dan ia berusaha turun sendiri ke kursi rodanya. Berhasil!
"Eomma hebat bukan aegy? Tapi kemana yang lainnya?"
Jaejoong mulai menjalankan kursi rodanya dan keluar dari ruangannya, udara malam terasa menusuk kulitnya, ia tidak memakai jaket maupun syal, tapi jika dia kembali ke dalam akan susah sekali.
Tidak apa-apa hanya berkeliling sebentar, lagipula ini tidak terlalu malam, mungkin saja jika dia kembali Eomma dan yang lainnya sudah datang.
Tidak terasa Jaejoong sudah jauh dari kamarnya dan tidak ada yang menarik jika malam hari seperti ini, sebaiknya ia kembali, udara juga semakin terasa dingin.
"Jaejoong?"
Seseorang memanggilnya, lantas ia mendongakkan kepalanya melihat siapa yang memanggilnya.
Mata besarnya langsung beratatapan dengan mata musang orang yang baru saja memanggilnya.
Orang itu Jung Yunho, mantan suaminya.
Jaejoong langsung panik di buatnya dan dengan segera menggerakkan kursi rodanya bermaksud menjauh dari sana. Satu tangannya memeluk perutnya seolah melindungi bayinya, membuat perutnya yang sedikit membesar terlihat.
'Tuhan tolong aku.'
Yunho memperhatikan Jaejoong lalu menghampirinya, Jaejoong benar-benar hamil dan pasti itu anaknya.
Yunho kemudian memegang kursi roda itu dan satu tangannya berusaha memegang perut Jaejoong.
"Ja-jangan menyentuhnya!"
.
.
.
"Ngomong-ngomong kita semua disini, bagaimana dengan Jaejoongie?" tanya Eomma Kim mengingatkan semuanya.
"OMO! Aku lupa, aku terlalu panik tadi dan meninggalkan Jaejoong bersama suster tadi." Kibum berlari keluar, seharusnya tadi dia tidak melupakan Jaejoong sepanik apapun dirinya, bagaimana jika ada Yunho dan Appa Kim?
Siwon, Harabeoji dan Eomma mengikuti dari belakang. Dijalan mereka bertemu dengan Suster yang tadi ke kamar Jaejoong.
"Suster kenapa sudah kembali?"
"Oh itu tu-tuan saya ingin mengambil sesuatu, Tuan Jaejoong masih tertidur di kamarnya, saya baru akan kembali."
Siwon tersenyum pada Suster itu, "Tidak perlu suster, kami akan kembali sekarang. Terimakasih bantuannya suster."
Suster itu mengagguk, "Sama-sama Dokter, saya pamit."
Suster itu sudah pergi dan kembali bertugas, sementara Siwon dan yang lainnya segera kembali, mereka tidak boleh meninggalkan Jaejoong terlalu lama, bagaimana jika Jaejoong bangun dan tidak sadar seperti kemarin.
"Wonnie kamar Joongie terbuka."
"Astaga, tidak lagi Joongie..."
Siwon segera berlari dan tidak ada Jaejoong di kamar itu, bahkan tempat tidurnya berantakan dan selimutnya terjatuh di lantai.
"OMO! Siwon-ah Joongie kemana?"
"Kalian jangan panik, Jaejoongie pasti belum terlalu jauh." Siwon segera berlari keluar diikuti Kibum.
"Wonnie ini salahku hiks."
"Jangan bicara apapun dulu, kita harus segera mencari Jaejoongie."
Kibum reflek menutup mulutnya, apakah Siwon marah padanya?
Siwon terus berlari dan mencari Jaejoong di sekitar sana, tidak lupa dia meminta bantuan beberapa temannya jika ada yang melihat Jaejoong.
Kibum tiba-tiba saja menarik tangan Siwon dan menunjukkan sesuatu, "Wonnie bukankah itu Joongie? Tapi dia bersama siapa?"
Siwon melihat pergerakan tangan Kibum dan melihat siapa yang bersama Jaejoong disana, rahangnya langsung mengeras dan Dokter muda itu segera berlari menghampiri adiknya.
BUAK!
Siwon langsung melayangkan tinjuan pada rahang Yunho, membuat namja itu langsung terpelanting.
"Menjauh darinya, brengsek!"
"Argh!"
Kibum yang melihat tindakan tak terduga Siwon langsung mengejar dan memegang lengan calon suaminya, agar Siwon tidak melakukan hal yang lebih dan membuat keributan di Rumah Sakitnya sendiri.
"Wonnie tenanglah, ingat ini di Rumah Sakit."
"Hah... Hah... berani-beraninya kau membawa Jaejoong." Siwon masih terlihat sangat emosi sekalipun sekarang tengah ditenangkan oleh Kibum.
Yunho kemudian bangun namun sama sekali tidak mengindahkan kata-kata Siwon, malah kini ia kembali menghampiri Jaejoong yang terlihat gelisah.
Yunho meraih tangan Jaejoong, namun dengan cepat Jaejoong menariknya kembali.
"Pe-pergi..."
"Maafkan aku Jae."
"Pe-pergi..."
"Kumohon, beri aku kesempatan. Maafkan aku, aku akan menebus semua dosa-dosaku padamu. Bukankah kau mencintaiku Jae? Aku sekarang sadar, kau istimewa dihatiku Jae. Aku mencintaimu, Jae. Aku akan memperlakukanmu sebagai istriku yang selayaknya, seperti yang kau minta dulu. Kita akan membesarkan anak kita bersama-sa..."
"Tidak! Ini anakku, bukan anakmu. Dia tidak memiliki Appa!" Jaejoong menggeleng dan memeluk perutnya.
"Kenapa disaat semua seperti ini kau datang meminta maaf dan mengakuiku hiks... Tidak! Aku tidak mencintaimu, pergi!"
Yunho berusaha menenangkan Jaejoong, namun namja cantik itu semakin tak terkendali dan menangis keras.
"Hiks... kau hanya peduli Soojin! Kau hanya mencintai Soojin! Bukan aku hiks! Pergilah jangan temui aku lagi, pergi!"
Siwon yang melihat adiknya menangis seperti itu melepaskan pegangan Kibum dan menendang Yunho sampai terpelanting kembali.
"Bawa Joongie ke kamarnya Bummie." Kibum langsung mengangguk dan membawa Jaejoong menjauh, Jaejoong sendiri masih menangis.
"Hiks... aku tidak mencintaimu... aku tidak mencintaimu lagi, Yunho."
.
.
.
TBC
Akhirnya bisa update~
Maaf membuat kalian menunggu lama, aku telat sekali updatenya...
Tapi aku sangat berterimakasih untuk kalian semua yang setia membaca ff abal-abal ini /peluk satu-satu/(?)
Lanjut lagi?
