Kebencian menjadi cinta

Chapter 10 "All alone with you"

Pairing : Jellal X Erza

Disclaimer : Hiro Mashima.. Tapi fanfic ini punya saya..

Genre: Romance, School life

Rated: T

Yosh, sudah lama sekali saya tak melanjutkan fanfic ini, ._. Kangen tidak hah? Hah? #plak XD . Ok , sekarang berada di chapter 10, dengan tugas yang menumpuk saya luangkan waktu buat reader T^T , nah daripada berbasa-basi, mari kita lanjutkan.

Ayane 75 : Iya, T,T , Amin, moga aja ya? XD #Gampar author

Kuze s fernandes : Kowaii ssu~ -w- , tenang, Erza kan pemain utama, ga boleh mati donk, Tehe #plaked

Azusa Vermillion : iya ssu~ .w. , okie, arigatou naa XD

Alecia Marianne : Iya, arigatou ssu~~ :3 heheh XD

Kelar back to story ^^ Jangan lupa review minna, jangan jadi SILENT READER, HARGAIN AUTHOR -_-

WARNING : OOC, Alur Gaje, Typo bertebaran

Hate To Love Chapter 10

...

L
O
A
D
I
N
G

...

No review no new chap xD

Keesokkan harinya.

"Sepi" Gumam Jellal sendiri dengan mie instant yang menemaninya pada sarapan pagi ini.

Lalu ia melihat tempat biasa Erza duduk saat makan lalu tersenyum sejenak.

Kemudian ia teringat kejadian kemarin .. seketika raut wajahnya berubah kemudian ia berdiri lalu membuang sisa mie instant karena sudah kenyang lalu mengambil baju Lady kemudian berangkat ke Rumah sakit, sesampai di Rumah Sakit

"Pagi.. Ma.." Sapa Jellal riang yang sebetulnya berlainan dengan suasana hatinya.

"Pagi Jellal" Balas Lady seraya tersenyum.

"Pagi banget kamu kesini" Sambung Lady.

"Iya Ma.. ini bajunya" Jawab Jellal seraya memberikan pakaian dari tasnya.

"Eh iya.. Mama ganti baju dulu ya" Ucap Lady lalu meninggalkan Jellal yang diam di tempatnya dan Erza yang terbaring lemah saat kritisnya.

Jellal hanya melihat Erza sejenak lalu membuka tirai yang menutupi indahnya sinar mentari.

"Sinar mentari baik untukmu ,, rese.." Ucapnya pelan lalu tersenyum simpul.

"Hari ini aku akan bekerja .. doakan aku ya.. " Gumam Jellal yang ingin mengungkapkan kata tadi .. namun tak mampu untuk mengatakannya.

"Kenapa kau buka tirainya Jellal?" Tanya Lady yang baru keluar dari kamar mandi menggunakan pakaian dinasnya.

"Hawa disini dingin ma.. jadi ku buka tirai jendela.. lagi pula sinar matahari pagi bagus untuknya.." Jawab Jellal.

"Hmm.. Mama ngerti.. ayo berangkat sekolah.. Mama udah minta suster menjaga Erza kalo kita ga ada" Ucap Lady.

"Baik Ma.." Balas Jellal lalu memakai tasnya.

"Sensei berangkat dulu ya Erza..." Pamit Lady lalu mencium kening Erza.

Jellal hanya diam melihat mereka.

Mereka pun langsung berangkat ke sekolah meninggalkan Erza yang masih nyenyak tertidur dan menuju parkiran di rumah sakit.

"Supir kemana Ma?" Tanya Jellal.

"Supir izin sebulan.. istrinya melahirkan.. jadi Mama yang nyetir.. ga apa-apa kan?" Jawab Lady.

"Gpp kok Ma.." Balas Jellal.

"Hari ini pelajaran apa nak?" Tanya Lady.

"Kimia" Jawab Jellal seraya mengeluarkan buku pelajaran kimianya.

"Mau Mama ajarin?" Tawar Lady seraya menyetir.

"Ga Ma.. Jellal bisa sendiri" Tolak Jellal lalu membaca bukunya.

"Mulai berubah.. baguslah.." Gumam Lady melihat Jellal dari kaca spion sedang membaca buku seraya tersenyum.

"Mama konsen aja nyetirnya,," Ucap Jellal yang tahu Lady melihatnya seraya tersenyum.

"Ah.. ketahuan ya.. iya deh.." Balas Lady lalu konsen dengan menyetirnya.

Jellal hanya membaca buku lalu melihat bayangan Erza yang sedang marah ada di sebelahnya ia hanya bisa tersenyum melihat bayangan Erza itu lalu perlahan menghilang.

Jellal pun menunduk lalu menutup buku pelajarannya dan melihat langit biru dengan awan putih mewarnai pagi itu kemudian tersenyum tipis dengan hembusan angin yang menerpa wajahnya dan menggoyangkan rambut birunya itu.

"Jellal .. udah sampai ini.." Ucap Lady.

"Iya Ma.. aku berangkat dulu.." Balas Jellal lalu keluar dari mobil lalu berjalan ke sekolah.

Lady pun langsung meninggalkan Jellal yang berjalan itu.

Jellal berjalan di sekitar koridor sekolah, sejenak ia mengingat kejadian ya boleh dibilang 6 bulan yang lalu.. saat ia sedang mendaftar sekolah, lalu ia tersenyum tipis lalu nampak sedih lagi.

Ia pun masuk ke kelas sambil membaca buku, lalu masuk ke kelasnya.

"Jellal.. aku duduk denganmu ya..." Ucap wanita itu lalu mengikuti Jellal dari belakang.

Jellal hanya diam tak menanggapi itu semua.

"Aku yang duduk sama Jellal.. bukan kau.." Say wanita lain.

"Pergi kalian.." Ucap Jellal sinis sambil membaca buku.

"A,, apa Je-kun?" Tanya wanita itu dengan nada manjanya.

Jellal dengan tenang mentutup bukunya lalu melihat wanita-wanita itu seraya berkata "Aku bilang pergi kalian! Dan jangan mengangguku.. mengerti?".

Wanita itu lalu berdiri dari bangku Erza seraya berngidik ngeri.

"Dan satu lagi yang harus kalian cam-kan.. yang boleh duduk disini cuman denganku.. cuman Erza .. titik tanpa pengecualian.." Bentak Jellal keras.

Seketika teman sekelas berbisik satu sama lain melihat tingkah Jellal tadi.

Jellal yang tak kerasan dengan suasana pun langsung keluar dari kelas menuju taman belakang sekolah sambil membawa tasnya.

"Disini tenang. . aku menyukai tempat ini.. kau harus tahu itu.." Ucap Jellal sendirian lalu mengeluarkan kamera lalu memotret sekelilingnya.

"Hah.. aku lelah Erza" Ucapnya seolah-olah Erza ada di sebelahnya kemudian ia membaca bukunya lagi.

"Erza.. ajarin aku yang ini.." Ucapnya duduk di tempat 2 hari yang lalu ia bersama Erza di taman belakang.

Jellal lalu membuang buku itu kemudian menutup sebelah wajahnya dengan telapak tangannya seraya menangis.

Meneteskan air mata, menetes satu per satu, mengeluarkan rasa sakit yang ia rasakan, rasanya hati penuh dengan cambuk mencambuki seluruh hatinya namun hanya 6 kata yang ia katakan menjadi sebuah kalimat "Aku tak ingin kehilanganmu dirimu, Erza" lalu mengusap air matanya, membereskan bukunya lalu duduk sejenak, menunduk, membayangi, kemudian ia berkata " Aku mengerti Erza.. apa yang kau katakan.. aku harus semangat.. tak boleh terpuruk seperti ini terus.. aku baru menyadari betapa banyak yang kau ajarkan padaku...".

Sejenak Jellal menghela napasnya lalu berkata "Arigatou Erza..." lalu meninggalkan taman dan berjalan ke kelas dan siap mengawali semuanya dengan kehendak seseorang.

Sementara di ruang guru saat istirahat , "Sensei Lady" Panggil seorang guru pria berambut hijau.

"Iya Freed" Balas Lady ke pria itu , Freed.

"Anakmu tumben pada pelajaranku, tenang, mencatat bahkan menyimak penjelasanku" Ucap Freed.

"Hmm.. benarkah? Aku tak yakin" Sambung wali kelas X Ipa I, Green sensei.

"Ya .. Green sensei .. kau juga akan nanti masuk ke kelasmu sendiri kan setelah jam istirahat ini?" Jawab Freed.

"Hmm.. baiklah.." Balas Green.

Di sisi lainnya, "Hmm.. sejuk." Gumam Jellal yang berada di taman belakang lalu memotret lagi.

Tiba-tiba ada yang mengambil bekal Jellal.

"Drukk,.. draghh,," Bunyi itu lalu pergi mengambil daging yang dijadikan bekal Jellal tadi.

"Hah bekalku..." Ucap Jellal memandang ke belakang yang mendengar kotak bekalnya jatuh dan isinya berhamburan kemana-mana.

Ia pun mengejar asal suara yang telah mengambil bekalnya itu.

"Disitu rupanya..." Batin Jellal lalu mendekat dengan sangat hati-hati mendekati suara itu.

"ARGGHHH.." Ucap Jellal diterkam sesuatu hingga terpelanting ke belakang.

"Miauww.." Suara manja dari seekor kucing berbulu putih halus yang menjilat pipi Jellal.

"Kucing nakal.. hahah,, geli.." Ucap Jellal kegelian.

"Ahh.. kakimu terluka ya.. ayo kita ke UKS biar aku obatin ya kucing manis" Say Jellal membereskan tas dan bekalnya yang terjatuh & langsung membawa anak kucing itu ke UKS.

Dalam perjalanan menuju UKSnya, ia mengelus kepala sang kucing, kucing itu hanya menggoyangkan ekornya tanda ia menyukainya "Hah selesai memperban kaki mungilmu.." Ucap Jellal yang memperban kaki kanan depan anak kucing itu.

"Hm.. kucing baik.. nurut... jenis kelaminmu laki-laki ya.. jadi namamu Taku ya.." Sambung Jellal.

"Miaaauwww." Suara manja kucing itu.

"Kau menyukainya ya Taku.. nah sekarang ayo kita kembalikan kau ke habitatmu..." Sambung Jellal lalu kembali ke taman belakang, ia pun kembali ke taman belakang.

"Nah kembalilah" Ucap Jellal lalu menurunkan Taku dari gendongannya.

"Miauww.." Suara manja kucing itu lalu mengelus elus kepalanya ke kaki Jellal.

"Ah.. aku pasti kembali kok..." Say Jellal lalu mengelus kepala Taku.

"Miaauuwww.." Ucap kucing itu seraya tahu apa yang dikatakan Jellal lalu ia pun pergi.

"Hmmm.." Dengus Jellal pelan.

"Makananku jatuh semua... haha.. tak apa-apa deh.." Gumam Jellal lalu ia pun duduk sambil membaca buku lagi.

"TTIITT... TITTTT,," Bel berbunyi tanda istirahat berakhir.

"Ternyata udah masuk.. " Dengus Jellal lalu kembali ke kelas, sekembalinya ia ke kelas, 5 detik kemudian Green pun datang.

"Ohayou.." Ucap Evergreen memasuki kelasnya.

"Ohayou sensei" Balas anak muridnya.

"Tugas kalian kumpulkan dan persentasikan" Perintah Evergreen.

Mereka pun mengumpulkan masing-masing flash disknya.

"Nah sensei akan acak flash disk kalian.. yang pertama maju.. kelompok Erza dan Jellal.. ayo persentasi.." Ucap Evergreen.

"Tapi sensei.. Erza kan tidak masuk" Celetuk anak-anak muridnya yang ada di kelas.

"Hmm.. kalo begitu diwakilkan saja dengan orang lain" Balas Evergreen menengahkan.

"Aku tidak mau sensei" Ucap Jellal lalu berdiri.

"Trus?" Tanya Evergreen.

"Biarkan aku yang menyelesaikannya sendiri" Jawab Jellal dengan mantap.

"Kau yakin kau bisa?" Tanya Evergreen seraya menyindir.

"Pasti, asalkan ada kemauan pasti bisa" Jawab Jellal seraya menghubungkan laptop Evergreen dengan proyektor yang ada di kelasnya.

"Success.." Ucap Jellal.

Lalu muncullah layar besar di dinding depan kelas yang menampilkan hasil kerja Erza.

Evergreen sedikit tercengang dengan sikap Jellal padanya lalu ia kembali tenang dan berkata "It's show time your persentation...".

"Ok.. ohayou sensei.. ohayou minna..." Jelas Jellal darii pertama sampai habis dengan panjang lebar dan suara yang lantang.

"Demikianlah persentasinya.. atas perhatian dan kerja samanya saya ucapkan terima kasih.." Ucap Jellal menutup persentasinya seraya membungkukkan tubuhnya.

Ia pun kembali ke tempat duduknya ditemani tepuk tangan yang meriah.

"Hmm.. ok.. next.. Aerilya, John.." Ucap Evergreen lalu melanjutkan persentasinya.

"Tenggg.. tengg.." Suara keras bel pun terdengar dan tandanya mereka harus pulang.

Jellal pun membereskan buku-bukunya.

Evergreen hanya tersenyum simpul lalu membatin "Begitu ya.." lalu berjalan menuju ruang guru.

"Good job Jell.." Ucap Lucy seraya tersenyum lalu mengacungkan jempol kanannya.

"Ahh.. arigatou.. tapi aku harus pergi sekarang... sumimasen.." Jawab Jellal.

"Ah.. ok.." Balas Lucy.

Jellal pun meninggalkan Lucy di kelas , berjalan di koridor sekolah, langsung menuju RS, sesampainya ia di rumah sakit.

"Hai tuan... menjenguk Erza?" Tanya seorang suster menyapa Jellal.

"Iya" Jawab Jellal singkat lalu menuju di tempat Erza dirawat seketika ia membelalakan matanya seperti melihat seseorang yang membuatnya terkejut.

~To be continued~

Apa yang dilihat Jellal? Apa Jellal mulai merasakan apa penting arti Erza yang datang pada dunianya? Apa ia berubah? Jangan lupa reviewnya XD . Akhir kata-kata Happy reading and moshi-moshi ssu~ .